After Story APM “Come Back to Me” Part 2 Of 2 (Full Vers)


SiFany-Siwon-Tiffany-super-generation-super-junior-and-girls-generation-17286062-540-469

Judul     : A Perfect Marriage

Author  : Choi Runnisa

Cast       : Cho Kyuhyun

Choi Sooyoung

Other Cast: Simon Curtis, Nicole Jung

Genre    : Romantic

Annyeong….

Part ini adalah part terakhir dari episode ini. Pengennya sih Author tetap mau bikin AS APM episode lain……. Tapi itu juga kalau readers mau ini diterusin apa gak. PERHATIAN. Part ini sangat panjang (60 halaman), jadi siapkan popcorn sebanyak-banyaknya sebelum membaca Hehehe…. Yaudah…. itu aja dari author.  Selamat baca yaaa…. semoga suka @_@.

AS APM Part 2

“Bulan depan…. kita akan menikah Bulan depan! bagaimana menurutmu?” tanya Simon kepada Sooyoung dengan wajah berbinar-binar.

“Bu…Bulan depan?” Sooyoung setengah percaya. Berbeda halnya dengan Simon yang tampak berbinar-binar menyampaikan kabar yang menurutnya ‘kabar bahagia’ itu, Sooyoung malah terkejut luar biasa, wajahnya tiba-tiba mendung mendengar ia akan menikah bulan depan, harapannya sirna seketika, entah harapan seperti apa.

“Yeah…. Im Sorry Honey. Aku terlalu banyak menunda waktu pernikahan kita hanya karena pekerjaan. Tapi sekarang aku berjanji, bulan depan kita benar-benar akan menikah, I Promise. Bagaimana? kau suka kan Honey?” lagi-lagi Sooyoung tak bisa menjawab dan lagi-lagi hanya air mata yang ia keluarkan, dan Simon menganggap itu semua adalah air mata bahagia. Dengan senyum yang masih mengembang di bibirnya, Ia hapus air mata kedua pipi Sooyoung sambil tersenyum tulus lalu meraih dan mengecup lembut kedua tangan wanita yang sangat dicintainya itu, setelah itu ia membawanya ke dalam pelukannya yang hangat walau itu tak berhasil menghangatkan hati Sooyoung yang sudah membeku.

Sementara itu, masih di dalam mobil derai air mata terus membasahi pelupuk mata pria yang bernama Kyuhyun itu, ia mencoba untuk mengalihkan pandangannya, ia tak sanggup menghadapi kenyataan bahwa wanita yang paling ia cintai seumur hidupnya benar-benar telah menjadi milik orang lain. Ia sadar sebagai seorang pria ia tidak boleh cengeng, ia hapus air matanya dan mencoba untuk sekuat tenaga untuk tak mengeluarkannya lagi, walaupun sebenarnya rasa sakit di hatinya tak pernah berkurang sedikitpun bahkan terus bertambah dan bertambah.

Ia lalu menoleh ke belakang, yaa di belakang sana kedua putra kembarnya, buah cintanya dengan Sooyoung, masih terlelap di kursi belakang mobilnya, sejenak ia tersenyum tipis memandangi wajah polos kedua putra kecilnya yang lucu dan menggemaskan itu, yaa melihat mereka mengobati sedikit luka di hati Kyuhyun. Iapun memutuskan untuk membawa mereka masuk ke dalam rumah segera. Ia gendong tubuh kedua bocah itu bersamaan di kedua tangannya dan melangkah mendekat pintu gerbang rumah yang berada di belakang Sooyoung dan Simon berdiri.

“Maaf…. bisakah aku masuk sebentar? Aku harus membawa mereka masuk” ucap Kyuhyun dingin tanpa benar-benar melihat wajah dua orang yang ada di hadapannya.

“Ohh, Mr. Cho!! apa mereka sedang tertidur?”tanya Simon yang sempat terkejut dengan kehadiran Kyuhyun.

“Yaa… tadi aku membawa mereka jalan-jalan, dan sepertinya mereka kelelahan hingga tertidur, aku tidak tega membangunkan mereka, jadi kuputuskan membawa mereka saja ke dalam” jelas Kyuhyun dengan memasang senyuman hambar di wajahnya. Sementara itu di hadapannya kini, Sooyoung masih berada dalam rangkulan pria Amerika itu, ia bahkan terus menunduk tanpa ingin melihat ke arah Kyuhyun.

“Bo…bolehkah??” tanya Kyuhyun sambil menatap Sooyoung dengan tatapan sayu namun dalam, dan kini Sooyoung balik menatap Kyuhyun dengan tatapan kosong tanpa menjawab permohonan izin dari Kyuhyun itu. Suasana hening sempat tercipta untuk beberapa saat, namun kemudian akhirnya dibuyarkan oleh Simon.

“Oohh… sepertinya kau kesulitan Mr. Cho biar aku bantu membawa salah satu dari mereka ke dalam” ucap Simon sambil meraih salah satu dari anak kembar yang ada dalam gendongan Kyuhyun dan membawanya ke dalam gendongannya. Keduanya lalu masuk ke dalam rumah Sooyoung dengan masing-masing menggendong satu anak, dan menaiki tangga menuju kamar Min-San yang ada di lantai dua, bukannya mengikuti keduanya, Sooyoung malah buru-buru berjalan ke arah toilet dan membiarkan Kyuhyun dan Simon membawa Min-San ke atas.

Setelah Sooyoung ke luar dari toilet, ia telah menemukan Kyuhyun dan juga Simon menuruni tangga sambil bercakap-cakap, Simon bahkan tampak merangkul Kyuhyun begitu akrabnya, dan Sooyoung terkejut akan hal itu.

“Hahaha…. ini sungguh lucu, kau adalah mantan suami dari calon istriku, dan kau orang pertama yang tau tentang pernikahan kami, hahaha…!” ucap  Simon kepada Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun hanya tampak tersenyum paksa.

“Eoh… honey! Kau dengar itu? orang yang mengetahui rencana pernikahan kita bukanlah Soojin, ataupun orang tuaku, tapi malah mantan suamimu, lucu… ini sungguh lucu…hahaha” Tawa Simon di hadapan Sooyoung yang masih berdiri di depan tangga.

“Yeah, ini memang lucu dan cukup mengejutkan, Kalau begitu, aku ucapkan selamat untuk pernikahan kalian….” ucap Kyuhyun getir sambil mengulurkan tangannya menyalami Simon. dengan senyuman mengembang di bibirnya Simon pun menyambut salaman Kyuhyun dan memeluknya tanda bersahabat. Setelah berpelukan dengan Simon, Kyuhyun lalu melihat ke arah Sooyoung yang berdiri mematung. Ia ragu akan menyalami Sooyoung, tapi ia rasa ia memang harus menyalaminya, untuk sesaat mereka saling menatap, Kyuhyun menatap Sooyoung dengan mata berkaca-kaca, begitu pula sebaliknya. Kyuhyun pun akhirnya mengulurkan tangannya untuk menyalami Sooyoung. Untuk beberapa saat Sooyoung masih mematung, namun kemudian iapun membalas uluran tangan Kyuhyun.

“Selamat… atas pernikahanmu…” lirih Kyuhyun, dan itu membuat air mata Sooyoung hampir saja tumpah ruah, namun sekuat tenaga ia bendung karena ia sadar ia tidak mungkin menampakkannya di hadapan Simon. Dan seakan sadar dengan prilaku yang tak seharusnya mereka tampakkan di hadapan Simon, Sooyoung buru-buru melepaskan tangannya dari tangan Kyuhyun dan kembali memalingkan wajahnya.

“Kalau begitu… aku pamit pulang dulu….” ucap Kyuhyun pelan.

“Mr. Cho, kenapa buru-buru? Mari kita mengobrol-ngobrol sebentar sambil menikmati kopi buatan Sooyoung yang super enak” sejenak Kyuhyun terdiam, Sooyoung tetap menunduk.

“Im Sorry Mr. Curtis, aku harus segera pergi dari sini”

“Aaahhh.. I know, lagi-lagi aku lupa kau adalah seorang artis terkenal yang memiliki segudang aktifitas, baiklah sepertinya lagi-lagi aku tidak bisa menahanmu, tapi aku harap di lain kesempatan kita bisa menghabiskan waktu untuk mengobrol”

“Yeah…. aku harap begitu”

“Dan kau harus ingat, kau adalah orang pertama yang aku undang dalam pernikahan kami, jadi tidak perduli jadwalmu sepadat apapun, kau harus menyempatkan diri menghadiri acara kami, Okay?”

“Yaaah, aku usahakan untuk bisa datang….. kalau begitu aku permisi dulu…” ucap Kyuhyun lalu buru-buru keluar dari rumah Sooyoung, meninggalkan Sooyoung bersama dengan Simon.

*****

Kyuhyun’s POV

Seminggu sudah aku meninggalkan kota New York untuk melakukan jadwal tourku di luar kota, semuanya cukup melelahkan tapi setidaknya aku bisa melupakan masalahku. Sekarang aku sedang ada di kota San Fransisco, selama sehari aku  disini, selama itu pula aku di padatkan dengan berbagai aktifitas yang sungguh melelahkan, Malam harinya aku manfaatkan waktuku untuk menelepon Min – San, karena aku sungguh merindukan dua jagoan kecilku yang sudah seminggu kutinggalkan itu, Akupun segera mengambil ponsel ku dan menelepon mereka.

Setelah bunyi nada sambung, telepon pun di angkat dan yang mengangkatnya adalah seorang wanita yang suaranya sangat aku kenali.

“Hallo….” ucapnya dan aku malah terdiam sesaat mendengar suaranya.

“Hallo…” ucapnya sekali lagi

“Hallo…. “ jawabku, entah karena mendengar suaraku, tiba-tiba kali ini ia yang terdiam.

“I… Ini dengan siapa?” tanyanya,

“Aku… Cho Kyuhyun” jawabku, dan lagi-lagi ia terdiam, akupun ikut diam.

“Eomma!! Apa yang menelepon itu Appa?” tanya suara anak kecil yang terdengar berada di sebelahnya, sepertinya wanita itu langsung memberikan teleponnya kepada Min – San.

“Hallo…. Appa!!” ucap suara anak kecil dari seberang sana yang terdengar antusias.

“Kyungmin-aa!!” panggilku.

“Isssh, Apaa! Ini Kyungsan” protesnya.

“Aaaah, Kyungsan-aa. Kalian kenapa bisa langsung tau kalau Appa yang menelepon?”

“kan Appa sendiri yang bilang tadi pagi kalau jam 9 Appa akan menelepon, dan ini sudah jam 9 Appa”

“Oh iyaa… kalian sungguh anak yang pintar”

“Appa kapan pulang? Kami sangat merindukan Appa”

“Nado…. Chingu-yaa…. seminggu lagi Appa akan pulang”

“Seminggu? Kenapa lama sekali?”

“Maaf sayang, Appa harus bekerja. Tapi Appa berjanji akan membawakan kalian hadiah, kalian mau hadiah apa?”

“Terserah Appa saja, kami suka semua hadiah apapun dari Appa”

“Haha…. kalian memang anak pintar, oh iya…. kabar Eomma dan Soojin Gommo bagaimana??”

“Hmmh, Soojin Gommo jarang sekali pulang ke rumah, tapi kalau dia di rumah, dia pasti akan memarahi kami”

“Heeei, tidak boleh begitu, Soojin Gommo sebenarnya sangat baik, lalu bagaimana dengan Eomma?”

“Eomma?….” terdengar suara seseorang, menyuruh Kyungmin untuk diam.

“Eomma sekarang sedang ada bersama kami, Eomma tidak bicara apa-apa dan hanya mendengarkan suara Appa”

“Yyaa!! anak nakal!!” suara seseorang yang kukenali dari seberang sana, ia berusaha memelankan suaranya namun aku masih dapat mendengarnya.

“Eommaa! Kenapa pergi? Eomma tidak ingin bicara dengan Appa?” tanya min – san bersamaan

“Eoh, Eomma mau mandi dulu” jawabnya.

“Yaaa, Appa. Eomma mau mandi dulu jadi tidak bisa bicara dengan Appa”

“Tidak apa-apa….”

“Appa…. kenapa Appa tidak pernah mengobrol dengan Eomma?”  lagi-lagi Kyungsan menanyakan pertanyaan kritis itu.

“Karena…. karena kami sama-sama sibuk, apa lagi Appa sekarang sedang di luar kota jadi mana mungkin mengobrol dengan Eomma….” jawabku pelan-pelan.

“Appa harus mengajak Eomma mengobrol, akhir-akhir ini Eomma sering sekali menangis”

“Jinjja?? Kenapa bisa begitu?”

“tidak tau Appa…. setiap malam kami selalu melihat Eomma menangis, mungkin dia sedang merindukan Appa” hatiku jadi tergugah mendengarnya.

“Tidak mungkin sayang…. Eomma pasti tidak akan mau mengobrol dengan Appa, lagi pula Appa kan sedang di luar kota jadi tidak mungkin menemui Eomma”

“Kenapa tidak bisa? kan Appa bisa menelepon Eomma seperti menelepon kami” lagi-lagi ini pertanyaan menjebak

“Aaaahhh…. itu…. Appa tidak punya nomor handphone Eomma” tentu saja itu bukan alasan, dan aku rasa mereka cukup pintar untuk tidak menerima alasan itu.

“Appa mau nomor handphone Eomma?”

“Eoh? Untuk Apa?”

“Isssh, Appa ini bagaimana? tentu saja biar Appa bisa sering-sering mengobrol dengan Eomma”

“Mmmm tidak usah! nanti Eomma bisa marah pada kalian”

“Tidak akan Appa… Eomma tidak pernah memarahi kami…. Gommo!!” teriak Kyungmin kepada Soojin Noona yang mungkin sedang melewati mereka.

“Ada Apa?” Suara Soojin terdengar ketus seperti biasanya ia sedang berbicara denganku.

“Bisakah Gommo menuliskan nomor Handphone Eomma di sini?”

“Untuk Apa?”

“Itu urusan laki-laki Gommo” ucap mereka berbarengan dan membuatku geli mendengarnya, bagaimana mungkin anak berusia empat tahun bisa berkata seperti itu?

“Omo! Yyaa! dari mana kalian bisa mendapatkan kata-kata norak seperti itu? itu bukan perkataan yang baik Arasseo?!”

“Nee… Gommo!!”

“Heei… aku kan sudah pernah bilang pada kalian jangan panggil aku Gommo? Panggil aku Aunty, Arrasseo?!”

“Yes, Aunty!!”

“Bagus… sini aku tuliskan, setelah itu jangan ganggu aku lagi ya!” sesaat kemudian Min – San kembali berbicara denganku lagi.

“Hallooo, Appa… kami sudah punya nomor Eomma, di catat yaa…”

“Cish… dasar anak-anak nakal, baiklah” akupun menyiapkan pulpen dan kertas dan menuruti kemauan mereka untuk mencatat nomor handphone Sooyoung.

“catat ya Appa…. 081XXXXX…. Appa jangan lupa telepon Eomma ya!”

“Mmm… baiklah Appa akan usahakan”

“Kenapa harus di usahakan Appa? Appa kan hanya perlu menekan tombol di handphone Appa, seperti menelepon kami” Cish, tidak semudah itu Min – San aah.

“Baiklah… kalau begitu kalian tidurlah, sudah malam kalian besok harus sekolah”

“Daa daa… Appa, Good Night. Jangan lupa menelepon Eomma ya!”

“OK. Good Night Guys! Have a nice dream!” ucapku untuk terakhir kalinya, setelah itu mereka menutup teleponnya. Aigooo…. anak-anak itu membuatku galau saja… aku tidak tega menolak permintaan mereka. Tapi apakah aku harus menelepon Sooyoung, bukankah dia sudah tidak ingin berurusan denganku lagi? Tapi apa benar yang di katakan Min – San? Apa Sooyoung sering menangis? Ada apa dengannya? Apa dia merasa menderita? Wae? Mungkinkah….

******

Setelah cukup lama berpikir keras untuk menelepon Sooyoung atau tidak, entah kenapa aku jadi benar-benar ingin meneleponnya, aku rasa aku memang harus mendengar suaranya, akhirnya ku putuskan untuk meneleponnya.

Tuuuut Tuuuut….. bunyi RBT beberapa saat, setelah itu diangkat dan tentu saja aku kenal betul dengan suara itu.

“Hallo….” ucapnya, dan suasana itu kembali tercipta, aku terdiam mendengar suaranya.

“Hallo….” ucapnya lagi…

“Ha… halo….” kuberanikan diri untuk memperdengarkan suaraku.

“Kau…?” tanyanya. Ia pasti sudah tau aku

“Yaaa… i… ini  aku Kyuhyun, Maafkan aku jika aku mengganggumu, tapi Kyungmin dan Kyungsan menyuruhku untuk meneleponemu, dan sungguh aku tidak  bisa menolaknya” jelasku panjang lebar.

“Yaa…. aku tau….” jawabnya singkat.

“Apa kabar? Apa kau baik… baik saja?”

“Nee…. aku… aku baik-baik saja” ucapnya datar

“Apa… aku mengganggumu?”

“Anny…. aku tidak merasa terganggu sama sekali”

“Boleh aku mengucapkan sesuatu?”

“apa?”

“Terima kasih karena masih mau bicara padaku…” ia diam dan terdengar suara isakan dari seberang sana.

“Soo…. kau kenapa?”

“Aku tidak apa-apa, hanya… sedikit Flu”

“Soo….” panggilku pelan

“Wae?”

“Sekali lagi,,, Aku ucapkan…. selamat atas pernikahanmu, aku tau Simon pria yang baik, kau akan bahagia jika bersamanya dan aku minta maaf jika aku sempat berniat menghalangi kebahagiaanmu” tidak terasa air mataku menetes saat mengucapkannya…

Sooyoung’s POV

“Sekali lagi,,, Aku ucapkan…. selamat atas pernikahanmu, aku tau Simon pria yang baik, kau pasti akan bahagia jika bersamanya” ucapannya itu sungguh menyiksa batinku, aku hanya bisa menutup mulut berharap agar suara tangisanku tak terdengar olehnya.

“Hallo…. Soo…. apa kau baik-baik saja?” tanyanya terdengar khawatir karena aku tak menjawabnya. Setelah berusaha keras menahan tangisku, akupun menjawabnya.

“Aku… tidak apa-apa… aku baik-baik saja” ucapku.

“Aku berjanji, aku tidak akan mengganggu hubungan kalian, tapi satu yang aku minta tolong izinkan aku menjadi ayah yang baik bagi Kyungmin dan Kyungsan”

“Yaa… tentu saja, kau memang harus menjadi ayah yang baik bagi mereka, karena mereka sangat menyayangi Appanya”

“Soo-aah”

“Nee….!” aku masih berusaha membuat suaraku bisa terdengar senormal mungkin

“Haruskah aku hadir di acara pernikahanmu?” ku dengar kini suaranya semakin bergetar. Kyu-aah apa yang kau lakukan? Kenapa kau harus menanyakan sesuatu yang jelas-jelas hanya akan membuatmu semakin terluka terlebih lagi aku?

“Simon… bukankah sudah mengundangmu? Te…tentu saja kau harus memenuhi undangannya” ucapku terbata

“Yeah… aku tau Simon menginginkanku untuk datang, tapi apa kau juga menginginkannya?” aku diam beberapa saat.

“Nee…. kau harus datang” jawabku kemudian walau dengan sangat berat hati.

“Syukurlah kalau begitu, aku tidak akan ragu lagi… aku… pasti akan datang” ucapannya itu,,, walaupun terdengar rela tapi kenapa sekarang aku yang merasa tidak rela? Kenapa aku malah mengharapkan dia mengatakan ucapan ‘jangan menikah dengannya’, ppabo-ya… apa yang kau pikirkan Choi Sooyoung? semua itu tidak mungkin meskipun kau benar-benar menginginkannya.

“Ya sudah kalau begitu, aku tutup dulu teleponnya, selamat malam Sooyoung-aah”

“Selamat malam” ucapku, hingga akhirnya panggilan telepon itupun terputus bersamaan dengan putusnya harapanku.

****
Seminggu kemudian

Pagi-pagi lebih awal dari biasanya, aku beserta kedua putra kembarku sudah berdiri di
depan rumah menunggu Taxi, yaa hari ini kami harus pergi menggunakan taxi karena kedua
mobil di rumah ini tidak sedang tidak ada ditempat, mobil yang satunya masuk bengkel dan yang satunya lagi di bawa keluar kota oleh Soojin Eonnie, dan Simon juga ada dinas ke luar negeri sehingga tidak bisa mengantar
kami seperti biasanya, jadi Aku akan mengantar Min – San ke sekolah setelah itu
pergi ke kantor.

“Eomma… kenapa Taxi nya lama sekali? aku lelah berdiri” rengek Kyungmin.

“Yaa… aku juga” tambah Kyungsan

“Sabar sayang, sebentar lagi Taxi nya akan segera datang” Tak lama kemudian, sebuah mobil Ford silver berhenti di hadapan kami.

Jendela mobil terbuka dan terlihat orang yang
ada di dalamnya.

“Eoh, itu Appa!!!” seru Min – San antusias.

Kyuhyun pun membuka pintu mobil dan keluar.
“Appa…. Appa pulang! Appa pulang!!” seru Min – San dan kemudian berhambur ke arah
Kyuhyun. Kyuhyun pun menyambut mereka dan
membawa mereka ke dalam gendongannya

“Appa seperti super man si penyelamat dunia” ucap Kyungsan

“Hahaha…. kenapa Appa bisa jadi super man? Appa tidak melakukan apa-apa”

“Kami sudah kelelahan menunggu Taxi tapi tidak ada yang lewat, dan Appa datang
sebagai penyelamat kami”
“Ahhh, begitu yaa?” sejurus kemudian ia melihat ke arahku yang sejak tadi hanya diam
saja. Seperti dua orang asing yang baru saja saling mengenal, ia hanya mengulumkan senyumannya kepadaku dan membukukkan badan khas korea, meskipun merasa kecewa
akan sikap Kyuhyun tapi ku coba untuk membalas senyumannya dan juga membungkukkan badan padanya. Baru kusadari Kyuhyun di dalam mobil tidak sendirian, ada orang lain di mobilnya, orang
itu lalu menampakkan diri dengan keluar dari mobil, dia adalah seorang wanita cantik
berperawakan Asia, dari dandanannya ia tampak begitu modis dan elegan dengan kaca
mata hitam yang menutupi matanya, tubuhnya bebalut busana mantel bulu berwarna coklat yang pas dengan tubuhnya, rambutnya yang pendek dan bob membingkai wajah cantiknya
dengan sempurna, ia kemudian berdiri di samping Kyuhyun lalu membuka kaca mata hitamnya lalu ia sangkutkan di kepalanya.

“Aaah, jadi mereka orang spesial yang ingin kau temui, sampai-sampai kau rela dari bandara langsung datang kemari?” tanya
wanita itu kepada Kyuhyun menggunakan bahasa korea yang cukup lancar, yang menandakan dia orang korea juga.

“Yeah… merekalah yang sering ku rindukan saat kita tour ke luar kota dua minggu ini.
Mereka adalah dua putra kembarku, yang ini Kyungmin dan yang ini Kyungsan” ucap Kyuhyun sambil menurunkan Min – San dari gendongannya.

“Ooh hai Kyungmin hai Kyungsan, I’m Nicole Jung. Senang bertemu dengan pria-pria tampan seperti kalian” Kyungmin dan
Kyungsan sejenak diam dan menatap tajam wanita yang bernama Nicole Jung itu, aku tau
betul arti tatapan mereka itu berarti mereka tidak menyukainya.

“Ahjumma kenapa menumpang di mobil Appa kami? Apa Ahjumma tidak punya mobil
sendiri?” mendengar tanggapan yang tidak bersahabat dari Min – San itu membuat wajah Nicole berubah cemberut, tapi sejurus
kemudian ia terlihat memaksakan diri untuk
tersenyum.

“Aaah, anak pintar. Kalian juga sungguh tampan seperti Appa kalian” ucapnya sambil
menyentuh kepala dan mengacak pelan rambut keduanya.

“Issh, Ahjumma jangan menyentuh rambutku, Ahjumma membuat rambutku kusut” protes
Kyungsan sambil menepis tangan Nicole dari kepalanya. Melihat tanggapan yang lagi-lagi
tak bersahabat dari Kyungsan itu membuat Nicole hanya meringis, dan aku tau dia pasti mulai kesal dengan tingkah Min – San itu.
Sesaat kemudian pandangan Nicole beralih ke arahku, dan pandangan kami saling bertemu.

“Dia….?” tanyanya pada Kyuhyun sambil menunjuk ke arahku

“Dia… Ibunya Min – San” Nicole bengong sesaat namun kemudian ia tersenyum.

“Aaaah, aku tau kalian sudah berpisah kan?….”
Aku dan Sooyoung sama-sama diam

“Anyeong haseyeo, Nicole Jung Imnida. Aku juga berasal dari korea Aku adalah designer
pribadi sekaligus teman dekatnya Kyuhyun Oppa, sejak SMU dulu” Sapanya padaku sambil
membungkuk. Teman dekat? Wanita cantik itu apakah pacarnya Kyuhyun?

“Anyeong haseyo. Choi Sooyoung Imnida” balasku singkat.

“Appa…. ayo kita cepat ke sekolah nanti kita terlambat” ucap Min – San, sambil menarik-narik tangan Kyuhyun. Saat mereka akan
masuk mobil aku masih diam mematung di tempatku.

“Eomma, kenapa diam disitu?ayo masuk mobil!!” panggil Min – San, aku ragu karena tidak enak pada Kyuhyun, menyadari sikap
Kyuhyun yang tampak dingin padaku, aku merasa jadi seperti orang lain di sini.

“Ayolah Eomma!!” Min – San menarikku ke dalam mobil tapi sebelum masuk mobil Min –
San sempat-sempatnya protes kepada Nicole karena melihat Nicole duduk di kursi bagian
depan, di samping Kyuhyun.

“Ahjumma… kenapa duduk di samping Appa kami? Itu kan tempatnya Eomma?” aku dan Kyuhyun sontak terdiam dan salin memandang sejenak.

“Apa?” Nicole tampak tak percaya.

“Eomma harus duduk di samping Appa” Nicole kembali meringis tak senang, tapi dia tidak mungkin menampakkan kekesalannya di hadapan Kyuhyun.

“Anak-anak, Eomma duduk di belakang saja ya bersama kalian. Bukankah kalian ingin duduk
bersama Eomma?” Min – San berpikir sejenak.

“Kalian mau kan duduk di samping Eomma?”
mereka akhirnya mengangguk dan kamipun masuk ke dalam mobil.

Author’s pov

Kyuhyun terus melajukan mobilnya menuju
sekolah Min – San, selama perjalanan, Nicole terus saja mengajaknya mengobrol dan ia
hanya akan menanggapinya dengan senyuman. Ia memang sibuk menyetir di depan, tapi matanya selalu memandangi kaca
yang ada di depannya, lebih tepatnya memandangi seseorang yang ada di belakangnya.
Seseorang itu kini diam dan terus menatap keluar kaca jendela mobil. Kyuhyun terus dan
terus memandanginya, karena ada begitu banyak hal yang ingin ia utarakan walaupun sebenarnya tak mungkin, ia harus berusaha
bersikap dingin pada Sooyoung agar bisa menyembunyikan perasaannya yang
membuncah.

Mobil ford silver itu kemudian
berhenti di depan sekolah Min – San dan merekapun turun, awalnya Sooyoung juga ingin turun dari mobil Kyuhyun mengikuti anak-anaknya, ia tidak ingin menjadi orang ketiga di dalam mobil itu setelah Min – San tak ada.

“Eomma, kenapa ikut turun? Bukankah Eomma mau pergi ke kantor?” Tanya Kyungmin

“Eomma juga turun disini saja bersama kalian, nanti Eomma naik Taxi lagi ke kantor”
Sooyoung beralasan.

“Eomma di sini saja, biar Appa yang mengantarkan Eomma ke kantor, iya kan Appa?”

“Ne…!” Kyuhyun sedikit tergagap dan mengangguk cepat, dan lagi-lagi Sooyoung menangkap ada ekspresi tidak senang yang di
tampakkan Nicole saat mengetahui ia masih bertahan di dalam mobil. Dengan terpaksa
Sooyoung bertahan di dalam mobil Kyuhyun dan dalam diam Kyuhyun kembali menjalankan
mobilnya membawa kedua wanita itu. untuk beberapa menit perjalanan semuanya diam
dan sibuk dengan pikiran masing-masing, Kyuhyun yang berusaha untuk bersikap dingin
pada Sooyoung walau sebenarnya ia ingin sekali bicara dengannya, Sooyoung yang sibuk
memikirkan kedekatan antara Kyuhyun dan Nicole berusaha mengalihkan perhatiannya,
dan Nicole yang merasa bahwa telah terjadi sesuatu antara Kyuhyun dan Sooyoung di balik
kebisuan mereka, ia dapat melihat dari cara Kyuhyun menatap mantan istrinya masih
menunjukkan ia masih menyimpan perasaan yang dalam padanya, tapi ia tidak akan tinggal
diam begitu saja, yang ia inginkan saat ini adalah wanita itu bisa segera lenyap dari pikiran Kyuhyun, sudah cukup lama ia
memendam rasa pada pria itu, dan mereka sudah cukup dekat selama dua tahun terakhir ini, bahkan dari SMA pun ia menyimpan perasaan itu, namun saat itu Kyuhyun juga mempunyai pacar sehingga tidak memungkinkan baginya untuk memilikinya, saat itu ia masih bisa terima karena pacar Kyuhyun di SMA dulu itu adalah sahabat baiknya, iapun memutuskan untuk melupakan
Kyuhyun dan kuliah di AS, tapi tidak dengan sekarang, kali ini ia tidak mau seorangpun
mengganggu hubungannya dengan Kyuhyun terutama wanita yang ia anggap hanya menjadi bagian dari masa lalu Kyuhyun itu

“Soo,, kantormu dimana?” tanya Kyuhyun akhirnya.

“di 88 street” jawab Sooyoung singkat. Tanpa berkata apa-apa Kyuhyun lalu melajukan mobilnya menuju jalan yang di maksud Sooyoung.

“Oppa… hari ini kan Oppa tidak punya jadwal khusus, bagaimana kalau nanti siang kita makan bersama?” ajak Nicole kemudian.

“Maaf Nicole-aah, nanti siang adalah jadwalku menjemput Min – San untuk mengajak mereka
makan siang, dan itu sudah tidak bisa diganggu gugat”

“Yaaahh, begitu ya? Kalau begitu, nanti malam makan malam denganku ya!” Kyuhyun berpikir
sejenak.

“Baiklahh…” jawab Kyuhyun.

****

Mobil Kyuhyun kemudian berhenti di depan sebuah rumah yang menandakan Nicole harus
turun. Untuk sesaat Nicole diam di tempat duduknya.

“Heei, apa yang kau lakukan?kita sudah sampai di rumahmu”

“Aaah, Oppa. dua minggu bersama Oppa, aku jadi berat berpisah dengan Oppa, hehehe”
manja Nicole.

“Cish, yaa. Sudah jangan berlebihan begitu, berhentilah bersikap manja karena kau bukan
anak kecil lagi. kau tidak mungkin mengintiliku kemanapun aku pergi kan?” Nicole
mengerucutkan bibirnya.

“Tapi Oppa janji yaa, nanti malam kita makan malam bersama”

“Yaa…” jawab Kyuhyun malas. Nicole tersenyum senang lalu tiba-tiba ia mengejutkan Kyuhyun dengan mengecup pipinya kilat. Saking terkejutnya, Kyuhyun
hanya bisa diam memandang tak percaya kepada gadis itu.

“Daa… daa.. Oppa, sampai ketemu nanti malam Ya!” ucap Nicole lalu keluar dari mobil
Kyuhyun sambil menyunggingkan
senyumannya, Kyuhyun masih diam dan bingung apa harus diperbuatnya, sedangkan
Sooyoung yang masih duduk di kursi belakang mobil, hanya diam dan memasang wajah yang
sangat datar, ia berusaha untuk tidak perduli dengan apa yang barusan dilihatnya, tapi tetap saja hatinya tak bisa berbohohong,
bagaimanapun rasa cemburu itu masih sangat jelas terasa di hatinya, namun ia harus sebisa
mungkin menutupinya.
Masih dengan rasa terkejutnya, Kyuhyun hanya bisa memegangi pipinya yang dicium oleh
Nicole, jujur ia bingung harus berbuat apa, antara ingin marah tapi juga tak ingin
menampakkannya di hadapan Sooyoung. Kedua orang yang kini berdua di dalam mobil itu hanya saling berdiam diri, ada banyak hal yang sebenarnya ingin diungkapkan oleh keduanya, tapi keadaan memaksa keduanya
untuk tetap menyembunyikan perasaan masing-masing.

“Maaf, soal yang tadi. Nicole….” penjelasan Kyuhyun segera terpotong

“Gwenchana, tidak ada yang perlu di jelaskan aku bisa mengerti kalian” ucap Sooyoung
dingin.

Beberapa menit kemudian, tiba-tiba Sooyoung minta di turunkan di tengah jalan.

“Berhenti di sini!” seru Sooyoung, awalnya Kyuhyun ragu untuk menghentikan mobilnya,
tapi Sooyoung kembali berseru.

“Kenapa berhenti di sini? ini masih bukan kantormu kan?” tanya Kyuhyun,

“tidak apa-apa, kantorku sudah dekat tinggal beberapa ratus meter, aku harus membeli
sesuatu di toko itu dulu” Sooyoung beralasan, ia berusaha menampakkan senyumannya.

“Aku akan menunggumu di sini sambil kau membeli keperluanmu setelah itu kau akan ku antar ke kantormu”

“Tidak usah!” Sooyoung terdengar tegas, hingga membuat Kyuhyun terdiam.

“Jeongmal… aku benar-benar harus turun di sini, terima kasih atas tumpangannya” ucap Sooyoung kemudian buru-buru turun dari mobil Kyuhyun, sebelum sempat Kyuhyun
menahannya.

Setelah turun dari mobil sambil menundukkan kepalanya Sooyoung berjalan cepat, tapi
bukannya memasuki toko yang ia maksudkan, tapi ia malah menyebarang jalan, dan itu
membuat Kyuhyun bingung. Saking terburu-burunya berjalan menyeberangi jalan, Sooyoung malah membuat kekacauan di
jalanan, banyak kendaraan yang mengerem mendadak karena hampir menabraknya, berkali-kali pengguna jalan memaki-makinya. Kyuhyun yang melihat itu tentu saja tidak
tinggal diam, ia sungguh khawatir akan keadaan Sooyoung. Segera ia turun dari mobilnya dan mengejar Sooyoung.

“Sooyoung-aa” Panggilnya, namun tak di perdulikan Sooyoung yang tetap berjalan cepat mengitari trotoar jalan. Sooyoung yang menyadari Kyuhyun masih mengikutinya dari belakang mempercepat langkahnya, lalu berakhir dengan bersembunyi di balik pohon besar. hingga Kyuhyun akhirnya berhenti mengikutinya.

****

Malam ini, Sooyoung lembur dan pulang larut, setelah pulang ke rumah hal pertama yang ia lakukan adalah mendatangi kamar kedua putra kembarnya yang hampir seharian ini tak ditemuinya, hanya sekedar memberikan ciuman selamat malam kepada keduanya seperti yang biasanya ia lakukan. Namun betapa terkejutnya Sooyoung ketika menyentuh kening dari salah satu putra kembarnya yaitu Kyungsan yang terasa panas. Sooyoung panik luar biasa, yang ada di benaknya sekarang adalah kejadian 2 tahun lalu saat Kyungsan berusia 2 tahun, ia juga mengalami demam tinggi dan ternyata di diagnosis menderita demam berdarah. Kepanikannya itu bertambah karena ia sadar kali ini tidak ada yang bisa ia mintai tolong, Soojin dan Simon yang menjadi kerabat terdekatnya di Amerika sedang dinas keluar kota. Ditengah-tengah kepanikannya itu, tiba- tiba handphonenya berdering, dan entah seseorang telah memberitahunya, Kyuhyun tiba-tiba meneleponnya, tanpa pikir panjang lagi segera saja ia mengangkatnnya.

“Kyu… Hiks.. Hiks…” Tangis Sooyoung langsung meledak ketika itu.

“Soo… ada apa?” Kini Kyuhyun menjadi panik.

“Kyu… tolong aku…. tolong selamatkan putra kita… hiks hiks…”

“A….ada apa? Soo… ada apa dengan putra kita? Tolong bicaralah pelan-pelan”

“Kyungsan Kyu… Kyungsan sakit… demamnya tinggi sekali… aku takut sekali Kyu”

“Kyu… Kyungsan sakit?…. Tenang Soo… aku akan segera ke sana!” ucap Kyuhyun lalu segera menutup teleponnya dan melajukan mobilnya menuju rumah Sooyoung. Setelah itu
membawa Kyungsan ke rumah sakit.

*****

“Hiks… hikss.. hikss…!! Ottokke?! Aku tidak ingin kehilangan putraku Kyu… Ottokke??” tangis Sooyoung di dalam pelukan Kyuhyun, sesaat setelah Kyungsan masuk ruang UGD dan mereka berdiri di depannya.

“Semuanya akan baik-baik saja.. putra kita adalah anak yang kuat,, dia pasti akan selamat”

“I…ini sudah yang kedua kalinya dia sakit seperti ini, aku bukan ibu yang baik Kyu… aku gagal menjaga mereka”

“Ssshh… kau jangan bicara seperti itu… Kau adalah ibu terbaik di dunia. seharusnya akulah yang patut di persalahkan dalam hal ini. Uljima…” ucap Kyuhyun lembut sambil mengusap lembut kepala Sooyoung.

Keduanya lalu duduk di kursi tunggu rumah sakit. dengan rasa ketakutannya yang masih sangat, Sooyoung terus menggenggam erat
tangan Kyuhyun sambil menyandarkan kepalanya di bahu Kyuhyun sedangakan Kyuhyun dengan sabar duduk tegak di kursi membiarkan bahunya di sandari oleh Sooyoung. Beberapa jam menunggu, membuat mereka kelelahan dan tak sadar tertidur di tempat duduk mereka dengan posisi yang masih sama seperti tadi hingga akhirnya seseorang membangunkan mereka, dia adalah dokter yang memeriksa Kyungsan yang baru saja keluar dari ruang UGD.

“Dokter… bagaimana dengan keadaan anak kami?” Tanya Kyuyoung besamaan.

“Syukurlah, anak itu telah melewati masa kritisnya, dia hanya demam tinggi seperti umumnya yang dialami anak-anak seusianya, tapi tindakan kalian sudah tepat dengan membawanya ke rumah sakit secepatnya, karena demam tinggi seperti ini tak akan mempan jika dengan hanya obat-obatan biasa, dan bisa saja berakibat fatal baginya” ucap sang Dokter. Mendengar kabar bahagia itu, Kyuyoung sesaat saling bertukar pandang sambil tersenyum lega.

“Benarkah dokter? Terima kasih banyak atas pertolongannya” Kyuyoung lalu menyalami sang dokter dan segera menemui putra tercinta mereka yang kini telah dipindahkan ke
ruangan perawatan biasa.

****
Hingga pagi hari Kyuyoung terus menjaga Kyungsan di perbaringannya, Kyuhyun tidur di sebelah kanan dan Sooyoung di sebelah kiri, karena kelelahan mereka kini tertidur dalam posisi duduk dan meletakkan kepala masing-masing di samping pembaringan Kyungsan.

“Eomma… Appa….” lirih sebuah suara yang membuat mereka perlahan-lahan terbangun dari tidur mereka,

“Kyungsan-aa, kau sudah sadar sayang?” seru Sooyoung antusias.

“Kyungsan-aa” panggil Kyuhyun.

“Eomma, Appa….” panggil Kyungsan terdengar lemah.

“Nee…. sayang kami di sini” ucap Kyuyoung bersamaan.

“Ini di mana? Kenapa tidak seperti di kamarku?” Tanya Kyungsan.

“Kyungsan sekarang sedang di rumah sakit, karena Kyungsan sedang sakit”

“Eomma… Appa…. aku mau pulang , di sini tidak enak. Aku mau pulang ke rumah saja” lirihnya.

“Untuk sementara Kyungsan istirahat di sini dulu, kalau Kyungsan sudah sembuh baru kita boleh pulang ke rumah” jelas Sooyoung pelan

“Tidak mau… aku mau pulang ke rumah saja, aku mau bermain dengan Kyungmin” rengek Kyungsan.

****

“Sebenarnya Kyungsan masih butuh perawatan di rumah sakit, tapi kalau dia memaksa untuk pulang ke rumah, yaa tidak apa-apa asal tetap sering kontrol ke rumah sakit”

ucap Dokter Kim saat Kyuyoung menanyakan Kyungsan boleh dibawa pulang atau tidak. Akhirnya Kyuyoungpun membawa Kyungsan pulang ke rumah atas izin dari dokter. Untuk sementara Kyungmin, kembaran Kyungsan dirawat oleh seorang baby sitter, sementara itu Kyuyoung fokus untuk menjaga Kyungsan yang masih dalam keadaan lemah. Sooyoung memutuskan untuk tidak memberitahu Soojin maupun Simon karena takut pekerjaan mereka akan terhambat karena khawatir dengan keadaan Kyungsan. Selama seharian penuh Kyuhyun bahkan harus tinggal dirumah Sooyoung untuk merawat Kyungsan.

Meski selama ini ada jarak terbentang diantara mereka, tapi demi kepentingan buah hati mereka, jarak itu hilang seketika berganti menjadi saling bahu membahu dalam merawat Kyungsan. Hal itu terlihat dengan apa yang mereka lakukan saat ini. Sooyoung sedang menyuapi Kyungsan yang tampak sudah jauh lebih baik, sementara itu Kyuhyun yang duduk di hadapannya hanya memandanginya sambil
tersenyum.

“Ayolah sayang, makanannya di habiskan biarKyungsan bisa cepat sembuh” Sooyoung merayu Kyungsan yang masih malas untuk makan.

“Aku sudah kenyang Eomma, kalau aku kekenyangan nanti aku bisa muntah” elak
Kyungsan.

“Makanannya masih banyak Kyungsan-aa, kasihan makanannya jika tidak dihabiskan”

“Kalau begitu Eomma berikan pada Appa saja, Appa pasti lapar kan sejak tadi tidak makan?”

“Eoh,,, apa? Aaahh… tidak sayang Appa makannya nanti saja” Elak Kyuhyun.

“Nanti makanannya kasihan Appa kalau tidak dihabiskan, Eomma cepat suapi Appa!” paksa Kyungsan. Sejenak sambil malu-malu mereka hanya bisa saling tukar pandang, tapi kemudian Kyungsan meraih tangan Eommanya yang memegang sendok berisi makanan yang tadinya akan disuapkan kepadanya, namun kemudian diarahkan ke mulut Appanya.

“Ayo Appa, dimakan!” paksa Kyungsan, sejenak Kyuhyun bengong namun dengan malu-malu ia lalu membuka mulutnya untuk menerima suapan dari tangan Sooyoung.

“Lagi… lagi!!” seru Kyungsan yang seperti ketagihan menyaksikan acara suap-suapan Eomma dan Appanya, dan mau tidak mau dengan malu-malu Sooyoung kembali menyuapi Kyuhyun.

“Sekarang giliran Appa menyuapi Eomma!”

“Nee?” Sooyoung kaget.

“Iya Eomma, Eomma juga harus makan. Biar Eomma tidak kelaparan” lagi-lagi Kyuyoung bengong sesaat namun terus mendapatkan paksaan dari Kyungsan dan lagi-lagi mereka harus menuruti kemauan Kyungsan. Dan akhirnya acara suap-suapan itupun berlanjut.

*****

Malam harinya, formasi keluarga itu menjadi lengkap, karena Kyungmin yang selama seharian harus bersama seorang perawat, kini ikut bergabung. Kamar menjadi ramai, Kyungsan yang sudah lebih baik bermain di tempat tidur dengan saudara kembarnya Kyungmin, dan Kyuyoung yang masih bersikap saling malu-malu satu sama lain hanya tertawa-tawa kecil melihat tingkah anak-anak mereka.

“Sudah malam, Appa pulang dulu ya. Besok Appa akan ke sini lagi”

“Yaaa… kenapa harus pulang Appa?” protes Min – San.

“Sudah malam, dan Appa harus tidur. Besok kan Appa kesini lagi”

“Kenapa tidak tidur di sini saja bersama kami?”
tanya Kyungmin…

“Eeeeh, itu…. Appa besok pagi harus bekerja”

“Perginya besok pagi saja. Appa malam ini kami ingin tidur dengan Appa… kami tidak pernah tidur dengan Appa selama ini” Min –San memasang tampang memelas, membuat Kyuhyun jadi tidak tega, ia lalu memandang ke arah Sooyoung, mengisyaratkan pertanyaan apa dia harus tinggal atau tidak, dan ternyata Sooyoung mengangguk pelan, yang mengisyaratkan Sooyoung memintanya untuk
tinggal.

****

“Appa tidur disini saja!” Pinta Kyungsan mengarahkan tangannya, ke bagian ranjang yang kosong di sebelahnya.

“Baiklah…” ucap Kyuhyun pasrah sambil mendudukkan tubuhnya di tempat yang sudah di sediakan Kyungsan, sementara itu tadinya Sooyoung ingin keluar dari kamar, dan membiarkan ketiga pria itu tidur satu ranjang namun kemudian lagi-lagi kedua putranya itu menahannya.

“Eomma tidur di sini juga” pinta Kyungmin mengarahkan tangannya ke bagian kosong ranjang di sebelahnya. Ranjang milik Min – San itu memang cukup besar sehingga keempat-empatnya masih muat untuk tidur bersama. Awalnya Sooyoung lagi-lagi kaget dan menolak, tapi kedua anaknya itu lagi-lagi merengek dan membuatnya tidak tega untuk menolaknya. Kini lengkaplah formasi keluarga itu, Min – San tidur di tengah dan masing-masing kedua orang tua mereka tidur di sebelah mereka.

*****

Setengah jam kemudian, suasana kamar jadi sepi dari celotehan Min – San karena keduanya telah tertidur pulas, kini hanya lampu tidur yang menerangi kamar itu. Sedangkan kedua orang tua mereka, kini masih sama-sama terjaga di tempat tidur mereka masing-masing keduanya sama – sama memejamkan mata berusaha untuk tidur, namun perasaan yang mengganjal di hati masing-masing membuat mereka benar-benar tak bisa tertidur. Sambil memiringkan tubuhnya menghadap Kyungsan,
perlahan-lahan Sooyoung membuka matanya, dan yang ia temukan adalah wajah seseorang di seberang sana yang kini terbaring memiringkan tubuh menghadapnya, ia memejamkan matanya, untuk sesaat Sooyoung memandang ke seberang sana, ia pandangi wajah pria itu dalam – dalam, tiba-tiba rasa rindu itu menyeruak, timbul asa dalam hatinya untuk menyentuh setiap lekuk raut wajah tampan itu seperti yang dulu ia sering lakukan, namun hal itu tak bisa di lakukannya karena jarak tempat tidur yang cukup jauh sehingga tangan Sooyoung tak mampu meraihnya. Deg deg deg… suara jantung Sooyoug berdetak tak beraturan, dan tiba-tiba matanya membulat ketika Kyuhyun yang sejak tadi ia pandangi kini juga tengah membuka matanya, untuk sesaat Sooyoung mematung dan mata mereka saling terpaku satu sama lain, dalam hitungan beberapa detik berikutnya Sooyoung sadar dan
buru-buru ia membalikkan tubuhnya. Ia benar-
benar malu saat itu.

“Sooyoung-aa” panggil Kyuhyun kemudian, Sooyoung tidak menjawab dan pura-pura tidur.

“Sooyoung-aa, kau belum tidur?” tanya Kyuhyun lagi, dan kali ini Sooyoung menjawabnya.

“Nee…. aku baru akan tidur jawab Sooyoung tanpa berbalik ke arah Kyuhyun.

“Selamat tidur Sooyoung-aa” ucap Kyuhyun singkat

“Selamat tidur…” jawab Sooyoung masih tetap pada posisinya.

****

Pagi harinya, Kyuhyun maupun Sooyoung terbangun bersamaan ketika mendengar suara bising anak kecil di luar sana. Perlahan Sooyoung membuka matanya dan menemukan wajah seseorang di depan matanya yang berjarak hanya beberapa Centi, begitu pula dengan Kyuhyun yang terbangun dan menyadari sesuatu yang berbeda dari posisinya semalam. Dan keduanyapun akhirnya menyadari bahwa kini, Min – San yang jadi pembatas antar mereka sudah tak ada di tengah-tengah mereka lagi, yang ada mereka berada dalam satu selimut berjarak cukup dekat dan masing-masing dari tangan mereka saling berada di pinggang satu sama lain. Dan keduanya terlonjak kaget dan buru-buru bangun dari posisi tidur mereka. Sooyoung bahkan menutupi rasa malunya dengan cepat-cepat keluar dari dalam kamar meninggalkan Kyuhyun sendirian.

“Kyungsan-aa!! Apa yang kau lakukan di sini? kenapa kau sudah bermain-main, kau belum sembuh benar Kyungsan-aa” omel Sooyoung kepada Kyungsan

“Aku sudah tidak apa-apa Eomma, aku sudah sehat” jawab Kyungsan.

“Eoh Appa… Appa sudah bangun?” sapa Kyungmin kepada pria yang berdiri di belakang Sooyoung yang telah keluar dari kamar. Menyadari kehadiran Kyuhyun, Sooyoung menggigit bibirnya karena malu atas kejadian tadi, buru-buru ia berjalan menuju dapur untuk membuat sarapan.

****

Mereka berempat akhirnya sarapan bersama layaknya sebuah keluarga kecil, seperti biasa suasana lebih banyak diramaikan oleh celotehan Min-San, sedangkan kedua orang tua mereka saling diam satu sama lain, Kyungmin dan Kyungsan bahkan sengaja merancang tempat duduk agar Eomma dan Appa mereka bisa duduk bersampingan, meski tak saling bicara namun Kyuhyun maupun Sooyoung diam-diam sebenarnya menikmati suasana sarapan kali ini, mereka seperti sedang bernostalgia ke masa dulu.

Namun suasana hangat itu berubah ketika Simon menelepon dan mengabarkan bahwa dia akan pulang sore ini, seperti tersadar dari khayalan mustahil mereka, merekapun menyadari bahwa kebersamaan mereka sudah tidak mungkin lagi. Setelah membujuk Min-San cukup lama yang tidak mengizinkannya untuk
pergi dengan berbagai alasan. Akhirnya, anak-anak itupun mengizinkan Kyuhyun untuk pulang.

*****

“Oppa…. bagaimana penampilanku? Cantik tidak?” Tanya wanita yang benama Nicole itu kepada Kyuhyun saat Kyuhyun menjemputnya untuk menemaninya menghadiri sebuah undangan jamuan makan malam dari perusahaan majalah ternama yang mengontraknya. Kali ini Nicole dengan bangga
memamerkan penampilannya yang cukup cantik dan seksi dengan gaun merahnya itu.

“Cantik, seperti biasa kau tampil cantik” jawab Kyuhyun singkat lalu melajukan mobilnya
menuju tempat acara, lagi-lagi Nicole merasa kecewa dengan sikap Kyuhyun yang terlalu
biasa, padahal ia mengharapkan pujian yang lebih dari Kyuhyun.
Pesta itu diadakan di hotel berbintang lima dan dihadiri oleh puluhan pengusaha ternama,
Kyuhyun diundang Khusus dalam acara tersebut sebagai bintang tamunya. Mereka lalu duduk di sebuah meja bundar yang muat
untuk makan beberapa orang. Beberapa menit acara Kyuhyun dan Nicole di kejutkan oleh
kedatangan seseorang yang mereka kenal, Nicole mengenal pria yang bernama Simon
Curtis itu, dia adalah seniornya waktu kuliah di Harvard dulu. Dan Kyuhyun, tak hanya Simon
yang ia kenali tapi juga wanita yang bersamanya, dia adalah tak lain adalah Choi Sooyoung.

“Ohh, Nicole dan Mr. Cho? Kalian saling mengenal?” Tanya Simon.

“Yaahh, kami teman dekat. Dan kau, yang bersamamu itu bukankah Nona Choi Sooyoung? Kalian ada hubungan apa?” Tanya
Nicole balik.

“Yaa… dia calon istriku, hehehe..”

“Woaahh, aku ketinggalan berita rupanya. Kebetulan sekali kita bisa bertemu di sini, ini
seperti jodoh saja” mereka berempat lalu makan berhadap-hadapan di meja yang sama,
Sooyoung duduk di samping Simon sekaligus sejajar dengan posisi duduk Kyuhyun. Selama
acara, obrolan hanya diisi oleh Nicole dan juga Simon, Simon menceritakan awal pertemuannya dengan Sooyoung dan Nicole juga menceritakan pengalaman uniknya dulu
dengan Kyuhyun saat di SMA. sedangkan Kyuyoung hanya diam membisu, sesekali
saling tersenyum pura-pura menyimak obrolan
Simon dan juga Nicole dan sesekali saling melirik, seakan mata mereka saling berbicara.

“Eoh, Nona Sooyoung. cincin yang kau pakai itu unik sekali, seperti cincin ratu-ratu korea
jaman dulu. jangan bilang kalau itu cincin pertunangan kalian,hahaha” canda Nicole yang rupanya sejak tadi memperhatikan cincin
yang di pakai Sooyoung.

Kyuhyun’s POV

Aku mengenali betul cincin yang di pakai
Sooyoung itu, cincin itu bukankah cincin yang
aku berikan saat bulan madu di Hokkaido
dulu? Dia masih memakainya?
“Tentu saja ini bukan cincin pertunangan kami.
Honey, sungguh kau membuatku sedih dengan
lebih memilih memakai cincin batu ini
daripada cincin pertunangan kita, aku tidak
penah melihat kau melepaskan cincin itu tapi
aku tidak bermasalah, tapi jangan lupakan
cincin pertunangan kita” keluh Simon. Apa?
Jadi selama ini dia terus memakai cincin itu?
dia bahkan bisa melupakan memakai cincin
pertunangan dengan Simon, tapi selalu
memakain cincin dariku itu selama bertahun-
tahun. Apakah ini artinya Sooyoung masih
mencintaiku? Yaaah, aku yakin dia masih
mencintaiku. Lalu kenapa dia melakukan ini
padaku?
“Aku benar-benar minta maaf tapi… aku sungguh lupa memakainya. Aku… sungguh
ceroboh” Sooyoung tampak merasa bersalah pada Simon.

“Yaah, aku memang tidak akan pernah bisa marah padamu Honey. Aku hanya berharap
kau memakainya” ucap Simon sambil menggenggam mesra tangan Sooyoung, dan lagi-lagi hal itu menumbuk keras rasanya
dalam dadaku. Dan kini berjuta pertanyaan telah muncul di benakku. Aku harus bicara
dengan Sooyoung, yaa… aku harus tau semuanya.

“Maaf, aku permisi ke toilet sebentar” ucap Sooyoung tiba-tiba, lalu cepat-cepat berjalan
menuju toilet. Yaa, inilah saatnya aku mengetahui kebenarannya. Akal bulusku pun muncul, aku sengaja menumpahkan air minum
di jas ku
“Eoh, Oppa. bajumu basah” seru Nicole sambil mengelap jasku dengan tisu.

“Tidak apa-apa… aku permisi ke toilet sebentar” ucapku lalu cepat-cepat beranjak meninggalkan meja makan.

****

Aku menunggu Sooyoung di depan toilet, beberapa saat iapun keluar dari toilet, di ambang pintu toilet ia tampak akan mencopot cincin itu dari jari manisnya, tapi belum
sempat karena aku langsung menarik tangannya.

“Ikut aku!!” tegasku sambil menarik tangannya, dan melangkah cepat keluar gedung melewati pintu belakang hingga garasi. Dan memaksanya masuk mobil

“Yyaa! apa yang kau lakukan? Lepaskan!”

“Kita pulang. Dan kau harus menjelaskan semuanya”

“Menjelaskan apa? Tidak ada yang perlu dijelaskan!” elaknya, namun tak kuperdulikan

aku melajukan mobil meninggalkan hotel, Sooyoung terus-terusan memaksaku untuk
menurunkannya di jalan tapi aku tidak perduli dan terus melajukan mobil, aku ingin mencari tempat yang lebih sepi untuk bisa bicara
dengannya, dan tepat di depan sebuah taman kota kecil tak jauh dari rumahnya, aku memberhentikan mobilku. Dan kamipun keluar dari mobil.

“Wae? Kenapa kau membawaku sejauh ini? Simon pasti sedang mencariku sekarang”

protes Sooyoung. Tiba-tiba saja hujan turus dengan derasnya, seperti seseorang sedang
menyembur kami dari atas langit.

“Apa peduliku dengan Simon?” bentakku dan ia diam menatapku tajam. untuk beberapa lama
kami diam berdiri berhadapan sambil menatap, aku menundukkan wajahku sedikit
perlahan tapi pasti kudekatkan wajahku ke arah wajahnya, dan ia hanya menutup pasrah
matanya. Dan dengan lembut kudaratkan bibirku kebibirnya dan sedikit melumatnya, ia
diam sesaat seperti menikmati perlakuanku namun kemudian ia mendorong tubuhku kuat
hingga melepaskan ciuman kami….

“Wae, kenapa kau lakukan ini padaku? Kenapa kau masih mengganggu hubunganku dengan
Simon?”

“Justru aku yang ingin mengatakan itu padamu. Wae? Kenapa kau lakukan ini padaku?
Kenapa kau selalu mengaduk-aduk hatiku? Kenapa kau selalu mengacuhkanku padahal
jelas-jelas masih mencintaiku, Wae?!!” Teriakku

“Mwo? Apakah aku pernah mengatakan bahwa
aku masih mencintaimu?”

“Kau pikir aku ini bodoh? seribu kalipun kau mengatakan kau tidak mencintaiku, tapi matamu tidak pernah bisa berbohong Choi
Sooyoung, kau masih mencintaiku kan?” ia tak
mejawab pertanyaanku dan malah menatapku tajam

“Tidak… sama sekali tidak. Apakah dengan meninggalkanku tanpa pesan dalam keadaan
hamil selama 5 tahun menurutmu masih meninggalkan setitik cinta di hatiku?”

Ucapannya itu benar-benar menyentakku, aku
diam seribu bahasa. Ia lalu membalikkan tubuhnya dan melangkah cepat di hadapanku.
Namun cepat-cepat aku menangkap tubuhnya,
kubalikkan tubuhnya lalu kutarik tengkuknyadalam dekapanku.

“Lalu cincin itu…. kenapa kau masih memakainya?” Ia diam sesaat.

“Tolong jawab…. kenapa kau masih memakainya?” dapat kulihat air matanya menetes besama guyuran hujan yang
membasahi wajahnya.

“Apakah itu sebagai penanda aku masih mencintaimu” aku diam dan merenggankanvdekapanku. Tiba-tiba ia mengejutkanku
dengan mencopot cincin itu dari jari manisnya, untuk sesaat ia menatap Cincin itu lekat-lekat
dan tiba-tiba membuangnya kearah kolam ikan yang ada di taman itu.

“Sekarang kau puas?! Inikah yang kau namakan cinta?” Tidak ada lagi yang bisa kukatakan hatiku terlalu remuk dan berefek
kepada tulangku hingga tak bisa bergerak. Iapun membalikkan badannya dan berlari kecil
meninggalkanku yang masih mematung, guyuran hujan dan dinginnya angin malam
yang menggigit sudah tak kuhiraukan lagi. Aku
hanya bisa manatap kolam ikan itu, mungkin di sanalah Sooyoung membuang cintaku.

*****
Author’s POV

Dengan tubuh kuyup Sooyoung mengetuk pintu rumahnya. Dan yang membukanya adalah
Eonnienya, Soojin, melihat Eonnienya itu tiba-tiba Sooyoung merasa butuh sandaran, segera saja ia peluk tubuh Eonnienya itu dan menangis sejadi-jadinya, selanjutnya ia ceritakan semua yang barusan dialaminya. Setelah itu ia mandi dan menelepon Simon dan memberitahukannya bahwa ia tiba-tiba harus pulang karena urusan mendadak. Hujan mulai mereda….. Sooyoung tak bisa tenang di dalam kamarnya. Yaaa… yang ia pikirkan sekarang adalah nasib cincin yang dengan terpaksa ia buang ke kolam ikan, setelah yakin Kyuhyun sudah tidak akan ada di sana, iapun segera keluar rumah dan kembali ke taman itu, dengan nekat ia menyemplung ke dalam kolam, dan mulai melakukan penyisiran untuk mencari cincin yang baginya sangat berharga itu. Berjam-jam ia mencari dan terus mencari tanpa pantang menyerah, namun benda itu tak kunjung ia temukan. Hingga terdengar suara seseorang.

“Inikah yang kau cari?” tanya seseorang yang ternyata Simon itu sambil menunjukkan cincin batu berwarna hijau itu kapada Sooyoung.

“Si… Simon?” merasa telah di pergoki, Sooyoung bingung harus berkata apa, kini Simon menatapnya sendu

“Apa kau begitu mencintainya hingga kau harus melakukan perbuatan bodoh seperti ini?”

“Simon… I… ini tidak seperti yang kau pikirkan”

“Sudah cukup kau membohongiku Soo… apakah kau pikir aku ini orang yang bodoh?”

Sooyoung diam tak tau harus berkata apa. Ia hanya bisa menangis menyesali dirinya

“Sooyoung…. suatu hubungan itu haruslah di awali dengan kejujuran. Jika suatu hubungan
sudah didasari dengan ketidakjujuran, masih
dapatkah kita meneruskan hubungan ini?”

“Maafkan aku…” hanya itu yang bisa Sooyoung ucapkan. Simon tiba-tiba meraih tangan Sooyoung dan meletakkan cincin itu di telapak tangan Sooyoung.

“Aku tidak akan memaksamu untuk mencintaiku sekarang… tapi aku juga tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja, kau punya pilihan Soo. Sekarang aku tidak perduli tentang pengakuanmu… di hari pernikahan kita, aku ingin melihat semua jawaban itu. Jika kau memilihku, kau akan lepaskan cincin itu
dan menerima cincin pernikahan dariku dan kau akan hadir di pernikahan kita, tapi… jika kau memilihnya… kau tidak perlu datang ke pernikahan kita dan aku anggap semuanya selesai. Pilihan ada di tanganmu Soo…” Lirih Simon lalu berlalu meninggalkan Sooyoung
sendirian dalam penyesalannya yang teramat besar, ia hanya bisa menangis dan menangis perasaannya benar-benar kalut saat ini

*****
Hari itupun akhirnya tiba…. dalam hitungan
jam Sooyoung akan resmi menyandang gelar
sebagai Nyonya Curtis… Setiap mengingat akan hal itu seperti menancapkan satu paku kedalah hati Kyuhyun. Hari ini, di hari yang sama dengan pernikahan Sooyoung, ia juga akan berangkat ke Korea, Yaa besok adalah
hari pernikahan Ahra Noona nya dan tentu saja ia harus menghadirinya. Pesawat ia
tumpangi berangkat siang ini, maka waktunya tinggal sebentar lagi, maka ia memutuskan
untuk menghadiri pernikahan Soo-Mon sebelum acara di mulai, ia akan menemui
mereka dan memberikan selamat sekaligus
berpamitan, ia bersyukur setidaknya
keberangkatannya bisa menjadi alasan untuk
tidak melihat pernikahan Sooyoung.
Yaa… tidak ada pilihan lain, ia memang harus
merelakan cintanya. Melepaskan Sooyoung
adalah yang terbaik, terngiang kembali ucapan
Soojin tempo hari padanya yang
mengharuskannya untuk menyerah.

Flashback

“Aku… minta maaf. Jika selama ini aku selalu
bersikap kasar padamu…. mungkin terkesan
aku tidak pernah mendukung hubunganmu dengan adikku. Tapi taukah kau alasan aku berbuat seperti itu cukuplah kuat? Aku memberitahukanmu ini karena besok adikku akan menikah, aku tidak ingin kau berpikiran bahwa dia terlalu jahat padamu…. Pernahkah kau membayangkan apa yang dialami adikku selama 5 tahun kau tinggalkan? Itu sangatlah tidak mudah… di usia muda… hamil tanpa suami, dan harus meninggalkan negeri sendiri demi menjaga nama baik keluarga… ia hanya
punya seorang kakak yang bodoh sebagai tempat sandarannya. dan apa kau pikir tidak berusaha untuk mencarimu? tidak, kami berharap, setelah di Amerika nanti kami dapat bertemu denganmu dan mengatakan bahwa Sooyoung sedang hamil anakmu, tapi semua rencana indah yang telah kami rancang itu, berantakan, setelah Eommamu sendiri yang datang dan mengatakan tentang penyebab kau meninggalkannya, ia bahkan memohon- mohon pada Sooyoung agar mau
mengerti.keadaanmu. Bodohnya, Sooyoung sama sekali tidak pernah menyalahkanmu, ia
malah menangis dan menganggap hubungan
kalian adalah petaka bagi semua orang, hingga akhirnya ia berjanji akan menghilang dari kehidupanmu dan memulai hidup baru. Seorang wanita hamil pasti sangatmembutuhkan suaminya di sisinya, tapi semua
itu tak ia dapatkan. Hingga ia bertemu seorang pria Amerika yang sangat baik hati dan mau menerimanya apa adanya, ia memperlakukannya lebih dari seorang suami memperlakukan istrinya. Ia rela
menyempatkan waktu ditengah-tengah kesibukannya hanya demi mengantar Sooyoung memeriksa kandungannya. Saat
melahirkan, ia adalah orang yang ada di sampingnya menggenggam tangannya dan memberinya kekuatan. Tapi sayangnya pengorbanan yang dilakukan pria itu tak sebanding dengan yang ia dapatkan. Karena Sooyoung tak pernah sedikitpun bisa memberikan hatinya untuk pria itu, tapi anehnya pria itu tak pernah menuntut, ia selalu sabar menanti dan menanti, berharap
cinta itu akan tumbuh di hati Sooyoung. Hingga Dua tahun yang lalu Kyungsan sakit demam tinggi, dan didiagnosis menderita penyakit demam berdarah, ia
membutuhkan donor darah secepatnya. Tapi kami tidak dapat menemukan pendonor darah yang tepat untuk Kyungsan. Dan Kami hanya bisa menangis dan menangis, harapan kami hanyalah bantuan dari Tuhan. Dan ternyata Tuhan menampakkan wujudnya dalam diri seseorang, seseorang itu lagi dan lagi adalah pria yang bernama Simon Curtis itu, karena golongan darah mereka sama dan akhirnya Kyungsan dapat terselamatkan. Sejak saat itu, Sooyoung memperlakukannya seperti memperlakukan seorang dewa, ia pun akhirnya menerima cinta Simon, walau aku tau benar cintanya padamu tak pernah hilang sampai kapanpun. Dan kau tau apa yang paling membuatku kesal pada Sooyoung? setiap hari yang ia lakukan adalah menontonmu dilayar kaca, tak pernah sakalipun ia absen menonton acara TVmu dan membeli album-albummu, bahkan sampai Min -San sebesar ini, dia selalu saja mengajak mereka menontonmu di TV dan
memperkenalkan bahwa kau adalah ayah mereka, jika mengingat penderitaan yang ia alami kau bahkan tidak pantas
mendapatkannya. kau bahkan benar-benar jahat jika berpikiran Sooyoung dengan begitu mudahnya melupakanmu. Dan aku rasa Simon patut mendapatkan yang lebih dari hanya sekedar cinta dari Sooyoung, aku tidak mengatakan bahwa Simon lebih baik darimu, atau cintanya lebih besar darimu. tapi mungkin pengorbananmu belum seberapa dengan yang ia lakukan”
Penjelasan panjang lebar dari Soojin itu menyadarkannya bahwa ia memang tidak boleh egois. Ia harus mencoba melepaskan Sooyoung untuk Simon. Ia mungkin sekarang menyerah… tak ada yang bisa ia lakukan lagi saat ini…….

****

Sesampainya di depan gereja Kyuhyun langsung langsung mendatangi Simon yang tampak bersiap-siap,

“Mr. Cho, Aku senang kau datang” ucap Simon

“Yaa maaf tapi sepertinya aku tidak bisa berlama-lama aku harus segera pergi ke bandara untuk berangkat ke Korea”

“Apa? jadi kau tidak bisa mengikuti acara pemberkatan?”

“Im So Sorry Mr. Curtis, aku benar-benar harus pergi, dan aku ucapkan selamat atas pernikahanmu, tolong jaga dia” ucap Kyuhyun dengan penuh kebesaran hati lalu memeluk tubuh Simon. Selanjutnya, Kyuhyun bertemu dengan Min – San, ia mencoba tersenyum dihadapan mereka.

“Woahh putra Appa benar-benar tampan dengan jas” puji Kyuhyun.

“Really? Apakah kami sudah mirip dengan Appa?” tanya keduanya bersemangat.

“kalian bahkan lebih tampan dari Appa”.

“Appa… hari ini Eomma berdandan sangat cantiiik… sakali! Ayo kita lihat Eomma…” ajak Min – San.

“Tidak usah kita masuk gereja saja yaa….”

“Ayolaah Appa… kita harus lihat Eomma….” Min – San menarik tangan Kyuhyun hingga ia tak bisa menolak…

Di ruang pengantin kini Sooyoung duduk diam dengan gaun pengantin yang membalut tubuhnya. Ia tidak sendirian di sana, ada kedua orang tuanya yang jauh-jauh datang dari korea untuk menghadiri pernikahannya. Dihadapan Sooyoung kini ada sebuah kaca berukuran besar yang memantulkan dirinya,
gaun pengantin yang ia pakai kini jauh lebih mewah dari pernikahannya dengan Kyuhyun dulu, ia juga tampak lebih anggun dan cantik dari yang dulu, tapi ia sama sekali tak bisa tersenyum bahagia seperti layaknya seorang
pengantin.

“Haraboji… Halmoni….!” seru Min – San memanggil kakek dan Neneknya.

“Kyungsan-aa, Kyungmin-aa. Cucu – cucu haraboji benar-benar tampan hari ini” ucap Tuan Choi kepada Min – San. Sementara itu, Di ambang pintu sana Kyuhyun masih berdiri mematung. Ia bingung harus menyapa keluarga Choi atau tidak. Namun saat tuan Choi melihatnya, Kyuhyun sempat terkejut karena yang ia duga tuan Choi akan bersikap marah padanya malah tersenyum padanya, begitu pula dengan Nyonya Choi.

“Kyuhyun-aa…” Panggil tuan Choi, Kyuhyunpun tak ragu lagi untuk mendekati mereka. Tuan Choi menyambutnya dengan pelukan hangat, seperti tau akan segala apa yang terjadi, Tuan Choi menepuk-nepuk punggung Kyuhyun seakan menenangkannya dan Kyuhyun sangat berterima kasih akan itu. Masih saling berpelukan dengan tuan Choi, kini
dihadapannya, Kyuhyun dapat melihat seorang wanita bergaun pengantin tengah duduk dengan anggunnya, sambil menatapnya dalam seakan menyampaikan beribu kata dalam setiap tatapannya. Dan seperti mengerti akan segalanya, Tuan dan Nyonya Choi membawa Min – San keluar dan meninggalkan Kyuyoung
berdua. Suasana kaku sempat tercipta…

“Neo…hari ini kau sungguh cantik” pujiKyuhyun tergagap. Dan Sooyoung diam menatapnya dengan mata berkaca-kaca…Kyuhyun lalu mengulurkan tangannya menyalami Sooyoung dan iapun membalasnya, untuk beberapa saat mereka seperti enggan melepaskan tangan masing-masing lalu tiba-tiba Sooyoung langsung menghambur kedalam
pelukan Kyuhyun sambil.menangis sejad-jadinya.

“Mianhae… mianhae…” lirih Sooyoung sambil menangis. Air mata Kyuhyunpun tak kalah deras dari air mata Sooyoung.

“Berjanjilah kau akan hidup bahagia…” bisik
Kyuhyun dan Sooyoung mengangguk haru, Kyuhyun lalu melepaskan pelukannya. dan menatap Sooyoung.

“Miann… aku tidak bisa berlama-lama di sini, karena… aku harus pergi…”

“Kemana?”

“aku akan kembali ke Korea” mengetahui kenyataan bahwa Kyuhyun akan kembali ke korea, Air mata Sooyoung semakin mengalir
deras.

“Uljima… kau harus cantik di pernikahanmu…” lirih Kyuhyun sambil mengapus air mata Sooyoung dan perlahan menjauh meninggalkan Sooyoung dalan tangisnya yang meledak-ledak.

****

Masih di depan gereja saat Kyuhyun ingin meminta izin kepada Min – San untuk pergi, kedua bocah itu lagi-lagi bertanya.

“Appa… kenapa Simon Uncle yang berdiri di sana? Bukannya Appa saja?” tanya Kyungmin yang rupanya masih belum mengerti apa yang terjadi.

“Karena…. karena Simon Uncle akan menikah dengan Eomma”

“Jadi, Simon Uncle akan tinggal bersama kami?”

“Yy…yaa…” jawab Kyuhyun

“Jadi Appa tidak akan tinggal bersama kami? Dan yang mengantarkan kami ke sekolah adalah Simon Uncle?” Kyuhyun bingung harus menjawabnya.

“Kalau begitu, Eomma tidak boleh menikah dengan Simon Uncle, ayo Appa gantikan Simon Uncle berdiri di depan!!” Min – San mulai merengek dan Kyuhyun harus segera mengatasinya,

“Kyungsan-aa, Kyungmin-aa, kalian mau Eomma senang kan?” Kyuhyun menjelaskannya
pelan-pelan. Min – San mengangguk.

“Kalau begitu kalian harus mengizinkan Eomma menikah dengan Simon Uncle nee…?”

Min – San kembali mengangguk dan akhirnya mau menerima penjelasan dari Kyuhyun. Setelah membujuk Min – San dengan berbagai penjelasan akhirnya Min – San pun mau menerima pernikahan Eommanya denga Simon
meski sebenarnya mereka belum mengerti betul apa itu pernikahan dan juga merekapun akhirnya membolehkan Kyuhyun untuk pergi ke korea walau sempat merengek, beberapa menit sebelum acara, Kyuhyun pun segera menitipkan Min – San pada Soojin lalu buru-buru pergi.

Acara inti itupun benar-benar tiba…. musik khas pernikahan mengalun memenuhi ruangan… Sang pengantin pria sejak tadi telah berdiri di atas altar dengan perasaan berkecamuk, dan was-was menunggu kedatangan pengantin wanita yang beberapa menit acara belum datang.

Sementara itu, di ruang tunggu pengantin Sooyoung terus berpikir dan berpikir, dipandangiya kedua cincin yang kini dalam genggamannya, cincin pertunanganya dengan Simon dan cincin pernikahannya dengan Kyuhyun. hingga ia sampai pada sebuah kesimpulan bahwa hatinya tak bisa lagi berkompromi, ia memilih cincin giog berwarna
hijau itu lalu ia sematkan di jari manisnya.

“Sooyoung-aa… ayo cepat! acara sudah di mulai, ucap Soojin yg mendatanginya dengan
menggandeng Min – San. Sooyoung lalu menggenggam tangan Eonnienya dan memasang wajah memelas.

“Eonnie…. tolong aku….”

Sementara itu, di atas altar seiring berjalannya waktu Simon semakin yakin bahwa Sooyoung sudah menentukan pilihannya. dan beberapa saat kemudia Tuan Choi muncul dari mulut pintu gereja tanpa Sooyoung… dan ia harus menerima kenyataan Sooyoung tak memilihnya. Terlebih lagi setelah Tuan Choi mendatanginya dan memeluknya penuh dengan rasa bersalah. tapi dengan senyuman yang mengembang di bibirnya, Simon dengan penuh kebesaran hati, menunjukkan pada Tuan Choi bahwa ia baik-baik saja. Alhasil, pengumuman pembatalan pernikahan pun dilakukan.

Sementara itu….

Mobil Soojin mendarat di depan gerbang bandara dan cepat-cepat Sooyoung turun dari mobil dan berjalan cepat masuk ke dalam bandara. Panggilan dari Soojin dan Min – San yang menyusul di belakangnya tak ia perdulikan. ia juga tak perduli lagi dengan tatapan aneh setiap orang yang ada di jalan dengan gaun pengantin yang ia kenakan. Yang ada dalam pikirannya saat ini adalah secepatnya menemui Kyuhyun sebelum dia benar-benar pergi. Dan setelah pencarian yang cukup lama itu, akhirnya Sooyoung menemukan yang ia cari.

Orang itu kini berdiri di sana bersiap untuk masuk Ke dalam Boarding room.

“Yyaa!! Cho Kyuhyun!!” panggil Sooyoung. setengah percaya Kyuhyun berbalik ke arahnya. Sooyoung lalu beralih kearahnya. dan berhenti di depannya.

“Kajimaa….” ucap Sooyoung sambil, dengan nafas yang memburu

“Sooyoungaa” Kyuhyun seakan tak percaya.

“Jangan pergi Kyu… jangan tinggalkan aku” ucap Sooyoung sambil menangis. Kyuhyun tersenyum lalau meraih Sooyoung ke dalam pelukannya.

“Saranghae Kyu… Saranghae.” lirih Sooyoung. mendengar kata-kata itu membuat Kyuhyun terseyum senang. Ia menghentikan pelukannya dan menatap Sooyoung dalam.

“Nado saranghae…” bisik Kyuhyun lalu dengan lembut ia kecup bibir Sooyoung singkat. Dan seperti belum merasa puas dengan ciuman singkat itu. Sooyoung sedikit berjinjit mensejajarkan tingginya dengan Kyuhyun dan kembali menciumi bibir Kyuhyun dengan agresif. Sementara itu tak jauh dari tempat Kyuyoung berdiri, Soojin langsung menutup mata Min – San. Agar tidak menyaksikan adegan mesra kedua orang tua mereka yang belum pantas mereka lihat.

The End.

Gimana Ders? sangat panjang bukan? Dan Endingnya jadi kayak pelem India gitu, tapi ya sudahlah, kalau mau Happy ending Cuma itu cara terbaik, hehehe. Tapi jangan pikir ini nyontek dari kuch-kuch ho ta hai yaa. Author sama sekali ga kepikiran mau nyamain, ideku nongolnya langsung kayak gitu. kalo mirip yaa mungkin author sama sutradaranya ada ikatan
batin hehe. Itu dia tadi akhir yang bahagia kisah cinta Kyuyoung, mungkin masih banyak hal yang perlu di pertanyakan, dan akan terjawab di AS APM episode selanjutnya. Deeeee…..

Advertisements

20 thoughts on “After Story APM “Come Back to Me” Part 2 Of 2 (Full Vers)

  1. Wkwkwk. Ending nya sih ga mengecewakan thor soalnya mreka tetap sma2 tp kurang crtnya yg mrk pas hidup bhagia dan uda serumah kembali.. Kekeke… Sory yah thor byk maunya tp ini hanya sekedar komentar.. O iya sy dukung authornya buat seqnya lg.. Sik asik… Kkkk

  2. Pingback: After Story APM “Come Back To Me” 2 Of 2 (Full Version) | Kyuyoung Shipper Indo

  3. wah mian author… dulu aq g tau cr komen ff di wordpress. apm mu aq g inget udah prnh ku komen atw blm. jd aq cm bc j…mianhae >_<

    jujur aq suka ff mu bgt bgt malah… kereeern deh. aq suka bgt endingnya. wahhhhh bkal ada as apm slnjutny y… hua aq sneng deh. ditunggu y slanjutny.. gomawo ^^

  4. Kyaaa terhura bc ny thor aslii sblum kyuyoung brsatu
    waaahh As ny thor d tunggu, bener2 d tunggu publishan ny jd kepengen in cerita gk usah hbs2 soalny selalu penasaran bwt next ny apalagi dg adanya 2 jagoan kcl kyuyoung jd makin daebakk and ngegemesin pokke semua dah

  5. wah kasihan juga simon 😦
    tapi aku suka banget kyuyoung back again….
    eonni as nya dong,,,, pleaseeeeeee,,,,aku selalu penasaran sama cerita ff nya ini,,,, jebal jangan stop disini 😦

  6. eoni lanjutin ceritanya yah… pease,,,, aku suka banget sama ceritanya ini, aku selalu penasaran sama kelanjutanya,,,, cerita ini emg daebak bgt,,,,,,feelnya selalu aku dapetin, aku terharu bacanya,,,, ASnya ya eon,,, jebal

  7. endingnya kecepeten thor…
    serasa maksa in critanya…
    tapi q suka bnget kok ff nya…
    q tunggu ff slanjutnya ya thor

  8. aki rasa aku udah komen dlu pas bca ff ini. tp gpp komen lg, krn kangen aku bca perfect marriage. satu dri bbrapa ff fav ku d KSI. inget bgt dlu pas bca prtama kali kya diaduk2 ni hati, it was very long love’s journey. bljar berkorban,ikhlas n mnrima. Nyesek anjir pas tiba2 ad sosok Simon. tp takdir mmbrikan jwbnnya sndiri. it was great story. well done.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s