Only You To Me Part 3


Gambar

Judul       : Only You To Me

Author   : Choi Runnisa

Cast        : Super Junior Kyuhyun As Cho Kyuhyun

                 SNSD Sooyoung As Choi Sooyoung

                  EXO Suho As Choi Suho

                 Super Junior Siwon As Choi Siwon

Other Cast : You Can Find It In The Story

Genre          : Drama Sad Romantic

 

From Author: Dear  Readers yang budiman, Jeongmal miann baru bisa ngepost sekarang. Sibuk banget niiih, sebagai permintaan maaf author gak jadi protect deeh, protectnya entaran aja. OK thanks banget udah nunggu dan pada RCL part lalu. ITILY part 9 nya miann banget, pasti udah pada karatan nunggu yaa? Miann, kayaknya author lagi kehabisan ide nih, udah berapa lembar bikin, ee mentok, sabar aja yaa author usahakan minggu depan kelar deeh ITILYnya. Itu aja dari author, Happy reading!! Semoga suka Ya!!

 

“Sooyoung-aa… Jadilah pacarku” Orang itu mengeluarkan suaranya, masih  dengan memeluk tubuh ringkih Sooyoung. Sooyoung terkejut dengan suara itu, ia segera sadar bahwa tak sepantasnya ia memeluk pria itu. Buru-buru ia merenggangkan pelukannya.

 

“Miann….” Ucap Sooyoung terbata.

 

“Jadilah pacarku… “ pria itu mengulang kalimatnya menegaskan ia memang serius mengatakannya, mata elangnya lamat-lamat menatap Sooyoung.

 

“Nee…?” Sooyoung menyeka air matanya, ia masih bingung dengan maksud pria yang baru dikenalnya beberapa hari itu.

 

“Choi Sooyoung… maukah-kau-jadi-pacarku?” katanya tegas

 

“Suho-ssi…. apa yang kau bicarakan? Ottokeo…”

 

“Yaa.. aku memintamu jadi pacarku, kau tinggal mengatakan ya atau tidak”

 

“Suho-ssi… kenapa kau tiba-tiba mengatakan itu? Kita kan baru saja saling mengenal..?”

 

“Aku tidak perduli… itu… karena… karena aku menyukaimu!” ucap Suho ragu, ia juga tak menegerti mengapa ia bisa mengatakan hal itu. Mendengar ucapan pemuda itu Sooyoung malah jadi bingung, ia memundurkan tubuhnya selangkah mejauhi Suho.

 

“Bagaimana kau bisa menyukaiku secepat itu? Dan kau tau aku sudah…”

 

“Kedde, aku sudah tau… kau adalah istri dari Cho Kyuhyun, pengusaha terkenal itu bukan? tapi aku tidak perduli, justru karena kau adalah istri dari Cho Kyuhyun, maka aku akan merebutmu darinya”

 

“Nee?” Sooyoung mengerutkan keningnya.

 

“Aku mengenalnya lebih dari yang kau tau, aku tau betul siapa Cho Kyuhyun, dia tidak pantas jadi suamimu, pria playboy seperti dia tak pantas jadi suamimu! Dan lihat sekarang apa yang dia lakukan? dia meninggalkan istrinya sendirian demi mengejar wanita lain, kenapa bisa menjadi istri pria seperti itu heeh?!” Sooyoung semakin bertambah bingung, ada yang salah dengan pemuda ini, yaa tanpa diberitahupun ia sudah tau perangai suaminya yang gemar bergonta-ganti pasangan, tapi apa urusannya? Karena ia menyukainya? Menyukai? Bagaimana mungkin? Bagaimana mungkin seorang pria bisa menyukai seorang gadis yang baru saja ditemuinya terlebih lagi ia tau gadis itu sudah menikah?

 

“Ottokanya?” Sooyoung mengeluarkan suaranya yang masih gemetar.

 

“Aku harus menjawab apa? Apa kau mengharapkan aku menerima ajakanmu berpacaran? Semudah itukah?” Suho tak menjawab, ia hanya menatap Sooyoung sambil tersenyum lembut. Ya Tuhan! Senyumnya… melihat senyumnya membuat mata Sooyoung langsung memerah berkaca-kaca, jantungnya ingin melompat dari rongga dadanya bersamaan pula dengan rasa sakit dalam dadanya seperti sebuah belati telah menohok tajam jantungnya.

 

Jujur, melihat pria itu tersenyum seperti menemukan kembali seseorang yang telah hilang dari hidupnya, senyuman itu benar-benar ia rindukan, batapa ia telah lama mengidamkan melihat senyum itu lagi, namun iapun sadar bahwa pemilik senyum itu bukanlah orang yang sama, mereka sama sekali berbeda, sungguh berbeda…. yang telah pergi tak akan mungkin kembali walau itu hanya bayangannya sekalipun dan Sooyoung harus jauh-jauh menepis angan-angannya itu,  itu hanya akan menambah luka parah di hatinya.

 

“Lupakan saja! Aku tidak mungkin jadi pacarmu, aku… aku tidak mungkin menyukaimu” Ujar Sooyoung singkat seraya membalikkan tubuhnya membelakangi Suho.

 

“Aku akan menunggu….” Sooyoung terhenyak mendengarnya.

 

“Berapapun lamanya, aku akan menunggu, tak perduli kau menganggap perasaan ini konyol dan tidak masuk akal, aku tetap akan menunggumu. Cepat atau lambat… kau pasti akan mencintaiku Choi Sooyoung!” tegasnya kali ini terdengar tanpa ragu… Sooyoung menelan ludahnya berkali-kali, sungguh… memutar otak berapa kalipun ia masih juga tak mengerti kenapa Suho mendadak mengungkapkan cinta padanya, selain itu ia juga takut…. Benar-benar takut kalau ia akan merasakan perasaan itu lagi, sejak kepergian Siwon, ia selalu berdo’a agar dalam hidupnya ia hanya akan merasakan jatuh cinta sekali, hanya dengan Siwon… dan merasakan rasa kehilangan itu cukup  sekali, cukup!

 

Sooyoung melangkah maju membelakangi Suho, namun lagi-lagi pria itu menahannya dengan menggenggam tangannya. Sooyoung terdiam dan berhenti melangkah.

 

“Miann…” Lirih Suho.

 

“Miann… aku pasti tampak begitu menakutkan bagimu, bahkan sejak awal aku sadar bahwa kau melihatku seperti melihat  hantu… Jeongmal, aku sungguh tidak tau kenapa kau melihatku seperti itu, tapi… aku mohon, jangan melihatku seperti itu lagi, bisa kah?” Sooyoung lagi-lagi terhenyak, ia menolehkan wajahnya ke wajah orang yang mengenggam tangannya. Suho melangkahkan kakinya mendekati Sooyoung, namun Sooyoung reflek memundurkan tubuhnya, tapi kemudian ia mulai tak ketakutan lagi. Suho lagi-lagi mendekatkan wajahnya ke arah wajah Sooyoung, sementara gadis itu menundukkan wajah, walau begitu Suho tahu bahwa gadis itu sudah  mulai luluh. Suho menarik kedua pundak Sooyoung hingga Sooyoung tak kuasa untuk tak melihat ke arah wajah pemuda itu. Suho lalu tersenyum lembut ke arahnya.

 

“yaa… Otte? kau lihat? bukankah aku ini terlalu tampan untuk dipandang menakutkan Eoh?” ucap Suho tersenyum kemudian pelan-pelan melepas bahu Sooyoung. Sooyoung hanya terbengong sesaat, ada perasaan tenang yang perlahan-lahan menelusup ke relung jiwanya, yaa ia sudah bisa menatap wajah pria itu dalam waktu yang lama bahkan mulai bisa menerima bahwa pria di hadapannya adalah orang yang berbeda, ia adalah sosok yang baru, yang baru masuk ke kehidupannya, bukan sosok hantu yang datang dari masa lalu  yang harus ia hindari.

 

“Ahh… Arrasseo! Dari tatapan itu aku tau kau baru menyadari ketampananku bukan? Hahaha!” Guyonan Suho itu tak mampu membuat Sooyoung tertawa tapi setidaknya itu membuat ia sedikit melupakan kesedihannya.

 

“Bagaimana? Mau berteman dengan orang tampan?” Ucapnya lagi sambil menjulurkan tangannya bersalaman. Sooyoung bengong sesaat, ia sedikit mengerutkan keningnya, ia sedikit ragu menerima uluran tangan persahabatan itu….

 

“Yyaa! Gwenchana! Aku tidak akan menyuruhmu pacaran denganku sekarang! Yaa,  Tanpa kumintapun aku yakin suatu saat nanti kau akan jatuh cinta padaku, hehehe” Suho seperti mengerti akan arti dari tatapan ragu Sooyoung.

 

“Nee?” Sooyoung malah semakin bingung

 

“Sekarang kau, hanya perlu membalas uluran tanganku, dan kita akan resmi menjadi teman” lanjut Suho, Sooyoung masih menatap tangan itu ragu namun jauh di dalam lubuk hatinya ia ingin membalas uluran tangan itu.

 

“Aiish ppalli… Tanganku sudah pegal ini!” desak Suho hingga pelan-pelan Sooyoung mulai menerima salaman persahabatan dari Suho. Sambil tersenyum lebar, Suho mengguncang-guncang tangan dengan tangan Sooyoung.

 

“Selamat Nona Choi, kau adalah salah satu dari orang yang paling beruntung di dunia, bisa berteman dengan Suho, si pria tampan kkkk…” Mendengar ucapan ‘garing’ Suho itu, sebenarnya hati Sooyoung mulai tergelitik, ia ingin sekali tersenyum bahkan tertawa lepas, tapi terlalu lama tak tersenyum membuat ia lupa bagaimana caranya tersenyum, namun dari binaran matanya Suho tau bahwa gadis itu sudah mulai bisa menerimanya.

 

Sooyoung terdiam menatap tangan itu, entah apa yang terjadi tapi ia merasa baru saja mengalami perubahan besar dalam hidupnya, Sooyoung jadi merasa sedikit aneh dengan suasana hatinya saat ini, suasana hati hangat yang sudah lama tak dirasakannya, segera ia lepasakan genggaman tangan itu dan membalikkan tubuhnya membelakangi Suho, tiba-tiba ia merasa sangat aneh dan tak tau harus bersikap apa pada pemuda itu. Ia berjalan pelan menjauhi Suho menusuri trotoar.

 

“Sooyoung-ssi!” Jerit Suho

 

“Yya! Chakkaman!” Suho bergegas mengendarai sepeda motornya dan mengejar Sooyoung yang berjalan di depannya, ia berhentikan sepeda motornya di hadapan Sooyoung hingga langkah gadis itu berhenti melangkah

 

“Naiklah!” Seru Suho. Lagi-lagi Sooyoung terdiam sesaat, ia tampak berpikir dan Suho seperti dapat menebak isi pikirannya.

 

“Ayo naiklah! Tidak usah menunggu dia lagi, aku yakin dia tidak akan datang” Sooyoung kembali mendongakkan kepalanya mendengar ucapan Suho, ia sadar bahwa apa yang dikatakan Suho itu benar, Kyuhyun tak mungkin kembali untuk menjemputnya.

 

“Ayo, silahkan naiklah tuan putri” seru Suho lagi, seketika Sooyoung menatap ragu ke arah jok motor kosong di belakang Suho, haruskah ia duduk di sana?  Dan entah apa yang mendoronya, pada detik berikutnya, Sooyoung benar-benar mendudukkan tubuhnya di belakang Suho, karena memakai gaun ia pun harus duduk menyamping

 

“Pegangan…” pinta Suho, Sooyoung yang polos hanya meletakkan tangannya di besi belakang Jok motor.

 

“Yya! Bukan disitu, kau akan jatuh jika pegangan di situ saja, pegangan di sini” ujar Suho sambil menunjuk arah pinggangnya, Sooyoung tentu saja enggan melakukannya, bukankah itu sama saja ia sedang memeluk pria itu?

 

“Yaa… teserah kau sajalah” Suho langsung menancapkan gasnya, membuat Sooyoung yang duduk dibelakangnya terjungkang hingga membuat ia reflek dengan cepat melingkarkan kedua lengannya di perut Suho.

 

Di depannya, Suho hanya tersenyum kecil sambil memandangi lengan-lengan Sooyoung yang melingkar di perutnya, sementara Sooyoung merasa ketar-ketir saat ini, ia menggigit bibir bawahnya menyesali kenapa ia harus mau digonceng pemuda itu.

 

****

 

Di tengah perjalanan, hujan tiba-tiba turun dengan derasnya membasahi bumi Seoul, derasnya hujan dan tiupan badai menyulitkan Suho untuk mengendarai sepeda motornya dengan baik, Ia juga mengkhawatirkan gadis yang sedang duduk di belakangnya, ia pasti kuyup dan kedinginan saat ini. Akhirnya Suho memutuskan untuk memberhentikan sepeda motornya di sebuah halte bus dan merekapun berteduh di sana.

 

Suho bergidik kedinginan sambil mengeratkan jaketnya ke tubuhnya, bibirnya membiru dan ia mulai bersin-bersin karena terpaan air hujan yang dinginnya menggigit tulang. Ia menatap bingung gadis yang berdiri di sebelahnya, bukannya menggigil kedinginan seperti umumnya orang-orang kehujanan, gadis itu malah melepaskann jas yang sejak tadi bertengger di bahunya, ia rentangkan tangannya sambil memejamkan matanya, prilaku yang sama ketika pertama kali ia melihatnya di halte yang sama,

 

Sooyoung mendongakkan wajahnya dan membusungkan tubuhnya seakan menyambut air hujan menerpa tubuhnya. Wajahnya basah hingga melunturkan polesan make up di wajahnya hingga membuat wajah itu kembali polos seperti semula, sanggulan rambutnya terlepas akibat tiupan angin tadi hingga rambutnya kini terurai dan kuyup, gaun indahnya benar-benar kuyup, tak ada lagi bagian tubuhnya yang tersisa dari kuyup. Meski merasa aneh, tapi Suho tak bisa membohongi pandangan dan perasaannya kalau gadis itu benar-benar cantik dilihat dari sisi manapun, sungguh Cho Kyuhyun benar-benar bodoh menelantarkan gadis cantik seperti dia, Sayang…. gadis secantik itu nampaknya menyimpan luka dan duka di balik wajah dan setiap tatapan dinginnya, sayang… wajah semanis itu tak pernah dihiasi seulas senyum pun, andai saja ia tersenyum pasti ia akan tampak semakin cantik. Dalam hati Suho berjanji pada dirinya sendiri untuk menyembuhkan luka itu, ia ingin melihat senyum itu kembali, entah apa yang mendorongnya, tapi itulah keinginan besarnya, mengembalikan senyum di wajah gadis itu.

 

“Kau… menyukai hujan?” Tanyanya kemudian membuyarkan kegiatan Sooyoung.

 

Gadis itu membuka matanya kembali dan menatap hangat orang di sebelahnya.

 

“Aku ingin pulang…” Lirih Sooyoung.

 

“Tapi ini masih hujan deras, kau tidak apa-apa?”

 

“Anny… aku tidak apa-apa… aku ingin cepat-cepat pulang, suamiku akan mencariku”

 

“Suami? Cish! Aku akan mengantarmu pulang, tapi bukan untuk pria itu”

Suho pun kembali melajukan sepeda motornya mengantar Sooyoung pulang.

 

****

 

Beberapa menit kemudian, hujan sudah mulai reda sepeda motor Suho mendarat dengan sempurna di depan apartemen Sooyoung.

 

“Kamsha hamnidaa…” ucap Sooyoung sambil membungkukkan badannya ke arah Suho.

 

“Kau tidak menyuruhku mampir ke apartemenmu? Kau tidak ingin menyuguhiku segelas cokelat panas?” Sooyoung jadi bingung harus menjawab apa, di satu sisi ia sangat berterima kasih pada Suho yang sudah mengantarnya pulang, tapi di sisi lain ia tidak mungkin mengajak Suho ke apartemen milik Kyuhyun itu.

 

“Miann….”

 

“Arrasseo! Aku tau dia ada di sana, aku juga tidak ingin bertatapan muka dengannya” Ucap Suho cepat, ucapannya yang tadi memang hanya sekedar basa-basi saja. Sooyoung hanya bisa tertunduk merasa tak enak, ia hanya membukukkan tubuhnya sekali lagi ke arah Suho tanpa mengucapkan apa-apa.

 

Dalam diam sambil menunduk, ia balikkan tubuhnya membelakangi Suho dan bersiap untuk melangkah masuk gedung ketika tiba-tiba seseorang tengah berdiri di hadapannya menghalangi jalannya, Sooyoung mendongakkan kepalanya dan menemukan wajah yang ia kenal, wajah itu kini tampak sayu dan dingin, rambut serta pakaiannya kuyup setelah tersiram hujan tadi. Ia menatap Sooyoung dengan pandangan yang sulit diartikan.

 

Suho yang masih berdiri di belakang Sooyoung menatap pria itu dengan tatapan tidak suka.

 

“Kyuhyun-ssi… Kau… kau tadi kembali untuk menjemputku? Jeongmal miann… aku tidak menepati janji untuk menunggumu, jeongmal miann” lirih Sooyoung dengan tatapan penuh rasa bersalah. Sejenak Kyuhyun melirik ke arah Suho kemudian kembali ke arah Sooyoung. Oh! Jadi sekarang dia punya supir pribadi? Gumam Kyuhyun dengan memasanga ekspresi tak suka.

 

“Tidak usah minta maaf! aku sama sekali tidak berniat menjemputmu. Kau harusnya berterima kasih pada pria yang sudah mengantarmu itu karena sudah mengantarmu, kalau tidak kau mungkin akan menunggumu sampai pagi, kau pikir aku sebaik itu mau menjemputmu lagi? Cish!” Sooyoung lagi-lagi hanya bisa terdiam mendengar ucapan pedas dari Kyuhyun itu… Sementara pria di belakangnya mulai tersulut amarahnya mendengar ucapan pedas dari Cho Kyuhyun itu, Suho tidak tinggal diam ia berjalan cepat memburu kerah baju Kyuhyun dan menatapnya dengan tatapan berapi-api, Sooyoung tentu sangat terkejut melihat reaksi Suho itu.

 

Neo! Kau sama sekali tak punya hati! Kau benar-benar tega menelantarkan seorang gadis di jalanan sendirian, kau memang tidak pernah berubah!!” Pekik Suho. Kyuhyun menyeringai menyepelekan lalu menghempaskan kedua tangan Suho dari lehernya dan mendorongnya kasar.

 

“Kau juga tidak pernah berubah! Kau tetap saja anak kecil yang selalu ikut campur urusan orang lain!! Pergilah! Kau bukan siapa-siapa di sini” bentak Kyuhyun lalu dengan cepat menyambar tangan Sooyoung dan membawanya masuk gedung meninggalkan Suho, Sooyoung pasrah dan hanya menolehkan wajahnya beberapa kali ke arah Suho pertanda permintaan maaf.

 

Tarikan tangan Kyuhyun dan langkah cepatnya mengharuskan Sooyoung untuk berlari kecil mengimbangi langkah Kyuhyun, matanya kini tertumpu kepada tangan Kyuhyun yang masih mengenggam pergelangan tangannya itu. Tangan itu berdarah, darah segar mengalir dari sela-sela jemari yang menggenggam tangannya, Sooyoung ingin menegurnya tapi Kyuhyun  tak memberinya kesempatan sedikitpun untuk bicara padanya.

 

Ketika mereka memasuki lif, Sooyoung hanya bisa menatap nanar tangannya yang kini bersimbah darah oleh tangan yang masih menggenggamnya.

 

“Kyu…Kyuhyun-ssi… tanganmu berdarah…” Kyuhyun hanya diam dan pura-pura tak mendengarkan kata-kata gadis di sampingnya. Setelah lif terbukapun, cepat-cepat ia berjalan sambil masih menggenggam tangan Sooyoung, entah kenapa ia enggan melepaskan tangan gadis itu.

 

Baru ketika sampai di dalam apartemen mereka Kyuhyun melepaskan genggaman tangannya dan dalam diam berjalan menuju westafle untuk mencuci tangannya.

 

Ia meringis kesakitan di sofa ruang tamu karena luka yang menganga di telapak tangannya. Tapi sesakit apapun luka menganga di telapak tangannya akibat goresan kaleng minuman tak seberapa dengan luka menganga di hatinya yang digoreskan oleh Victoria.

 

Flash Back.

 

Kyuhyun mengejar Victoria sampai ke apartemennya, dan Victoria begitu tampak enggan berbicara dengan Kyuhyun. Ia segera masuk apartemennya dan buru-buru menutup pintunya namun di tahan oleh Kyuhyun yang berdiri di ambang pintu.

 

“Vict!! Kumohon dengarkan aku dulu!!”

 

“Aku tidak mau mendengarkan apa-apa darimu, pergi!!” Jerit Victoria sambil sekuat tenaga mendorong pintu, namun Kyuhyun balik mendorongnya, dan tenaga Victoria kalah dengan tenaga Kyuhyun, Victoria pasrah dan membiarkan Kyuhyun masuk.

 

“Ige Mwoya? pantaskah laki-laki yang sudah beristri masuk ke apartemen wanita yang sudah bertunangan?”

 

“Vict…kumohon, dengarkan dulu penjelasanku!!” Kyuhyun meletakkan kedua tangannya di bahu Victoria dan menatap matanya lekat-lekat.

 

“Penjelasan apa? Penjelasan bahwa kau sudah menikah dengan gadis itu?!”

 

“Tidak Vict… asal kau tau saja, aku menikahi gadis itu karena terpaksa, aku sama sekali tidak mencintainya, hanya kau yang kucintai kau tau itu kan?”

 

“Hanya aku? Cish! Yya! Cho Kyuhyun! Dua tahun lalu kau mengatakan hal yang sama padaku, tapi apa? Kau sama sekali tidak berubah, aku hanyalah satu dari sekian banyak wanita yang masuk ke kehidupanmu, termasuk gadis itu!! Kami semua tidak ada bedanya di matamu, hanya saja gadis itu lebih sial karena dia harus menikah denganmu!! Sekarang aku minta kau pergi, sebentar lagi tunanganku akan datang, aku tidak mau dia berpikiran macam-macam tentang kita” Victoria membalikkan tubuhnya dan melangkah menjauhi Kyuhyun namun Kyuhyun segera menahannya dengan memeluknya dari belakang.

 

“Bogoshippoyo….” Bisiknya membuat Victoria terhenyak.

 

“Aku merindukanmu Vict, aku begitu kesepian tanpamu, kumohon jangan tinggalkan aku!!” Kyuhyun menangis mengiba di bahu Victoria, untuk sesaat Victoria terdiam mematung hingga suara bell berbunyi menandakan seseorang baru datang.

 

“Lepaskan!!”bentak Victoria. Namun Kyuhyun sepertinya enggan melepasnya.

 

“Lepaskan! Dia sudah datang!!” Pekik Victoria sambil menggeliat dalam dekapan Kyuhyun hingga Kyuhyunpun harus melepasnya.

 

Victoria lalu merapikan penampilannya dan bertingkah seperti tidak terjadi apa-apa, tanpa menghiraukan keberadaan Kyuhyun, ia lalu berjalan ke arah pintu dan membukanya, tampaklah seorang pria tampan dan tinggi, dia adalah seorang pengusaha muda asal Cina  yang bernama Zhoumi. Pria itu tersenyum lebar kearah Victoria seraya memberikan sebuket bunga mawar merah yang indah, Victoria pun menyambutnya dengan senyuman manis kemudian memeluk mesra pria itu.  Kyuhyun terkesiap menyaksikan adegan di hadapannya,  Ia mengepalkan kuat-kuat kedua tangannya di sisi tubuhnya, hatinya benar-benar terbakar cemburu sekarang.

 

“Honey…. Siapa dia?” Tanya Zhoumi sambil matanya tertuju pada Kyuhyun.

 

“Aahh dia… dia… hanya seorang teman, dia baru saja mau pergi, iya kan Kyu?”Victoria tersenyum kecut kepada Kyuhyun lalu dengan terang-terangan mencium bibir Zhoumi tepat di hadapan Kyuhyun. Hati siapa yang tak remuk redam menyaksikan orang yang dicintai bermesra-mesraan dengan orang lain di depan mata? Begitu pula dengan perasaan Kyuhyun kini….

 

“Lain kali jangan biarkan pria lain masuk ke apartemenmu Honey, kalau dia berbuat macam-macam padamu bagaimana?” Ujar Zhoumi sambil merangkul bahu Victoria sambil menatap tajam ke arah Kyuhyun. Entah setan apa yang merasuki hatinya, amarah Kyuhyun semakin tersulut, terlebih ketika pria itu tersenyum menyepelekan ke arah nya dan kembali mencium mesra bibir Victoria. Kyuhyun tak tahan lagi, ketika amarahnya memuncak, ketika itu pula ia langsung melayangkan tinjunya ke wajah Zhoumi. Zhoumi tak tinggal diam ia balas memukul wajah Kyuhyun hingga terjadi sebuah pertikaian di antara mereka, Victoria menjerit-jerit  keras dan pertikaian itu berakhir dengan tubuh Zhoumi yang tergeletak di lantai. Victoria segera memburu tubuh Zhoumi dan meletakkannya dalam dekapannya.

 

“Kau tidak apa-apa?” Victoria mengelus wajah tunangannya itu, ia kemudia balik menatap tajam ke arah Kyuhyun, ia berdiri mendekati Kyuhyun dan melayangkan  tamparan keras ke pipi kiri Kyuhyun.

 

“Sudah kubilang jangan ganggu hidupku lagi!! Kumohon pergilah!” Pekik Victoria, Kyuhyun sesaat diam dan menatap Victoria, ie mengalah, ia akhirnya beranjak pergi dan membanting pintu apartemen Victoria dengan kasar.

 

Kali ini ia putuskan menyendiri di pinggir sungai Haan sambil meneguk sekaleng bir yang ia beli di super market. Biasanya jika hatinya sedang kalut begini , ia akan melimpahkannya dengan bersenang-senang Club malam, mabuk-mabukan dan tidur bersama wanita, tapi ia urung, entah kenapa akhir-akhir ini ia sama sekali tak tertarik untuk pergi ke sana. Kembali ia membayangkan bagaimana dengan terang-terngannya Victoria bermesra-mesraan dengan pria lain di depan matanya dan bagaimana Victoria menamparnya tadi, wajahnya kini lebam-lebam akibat tonjokan pria Cina tadi, tapi ia tak merasakan rasa sakit itu, ia hanya merasakan rasa sakit bekas tamparan Victoria di pipinya. Hatinya benar-benar terluka, ia merindukan wanita itu, sangat… bahkan dia adalah satu-satunya wanita yang mampu membuatnya jatuh cinta dalam hidupnya tapi juga malah membuat hatinya remuk redam seperti ini, sambil menahan gejolak dalam dadanya, Kyuhyun meremas kuat kaleng Bir yang ada dalam genggamannya, hingga tanpa ia sadari kaleng bir itu baru saja merobek kulit telapak tangannya. Namun ia tak perduli, ia sudah tak merasakan lagi sakit itu meskipun sudah berdarah-darah, rasa sakit di tangannya sama sekali tak sebanding dengan rasa sakit di hatinya.

 

Masih dalam kekalutan hatinya pandangannya tak sengaja tertumpu pada jemariny a berdarah itu, selain lumuran darah, ia dapat menemukan benda bersinar di sana, sebuah cincin, cincin pernikahannya. Mengingat pernikahan, berarti mengingat seseorang yang ia nikahi. Choi Sooyoung. Celaka! Bukankah tadi ia meninggalkannya di tengah acara pesta? Mungkinkah gadis itu masih menunggunya di sana? Ah… untuk apa menghawatirkan gadis perusak itu? Bukankah itu yang ia inginkan? Pikir Kyuhyun kemudian, namun tiba-tiba hujan mengucur dengan derasnya, hujan itu membuat perasaan Kyuhyun menjadi tidak enak, Bagaimana kalau Sooyoung kehujanan menunggunya? Tiba-tiba ia panic, buru-buru ia beranjak dan mengendarai mobilnya masih dengan tangan yang berlumuran darah.

 

Sampai ke hotel, Kyuhyun tak menemukan lagi keberadaan Sooyoung, menurut satpam yang berjaga, acara sudah usai sejak tadi dan ball room tempat acara pesta tadi sudah kosong tanpa seorangpun. Ia memutuskan menusuri jalan di sekitar sana, namun hasilnya nihil, Sooyoung tak tampak. Beberapa lama mencari, Ia mulai putus asa ketika menemukan seseorang yang mirip dengan Sooyoung berdiri di sebuah halte bersama seorang pria yang ia kenal. Kyuhyun tak langsung turun dan menghampiri mereka, ia memutuskan untuk mengamati mereka terlebih dahulu dari dalam mobilnya untuk memastikan. Tak lama, mereka pergi menggunakan sepeda motorpun Kyuhyun mengikuti mereka sampai ke apartemen. Cish! Apa yang aku lakukan? Untuk apa aku mengikuti mereka sampai ke sini? Tereselip rasa penyesalan dalam hati Kyuhyun, harusnya ia tak perlu mencari gadis itu, harusnya ia tak usah memperdulikannya.

 

Flash Back End

 

Kyuhyun masih meringis kesakitan ditempat duduknya, merasakan nyeri di telapak tangannya, rupanya ketajaman kaleng Bir itu benar-benar sukses merobek kulitnya dan baru kini ia rasakan.

 

Kyuhyun terkejut ketika Sooyoung tiba-tiba muncul di hadapannya membawa seperangkat perlatan medis.

 

“Kyuhyun-ssi… bolehkah aku mengobati lukamu?” Tanya Sooyoung sopan seraya menududukkan tubuhnya di sofa samping Kyuhyun. Kyuhyun mengalihkan pandangannya tak menolak maupun mengiyakan tawaran Sooyoung, dan Sooyoung mengartikan semua itu dengan jawaban ‘Iya’. Dengan lembut ia meraih tangan kanan suaminya yang terluka  dan meletakkannya di atas pahanya. Pelan-pelan ia mengobati luka Kyuhyun dengan menaruh betadine di lukanya seraya meniup-niupnya. Selanjutnya, dengan cekatan ia membalut luka suaminya itu dengan perban.

 

Sementara itu, diam-diam Kyuhyun tak lepas-lepas memandang wajah di hadapannya dengan tatapan yang sulit diartikan, ini aneh! Ia tiba-tiba merasakan jantungnya berdegup kencang, seperti ribuan kupu-kupu keluar dari perutnya.

 

Mendadak ia jadi betah memandang wajah itu dalam waktu yang lama bahkan tanpa berkedip sekalipun. Lamunannya buyar seketika, ketika tanpa terasa Sooyoung sudah selesai membalut lukanya dan melihat kearah wajahnya, Kyuhyun panic dan mencoba mengalihakan pandangannya ke segala arah yang penting tak melihat ke arah wajah di hadapannya.

 

Dalam diam, Sooyoung memunguti peralatan medis yang tadi di bawahnya dan beranjak meninggalkan Kyuhyun tanpa menunggu walau hanya sekedar ucapan terima kasih dari Kyuhyun, Tapi ia tau, Kyuhyun tak mungkin melakukannya.

 

****    

 

Pagi-pagi sekali Kyuhyun bangun, ia sudah mandi dan mengenakan kemeja kerjanya. Seperti biasa, Ia mengenakan lengkap atribut kerjanya, namun saat akan  memasang dasi di lehernya, ia mengalami kesulitan, bagaimana tidak? Tangan kanannya kini berbalut perban dan masih terasa nyeri. Iapun keluar kamar dengan penampilan lengkapanya, kecuali dasi yang biasanya bertengger di lehernya.

 

Kyuhyun menatap Sooyoung yang sedang sibuk mondar-mandir antara meja makan dan dapur, menyiapkan sarapan, ia pun memutuskan untuk duduk di sana menunggu sarapannya.

 

Sarapan sudah tersedia, Kyuhyun menikmati sarapannya sambil melirik ke arah Sooyoung yang memunggunginya sibuk mencuci piring. ‘Eheem!’ Kyuhyun berdehem sekali, entah kenapa ia mulai muak dengan suasana sarapan yang seperti ini, sarapan sendirian sedangkan Sooyoung sibuk dengan urusannya sendiri. Kyuhyun lebih awal menyudahi sarapannya, kali ini ia berbaik hati membawa sendiri piring bekas sarapannya ke tempat pencucian piring dimana Sooyoung berdiri. Kyuhyun berjalan gontai sambil membawa piringnya dengan tangan kirinya, saat ia mulai mendekat, Sooyoung berbailk dan PRANG! Piring yang ada di tangan Kyuhyun bersinggungan dengan tubuh Sooyoung yang berbalik dan menjatuhkannya ke lantai dan menghasilkan suara dentuman pecahan.

 

Untuk sesaat keduanya bingung harus melakukan apa, Sooyoung berinisiatif berjongkok dan memunguti pecahan piring sementara Kyuhyun masih berdiri bingung, ia sudah bersiap berjongkok membantu Sooyoung, namun kemudian ia urung dan hanya berdiri mematung di tempatnya, rasa gengsinya masih terlalu besar untuk melakukannya.

 

“Aaau!” Rintihan Sooyoung itu membuat ia reflek bereaksi dan berjongkon di hadapan gadis itu, jari manis Sooyoung terluka akibat pecahan kaca, dan tanpa aba-aba Kyuhyun meraih tangan Sooyoung dan menghentikan pendarahannya dengan mulutnya, ia berdiri dan dengan cepat mengambil plester dari dalam lemari gantung dan dengan sigap membalut jari Sooyoung yang terluka.

 

“Kamsha Hamnidaa…ucap Sooyoung lembut, seperti sadar apa yang ia lakukan, Kyuhyun segera berdiri dari berjongkoknya dan beranjak.

 

Kembali ia meraih dasinya dari atas meja makan dan berusaha kembali memasangnya walau dengan susah payah. Aktifitasnya terhenti sesaat ketika Sooyoung mendekatinya. Dalam diam, gadis itu tiba-tiba meraih dasi Kyuhyun dalam genggamannya, kemudian tanpa perintah atau titah dari Kyuhyun, ia dekatkan dirinya satu langkah ke arah Kyuhyun, ia kalungkan dasi itu ke leher suaminya dan dengan cekatan ia menautkan dasi itu satu sama lain….

 

Kyuhyun kembali terkesiap, lagi-lagi tanpa kendalinya matanya tertumpu kepada wajah di hadapannya, wajah polos tanpa ekspresi, bola matanya yang hitam kelam bergerak cepat, meneliti setiap detil bentuk dasi yang sudah ia rangkai, keningnya yang putih mulus tampak mengkilat di bawah sinar matahari yang menerobos melalui sela-sela fentilasi.

 

Sooyoung telah usai memasangkan dari Kyuhyun, sentuhan terakhir ia rapikan kemeja bagian dada Kyuhyun dengan kedua tangannya seperti ada debu yang mengotori kemeja suaminya. Tanpa sengaja ia mendongakkan wajahnya ke arah wajah orang di hadapannya yang sejak tadi menatapnya, dan kini pandangan mereka saling bertemu, dan keheningan sempat tercipta sebelum kemudian Kyuhyun mengalihkan pandangannya dan berlalu masuk kamarnya.

 

Mereka kembali berpapasan ketika keduanya sama-sama berjalan menuju arah pintu untuk keluar….

 

“Aku pergi kuliah dulu” ucap Sooyoung sambil membungkukkan badannya tanda hormat.

 

Kyuhyun mendiamkannya dan berlalu dari hadapannya, dan dengan ragu Sooyoung mengikuti Kyuhyun dari belakang, tapi apa boleh buat? Arah tujuan mereka sama. Kyuhyun masuk ke dalam lif terlebih dahulu dan Sooyoung yang berada di belakangnya hanya berdiri diam hingga pintu lif tertutup, namun kemudian terbuka lagi karena Kyuhyun kembali membukanya pertanda ia mempersilahkan Sooyoung untuk masuk. Selama di dalam lif mereka kembali diam seperti dua orang yang  saling tidak mengenal.

Namun mereka kembali berjalan beriringan untuk sampai keluar gedung.

 

Di luar sana, Kwon Yuri sekertaris sekaligus sahabat baik Kyuhyun tengah berdiri menyender di hidung mobil, gadis cantik nan sexy itu sudah menunggu Kyuhyun untuk berangkat ke kantor bersama, Kyuhyun minta tolong padanya untuk menjemputnya karena kondisi tangannya sedang tidak memungkinkan untuk menyetir.

 

“Sampai jumpa Kyuhyun-ssi, aku berangkat kuliah dulu” ucap Sooyoung sopan sambil membungkukkan badannya dan berlalu dari hadapan Kyuhyun, Kyuhyun melihatnya sekilas lalu dengan cueknya berlalu dari hadapannya seraya menyapa Yuri hingga masuk ke dalam mobilnya.

 

Sooyoung tak mungkin mengharapkan dia bisa berangkat bersama Kyuhyun seperti yang seharusnya dan sewajarnya, ia pun  mulai berjalan keluar menusuri trotoar jalan menuju halte bus terdekat, beberapa lama melangkah  tiba-tiba sebuah sepeda motor berhenti di hadapannya dan menghentikan langkahnya. Si pengendara membuka kaca helmnya dan tampaklah wajah seorang pria yang di kenalinya, siapa lagi kalau bukan Choi Suho.

 

“Selamat pagi Chingu-yaa, butuh tumpangan?” ucap Suho ceria

 

“Ehh, tidak usah, aku naik bus saja” jawab Sooyoung singkat lalu kembali berjalan, Suho lagi-lagi menghalangi jalannya.

 

“Sesama teman tidak boleh saling menolak tawaran teman yang lain, kajja!!” Suho meraih tangan Sooyoung ke arah sepeda motornya dan dengan ragu Sooyoungpun akhirnya bersedia dan naik ke sepeda motor berukuran besar itu.

 

Sementara mobil Yuri yang ditumpangi Kyuhyun baru saja melaju meninggalkan gedung apartemen, tak sengaja mata Kyuhyun melihat sosok Sooyoung sedang menaiki sepeda motor seorang pria, dan ia tau lagi-lagi pria itu adalah pria yang ia kenali, Choi Suho. kenapa akhir-akhir ini anak itu sering sekali bersama Sooyoung? apa dia berusaha untuk balas dendam sekarang dengan mencoba mendekati Sooyoung? Kyuhyun bengong sesaat.

 

“Berhenti! Berhenti sebentar!” pekik Kyuhyun pada Yuri,

 

“Waeyo?” Tanya Yuri bingung.

 

“Aku bilang berhenti, tidak usah banyak Tanya!” Yuri pun memarkirkan bebas mobilnya mengikuti intruksi Kyuhyun.

 

Kyuhyun turun dan mendatangi Suho dan Sooyoung yang baru saja bersiap untuk tancap gas.

 

“Kyuhyun-ssi!!” seru Sooyoung lalu turun dari motor Suho

 

“Cish!” Suho mendecis kesal melihat pria yang kemunculannya tak pernah ia harapkan itu.

 

“Sooyoung-aa, ppalli…! Nanti kita terlambat” Sahut Suho sewot…

 

“Kyuhyun-ssi, waeyo?” Tanya Sooyoung polos, Kyuhyun diam saja, Ppabo! Apa yang aku lakukan di sini? Kyuhyun memaki dirinya sendiri yang dirasanya bertindak bodoh.

 

“Itu… siang ini kau harus sudah ada di rumah, buat makan siang, aku ingin makan siang di rumah!!” pekiknya cepat lalu segera berbalik dan buru-buru ia masuk ke dalam mobil, Sooyoung kebingungan melihat tingkah aneh Kyuhyun, hanya itukah yang ingin ia sampaikan sampai harus turun dari mobil? Bukankah ia bisa hanya menelepon atau meng-SMS saja?

 

*****

Siang harinya, Sooyoung memenuhi permintaan Kyuhyun untuk pulang cepat dan memasak untuknya, pulang kuliah ia mengusahakan untuk secepatnya pulang. Tapi ia terkejut ketika mendapati Kyuhyun sudah ada di apartemen lebih awal darinya, pria itu dengan santai menonton TV sambil tiduran di sofa. Ia lagi-lagi hanya mampu minta maaf dan Kyuhyun seperti biasa mengomelinya singkat.

 

Makan siang sudah siap, Kyuhyunpun sudah duduk di meja makan untuk menyantap makan siangnya. Seperti biasa, Sooyoung memilih menyibukkan dirinya dengan segala aktifitas rumah tangganya sambil menunggu Kyuhyun selesai makan.

Kyuhyun membanting kasar sendek ke mangkuknya, hingga Sooyoung pun berbalik ke arahnya.

 

”Igeo Mwoya?!” Marah Kyuhyun tiba-tiba

 

“Ada apa? Makanannya tidak enak?!” Tanya Sooyoung polos

 

“Kau pikir makan sendirian itu enak? Kau selalu membiarkanku makan sendirian! Kau pikir itu menyenangkan?!” Bentaknya lagi

 

“Miann…” hanya itu yang bisa Sooyoung ucapkan, sungguh  ia tak pernah tau kalau Kyuhyun tidak suak makan sendirian, ia pikir selama ini Kyuhyun enggan makan dengannya.

 

“Miann?!” hanya itukah? Kau Cuma bisa mengatakan itu ? Apa yang kau lakukan di situ? Ayo cepat duduk dan makanlah” Sooyoung hanya menurut dan mendudkkan dirinya di kursi berhadapan dengan Kyuhyun dan menyantap makan siangnya, yaa untuk pertama kalinya mereka makan bersama-sama. Dan Kyuhyun tampak sangat menikmati makan siangnya kali ini.

 

Usai makan siang, ketika Kyuhyun masih duduk santai di sofa, Sooyoung berdiri menunduk di hadapannya, Kyuhyun bersikap cuek kepada gadis di hadapannya dan pura-pura asik menonton TV.

 

“Ada apa?” Tanya Kyuhyun akhirnya

 

“Kyu…Kyuhyun –ssi, bolehkah aku keluar sore ini?” Tanya Sooyoung takut-takut

 

“Kemana?”

 

“Kampusku mengadakan karnaval sore ini”

 

“Sendirian?”

 

“Ann.. Anny.. aku pergi dengan Suho” mendengar nama itu membuat telinga Kyuhyun langsung berdiri, ia langsung menatap tajam ke arah Sooyoung.

 

“Kau tidak boleh pergi!” ucapnya singkat

 

“Nee?” Sooyoung memastikan,

 

“Aku bilang kau tidak usah pergi, di rumah saja!” ulang Kyuhyun lagi, Sooyoung menunduk kecewa, ia pasrah dan membalikkan tubuhnya kembali ke kamarnya.

 

Pergi dengan Suho? Apa itu kencan? Tidak! Kyuhyun tidak boleh membiarkannya, tapi melihat wajah Sooyoung tadi, dia jadi tidak tega. Senyum tiba-tiba mengembang di bibirnya ketika sebuah ide terlintas di otaknya.

 

*****

 

“Apa tidak apa-apa kau menyetir? Tanganmu…” tanya Sooyoung ragu melihat Kyuhyun nekat menyetir untuk mengantarnya ke acara karnaval dengan tangan seperti itu. Kyuhyun tak menjawab, dengan cuek ia tancap gas menuju tempat acara.

 

 Acara karnaval yang diadakan disebuah lapangan berlangsung dengan meriah, selain pertunjukan seni dari berbagai jurusan dari SM Art School, acara itu juga dilengkapi dengan expo, cosplay  dan berbagai arena bermain, Sooyoung sedikit menikmati acara tersebut, sudah lama ia tak merasakan euphoria seperti ini. Kyuhyun berjalan dengan cepat di depan Sooyoung seperti dua orang yang saling tak mengenal.

 

“Sooyoung!!” seseorang di belakang Sooyoung memanggil namanya, Sooyoung berbalik dan seorang pemuda tengah tersenyum ke arahnya sambil melangkah mendekatinya.

 

“Miann Suho-ssi, aku tidak bisa berangkat bersamamu”

 

“Gwenchana… yang penting di sini kita bisa jalan bersama-sama” senyum Suho seketika luntur ketika melihat mahluk lain di hadapannya. Dia lagi…. Kenapa pria brengsek itu selalu saja mengganggu kebersamaannya dengan Sooyoung?

 

“Sooyoung-ssi… kita pergi ke sana!” Suho berusaha mengalihkan dan menarik tangan Sooyoung ke tempat acara expo di mana di sana banyak menjaul pernak-pernik unik. Kyuhyun yang dicueki di belakang tampak kesal, kedde kali ini kau menang Choi Suho! Gumam Kyuhyun dalam hati sambil dengan pasrah mengikuti dua remaja itu berkeliling, acara mendadak menjadi tidak menyenangkan bagi Sooyoung, karena kedua pria itu selalu saja bentrok pendapat, ketika Suho mengatakan benda yang ditawarkannya pada Sooyoung itu bagus, Kyuhyun pasti akan menyela dan mengatakan barang itu sungguh jelek, begitu pula sebaliknya.

 

“Woaah, cincin ini bagus Soo, sepertinya sangat cocok dengamu” seru Suho sambil menunjukkan sebuah cincin saphire biru khas timur tengah, ia akan menyematkannya di jari Sooyoung ketika Kyuhyun tiba-tiba menghalanginya, entah kenapa, milihat cincin pernikahan mereka yang dikenakan Sooyoung, Kyuhyun mendadak ingin hanya cincin itulah yang bertahata di jari Sooyoung, Suho hanya mendecis kesal, pria itu benar-benar parasit baginya.

 

Tak sengaja mata Kyuhyun tertumpu pada sebuah keluarga kecil yang sedang menaiki wahana permainan perahu kora-kora, keluarga itu terdiri dari Ayah, Ibu dan anak laki-lakinya, mereka tampak tertawa lepas dan bahagia…

 

Sebuah perasaan rindu menyerang relung hati Kyuhyun secara tiba-tiba, melihat keluarga kecil itu seperti sebuah De Javu baginya, ia seperti melihat keluargnya dahulu, keluarganya yang utuh dan bahagia,  15 tahun yang lalu ia juga pernah mengalami kebahagiaan seperti yang dirasakan keluarga itu, ada Appa, Emmonya dan juga dirinya sedang asik bermain pada wahana yang sama, ia juga tertawa lepas seperti anak itu, tawa lepas yang tak pernah lagi dirasakannya sejak hari itu.

 

Sementara Suho yang melihat Kyuhyun sedang termenung, mengambil kesempatan, buru-buru ia menyambar tangan Sooyoung dan menuntunnya ke keramaian, tepatnya di acara pertunjukan music.

 

“Kau lihat! Sebentar lagi aku akan tampil dengan bandku” Ujar Suho kemudian, mereka kini berdiri di depan panggung.

 

Satu pertunjukan Band usai, dan kini tibalah giliran nama Band yang digawangi Suho panggil, semua orang terutama para gadis heboh mengumandangkan nama Band nya dan lebih banyak nama Besar sang vokalis, Suho.

 

Dengan penuh kepercayaan diri, Suho naik ke atas panggung dan menyapa para ‘penggemarnya’  lagi-lagi para gadis berteriak histeris, music beraliran pop rock berkumandang memenuhi arena, Suho dengan segala karismanya, bergaya khas anak band dan melantunkan nyanyainnya, sementar matanya tetap focus melihat ke arah seorang gadis, Sooyoung.

 

Sementara itu, Sooyoung malah tidak menikamti pertunjukan, beberapa kali ia menolehkan wajahnya ke belakang, memandangi Kyuhyun yang tampak termenung menatap wanana perahu kora-kora di hadapnnya. Sooyoung tau ada sesuatu dalam hati Kyuhyun saat ini, dekat dengan ayah  Kyuhyun yang sering menceritakannya banyak hal membuat ia banyak tau tentang Kyuhyun, ia pasti sedang sangat sedih sekarang.

 

Sesaat kemudian Kyuhyun tampak beranjak dari tempatnya berdiri, ia berjalan cepat dan Sooyoung memutuskan untuk mengikutinya.

 

Dilihatnya kini, Kyuhyun menyandar di sebuah pohon yang letaknya agak jauh dari keramaian, pria itu kini menunduk muram, kedua bahunya bergetar tanda ia sedang menangis, yaa mengingat masa-masa indah bersama orang tuanya adalah satu-satunya hal yang membuat ia selalu tak kuasa menahan air matanya. Sooyoung mengerti betul isi hati Kyuhyun saat ini, ia sudah menyiapkan permen kapas yang ia beli dari pedagang asongan tadi. Ia berjalan gontai mendekati Kyuhyun, ia kini berdiri di hadapnnya.

 

Kyuhyun  menatap kaget orang yang ada di hadapannya. Sementara Sooyoung menatap lembut ke arahnya membuat ia terdiam sesaat, Sooyoung akhirnya memberikan permen kapasnya kepada Kyuhyun. Kyuhyun bingung sesaat, apa maksud gadis ini sebenarnya? dan tiba-tiba otaknya kembali memutar ke masa lalu, dimana ia pernah merasakan dan mengalami hal yang sama. Kyuhyun menerima pemberian Sooyoung itu dengan ragu, Sooyoung maju selangkah ke arah Kyuhyun, tangan kanannya mengulur ke arah wajah Kyuhyun, sambil menatapnya lembut.

 

“Uljima Kyuhyun-ssi” lirihnya lembut seraya mengusap pelan air mata di pipi Kyuhyun. Kyuhyun merasa benar-benar kembali ke masa lalu dalam situasi yang sama dengan orang yang sama, anehnya perasaan aneh yang sama tiba-tiba muncul dalam dadanya. Perasaan yang tak pernah ia mengerti hingga kini…

 

Namun tiba-tiba otaknya seperti mesin waktu yang berputar, memorinya kembali ke masa di mana ketika ia menemukan poto wanita bernama Moon Soohe itu di dompet Appanya, dan kejadian ketika kedua orang tuanya bertengkar hebat dan memutuskan untuk berpisah yang telah merenggut kebahagiaannya, memori itu seperti meledak di otaknya dan menjalar ke hatinya. Suasana hatinya mendadak menjadi kacau dan memanas, ia menatap gadis di hadapannya dengan tatapan penuh kebencian dan dendam, Sooyoung menyadari itu, dan ia segera beranjak dari hadapan Kyuhyun dan membiarkannya sendiri, ia berjalan menuju keramaian kembali dan mendatangi Suho, ia baru akan menyapa Suho yang sedang asik mengobrol dengan teman-temannya sebelum akhirnya Kyuhyun menarik tangannya kembali dan membawanya ke sebuah ruangan gelap yang ada di sekitar acara, yaa tempat itu tampak seperti wahana rumah hantu yang tidak jadi dioperasikan.

 

Sooyoung mengedarkan padangannya takut-takut ke sekeliling ruangan, yang begitu gelap, ia hanya bisa merasakan kehadiran Kyuhyun melalui genggaman tangannya dan bola matanya yang mengkilat, tubuh Sooyoung mulai bergetar ketakutan namun Kyuhyun tak memperdulikannya.

 

“Kenapa kau lakukan ini padaku Hhah?!” Bentak Kyuhyun 

 

“Mwoeyo?” Tanya Sooyoung gemetar

 

“Malhaebwa! Apa yang sudah kau lakukan pada Appaku hingga ia rela meninggalkan keluarganya demi dirimu?!

 

“Dan sekarang…. Sekarang kau ingin menggodaku juga?! Bersikap lemah lembut di hadapanku, dan membuatku cemburu, itukah usahamu menggodaku? Kau ingin membuatku jatuh cinta dan bertekuk lutut di hadapanmu seperti yang ibumu lakukan kepada ayahku dulu?” Bibir Sooyoung gemetar hebat, Air matanya tumpah ruah walau tak mampu mengeluarkan suaranya, ia benar-benar ketakutan sekarang, suasana gelap yang melanda ditambah lagi ucapan pedas yang menohok hati dari Kyuhyun tentu membuat ia semakin kalut.

 

“Kau salah Choi Sooyoung! Kau salah! Aku tidak sebodoh ayahku yang bisa tergoda oleh ibumu, karena selamanya aku akan membenci ibumu dan juga dirimu, aku akan terus membenci orang yang sudah menghancurkan keluargaku dan membuatnya menderita, se-la-ma-nya!!” setelah puas dengan ucapannya, Kyuhyun melangkah menjauhi Sooyoung, dengan cepat ia sudah keluar dari gedung itu.

 

Sooyoung tertinggal di dalam sana, napasnya tersengal-sengal, seperti penyakit kompilkasi yang menyerang hatinya, ia benar-benar akan rubuh sekarang, ucapan Kyuhyun itu benar-benar menohok hatinya, belum lagi rasa takutnya terhadap gelap yang benar-benar berlebihan. Phobia kegelapan. Yaa… segala kejadian masa lalunya yang menyakitkan terjadi di dalam gelap, menghadapi gelap mengembalikan semua memori pahit yang berusaha ia luupakan,  maka selamanya gelap akan menjadi mahluk menakutkan baginya. Dan kini ia, kembali menghadapi kegelepan, kegelapan yang begitu mencekam dan sendirian, air matanya meleleh, napasnya tersengal-sengal, keringat membasahi dahinya, ia tidak bisa bergerak sekarang, phobia gelapnya menyebabkan segala organ tubuhnya melemah, tubuhnyan ambruk ke lantai.

 

Sementara, Kyuhyun berjalan cepat menuju mobilnya, ia tak ingin sifat jahatnya dikalahkan oleh sifat baiknya hingga ia kembali memikirkan gadis itu, cukup! Ia tak ingin menjadi orang bodohn lagi. Seseorang menahan langkahnya dan itu Suho.

 

“Mana Sooyoung?” Tanya Suho

 

“Cish!” Kyuhyun menjawabnya dengan mendecis dan itu sungguh tampak menyebalkan di mata Sooyoung.

 

“AKU TANYA DIMANA SOOYOUNG?!” Teriak Suho tak sabar menghadapi sikap sengak Kyuhyun.

 

“Kau cari saja sendiri!” ucapnya ketus lalu kembali melangkah cuek.

 

Namun langkah Kyuhyun terhenti, ketika mendengar suara teriakan orang-orang dan kini semua orang mulai berlarian, ia berbalik arah, dan matanya membulat sempurna ketika  ternyata sebuah gedung di depannya terbakar, dan dengan cepat menjalari tubuh gedung.

 

“SOOYOUNG!!”

 

To Be Continue

 

Thanks udah di baca, jangan lupa RCL yaa…

Advertisements

218 thoughts on “Only You To Me Part 3

  1. soo.. Yang sabar yah..?
    Kyu jahahaahahahahat! 😦
    My soo eonn :*
    Hmm.. Thorr… Sedih bacanya jujur…
    .soo polos bnget.. Tapi bagus thor..
    Mian bru smpat mampir.. Jarang ada pulsa pake beli paket internet 🙂
    Nexxtttnya di tunggu… Dabbak thor ffnya :3

  2. Kasian banget soo eonni,kira kira apa ya masa lalu yg membuat soo eonni jadi phobia gelap? Makin penasaran. Terus antara siwon dan suho ada hubungannya gak ya? Atau cuma kebetulan marganya sama?

  3. makin penasaran ttg masa lalunya soyoung.
    siapa choi suho, apa hubungannya sm choi siwon.
    kesel sm kyu di part ini jht bgt sm kyu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s