A perfect Marriage Part 13


 

Judul     : A Perfect Marriage

Author   : Choi Runnisa

Cast       : Super Junior Kyuhyun

                 Choi Sooyoung

                 DBSK Changmin

                 Other Cast: Kim Taeyeon,SNSD Seohyun, Super Junior

Genre    : Romance, Comedy,  Galau (?)

 

Author kembali sedih dengan part kemarin, yang comment dan nge like minim banget, tapi Gak apa-apa laah, biar dikit tapi author puas ngebaca comment-comment dari readers yan TOP banget dah. Ini udah mendekati part akhir, So jangan lewatkan ngebacanya, happy reading ya. Annyeong!!

 

Pagi telah menjelang, sinar matahari menerobos masuk ke dalam kamar melalui cela-celanya. Kedua insan itu kini perlahan-lahan terbangun dari tidur lelapnya. Kyuhyun yang lebih dulu membuka matanya hanya tersenyum kecil memandangi wajah polos istrinya yang masih memejamkan matanya dan kini masih berada dalam pelukannya.

 

Selang beberapa saat, Sooyoungpun membuka matanya perlahan dan pemandangan yang pertama kali di lihatnya tentu saja adalah wajah suaminya, iapun membalas senyuman suaminya dengan tersenyum lembut.

 

 

“Kau sudah bangun?” tanya Kyuhyun yang kemudian dijawab Sooyoung dengan anggukan pelan.

 

“Apakah tidurmu nyenyak semalam?” tanya Sooyoung balik dengan suaranya yang masih setengah serak.

 

“Nee, sangat nyenyak” jawab Kyuhyun.

 

Tiba-tiba Sooyoung menyadari sesuatu yang aneh pada dirinya, ia merasa kedinginan, di padanginya dirinya yang ternyata tak memakai apa-apa, buru-buru ia intip tubuhnya di balik selimut dan ternyata naked, tanpa sehelai benangpun yang membalut tubuhnya kecuali selimut yang menutupi tubuhnya bersama Kyuhyun, ia mulai panik dan mengingat-ingat tentang kejadian semalam.

 

“Chagii.. kau kenapa?” tanya Kyuhyun melihat Sooyoung panik.

 

“semalam apa yang kita lakukan?”

 

“Kau tidak ingat apa yang kita lakukan semalam?” Sooyoung mengingat kembali kejadian semalam. Yeah, semalam dia benar-benar sudah melakukan itu dengan Kyuhyun, dia sudah melakukan malam pertamanya dengan suaminya itu. Sooyoung jadi malu sendiri mengingatnya, saking malunya ia kembali menenggelamkan tubuhnya kedalam selimut, hingga menutupi wajahnya, ia malu sekali menampakkan wajahnya di hadapan Kyuhyun.

 

“Chagi-yaa, kau kenapa, kenapa kau menutupi wajahmu seperti itu?” tanya Kyuhyun bingung sambil berusaha membuka selimut yang menutupi wajah Sooyoung.

 

“Andwe!! Jangan lihat wajahku!!” Pekik Sooyoung di balik selimutnya.

 

“Ayolah Chagi….” bujuk Kyuhyun sambil kembali berusaha membuka selimut Sooyoung dan perlahan Sooyoung akhirnya membuka sendiri selimut yang menutupi wajahnya. Kyuhyun lalu mengarahkan tubuh istrinya itu menghadapnya.

 

“Kau kenapa Chagi??” dengan malu-malu Sooyoung menundukkan pandangannya.

 

“Kau menyesal melakukannya denganku?” Tanya Kyuhyun lagi.

 

“Ahn anieyoo, bukan begituuu” Sooyoung menepis anggapan Kyuhyun itu, kali ini ia memberanikan diri menatap wajah Kyuhyun.

 

“Lalu apa yang membuatmu panik seperti ini?”

 

“A..Aku hanya malu saja. Aku rasa semalam aku yang terlalu agresif” Kyuhyun tertawa kecil melihat kepolosan istrinya itu.

 

“Chagiyaa… kau malu pada siapa? Apa kau malu padaku? Kau malu kepada suamimu ini? jika kau malu kepadaku, itu berarti kau malu kepada dirimu sendiri. Kau harus tau, mulai dari saat kita melakukan hubungan itu, itu berarti kita telah menyatukan tubuh kita, dengan kata lain, sekarang kau adalah aku, dan aku adalah kau”

 

“Miann…” ucap Sooyoung sambil memasang tampang innocentnya dan itu membuat Kyuhyun gemas dibuatnya. Kyuhyun lalu memegang Kepala Sooyoung lalu mengecup keningnya. Sooyoung kembali tersenyum malu-malu.

 

“Aku mau mandi” ucap Sooyoung, ia mendudukkan tubuhnya lalu menarik selimut yang sejak semalam menutupi tubunya dan Kyuhyun, namun tertahan karena Kyuhyun menarik selimut itu juga, dan itu membuat Sooyoung menatap Kyuhyun bingung.

 

“Kalau kau mengambil selimutnya, lalu aku pakai apa? Aku kan jadi telanjang” Goda Kyuhyun

 

“Gereom. Kau kan bisa langsung memakai pakaianmu setelah aku masuk kamar mandi” ucap Sooyoung sambil kembali menarik selimutnya namun lagi-lagi Kyuhyun menariknya.

 

“Mworaguyo??” Sooyoung mulai kesal dengan ulah suaminya itu.

 

“Gomawo… sudah memberikan malam terindah dalam hidupku” Sooyoung tersenyum Kecil mendengar ucapan Kyuhyun, sejenak ia terdiam namun secara tiba-tiba ia mengagetkan Kyuhyun dengan memberikan sebuah kecupan kilat di bibir suaminya itu lalu segera beranjak ke kamar mandi dan meninggalkan Kyuhyun yang masih dalam keadaan terkejut.

 

Sooyoung POV

 

Huaaah segarnya mandi dengan Shower, sambil membiarkan air dari Shower mengguyuri tubuhku kubersihkan setiap bagian tubuhku dengan air. Saat menyentuh bibirku, tiba-tiba aku jadi kembali teringat akan kejadian semalam, saat dengan keberanian penuh aku mencium bibir Kyuhyun, bahkan hangat bibir Kyuhyun masih sangat terasa di bibirku, saat menyentuh leherku, akupun kembali mengingat bagaimana Kyuhyun mencumbui leherku dengan mesranya. Yeah, menyentuh setiap bagian tubuh ini, mengingatkan aku kepada setiap detil yang  kami lakukan semalam, aku tersenyum tipis sekaligus malu saat mengingat betapa indahnya kejadian semalam.

 

Dan tiba-tiba kurasakan seseorang memeluk tubuh polosku dari belakang, kurasakan ia meletakkan dagunya di bahuku.

 

“sepertinya akan lebih menyenangkan  jika mandi bersama” suara Kyuhyun berbisik ke telingaku, entah bagaimana dan sejak kapan ia berada disini menyaksikanku mandi.

 

Tanpa berkata apa-apa aku membalikkan tubuhku kearahnya, Kulihat tak sehelai benangpun membalut tubuhnya sama sepertiku, lalu aku membalas pelukannya hingga menghilangkan jarak di antara kami, kulingkarkan kedua tanganku di lehernya, lalu kucium mesra bibirnya dan ia membalasnya. Dengan kedua tangannya yang kekar Kyuhyun sedikit mengangkat tubuhku agar aku bisa mengimbangi tinggi badannya hingga ia tak perlu menundukkan tubuhnya saat menciumku. Kini di bawah guyuran air dari Shower kami saling berpelukan dan berciuman dengan mesranya.

 

 

Author POV

 

Kyuhyun sudah berjanji pada Sooyoung mulai hari ini tak akan lagi meninggalkannya sendirian di penginapan, kemanapun ia pergi, akan membawanya, tidak hanya saat di hokkaido, tapi di manapun dan sampai kapanpun. Kini keduanya sedang berjalan-jalan di tepi pantai, pagi-pagi begini belum banyak pengunjung pantai yang datang hingga mereka bisa bebas menikmati pantai ini berdua saja tanpa harus di sorot orang-orang yang melihat kemesraan mereka. Sepanjang bibir pantai, tak sekalipun Kyuhyun lepaskan genggaman tangannya dengan tangan Sooyoung.

 

Selanjutnya keduanya duduk di atas pasir putih sambil masih menikmati indahnya pemandangan laut. Sooyoung kembali menyandarkan kepalanya ke bahu suaminya. Sedangkan Kyuhyun sibuk mengukir namanya dan nama Sooyoung di atas pasir dengan sebuah ranting, Lalu menuliskan dua nama asing di tengah-tengah nama mereka.

 

“Kyungmin Kyungsan ? Nuguya?” Sooyoung bingung

 

“Itu adalah nama anak-anak kita”

 

“Anak-anak kita? Cish, hamil saja belum sudah memimpikan banyak anak”

 

“Kau lihat saja nanti, aku akan membuatmu punya banyak anak”

 

“Mwoya?” Sooyoung meninju pelan lengan Kyuhyun

 

“kenapa semuanya nama anak laki-laki? Apa kau tidak ingin punya anak perempuan?”

 

“aku hanya merasa kita akan punya dua anak laki-laki”

 

“kenapa mendadak jadi peramal seperti itu?”

 

“ini bukan ramalan, tapi firasat”

 

“Eoh, apa yang ada di kakimu ini?” tanya Kyuhyun kemudian setelah melihat sebuah gelang melingkar di kaki kiri Sooyoung.

 

“I…ini? dari….” Sooyoung hampir keceplosan

 

“Dari siapa?” Kyuhyun mulai curiga melihat wajah panik Sooyoung

 

“I..itu hadiah dari Changmin Oppa” Sooyoung rasa ia memang harus jujur.

 

“Changmin? Jadi kau memakai hadiah dari Changmin?” Kyuhyun mulai meninggikan suaranya

 

“Miann…masa aku tolak hadiah persahabatan ini sih?” Sooyoung berdalih

 

“Oh jadi begitu?!” dengan memasang tampang tidak enak Kyuhyun lalu berdiri dan berjalan menjauhi Sooyoung. dengan sedikit emosi ia tendang kaleng soft drink yang ia temukan dihadapannya. Karena merasa bersalah dan takut Kyuhyun akan marah lagi, Sooyoung lalu bangkit dan berlari ke arah Kyuhyun dan memeluk Kyuhyun dari belakang.

 

“Jeongmal miann…” ucap Sooyoung. mendengar pernyataan dari Sooyoung, Kyuhyun lalu membalikkan tubuhnya menatap wajah istrinya yang kini menampakkan wajah memelas minta dimaafkan.

 

“Kau boleh menghukumku semaumu” lanjut Sooyoung dengan polosnya.

 

“Jinjja? Ku mau di hukum apa saja?”

 

“Nee…” Sooyoung mengangguk taku-takut

 

“Kalau begitu pejamkan matamu”

 

“Kau mau apa? Apa Kau mau memukulku?” tanya Sooyoung

 

“Pejamkan saja matamu” ulang Kyuhyun lagi, dengan ragu Sooyoung pun menuruti pinta Kyuhyun memejamkan matanya. Namun dugaan Sooyoung bahwa Kyuhyun akan memukulnya salah besar. karena kini tubuhnya telah berada dalam gendongan Kyuhyun.

 

“Igeo Mwoya?” Tanya Sooyong kebingungan.

 

“siapa yang menyuruhmu membuka matamu?” mendengar ucapan Kyuhyun itu, Sooyoung kembali memejamkan matanya. Dirasakannya Kyuhyun membawanya kesuatu tempat kemudian Kyuhyun meletakkan tubuhnya di atas pasir.

 

“Diam di sini dan jangan coba-coba membuka matamu” dangan ragu Sooyoung mengangguk. Beberapa saat kemudian Sooyoung mulai lelah memejamkan matanya.

 

“Yyaa! Sampai kapan aku akan menutup mata seperti ini?” Tanya Sooyoung

 

“Sampai aku memberikanmu izin” jawab Kyuhyun, beberapa menit kemudian Sooyoung merasakan seseorang menyentuh kaki kirinya lalu melepaskan gelang kaki yang ia kenakan lalu mengenakan lagi sesuatu yang lain di kakinya.

 

“Sekarang buka matamu” ucap Kyuhyun kemudian. Kini yang Sooyoung lihat adalah sebuah gelang kaki terbuat dari kerang-kerang laut kecil yang di rangkai menjadi sebuah gelang kaki telah melingkar manis di pergelangan kakinya.

 

“Igeo Mwoya?” tanya Sooyoung sambil memandangi gelang kaki buatan Kyuhyun itu

 

“Gelang yang tadi sangat jelek, tidak cocok denganmu, buatanku ini jauh lebih bagus bukan?”

 

“Lalu gelangnya kau kemanakan?”

 

“gelang ini yang kau maksudkan?” Kyuhyun menunjukkan gelang pemberian Changmin itu padanya. Sooyoung mengangguk takut-takut, secara mengejutkan Kyuhyun tiba-tiba berdiri lalu membuang gelang kaki lumba-lumba itu ke laut sejauh-jauhnya. Sooyoung hanya bisa terima karena takut Kyuhyun akan marah lagi padanya.

 

“Mulai saat ini kau hanya boleh menerima pemberian dariku arasseo?” Sooyoung hanya mengangguk dan tersenyum kecil mengiyakan kata-kata Kyuhyun.

 

Kyuhyun lalu menarik tangan Sooyoung untuk berdiri, lalu membawa istrinya itu berjalan-jalan di tepi laut membiarkan kaki mereka tersentuh ombak Gelang kaki yang Kyuhyun berikan bergemerincing di kaki Sooyoung akibat terhantam ombak, Sooyoung tersenyum Kecil memandang ke bawah memandangi kakinya, sedangkan Kyuhyun tetap menatap kedepan sambil tak melepaskan genggaman tangannya ke tangan istrinya.

 

Kyuhyun POV

 

“Woaaah, indahnya pantai Hokkaido jika dalam keadaan sepi begini” ungkap Sooyoung

 

“Ini bukan pantai Hokkaido” ucapku menggantung kalimatku, ia menoleh ke arahku tak mengerti,

 

“Cish, lalu kau pikir ini pantai apa? Nee nee, ini pantai Kuta Bali, haha”

 

“Mulai hari ini aku beri nama pantai ini pantai Kyuyoung”

 

“Mwo? Kenapa seenaknya saja mengganti nama tempat? Memangnya ini pantaimu apa?”

 

“karena aku anggap sekarang pantai ini hanya milik kita berdua,  pantainya Kyuhyun Sooyoung, jadi semua orang yang ingin datang ke sini harus bayar pada kita hahaha”

 

“Ck, suka sekali menghayal yang tidak-tidak!!” Sooyoung meninju pelan lenganku

 

“Tidak, suatu saat nanti aku benar-benar akan punya pantai sendiri dan pantai itu akan kuberi nama pantai Kyuyoung, Otte?”

 

“Ya terserah sajalah, bermainlah sendiri dengan khayalanmu itu” ucap Sooyoung lalu berjalan cepat mendahuluiku,

 

Sooyoung POV

Kyuhyun yang di tinggal jauh di belakang tak mau kalah dan mengejarku, lagi-lagi ia menahan langkahku dengan memeluk pinggangku dari belakang dan itu tentu saja membuat aku terkejut.

 

“Mwoyaa? Lepaskan! Sadarlah kita sedang tidak berada di kamar” tanpa membalas omelanku Kyuhyun mengarahkan tubuhku menghadapnya. Lalu kembali ia arahkan kedua tanganku ke kedua bahunya, entah kejutan apa lagi yang akan ia tunjukkan padaku.

 

“apa yang….?”

 

“Dance with me” ucap Kyuhyun tiba-tiba

 

“Mwo?” aku tak mengerti

 

“kenapa? Kau tidak mengerti bahasa inggris? Artinya berdansalah denganku”

 

“Ck, bukan begitu, maksudku kenapa tiba-tiba mengajakku berdansa?”

 

“karena kau harus menebus kesalahanmu”

 

“kesalahan? Kesalahan yang mana lagi?” tanyaku masih tak mengerti

 

“Kau tidak ingat semalam kau berdansa dengan Changmin? Kau tidak sadar sudah membuatku cemburu setengah mati? Kau tau itu tidak?”

 

“Miann…” aku menyesal. Kurasakan Kyuhyun tiba-tiba menekan tengkukku hingga dada kami saling menempel.

 

“Berdansalah denganku” pinta Kyuhyun tiba-tiba

 

“Tapi tidak di sini kan?”

 

“ya, disini”

 

“Micchisseo? Disini bukan lantai dansa, tidak ada musik, bagaimana mau berdansa?”

 

“Kau tidak dengar suara itu?” Kyuhyun mengarahkan telinganya ke arah lautan, aku mengikuti namun tetap tidak mengerti maksud Kyuhyun, aku sama sekali tidak mendengar suara apa-apa selain suara ombak.

 

“aku tidak dengar suara apa-apa?”

 

“Kau tidak dengar suara ombak yang sedang bernyanyi dengan merdunya?”

 

“Cish…” aku hanya mendecis tidak percaya. Kyuhyun tiba-tiba meraih pinggangku dalam dekapannya.

 

“Pejamkan matamu dan dengarkan baik-baik suara Ombak yang sedang bernyanyi  itu” aku mengikuti intruksi Kyuhyun dengan memejamkan mataku dan mendengarkan suara ombak itu baik-baik, Kurasakan Kyuhyun mengecup lebut pipiku, itu membuatku terasa melayang-layang. Dan itu sukses membuat sepertinya aku sudah tersugesti akan kata-kata Kyuhyun, kini aku seakan mendengar suara ombak itu seperti suaranya nyanyian yang indah dan romantis.

 

 “Ikuti langkahku” bisik Kyuhyun tepat di telingaku. sedikit ragu aku mengikuti langkah kaki Kyuhyun ke kiri dan ke kanan. Deru ombak yang kini telah menghantam kaki kami tak kami pedulikan dan tetap berdansa seakan-akan sedang berada di sebuah lantai dansa. Sambil tersenyum malu, aku kini menyandarkan kepalaku di bahu suamiku. Walaupun awalnya begitu terasa sangat Konyol tapi perlahan tapi pasti toh pada akhirnya, aku kembali menikmati apa yang aku lakukan bersama Kyuhyun, yeaah semuanya memang selalu terasa indah jika bersama suamiku seorang.

 

Kyuhyun POV

 

Menjelang sore hari setelah puas berjalan-jalan mengelilingi pantai Hokkaido dan sekitarnya akhirnya kami memutuskan mendatangi pasar Tradisional Hokkaido, mencari oleh-oleh untuk keluarga serta teman-teman kami di korea, Sepanjang jalan tak pernah sekalipun aku melepaskan tangan istriku, bahkan kini Sooyoung memeluk manja lenganku.

 

“Eoh Chagiaa lihat ada kaus Couple!” Seru Sooyoung sambil menunjukkan dua kaus berwarna pink bertuliskan  She Is My Wife untuk kaus yang lebih besar dan He Is My Husband untuk kaus yang lebih kecil yang sedang terpajang tak jauh dari tempat kami berdiri. Dengan penuh semangat ia manarik tanganku mendekati kaus-kaus itu.

 

“Kyeopta…” Decak Sooyoung sambil memegangi kedua kaus itu

 

“Ck, warnanya norak sekali dan sangat mencolok” Ejekku

 

“Ck, justru warna ini sangat cocok bagi pasangan. Warna pink adalah lambang cinta sejati, kita harus membelinya, Otte?”

 

“Shiroe!!” aku kekeuh tak mau membelinya.

 

“Tuan, saya beli yang ini ya” ucap Sooyoung kepada sang penjual tanpa mempedulikan penolakanku dan kini ia benar-benar membelinya.

 

“Bagaimana kalau kita langsung pakai saja kausnya?”

 

“Mwo? Shiroe!!” aku terkejut mendengar ajakan Sooyoung. Yang benar saja? Melihatnya saja membuatku muak. Apalagi memakainya, cukup sudah aku terpaksa harus memakai kaos pink saat konser SM Town saja. Aku langsung saja berjalan dan kembali menarik tangan Sooyoung, namun kurasakan dia berusaha melepaskan genggaman tanganku, namun aku tetap tidak mau melepasnya.

 

Sepanjang jalan Sooyoung terus-terusan memasang tampang cemberut, sepertinya ia kecewa karena aku tidak mau menuruti permintaannya. Dan itu membuatku merasa tidak tenang.

 

“Nee, nee, baiklah aku akan memakainya” ucapku kemudian

 

“Jinjja??!!” Sooyoung kembali tersenyum penuh semangat.

 

“sini berikan kausnya” dan dengan sangat terpaksa aku akhirnya memakainya juga begitu pula dengan Sooyoung. aku merasa kembali menjadi anak SMA dengan pakaian Couple seperti ini, tapi demi Sooyoung apapun akan kulakukan asal dia senang.

 

“Ayo kita poto bersama!” ajak Sooyoung lagi

 

“Mwo?? Poto? Di sini? Dengan baju seperti ini?”

 Sooyoung mengangguk pasti dan menarikku, ke sebuah poto box dan akhirnya akupun kembali terpaksa menikmati poto bersama Sooyoung itu.

 

Dengan penampilan seperti ini aku merasa semua orang kini memperhatikan kami dengan tatapan aneh. Tapi seakan tak peduli Sooyoung terus menggandeng tanganku berjalan di tengah-tengah hiruk pikuk pasar. Kami kemudian sampai di sebuah tokoh aksesoris. Tetap dengan semangatnya Sooyoung kembali sibuk memilah-milah kalung-kalung, sementara itu tanpa sengaja aku menemukan dua buah cincin yang menarik perhatianku. Bentuk cincin itu sangat sederhana dan tidak mencolok, yang uniknya cincin itu terbuat dari batu giok berwarna hijau dengan ukiran tulisan jepang katakana di sekelilingnya, dan setelah ku perhatikan cincin itu hanya tersedia satu pasang saja. Tanpa sepengetahuan Sooyoung aku membelinya.

 

Setelah membeli beberapa aksesoris, kami kembali berjalan menelusuri setiap outlet yang ada di pasar.

 

“Eoh Chagiaa, lihat ada peramal kartu tarot!!!” Seru Sooyoung sambil menunjuk sebuah tenda yang bertuliskan ‘Peramal Kartu Tarot’

 

“Kedaesseo?” tanyaku malas

 

“ayo kita meramalkan masa depan kita!”

 

“Ck, Shireo!! Konyol sekali percaya kepada hal-hal seperti itu”

 

“Ayolah Chagi, sekali iniiii, saja. Aku benar-benar penasaran” Sooyoung memelas, itu membuatku tidak tega dan mau tidak mau pada akhirnya menuruti kemauannya. Dengan semangat iapun segera menarik tanganku ke dalam tenda peramal tersebut. Dengan malas aku mengikuti Sooyoung duduk di hadapan sang peramal

 

“Kalian pasti pasangan pengantin baru bukan?” tanya wanita berkulit hitam berpenampilan Gipsy itu kepada kami. Dan Mwo? Pengantin baru? Katanya seorang peramal, menebak lamanya pernikahan kami saja salah.

 

“Aaahahaha, tidak kami sudah lama menikah” jawab Sooyoung

 

“Oohh maaf, karena aku melihat kalian baru saja melakukan malam pertama kalian” kata sang peramal yang membuatku terejut karena kali ini tebakannya tepat sekali. Aku dan Sooyoung hanya cengar cengir malu.

 

“nona ambillah satu kartu” peramal itu menyodorkan tumpukan kartu tarot yang ia genggam, Sooyoungpun mengambil salah satu kartu dan menunjukkannya dengan meletakkan kartu tersebut diatas meja.

 

“Ooo, aku melihat dua matahari kembar di sini, itu artinya kalian akan punya anak kembar laki-laki”

 

 “Really?? Maksud Nyonya sebentar lagi Sooyoung akan melahirkan anak kembar?” tanyaku dengan nada girang, Peramal itu kemudian mengangguk dengan gayanya yang misterius khas peramal.

 

“Chagiaa, kau dengar itu? apa kubilang? Sebentar lagi kita akan punya anak kembar, Kyungmin dan Kyungsan”

 

“Andwe!! Andwe! Andwe! Ini tidak boleh terjadi, bagaimana kita akan merawat mereka?” Ucap Sooyoung panik

 

 “Tenang saja kita akan merawat mereka bersama-sama dan kita akan menjadi keluarga paling bahagia di dunia”

 

“Tuan Cho kini giliran anda memilih kartunya” pinta sang peramal lagi, kali ini padaku. Akupun mengambil salah satu kartu dan menaruhnya di atas meja. Setelah mengamati kartu tarot pilihanku, sang peramal kembali tersenyum, entah ramalan apa yang akan dia sampaikan kepada kami

 

“Selamat!! Kalian pasangan muda yang sungguh beruntung, kalian tidak hanya akan punya anak kembar, tapi aku melihat bulan dan matahari bersatu di sini, itu artinya istri anda akan melahirkan lagi dan kali ini laki-laki dan perempuan”

“Mwo mwo mwo?!! Anak kembar lagi, andwe!!” tubuh Sooyoung langsung lemas mendengarnya, kutadahi tubuhnya yang lunglai.

 

“Chagiaa? Tenang saja. Ini bukan berita buruk, tapi berita baik. Rumah akan sangat ramai dengan suara tangisan anak-anak kita nantinya”

 

“Yyaa!!! Berita baik apanya? Apa kau mau membunuhku dengan melahirkan empat orang anak? Aigoo bunuh saja aku sekarang!”

 

“Sekarang buka kartu terakhir”  sang peramal kembali berucap

 

“tidak mau, aku tidak mau membuka kartu lagi. Ramalan anda tidak pernah benar” Omel Sooyoung

 

“Kalian harus mengakhiri apa yang sudah kalian awali. Jadi kalian harus mengambil satu kartu terakhir ini” Sang peramal berucap dengan ekspresi seramnya sambil membulatkan matanya dan itu terlihat sangat menyeramkan hingga memaksaku untuk membuka satu kartu lagi meskipun Sooyoung melarang.

 

Aku kembali mengambil satu kartu dan meletakkannya lagi. Setelah mengamati kartu itu, kali ini wajah sang peramal tampak pucat. Dan itu membuatku sungguh penasaran.

 

“Celaka!!!” ungkap sang peramal membuat kami terkejut.

 

“Ada apa Nyonya?” tanyaku penasaran

 

“Celaka! Benar-benar celaka. Aku melihat ada perpisahan dalam kartu ini!!’ ungkapnya

 

“Perpisahan??” kali ini Sooyoung angkat bicara, ia terlihat sangat penasaran

 

“dalam waktu dekat ini kalian akan terpisahkan oleh ruang dan waktu” Jujur aku sangat tersentak mendengar ucapan peramal itu, terlebih lagi Sooyoung, sepertinya dia menanggapi begitu serius ucapan wanita itu.

 

“Apa maksud anda? Ruang? Waktu? Perpisahan? Jangan mengada-ngada!!” kali ini Sooyung terdengar Emosi

 

“Aku tidak tau tepatnya kapan, tapi sebentar lagi kalian akan menghadapi masa-masa pahit itu”

 

“Yyaa!! Anda benar-benar keterlaluan!! Sejak tadi ramalan anda tidak ada yang benar aku menyesal telah datang ke sini!!” dengan ekspresi kesalnya Sooyoung langsung beranjak dari dalam tenda dan aku mengejarnya dari belakang.

 

Dalam perjalanan menuju penginapan, tak sekalipun aku melihat senyum di wajah Sooyoung. sepertinya ramalan peramal tadi benar-benar mimpi buruk baginya. Sebenarnya juga aku lumayan merinding saat mendengar ramalan tadi, tapi aku memilih untuk mengabaikannya saja

 

“Chagiaa? Kau kenapa? Sejak tadi cemberut terus. Tidak baik cemberut di hadapan suami. Nanti suamimu meninggalkanmu kalau kau begitu” godaku mencoba menghibur Sooyoung, setelah sampai di kamar.

 

“Jadi kau benar-benar akan meninggalkanku? Perpisahan itu benar-benar akan terjadi?!!” kini kulihat Sooyoung menangis tersedu-sedu

 

“Chagi, aku hanya bercanda. Apa kau masih memikirkan ramalan konyol tadi?”

 

“Kau tidak mengerti perasaanku” Sooyoung langsung beranjak dari hadapanku menuju tempat tidur dan berbaring di sana dan aku tidak bisa menahannya.

 

Author POV

 

Hingga malam hari Sooyoung terus-terusan berbaring di ranjang dan menangis, Kyuhyun tidak tau harus berbuat apa untuk menghentikan duka Sooyoung. setelah beberapa lama membiarkan istrinya itu sendiri, Kyuhyunpun memutuskan untuk kembali membujuk Sooyoung.

 

Kini ia duduk di sisi ranjang di samping Sooyoung. Sementara Sooyoung tidur membelakanginya.

 

“Chagiaa. Aku mohon jangan seperti ini terus. Jangan membuatku Khawatir seperti ini”Sooyoung masih diam dan membelakanginya. Kyuhyun membalik tubuh Sooyoung dan ia dudukkan dari pembaringannya. Kali ini Sooyoungpun tak menolak perlakuan Kyuhyun. Mata indah Sooyoung kini tampak membengkak akibat lama menangis. Kyuhyun hapus air mata yang menetes di pipi istrinya itu dengan lembut dengan kedua ibu jarinya.

 

“Aku mohon berhentilah bersedih”

 

“Hiks hiks… aku takut sekali Kyu, Hiks…” adu Sooyoung, dan tangisannya semakin menjadi..

 

“Apa yang kau takutkan Chagi? Aku kan selalu di sini menemanimu?”

 

“bagaimana jika ramalan itu benar-benar terjadi? Bagaimana kalau kita benar-benar…”

 

“Ssssh… jangan pernah memikirkan ramalan konyol itu lagi, ramalannya itu tidak ada satupun yang bisa di percaya”

 

“Tapi…”

 

“Kau hanya perlu parcaya padaku saja. Bahwa aku tidak akan pernah meninggalkanmu” Kyuhyunpun kemudian memeluk istrinya dan ia usap kepala Sooyoung untuk menenangkannya.

 

“Jeongmal?” tanya Sooyoung lagi dengan suaranya yang masih bergetar, namun tangisnya perlahan-lahan mereda

 

“Jeongmal, jinjja”

 

Kyuhyun kemudian melepaskan pelukannya lalu menatap wajah istrinya itu

“Sekarang kau harus berjanji padaku tidak akan memikirkan tentang ramalan itu lagi, apa lagi menangis, Arrasseo?” Sooyoung mengangguk pasti.

 

“Chagiaa.. bagaimana kalau malam ini kita….” ucap Kyuhyun menggantung.

 

“Mwo? Apa yang akan kita lakukan malam ini?” tanya Sooyoung pura-pura tidak mengerti

 

“maksudku kita lanjutkan kegiatan yang tadi malam” Kyuhyun tersenyum genit

 

“Tadi malam? Memangnya apa yang kita lakukan Semalam?”

 

“Eheeem, maksudku malam ini aku akan membuatmu melupakan masalah yang ada”

 

“Memangnya hal apa yang akan membuatku melupakan masalah kita?” Kyuhyun mulai tidak sabar dengan tingkah sok polos istrinya itu tanpa aba-aba langsung saja menyambar bibir Sooyoung dan menindih tubuh istrinya.

 

“yang ini pasti akan membuatmu melupakan segalanya” ucap Kyuhyun di sela ciuman mereka sambil memasang senyum Evilnya lalu mengerlingkan nakal matanya.  Ia pun lalu cepat-cepat menarik selimut untuk menutupi aktifitas mereka . Pakaian kembali tersebar ke sembarang arah, pergulatan semalam kembali berlanjut kali ini dibalik selimut (Sensor).

 

Di Bandara Menuju Seoul

 

Kini Kyuyoung sedang duduk di kursi tunggu bandara menunggu waktu keberangkatan mereka menuju Seoul15 menit mendatang.

 

“Chagi… aku ke toilet sebentar ya” izin Sooyoung kepada Kyuhyun, setelah berdiri dari duduknya

 

“Jangan!!” ucap Kyuhyun, sambil menahan langkah Sooyoung

 

“Wae?” Tanya Sooyoung bingung

 

“Jangan tinggalkan aku Chagi, aku tidak bisa hidup tanpamu” ucapnya dengan nada manja

 

“Cish, mworagu? Sejak kapan kau jadi manja seperti ini? Jangan berlebihan! Aku ingin buang air, aku sudah tidak tahan”

 

“baiklah tapi jangan lama-lama ya, sebentar lagi kita akan masuk pesawat”

 

“Nee… Chakkamanyo!”

 

Sambil menunggu Kyuhyun pun memutuskan untuk browsing internet melalui I-Pad, mumpung belum di pesawat dan di larang mengaktifkan handphone. Dan sungguh mengejutkan berita yang ia temukan di salah satu situs berita K-Pop yang menjadi Headline News yaitu skandal cinta antara dirinya dan Seohyun, berita itu bahkan menampilkan beberapa gambar-gambar kebersamaannya dengan Seohyun, gambar pelukan dirinya dan Seohyun saat di depan Dorm SNSD, di Kafe dekat dorm SNSD, bahkan gambar saat potonya dan Seohyun berada di club, dan yang terparah adalah saat membawa Seohyun yang saat itu tengah mabuk ke apartemennya. Gambar-gambar yang sudah lama itu baru kini tersiarkan. Begitu pula dengan situs-situ berita lainnya rata-rata yang menjadi Headline News nya adalah pemberitaannya dengan Seohyun. Beritanya kini telah menjadi TOP hot News minggu ini..

 

“Chagi.. aku sudah selesai…” ucap Sooyoung yang tiba-tiba muncul dan mengejutkan Kyuhyun. Segera ia matikan I-Pad nya. Berita ini jangan sampai ketahuan oleh Sooyoung.

 

Di Pesawat

 

Selama penerbangan Kyuhyun lebih banyak diam, meskipun Sooyoung terus-terusan mengajaknya mengobrol. Terlebih lagi Saat membaca majalah di pesawat Kyuhyun kembali dikejutkan dengan Dead line berita yang menampilkan pemberitaannya dengan Seohyun. Segera saja ia sembunyikan majalah itu agar jangan sampai terbaca oleh Sooyoung, walaupun semuanya percuma karena sebentar lagi Sooyoungpun akan tau. Ia pikir ia sedang dalam masalah besar sekarang. Entah apa yang sebentar lagi ia hadapi setibanya di Seoul nanti. Sementara itu Sooyoung yang merasa di abaikan secara tiba-tiba, akhirnya memilih tidur.

 

Kyuhyun yang melihat pemandangan di sampingnya hanya bisa tersenyum getir sambil memandangi tiap detil wajah istrinya saat tertidur. Entah bagaimana ia merasa sesuatu yang buruk sebentar lagi akan terjadi dan akan memisahkannya dengan Sooyoung, ia rasa ini adalah terakhir kali ia melihat wajah cantik istrinya itu. Digenggamnya kuat-kuat jemari Sooyoung, seakan tak kuasa untuk melepasnya. Ia rogoh kantong blezernya dan mengambil sesuatu di dalamnya. Sebuah cincin batu giok Couple yang ia beli diam-diam saat di pasar tradisional jepang kemarin. Cincin itu ia maksudkan sebagai cincin pernikahan mereka yang resmi dari Kyuhyun. Meskipun harganya murah tapi cincin itu sangat unik dan tidak ada duanya. Secara diam-diam ia sematkan cincin itu di jari manis Sooyoung saat ia masih terlelap. Tak lupa Kyuhyun kecup tangan Sooyoung kemudian keningnya dengan penuh kelembutan dan penuh sayang.

 

Beberapa saat kemudian Sooyoung terbangun dari tidurnya dan sebaliknya kali ini Kyuhyun yang tertidur. Sooyoung terkejut saat menemukan sebuah cincin batu giok telah tersemat di jari manisnya. Sempat ia membingungkan asal muasal cincin itu, namun ia kembali menemukan di jari Kyuhyun juga tersemat sebuah cincin giok yang sama persis dengannya. Rupanya suaminya itu diam-diam sudah memberikan hadiah spesial untuknya. Sooyoung hanya tersenyum  senang. Ia kecup pipi suaminya yang sedang tertidur itu.

 

“Gomawo, saranghae, Yonghwoni!” bisik Sooyoung tepat di telinga Kyuhyun dan ia kembali menyandarkan kepalanya di bahu Kyuhyun. Sebenarnya Kyuhyun tidak benar-benar tidur dia hanya pura-pura dan tentunya ia mendengar semua yang di katakan Sooyoung, dan itu menambah kepedihan dalam hatinya, ia bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana hidupnya kelak tanpa ada Sooyoung di sisinya.

 

Satu setengah jam berlalu. Pesawat yang mereka tumpangi mendarat sempurna di daratan Incheon. Sooyoung yang terbangun duluan, kemudian membangunkan suaminya yang masih terlelap.

 

“Chagi, bangun. Sudah sampai” kata Sooyoung lembut. Kyuhyun pun terbangun dan mereka bersiap turun dari pesawat. Sebelum turun, Kyuhyun tiba-tiba menahan langkah Sooyoung sejenak. Sooyoung menatap Kyuhyun mengisyaratkan meminta penjelasan dari Kyuhyun.

 

“Sebelum turun kau harus pakai ini dulu” ucap Kyuhyun sambil menyodorkan sebuah masker, kaca mata hitam, serta topi kepada Sooyoung. atribut itu dimaksudkan agar identitas Sooyoung tidak di kenali oleh wartawan karena Kyuhyun yakin sebentar lagi ia akan langsung di sambut oleh puluhan wartawan di bandara nanti. Meski tak mengerti untuk apa ia memakai itu semua tapi entah mengapa Sooyoung tak ingin mempertanyakannya kepada Kyuhyun, ia langsung saja menuruti permintaan Kyuhyun dengan mengangguk kecil.

 

Kyuhyun yang memakaikan semua atribut itu ke wajah istrinya.

“Saranghae Chagi, Jeongmal, Yonghwoni” ucap Kyuhyun setelah memakaikan semuanya

 

“Nado Saranghae, Yonghwoni” balas Sooyoung merekapun berpelukan dengan begitu eratnya seakan itu adalah saat terakhir kebersamaan mereka.

 

Kyuhyun diikuti Sooyoung lalu berjalan beriringan di bandara. Dari jauh terlihat gemuruh ramai orang telah terlihat memadati pintu bandara yang tampaknya telah menantikan kehadiran Kyuhyun untuk dimintai klarifikasi. Sebelum berjalan melewati gerombolan orang tersebut Kyuhyun mengeratkan genggaman tanggannya dengan tangan Sooyoung. kemudian berjalan gontai mendekati pintu bandara yang telah di padati oleh gerombolan wartawan. Merekapun tidak tau apa bagaimana nasib cinta mereka salanjutnya.

 

TBC

Next part episode terakhir looh, So keep RCL kalau mau Last Episodenya di publish segera. Owkay, Annyeong

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

10 thoughts on “A perfect Marriage Part 13

  1. kyaaaa..KyuYoung romantis bangeddddd..pegangan tangan, pelukan, ciuman, dansa diiringi ombak lautan cinta..so sweatttt…^^
    tp knpa jd galau lg,hmm..g suka ah..ada scandal lg..sm0ga KyuYoung bisa mlewati cobaan ini secepatnya dan c kembar cepat tercipta dan lahir ke dunia KyuYoung..hehe
    Love KyuYoung^^

  2. Haaah Kyu oppa Soo Sweeet… >.< pegangan tangan, dansa di pantai, trus cuma gara2 gelang dari Changmin oppa jadi ngambek gitu.. 😉

    Huwaaaa Kyuyoung TIDAK BOLEH Pisah !!!!!
    Kyuyoung harus selalu bersama. SELAMANYA !!!!!!

    Next part, part terakhir yaah? hmm bakalan kangen ma ni FF 😉 Jangan bosen buat nerusin ni FF yaa Author.. 🙂
    Next part ditunggu FIGHTHING…!!!!!!!! 😀 😀 😀

  3. aduh…..jd ikt deg2an…knp ya…
    thoorrr…jd ingt video kyu lari2 d bndara d kejar fans..hahaha
    q bc lnjutanx ya thir…daebak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s