Only You To Me part 1


tumblr_mbf4m1aqth1rtbfnpo1_500
Judul       : Only You To Me

Author     : Choi Runnisa

Cast   : SuJu  Kyuhyun
As Cho Kyuhyun
                 
                SNSD Sooyoung
As Choi Sooyoung

EXO Suho
As Choi Suho

SuJu Siwon
As Choi Siwon

Other Cast : You Can Find Them
In The Story

Genre    : Drama Sad Romantic

From Author : Anyeong…

Alhamdulillah tumben-tumbenan author bisa secepet ini bisa ngepost Fan Fict #Rekor baru.

Yaa… seperti yang sudah saya janjikan dari prolog, Fan Fict ini bakal complicated dan banjir air mata banget.. Entahlah,,, tokoh yang ada di dalam cerita udah banjir air mata, tapi author gak tau apa bisa ngajak readers buat banjir air mata juga hehehe… author pribadi sih banjir air mata banget gara-gara Fan Fict ini, maksudnya karena Fan Fict ini agak menguras pikiran author…

Oh iyaa saran author sebelum baca Fan Fict ini pastikan readers sudah punya lagu ‘missing you like crazy’ atau ‘Can you here me’ nya Taeyeon Eonnie, di mp3 mu. Soalnya tuh lagu pas banget dah buat dijadiin OST Fan Fict ini.

Buat yang baru baca part 1 nya, wajib baca prolognya dulu terlebih dahulu, biar gak bingung sama jalan ceritanya, silahkan buka link di bawah ini….

Prolog

Yaudah itu aja dari author. Met Baca!

*****

Kyuhyun sudah berpenampilan rapi dengan segala atribut kerjanya, penampilan khas seorang eksekutif muda, ketika ia keluar dari kamarnya.

Bak kuburan klasik para bangsawan-bangsawan eropa, yang seberapa mewah dan antiknya, tetap saja terasa mecekam, begitu pula dengan suasana apartemen mewah milik Kyuhyun yang Seperti biasa, tidak malam, siang, ataupun pagi hari, semuanya selalu sama, suasana apartemen mewahnya itu terasa mencekam, apartemen elit itu tak pernah ramai akan suara apapun yang ada hanya kesunyian.

Meski kini Kyuhyun tak lagi sendiri menghuni apartemen mewah itu, tetap saja tidak ada yang berubah sedikitpun, bahkan ia merasa hawa kesunyian semakin merayapi apartemennya itu.

Ia berjalan gontai sambil mengedarkan pandangannya ke segala sudut ruangan, yang ia lihat kini apartemennya benar-benar rapi dan bersih, ia bahkan dapat menemukan pantulan dirinya melalui lantai marmer tempat ia berpijak saking mengkilatnya.

Telunjuknya mencolek salah satu benda di sampingnya, lemari kaca tempat deretan keramik-keramik koleksinya, memastikan apakah ada debu yang masih menempel di sana, ia paling tidak suka jika ada sedikitpun debu yang ia temukan terselip walau ditempat-tampat yang tak terlihat sekalipun dan lagi-lagi hasilnya benar-benar nihil…

Yaa, sudah  seminggu berlalu sejak pernikahan sederhana dan seadanya yang berlangsung di rumah sakit di Bali, tepatnya di hadapan ayahnya yang sedang sekarat sebelum ayahnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Ia rasa menikahi Sooyoung tak ubahnya menikahi seorang pembantu rumah tangga, tak perlu berurusan ataupun berbicara dengannya, namun semua yang ia butuhkan langsung terpenuhi, bahkan ia memberikan pelayanan lebih dari seorang pembantu.

Sebelum menikah dengan Sooyoung, Kyuhyun menggunakan jasa pembantu untuk mengurusi apartemennya, tapi Kyuhyun selalu punya alasan untuk meng-komplain hasil kerja mereka, yang dirasanya tak becus, tapi tidak dengan Sooyoung, ia bahkan sering mengalami kesulitan mencari alasan yang tepat untuk mengkomplainnya.

Padahal Ia sudah sengaja memecat pembantunya demi memuaskan hasratnya untuk menyiksa Sooyoung, Ia berniat memperlakukan gadis itu layaknya seorang pembantu rumah tangga dan ia sudah berhasil melakukannya, terlebih lagi sepertinya Sooyoung sudah sangat mengerti maksudnya dan gadis itu seperti memuluskan jalannya, ia memperlakukan Sooyoung seperti budak belian yang bisa ia maki-maki sesuka hatinya, jika ia melakukan kesalahan sekecil apapun. Namun sampai hari ke 7 pernikahan mereka pun Kyuhyun tak merasakan kepuasan batinnya untuk membalas dendam.

Kyuhyun berjalan ke arah meja makan yang sudah ia pastikan sarapan sudah tersaji di sana, dan benar saja, seperangkat makanan hangat menggungah selera sudah tersaji cantik di atas meja makan.

Tanpa Kyuhyun perintahkan pun, Sooyoung benar-benar sudah berlaku persis seperti  pembantu rumah tangga, setelah menyelesaikan tugasnya,  Sooyoung tak akan menampakkan wujud apa lagi suaranya di hadapan Kyuhyun, gadis itu akan langsung kembali masuk kamarnya dan mengurung diri di sana dan hanya akan keluar kamarnya jika Kyuhyun memanggilnya untuk memerintahkan sesuatu atau setelah ia rasa Kyuhyun telah berangkat ke kantor, ia akan keluar kamar untuk melakukan pekerjaan yang ia rasa perlu ia kerjakan.

Bahkan terkadang Kyuhyun merasa begitu lucu, ia bukan lagi menikahi seorang pembantu rumah tangga yang baik, tapi seorang jinny yang tak kasat mata, yang melakukan semua pekerjaan rumah dengan begitu mudahnya.

Sebelum menyantap sarapannya, mata Kyuhyun mengarah kepada sebuah lipatan kertas berwarna merah jambu yang tergeletak di  meja makannya. Kyuhyun pun tergelitik untuk membuka dan membacanya.

Selamat pagi Kyuhyun-ssi…
Maaf sebelumnya, mungkin saat anda membaca surat saya ini saya sudah tidak ada di rumah,

Maaf atas kelancangan saya tak meminta izin terlebih dulu kepada anda untuk pergi, karena tadi anda masih tidur dan saya tidak ingin mengganggu kenikmatan tidur anda.

Karena ini adalah hari pertama kuliah saya jadi saya memutuskan untuk berangkat lebih pagi…

Saya ucapkan Terima kasih banyak anda sudah berbaik hati mendaftarkan saya di sebuah sekolah seni.
itu memang cita-cita saya sejak dulu, dan keinginan besar Appa. sekali lagi terima kasih banyak dan mohon maaf sudah merepotkan anda…

Sebagai ucapan terima kasih saya, saya sudah menyiapkan makanan kesukaan anda yang saya usahakan memasaknya seenak mungkin, silahkan makan dengan lahap. 😉

Jangan khawatir, saya akan pulang tepat waktu dan akan menyelesaikan tugas saya. Terima kasih…

Choi Sooyoung

Setelah membaca surat itu, Kyuhyun langsung meremas kasar surat itu, lalu ia lemparkan ke tong sampah yang berada tak jauh darinya, entah kenapa ia merasa terhina dengan surat tadi, ia rasa mendaftarkan gadis 19 tahun itu ke sekolah seni adalah kesalahan terbesarnya, ia harusnya membiarkan gadis itu seumur hidup membusuk di apartemennya.

Namun jika mengingat itu adalah amanat terakhir Appanya, ia tak bisa berbuat apa-apa. Sial…! lagi-lagi sepertinya Tuhan memberikan bantuan kepada gadis itu untuk memenangkan pertarungan ini melalui tangannya sendiri.

Ia sempat kaget ketika melihat hidangan soup rumput laut di dalam mangkuk yang sudah disiapkan Sooyoung, di dalam suratnya, gadis itu mengatakan ia memasak makanan favorit Kyuhyun dan memang pada kenyataannya soup rumput laut memang makanan kesukaannya, bagaimana mungkin gadis itu bisa tau makanan kesukaannya?

Ia penasaran, buru-buru ia menyendok soup rumput laut masakan Sooyoung itu, lalu mulai mencicipinya, sejenak ia terdiam ketika merasakan soup rumput laut itu sedang bermain di lidahnya.

Kyuhyun menjatuhkan kasar sendoknya ke dalam mangkuk. Ia benci indera pengecapnya yang tak mampu berbohong dan harus mengakui rasa makanan itu benar-benar pas dengan seleranya, selama ini ia akui masakan gadis itu memang tak pernah mengundang komplain darinya, karena masakan gadis itu selalu sesuai dengan lidahanya, tapi untuk masalah makanan favoritnya, ia begitu yakin selama ini tak akan ada seorangpun yang bisa memasakkan soup rumput laut seenak masakan Eommanya, dan hari ini untuk pertama kalinya setelah 2 tahun kematian ibunya, Kyuhyun merasakan cita rasa yang sama dari dua wanita yang berbeda itu.

Csh… Kyuhyun menyeringis kesal, mengapa harus Choi Sooyoung? mengapa harus dia yang sepertinya mengerti dirinya? Niatnya untuk mempermainkan dan membuat Sooyoung menderita seumur hidupnya ia rasa sedikit mengalami kegagalan, gadis itu bahkan seakan menikmati perlakuan Kyuhyun padanya yang bagi orang lain itu pasti begitu menyakitkan, apa lagi jika itu dilakukan oleh seseorang yang disebut suaminya sendiri.

Tapi tidak dengan gadis itu, mengacuhkannya, mencacinya, memperlakukannya seperti budak tampak seperti sebuah perlakuan yang diidamkannya, perlakuan buruk Kyuhyun selama ini seperti tak pernah memaksanya sedikitpun mengeluarkan suaranya untuk  mengiba dan memohon ampunan pada Kyuhyun agar menghentikannya, tidak sama sekali.

Dan itu benar-benar mengaduk-aduk perasaan Kyuhyun, rahangnya mengeras menyadari kenyataan itu, jemarinya mengepal membentuk tinju walau tak punya sasaran untuk melayangkannya pada siapapun, hatinya meradang, sampai kapanpun ia tak akan diam begitu saja, ia akan mengerahkan berbagai macam cara agar gadis itu bisa mencicipi penderitaannya, kesendirian dan kepahitan hidup yang pernah ia jalani karenanya.

****

Daratan Korea Selatan dan Sekitarnya baru saja memasuki musim Gugurnya, musim dimana ketika berjalan di setiap trotoar jalan kau akan merasa seperti berjalan di atas  hamparan permadani berlukiskan pelangi, dimana kau akan merasa pepohonan di sekelilingmu tengah menyapamu lembut dengan sentuhan kelopak bunga dan dedaunan yang mereka jatuhkan di atas kepalamu ketika kau berada di bawah naungan mereka.

Seorang gadis muda bertubuh ringkih, berdiri di sebuah halte bus, sudah barang tentu ia sedang menunggu bus yang akan membawanya ke tempat tujuannya, pagi ini ia mengenakan pakaian terbaik yang ia punya untuk hari pertama kuliahnya, dress selutut bermotifkan kembang-kembang warna warni dilapisi dengan cardigan ungu berlengan seperempat, serta kakinya yang beralaskan sepatu kets putih , seperti biasa rambut bergelombang kecokelatannya yang tebal ia biarkan tergerai menutupi kedua pipinya hingga bawah bahunya, ia kenakan tas selempang usang favoritnya yang ia punya sejak sekolah menengah atas, di tangan kanannya ia menjinjing sebuah tas berisi benda kesayangannya, yakni biola yang sudah cukup lama tak dimainkannya.

Beberapa saat, ia letakkan tas berisi biola yang sejak tadi ia jinjing. Ia merentangkan tangan kurusnya lebar-lebar sambil memejamkan lembut kedua matanya, membiarkan sentuhan udara pagi kota seoul yang sejuk dan menyegarkan kulitnya, perlahan ia menarik lembut nafasnya mengambil udara sebanyak-banyaknya, ia masih bisa mencium wangi udara khas kota Seoul yang masih dikenalinya, udara yang paling ia rindukan setelah hampir satu dasawarsa tak dihirupnya, seberkas angin lembut menghampirinya menerbangkan rambut panjangnya yang terurai dipipinya dan dengan sukses membelai pipi kirinya yang polos kemerahan tanpa setitikpun noda bertahta di sana. Hanya saja, ada sebuah goresan halus yang panjang yang membentang dari bawah pelipis hingga pipi lembutnya, goresan itu terlihat begitu samar jika dilihat dari kejauhan karena warnanya yang senada menyatu dengan warna kulit wajah gadis itu, goresan itu hanya akan terlihat ketika di lihat dari jarak 5 jari.

Tak terasa sebuah buliran bening yang hangat jatuh dari pelupuk matanya, sebuah kebahagiaan kecil menelusup ke dalam puing-puing hatinya, ia tak percaya, ia masih bisa menghirup udara yang sama ini, kakinya masih bisa menapaki tanah kelahirannya yang dulunya sempat tak terpikirkan olehnya untuk kembali kepadanya lagi.

Sementara itu, tanpa ia sadari, seorang pria muda sejak tadi berdiri tepat di sisinya, dan sejak tadi pula menatap dirinya, pria muda yang hanya lebih tinggi beberapa cm saja darinya itu menatap aneh prilaku gadis muda itu meski sejujurnya ia sempat terpana melihat wajah dewi polos gadis itu ketika angin menyibak rambut panjangnya.

Mata elangnya bergerak-gerak lucu menelisik setiap gerakan-gerakan kecil yang dilakukan gadis itu, alisnya yang tebal dan legam mengerut karena gadis itu tak sadar-sadar juga akan kehadirannya.Tangannya bergerak-gerak ke atas dan ke bawah bermain di depan wajah gadis yang masih memejamkan matanya itu.

“Nona… kau baik-baik saja?” tanyanya akhirnya

Beberapa detik kemudian, ia lihat gadis itu sudah membuka matanya perlahan, tangannya yang merentang ia turunkan di sisi tubuhnya. Saat itu pula sebuah bus yang mereka tunggu akhirnya tiba.

Seakan tak menyadari kehadiran pria itu, gadis itu langsung menyambar tas biolanya dan segera berjalan menaiki bus, pria itupun menyusulnya dari belakang.

Tempat duduk yang ada dalam bus  sudah hampir penuh dan menyisakan tempat duduk pojok bagian paling belakang. Gadis itu mendudukkan dirinya di sana. Pria muda itu pun tak segan lagi duduk di sebelahnya, entah kenapa ia merasa gadis itu cukup menarik untuk dikenal lebih jauh

“Eheem!” ia berdehem cukup keras untuk memberitahu kepada si gadis atas keberadaannya. Namun seperti tak mendengar apa-apa, gadis itu masih tetap dengan posisi wajah dan menghadap jendela.

“permisi Nona” ucap pria itu lagi. tapi gadis itu tak juga bergeming.

Sejujurnya telinga gadis itu masih cukup normal untuk dapat mendengar dengan jelas suara deheman dan sapaan seseorang di sebelahnya, tapi ia tak ingin menanggapinya, ia benci orang asing, ia membenci orang tak dikenalnya tiba-tiba menyapa dirinya.

“Nona… kau mendengarku? apa kau tuli?” tanya pria itu mulai tak sabar dan tanpa sengaja menyentuh lengan gadis itu, dan gadis itupun akhirnya memberikan reaksi, reaksi yang sangat aneh.  Gadis itu memeluk erat biolanya seakan seseorang akan merampasnya darinya, tubuh gadis itu bergetar hebat hingga pria di sampingnya dapat merasakan getaran itu, kepalanya menunduk seakan tak ingin melihat segala yang ada di sekitarnya . Pria itu sadar sepertinya gadis itu bereaksi berlebihan karena sentuhan tangannya, mungkin dia tipe gadis yang tak suka orang asing menyentuhnya.

Segera ia lepaskan sentuhan tangan yang sebenarnya refleks ia lakukan.

“Maaf Nona, aku hanya ingin bertanya pada anda..biolamu…maksudku.. apa kau murid baru SM Art School?” Gadis itu mengangguk cepat sambil tetap menundukkan kepalanya.

“Aaah… kalau begitu anda orang yang sangat beruntung Nona, namaku Suho, Choi Suho… aku juga murid angkatan ke dua di SM Art School, aku mengambil jurusan vokal, dan kau…?” Suho mengulurkan tangannya ingin berkenalan, namun gadis itu seakan menatap enggan uluran  tangannya, lagi-lagi Suho berfikir gadis itu tak suka bersentuhan dengan pria asing, iapun buru-buru manarik tangannya kembali.

Tak sengaja matanya tertumpu pada bordiran benang emas yang terdapat pada tas biola gadis itu. Itu adalah sebuah nama.

“Choi Sooyoung… Ahh jadi… namamu Choi Sooyoung?” seperti biasa Sooyoung hanya menunduk, namun Suho tau, jawabannya pasti ‘Ya’,

“Senang berkenalan dengan anda Nona Choi Sooyoung, Aku Choi Suho bersedia membimbing anda di kampus, aku harap kita bisa menjadi teman yang baik” Ucap Suho lantang, seakan-akan Sooyoung telah menjawab setiap pertanyaannya walau pada kenyataannya tak sekalipun ia mendapatkan jawaban, bahkan suara gadis itu, ia bukan orang bodoh yang tak menyadari keanehan sikap gadis itu,tapi entah apa yang membuatnya ingin mengenal gadis itu lebih dekat….

****

#Putar Missing You Like Crazy

Sooyoung duduk meringkuk di sudut kamarnya sambil memeluk erat dan mengelus-elus biolanya seperti bayi. Air matanya membasahi senar biola yang dipeluknya. Pria itu… pria yang bernama Choi Suho itu…. Kenapa…? kenapa seharian ini pria itu selalu muncul di hadapannya dan memaksanya untuk memperhatikan wajahnya?  wajahnya… wajah itu seakan mengingatkannya pada seseorang yang berusaha untuk ia lupakan, meski wajah itu tak sama persis tapi senyumannya yang menawan berhiaskan sepasang lesung pipi di kedua pipinya, matanya elangnya yang tajam saat menatapnya begitu sama persis.

Sosok Suho yang tiba-tiba muncul dihadapannya memaksa Sooyoung untuk kembali membuka luka lamanya, Tiba-tiba  rasa rindu yang memang selama ini selalu menyusup halus ke dalam jiwanya  kembali membuncah tak tertahankan, Tuhan… ia benar-benar merindukannya sekarang, ia merindukannya seperti merasa akan gila, bagaimanapun dan seberapa rindupun ia kepada sosok itu, tetap saja tak seorangpun dapat mempertemukan mereka lagi.

Ia memeluk biolanya lebih erat lagi seakan sedang memeluk orang yang sedang ia rindukan, ia raba pelan ukiran inisial yang terdapat pada tungkai biolanya, ukiran inisial namanya dan nama seseorang yang memberikan biola kesayangnnya itu padanya, inisial seseorang yang paling ia rindukan melebihi kerinduannya kepada orang-orang terkasih lainnya yang sudah meninggalkannya… seseorang yang ia rindukan hingga membuat jiwanya seakan mati hingga tak mampu lagi merasakan rasa rindu itu… Choi Siwon

>>>>

Jantung Sooyoung seperti akan melompat dari rongga dadanya ketika pria yang berjalan beriringan di sampingnya diam-diam menyambar tangan kanannya dan menggenggamnya erat tanpa melihat ke arahnya, seakan tak memperdulikan tatapan malu-malu Sooyoung ia terus berjalan dan menuntun gadis itu menelusuri pantai Sanur yang indah kebanggan Pulau Bali.

Sooyoung memandang ke arah laut bebas yang menampakkan tubuh matahari yang hanya tinggal setengah yang menandakan sebentar lagi ia akan membenamkan dirinya dan mempersilahkan rembulan untuk menggntikan tugasnya menyinari bumi. Dan itu berarti pula hari ini akan segera berakhir dan berganti hari berikutnya. Sooyoung menekuk wajahnya sambil tertunduk, ia sedikit kecewa, hari ini bertepatan dengan  hari ulang tahunnya yang ke 17, semua orang sudah mengucapkan dan memberikan kado ulang tahun padanya tapi malah pria yang menempati tempat spesial di hatinya itu seakan sama sekali tak mengingatnya, padahal tinggal beberapa jam lagi tersisa untuk hari ini, dan itu berarti ulang tahunnya pun sudah terlewat satu hari, dan baginya ucapan selamat ataupun kado ulang tahun setelah hari ini tidak akan ia perhitungkan lagi.

Ia berjalan lemas namun pria yang merupakan cinta pertamanya itu begitu semangat menarik tangannya.
“Eoh… Sooyoung-aa lihat itu!” ujar pria yang bernama Siwon itu begitu bersemangat, namun beda halnya dengan Sooyoung, ia menampakkan wajah murungnya, namun Siwon sama sekali tak peka untuk itu.

“Oppa… aku mau pulang saja” ucap Sooyoung pelan, sambil menunduk tanpa berminat ingin melihat sesuatu yang ada di hadapannya yang ditunjukkan Siwon.

“Jangan pulang dulu… kita harus melihat itu dulu… ayolah kita harus melihatnya” dengan malas Sooyoung mengangkat wajahnya dan melihat benda yang ada di depannya. Dan ia hanya melongo bingung melihat gundukan pasir di hadapnnya.

“Apa itu Oppa?”

“Kau tidak lihat itu sepertinya gua yang dibuat oleh penyu untuk mengerami telur-telurnya? kita harus melihatnya Sooyoung-aa…” kekecewaan Sooyoung bertambah, ia merasa Siwon lebih peduli pada kelahiran penyu dari pada hari kelahirannya.

“Aku mau pergi!” kesal Sooyoung sambil buru-buru beranjak nmun lagi-lagi tangan besar itu menahannya,

“Ayo kita lihat…” Siwon menuntun Sooyoung, untuk mendekati gundukan pasir itu. Ia lepaskan tangan Sooyoung karena ia tau Sooyoung tak akan kemana-mana, ia berutut di samping gundukan pasir itu dan mulai menggalinya dengan tangannya.

Dan beberapa saat kemudian, yang tampak bukanlah telur-telur penyu seperti apa yang dikatakan Siwon, tapi benda bersenar yang menyerupai gitar, Siwon menggalinya lebih dalam dan Sooyoung menatapnya bengong. Kemudin tampaklah sebuah biola kecil yang cantik di sana.

“Apa ini? Cish.. lucu sekali! kenapa ada orang bodoh yang mengubur benda sebagus ini disini ya?” ujar Siwon sambil mengusap-usap biola itu dari pasir, Sooyoung menatapnya menyelidik seakan pikirannya mulai terarah kepada satu hal…

Siwon mendekatinya  sambil tetap fokus membersihkan biola itu…. Sooyoung hanya menatapnya diam.

“Omo! Sooyoung-aa… kau harus melihat ini… bukankah sepertinya Tuhan menurunkan biola ini kepada kita?” Ucap Siwon seraya memberikan biola itu kepada Sooyoung.

Sooyoung meneliti setiap inchi biola yang masih sangat terlihat baru itu, ia tentu senang mendapatkan sebuah biola baru karena ia sangat suka memainkan benda yang bernama biola itu, dan Sooyoung begitu familiar dengan bentuk biola itu, bukankah biola itu sama persis dengan Biola yang ditaksirnya tempo hari ketika ia berkunjung ke toko alat musik? Meski sangat menginginkannya, namun saat itu ia tak punya uang cukup untuk membeli biola yang cukup mahal itu.

Dan tepat di tungkai bagian belakangnya ia menemukan  sebuah ukiran. ‘SS’ dua huruf itu terukir indah di sana. ‘SS’ untuk Sooyoung dan Siwon… itu adalah inisial mereka…

Sooyoung menatap haru kepada pria yang masih berdiri dan menatapnya penuh cinta

“Kau menyukainya?” Lirihnya tersenyum memamerkan dua lesung pipi yang selalu menghiasi senyumnya.

“Oppa…!” Sooyoung sudah berkaca-kaca menatap pria di hadapannya.

“Selamat ulang tahun Sayang” ucapnya lembut, selembut tatapannya, Sooyoung tak kuasa lagi menahan air matanya. Tanpa ragu lagi ia menghambur ke pelukan Siwon

“Biola tadi hanyalah pemberian kecil dariku, kado terbesar yang kuberikan untukmu tak lain adalah… hatiku seutuhnya” lirihnya seperti nyanyian merdu di telinga Sooyoung. Sooyoung semakin mengeratkn pelukannya, ia terlampau mencintai pria itu.

“Sekarang kau sudah 17 tahun, kau sudah semakin dewasa Sayang, tumbuhlah lebih cepat dari ini agar aku bisa segera memilikimu, hehehe” ucap Siwon dengan nada bercandanya.

*****

Sooyoung menemukan Siwon di tempat dan keadaan yang berbeda.
Ia kini berada di dalam pangkuan Sooyoung, tatapan matanya yang penuh cinta masih sama seperti biasanya, namun kali ini tak secerah biasanya, bahkan semakin lama semakin meredup, darah yang keluar dari kepala bagian belakangnya tak terbendung lagi dan melumuri tubuh Sooyoung.

Air mata gadis itu menggenangi pelupuk matanya, hingga menetes di dahi Siwon, namun kali ini air mata itu bukan air lagi air mata haru seperti air mata yang ia keluarkan di hadapan Siwon di hari ulang tahunnya, melainkan air mata pilu mengiris hati siapapun yang melihatnya.

“Op…pa…” lirihnya tertahan sambil memandang pilu pria yang paling ia cintai itu.

Siwon mengulurkan tangannya ke arah wajah Sooyoung dan mengusap lembut air mata gadis itu dengan jemarinya yang dingin dan gemetar

“Uljima Sayang… Uljima…” ucapnya pelan… kata itu sekaligus menjadi kata terakhir yang ia ucapkan, perlahan tangannya yang semula ada di wajah Sooyoung, kini meluncur bebas ke lantai, pandangannya perlahan meredup hingga akhirnya tertutup rapat .

Dengan panik Sooyoung menepuk-nepuk pipi kekasihnya berusaha membangunkannya, namun semua itu percuma.

“Opp…pa…. aku mohon bangunlah, jangan tinggalkan aku…” lirihnya tergagap menyadari apa yang ia lakukan percuma. Untuk beberapa saat Dadanya sesak menahan tangis , tenggoroknnya tercekat  seperti seseorang sedang mencekiknya, air matanya tumpah ruah tak tertahankan lagi.

“Oppa bangun!!! Kumohon Bangunlah!! Oppa jangan tinggalkan aku sendiri, Oppa!!” ia meronta, menjerit seperti orang gila, ia menjerit sejadi-jadinya hingga melampaui batas suara normalnya, hingga jeritan itu seakan menjadi sebuah suara penghabisan yang ia keluarkan…..

#####

Kyuhyun’s POV

“Oppa bangun!!! Kumohon Bangunlah!! Oppa jangan tinggalkan aku sendiri, Oppa!!”
Gadis itu meracau pelan dalam tidurnya, cish akhirnya setelah sekian lama aku dapat mendengar suaranya, aku pikir ia benar-benar seorang tuna rungu.

Tapi rupanya ia masih bisa bersuara meski hanya dalam tidurnya, suarnya sebenarnya juga tak terlalu buruk untuk di simpan, lalu kenapa selama ini dia selalu diam seperti orang bisu? aahh entahlah… sepertinya gadis ini seperti tokoh-tokoh yang ada dalam cerita-cerita misteri.

Ia tertidur meringkuk di sudut kamarnya sambil memeluk biolanya, yaa aku rasa biola itu punya nyawa hingga ia tampak memperlakukannya seperti kekasihnya. Hari sudah senja dan  ia belum menyalakan lampu kamarnya, hingga hanya ada segaris sinar matahari senja yang menyusup melalui jendela kamarnya, dapat kulihat pipinya basah dengan air matanya. Kudengar iapun terisak.

“Hei bangun!” ucapku sambil menggoncang tubuhnya dengan kakiku, Kulihat ia belum juga terjaga.

“Choi Sooyoung, bangunlah!” bentakku sambil menggoncang tubuhnya lebih kasar masih dengan kakiku hingga akhirnya ia terbangun.

Menyadari kehadiranku, ia langsung terlonjak kaget dan segera berdiri sambil menghapus sisa air matanya.

“Yyaa! bisa-bisanya kau di sini asik-asik tidur sementara jam segini kau belum membuatkan makan malam untukku?!” bentakku, dan lagi-lagi ia hanya tertunduk. Tanpa bicara apa-apa ia dengan lancang beranjak dari hadapanku, namun aku segera menahannya dengan titahku.

“Kau siapkanlah  aku air kembang, karena aku ingin mandi kembang dengan wanitaku”  ia lagi-lagi hanya mengangguk pelan dan segera beranjak, dan sikapnya itu benar-benar membuatku jenuh.

******

Author’s POV

“Mmmphhh….” Gadis itu melenguh nikmat ketika bibir Kyuhyun menyerang bibirnya dengan bringas, tubuh keduanya terbanting pelan di sofa ruang tamu dan keduanya melakukan pergulatan ciuman itu di sana. Wanita itu tak kalah liar dari Kyuhyun, karena tangannya secara aktif menelusup ke dalam kemeja Kyuhyun dan meraba punggung Kyuhyun, tangan wanita itu semakin nakal dengan mulai mempereteli kancing kemeja Kyuhyun satu persatu, pergulatan itu sudah terlampau panas namun entah kenapa Kyuhyun merasa begitu hambar dan tidak merasakan kenikmatan yang ia inginkan, entah mengapa meski selalu bergonta-ganti teman wanita, akhir-akhir ini ia mulai merasakan kejenuhan, Ia sama sekali tak merasakan gairah dan kepuasan itu, semakin lama pergulatan itu mendekati puncak klimaksnya, semakin besar pula kejenuhan itu merayapi hatinya. Dan tiba-tiba pergulatan itu sontak terhenti ketika seseorang muncul menghampiri mereka.

“Siapa gadis kecil itu Oppa?!” wanita yang sedang bersama Kyuhyun itu bertanya, ia merasa sangat terganggu dengan kehadiran Sooyoung yang membuyarkan kesenangannya. Kyuhyun sejenak diam dan menatap Sooyoung yang berdiri tak jauh darinya.

“Dia… hanya seorang pembantu” jawab Kyuhyun

“Tuan… air kembangnya sudah siap” baru kali ini Sooyoung mengeluarkan suaranya walaupun begitu pelan. Ia seperti telah menduga bahwa Kyuhyun akan memperkenalkannya sebagai pembantu, bukannya isterinya. Setelah mengucapkan itu, iapun segera berlalu dan masuk ke kamarnya.

Entah kenapa, Kyuhyun tiba-tiba merasa jijik dengan wanita berpakaian mini di sampingnya. Melihat Sooyoung yang berpenampilan serba tertutup dengan kaus lengan panjang dan celana  tidur yang juga panjang malah tiba-tiba mengundang ide gila dalam benaknya.

“Oppa… ayo kita lanjutkan lagi” desah wanita di sampingnya sambil memeluk tubuh Kyuhyun. Kyuhyun tiba-tiba melepas kasar pelukan wanita itu.

“Pulanglah..!” ucap Kyuhyun dingin.

“Wae? kita kan belum selesai Oppa?” wanita itu tak terima, Kyuhyun lalu mengambil beberapa lembar won dari dalam dompetnya dan ia berikan kepada wanita itu.

“Pulanglah… aku lelah, aku ingin tidur” tegasnya lalu berlalu meninggalkan wanita itu dan masuk ke dalam kamarnya.

****

Kyuhyun mengintip punggung Sooyoung yang sedang sibuk mencuci piring… ia menyeringai puas karena ia akhirnya tau apa yang harus ia lakukan untuk membuat gadis itu menderita..

Yaa… kali ini ia begitu girang karena ia akan menyelam sambil minum air, selain untuk menghilangkan kejenuhannya dengan mencoba menu baru yang segar, yakni gadis polos seperti Sooyoung, ia juga akhirnya punya jalan untuk membuat gadis itu menderita.

Tanpa menunggu lebih lama lagi, Kyuhyun langsung melangkah mendekati Sooyoung, dan tanpa aba-aba, segera saja ia meraih tubuh Sooyoung ke dalam gendongannya, piring yang ada di genggaman Sooyoung tergelincir ke lanta dan menimbulkan dentuman pecahan kaca, namun Kyuhyun tak perduli.  Sooyoung tentu saja merasa begitu terkejut, ia memberontak dalam gendongan pria itu. Ia ingin berteriak sekencang-kencangnya, tetapi seperti ada yang mengganjal di kerongkongannya.

Kyuhyun membawa tubuh Sooyoung ke dalam kamarnya dan dengan kasar ia membanting tubuh Sooyoung ke atas tempat tidur,

“Istriku… malam ini kita akan menikmati indahnya menjadi sepasang suami istri” ucap Kyuhyun sambil tersenyum licik, nafas Sooyoung tersengal-sengal akibat suaranya yang tertahan, hanya air mata yang lagi-lagi ia keluarkan untuk mengungkapkan perasaannya, ia perlahan memundurkan tubuhnya ketika Kyuhyun semakin mendekatinya. Kepalanya mendadak terasa pening dan tiba-tiba ia merasa berada di dimensi yang berbeda, tampak seperti gudang tua yang gelap, aroma karat besi tua bercampur cat basah tercium kentara di hidungnya, keringatnya mengucur deras di kedua pelipisnya, ia melihat di hadapannya dua orang pria asing tertawa mesum sambil perlahan-lahan mendekatinya.

“Jj..Jang..an!!” ucapnya tertahan, Kyuhyun tersentak mendengar suara itu

“Kumohon jangan lakukan itu tuan… Jangan!” suaranya semakin nyaring dan lancar, Kyuhyun berhenti sejenak melihat reaksi Sooyoung dirasanya sudah berlebihan, wajahnya benar-benar pucat pasih saat itu.

“Jangan Tuan, aku mohon. Aaaa… jangaann!!!” kini ia menjerit seperti orang gila, Kyuhyun tersentak melihat keadaan gadis itu, ia sama sekali tak melakukan apa-apa padanya, tapi gadis itu menjerit seperti seseorang sedang menjamah tubuhnya, gadis itu meraung-raung.. tangisan pilunya menggema memenuhi ruangan, tangisan itu begitu menyayat hati siapapun yang mendengar tangisannya termasuk Kyuhyun saat ini.   

                 TE BE CE

Sampe sini dulu ya part 1 nya. Ingaat jangan suka korupsi, jangan bisanya cuma maki-maki pejabat yang korupsi ternyata diri sendiri melakukan hal-hal yang merupakan cikal bakal korupsi salah satunya dengan menjadi SIDER.

Thanks udah di baca Annyeong

Advertisements

218 thoughts on “Only You To Me part 1

  1. omonnaa.. Keren2 apa yg terjadi selanjuttnyaaa…?? masih sdikit kurang mengerti sihh.. Tapi sumpah.. Bagus.. Mereka akan menikah.. Kan..? Hm -_- tapi oppa, apa slamanya kan membenci soo.? Jangn bilangg..! Pasti karma 😀 heheh
    Next thor.. Eottae.? 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s