Only You To Me Part 2


Gambar

Judul       : Only You To Me

Author      : Choi Runnisa

Cast          : Super Junior Kyuhyun As Cho Kyuhyun

                   SNSD Sooyoung As Choi Sooyoung

                   Exo Suho As Choi Suho

                   F (X) Victoria as Victoria Song

                   Super Junior Siwon As Choi Siwon

 Other Cast: You Can Find Them in The Story

Genre    : Drama Sad Romantic

 

Salam Sapa Author : Annyeong, Uri Readers yang budiman temennya superman, kkkk. Alhmdulilaah… Akhirnya bisa ngepubish lagi Fan Fict ini,, Rasanya satu kutil berkurang lagi J (?). Well, Ngomong-ngomong soal Fan Fict ini, liat-liat comment dari Beberapa Readers yang nanyain kenapa harus Suho, trus malah ada yang protes kenapa gak Kriss aja?

 

Eheeem… jadi gini, Author pengen cerita sedikit tentang Casting ‘Choi Suho’ di sini, ada beberapa alasan kenapa Exo Suho yang bisa lolos Casting-an Author. Yang paling pertama dan paling utama adalah karena Suho adalah Bias utama Author di Exo, dan selama ini Author belom pernah masukin Suho ke dalam Fan Fict Author, dan see, betapa Author sebagai fans durhaka kalo milih Cast laen sedangkan bias Author malah author anggurin. 

 

Yang kedua, karena Author ngerasa Suho mirip sama Siwon, *itu sih dari mata author yang super belo ini. terutama senyum, bibir dan matanya dan Readers pasti bisa nebak lah yaa kalo dalam cerita ini Suho ada hubungannya dengan Siwon dan namanya juga Author rasa cocok untuk di kasih embel-embel marga Choi.

 

Last… karena karakternya Suho MaBoy yang easy Going menurutku cocok sama k’arakter Choi Suho di sini, kalo mau pake Kriss, aku liat karakternya Kriss itu lebih cocok jdi cowok yang Cool gimana gitu, dan mau pake member Exo laen pada kemudaan, mau pake Changmin  Oppa, udah pernah hehehe. Yaa… itu aja sih penjelasan singkat (?) dari Author, maaf kalo ngeganggu readers yang pada mau baca Fan Fictnya. Yaa, intinya Happy Reading Aja lahh!!!

 

 Last Part

 

*****

 

Tubuh kecil itu bersembunyi di balik pohon ek tua besar di hadapannya, bak seorang pengintai, mata kecilnya memantau setiap gerak-gerik pasangan yang tampak seperti seorang ayah dengan putri kecilnya dari kejauhan namun tak cukup jauh hingga masih dapat mendengar percakapan ringan mereka.

 

Mata kecilnya lagi-lagi menyipit kesal mendapati pria itu memberikan sebuah permen kapas yang ia beli dari pedagang asongan sekitarnya dan ia berikan kepada gadis kecil itu.

 

“Kamsha hamnida Ahjussi” gadis kecil itu mengeluarkan suara kecilnya.

 

“Yaa… Sooyoung lupa ya? Bukankah sekarang aku ini Appamu? Jadi mulai sekarang dan untuk seterusnya, Sooyoung harus menganggap dan menyebut aku ini Appamu, Yaksuk?!” pinta pria itu sambil menyodorkan jari kelingkingnya kepada gadis kecil itu dan dengan senang hati gadis kecil itupun membalasnya dengan menautkan jari kelingking kecilnya dengan kelingking pria itu.

 

“Nee…. Appa” tukas gadis kecil itu ceria meski masih terdengar kaku dengan panggilan itu, seraya tersenyum memamerkan deretan gigi susunya yang tanggal satu di bagian depannya. Pria itu membalas senyumannya dan membelai puncak kepala gadis kecil itu penuh kelembutan. Sementara tubuh kecil yang masih berlindung di balik pohon ek tua yang besar itu menatap prilaku dua orang itu dengan tajam seakan tak suka melihatnya.

 

“Sekarang Appa mau masuk ke toko itu sebentar, apa kau bisa menunggu Appa di sini sebentar?”

 

“Nee… Appa” Jawab gadis kecil itu lagi. Pria itu tersenyum seraya mengusap lembut pipi chubby gadis kecil itu, lalu beranjak menyeberangi jalan setapak dan menghilang di balik pintu toko.

 

Sementara itu, tubuh kecil yang masih bersembunyi di balik pohon itu, hanya bisa menggigit bibirnya, nafasnya memburu menahan amarah terpendam yang kini menggelayuti hatinya, ia tertunduk menangis terisak, ia begitu merindukan pria yang sudah beberapa minggu tak mampu ditemuinya karena ibunya akan marah dan memukulinya jika tau ia nekat menemui pria itu, ia hanya mampu  mengintai mereka dari kejauhan  padahal betapa ia iri pada gadis kecil itu, ia juga ingin mendapatkan belaian hangat dari tangan pria itu, seperti apa yang ia lakukan kepada gadis kecil itu tadi dan seperti yang selalu ia lakukan dahulu terhadapnya.

 

Dan tanpa ia sadari seseorang telah berdiri di hadapannya menatapnya. Ia terkejut ketika gadis kecil yang sejak tadi diintainya dari kejauhan itu, kini berdiri di hadapnnya. Gadis kecil itu lagi-lagi tersenyum tulus ke arahnya dan kembali memamerkan deretan gigi susunya yang kurang satu di bagian depan.

 

Masih dengan senyum manisnya, Ia lalu menyodorkan permen kapas yang belum ia sentuh sama sekali itu kepada anak laki-laki yang bernama Kyuhyun itu. Tangisnya sesaat terhenti, Kyuhyun dengan ragu menerimanya dan hanya memandangi permen kapas yang kini ia genggam.

 

“Uljima Oppa” ucap gadis kecil itu lembut. Kyuhyun memandanginya tak percaya, Gadis kecil itu melangkahkan kakinya satu langkah mendekati Kyuhyun, sedikit berjinjit mengimbangi tinggi badan Kyuhyun yang saat itu masih sebahunya, ia raih wajah Kyuhyun dengan tangan kecilnya, dan dengan lembut ia seka air mata yang masih tersisa di pipi anak itu,  untuk sesaat anak laki-laki itu seakan melupakan siapa gadis kecil itu. Mata beningnya yang bulat menyiratkan ketulusan dan kebaikan hatinya, wajahnya begitu polos dan bersih, pipinya yang chubby kemerahan, begitu menggemaskan membuat orang yang memandangnya tak memiliki alasan apapun untuk membencinya.

 

 Untuk pertama kalinya Kyuhyun sudi menatap wajah polos gadis kecil itu tanpa ada perasaan kebencian sedikitpun. Untuk pertama kali dalam hidupnya, ia merasakan desiran lembut yang aneh dari dalam lubuk hatinya.

 

Flash Back Cut

 

 

“Sebenarnya apa yang terjadi padamu? Apakah kau benar adalah gadis kecil itu?” Lirih Kyuhyun tak percaya memandang gadis yang kini terbaring tak sadarkan diri di ranjangnya, ditatapnya lekat-lekat wajah samar yang bersembunyi di balik rambut panjangnya itu.

 

Tanpa kendalinya, tangannya tiba-tiba bergerak peralahan dan menyentuh rambut legam gadis itu, perlahan-lahan ia sibak sedikit demi sedikit rambut yang menutupi sebagian besar wajah gadis itu, hingga kini menampakkan wajahnya secara keseluruhan.

 

Untuk sesaat, ia terpaku menatap wajah pulas di hadapannya, disinari keremangan lampu tidur, wajah itu masih tampak jelas terlihat. wajah itu… wajah itu tak banyak berubah jika tak berlebihan mengatakannya sama sekali tak berubah, kelopak mata yang terkatup seakan memamerkan bulu mata yang tebal dan lentiknya, pipinya masih chubby kemerahan, meski tak sechubby dulu, seiring kedewasaannya. Tanpa sadar jemari Kyuhyun mulai bergerak menyentuh setiap inchi wajah itu, halus, lembut, seperti menyentuh wajah seorang bayi.

 

Hingga tiba-tiba gerakan tangannya terhenti, Kyuhyun menarik pelan tangannya, tiba-tiba perasaan simpati itu kembali seperti semula. Yaa… tak kan pernah ada yang berubah, ia akan selalu memandang sama gadis itu. Gadis itu tetap akan menjadi musuh abadinya sejak dulu, sekarang, nanti dan selamanya.

 

*****

 

Sooyoung seketika terlonjak kaget dari pembaringannya ketika ia terjaga dari tidurnya dan menyadari hari sudah terlalu siang ditandai dengan kamar yang tampak begitu terang tanpa cahaya lampu. Ia pun sadar bahwa tempat tidur yang sejak semalam ia tiduri bukan tempat tidurnya dan ruangan itu bukanlah kamarnya.

 

Sooyoung panik, baru sekali ini dalam hidupnya yang ia ingat ia bangun kesiangan, padahal banyak hal yang harus ia lakukan sebelum berangkat ke kampus. Segera ia beranjak dari tempat tidur, merapikannya dan keluar dari ruangan itu.

 

Di luar kamar, kini didapatinya apartemen yang lumayan berantakan, yaa bisa dibilang sangat berantakan jika dibandingkan biasanya. Beberapa kaus kaki dan sandal ruangan berceceran di lantai. Sepasang kemeja dan celana panjang yang tampaknya kotor di letakkan begitu saja di atas senderan sofa. Dan di meja ruang tamu terdapat sebotol whine dan gelasnya yang masih terisi seperempat gelasnya.

 

Buru-buru Sooyoung memunguti satu per satu benda yang berserakan di lantai dan membersihkan semuanya. Ketika berjalan menuju dapur, di meja makan ia dapati seseorang di sana. Pria berambut cokelat bergelombang itu sedang asik dengan sarapan ala  kadarnya yakni semangkuk ramyeon yang merupakan satu-satunya jenis masakan yang bisa ia masak, ditemani segelas susu murni di sebelahnya.

 

Sooyoung melirik ke arah dapur yang berjarak tak jauh dari meja makan, dan pria itu sepertinya sukses menyulap dapur menjadi tampak seperti kapal pecah.

 

Sooyoung melangkah mendekati pria yang pura-pura asik menyantap ramyeon rasa hambarnya itu, tanpa melihat ke arahnya.

 

“Miann hamnida” ucapnya pelan sambil tertunduk. Kyuhyun menghentikan sejenak makannya.

 

“Kau tau ini jam berapa?! Kau malah enak-enakan tidur di kamar orang, dan membiarkan pemiliknya tidur di sofa dan kelaparan tanpa sarapan!!” Omel Kyuhyun.

 

“Miann…” lirih Sooyoung lagi sambil masih tertunduk. Kyuhyun segera menyelesaikan sarapannya. Dengan kedua tangannya, ia angkat mangkuk yang masih berisi sisa ramyeonnya dan gelas yang berisi susu murni yang juga tak habis diminumnya. Ia bermaksud menyerahkan semuanya kepada gadis yang masih berdiri menunduk di sampingnya, namun niat hati akan menyerahkannya dengan kasar, malah kuah ramyeon itu seakan tak tau diri dengan menyerang tuannya, kuah ramyeon itu bergoyang dan tumpah mengenai kemeja kerjanya sebelum ia benar-benar memberikannya pada gadis itu.

 

“Aissh!” kesal Kyuhyun seraya meletakkan kembali mangkuk dan gelasnya di meja makan.

 

“Kk.. Kyuhyun-ssi, kemejamu!” seru Sooyoung langsung meraih tisu yang ada di meja makan lalu dengan panik, ia langsung membersihkan kuah ramyeon di kemeja Kyuhyun, tepatnya di bagian dadanya dengan tisu, tanpa segan yang menurut Kyuhyun itu adalah sebuah kelancangan.

 

Deg! Terjadi sebuah desiran halus yang sepertinya berasal dari sebuah organ tubuh di balik kemeja yang ditumpahi kuah ramyeon itu. Kyuhyun terdiam, pandangannya terpaku menatapi tangan mungil yang bergerak cepat membersihkan kemejanya. Untuk sesaat ia sibuk mendiamkan desiran halus itu merayapi hatinya, ia harus memastikan dari mana asalnya desiran halus itu dan apa yang menyebabkannya. Seketika kesadarannya pulih, ia harus segera menepis desiran aneh itu.

 

Dan pada detik berikutnya, segera ia meraih tangan yang sejak tadi sibuk dengan kemeja kotornya dan mengenggamnya dalam diam, Sooyoung sedikit terkejut dengan perlakuan pria di hadapannya. Dengan takut-takut untuk pertama kalinya ia berani melihat ke arah wajah pria itu.

 

“Gemanhae!” tegas Kyuhyun dengan ekspresi wajah begitu sulit diartikan. Pelan-pelan ia melepaskan tangan Sooyoung, hingga gadis itu meletakkan sendiri tangannya di sisi tubuhnya. Sooyoung menunduk takut-takut karena pria di hadapannya menatapnya tajam dan agak lama.

 

Masih dengan menatap tajam gadis di hadapannya, buru-buru Kyuhyun membuka kancing kemejanya satu per satu, dan setelah semuanya terbuka, dengan kasar ia menanggalkannya, menyisakan pakaian dalamnya dan memberikan kemeja bermotif garis-garis vertikal biru itu kepada Sooyoung.

 

Kemudian berlalu meninggalkan gadis yang masih kebingungan itu, semenit kemudian Kyuhyun kembali di hadapan Sooyoung dengan membawa setumpuk pakaian yang tampak seperti pakaian kotor dan dengan kasar ia berikan kepada Sooyoung, hingga gadis itu mengalami kesulitan memeluki tumpukan pakaian kotor itu.

 

“Ini…. cuci semuanya sampai bersih!!” ujar Kyuhyun dingin, seraya berlalu dari hadapan gadis itu, namun beberapa langkah ia berjalan, ia berhenti sesaat Sooyoung menatap polos punggung itu, menunggu apa yang akan diucapkannya.

 

“Pastikan apartemen ini sudah bersih total sebelum aku kembali, kau tidak akan kemana-mana sebelum membereskan semuanya” ucapnya dingin tanpa berbalik ke arah Sooyoung. Iapun melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.

 

*****

 

Sooyoung berlari kecil menapaki tangga ‘seribu’ gedung SM Art School sambil sesekali melirik jam tangannya. Ia menggigit bibirnya panik seusai melirik jam tangannya yang menunjukkan ia sudah terlambat 7 menit. Ini pertama kalinya dalam hidupnya mengalami keterlambatan, jadi ia tak tau pasti apa yang akan dilakukan profesor terhadap mahasiswa yang terlambat, yang jelas, itu pasti bukan sesuatu yang baik.

 

Benar saja, sesampainya di depan kelas, ia agak sedikit ragu untuk masuk, tapi ia rasa tak ada salahnya mencoba.

 

”Permisi Pak” ucapnya pelan setelah mengetuk pintu. Sang profesor menghentikan sejenak aktifitas mengajarnya.

 

“Maaf, saya terlambat” lirih Sooyoung sambil menunduk, Sang profesor gempal berkepala plontos itu menatap tajam ke arah Sooyoung melalui sela-sela kaca mata berlensa silindernya.

 

“Gaa!!” ucapan profesor itu pelan tapi tegas sambil menunjuk ke arah luar.

 

“Nee?” Sooyoung hanya memastikan.

 

“Keluarlah, karena kau baru saja mengganggu konsentrasiku” Sooyoung diam. Dan akhirnya berlalu dari hadapan profesor itu.

 

*****

 

“Heeeft” Sooyoung menghembuskan nafas beratnya, hari ini adalah hari yang kurang beruntung baginya, walau sebenarnya memang tidak pernah ada hari beruntung dalam hidupnya. Namun sekali lagi, untuk pertama kali dalam hidupnya dikeluarkan dari kelas hanya karena terlambat, ia menyesali dirinya yang bangun kesiangan, dan mengacaukan semua aktifitasnya, dalam hati ia berjanji tidak akan pernah terlambat lagi.

 

Ia memutuskan untuk menghabiskan waktu satu setengah jam itu dengan menyendiri di bukit belakang kampus yang baru ditemuinya saat berkeliling tadi, tempat itu tampak begitu cocok bagi ‘penyendiri’ seperti dirinya, karena sepertinya tak ada mahasiswa yang berminat mengunjungi apa lagi menghabiskan waktu di sana.

 

Sooyoung mendudukkan tubuhnya di atas tanah berumput yang berbentuk cekungan layaknya bukit kecil itu. Selanjutnya, ia keluarkan biola kesayangannya dari tas jinjingnya, dan memutuskan untuk memainkannya.

 

‘You Rise Me Up’ milik Josh Groban, mengalun dengan lembut melalui dawai biola kecil yang  digesek dengan apik oleh tangan kurus itu. Sooyoung memejamkan mata bulatnya, mencoba merasakan sentuhan lembut alunan lembut biolanya serta memasukkan jiwanya ke dalam setiap gesekan dan tarikan biolanya. Pekikan dawai biola itu seakan mewakili jeritan dan curahan hatinya kepada Tuhan, yaa hanya dengan bermain biola ia bisa merasakan jiwanya begitu damai dan bahagia, karena hanya biola lah yang dirasanya paling memahami dirinya.

 

Sesaat kemudian, permainan itu segera terhenti, ketika Sooyoung merasakan ia tak lagi sendiri di bukit kecil itu. Seseorang bertepuk tangan kecil dari belakangnya. Perasaan damai yang ia rasakan sirna seketika dengan kehadiran seseorang yang kini sudah berdiri di hadapannya.

 

“Daebakk!!” ucapnya diiringi tepukan tangan, sambil tersenyum memamerkan cekungan kecil yang panjang di kedua pipinya. Dia lagi…. orang itu lagi… Choi Suho… melihat sosoknya bagi Sooyoung seperti melihat hantu, kehadirannya selalu membuatnya tak nyaman, meski kini reaksinya tak seberlebihan kemarin, yaa kali ini Sooyoung lebih bisa menguasai dirinya, setidaknya ia mampu menahan tangisnya dan masih sanggup bertahan melihat wajah pria untuk beberapa menit.

 

Sooyoung segera mengalihkan perhatiannya, buru-buru ia masukkan biolanya pada tempatnya dan mulai beranjak menjauhi pria itu.

 

“Sooyoung-ssi!!” Panggil Suho, dan itu tak berhasil menghentikan langkah Sooyoung. Langkah gadis itu segera tertahan ketika Suho menghalangi langkahnya dengan berdiri di hadapannya. Mau apa pria ini sebenarnya? Apa kehadirannya memang tersetting untuk mengganggu hari-harinya? Sooyoung bersiap melangkah dan menerobos tubuh pria itu, namun lagi-lagi terhenti ketika Suho mengeluarkan suaranya lagi.

 

“Apa kau sudah tau?” tanyanya, Sooyoung memiringkan kepalanya, ia sepertinya mulai tertarik dengan ucapan Suho, dan Suho rasa ia harus memanfaatkan kesempatan berharga ini, otaknya bekerja keras untuk mencari kata yang tepat.

 

“Maksudku… Apakah kau sudah tau sekolah kita akan mengadakan festival?” Sooyoung menatapnya dengan tatapan mengintimidasi.

 

“Yaa… minggu depan sekolah kita akan mengadakan festival seni, seluruh jurusan akan menampilkan karya-karya seni mereka di acara tersebut, apa kau mau ikut?” tanpa mengucapkan apa-apa, Sooyoung langsung melanjutkan langkahnya dan Suho dapat mengartikan gadis itu pasti tak tertarik dengan ajakannya. Tak banyak yang bisa pria 19 tahun itu lakukan untuk menghentikan langkah gadis itu, Sooyoung lagi-lagi menghindarinya.

 

Suho bukan tak peka akan reaksi aneh Sooyoung setiap kali melihatnya.   Mengingat kejadian kemarin siang saat bertemu sepulang dari kampus, Sooyoung menatapnya seperti melihat hantu, lebih tepatnya seperti penjahat yang sewaktu-waktu dapat menyakitinya, keringatnya yang mengucur deras di pelipisnya, serta matanya yang memerah menatapnya,  Suho dapat melihat dengan jelas ada luka dan duka  yang mendalam di balik tatapan dingin gadis itu, tapi justru itulah yang membuat Suho semakin tertantang untuk lebih mengenali gadis itu.

 

Yaa… Suho adalah tipe pemuda supel yang suka bergaul dengan siapa saja dan dari kalangan mana saja, tak heran di kampus ia cukup populer di kalangan para mahasiswa dan pengajar sekalipun, karena selain tampan dan berkarisma, ia juga memiliki pribadi yang benar-benar menyenangkan.

 

Dan baru kali ini dalam hidupnya seseorang menolak berteman dengannya bahkan memandangnya seakan memandang seorang penjahat dan Suho rasa, ia harus tau penyebabnya.

 

****

 

Kyuhyun’s Pov

 

Assa! Sepertinya hari ini aku bisa sedikit rehat dari pekerjaan yang selama seminggu ini benar-benar mencekikku. Ku senderkan tubuhku di kursi kerjaku dan kumainkan kursi kerjaku dengan berput-putar di atasnya seperti anak kecil sedang bermain di arena permainan anak TK. Yaa… aku rasa sekali-kali tak apa aku berlaku seperti anak kecil mengingat masa kecilku memang tidak bahagia. Hehehe. Baru beberapa menit aku menikmati masa refreshingku ketika sekertaris Kwon membuyarkan semuanya dengan memasuki ruanganku. Yaa… kehadirannya berarti pekerjaan baru sedang menantiku.

 

“Sajangnim… maaf, saya kesini hanya ingin menanyakan, apakah sajangnim sudah mengetahui pemberitaan di majalah pagi ini?” Tanya sekertaris Kwon.

 

“Anny… memangnya ada berita apa?”

 

“Kalau begitu Sajangnim harus membaca ini” sekertaris Kwon menyodorkan sebuah majalah padaku.

 

PENGUSAHA MUDA SEKALIGUS PIMPINAN CHO GROUP, CHO KYUHYUN. TERNYATA DIAM-DIAM TELAH MENIKAH DI BALI. SETELAH DIBERITAKAN MEMILIKI HUBUNGAN SPESIAL DENGAN AKTRIS VICTORIA SONG, SANG DIREKTUR MUDA YANG TERKENAL SEBAGAI SEORANG CASSANOVA ITU DIKETAHUI MAMPU DITAKLUKKAN OLEH  SEORANG GADIS MUDA BERUSIA 19 TAHUN.

 

Jika di mulutku sekarang sedang ada makanan, aku pastikan aku pasti sudah kesadakan membaca pemberitaan di majalah tersebut, tak tanggung-tanggung majalah itu bahkan menampilkan gambar Sooyoung yang masih mengenakan seragam putih abu-abu yang ku ketahui seragam SMU di Bali.

 

Sial….! kenapa nasibku sudah seperti seorang selebritis? Kehidupan pribadiku sekarang sudah berhasil dijamah oleh publik, yaa semenjak skandal kencanku dengan Victoria dua tahun lalu, sepertinya para pemburu berita itu menjadi hobby sekali mengorek-ngorek tentang kehidupan pribadiku, terutama masalah percintaan. Sesaat kemudian, telepon langsung berdering dan ini bukan pertanda baik, aku pasti harus menghadapi lagi serbuan pertanyaan dari para relasi bisnisku yang jauh lebih melelahkan dari pekerjaan kantor.

 

Dengan berat hati akupun mengangkat telepon, karena aku yakin, mereka tidak akan berhenti sebelum mendapatkan konfirmasi darikuf secara langsung. Yang jadi permasalahannya, kali ini aku tak mampu mengelak tentang pernikahan ini karena pada akhirnya wartawan pasti akan mencium kebenarannya juga.

 

“Yeo… yeoboseyo..” ucapku setelah mengangkat gagang telepon.

 

“Cho Sajangnim… Ini directur LSM Coorp”

 

“Aaah nee, sajangnim”

 

“Apa itu benar? Anda sudah menikah?”

 

“Aaaa haha… Maljayo”

 

“Yaa… bagaimana anda bisa menyembunyikan berita baik ini eoh?”

 

“Miann hamnida ceritanya panjang sajangnim…”

 

“…..”

 

“Nee…”

 

“…..”

 

“Nee, kamshamnida sajangnim”

 

Heeft…. entah aku harus merasa lega atau apa setelah berkata jujur seperti ini, tapi ini belum berakhir, dan aku yakin ini baru permulaan, telepon akan berdering puluhan kali setelah ini. Dan benar saja, belum lima menit setelah dering telepon sebelumnya, dering berikutnya menyusul dan lagi-lagi terpaksa aku harus menghadapinya…

…….

 

Entah berapa kali aku dihujani deringan telepon, hingga untuk beberapa menit, tak terdengar telepon berdering lagi… Aku begitu berharap tak akan ada lagi telepon untukku. Tapi… tak sampai semenit aku berpikir demikian, lagi-lagi telepon kembali berdering. Aku mengacak rambutku frustasi. Jeongmal… ini lebih melelahkan dari bekerja lembur.

 

“Yeoboseyo!” sedikit kasar aku mengucapkannya.

 

“Kyuhyunaa” suara berat di seberang sana tak asing lagi bagiku.

 

“Nee… Imo…” Yaa… pria yang kupanggil imo itu adalah seorang pria berdarah China, yang merupakan relasi bisnis Eomma yang sudah seperti keluargaku sendiri, dia juga tak lain adalah ayah dari Victoria.

 

“Yaa… Kyuhyunaa… Neo! kenapa kau menutupinya dari      Imomu ini Eoh?” sudah kuduga, Imo pun pasti akan menanyakan hal yang sama.

 

“Miann… Imo, ceritanya panjang, aku belum sempat mempublikasikannya”

 

“Yyaa… setidaknya kau hanya perlu mengabarkannya pada Imo”

 

“Jeongmal miann… aku…”

 

“Begini saja…besok malam bawalah dia acara pesta pembukaan  cabang baru perusahaan kami”

 

“Be… Besok malam?” 

 

“Nee… kau harus membawa menantu Imo arra?”

 

*****

 

Pagi ini, aku tak benar-benar menikmati sarapanku, sarapan terasa begitu hambar di mulutku karena mataku sibuk mengikuti Sooyoung yang mondar-mandir di hadapanku, sibuk dengan pekerjaan rumah tangganya.  Aisshh… aku benci dengan situasi seperti ini, di mana aku harus merendahkan diriku meminta tolong kepada musuhku sendiri. Tapi semua itu memang harus kulakukan meski aku sangat tak ingin.

 

Kini, gadis itu berdiri di sampingku bermaksud memunguti piring bekas sarapanku untuk ia cuci, dan aku rasa ini saat yang tepat untuk mengungkapkannya. Reflek aku, menghentikan kegiatannya memunguti piring di hadapanku dengan meraih lengannya.

 

“Biar aku saja” ucapku singkat, lalu berdiri dan meraih piring yang ia pegang, akupun segera menaruhnya di tempat pencucian piring.

 

Ia kembali memburu bergegas mencuci piring, namun entah malaikat apa yang sedang menaungiku, sehingga aku dengan bodohnya, bersikeras untuk mencucinya sendiri. Sooyoung masih berdiri di sampingku dan menatapku. Ia pasti bingung dengan prilaku anehku, karena aku sendiripun bingung dengan apa yang aku lakukan. Aisssh… sedang apa gadis itu? kenapa dia terus-terusan berada di dekatku dan menatapku seperti itu? tatapannya itu benar-benar membuatku gugup dan sepertinya wibawaku mulai jatuh di hadapannya, dan aku tidak akan membiarkannya. Segera ku hentikan aktifitas mencuci piringku.

“Cuci semuanya sampai bersih!” aku meninggikan suaraku, lalu bergegas untuk pergi, tapi Chakkamman! Aku belum menyampaikan maksudku.  Dengan terpaksa, aku kembali membalikkan tubuhku menghadapnya.

 

“Sooyoung-ssi…!” ia menghentikan sejenak kegiatannya dan membalikkan tubuhnya menghadapku, dan anehnya melihat wajahnya malah membuatku kehabisan kata-kata sesaat, harusnya dia tak perlu membalikkan tubuhnya menghadapku.

 

“Malam ini… kau harus pergi bersamaku….” ia sepertinya menganggu aku melanjutkan kalimatku.

 

“Yaa… maksudku, semua orang sudah tau pernikahan kita, jadi aku harus memperkenalkan kepada semua orang, siapa…..” aisshh, aku benar-benar benci harus mengatakan ini.

 

“Istriku…” aku begitu berat mengatakannya, di samping itu aku juga merasa lega.

 

“Jadi berdandanlah sebaik mungkin agar tidak terlalu memalukan di hadapan relasi bisnisku” Cukup… aku rasa, aku sudah menyampaikan yang seharusnya kukatakan.

 

“Chogi….” seseorang di belakangku itu akhirnya mengeluarkan suaranya, aku hanya menghentikan langkahku tanpa berbalik ke arahnya, aku tidak boleh terkesan tertarik akan perkataannya.

 

“Jhoseonghamnida… tapi… aku tidak punya baju yang bagus untuk pergi ke pesta”….

 

*****

 

Errrghh…kesabaranku mulai habis… Salon… adalah tempat yang paling aku benci jika pergi bersama dengan seorang wanita, menunggu adalah pekerjaan yang paling aku benci, dan pergi ke salon bersama seorang wanita selalu membuatku harus menunggu selama berjam-jam. .

 

Dari sore hingga menjelang malam, aku harus menunggu sambil sesekali membaca majalah-majalah fashion yang sebenarnya sama sekali tak menarik perhatianku. Aku hampir saja tertidur ketika, seseorang muncul di hadapanku, dia adalah Nyonya Oh,,, sang pemilik salon langganan Eommaku semasa hidupnya dulu.

 

“Tuan Cho… istri anda sudah selesai aku rias, Yaksuk! Kau jangan pingsan karena sebentar lagi anda akan melihat seorang dewi akan turun di hadapan anda” wanita genit yang selalu berdandaan menor itu memang selalu berkata berlebihan, jadi aku lebih memilih untuk tak mendengarkan ucapannya.

 

“Cish! Yaa… kalau begitu, mana dia?”

 

“Aaah, rupanya tuan Cho sudah tidak sabar melihat istrinya yang cantik yaaa? Hahha.. baiklah aku akan membawanya pada anda segera, Chakkammanyoo” Nyonya Oh segera berlalu dan menghilang di balik tirai… sesaat kemudian ia sudah muncul dengan membawa seseorang di sampingnya.

 

Gadis itu menundukkan pandangannya, sedangkan aku tak bisa menahan pandanganku untuk tak menelitinya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tubuhnya berbalut mini dress hitam kemban yang memamerkan bahu dan lehernya yang jenjang, serta lekuk tubuh rampingnya, kaki yang jenjang dan kuning langsat dan beralaskan sepatu blink-blink hitam.

 

“Yaa! Sooyoung-ssi… jangan menunduk begitu, ayo tegakkan tubuhmu dan perlihatkan wajah sempurnamu itu di hadapan suamimu” Nyonya Oh menekan tengkuk Sooyoung untuk menegakkan tubuhnya dan mengangkat dagunya hingga wajah yang sejak tadi tertunduk terlihat dengan jelas.

 

Omo! Ini sungguh menyebalkan, tapi lagi-lagi mataku tak mampu berbohong, aku bahkan hampir tak mengenal gadis di hadapanku.

 

Rambut tebalnya yang biasanya menutupi sebagian wajahnya kini disanggul rendah ke belakang, hingga memperlihatkan seluruh wajahnya yang tampak putih bercahaya dengan polesan BB cream tipis-tipis, bibirnya yang merah jambu dengan polesan tipis lip balm dan mata bulatnya yang tampak tajam dengan sapuan eye liner.

 

“Otte Tuan Cho…? tidakkan anda merasa menjadi pria yang paling beruntung memperisteri seorang bidadari?” ucapan Nyonya itu segera membuyarkan lamunanku, aku hanya bisa berdehem dan memalingkan pandanganku untuk menutupi kegugupanku.

 

“Biasa saja” ucapku sekenanya dan itu sukses membuat wajah nyonya Oh tampak kecewa. Aku tidak memperdulikannya dan segera menarik tangan Sooyoung tanpa melihat ke arahnya.

 

Author’s POV

 

Dalam perjalanan, Kyuhyun sedikit tak berkonsentrasi menyetir karena seseorang yang duduk di sampingnya, ia menyesal kenapa begitu bodohnya menyuruh gadis itu duduk di sebelahnya, harusnya ia menyuruhnya duduk di belakang. Ia bahkan tidak bisa mengendalikan dirinya untuk tak mencuri-curi pandang ke sebelahnya, sementara orang yang diperhatikan dengan sikap dinginnya, seperti biasa hanya diam dan menatap lurus ke depan.

 

“Chogii…. di hadapan relasi bisnisku, kau tidak perlu bicara apa-apa. Biar aku yang menjelaskan semuanya” lagi-lagi hanya sebuah anggukan yang ia dapatkan dan lagi-lagi Kyuhyun merasa terhina akan sikap gadis itu.

 

*****

 

“Letakkan tanganmu di lenganku” bisik Kyuhyun di ambang pintu tempat acara pesta. Sooyoung dengan ragu menyematkan tangannya ke lengan Kyuhyun, hingga tampak seperti pasangan sungguhan dan merekapun berjalan masuk.

 

“Omo! Tuan Cho, apa dia ini istrimu? Neomu Yeppotaa, kenapa istri secantik ini malah disembunyikan?”  Tanya seorang relasi yang juga membawa istrinya.

 

“Miann hamnida, sejujurnya saya tidak bermaksud demikian, hanya saja saya belum memiliki waktu yang tepat untuk memperkenalkannya”

 

 Tak jauh dari tempat mereka berdiri terlihat dua orang pria paruh baya dan seorang wanita yang tampak sebaya mereka mengobrol dengan akrab.

 

“Maaf… kami permisi sebentar” ujar Kyuhyun berpamitan kepada pasangan itu dan beranjak menuju kepada kumpulan tadi.

 

“Anyeong haseyo Imo…” Sambil memasang senyum ramahnya Kyuhyun menyapa Tuan dan Nyonya Song.

 

“Eoh, Kyuhyun-aa kau sudah datang?”

 

“Omo! Jadi ini Nyonya muda Cho?” Tanya Nyonya Song. Kyuhyun hanya tersenyum mengiyakan.

 

“Anyeong haseyo, Choi Sooyoung imnidaa” ucap Sooyoung sopan, sambil membungkukkan badannya hampir 90 derajad.

 

“Aigoo! Rupanya selera tuan muda Cho tak pernah salah, Nyonya Cho benar-benar cantik, hhaha” tambah Tuan Hendry Song

 

“Oh iya, Kyuhyun-aa kau masih ingat dengan pria ini?” Tuan Song mengacu kepada pria paruh baya yang bersamanya

 

“Tuan Choi Jungmo, CEO dari C&C Enterteinment?”

 

“Yaa, dia juga adalah saudara iparku Kyu-ah, kakak dari isteriku, jadi kau juga harus memanggilnya Imo, hahha”

 

“Annyeong haseyo Imo…” sapa Kyuhyun sambil membungkuk diikuti oleh Sooyoung

 

“Annyeong haseyo Tuan dan Nyonya Cho… Selamat atas pernikahan kalian”

 

“Kamsha hamnida”

 

“Ngomong-ngomong, Sooyoung-ssi ini bukankah masih berstatus sebagai mahasiswa?” Tanya Tuan Choi lagi.

 

“Nee… dia adalah mahasiswa SM Art School” Kyuhyun yang menjawab.

 

“SM Art School? Kebetulan putraku juga kuliah di sana. Mungkinkah kalian saling mengenal?”

 

“Aaah tidak… Sooyoung adalah murid baru di sana, jadi belum mengenal siapa-siapa” lagi-lagi Kyuhyun yang menjawab

 

“Kebetulan dia juga datang bersamaku, mungkin kalian akan lebih baik jika berkenalan, jadi bisa membantu saat di kampus nanti, tapi dimana anak itu…?” Tuan Choi clingak-clinguk mencaari seseorang yang ingin ia tunjukkan.

 

 “oh! Itu dia! Suho-aah” Tuan Choi memanggil seseorang yang disebut putranya, pria itu sedang asik mengobrol dengan beberapa gadis, iapun langsung menoleh ketika ayahnya memanggil namanya, dengan malas ia langsung berjalan mendekati Ayahnya.

 

“Perkenalkan, ini putraku Choi Suho, Suho-aah perkenalkan ini tuan Cho Kyuhyun dan istrinya”

 

“Anyeong haseyo, Choi Suho imnidaa…” Suho tampak malas-malasan memperkenalkan dirinya, maklum saja sebenarnya ia tak pernah suka menghadiri acara pertemuan bisnis seperti ini, tapi Appanya selalu saja memaksa untuk ditemani, mungkin karena ayahnya seorang duda, hingga ia butuh teman untuk di ajak ke acara-acara penting seperti ini, mau tak mau Suho harus menuruti kata Appanya. Namun sikapnya yang malas-malasan menghadapi lawan bicaranya seketika sirna ketika melihat wajah yang ia kenali, gadis yang di sebut-sebut Nyonya Cho itu, bukankah… Choi Sooyoung? gadis yang diincarnya selama beberapa hari ini?

 

“kau sudah tau kan Tuan Cho ini adalah pengusaha muda yang sukses? Appa harap kelak kau juga bisa berhenti di sekolah seni konyol itu dan meneruskan bisnis Appa hingga kau juga bisa sukses seperti Tuan Cho” Suho tak mendengarkan ucapan Appanya dan sibuk menatap gadis yang sudah berubah penampilan itu.

 

“Yyaa! Choi Suho! Apa yang kau lihat? Kenapa menatap Nyonya Cho seperti itu?” Omel Nyonya Song kepada keponakannya itu.

 

“Sooyoung-ssi” ucap Suho pelan

 

“Kau kenal dia? Jadi kalian sudah saling mengenal di kampus ya?” tanya Nyonya Song.

 

“Yaa, Aku sangat mengenal dia dengan baik, kami pergi dan pulang kuliah bersama-sama”

 

“Yyaa! Kenapa kau berkata seperti tentang gadis di hadapan suaminya?”  Nyonya Song mencubit pelan perut keponakannya.

 

“Suami?” Suho seperti baru menyadari hal itu setelah sejak tadi dijelaskan, Sooyoung hanya menunduk. Kyuhyun hanya berdehem pelan, belum selesai pertanyaan Suho terjawab ketika semua perhatian teralihkan dengan kehadiran seseorang.

 

“Annyeong Eomma, Appa, Imo!” gadis bertubuh semampai itu menyapa satu persatu keluarganya dan memeluknya.

 

“Eoh, Suho-aah! Urimanni… kau semakin tampan sekarang” ia mencubit pipi Suho seperti biasanya.

 

“Yyaa! Noona, lepaskan” Suho malah ketus dan menepis tubuh gadis itu dan tetap fokus pada seseorang yang sejak tadi ia pandangi. Melihat pandangan Suho yang tampak aneh, gadis itupun akhirnya penasaran dan mengikuti pandangan Suho dengan berbalik, ia akhirnya tau bahwa Suho sedang memandang seorang gadis, tapi kemudian pandangannya beralih kepada pria yang ada disisi gadis itu yang rupanya sejak tadi menatapnya. Mereka akhirnya bertemu pandang, yaa sudah dua tahun ini mereka tak saling bertemu, ada sebuah kerinduan yang terselip di hati masing-masing.

 

“Yyaa! Victoria Song! Kenapa baru muncul sekarang hah? Dua hari di korea kenapa tidak langsung pulang ke rumah dan malah kelayapan kemana-mana?” Omel Nyonya Song kepada putri tunggalnya dan membuyarkan suasana aneh tadi.

 

“Miann Eomma… Aku begitu sibuk jadi langsung menginap di apartemen yang di sediakan agency” jelas Victoria, sambil tersenyum kaku.

 

“Itu Kyuhyun-ssi dengan istrinya, kalian sudah lama tak bertemu bukan?”

 

“Istri?” Tanya Victoria pelan walaupun sebenarnya begitu terkejut sambil menatap ke arah Kyuyoung.

 

“Annyeong haseyo. Choi Sooyoung imnidaa” Sapa Sooyoung pelan sambil membungkuk dan dibalas dengan ragu oleh Victoria. Sementara itu Kyuhyun tetap pada sikapnya, ia hanya diam mematung memandang Victoria yang seperti biasa selalu tampil cantik dan elegan itu.

 

****

 

Acara pesta belum usai. Tapi Victoria tampak buru-buru meninggalkan acara. Kyuhyun yang melihat hal itu buru-buru mengejar Victoria, sedangkan Sooyoung yang melihat Kyuhyun pergi, ia juga mengikuti dari belakang.

 

“Kyuhyun-ssi… Kau mau ke mana?!” tanya Sooyoung ketika berada di luar gedung. Kyuhyun sejenak menghentikan langkahnya.

 

“Sooyoung-ssi… aku tidak bisa pulang bersamamu sekarang, ada hal yang harus ku selesaikan sekarang”

 

“Lalu aku pulang bagaimana?” Kyuhyun berfikir sejenak, tapi Victoria sudah semakin jauh dan sebentar lagi akan menaiki mobilnya.

 

“Baiklah, kau tunggulah aku, aku akan segera kembali” ucapnya lalu langsung berbalik, Sooyoung menggingit bibirnya menahan asa untuk menahan pria itu untuk pergi, sejak tadi ia bersedekap menghangatkan tubuhnya yang kedinginan oleh udara dingin malam. Dan tiba-tiba Kyuhyun berbalik lagi, ada sedikit perasaan ragu meninggalkan gadis itu sendirian, namun keinginannya untuk mengejar Victoria sepertinya lebih besar. Ia lalu membuka blezernya dan memakaikannya di tubuh gadis itu.

 

“Tunggulah. Aku akan kembali secepatnya” ucapnya pelan, lalu bergegas beranjak meninggalkan Sooyoung sendirian.

 

****

 

Pesta telah usai, malam semakin larut, daerah di sekitanya mulai sepi dan Sooyoung masih setia menunggu Kyuhyun di depan gedung hotel. Semakin lama ia menunggu perasaannya semakin tak karuan, hatinya perlahan-lahan terasa sakit, meski ia sudah berusaha untuk tak sakit hati, tanpa bisa ia tahan, air matanya keluar begitu saja.

 

Baru kali ini ia begitu sedih dengan perlakuan Kyuhyun padanya, selama ini ia tak pernah mempermasalahkan prilaku dingin suaminya itu padanya, ia tak pernah merasa sakit hati. Tapi kali ini, entah kenapa hatinya begitu sakit, ia tak bisa menahan diri untuk tidak menangis. Kenapa Kyuhyun begitu tega menelantarknnya seperti ini? membiarkan ia sendirian, kedinginan dan ketakutan? sebegitu bencinya kah ia padanya hingga ia tega melakukan ini padanya? 

 

Sooyoung duduk meringkuk di trotoar jalan sambil menangis.

 

“Siwon Oppa… aku benar-benar merindukanmu Oppa” lirihnya tersedu. Yaa… di saat sedih seperti ini orang pertama yang akan ia pikirkan adalah Siwon yang dulu selalu melindunginya, ia tiba-tiba begitu menginginkan sosok itu hadir di hadapannya dan memeluknya…

 

Dari kejauhan tampak sebuah kendaraan beroda dua melintas, mata Sooyoung silau akan cahaya lampunya hingga ia tak begitu jelas melihat si pengendara hingga kemudian berhenti di hadapannya.

 

Si pengendara turun dari motornya dan membuka helm nya. Yaa wajah itu… Sooyoung tak asing dengan wajah itu, melihat sosok tak asing yang ada di hadapannya, Sooyoung tak mampu lagi menahan dirinya untuk meluapkan perasaannya. Sooyoung langsung berdiri dan menghambur ke dalam pelukan pria itu. Sooyoung menangis sejadi-jadinya, untuk beberapa saat, pria itu membiarkan Sooyoung meluapkan segelanya dalam pelukannya.

 

“Sooyoung-aa… jadilah pacarku”

 

TBC

 

Hayoo? Siapa yang da tang dan apa maksud kata-kata terakhirnya coba? Kuis yaa… yang bisa jawab dapat ucapan terima kasih dari author, kkkk… BTW, author berencana pengen ngeprotect next part nya niih. Author sih makasih banget aktif readersnya makin banyak. Tapi author Cuma mau menegakkan keadilan aja sih #tsaaah. Kan menurut author gak adil aja aktif readers sama siders sama-sama bisa baca dengan bebas. Ini juga sekaligus sebagai bahan pembelajaran juga sih bagi SIDERS bahwa gak ada yang GRATISAN  di dunia ini. kalopun baca fan fict gak bayar pake uang, seenggaknya bayarlah hanya dengan komenan, gak lebih kok. Dan yang minta PW pun akan author saring lagi , tentunya yang author kasi PW yang memang rajin komen aja, bukan yang tiba-tiba nongol, Cuma mau minta PW, tapi setelah baca malah gak di komen lagi.  Tapi semuanya bisa berubah kok, kalo banyak yang nyadar, author juga gak bakal ngerepotin diri author buat ngeladenin satu-satu yang minta PW, hehehe. Yaa semuanya tergantung sama readers sih.

 

Yaudah itu aja infonya.RCL yaa, kalo bisa agak panjangin lah komennya biar author juga bikin next partnya yang lebih panjang, hihi. Oke dehhh. Annyeong!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

238 thoughts on “Only You To Me Part 2

  1. Suho kah yg datang???
    Ck..jgn2 vic ma kyu dulu saling cinta lagi.. Kasian sooyoung, di tinggalkan kyu demi mengejar gadis lain, jdi ada rasa yg tak biasa.

  2. Suho mirip Siwon ea? ?sampai2 Sooyoung meluk suho gt aj.perasaan readers jd rumit .bener2 ky drama. LanjuT terus pantang mundur chingu.

  3. ojhhoooho jelas Suho.. Mmm..
    Kyu baru nyadar..? Soo cantik.! Heii sadarlah..dia lebbihhhhhhhhh cocok dngan mu dri pada Victii ituu..! Jebbal thrr.. Next partnya gg sabarann…
    Mian baru sempat mampir di blog nya 😀 ffmu bagus thor 😀 daeebbaakk.!! Seneng alurnya kyu d sini sok cuek v sebenrnya menaruh persaan cuman gengsii hihI 😀

  4. Suho nekat , tapi suka . Berpalinglah pada Suho wks si Kyu benar benar kejam banget 😦 sebenernya Kyu itu udah ada perasaan tapi ketutup sama dendam . Yah di Pw berharap enggak kan aku reader baru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s