I Think I Love You! Ottokee?? Part 2A


Love You! Ottokee?? Part 2A

Judul : I Think I Love You! Ottokee??
Author : Choi Runnisa
Cast : Super Junior Kyuhyun
Girls Generation Sooyoung
Exo Kai
Choi Soojin
Other Cast: All SME artist, Sooyoung’s Family, Kyuhyun’s Family
Genre : Romance, Comedy, Galau (?)

Kyuhyun POV

“Huaaah, mereka pergi dengan membawa koper kita juga, Ottoke??” Kelu Sooyoung saat kami mendapati ruang tunggu bandara sudah kosong, kemungkinan besar mereka sudah meninggalkan kami. Yaa, seperti yang di keluhkan Sooyoung, barang-barang kami juga sudah di bawa oleh mereka, beruntung aku masih membawa dompetku di kantongku.

“Pesawat yang menuju Sidney baru 5 menit yang lalu lepas landas” ucap seorang nona bagian informasi memberikan informasinya kepadaku.

“Mwo? Sudah berangkat? Jadi mereka benar-benar meninggalkan kita? Lalu nasib kita bagaimana?”

“Lalu kapan penerbangan ke Sidney selanjutnya?” tanyaku lagi

“Penerbangan berikutnya 3 jam lagi, silahkan menunggu”

“kita menyusul saja di penerbangan berikutnya 3 jam lagi” Kataku pada Sooyoung.

“3 jam? apa tidak ada yang lebih lama dari itu? Aisssh jinjja, Lebih baik aku tidak jadi ke Sidney saja, aku lebih baik menghabiskan waktu tidur sepuasnya di rumah”

“Mana boleh begitu? kita harus tetap profesional, kalau kau sih pastinya tidak akan ada masalah, kau hadir atau tidak juga tidak berpengaruh apa-apa, tidak akan ada Fans yang menanti kehadiranmu. tapi bagaimana denganku yang punya begitu banyak penggemar? Mereka pasti akan kecewa sekali tanpa adanya diriku”

“Cissh, Aigoo sepertinya aku memang harus lebih sabar menghadapi orang yang tidak pernah berkaca seperti dia! Aiiish, Yyaa! Semua itu gara-gara ulahmu dan Soojin Eonnie, kenapa tadi aku begitu bodoh mau mempertemukan kalian berdua? Aiish kesalnya!!” Omel Sooyoung yang berdiri di belakangku.

“Yaa, lalu aku harus bagaimana? Pacarku benar-benar takut kehilangan pacarnya yang tampan dan karismatik seperti diriku, sehari saja dia tidak bertemu rasanya sudah seperti setahun. Yaa, aku mengerti, kau pasti tidak akan mengerti karena kau tidak pernah pacaran”

“Mwo!! Apa kau bilang?! Asal kau tau saja, kalau aku mau ribuan pria di luar sana rela mati untuk menjadi pacarku, aku tidak pernah pacaran karena dari kecil aku sudah fokus dengan karirku, jadi tidak punya waktu untuk melakukan hal-hal tidak berguna seperti pacaran, makanya aku tidak akan pacaran tapi langsung menikah saja”

“Benarkah? Memangnya ada pria bodoh yang ingin menikah denganmu? Pacaran saja tidak mau apa lagi menikah”

“Cish, Lihat saja nanti, aku akan lebih dulu menikah daripada kau!”

“Baiklah, aku dan anakku nanti akan menghadiri hari pernikahanmu” kukatai seperti itu wajah Sooyoung tampak memerah karena menahan marahnya, yaa aku tau pasti dia pasti semakin benci padaku, tapi hanya dengan mengejeknya saja aku rasanya bisa berkomunikasi dengannya, entahlah aku rasa ada sesuatu yang mengganjalku untuk bisa bicara baik-baik dengannya.

*****

Sooyoung POV

Arrrrgh! Aku bisa gila jika terus bersama orang ini, 3 jam bersamanya semua urat saraf di wajahku rasanya putus semua. Lihat saja kelakuannya sekarang, dia berjalan begitu cepat, aku yang memakai high heels tentu saja kesulitan mengimbangi jalannya yang begitu cepat, dasar pria tidak bertanggung jawab!! Aku tidak berharap banyak dia bisa menjagaku selama perjalanan ke Sidney. Setelah 3 jam menunggu, akhirnya pesawat menuju Australia yang kami tumpangi akan berangkat, Kini aku berdua dengan Kyuhyun telah berada di dalam pesawat, karena tiket pesawat kelas VIP sudah habis, terpaksa kami harus berada di kelas Ekonomi yang memuat banyak orang, karena rata-rata penumpang pesawat adalah orang-orang asing maka tidak ada yang menyadari keberadaan kami, dua orang idol yang menyasar di kelas ekonomi, ini pertama kalinya aku berada di pesawat kelas ekonomi, ruangannya benar-benar ramai, kami bahkan berada di bangku tiga deret.

Aku dan Kyuhyun tentu saja duduk bersampingan, aku berada di ujung sebelah kanan sedangkan Kyuhyun berada di tengah dan sebelahnya seorang nenek tua yang tampaknya sudah berusia lebih dari 80 tahun, ia tampak gelisah sambil memeluk tongkatnya.

“Hei, dengar ya. Aku mau tidur , jadi jangan berisik atau bicara apa-apa padaku, Arrasseo?” ucap Kyuhyun sambil memasang tampang yang membuatku ingin mencakar wajahnya itu.

“Csh, tidur saja sana! Lagi pula siapa yang akan bicara denganmu, aku lebih baik mati daripada harus bicara denganmu! Aku bahkan berharap agar kau tidak bangun lagi” bentakku lalu memalingkan badanku ke samping agar tidak melihat wajahnya. Orang ini benar-benar menyebalkan! Mungkin sepulang dari Sidney nanti aku harus mengadakan operasi plastik, aku merasa wajahku sudah mulai keriput karena terus-terusan emosi dibuatnya.

“Aaaaa’!” teriak si nenek dengan suara tuanya itu saat pesawat yang bergetar hebat karena mulai lepas landas, ia tiba-tiba memeluk lengan Kyuhyun yang berada duduk di sampingnya.

“Nek, Nenek tidak apa-apa?” tanya Kyuhyun dengan bahasa Inggrisnya yang terdengar sedikit payah.

“Nenek benar-benar takut, sudah lama nenek tidak naik pesawat, apalagi suaranya yang membuat gendang telinga nenek rasanya mau pecah”

“Tenang saja Nek, sebentar lagi suara gemuruh ini akan berhenti, lebih baik nenek tidur saja, agar perjalanannya tidak terasa”

“Tidak, aku tidak akan bisa tidur dengan suara ribut seperti ini, aku bahkan tidak punya siapa-siapa untuk menjagaku sekarang. Anak muda, maukah kau menjagaku hanya pada saat di pesawat ini saja? Istrimu juga tidak akan marah padaku?” Pinta nenek itu kepada Kyuhyun, dan Mwo? Istri? Sepertinya penglihatan nenek itu sudah benar-benar buruk, apa aku ini terlihat seperti istrinya Kyuhyun?

“Tentu saja Nek, nenek boleh minta bantuanku jika nenek perlu, sekarang aku mau tidur dulu, kalau ada apa-apa nenek boleh membangunkan aku” Kyuhyun berbicara kepada nenek itu dengan lembut dan sopan, berbeda sekali saat dia bicara denganku, dia bahkan lebih memilih nenek-nenek daripada aku.

Baru beberapa detik Kyuhyun memejamkan mata, ketika tiba-tiba nenek itu membangunkannya.

“Ada apa nek?” tanya Kyuhyun masih dengan kelembutannya.

“Nenek ingin buang air kecil, bisakah kau mengantarkan aku ke toilet?” sedikit malas Kyuhyun menuruti permintaan nenek itu lalu menuntun tubuh nenek itu ke WC.

Beberapa menit kemudian, merekapun kembali dari WC, Kyuhyun masih membantu nenek itu untuk duduk. Setelah duduk Kyuhyunpun kembali melanjutkan tidurnya, namun tak lama kemudian Nenek itu kembali membangukan Kyuhyun.

“Ada apa lagi nek?” tanya Kyuhyun mulai tidak sabar

“Apa kau punya plastik? nenek mual, Sepertinya ingin muntah” tanpa berkata apa-apa Kyuhyun lalu memanggil pramugari dan meminta Kresek. Setelah mendapat kresek nenek itu lalu memuntahkan isi perutnya, Kyuhyun yang berada di sampingnya tampak ikut ingin muntah mendengar suara muntahan sang nenek.

“Kyuhyun Sunbae” panggilku dengan maksud ingin mengejek

“Wae?” tanya Kyuhyun malas

“Aku mau tidur dulu jangan berisik, jangan bicara apa-apa padaku, berkonsentrasilah mengurusi istrimu itu Kkkk” wajahnya sontak memerah karena malu dan sedikit kesal. Setelah nenek itu muntah Kyuhyun kembali harus membuang kantong kresek berisi muntahan si nenek.

“Anak muda siapa namamu?” tanya si Nenek lagi ketika dia sudah duduk di kursinya.

“namaku Cho Kyuhyun nek”

“haduuuh, sepertinya aku merasa akan muntah lagi, diam di pesawat akan membuat perut tuaku ini menjadi mual, maukah kau menemani aku mengobrol?” Kyuhyun berpikir sejenak.

“Tentu saja boleh nek”

“Kau tidak ingin mengenalkan aku pada istrimu? sejak tadi ku lihat dia hanya diam saja” aku pura-pura tidur dan memejamkan mata, namun aku dapat mendengar perkataan nenek itu, lagi-lagi dia bilang aku istrinya Kyuhyun, menyebalkan!!

“Dia, bukan istriku, Nek”

“Jadi dia kekasihmu, ya? Sudah kuduga, kalian begitu tampak serasi, hei Nona bangunlah, tidak baik di pesawat tidur terus” mendengar panggilan nenek itu membuatku membuka mata dan kini kudapati nenek itu sudah berada di tengah antara aku dan Kyuhyun.

“siapa namamu Nona?” tanya Nenek itu

“Choi Sooyoung, nek”

“Kau pacarnya Kyuhyun bukan?”

“No, kami sama sekali tidak pacaran Nek”

“Pasti ini karena pertengkaran kalian, tadi aku sempat melihat kalian bertengkar, pasangan kalau bertengkar sering tidak mengakui pasangannya, seperti aku dan suamiku saat pacaran dulu” mendengar ucapan Nenek itu, sejenak aku dan Kyuhyun saling menatap, mengisyaratkan kata, “itu sama sekali tidak benar”.

“Kalian harus berbaikan, tidak baik dalam berpacaran itu ada pertengkaran”

“Tapi Nek kami sama sekali tidak berpacaran” sangkalku lagi

“Sekarang itu tidak penting, yang penting adalah masa depan kalian. Aku melihat wajah kalian sangat mirip, menurut kepercayaan suku aborigin di Australi, jika pria dan wanita itu mirip akan berjodoh….” Apa berjodoh? Dengan Kyuhyun? Csh, yang benar saja? Aku bahkan sama sekali tidak pernah bermimpi berjodoh dengan orang seperti dia.

Nenek itu lalu menarik tanganku dan tangan Kyuhyun secara bersamaan lalu menyatukan tangan kami, nenek ini sepertinya sudah gila!. Ia mengambil dua buah gelang dari dari kulit penyu yang sangat cantik, lalu keduanya ia pakaikan di masing-masing tanganku dan tangan Kyuhyun.

“Apa ini nek?” tanyaku

“Ini hadiah dariku untuk kalian karena telah merawatku selama di pesawat”

“ahh, nenek. Aku kan tidak melakukan apa-apa untuk nenek”

“dengan berbuat baik kepada nak Kyuhyun, berarti kau telah melakukan sesuatu untuk nenek” aku terdiam mencerna perkataan dari nenek itu.

“Kalau begitu nenek tidur dulu ya, sudah waktunya nenek untuk tidur” Huaaah! Akhirnya nenek itu tidur juga, tapi yang jadi permasalahan sekarang ia masih menggenggam tanganku bersamaan dengan tangan Kyuyun, bagaimana cara melepasnya?

Author’s POV

Pengumuman pesawat telah tiba di daratan Sidney sudah berkumandang, seluruh penumpang telah bersiap-siap untuk turun dari pesawat, tapi tidak dengan Kyuhyun dan Sooyoung, tangan mereka seperti di belenggu pada borgol yang sama oleh genggaman tangan nenek itu, hingga kini ia masih tidur.

“Nek… nenek… kita sudah sampai di Sidney, wake up please” ucap Sooyoung sambil mengguncang pelan tubuh nenek itu namun sang nenek tak kunjung bangun

“Nek….. “ Kali ini Kyuhyun yang membangunkan, tapi si nenek tak kunjung bangun juga, keduanya pun mulai curiga, sesuatu yang aneh pada si nenek,

“Eoh, apakah nenek ini meninggal, eottokke?” seru Sooyoung

“Bodoh, dia hanya pingsan, tidak usah berlebihan seperti itu” ucap Kyuhyun setelah menekan denyut nadi si nenek yang terasa ternyata masih berjalan normal

“Tolooong, ada seorang nenek yang pingsan!!!” Teriak Sooyoung kepada semua orang yang ada di pesawat.

“Yyaa! Kenapa berteriak? seharusnya kau diam saja, kalau begini kita yang akan kerepotan!”

“Aigoo, aku sudah tau kau pria yang tak punya hati, tapi tak kusangka kau setega ini. mana mungkin aku akan tinggal diam melihat seorang nenek yang sedang sakit dan tidak berdaya ini sendirian disini?”Omel Sooyoung

“Bodoh!! Biarkan pihak pesawat saja yang mengurusinya, kita tidak punya waktu banyak untuk mengurusinya, kau pikir kita ke Australia untuk menjadi relawan apa?”

“Toloong, tolooong ada nenek yang pingsan di sini!!” Sooyoung tidak peduli dengan Omongan Kyuhyun dan tetap berteriak minta tolong, Karena teriakan Sooyoung itu, Kini semua orang sudah menggerumbungi mereka, menyaksikan keadaan si nenek

“Apakah di sini ada anggota keluarganya atau seseorang yang mengenalnya?” tanya salah satu pramugari. Sontak semua mata langsung tertuju kepada Kyuyoung mereka langsung mengisyaratkan bahwa kedua anak muda itu adalah keluarga si nenek

“Anak muda, bukankah kau cucu nenek ini? aku lihat sejak tadi kau menemani dan mengobrol dengannya” Tanya seorang ibu kepada Kyuhyun.

“Bukan, aku bukan cucunya, aku bahkan baru mengenalnya sejak di pesawat”

“Tapi kau sudah mengenalnya kan? Nenek ini tampaknya sebatang kara, setidaknya kau dan istrimu itu harus membawanya ke rumah sakit setelah turun dari pesawat nanti” ucap seorang bapak lagi kepada Kyuyoung.

“maaf aku tidak bisa, Asal kalian tau saja, aku sama sekali tidak mengenal nenek ini dan dia bukan istriku” elak Kyuhyun. Pernyataan Kyuhyun itu sontak mendapat hujatan dari orang-orang.

“Ya ampun, orang itu benar-benar keterlaluan! Tadi dia tidak mengakui nenek ini sebagai neneknya, dan sekarang dia bahkan tidak mengakui istrinya sendiri, padahal jelas-jelas mereka tadi datang bersama”

“Benar, apakah sekarang dia mau melarikan diri?” mendengar semua hujatan dari orang-orang itu Kyuhyun jadi merasa serba salah, ia sebenarnya tidak ingin bermasalah jika mengurusi seorang nenek-nenek yang tidak jelas asal-usulnya itu, terebih lagi, ia dan Sooyoung tidak punya waktu banyak untuk mengurusi hal-hal lain, karena malam nanti mereka telah di jadwalkan akan melakukan konferensi pers. Namun jika dia terus-terusan menolak bisa-bisa dia akan digebuki oleh orang-orang di pesawat.

****

Kini Kyuhyun dan Sooyoung telah berada di sebuah rumah sakit, setelah membawa si Nenek untuk mendapatkan penanganan medis. Mereka kini duduk di bangku panjang rumah sakit depan UGD menunggu sampai si nenek selesai di tangani dan pihak rumah sakit dan menghubungi keluarganya.

“Pinjamkan handphonemu padaku” pinta Kyuhyun kepada Sooyoung

“Untuk apa?”

“kau tau sendiri kan handphoneku di bawa Changmin? Aku tidak membawa apa-apa selain dompetku Kita harus menghubungi manajer, dia sudah mengirimkan seseorang untuk menjemput kita di bandara tadi”

“Arasseo” ucap Sooyoung sambil merogoh tas tangannya untuk mengambil Handphonenya

“Eoh,, Handphoneku? Handphoneku dimana? Tadi aku menaruhnya di tas?” Sooyoung panik mencari handphonenya dan mengobarak abrik isi tasnya

“Yyaa! Jangan main-main, kita sedang tidak di korea sekarang, kita sangat membutuhkan handphone sekarang”

“Anniyo! Handphoneku benar-benar tidak ketemu, Eottokke?”

“Mwo?!!”

“Jakkaman! Seingatku terakhir kali aku memakainya di pintu belakang bandara saat bertemu dengan Soojin Eonnie, jangan-jangan ketinggalan di sana Huaaah Eottokke?”

“Aiiish! Kenapa kau begitu ceroboh? Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Bagaimana kita akan menghubungi mereka? Dan bagaimana mereka bisa melacak keberadaan kita di sini?”

“Mana aku tau? Kau juga, kenapa malah memberikan handphonemu kepada orang lain? dan semua ini kan salahmu, andai saja kau tidak berlama-lama berdua-duaan dengan Soojin Eonnie kita tidak akan ketinggalan pesawat dan terjebak di sini”

“Enak saja menyalahkan aku, kalau saja kau tidak sok baik mau mengurusi nenek-nenek yang tidak jelas asal-usulnya itu, sejak tadi kita pasti sudah di jemput”

“Enak saja, sejak awal kaulah yang salah”

“Kau!”

“Kau!” dan semua orang kini memperhatikan mereka dengan tatapan tidak senang, benar saja, tepat di depan ruang ICU mereka malah unjuk suara.

“Tuan, Nona, apakah anda keluarga pasien?” tanya seorang petugas rumah sakit pada Kyuyoung.

“Bukan, kami baru bertemu dia di pesawat”

“Apakah kalian mengenal seseorang yang bernama Cho Kyuhyun?”

“Ya, saya sendiri”

“sejak tadi pasien berteriak-teriak memanggil nama anda”

“Mwo, anniyaa, aku bukan cucunya”

“tapi sejak tadi nenek itu memanggil-manggil nama anda Tuan Cho, dia bilang anda adalah cucunya”

“Lalu bagaimana sekarang keadaannya?

“Dia hanya merasa tidak nyaman saja berada di pesawat, dia sudah bisa pulang anda bisa menemui dia sekarang” Kyuhyun dan Sooyoungpun memasuki ruangan untuk melihat keadaan si nenek

“Kyuhyun, Cucuku!! Sukurlah kau disini menemani nenek!!” seru si nenek sambil memeluk erat leher Kyuhyun.

“Nek, nenek. Aku ini bukan cucu nenek. Sekarang beritahu kepada kami alamat keluarga nenek biar kami antar”

“Tidak, kaulah satu-satunya keluarga nenek di dunia ini”

“Tuan, sebaiknya anda membawanya pulang saja ke rumah, dia sudah bisa di bawa pulang sekarang” kata seorang suster

****

Kyuhyun POV

“Nenek, kita sudah mengelilingi tempat ini hingga 5 kali, tapi rumah nenek belum ketemu juga, sebenarnya Rumah nenek di mana?” tanyaku saat kami berada di sebuah perumahan gang yang sempit di pinggiran kota Sidney, setelah mengantar nenek itu dengan Taxi, sang nenek meminta kami berhenti di daerah yang sama sekali asing bagi kami ini.

“Entahlah, nenek juga sudah lupa, sudah 5 tahun nenek tidak pulang ke Perth”

“Perth? Maksud nenek, rumah nenek di kota Perth?”

“Ya, dari kecil nenek sudah tinggal di Perth bersama keluarga Nenek”

“Mwo? tapi kan ini kota Sidney Nek, bukan Perth” seru Sooyoung

“Apa? Jadi ini Sidney? Tapi kenapa tempat ini sangat mirip dengan tempat tinggal nenek?”

“Jadi maksud nenek, nenek ingin pulang ke Perth yang masa perjalanannya dari Sidney sekitar 6 jam?” tanyaku lagi

“begini saja, nenek punya seorang keluarga di Sidney, kalian bisa mengantarku ke sana”

*****

Sudah dua jam kami mengitari kota Sidney dengan bus menuju rumah keluarga nenek itu, aku benar-benar buta jalanan sidney jadi aku sama sekali tidak tau nenek yang sebagai penunjuk arah itu akan membawa kami kemana. kulihat sekarang gadis yang tengah duduk di sampingku itu tertidur.

“Nenek, nenek yakin masih ingat rumah keluarga nenek?” tanyaku kepada si Nenek yang duduk di kursi berseberangan dengan kursiku.

“Tentu saja nenek masih ingat, walau sudah tua begini ingatan nenek masih sangat kuat”

“Kalau begitu aku tidur dulu ya nek, jika sudah sampai tolong bangunkan kami”

“Ya, tidurlah perjalanan mungkin masih satu jam lagi”

****
Di atas altar bersama pengantinku, kami berdiri di hadapan seorang pendeta. Beberapa detik yang lalu kami baru saja mengucapkan janji suci pernikahan itu dengan lancar yang menandai kami telah resmi menjadi pasangan suami istri.

“Tuan Cho, sekarang kupersilahkan kau untuk mencium istrimu” kata pak pendeta, pelan-pelan aku membuka cadar tipis yang menghalangiku melihat wajahnya secara jelas, namun sayangnya aku belum sempat melihat wajah pengantin wanitaku, mimpikupun langsung buyar.

“Nak bangunlah kita sudah sampai” ucap sebuah suara yang kurasakan sedikit menggoncang tubuhku dan itu sontak membuatku kaget dan reflek menoleh ke samping kananku, dan tak sengaja menabrak sesuatu dengan dahiku. Dan dengan jelas kulihat wajah Sooyoung sudah ada di hadapanku dengan begitu dekatnya.

“Aaaau, sakit bodoh!!” bentak Sooyoung sambil memegangi dahinya yang sakit karena tertabrak oleh dahiku.

“kau pikir aku juga tidak kesakitan apa?” balasku

“Sudahlah, jangan berdebat terus,ayo kita turun, sudah sampai”

“Eoh? Dimana ini?” Sooyoung kebingungan sambil melihat keluar jendela.

“Sudahlah, ayo kita turun” kamipun turun dari bus, dan betapa terkejunya aku ketika menemukan hari terlihat sudah mendung, dan aku lebih terkejut lagi ketika melihat jam yang ternyata telah menunjukkan pukul 5 sore, sedangkan saat berangkat tadi jam masih menujukkan pukul 11 pagi. Itu artinya, kami telah melakukan pejalanan selama 6 jam dan itu berarti lagi kami sudah melakukan perjalanan yang cukup jauh.

Sooyoung POV

“Nenek, ini dimana?” aku mulai kebingungan melihat tempat yang sama sekali asing di mataku ini.

“nenek, apakah ini masih di sidney?” tanya Kyuhyun lagi.

“sudahlah, kalian jangan banyak tanya, kita harus berjalan kaki lagi untuk sampai ke rumahku” dengan ragu kamipun mengikuti langkah si nenek yang gontai. 15 menit berjalan kaki, tibalah kami di sebuah tempat yang tampak seperti sebuah desa kecil di pinggir kota.

CUT

Author Cut dulu ya part 2 nya. author janji deh, secepatnya author publish yang 2Bnya, still RCL ya kalau mau gak diprotect lagi, anyeooooong!!!

Advertisements

34 thoughts on “I Think I Love You! Ottokee?? Part 2A

  1. gomawo PW nya 🙂
    wah~ nenek nya ngerepotin kyuyoung, hahaha…
    gimana ya perjalanan mereka selanjutnya di tempat yg mereka sendiri belum mereka ketahui???
    next part thor~ kyuyoung momentnya lebih banyak lagi ya thor 🙂

  2. kyaaaa, knpa part ini malah full kyuhyun+sooyoung+nenek abal2 ini?? oops, mian nek. hehe. tp gpp jg sih, drpd byk kyu-soojin nya.. ap si nenek ad hub nya ntr ma mrk ber2 ya?

    Next part cpetan y thor, n klo dprotect bagi2 pw ny lg y..gomawo.

  3. Eonni gomawo ama pw nya ^^

    huah..itu kyuyoung mau dibawa kemana?
    Dan siapa lagi ntu nenek?

    Mimpi kyu gantung bgt..haha

    Penasaran tingkat dewa eon..
    Next part ditunggu yah eon 😉

  4. Eonni gomawo ama pw nya ^^

    huah..itu kyuyoung mau dibawa kemana?
    Dan siapa lagi ntu nenek?

    Mimpi kyu gantung bgt..haha

    Penasaran tingkat dewa eon..
    Next part ditunggu yah eon 😀

  5. sblumny thankyou bwt pw-nya author-san;;;
    . Kyu mimpi nikah sma siapa? jgn bilang sma si nenek-,- wkwkwk
    . Baca next part yaa.

  6. baru baca part 2Anya … #hahaha seru jdi awalnya mreka terlambat dan mnolong nenek”
    kyuhyun gk punya hati nurani banget, teganya mau tinggalin nenek” sendirian

  7. Ommo sebenernya nenek itu siapa? Kok misterius banget? Aku lanjut baca yg part b ya? Penasaran nih hehe oh iya jeongmal gomawo chingu pw nya,maaf ya bawel waktu minta pw nya :p

  8. kasian kyuyoungnya, terus nanti malem nya gimana ? Bukannya mau konferensi pers ya ?
    Sabar ya. Haha dibilang suami istri, semoga amin 🙂

  9. Satu hal yang terus kepikiran dari FF ini cuma, kayanya Soojin sama Kyuhyun bener-bener ngerencanain hubungan Kyuhyun sama Sooyoung. Tapi siapa yang tahu? *plak

  10. huaa itu neneknya bwa kyuyoung kmn? mrk bkalan bs ikut konser ga? ya ampun mkin seru pertengkaran kecil kyuyoung *plak* next ya *loncat*

  11. waw seru banget..
    hahahaha.. sumpah ngakak aku pas baca bagiab si nenek yang berhasil membuat Kyuhyun repot dan menganggap Kyuhyun itu cucu dan keluarga satu-satunya di dunia..
    hahhahahah,., kalimat author juga simple gak ribet, aku mudah mengerti sama bahasa author. pkoknya i love this ff… ^_^
    lanjut ke part 2b

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s