Korean Wave, Remaja, Nasionalisme dan Agama


image

Kenal dengan gambar di atas?

image

Kalau yang ini?

Big-Bang-kiba16-33201251-1280-1024

atau yang ini??

Yaa, Author tau itu adalah pertanyaan retorik, karena jawaban semuanya pasti sama, “Of course”

Korea…. Oh… Korea… mendengar nama itu udah kayak dengar nama diri sendiri saking terlalu sering dengernya. SNSD, Super Junior, TVXQ, Big Bang dll, ngenalin mereka udah kayak ngenalin keluarga sendiri, hapal seluk beluk idola dari hanya sekedar hobby sampe ukuran pakaian dalem kalo perlu (sasaeng fans banget ini mah), bahkan mahamin budaya dan kebiasaan mereka udah kayak mahamin budaya daerah sendiri, jujur author bahkan lebih tau drama korea ketimbang sinetron Indonesia. Dan author yakin author hanyalah 1 dari jutaan manusia di dunia yang ikut tersapu oleh gelombang yamg bernama Hallyu wave ini. Maka, gak salah kalau ini disebut gelombang, gelombang yang sanggup memporak-porandakan setiap jiwa para pecintanya.

And Then, this is the power of Hallyu wave…. Bak tsunami di Jepang, atau badai Victoria di Amerika… Hallyu wave udah berhasil menyapu bersih seantero bumi, tanpa pandang bulu, cewek, cowok, tua, muda, kaya miskin, dari kawasan Asia bahkan Timur Tengah, semuanya gak ada yang luput dari sapuan Hallyu wave.

Dan inilah hidup,,,, bumi memang selalu berputar dan gak pernah diam, semasa hidupku yang cukup lama ini… #jiahhyangudahtua! author udah melewati banyak era… Mulai dari SD sampe tuir gini selalu ada aja yang ngehits dan selalu menjadi kenangan di masa itu.

Waktu SD, ada era kejayaan Film India, Sahrukh Khan di puja di mana-mana, dia dianggap cowok terkeren saat itu, jaman itu orang pacaran sambil nyanyi-nyanyi, guling-guling di rumput atau ngitarin pohon dianggap udah paling romantis!! Celana cutbray nya Kareena Kapoor dianggap paling Fashionabke. Beberapa tahun kemudian, ada jamannya amigos, maria belen, Betty La Vea, ini namanya Era Telenovela, yaa sedikit banyak telenovela telah menggeser posisi Bollywood, bahkan gaya tenovel sempet ditiru sama sinetron Indonesiq. Trus dunia perfilman Indonesia kembali bangkit, dengan munculnya film Petualangan Sherina dan AADC, walaupun virus ini gak mendunia, tapi virus ini cukup berhasil mewabah di kalangan remaja Indonesia.

Masuk lagi masa kejayaan boyband-boyband barat seperti westlife, NSYNC dan BSB, dengan menawarkan gizi vitamin A bagi mata dengan suguhan pemandangan indah dari cowok-cowok kece macam Justin Timberlake, dan lagi-lagi fenomena ini benar-benar digilai di masanya. Kemudian masa-masa kejayaan Boyband barat itu segera sirna tergantikan, dengan datangnya masa dimana F4 asal Taiwan menjadi fenomena baru di jagad hiburan dunia. Namun Fenomena ini tak bertahan lama, beberapa tahun kemudian f4 asal Taiwan digantiin sama saudara sepupunya sendiri dan inilah Era Korea, atau yang biasa di sebut Era Hallyu!!

Sejak beberapa tahun ini, Korea semakin menampakkan eksistensinya di tanah air. Lalu… kalo sudah begini, apakah virus korean wave yang mewabah itu memiliki dampak? Yaa, segala sesuatu di muka bumi ini pasti punya dampak, apa lagi yang namanya Virus yang wabahnya bisa begitu cepat menyebar dan bisa menjadikan orang normal mendadak jadi gak normal dan kali ini virus itu bernama Korean wave yang dalam bahasa kedokterannya entah H berapa dan N berapa.

Yupp, sebagai pecinta korea author udah merasakan sendiri dampaknya baik itu dengan jadi korbannya Author sendiri, maupun yang sering Author amati di sekeliling author. Author pun membagi beberapa dampak Hallyu wave ini menjadi beberapa poin:

1. Remaja

wpid-029979.jpg

Inilah salah satu Fandom terbesar di dunia ELF

Ini adalah salah satu bukti kebesaran K-Pop!

Melihat teman-teman author yang rela merogoh dalam kantongnya demi membeli album  dan DVD idolanya, rela-rela bolos sekolah dan kuliah, bo’ongin orang tua demi nonton konser K-Pop, itu adalah beberapa dari sekian banyaknya dampak yang ditimbulkan, tapi ini masih dalam batas wajar, Author juga pernah remaja, jadi terlalu gak normal dan kaku jika seorang manusia melewatkan masa-masa seperti itu, kecuali tuh orang tinggal di dalam gua.

Tapi ada satu dampak Hallyu wave yang menjadi fokus perhatian aku di sini, dan menurutku ini cuma ada era Hallyu wave dan gak pernah ada di era sebelumnya.

Yaitu fenomena Fan Fiction, eitsss! bukan berarti author kontra terhadap adanya fenomena Fan Fict di jagad dunia maya. Secara author sendiri sangat akrab dengan dunia Fan Fict, actually Author sendiri adalah salah satu pembuat Fan Fict itu sendiri.

Dan Menurut author, sisi positifnya Fan Fict adalah salah satu wadah para remaja untuk menyalurkan bakat menulis mereka, termasuk author sendiri hehehe…

Tapi bukan itu yang menjadi masalah! Bukaan! Ada satu hal yang selalu gak bisa author terima dengan akal sehat yang dibawa oleh Hallyu wave dan gak ada di era sebelumnya. Selama author tau yang namanya dunia Fan Fict, selama itu pula author ngerasakan kejanggalan itu.

Okeee…Menurut kalian, wajar gak sih anak umur 14 tahun membuat Fan Fict berbau porno? Sampe-sampe adegan di dalamnya bisa di buat sedetail mungkin? Bahkan adegan seperti itu gak pernah author (yang udah kepala 2) bayangkan dan author lihat. Dan bagaimana mungkin anak umur 14 tahun bisa menggambarkan sampe sedetail itu? yang menjadi pertanyaan besar, dari mana mereka bisa tau itu? sementara waktu umur 14 tahun aja author masih sibuk main congklak.

Yang paling mengkhawatirkan lagi dan gak pernah bisa diterima oleh akal sehat dan hati nurani adalah seorang Fans yang gak setuju dan mengutuk keras idolanya yang berhubungan dengan lawan jenis dan malah mendukung hubungan idolanya dengan sesama jenis. Dan parahnya lagi, mereka yang rata-rata di bawah umur itu bisa ngebuat Fan Fict NC (No Children alias FF dewasa) sesama jenis dan bisa secara detail menggambarkan caranya berhubungan sex, jujur author pertama kali baca Fan Fict yang kayak gitu langsung frustasi, shocj aja ada anak yang bisa berimajinas sedemikian liara

Dan di sinilah problemnya, setelah melihat dan mengamati secara seksama, Author jadi bertanya-tanya, apa cuma aku yang heboh mikirin hal itu? apakah author yang terlalu lebay mikirnya sampe sejauh itu?? entahlah… Jujur sungguh menyedihkan, jika fenomena aneh ini malah dianggap biasa.

Padahal ya, Sorry to say aja, aku harus bilang perilaku fans yang kayak gitu totally abnormal, tanpa sama sekali ingin membenarkan tindakannya
menurutku, anak SMP yang cowok masih jauh lebih normal kalo suka nonton Film porno, karena pada fitrahnya cowok memang suka ngeliat yang kayak gituan apa lagi pada masa-masa pubernya, sekali lagi author sama sekali gak bermaksud membenarkan tindakan itu… tetap aja Haram!! #gayaomairama.

Tapi kalau seorang remaja cewek suka baca dan bikin Fan Fict NC sesama jenis??? Mmmh ….entahlah, Author sih sebagai manusia normal author mencoba untuk berpikiran seterbuka mungkin, author mencoba untuk putar otak buat nerima dan nganggap fenomena ini normal-normal aja, tapi author tetap aja gak bisa ngertiin prilaku remaja yang menurut author super aneh itu, hal itu jelas memberikan kesan bahwa generasi ini sudah mulai membenarkan hubungan sesama jenis. Ngerriii…!

Mohon maaf jika mungkin ada di antara readers yang ngerasa tersinggung, tapi sebagai orang yang udah cukup dewasa, dan mungkin lebih tua dari readers author hanya menyampaikan kekhawatiran author sebagai sesama pemuda indonesia, generasi penerus bangsa #eeeea. Author cuma gak pengen prilaku kayak gitu berdampak pada psikoligi kalian dan akhirnya keterusan, Naudzubillah lah intinya!

2. Nasionalisme

Sebagai seorang mahasiswi hubungan Internasional, author mencoba mengidentifikasi fenomena ini dari segi kewarganegaraan. Yaa tidak bisa dipungkiri, bahwa author sendiri sudah berada dalam krisis nasionalisme. Ungkapan yang bilang “Cintailah produk dalam negeri” benar-benar udah meluntur kalau dilihat dari segi hiburan….

Contohnya aja sekarang lagi musim BB dan GB indonesia, dan tiap kali mereka nangkring di tipi jidatku langsung mengkerut, gimana gak coba? dengan bentuk fisik dan warna kulit yang berbeda dari orang korea, BB/GB indonesia coba-coba buat nyama-nyamain gaya ala2 BB/GB korea, belom lagi Author paling gondok sama BB/GB yang berani-beraninya niru gaya BB/GB korea sampe baju, MV, tarian bahkan lagu. Sebut aja Cherry**** yang dengan pedenya niru SNSD, atau X*XI yang niru dance akrobatik plus MV 2PM… Sorry to say aku harus bilang terlalu gak pantes….

 

wpid-427310_364133296948862_100000565848424_1317344_1298630658_n.jpg

seperti yang digambar ini 😐

 

Jadi kalau mau dibilang Hallyu wave menghancurkan budaya dan nasionalisme orang Indonesia… Aku bilang Yaa… Kalau mau dilihat dari kecintaan kita terhadap idola Korea dibanding Indonesia, Tapi semua itu bukan salah kami sepenuhnya, bukan salah Lee Min Ho yang terlalu ganteng (?) dan bukan pula salah bunda mengandung… Tapi dunia hiburan indonesia kayaknya harus berbenah, sungguh disayangkan industri hiburan Indonesia sebenarnya bisa jauh lebih baik dari negara lain, karena Indonesia itu unik, dan terlalu banyak budaya indonesia yang patut kita jadikan ciri khas jika ingin dihargai oleh masyarakat sendiri dan di pandang oleh dunia internasional, ketimbang di cap sebagai negara PLAGIATOR…

Author lebih menghargai Rhoma irama dengan dangdutnya, wali dengan melayunya bahkan kangen band dengan kesederhanaan lagunya… Tapi mereka punya originalitas dan musik khas yang mewakili budaya indonesia…

3. Agama

artis korea

Di pandang dari segi agama, khususnya islam. Mungkin ustad ataupun pastor manapun di dunia yang kamu tanyai seputar Hallyu wave, jawabannya akan selalu sama, Hallyu wave lebih banyak buruknya daripada manfaatnya. Bahkan kasarnya haram.

Drama yang selalu dibumbui dengan adegan Kissing atau mabuk-mabukan, paha dan perut yang bertebaran dimana-mana, gerakan dan tarian yang kadang-kadang erotis dan mengundang, serta seringnya nunjukkin simbol-simbol iluminati di lirik lagu dan MV, author rasa cukup menjadi alasan bagi orang-orang muslim bahkan mungkin agama lain untuk mengatakan Hallyu wave itu lebih banyak negatif dari pada positifnya.

Author punya seorang teman yang aktif di musallah kampus, dia bilang dia mulai khawatir dengan Hallyu wave yang mulai mewabah pada akhwat2 (panggilan buat pengurus musallah cewek), mereka jadi sering menonton drama korea, wallpaper HP yang terpampang gambar-gambar artis korea.

Yaa author juga khawatir akan hal itu, tapi Fenomena seperti ini tak akan bisa dihentikan walau sekeras apapun kamu memaksakannya dengan menceramahi penikmatnya dan sebagainya, biar gimanapun manusia juga butuh hiburan dengan berbagai genre sesuai selera, kamu gak akan bisa memaksa seseorang menyukai atau tidak boleh menyukai sesuatu, kamu tidak mungkin memaksa orang menyukai Nasyid kalau kupingnya emang lebih doyan dengerin K-Pop. Kalau bagi author sendiri author selalu mencoba untuk berpikiran lebih terbuka… Bagi author Hallyu hanyalah salah satu dari sekian banyak fenomena di dunia yang diibaratkan bak sebuah pisau, ketika kau menggunakannya untuk memasak maka akan sangat bermanfaat, tapi jika kau gunakan untuk membunuh, maka pisau adalah sebuah alat kejahatan.

Begitu pula dengan Hallyu wave, Author melihat fenomena ini seperti dalam surah Al-Hujurat #tsaaaah mamah dedeh

ayat berapa? lupa #gudubrax. Tapi di cek aja di al-Qur’an masing2. Bunyinya begini ” kalian diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar kalian saling mengenal”

Begitu pula dengan author mengenal Hallyu wave, agama udah jelas beda, budaya? jauh pasti, bahasa? gak ngerti, kkkk. Tapi author selalu menangkap hikmah dari segala sesuatunya, selain sebagai sarana hiburan pengusir penat, melalui drama2 yang sering author tonton, jadi memperkaya bahasa author, sedikit banyak author belajar tentang bahasa korea, belum lagi budaya kesopanan dan sangat menghormati orang yang lebih tua sangat patut dicontoh, kedisiplinan dan kerja keras juga patut diacungi jempol.

Mereka bisa sukses seperti sekarang ini, dunia begitu mengenal dan memuja mereka  karena kerja keras selama bertahun-tahun, mereka harus rela meninggalkan keluarga, dan tidak bisa menikmati indahnya masa kanak-kanak demi menjadi seorang idol, dari segi norma, jujur author kadang malu sendiri. di korea 40% (kalo gak salah) dari penduduknya adalah atheis, tapi mereka sangat menjunjung tinggi nilai nilai budaya, aturan dan tata krama…

Bahkan sanksi moral yang dilimpahkan kepada artis2nya terkadang serasa berlebihan tapi terkadang memang harus seperti itu. Melihat mereka menjadi cambuk bagi author dan harusnya semua umat beragama yang lain, agama kita sudah begitu sempurna mengatur tentang nilai2 norma dan moralitas, dibandingkan dengan korea yang tidak punya agama dan tidak takut dosa, kita harusnya bisa jauh lebih baik.

Dan How about our country? Indonesia yang tak lain adalah negaraku sendiri dan katanya menjunjung tinggi nilai-nilai religi, dan pancasila nyatanya tetap aja nilai moralitasnya author rasa jauh dari korea,,,

Lihat aja, artis-artis indonesia dengan mudahnya bisa terkenal, tinggal bikin video youtube, bikin sensasi, ngupload foto-foto tidak senonoh… Namanya bisa meroket dan berbagai tawaran acara TV ini itu segera menanti tanpa harus menghabiskan masa kecil demi dibentuk untuk menjadi seorang artis, padahal beda dari artis korea yang kehidupan pribadinya diatur-atur fans, artis Indonesia malah dikasih kebebasan penuh, mereka bisa seenaknya pacaran sama siapa aja dan menikah kapan aja mereka mau tanpa harus mendapatkan makian dari Fans, tapi sudah masih dikasih kemudahan kayak gitu, tapi mereka tetap aja gak bisa memberikan contoh yang baik bagi Fans mereka.

Kedapatan Video mesum, berantem, maki2 wartawan, selingkuh, tersangkut kasus narkoba, hamil tanpa tau bapaknya siapa, itu adalah batu loncatan menuju kepopuleran, jadi gak perlu khawatir, karena masyarakat Indonesia rupanya terlalu baik, bukannya mendapatkan sanksi moral dari masyarakat, tapi malah dapat dukungan yang mengalir deras… Hanya perlu bolak-balik persidangan, masuk penjara beberapa bulan, kamu akan mendapatkan kejayaanmu kembali.

Dan itu tidak akan pernah kau dapatkan di Korea jika kau seorang publik figur. Bagi masyarakat korea seorang public figur harus bersikap seperti malaikat, tanpa cela… karena mereka adalah sumber teladan bagi masyarakat, Berbuat kesalahan sedikit saja kau akan di hujat bahkan itu dari cara makan sekalipun (tengok kasus Sully F (x)),,, jadi jangan coba-coba melakukan sesuatu seperti apa yang artis-artis indo lakukan. Bersiaplah dipaksa bunuh diri sama masyarakat, dan perlahan karirmu akan tenggelam (kasus Jong Ji Hoon). Jadi sudah sangat wajar para idol korea bisa di jadikan contoh teladan pada sisi tertentu…

– So, kesimpulan yang dapat kita ambil adalah, di sini author bukan menanamkan pemikiran kepada kalian semua bahwa pelaku hiburan Indonesia itu sangat buruk dan tidak patut dicontoh, bukan pula mengatakan Hallyu wave sangat wajib diikuti, Sekali lagi, Hallyu itu seperti sebuah pisau akan berguna jika kau gunakan dengan cara yang tepat. Jika kalian menyukainya, maka sukailah mereka sewajarnya, ikuti apa yang patut dicontoh dan buang jauh-jauh keburukan mereka.

Sebagai mahluk bertuhan, Jangan jadikan mereka seperti berhala yang kau puja2 hingga melebihi cintamu kepada Tuhanmu dan menjadikanmu lalai beribadah dan melaksanakan kewajibanmu terhadap Tuhan yang sejatinya menciptakan idola2mu itu dan kamu sendiri. Khusus bagi yang muslim (Sorry bagi yang non, author gak tau ajaran agama kalian) ingat, kita punya Nabi SAW sebagai panutan kita bukan yang lain.

Jangan pula jadikan Hallyu wave itu sebagai penggeser kecintaanmu terhadap negeri sendiri tapi mari kita sebagai penikmat dunia hiburan menjadi kritis dan tidak gampang dibodohi oleh media, ingat! dunia hiburan di Indonesia itu sangat tergantung pada permintaan pasar, ketika kebanyakan dari masyarakat menyukai satu hal, walaupun itu tidak berkualitas dan harus mencontek dari luar, maka industri hiburan akan mengikuti pola yang sama sesuai selera pasar. Jika kita pintar-pintar memilah mana yang patut kita sukai, maka otomatis dunia hiburan akan berusaha untuk melakukan yang lebih berkualitas sesuai dengan selera kita, masyarakat Indonesia itu sekali2 memang harus berlaku seperti masyrakat Korea biar artis kita juga lebih mawas diri.

Itulah pandangan author sebagai penikmat dunia hiburan, sebagai mahasiswa, sebagai orang Indonesia dan sebagai seorang muslimah….

Semoga tulisan ini bisa berguna untuk membuka mata kita khususnya bagi K-Popers dan yang lainnya juga

Advertisements

15 thoughts on “Korean Wave, Remaja, Nasionalisme dan Agama

  1. sesuatu hal itu pasti punya sisi buruk dan sisi baiknya dan itu tergantung dari kita mau lihat atau merasakannya (?) dari sisi yg mana. as always nice post ching

  2. satu hal yang sampe sekarang gua kagumi sama mereka. mereka bener bener mencintai produk yang diproduksi dari negara nya sendiri, dimana pun mereka tinggal. karena oppa ku aja hampir barang2 nya dari korea wlpun udah tinggal di indonesia hampir 2 tahun. dan terkadang aku malu sendiri.
    pemikiran kita hampir sama tapi aku masih menjadi orang autis.

  3. baru baca. kece,cakepp dah artikel. trutama dbgian akhir tntang agama, sbg kpopers muslim saya 100% stuju uswatun hasanah adlh our Rasulullah SAW. n ulasan moral &etika ya sgt bnar, ngra kta trcinta ni trlalu d hiasi dg sensasi tnpa ad substansi atau refleksi berarti dri para pesohor negeri nya. anyway it was nice article

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s