My First Proposal: Pengaruh Negatif Revolusi Islam Iran (1979) Terhadap Hubungan Diplomatik Iran dan Amerika Serikat


A. Latar Belakang Masalah
Intervensi negara-negara barat Khususnya Eropa pertama kali datang ke Iran pada masa dinasti Qajar dalam bentuk penaklukan dan pengukuhan pengaruh mereka melalui persaingan antar kekuatan-kekuatan Eropa di tandai dengan beberapa wilayah Iran yang jatuh ke tangan Russia dan juga besarnya pengaruh Inggris. Dinasti Qajar kemudian di gantikan oleh dinasti Pahlevi yang ternyata malah pro terhadap barat.

Orientasi politik luar negeri Iran pada masa pemerintahan Shah Reza Pahlevi sangat dekat dengan Barat, khususnya dengan AS. Bahkan, negara -negara Barat dianggap terlibat terlalu jauh dalam urusan domestik negaranya. Di awal kepemimpinannya Reza Pahlevi, mengeluarkan kebijakan-kebijakan baru, di antaranya adalah membentuk negara Iran sebagai negara Monarki Sekuler ala barat melalui pendidikan Sekuler, serta pembatasan wewenang syariat dan pengadilan agama.
Sistem pemerintahan Pahlevi yang semakin memperlihatkan kecondongannya terhadap barat terlihat dari tata perkantoran yang baru bank Nasional Iran dan Jaringan perkereta-apian yang berasal dari bantuan asing. Amerika Serikat kemudian masuk dan menjadi sebuah hegemony baru di Iran dan menggeser posisi Rusia dan Inggris, seperti negara-negara terdahulu Amerika Serikatpun melakukan intervensi dengan mengembalikan otoriter yang otoriter dan terpusat.
Pada tahun 1979 Rovolusi Islam Iran mencapai puncak kemenangannya, dengan memakan waktu satu setengah tahun, di bawah pimpinan Imam Khomeini dan Revolusi ini praktis berhasil menggulingkan pemerintahan Pahlevi yang otoriter, bersamaan dengan jatuhnya Pahlevi maka mengakhiri pula pemerintahan Monarki absolut yang selama ini negara Iran anut. Pasca Revolusi, struktur pemerintahan iran yang tadinya monarki absolut dan otoritarian berubah menjadi negara Republik berdasarkan ajaran Islam di bawah mahzab syiah yang di terapkan hingga kini. Dengan sistem negara Republik Islam Iran, perlahan-lahan iran mulai mengurangi ketergantungan terhadap negara barat dan mengurangi pengaruh-pengaruh dan intervensi negara barat yang ada di Iran 1.
Revolusi Islam dianggap merupakan malapetaka bagi negara-negara barat yang menjadi hegemoni di Iran, dalam hal ini Amerika Serikat, Revolusi Iran berhasil menumbangkan rejim Reza Pahlevi,dan kejatuhan Reza Pahlevi juga berarti mengakhiri hegemoni Amerika Serikat di Iran, bahkan bukan saja di Iran sendiri namun dikawasan Teluk Persia.2

1 Satori, Akhmad, 2007. Pergolakan Politik Iran: Perjalanan Nation State dari Monarki Ke Republik Islam, di akses di http://www.google.com/search/revolusi iran pada 23 November 2012
2 Kazhim, Musa dan Hamzah Alfian. Perang Dunia III di Pelupuk Mata Iran : Skenario penghabisan. Hal. 5
Iran pada awal revolusi tampil begitu keras, tanpa kompromi. Para mullah ingin menjadikan Iran sebagai lambang perlawanan Islam. Tujuan kebijakan tersebut tidak lain adalah diharapkan revolusi Islam iran berhasil meraih popularitas di negara-negara Islam lainnya dan dapat menjadi inspirasi bagi negara-negara Islam lainnya bahkan negara-negara dunia ketiga secara keseluruhan untuk membebaskan mereka dari belenggu Kapitalisme dan Komunisme.
Langkah kongkrit yang dilakukan Iran untuk menyebarkan pengaruhnya itu adalah dengan menyeru kepada negara-negara Timur Tengah untuk menjadikan Kawasan Teluk bebas dari kekuatan Asing. Hal ini ditanggapi skeptis oleh orang-orang Arab sekitarnya.
Karena hal ini pula hubungan dengan Amerika Serikat dengan yang dulunya sangat baik, bahkan AS memiliki pengaruh yang sangat besar di Iran menjadi semakin melonggar bahkan dikatakan bahwa hubungan kontak antara pemerintah AS-Iran sangat terbatas jika dapat di sebut tidak ada sama sekali. Amerika Serikat dan Iran memutuskan hubungan diplomatik pada bulan April 1980, setelah mahasiswa Iran merebut pusat spionase Amerika Serikat di kedutaan besarnya di Tehran. Sejak itu hubungan kedua negara kian tegang.
Dan hubungan kedua negara ini bertambah buruk menyusul kemajuan Iran di bidang teknologi nuklir sipil. Program nuklir Iran secara mandiri yang dikemudian hari program nuklir ini ditentang oleh Amerika Serikat Washington dan sekutu Baratnya menuduh Iran mencoba mengembangkan senjata nuklir dengan kedok program nuklir sipil, sementara mereka tidak pernah menyajikan bukti nyata untuk mendukung tuduhan mereka. Iran sendiri membantah keras tuduhan itu dan bersikeras bahwa program nuklirnya adalah hanya untuk tujuan damai.3
Meski di awal pascarevolusi, Iran menjadi carut marut. Iran juga sempat terkucilkan dan mendapatkan berbagai embargo dan sanksi ekonomi dari negara-negara barat, citra Iran pun sempat semakin memburuk di mata Internasional, karena pada masa transisi membuat Iran semakin tertutup, sehingga Informasi yang keluar menjadi tidak seimbang.
Namun Iran terbukti mampu membangun negaranya, menjadi negara yang lebih mandiri, Iran mencoba untuk mengubah dirinya mereka berkonsentrasi untuk membangun kembali negeri mereka, terlihat dari tingkat pendidikan yang semakin tinggi, kesederhanaan dari bangsa dan pemimpinnya, serta kemauan untuk meraih kemajuan menjadikan Iran mampu mengejar ketinggalannya, Iran muncul sebagai kekuatan baru dunia dimana fakta menunjukkan bahwa kemajuan Iran dalam hal nuklir laksana air terjun yang tidak dapat dibendung.
Karena pada kenyataannya negara Iran merupakan negara di kawasan Timur Tengah yang paling sulit di pengaruhi oleh AS. pejabat-pejabat washington, hal ini dikarenakan bangsa iran merupakan bangsa yang pemikiran-

3 http://www.islamtimes.org/vdcaeinu049nww1.h8k4.html di akses pada 4 desember 2012
nya lebih maju, terlebih lagi pascarevolusi Iran sudah memiliki tradisi demokrasinya sendiri, sehingga tidak ada alasan bagi Washington untun mengintervensi Iran atas nama penegakan demokrasi.
Hal ini dapat terlihat dari aksi-aksi militer AS dan sekutu-sekutunya di dua negara tetangga Iran yakni Afganisthan setelah peristiwa 11 September 2001, dan Irak pada 2003, sama sekali tidak diperhitungkan oleh Iran.4
AS juga mengungkapkan kecemasannya atas penandatanganan hubungan Ekonomi Iran-Rusia yang menyebutkan Rusia tahun 1991, yang menyebutkan Rusia akan membantu membangun dua reaktor nuklir yang masing-masing punya kekuatan 440 megawatt. Sejak kesepakatan itu, AS selalu mendesak Rusia untuk membatalkan kesepakatan tersebut. Dan pada tahun 1995, AS berhasil menekan Rusia untuk mengurungkan niatnya melajukan pembangunan dua reaktor nuklir Iran itu dengan Imbalan Rusia bisa terus menjual senjata konvensional pada Iran hingga 1999.
Pemilihan Presiden pada tahun 1997 merupakan pemilihan yang ketujuh dalam sejarah Iran, pemilihan yang berlangsung bulan Mei 1997 termasuk dalam kategori pemilihan yang bersejarah bagi negara Iran karena untuk pertama kalinya dalam sejarah Republik Islam Iran, seorang kandidat yang begitu diunggulkan yaitu Ali Akbar Nateq – mendapat pemberitaan secara luas dan mendapat duku-

4 Mustafa, Abd Rahman. Iran Pasca Revolusi, Fenomena Pertarungan Kubu Reformis dan Konservatif, hal. Pengantar.
ngan penuh dari kalangan elit politik yang berkuasa justru mampu dikalahkan secara telak oleh kandidat lain yang semula dianggap undedog yaitu Mohammad Khatami. Bahkan kemenangan Khatami dianggap sebagai satu diantara dua peristiwa penting dan fenomenal di Iran yang dapat dianggap mampu “menandingi” gemuruhnya Revolusi Islam mereka di tahun 1979 (peristiwa penting lainnya adalah ketika kesebelasan Iran berhasil mengalahkan kesebelasan Amerika Serikat di Piala Dunia Perancis 1998).
Pada masa pemerintahan awal Khatami awal (1997-2001) politik luar negeri Iran mencapai prestasi yang dapat dibanggakan, Iran berhasil memperluas hubungan dengan dunia internasional khususnya dengan negara-negara Arab sekitarnya. Kerjasama dengan Uni Eropa dan Rusia serta negara-negara di kawasan Asia Tengah juga mengalami kemajuan yang cukup pesat. Dan pada era pemerintahan Khatami yang kedua (2001-2005) kerjasama internasional tersebut masih mengalami peningkatan.
Namun hubungan antara Iran dengan Amerika Serikat masih menemui kendala karena walaupun Amerika Serikat menyambut positif kemenangan Khatami. Di saat bersamaan George W. Bush justru memutuskan untuk memperpanjang sanksi terhadap Iran. Pasalnya Iran masih secara tegas mendukung perjuangan “intifada” bangsa Palestina melawan pendudukan Yahudi Israel.

5 Ankerl, Guy. Global communication without universal civilization. INU societal research. Vol.1: Coexisting contemporary civilizations : Arabo-Muslim, Bharati, Chinese, and Western. Geneva: INU

Berawal dari pokok-pokok pemikiran di atas penulis memiliki ketertarikan untuk melakukan sebuah penelitian mengenai masalah-masalah tersebut di atas dengan judul “Pengaruh Negatif Revolusi Islam Iran (1979)Terhadap Hubungan Diplomatik Iran dan Amerika Serikat.
B. Batasan dan Rumusan Masalah
1. Batasan Masalah
Peneliti akan menuliskan batasan konsepsional dari penulisan penelitian ini adalah pada masa meletusnya Revolusi Iran (1979) hingga masa pemerintahan masa pemerintahan Khatami (1997-2001).
2. Rumusan Masalah
Sebagaimana yang telah di bahas pada latar belakang di atas, rumusan masalah yang akan penulis teliti adalah. “Apa pengaruh-pengaruh negatif Revolusi Islam Iran terhadap hubungan diplomatik Iran-Amerika Serikat?”
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Merujuk kepada rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini
adalah:
a. Apa saja pengaruh Revolusi Islam Iran terhadap perubahan Sistem pemerintahan Iran?
b. Apa saja pengaruh revolusi Islam Iran terhadap menurunnya hubungan diplomatik Amerika serikat – Iran?

2. Manfaat Penelitian
a. Penelitian ini di harapkan mampu memberikan informasi dan pengetahuan lebih khususnya bagi penulis maupun pembaca pada umumnya.
b. Manfaat lain dari penelitian ini jika berhasil, adalah diharapkan kelak mampu memberikan masukan dan inspirasi bagi negara-negara berkembang khususnya Indonesia sendiri, bagaimana sebuah negara dalam hal ini negara Iran mampu melepaskan diri dari ketergantungan dan eksploitasi dari negara-negara kaya dan adikuasa seperti Amerika sekalipun.

D. Landasan Teori dan Konsep
Pada bagian ini penulis akan menguraikan beberapa definisi yang berkaitan dengan materi pokok yang merupakan dasar pemikiran dari pembahasan dari permasalahan yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya. Penulis menggunakan beberapa refrensi valid yang berhubungan dengan masalah yang dikemukakan.
Adapun definisi-definisi yang akan diuraikan dan berkaitan dengan masalah yang akan dibahas adalah :
1. Konsep Pengaruh
Menurut Sosiologi Pedesaan, Pengaruh merupakan kekuasaan yang mengakibatkan perubahan perilaku orang lain atau kelompok lain.5 Dalam hal Revolusi Islam Iran, Revolusi menyebabkan banyak perubahan yang terjadi, pengaruh yang di timbulkannya adalah prilaku negara Iran yang memutar haluan orientasinya yang awalnya sangat condong kepada barat, namun kemudian memebentengi diri dari pengaruh-pengaruh barat. Dan ini jelas, menimbulkan dampak negatif terhadap kelangsungan hubungan Amerika Serikat dan Iran.

2. Teori Sistem Politik
Menurut David Easton, Sistem politik merupakan serangkaian proses yang terdiri dari banyak bagian-bagian, saling berkaitan yang menjalankan alokasi nilai-nilai (berupa kebijakan-kebijakan atau keputusan) yang alokasinya bersifat otoritatif (dikuatkan oleh kekuasaan yang sah) dan mengikat masyarakat. Dalam Artikelnya, Easton mengusulkan suatu mentode untuk menganalisa berbagai jenis sistem politik, dengan menelaah ciri-ciri dasar seperti :
a. Unit-unit yang membentuk sistem itu dari luasnya batas-batas pengaruh sistem itu
b. Input dan Output dari sistem yang tercermin dalam keputusan-keputusan yang dibuat (Output) dan proses pembuatan keputusan (Input) di dalam

6 Http:// Pengaruh definisi.com/ pengertian_definisi_pengaruh_info2117.html
sistem tersebut.
c. Jenis dan tingkat diferensasi dalam sistem tersebut
d. Tingkat integrasi sistem politik yang mencerminkan tingkat efisiensinya.7
Dari ciri-ciri yang telah dijabarkan Easton ini, kita dapat mengidentifikasi sistem politik yang ada di Iran pasca revolusi Islam Iran dimana pada Saat Reza Pahlevi masih berkuasa, Imam Khomeini muncul sebagai tokoh Revolusi yang mendapatkan banyak dukungan dari berbagai pihak dan sebagian besar dari masyarakat Iran untuk menjadikan Iran sebagai negara Republik Islam (Input), maka tejadilah Revolusi yang berhasil menumbangkan Rezim Pahlevi , Revolusi inilah yang mengubah dan merombak habis sistem politik yang ada di Iran saat itu, dari monarki Sekuler ke Republik Islam Iran yang dipakai hingga saat ini, dan menjadikan negara Iran merupakan saah satu negara yang kontra terhadap AS.
3. Konsep Pembentukan Opini Publik
Bagi negara-negara barat, Revolusi Islam Iran merupakan ancaman besar karena setiap hari puluhan mullah mengkampanyekan paham anti barat kepada masayarakat Iran dan menghasut publik untuk membenci Komunisme Timur dan kapitalisme barat.2

7 Mc Andrews, Colin dan Mas’eod, Mohtar. Perbandingan Sistem Politik.hal.3-5
Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu. Ia bisa dijalankan dengan bentuk kekerasan ataupun tidak. Ukuran kecepatan suatu perubahan sebenarnya relatif karena revolusi pun dapat memakan waktu lama.

Misalnya revolusi industri di Inggris yang memakan waktu puluhan tahun, namun dianggap ‘cepat’ karena mampu mengubah sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat – seperti sistem kekeluargaan dan hubungan antara buruh dan majikan – yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Revolusi menghendaki suatu upaya untuk merobohkan, menjebol, dan membangun dari sistem lama kepada suatu sistem yang sama sekali baru.8
Revolusi Islam yang terjadi di Iran yang di pimpin Oleh Imam Khomeini sontak mengubah Iran dalam segala bidang baik itu bidang Politik dan Pemerintahan maupun ekonomi, sehingga hal ini berpengaruh terhadap hubungan luar negerinya, terutama dengan negara-negara barat.
E. Metodologi Penelitian
1. Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif, yaitu: metode dengan prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subyek atau obyek penelitian seseorang, lembaga, masyarakat dan lain-lain.
2 Kazhim, Musa dan Hamzah Alfian. Perang Dunia III di Pelupuk Mata Iran : Skenario penghabisan. Hal 58
2. Jenis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari hasil penelaahan berupa literatur-literatur, antara lain studi kepustakaan dan browsing di internet pada situs-situs yang terpercaya.

3. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian kepustakaan (Library Research) yaitu memanfaatkan perpustakaan
sebagai sarana dalam pengumpulan data, dengan cara membaca dan menelaah sejumlah literatur atau buku-buku ilmiah, diktat, majalah-majalah atau sumber bacaan lainnya yang memuat tentang konsep yang berkenaan dengan masalah yang diteliti, selain itu beberapa data juga di ambil dari media elektronik seperti penayangan berita di Televisi dan Browsing Internet.
4. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang akan digunakan adalah dengan teknik analisis kualitatif, dalam hal ini data yang telah diperoleh dideskripsikan dan dianalisa untuk kemudian dijabarkan dalam bentuk penjelasan yang lebih terperinci. Teknik tersebut mengemukakan bahwa analisis data kualitatif dilakukan dengan mengaplikasikan teori pada suatu situasi konkrit.

8 Kuhn, Thomas. The Structure of Scientific Revolution
5. Definisi Operasional
Definisi Operasional dari penelitian ini adalah:
a. Pengaruh
Pengaruh merupakan kekuasaan yang mengakibatkan perubahan perilaku
orang lain atau kelompok lain. Timbulnya revolusi Islam Iran yang mengubah banyak hal dalam negara Iran, telah banyak memberikan pengaruh-pengaruh positif maupun negatif bagi negara Iran itu sendiri baik pemerintahan dalam negeri maupun politik luar negerinya. Khsusunya bagi kelangsungan hubungannya dengan Amerika Serikat yang dulunya menjadi sebuah kekuatan besar yang mendominasi Iran
b. Revolusi Islam Iran
Revolusi Iran juga dikenal dengan sebutan Revolusi Islam, merupakan revolusi yang mengubah Iran dari Monarki di bawah Shah Mohammad Reza Pahlevi, menjadi Republik Islam yang dipimpin oleh Ayatullah Agung Ruhollah Khomeini, pemimpin revolusi dan pendiri dari Republik Islam. Sering disebut pula “revolusi besar ketiga dalam sejarah,” setelah Perancis dan Revolusi Bolshevik. Revolusi inilah yang telah banyak merubah prilaku Iran baik itu secara high politk maupun Low Politik.
c. Hubungan Diplomatik
Dalam Konvensi Wina, tidak di jelaskan secara gamblang apa definisi Hubungan Diplomatik, namaun dalam Konvesi Wina pasal 2 di sebutkan bahwa hubungan diplomatik menyatakan bahwa syarat-syarat dari hubungan diplomatik adalah pembentukan hubungan diplomatik antar negara, dan oleh misi diplomatik yang permanen, di bentuk berdasarkan kesepakatan bersama. Hal ini dapat diartikan bahwa hubungan diplomatik adalah tindakan secara resmi pemerintah yang terkait dengan negosiasi dan hubungan lainnya antar negara.
Sejak dulu antar Iran-AS telah terjalin hubungan dilomatik yang sangat erat, namun hubungan diplomatik itu menjadi melonggar setelah adanya Revolusi Iran.
F. Sistematika Penulisan
Sistematika Penulisan dalam penelitian ini akan meliputi lima bab, di mana
pembahasan dalam masing-masing bab akan di jelaskan serta di jabarkan lebih rinci ke dalam sub bab pembahasan. Adapun sistematika penulisan yang akan di jabarkan di dalam proposal ini antara lain:
BAB I, Pendahuluan yang berisi : Latar Belakang, Batasan dan Rumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian, Landasan Teori dan Konsep, Metodologi Penelitian dan Sistematika Penulisan
BAB II, Tinjauan Pustaka yang berisi : Penjelasan yang akan memaparkan referensi konseptual dan teoritis dari studi hubungan internasional yang relevan dengan permasalahan dalam penelitian ini. Juga dilengkapi dengan uraian dari data-data sekunder yang di dapat peneliti dalam mendukung terlaksananya penelitian ini.
BAB III, Gambaran Umum : Menjelaskan tentang latar belakang dan sebab-sebab munculnya Revolusi Islam Iran.
BAB IV, Analisis dan Pembahasan berisi : Analisis Pengaruh Revolusi Islam Iran (1979) terhadap memburuknya hubungan Iran – AS
BAB V, Kesimpulan berisi : Kesimpulan yang merupakan hasil dari analisis dan pembahasan yang memberikan gambaran masalah secara menyeluruh dari penelitian yang diambil.

DAFTAR PUSTAKA

BUKU

Mustafa, Abd Rahman. Iran Pasca Revolusi, Fenomena Pertarungan Kubu Reformis dan Konservatif, Kompas, Jakarta 2003

Mc Andrews, Colin dan Mas’eod, Mohtar. Perbandingan Sistem Politik, Gajah Mada University Press, Yogyakarta 2008.

Ankerl, Guy. Global communication without universal civilization. INU societal research. Vol.1: Coexisting contemporary civilizations : Arabo-Muslim, Bharati, Chinese, and Western. Geneva: INU

Kazhim, Musa dan Hamzah Alfian. Perang Dunia III di Pelupuk Mata Iran : Skenario penghabisan, Ufuk, Jakarta 2007

INTERNET

http://id.scribd.com/doc/90978719/hubungan-diplomasi di akses pada 12 Desember 2012

http://does.ewf.info/JTA.pdf di akses pada 5 desember 2012

http:// Pengaruh definisi.com/ pengertian_definisi_pengaruh_info2117.html di akses pada 10 Desember 2012

http://www.islamtimes.org/vdcaeinu049nww1.h8k4.html di akses pada 4 desember 2012

PDF

jbptunikompp-gdl-kriesnaadi-19846-6-babvnta, di akses pada 5 desember 2012

Kuhn, Thomas: The Structure of Scientific Revolution

Satori, Akhmad, 2007. Pergolakan Politik Iran: Perjalanan Nation State dari Monarki Ke Republik Islam, di akses di http://www.google.com/search/revolusi iran pada 23 November 2012

Utomo, Tri Cahyo : Akuntabilitas Program Nuklir Iran, hal 1-6. Di akses pada 5 Desember 2012

Winingsih, Sri, 2009 . Kebijakan luar negeri Iran, FISIP UI,. File PDF, di akses di http://www.google.com/search/Iranpascarevolusi. di akses pada 5 Desember 2012

Advertisements

6 thoughts on “My First Proposal: Pengaruh Negatif Revolusi Islam Iran (1979) Terhadap Hubungan Diplomatik Iran dan Amerika Serikat

  1. annyeong eonni..
    aku visit wp eonni ini sesuai permintaan eonni yang di page kyuyoung love team itu..
    hehehe..
    aku admni disana,… 🙂
    daebak loh eon! banyak banget ff karya eonni, aku memang belum baca semuannya, karena aku juga lagi nulis ff nih.. entar aku baca deh janji..
    oh ya eon, eonni seumuran dengan kakak kandung ku loh *gak nanya
    tapi dia ambil S1, eonni D3 HI kan?
    Oh ya, mian aku nyampah di postingan ini, karena kalau aku ngoment di ff, dah rame banget, takut gak di respon.. Arny imnida, 19 tahun, kuliah semester 3 jurusan biologi *gak nanya lagi

    Mampir juga ya eonn diwordpress ku : http://arnyjewels.wordpress.com/

    aku follow wp eonni ya… kalau eonni mau follow juga wp aku ne? soalnya masih sepi naget, padahal ff ku bejibun disaan *kasihandeh loe..
    :’D

    gomawo eonni, sukses untuk program menuju kelulusannya… Eonni pasti bisa..

    • Annyeong jg Chingu. bru buka blog ni. Sneng deh nambah 1 Good Readers n Follower lagi. maksh udh brkunjung dan mnghargai karyaku, lanjutan ITILY ny di tunggu aj y, jgn lupa jg baca krya author lainnx. Iy insha Allah q ngefollow wpx Chingu dan klo ad wktu baca FF buatan Chingu. ttep smangat y ngelola blogx. ntar jg bkal rame sndiri. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s