A Perfect Marriage Part 10B


Image

 

Judul     : A Perfect Marriage

Author   : Choi Runnisa

Cast       : Super Junior Kyuhyun

                 Choi Sooyoung

                 DBSK Changmin

                 Other Cast: Kim Taeyeon,SNSD Seohyun, Choi Soojin, Super Junior

Genre    : Romance, Comedy,  Galau (?)

 

 

Annyyyyyooooong Readerrrrrs…..!!!! *Lambaikan tangan sekuat-kuatnya. Author is Back, APM is Back, Urimani, Bogoshippo,,, Minal aizin wal Faidzin ya chingudeul. Huaaaah terharu banget bisa balik lagi di KSI, bisa berkarya lagi setelah 45 hari lebih jadi orang utan. Sebenernya author pengen banget berbagi pengalaman selama KKN sama chingudeul, Cuma kayaknya ngelanjutin APM jauh lebih penting ketimbang nyeritain pengalaman aku yang gak penting-penting amat, hehehe….. 

 

Gimana nih? ada yang kangen gak ama author? atau pada kangen gak nih sama APM? Masih penasaran sama kelanjutan ceritanya? Atau udah pada lupa sama APM? Yaaah jangan gitu dong deeers, jangan patahkan semangat author buat ngelanjutin FF ini dengan gak RCL. Karena author udah usaha keras untuk tetep ngelanjutin ni FF walaupun udah hampir karatan lama gak di up date.

 

 

yaudah itu dulu dari author, semoga makin suka sama part ini dan makin banyak yang koment amiiiin. Selamat menikmati sajian kami…..

 

 

Sooyoung POV

 

“Sooyoung-aa, aku tau kau mendengarku, aku mohon bukalah pintu, aku ingin bicara denganmu”

 

Untuk kesekian kalinya Kyuhyun meneriakkan kata-kata yang sama padaku dari balik pintu. Ya, sudah hampir 3 jam aku mengurung diri di kamar, dan hampir 3 jam pula Kyuhyun terus-terusan mengetuk pintu memanggil-manggilku, memohon untuk di bukakan pintu, tapi peduli apa? Sekarang aku benar-benar membenci Cho Kyuhyun!! Tega sekali dia menuduhku seperti itu, bukankah itu sama saja dia menuduhku berselingkuh? Tapi apa dia tidak lelah terus-terusan seperti itu? Dia bahkan belum makan dari siang tadi. Yyaa… Choi Sooyoung! berhenti memikirkannya, sebentar lagi dia juga akan menyerah. Ini sudah malam, dan dia pasti sudah mengantuk, sebentar lagi pasti dia akan masuk ke kamarnya.

 

 

Sudah jam 1 pagi, sudah tidak terdengar suara lagi, dia pasti sudah masuk ke kamarya dan tidur dengan nyenyaknya tidur, cish! Cho Kyuhyun! hanya segitu sajakah perjuanganmu? Kruyuuukkk…. suara perutku sudah menuntutku untuk mengisinya segera, dan aku butuh makanan karena sejak siang aku belum makan sama sekali, baiklah kalau begitu aku akan ke dapur memasak ramyeon.

 

 

Dan betapa terkejutnya aku saat membuka pintu kamar saat kulihat seseorang yang aku kenali sedang terkapar di lantai depan pintu hanya dengan sebuah bantal mengganjal di kepalanya tanpa selimut, padahal udara lantai sangat dingin, dan orang itu tidak lain adalah suamiku. Ya! Cho Kyuhyun, apa yang kau lakukan? Kenapa kau bodoh sekali? Bagaimana jika kau sakit? Kenapa kau suka sekali membuatku merasa bersalah? Tapi tetap saja aku masih kesal padanya, baiklah dia tidak boleh sampai tau aku mencemaskannya seperti ini, dengan mengendap diam-diam aku mengambilkan selimut untuknya dari dalam kamar.

 

Ketika akan menyelimuti tubuhnya, aku jadi ragu. Aku takut dia akan terbangun dan menyadari keberadaanku, bagaimana ya caranya? Akupun akhirnya berjongkok mensejajari posisinya yang terbaring di lantai, pelan-pelan aku menghampar selimut di atas tubuhnya, namun tiba-tiba matanya terbuka, karena panik segera saja aku berusaha untuk berdiri lagi namun tak sempat karena aku merasakan Kyuhyun menarik tubuhku hingga terbaring di sampingnya, aku bahkan kini tidak bisa bergerak karena Kyuhyun keburu mendekap erat tubuhku.

 

“Yyaa! Apa yang kau lakukan? Llle..lepasakan!” hanya kata itu yang bisa ku ucapkan, namun tidak di gubris oleh Kyuhyun, satu hal yang dia lakukan hanya memeluk erat tubuhku, dan dengan bodohnya aku hanya pasrah dengan perlakuannya. Kini kami berdua terbaring dalam satu selimut dan berbagi bantal. Kami saling berhadapan, matanya menatap lembut mataku dan seperti orang yang terhipnotis, pandangan mataku juga tak kunjung berpindah dari matanya.

 

“Miann” ucapnya kemudian, aku sempat diam beberapa saat. Lalu kulihat dari matanya keluarlah cairan bening, yeah harus kuakui aku dapat melihat ketulusan dan penyesalan dari sinar matanya.

 

“Miann, karena sudah menyakitimu. Aku mohon jangan marah lagi padaku, karena itu membuat hatiku terluka” air matanya semakin deras keluar dari pelupuk matanya. Ya ampuun, dasar maknae super junior. Menyesal ya menyesal, tapi haruskah dia menangis seperti anak kecil yang sedang minta permen pada ibunya? Sebenarnya aku ingin sekali menertawainya, tapi sepertinya itu terlalu jahat, selain itu di sisi lain aku jadi terharu melihat seorang Cho Kyuhyun sampai menitikkan air mata karena aku. 

 

Sambil tersenyum aku lalu memeluk pinggangnya dann menyandarkan kepalaku ke dadanya.

 

“aku sudah memaafkanmu bodoh” ucapku pelan. mendengar perkataanku, kyuhyun langsung melepaskan pelukannya.

 

“Jinjjayo?” tanyanya penuh semangat. Aku hanya mengangguk mengiyakan. Setelah itu Kyuhyun kembali mengeratkan pelukannya ke tubuhku, dan aku kembali melingkarkan kedua tanganku ke pinggangnya dan menyandarkan kepalaku ke dadanya. Tidur seperti ini sangat nyaman, dada suamiku sungguh hangat dan aku sangat menyukai aroma tubuhnya yang mulai terbiasa tercium oleh hidungku.

 

“Sooyoung-aa…” panggilnya kemudian

 

“Nee?”

 

“bisakah kau mendengarkan suara jantungku?” aku tak menjawab namun sesuai pertanyaannya dapat kurasakan sesuatu yang berdetak begitu cepatnya dari dalam dadanya yang kusandari.

 

“selalu seperti inilah yang detak jantungku saat dekat denganmu” lanjutnya dan aku masih terdiam bingung harus menanggapi apa. Selain itu aku belum yakin dengan maksud dari pernyataannya itu.

 

“Saranghae Sooyoung-aah, Jeongmal saranghae” bisiknya kemudian. Dan itu membuat jantungku berdetak tak beraturan. Untuk pertama kalinya aku mendengarkan langsung kata-kata itu keluar dari mulutnya. Jujur aku belum yakin sepenuhnya bahwa aku tidak salah dengar, Dan untuk sesaat aku  terdiam menunggu kalimat selanjutnya yang akan dia katakan.

 

Kyuhyun Pov

 

“Saranghae Sooyoung-aah, Jeongmal saranghae” sambil tetap memeluknya kuucapkan kata itu padanya, kata-kata yang sudah lama ingin ku ucapkan tapi baru kali ini aku yakin untuk mengungkapkannya

 

“seharusnya inilah yang kuucapkan dari dulu padamu. Jadi Tolong dengarkan ini baik-baik, karena aku benar-benar serius mengatakan ini…. Choi Sooyoung, tidak perduli kau mau menjawab apa, yang jelas aku ingin kau tau, meskipun pernikahan kita tidak di landasi oleh cinta, tapi aku sudah mulai mencintaimu sejak hari pernikahan kita, di hari itu, saat dengan gaun pengantin yang indah kau berjalan di hadapanku, saat itu aku seperti menyaksikan seorang malaikat sedang berjalan di hadapanku. saat itu pula aku tau aku mulai jatuh cinta padamu, saat aku mengucapkan janji pernikahan kita di hadapan Tuhan, akupun berjanji pada diriku sendiri untuk mencintaimu segenap jiwaku, untuk menjadikan kau sebagai satu-satunya wanita dalam hidupku”

 

 

“jadi, kumohon jangan pernah kau ragukan cintaku padamu. Karena aku benar-benar tulus mencintaimu Choi Sooyoung” aku sudah bicara terlalu banyak tentang segalanya yang seharusnya ku katakan, dan aku merasa lega akan itu tapi Sooyoung hanya diam membisu, tak satupun ku dengar kata-kata keluar dari mulutnya

 

 

“Soo-ah kau sudah tidur?” tanyaku kemudian, namun yang terdengar malah suara isakan, Sooyoung menangis dan itu membuatku jadi panik.

 

 

“Chagiaa, Kau… kau menangis lagi?” pertanyaanku malah kembali dijawab dengan tangisan.

 

“Miann, jika aku membuatmu sedih lagi…”

 

“tolong katakan padaku bahwa aku sedang tidak bermimpi” ucapnya sambil terisak kemudian

 

“Chagi-aa”

 

“aku mohon, katakan kalau aku tidak salah dengar kata-kata indah tadi, hiiks” ucap Sooyoung dengan suara bergetar, akhirnya aku mengerti, dan aku lega ternyata Sooyoung terharu mendengar kata-kataku, itu tandanya dia menerima dengan baik perasaanku.

 

“tidak Chagi, kau sama sekali tidak salah dengar ataupun bermimpi, ini benar-benar kenyataan, bahwa aku sangat mencintaimu, sekali lagi kukatakan Saranghae Choi Sooyoung, Nae yeppo anae, apa sekarang kau percaya?” ucapku sambil mengusap lembut punggungnya.

 

Aaahhh, Aku teringat akan satu hal lagi yang perlu ku ucapkan padanya, dan kurasa itu penting walaupun sebenarnya agak memalukan untuk diungkapkan, tapi kurasa inilah saatnya untuk ku ucapkan.

 

“Sooyoung-aa” panggilku lagi

 

“Hmmmh” hanya itu respon darinya

 

“Mari kita mulai semuanya dari awal…. mari kita mulai sebagai pasangan suami istri yang selayaknya…. saling mencintai seperti pasangan suami istri pada umumnya, membiarkan semua orang tau bahwa kau adalah istriku dan seorang Kyuhyun super Junior adalah suami dari Choi Sooyoung…. dan yang terpenting adalah memiliki anak, yaa kelak kita akan memiliki banyak anak dan akan merawat mereka bersama-sama, itu pasti akan sangat lucu dan menyenangkan dan untuk itu….” aku terdiam sejenak mempersiapkan kata-kata selanjutnya yang akan ku katakan, bahkan untuk mengatakannya saja aku begitu dag dig dug, Sooyoung pasti sudah mendengarkan suara jantungku yang tak beraturan ini, karena ini sangat memalukan dan aku takut Sooyoung akan kaget, namun aku sudah tidak tahan lagi untuk segera mengatakannya.

 

“yaa, kau tau kan untuk memiliki anak kita harus melakukan ‘itu’ bukan? Maksudku… kita sudah 6 bulan lebih menikah dan yaa kau pasti mengerti maksudku kan? Dan sudah seharusnya kita melakukan ‘itu’, kau mau kan Soo?” aku menyerocos tanpa jeda dan kuakhiri dengan pertanyaan yang sangat spontan, aku cukup lega sudah mengungkapkannya, tapi aku juga was-was menunggu jawaban dari Sooyoung. aku terdiam sejenak, menunggu jawaban dari Sooyoung, namun sudah beberapa menit aku menunggu dengan hati dag dig dug, suara Sooyoung tak kunjung terdengar.

 

“Soo… apa jawabanmu? Kau tidak mau ya?”

 

“…..” tidak ada respon, apa… dia sudah tidur?

 

“Soo” panggilku lagi, ku renggangkan pelukanku dan ku lihat wajahnya dan benar saja, gadis itu sudah tertidur dengan lelapnya, Aigoo!! Jadi sejak tadi aku seperti orang bodoh dengan susah payah aku mengungkapkan isi hatiku tapi sama sekali tidak di dengar. Yyaa!! Choi Sooyoung, kau benar-benar membuatku gemas.

 

Di tengah rasa gemasku padanya sempat-sempatnya aku memandangi wajahnya yang sedang terlelap tidur. Istriku lucu juga saat dia tertidur seperti ini, wajahnya seperti bayi yang tanpa dosa, ku pandangi setiap detil wajahnya, mulai dari keningnya yang indah dan mengkilap, mata besarnya yang sedang tertutup, hidungya yang bangir dan  pandanganku terhenti saat dibibir mungilnya, bibirnya yang terkatup rapat itu seperti memintaku untuk mencicipinya. Arrrgh, aku tidak tahan lagi dengan godaan bibir istriku ini, Tuhaan izinkan aku untuk mencium istriku walaupun dia sedang tidak sadar, tidak dosa kan? dan ku putuskan saja untuk menciumnya dan akhirnya ku lakukan saja, cukup lama aku menciumnya tanpa ia sadari, aku tidak tega membangunkannya, akhirnya kuputuskan untuk tidur bersamanya di sini walaupun udara lantai sangat dingin, kami butuh kehangatan dan untuk berbagi kehangatan kurasa memeluknya adalah cara terbaik.

 

Esok Paginya

Author POV

Sudah 5 menit lebih gadis bernama Choi Soojin itu berada di depan pintu apartemen Kyuyoung, sudah berkali-kali ia menekan bel, namun ia tak juga di bukakan pintu oleh sang pemilik apartemen, kali ini ia mencoba menelepon sang adik yang tidak lain adalah Choi Sooyoung, namun tak juga diangkat, ia pun mulai tidak sabar hingga akhirnya ia memutuskan untuk masuk sendiri saja tanpa seijin sang pemilik apartemen, lagi pula ia pun sudah tau kode pintu apartemen adiknya itu.

 

Segera saja dia menekan tombol kombinasi kode pintu dan akhirnya terbuka, tanpa ragu ia masuk, dan betapa kagetnya ia melihat dua mahluk yang ia kenali sedang tertidur dengan lelapnya di atas lantai tubuh mereka di tutupi dengan selimut hanya kepala saja yang terlihat, dan yang lagi pemandangan yang tidak mengenakkan di mata Soojin adalah posisi mereka yang saling berpelukan erat seakan tak ada seorangpun yang mampu memisahkan.

 

“Cish, apa-apaan ini?” gerutunya lalu melangkah cepat mendekati kedua orang tersebut

 

“Yyaa! Choi Sooyoung ireonna!” panggilnya masih sambil berdiri, namun yang dibangunkan tak juga kunjung bangun.

 

“Banguuun…!” sambil berkacak pinggang Soojin berteriak dengan suara yang dua oktaf lebih tinggi dari yang sebelumnya, dan itu berhasil membangunkan keduanya.

 

Begitu mata Sooyoung terbuka yang ia lihat pertama kali tentu saja adalah Kyuhyun yang masih memeluknya, selanjutnya yang baru ia sadari adalah seseorang sedang memandanginya dengan sinis dari atas yang tak lain adalah eonninya, mata Sooyoung langsung terbelalak dan segera saja ia bangkit dari tidurnya setelah berusaha keras melepaskan pelukan Kyuhyun.

 

“Eoh, Eonnie!!!” serunya kepada Soojin

 

“Cish, Yyaa! Apa yang kalian lakukan?” Sooyoung masih kelabakan harus menjawab apa pertanyaan mendesak deri Eonninya itu

 

“Noona!!” giliran Kyuhyun yang terkejut melihat Soojin setelah terduduk dari tidurnya.

 

“Yyaa!! Cho Kyuhyun!! Apa yang kau lakukan kepada adikku? Kenapa kau membiarkannya tidur kedinginan di lantai heeh? Apa kau ingin membunuhnya?” keduanya hanya bisa diam menyikapi introgasi dari Soojin.

 

“Sooyoung, cepat berdiri dari situ dan kemasi barang-barangmu, mulai sekarang kau tidak akan tinggal di sini, tinggal di rumah saja”

 

“Mwo!!” seru Kyuyoung bersamaan.

 

“Bukankah semalam kau berbicara dengan Eomma di telepon sambil menangis? dan ternyata firasatku benar, suamimu yang superstar itu menyakitimu kan? Dan sekarang dia membuatmu tidur kedinginan di lantai, suami macam apa itu?  Suami seperti dia tidak pantas di pertahankan!!” saat keduanya masih bengong dengan pernyataan Soojin, tanpa seganpun ia langsung menarik paksa tangan kanan adiknya itu hingga berdiri dari duduknya.

 

“Eonnie!! Apa yang kau lakukan?” ucap Sooyoung memelas

 

“apa lagi yang kau tunggu? Eonnie datang ke sini untuk menjemputmu,  Ayo cepat kita harus pergi”. Melihat istrinya akan di bawa pergi oleh sang kakak ipar, Kyuhyun tak tinggal diam, iapun tak mau kalah dengan menarik tangan Sooyoung yang sebelah kiri.

 

“Sooyoung tidak akan ke mana-mana!” ucap Kyuhyun tegas

 

“Mwo? Apa hakmu melarang aku membawa adikku pulang ke rumah orang tua kami?”

 

“tentu saja aku punya hak penuh. Noona lupa kalau aku ini suami Sooyoung?”

 

“Cish, suami macam apa yang tega membiarkan istrinya tidur kedinginan di lantai?”

 

“sekarang biarkan Sooyoung yang memilih apakah dia ingin ikut Noona atau ingin tinggal denganku”

 

“baiklah. Aku setuju, bersiaplah kehilangan istrimu Cho Kyuhyun. Sooyoung-aa cepat katakan padanya kalau kau akan ikut Eonnie pulang”

 

Sooyoung berpikir sejenak. sejenak di pandanginya suaminya yang sedang mengisyaratkan kata ‘jangan pergi’, Lalu berkata, 

 

“Miann Eonnie, aku tidak bisa pergi”

 

“Mwo?? Bukankan semalam kau merengek ingin pulang ke rumah? Sekarang kenapa malah tidak mau pulang?”

 

“Miann Eonnie, aku tau itu salah, semalam itu aku hanya emosi sesaat”

 

“Issh, dasar gadis bodoh! Kau sudah di butakan oleh ketampanan suamimu itu” Soojin menoel kepala Sooyoung.

 

“Yyaa!! Noona jangan perlakukan istriku seperti itu! Sekarang Noona sudah dengar kan apa kata istriku? jadi Sooyoung tidak aka pergi kemana-mana”

 

“Ck, Istriku? Sooyoung kau yakin, tidak ingin ikut Eonnie ke rumah Eomma?”

 

 

“Miann Eonnie” Jawab Sooyoung sedikit tidak yakin…

 

“Cish, dasar Gadis  Bodoh!! Baiklah aku tidak akan memaksamu lagi, tapi jika kelak kau ada masalah dengan suamimu itu, aku tidak akan memperdulikanmu lagi, arra?!” ucap  Soojin sedikit mengambek sambil melangkah keluar dengan harapan adiknya itu akan berubah pikiran dan menahannya, namun sampai ke mulut pintu. Tak sepatah katapun yang keluar dari mulut Sooyoung maupun Kyuhyun dan itu membuatnya kesal. Iapun mengurung niatnya untuk pergi dari apartemen Kyuyoung. Soojin lalu berbalik ke arah Sooyoung dan mendekatinya.  

 

“Apa lagi Eonnie?”

 

“Soo-ah, Eonnie  tau, sesalah apapun Kyuhyun kau pasti akan membelanya kan? Karena dia adalah suamimu” Sooyoung mulai menangkap ada maksud lain dari perkataan Eonninya itu.

 

“apa maksud Eonnie?” selidik Sooyoung

 

“karena kau tidak mau pergi, maka kuputuskan untuk tinggal di sini bersama kalian untuk beberapa waktu” ucapan Soojin sontak membuat Kyuyoung terkaget-kaget mendengarnya.

 

“Mwo?!!” seru keduanya

 

“kenapa? Kalian tidak suka aku tinggal di sini?? Aku Cuma sementara di sini tidak akan lama, sampai aku yakin Sooyoung benar-benar aman tinggal bersamamu”

 

“jika itu yang Noona mau aku tidak keberatan untuk tinggal di sini” ucap Kyuhyun bijak.

 

“Andwe!!” seru Sooyoung

 

“Yyaa! Eonnie, aku tau Eonnie ingin tinggal di sini bukan semata-mata karena ingin memantau kami kan?”

 

“apa? Dasar adik tidak tau diri !! sebagai kakak yang baik aku sangat peduli padamu”

 

“aku sangat mengenal Eonnie dengan baik, jadi tidak usah mencari alasan, Eonnie pasti sedang ada masalah kan di rumah makanya Eonnie ingin melarikan diri?”

 

“I…itu,, yaaa sudah ku bilang aku hanya ingin memantau kalian saja, aku tidak ingin adikku di perlakukan semena-mena oleh suaminya, apakah alasan itu tidak cukup masuk akal?”

 

“Eonnie….”

 

“tidak apa-apa, Noona boleh tinggal di sini kapan saja Noona mau” ucap Kyuhyun kemudian

 

“tuh kaan, Kyuhyun saja tidak keberatan aku tinggal di sini” ucap Soojin penuh kemenangan. kalau sudah begitu Sooyoung jadi tidak punya pilihan lain, mau tidak mau dengan berat hati ia harus menerima Eonnienya itu untuk tinggal bersamanya walaupun ia sudah menduga Eonnienya itu pasti akan membuat masalah selama tinggal bersamanya. Benar saja perkiraan Sooyoung, Soojin ingin tinggal bersamanya bukan karena semata-mata karena ia ingin menjaganya, seperti yang kakaknya itu jadikan alasan, tapi memang karena Soojin sedang kesal kepada Eomma dan Appanya yang selalu mendesaknya untuk menikah bahkan selalu ingin menjodohkannya dengan anak teman bisnis Appanya.

 

Tau Sooyoung dan Kyuhyun sedang bertengkar, tadinya pertengkaran Kyuyoung itu akan dia gunakan untuk di jadikan alasan untuk tidak menikah, tapi semuanya jadi gagal karena ia malah menemukan Sooyoung dan Kyuhyun malah tampil mesra dan saling membela di depannya, Soojin pun akhirnya memutuskan untuk tinggal sementara waktu di apartemen Kyuyoung sampai kedua Orang tuanya berhenti mendesaknya untuk segera menikah.

 

“Lagi pula kan di sini ada dua kamar tidur, dan aku bisa tidur di kamar sebelah, jadi tidak ada masalah kan jika aku tidur di sini?” belum sempat Kyuyoung menjawab Soojin sudah melangkah ke salah satu kamar dan membukanya lalu masuk ke dalamnya, dan itu adalah kamar Sooyoung, selanjutnya ia ke luar dan bermaksud akan masuk ke kamar yang satunya lagi. Namun segera di tahan oleh Kyuyoung, tentu saja karena jika Soojin masuk ke kamar  yang erupakan kamar dari Kyuhyun itu maka akan ketahuan jika mereka selama ini tidak tidur dalam satu kamar seperti lazimnya suami istri.

 

Namun semakin di larang seperti itu, Soojin malah semakin curiga.

 

“Memangnya ada apa di dalam kamar ini?” selidik Soojin,

 

“A..ani… Eon, hanya ada barang-barang bekas di dalamnya, beri kami waktu untk membereskannya” Bohong Sooyoung.

 

“Oohh Gwenchana, biar aku bereskan sendiri nanti, aku akan tidur di sini saja” ucap Soojin sambil meraih gagang pintu bersiap untuk membuka pintu kamar, namun Sooyoung dan Kyuhyun dengan sigap meraih tangannya bermaksud untuk menahannya. Dan itu jelas membuat Soojin semakin curiga saja,

 

“Ck, sebenarnya apa yang kalian sembunyikan di dalam sana? Aku akan masuk dengan atau tanpa ijin dari kalian, minggir!” kalau sudah begitu Sooyoung dan Kyuhyun tak bisa berbuat banyak, cepat atau lambat mereka pasti ketahuan juga, Soojin pun akhirnya menarik gagang pintu hingga terbukalah pintu kamar dan terlihatlah apa yang ada di dalamnya, dengan langkah gontai, gadis 25 tahun itu memasuki kamar dan mengedarkan matanya ke segala arah, segala isinya tampaknya adalah barang-barang pria, tidak ada barang wanita di sana, di lihatnya pula di salah satu sudut dinding kamar terdapat poto Kyuhyun berukuran besar terpajang di sana, ia teringat bahwa di kamar sebelah juga tidak kosong, dan ia lihat di sana banyak barang-barang adiknya Sooyoung.

 

Akhirnya dia menyimpulkan sendiri sesuatu yang tidak beres di sini, yaa Sooyoung dan Kyuhyun yang notabene adalah suami istri selama kurang lebih 6 bulan ini pada kenyataannya tidak tidur dalam satu kamar, seperti layaknya hubungan suami istri.

 

“Oooh, jadi ini alasannya?”Soojin tersenyum penuh kemenangan.

 

“Eoh Eonnie,bukan seperti itu?” Sooyoung berusaha menyangkal.

 

“Jadi selama ini kalian tidak pernah berhubungan suami istri kan?”

 

“Oh, ti.. tidak seperti itu Eonnie, kami…” Sooyoung berusaha menyangkal

 

“Sudah kuduga akan jadi seperti ini, bagaimana ya kalau Eomma dan Appa tau?”

 

“Jangan Noona, tolong jangan beri tahu Aboji dan Omonim, aku mencintai Sooyoung, dan aku tidak ingin kehilangan dia” ucapan Kyuhyun itu membuat Sooyoung langsung menoleh ke arahnya, Sooyoung begitu terharu mendengar kata-kata suaminya itu.

 

“Cish, Cinta? Tapi tidak pernah tidur sekamar, baiklah kalian tenang saja aku tidak akan memberitahukan kepada Eomma dan Appa, asalkan aku boleh tinggal di sini dan aku boleh menempati kamar dari kalian”

 

“Baiklah kalau itu yang Noona mau, Noona bisa tinggal di sini kapan saja Noona inginkan, asalkan Noona tidak memberitahukannya kepada Omonim dan Aboji, dan Noona bisa tidur di salah satu kamar kami, Sooyoung akan tidur di kamarku saja, karena itu memang seharusnya”

 

“Siapa bilang Sooyoung akan kubiarkan tidur bersamamu, tenang saja dia akan tidur bersamaku dan kau akan tidur sendiri”

 

“Tapi Noona…”

 

“Kenapa? Jadi sekarang kau keberatan? Bukannya kalian memang tidak tidur sekamar? Aku hanya membantu kalian agar tidak repot-repot harus tidur sekamar, Kajja Youngie, temani Eonni beres-beres, kita akan tidur sekamar” ucap Soojin lalu langsung menarik adiknya masuk kamar.

 

“Sooyoung-aa…” panggil Kyuhyun,

 

“Mwoya, apa kau butuh sesuatu?” tanya Soojin

 

“Ahn… anny Noona” ucap Kyuhyun ragu sedangkan  Sooyoung hanya menoleh dan pasrah terhadap ajakan Eonnienya, Kyuhyun kecewa karena sejak semalam dia sudah berniat akan memulai hidup baru bersama Sooyoung seperti layaknya pasangan suami istri, termasuk tidur sekamar, tapi Soojin kakak Sooyoung yang jutek itu malah menghancurkannya.

 

Malam berikutnya

 

Usai Shooting sebenarnya Kyuhyun malas pulang ke apartemen karena harus bertemu dengan kakak iparnya yang cerewet  dan selalu mengomelinya itu, tapi di sisi lain ia tak kuasa menahan rindu terhadap istrinya, yaa seharian ini karena kesibukannya di luar ia belum juga bertemu dengan Sooyoung, istrinya.

 

Tiba di apartemen, semuanya terlihat tampak sepi, lampu ruang tamu di matikan hanya lampu kamar saja yang menyala. Usai mandi dan berganti piyama, rupanya tak membuat Kyuhyun kunjung mengantuk, dia terus saja memikirkan Sooyoung yang hanya berjarak tembok saja dengannya. Kyuhyun pun berinisiatif meng-SMS istrinya.

 

To : My Lovely anae

 

Sooyoungaa…

Kau sudah tidur??

 

Selang satu menit Kyuhyun langsung mendapat balasan

 

From : My Lovely Anae

 

Belum,,, aku tidak bisa tidur

LLL

 

To : My Lovely Anae

 

Nado…

Aku merindukanmu 😥

 

From : My Lovely Anae

 

Nado LLL

 

Melihat jawaban dari Sooyoung, Kyuhyun malah semakin tidak kuasa menahan rasa inginnya bertemu dengan Sooyoung

 

 

To : My Lovely Anae

 

Apakah si nenek sihir sudah tidur?

 

From : My Lovely Ane

 

Yaa!! Dia kakakku!!

Sepertinya sudah

 

Usai mendapat balasan dari Sooyoung Kyuhyun malah semakin ingin bertemu dengan istrinya itu, ia pun akhirnya memutuskan untuk menemui Sooyoung malam itu juga, setidaknya malam ini ia bisa melihat Sooyoung, walau hanya sebentar.

 

Dengan mengendap-endap Kyuhyun lalu mengetuk pintu kamar Sooyoung.

 

“Sooyoungaa…” panggil Kyuhyun setengah berbisik berharap Soojin tak mendengar. Setelah beberapa kali memanggil nama Sooyoung, akhirnya pintu kamarpun terbuka dan betapa bahagianya Kyuhyun saat melihat Sooyoung muncul di hadapannya.

 

Pelan-pelan Sooyoung menutup rapat pintu kamarnya berharap kakaknya Soojin tak terbangun dan menyadari mereka sedang bertemu diam-diam seperti maling. Sesampainya di ruang tengah, belum satu katapun terucap, layaknya dua orang yang sudah lama tidak bertemu, hal pertama yang mereka lakukan adalah saling berpelukan, melepas rindu yang seharian ini mereka pendam. *agak alay ya Kyuyoung di sini (Authornya yang lebay).

 

“Bogoshippo Sooyoungaa” bisik Kyuhyun

 

“Nado…” balas Sooyoung singkat namun terdengar  begitu berarti di telinga Kyuhyun, dengan malu-malu ia menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. Sedangkan Kyuhyun, tersenyum bahagia lalu menciumi bahu Sooyoung.

 

“Chagiaa, aku kesepian tidur sendirian di kamar” adu Kyuhyun manja sambil masih memeluk Sooyoung, kali ini ia menaruh dagunya di bahu Sooyoung.

 

“Ck, bukannya selama ini kita tidak pernah tidur sekamar dan kau selalu tidur sendirian? Kenapa baru sekarang merasa kesepiannya?”

 

“tapi malam ini aku benar-benar tidak bisa tidur tanpa melihat wajahmu Chagi-aa, aku hanya akan bisa tidur nyenyak jika bersamamu walau di lantai sekalipun”

 

“Cish, kau ini manja sekali sih” Sooyoung meninju pelan lengan Kyuhyun

 

“Aku kan bersikap manja dengan istriku sendiri, Chagi-aa kumohon tidurlah bersamaku malam ini”

 

“Ck, baiklah tapi awas saja kita ketahuan Soojin Eonnie, habislah kita”

 

“Tidak akan, dia pasti sedang tidur nyenyak sekarang, Kajja kita ke kamar” Sooyoung pun menuruti permintaan Kyuhyun.

 

 

Sooyoung Pov

 

Kini aku dan Kyuhyun sedang berada di dalam kamar Kyuhyun, malam ini Kyuhyun benar-benar manja, sebelum tidur ia minta aku untuk memomongnya layaknya anak kecil. Saat ini aku duduk menselonjorkan kakiku di atas ranjang big size milik Kyuhyun sambil bersandar, sedangkan Kyuhyun menidurkan kepalanya di atas pahaku. Sesuai permintaannya, akupun mengelus lembut kepalanya sampai dia tertidur. Bukannya berusaha untuk memejamkan matanya, Kyuhyun malah terus-terusan menatap wajahku sambil memainkan rambut panjangku.

 

“Chagi-aa, ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu, bolehkah kukatakan?”

 

“yaa, katakan saja”

 

“Saranghae….”

 

“Yyaa! Bukannya sejak tadi kau selalu mengatakan itu padaku? Kau bahkan tidak mengatakan apa-apa selai kata itu”

 

“Jadi kau tidak suka aku mencintaimu?” ucapnya sambil memasang tampang cemberut

 

“Bukannya begitu, hanya saja apa kau tidak capek berkata seperti itu terus?”

 

“tidak dan tidak akan pernah, dan kau tidak boleh bosan mendengarnya karena mulai hari ini dan seterusnya, setiap hari kau akan mendengar kata itu, arra?”

 

“Cish…” jujur aku jadi sedikit malu sekaligus senang mendengarnya.

 

“Tapi sepertinya aku tidak pernah mendengar kau mengatakan itu padaku, sekarang kuminta kau mengatakan itu juga padaku”

 

“Mwoyaa” protesku. Dia boleh memintaku melakukan apapun, tapi tidak untuk yang satu ini, jujur aku masih gengsi untuk mengatakan itu padanya.

 

“Ayolah Chagi, katakan itu padaku, aku ingin mendengarnya sekalii saja”

 

“pokoknya, tidak ya tidak”

 

“Ayolah Chagi, lakukan ini untukku. Apa kau tidak benar-benar mencintaiku?”

 

“Issh, yang seperti itu apa mesti di katakan? Seperti anak SMA saja”

 

“aku kan juga harus tau perasaanmu padaku Chagi-aa, ayolah aku ingin sekali mendengarnya, agar aku bisa tidur dengan tenang”

 

“Ck, sungguh kekanak-kanakan! Baiklah, Tapi janji ya, kau akan tidur setelah mendengarnya”

 

“Nee, ayo katakan”

 

“Baiklah, kau dengarkan baik-baik ya, karena aku tidak akan mengulanginya dua kali”

 

“Nee, aku akan pasang telinga baik-baik”

 

“Saa….”

 

“Sooyooooung” belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku ketika ku dengar dari kamar sebelah ada suara Soojin Eonnie memanggil namaku, gawat ini! tamatlah riwayatku jika ketahuan Soojin Eonnie aku sedang bersama Kyuhyun di sini, Reflek aku berdiri dari dudukku dan membiarkan Kepala Kyuhyun terjatuh dari pangkuanku.

 

“Eottoke?!! Aku harus pergi” Seruku panik, kulihat kini wajah Kyuhyun tampak kecewa sekali.

 

“Tidak usah pedulikan dia”

 

“tidak pedulikan bagaimana? Bagaimana kalau dia bicara macam-macam kepada Appa dan Eomma? Kau mau aku di bawa pulang ke rumah Eomma”

 

“Arrrgh” Kyuhyun terlihat mengacak kasar rambutnya frustasi.

 

“Sooyoooung” sekali lagi Soojin Eonnie memanggilku mengharuskan aku untuk sesegera mungkin meninggalkan kamar Kyuhyun.

 

“aku harus pergi, miaan” aku baru mau melangkah tapi Kyuhyun menahanku

 

“katakan dulu kalau kau mencintaiku”

 

“Haduuuh tidak bisa, aku butuh waktu untuk mengatakan itu, dan sudah tidak ada waktu lagi”

 

“Tidak mau, katakan dulu baru pergi” cish, sungguh kekanak-kanakan, tidak ada cara lain selain menuruti permintaannya. Chuuu, aku mencium bibirnya singkat.

 

“saranghae” bisikku lembut di telinganya sambil berlalu meninggalkan  Kyuhyun yang masih mematung. 

 

 

Author Pov

 

Malam Berikutnya

 

Seperti malam sebelumnya Kyuhyun juga pulang larut, yaa beberapa hari ini Kyuhyun begitu sibuk, hingga mengharuskannya untuk seharian tidak di rumah dan tidak bertemu dengan Sooyoung, belum lagi di tambah gangguan dari Soojin, tadi pagi saja saat sarapan kakak iparnya itu tak membiarkannya berdekatan dengan Sooyoung sedikitpun, ia ingin sekali duduk di samping Sooyoung tapi Soojin keburu duduk di sampingnya, saat Sooyoung akan mengambilkan makanan untuk Kyuhyun untuk di taruh di piringnya Soojin malah melarang adiknya dan membiarkan Kyuhyun mengambil makanan sendiri.

 

Kyuhyun benar-benar frustasi sekarang, Bagaimana mungkin seseorang bisa melarang dia untuk mendekati istrinya sendiri? Apakah ini sesuatu yang wajar? Terlebih lagi saat ini Kyuhyun sedang kasmaran-kasmarannya dengan istrinya itu, sehari saja tak bertemu serasa sebulan (?), jadilah Kyuhyun hanya bisa berkomunikasi dengan Sooyoung menggunakan SMS, layaknya anak SMP, dan ia harus bersabar sampai Soojin akhirnya pulang ke rumah orang tuanya. Pokoknya bagi Kyhuyun, musuh terbesarnya saat ini adalah kakak iparnya itu, saat ini Soojin benar-benar menjadi pengganggu nomor satu terbesar, hubungan Kyuyoung melebihi Seohyun ataupun Changmin.

 

Seperti biasa, saat Kyuhyun pulang dia akan menemukan apartemen yang sepi karena Sooyoung maupun Soojin sudah tertidur. Kyuhyun kembali merindukan istrinya, dia mulai berpikir bagaimana caranya agar dia bisa melihat Sooyoung malam ini, jika Sooyoung keluar kamar, ia khawatir Soojin akan terbangun lagi, setelah berpikir cukup lama, Kyuhyun akhirnya punya ide nekat. Ia memutuskan untuk diam-diam masuk ke kamar Sooyoung, dan langsung tidur bersamanya tanpa sepengetahuan Soojin.

 

Ide gila itupun ia laksanakan, pelan-pelan ia buka pintu kamar Sooyoung yang gelap hanya di terangi oleh sebuah lampu meja, di lihatnya seorang gadis tidur di atas ranjang dan gadis yang satu tidur di lantai dengan menutup wajahnya dengan selimut, tanpa melihat wajah gadis di atas ranjang, Kyuhyun langsung yakin jika itu adalah istrinya, karena rambutnya sama. Tanpa ragu, ia tidur di sebelah gadis itu dan memeluknya dari belakang.

 

“Aaaaa….!!” teriak gadis itu sambil menyingkirkan tangan Kyuhyun, gadis itupun bangun dan memukul-mukul tubuh Kyuhyun dengan bantal. Ruangan menjadi terang dan betapa kagetnya Kyuhyun saat melihat gadis di hadapannya yang sejak tadi memukul-mukulnya bukanlah istrinya Sooyoung melainkan Soojin, kakak iparnya yang super jutek itu, sedangkan kini Sooyoung sedang berdiri tidak jauh dari mereka, dialah yang menyalakan lampu, yaa rupanya yang tidur di lantai itu Sooyoung, dia sengaja tidur di lantai karena tidak tahan dengan tidur kakaknya yang suka mengigau. Kini ia menatap tajam suaminya yang baru saja diam-diam masuk kamar dan memeluk kakaknya.

 

“Yyaa!! Cho Kyuhyun, rupanya kau?!! Kau kurang ajar sekali. Kau ingin berbuat macam-macam dengan kakak iparmu Eoh?” omel Soojin kemudian kembali memukul kepala Kyuhyun dengan bantal.

 

“Anniyooo Noona, aku pikir kau adalah istriku”

 

“Mwo? Tidak usah cari banyak alasan, mengaku saja kalau kau itu lelaki hidung belang”

 

“Aniyooo, aku benar-benar tidak sengaja, semua ini karena Noona selalu menghalang-halangiku berdekatan dengan istriku”

 

“Mwo? Jadi sekarang kau mau menyalahkan aku? Sooyoung, kau lihat kan kelakuan suamimu pada kakakmu tadi, kenapa lelaki seperti itu masih di pertahankan?”

 

“Chagi-aa, kau percaya padaku kan? Aku benar-benar mengira tadi itu kau” Kyuhyun berusaha menjelaskan kepada Sooyoung, sebenarnya Sooyoung percaya apa yang di katakan Kyuhyun tapi sebagai istri tetap saja dia merasa cemburu melihat suaminya memeluk wanita lain, terlebih itu kakaknya sendiri, tapi Sooyoung rasa dia harus membela Kyuhyun jika tidak mau Soojin menindas suaminya lagi.

 

“Eonnie tidak usah kegeeran, apa Eonnie pikir suamiku juga menyukai Eonnie? Tidak mungkin dia suamiku dan hanya aku yang dia cintai” Kyuhyun lega mendengar pembelaan dari istrinya itu.

 

“Mwo? Kau lebih percaya pada suamimu daripada aku kakakmu? Cish benar-benar keterlaluan!!” Soojin tidak terima

 

“ini bukan masalah karena dia suamiku Eonnie, tapi faktanya memang seperti itu, suamiku tidak mungkin menyukai gadis cerewet seperti Eonnie”

 

“Yyaa! Choi Sooyoung!!”

 

“Chagiaa” ucap Kyuhyun terharu melihat istrinya membelanya.

 

“dan kau juga keluar sana, aku lelah dan aku butuh istirahat” Kyuhyun kaget di bentak seperti itu oleh Sooyoung. Sooyoung kemudian mendorongnya keluar kamar dengan wajah yang terlihat lumayan kesal dan Kyuhyun menyadari itu.

 

“Chagiaa, kau percaya padaku kan?”

 

“Chagi, dengarkan dulu…” brakkk!! Perkataan Kyuhyun terhenti saat Sooyoung menghampas pintu kamar tepat di hadapannya.

 

 

Saat Sarapan

 

Pagi ini seperti suasana sarapan kemarin, Soojin masih tetap menjadi penghalang bagi Kyuhyun untuk mendekati istrinya, namun kali ini tidak seperti biasanya, Sooyoung pun memasang tampang cemberut di hadapan Kyuhyun, sejak tadi dia hanya diam saja, Kyuhyun sadar istrinya itu pasti masih marah atas kejadian semalam.

 

“setelah sarapan, kita belanja ke super market ya. Kulihat bahan makanan di kulkas sudah hampir habis” Soojin mengajak Sooyoung.

 

“Nee” hanya itu jawaban Sooyoung.

 

“Aku ikut ya” ucap Kyuhyun, mumpung ia tak sedang tidak ada jadwal hari ini, jadi Kyuhyun rasa dia punya kesempatan untuk jalan bersama istrinya.

 

“tidak usah” jawab Sooyoung ketus

 

“tidak apa-apa, kita kan butuh seseorang untuk membawakan belanjaan kita” Soojin memasang tampang jahatnya.

 

Kini ketiganya telah berada di Super market, tak tanggung-tanggung, Soojin berbelanja satu trolly penuh, dan ia memanfaatkan Kyuhyun untuk mendorong-dorong trolly kemanapun mereka pergi, seperti biasa Kyuhyun tak punya kesempatan untuk mendekati Sooyoung karena Soojin selalu saja berada di dekatnya. Namun saat di lihatnya Sooyoung sedang berada jauh dari jangkauan Soojin, Kyuhyun pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu, segera saja ia menarik tangan istrinya dan membawanya lari ke luar super market meninggalkan Soojin dengan belanjaannya yang bertumpuk.

 

 

“Yyyaa!!” dari jauh masih terdengar suara teriakan Soojin yang baru menyadari adiknya telah di bawa lari oleh suaminya.

 

“Yyaa!! Apa yang kau lakukan?” protes Sooyoung saat mereka telah jauh dari super market, setelah berlari cukup jauh, mereka pun berjalan santai di trotoar jalan.

 

“aku hanya ingin membawa istriku jalan-jalan”

 

“Mwo? Yyaa! Kenapa kau begitu nekat, bagaimana kalau Soojin Eonnie marah?”

 

“aku tidak perduli, yang penting hari ini aku bisa menghabiskan waktu denganmu, kau tau kakakmu itu benar-benar menyiksaku dengan menjauhkan aku denganmu”

 

“Bukannya semalam kau kegenitan memelukanya?” Sooyoung cemberut.

 

“Chagiaa, kau tau kan semalam itu aku benar-benar tidak sengaja? Itu juga karena aku pikir itu kau”

 

“tidak peduli, yang jelas kau sudah memeluk wanita lain!!” Sooyoung melangkah cepat mendahului Kyuhyun. Namun cepat-cepat Kyuhyun menahan langkahnya dengan memeluknya dari belakang.

 

“Yyaa! Apa yang kau lakukan, kau gila ya? Kau tidak sadar di sini banyak orang sedang memperhatikan kita?”

 

“tidak perduli, aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau berhenti mengambek”

 

“Isssh, tak bisakah kau bersikap dewasa? Baiklah, aku tidak akan marah lagi, tapi lepaskan dulu” dengan senang hati Kyuhyun langsung melepaskan pelukannya dari tubuh Sooyoung. Kyuhyun lalu menggandeng tangan istrinya dan merekapun berjalan beriringan menyusuri trotoar jalan.

 

Karena mereka tidak bawa kendaraan, Kyuyoung pun  memutuskan untuk naik bus saja, ini pertama kali bagi pasangan suami istri itu naik bus bersama, beruntung tidak ada yang mengenali Kyuhyun karena ia mengenakan topi dan kaca mata sebagai atribut penyamarannya. Keduanya kemudian jalan-jalan ke taman, dan berbagai tempat hiburan, ke bioskop dan di akhiri dengan makan di sebuah kedai kecil dengan hidangan Bulgoggi yang sudah lama tidak di cicipi oleh Kyuhyun. Seharian itu mereka benar-benar memanfaatkan kebersamaan mereka tanpa satupun penghalang. Hari sudah gelap, sudah saatnya mereka pulang ke apartemen, Kyuyoung pun memutuskan untuk pulang dengan Bus lagi saja.

 

 Saat sedang menunggu bus di halte, tiba-tiba saja hujan mengguyur kota Seoul, kaduanya kedinginan karena tidak menggunakan mantel dan hanya mengenakan T-Shirt. Melihat istrinya yang kedinginan, Kyuhyun langsung saja memeluk tubuh istrinya yang menggigil walaupun sebenarnya ia juga kedinginan. Semakin lama bukannya semakin reda, hujan malah semakin deras, dan tidak ada bus yang lewat, kata seseorang yang mereka tanyai, jam segini bus tidak lewat lagi dan besok pagi baru ada lagi.

 

Tiba-tiba Kyuhyun teringat akan kata-kata Eunhyuk, rekan sesama anggota super Juniornya, kemarin ia curhat kepada Hyung nya itu tentang dia yang tak bisa bersama istrinya karena kehadiran kakak iparnya. Tanpa di beri tahu Eunhyuk bahkan bisa menebak jika Kyuhyun belum pernah melakukan itu dengan Sooyoung. Dan dengan segala ide yadongnya itu Eunhyuk memberikan saran menantang kepada Kyuhyun yang bisa di bilang masih kurang berpengalaman dalam hal peryadongan.

 

“Kau bawa saja istrimu ke Motel, aku yakin di sana tidak akan ada yang mengganggu” nasehat Eunhyuk kepada Kyuhyun. Kyuhyun menggeleng kuat menepis ingatannya itu. Dan Entah ini kebetulan atau apa, tiba-tiba di seberang jalan mereka berdiri, sebuah gedung bertuliskan Motel berdiri kokoh di sana. Tiba-tiba hasrat Kyuhyun untuk melakukannya semakin besar saja, terlebih lagi saat di lihatnya tubuh Sooyoung yang hanya mengenakan t-shirt tipis dan basah tampak menerawang memperlihatkan lekuk tubuhnya serta Bra hitamnya.

 

“Errrgh, dingin sekali. Bagaimana kita bisa pulang?” tanya Sooyoung membuyarkan lamunan Kyuhyun.

 

“Chagi-aa, kita ke motel saja” mendengar ajakan Kyuhyun, mata Sooyoung langsung terbelalak.

 

“Mwo? Motel?!!”

 

 

To Be Continue

 

Heeeft, alhamdulillah selesai juga part ini. Maaf ya, kalau ceritanya agak mengecewakan atau banyak typo sana sini. Maklumin aja setelah 45 hari jadi orang utan dan gak tersentuh teknologi, otak author masih Loading. Author tunggu ya RCL nya, di lanjutin atau gaknya itu semua tergantung dari RCL readers sekalian. Gomawo udah baca. See You next part, Annyeong

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

38 thoughts on “A Perfect Marriage Part 10B

  1. Akhir’nya publish jg..Penyakit malaRinduku terobati sudah.. Hehe^^
    Oh iya, Minal aidin jg y Unn, mohon maaf lahir bathin..

    Kyu dsni jd ‘Raja Gembel’ eh salah Gombal maksud’nya..B-)..truz jg tambah MESUM..Hahaha
    Soo unn kalo dipeluk Kyu nyenyak bgt tidur’nya!Zzzzzz~. Nyampe ‘perusuh’ baru a.k.a Soojin unni hrus teriak2 wat ng’bngunin dan mengganggu Kemesraan dongsaeng’nya..Hahaha

    Lanjut y unn, next part’nya ditnggu n kalo bsa next part Full KyuYoung m0ment tanpa ada pengganggu..Hehe^^
    HWAITING!!!
    \(^.^)/

  2. finally muncul juga part br nih…
    kyuyoung moment so sweer tp ada org ktiga nih…
    eonnie soo nih bnar2 menyebalkan….
    kasian kyuyoung gak bisa bermanja nih…

  3. jinjjjaa!!! baru aja akur ehh malah ada perusuh lagi-_-v kyu apakah ini karma karena kau terlalu evil ngahahaXD eonn ditunggu next chapter ne? fighting^^9

  4. hwaaaaaaaaaaaaaaaaaaa soojin kok ngeselin. duh senyum2 baca ini wkwkkw kereeeen..
    sooyoung cemburunya terlalu ahhh ~ ~ kasian kyuhyun
    di posting di kyuyoung shipper indo dunddd *mendadak alay

  5. cie kyuyoung dah baikan nie ye pake tidur dilantai segala lg…hahaha kasihan kyuyoung mau berduaan aja dihalangin ma soojin yg sabar ya kyu…omo kyu ngajak soo ke motel pasti dah ga tahan tuh adik kecil’a kyu…kalo bisa buat nc’a ya chingu

  6. cie kyu dah baikan nie ye…hahaha kasihan kyu mau beduaan ma soo eh dihalangin ma soojin…omo kyu ngajak soo ke motel ga tahan ya…kalo bs buat nc’a ya chingu

  7. Akhirnya stlh lama nunggu, muncul jg part ini.
    Super kereen bgt ni ff. Daebakk bgt author. Kyuyoung nya so sweet, critanya lucu. Bkin terharu+ketawa.
    Bikin ak gemes thor.
    Semangat nulis ya author yg keren. Pasti para readers jg nungguin ..
    Kyuyoung jjang ! 🙂

  8. ahaha gara gara Eunhyuk, Kyuhyun nya jadi yadong 😀
    Itu soojin nya nyebelin banget, kan kasian KyuYoung nyaaa 😦
    Aku baca part 1 sampe 10a nya di Kyuyoung shipper indo. Jadi maaf ya kalo baru disini aku komennya 🙂

  9. huaa…knp ngeselin lamalam soojin tuu…
    whtt?? unyukkk mang mantep dh…
    kyuuoung prgi k motelll…wkwkwkwkw
    ak suka suka suka

  10. BAgus, bAgus, daebAk thor. Ini ni yang selalu bkin aku gregetan mOmENTX dpet. .

    Ich, kyuppA kok yadoNg bnget yak. .haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s