I Think I Love You!! Eottokke?! Part 9


02-sooyoung-1

Judul     : I Think I Love You!! Eottokke?!
Author   : Choi Runnisa
Cast      : Super Junior Kyuhyun
             SNSD Sooyoung
Other Cast   : Find it in the story
Genre         : Romantic Comedi

Annyeong… Annyeong!! ITILYO kembali hadir, lagi-lagi setelah readersnya udah pada karatan nunggu atau mungkin sampe lupa ceritanya. Jeongmal miann… Author sibuk banget akhir-akhir ini sampe-sampe nolehpun gak sempat *Lebay. Jujur aku gak pede banget mau ngepost part ini, karena aku nyadar banget pasti negcewain dan gak ada bagus-bagusnya, tapi yaa gimana lagi donk? ini udah terlalu lama author pending dan author udah mentok, kalo author tetep fokus muter balik ceritanya, yang ada part ini gak bakal publish-publish. kasian readers yang udah nunggu,

Oh iya…. di part ini ada casting baru, dan mungkin kedua cast ini akan bertahan hingga akhir cerita, mungkin di part ini kedua cast itu belom terlalu keliatan perannya, tapi di next part, mereka bakal sering muncul. Yaudah itu aja dari author, happy reading Yaa….

>>>>>>

Sooyoung’s POV

Lagi-lagi seperti ini dan selalu seperti ini akhirnya. Ia selalu saja menang dan aku selalu kalah. Ia selalu dengan mudahnya membuatku melayang ke langit ke tujuh, lalu tiba-tiba menghempaskanku lagi ke jurang yang dalam, ia selalu bisa membuatku tersenyum sendiri seperti orang gila lalu kemudian memudarkannya kembali hanya dalam hitungan detik dan membuatku tampak seperti orang bodoh.

Ppabo!! Cho Kyuhyun ppabo!  Aku memembencinya, Jeongmal Membencinya!  #Sambil nonjok bantal.  Anny… siapa sebenarnya yang bodoh? Cho Kyuhyun atau Choi Sooyoung? Yaa… sejak awal bukankah Choi Sooyoung lah yang bodoh? Bukankah Mengenal seorang Cho Kyuhyun selama lebih dari 7 tahun merupakan waktu yang cukup lama untuk mengenal perangai menyebalkannya itu? tapi kenapa aku masih saja selalu mampu terbius oleh tatapan magisnya  yang palsu tapi  selalu berhasil melumpuhkan seluruh saraf motorikku? Kenapa aku begitu merasa hangat dalam dekapannya? Kenapa aku mulai ketagihan mencium aroma tubuhnya? Dan…. kenapa aku tak pernah  bisa menolak sentuhan bibirnya di bibirku bahkan malah menikmatinya? Kenapa aku begitu mengidamkan kebersamaan dengannya dalam waktu yang lebih lama dan lebih lama lagi? Dan Kenapa aku selalu saja sibuk menerka dan menerka perasaannya terhadapku seperti orang bodoh?

Sementara aku tau Ia tak punya perasaan apa-apa padaku, aku bukanlah tipe wanita yang ia idamkan, sama sekali bukan! Akupun tau pasti ia menikahiku hanya karena ia tak punya pilihan lain,  ia melakukannya hanya karena alasan perjodohan aneh itu dan untuk mempertahankan karirnya, ini hanya Fan Service Soo! tak lebih! Mungkin 2 atau 3 tahun ke depan setelah kontraknya dengan SM habis, dia mungkin akan menceraikanku? yaa mungkin faktor lain, sedikit banyak ia hanya melimpahkan semua rasa kesalnya pada Soojin Eonnie padaku, karena sudah meninggalkannya begitu saja, tepatnya balas dendam mungkin?

Dan lihatlah betapa bodohnya aku saat ini… Aku menangis, aku lari dari hadapannya dan kini duduk terpekur di tempat tidur sambil menangis sesenggukan karena si bodoh itu. Kenapa aku harus menangis?  Kenapa hati ini tak mampu menahan rasa kecewa karena ucapannya? Sebenarnya apa yang aku tangisi? Yaa,,, sepertinya  Aku menangis untuk sesuatu yang tak seharusnya aku tangisi, dia mengataiku kurus seperti tripleks bahkan seperti tiang bendera?? Wae? memangnya  apa yang salah dengan kata-kata itu? Bukankah dari dulu aku sudah cukup kenyang mendapatkan ejekannya? Sejak kapan ia memujiku? Bukankah setiap hari aku sudah sering menghadapi sikap menyebalkan Cho Kyuhyun?  kenapa aku jadi begitu kesal? Kenapa aku jadi begitu kekanak-kanakan,tampak begitu konyol dan memalukan? Kemana Choi Sooyoung, si gadis tangguh yang selalu bisa membalas perlakuan menyebalkan Cho Kyuhyun? Kemana ucapan yang tak kalah pedas yang selalu terlontar dari mulutku ketika ia melontarkan kata-kata pedas padaku? Kenapa yang keluar adalah air mata kekecewaan? sebenarnya apa yang aku inginkan dari pria menyebalkan itu? Apa aku menginginkan kata-kata manis darinya? Apa aku sedang mengharapkan sesuatu yang lebih padanya? Andwe!  Tidak mungkin! aku pasti  sudah gila sekarang!

****
Beberapa saat kemudian, saat aku masih terpekur dalam pemikiranku, kurasakan kehadiran Kyuhyun di belakangku, ppabo! Kenapa aku jadi merasa malu begini padanya? buru-buru aku menyeka air mataku, yaa aku tidak boleh ketahuan menangis di hadapannya, apalagi menangis hanya karenanya, Andwe! Dia tidak boleh melihatnya.

“Miann…” Lirih Kyuhyun terdengar tulus di belakangku

“Untuk apa minta maaf?” Sedikit sinis aku bertanya tanpa menoleh ke arahnya, mulai saat ini aku harus bersikap senormal mungkin padanya, sikap normal yang selalu aku tunjukkan sejak 7 tahun lalu aku bertemu dengannya.

“Miann karena sudah mengataimu…” Cish, kenapa baru minta maaf sekarang setelah bertahun-tahun ia menumpuk dosa padaku? Malaikat apa yang sedang merasukinya hingga ia dengan ringannya meminta maaf padaku? Tidak! Aku tidak boleh melunak di hadapannya! aku segera memotong ucapnnya.

“Kata-kata yang mana?” Aku mulai bertele-tele

“Kata-kata yang tadi, kalau kau…”

“Oh… yang itu? Kedde… terserah kau mau bicara apa tentangku! Mau seribu kalipun kau mengataiku jelek dan tidak seksi, itu tidak akan mengurangi kecantikan dan keseksianku. Toh kau bukan orang yang sempuna, lihat tubuhmu itu, sama sekali tak berotot dan kepalamu seperti jamur, lalu apa yang harus dibanggakan?” cerocosku.

“Mwo?! Kau bilang apa? Jamur?!”

“Nee, Ke-Pa-La Ja-Mur, kau dengar itu? berkacalah terlebih dahulu sebelum kau mencela orang!”

“Yyaa! cungkring! Kau mau mati?!…”  Aku mengacuhkannya dan melangkah berlalu darinya, aku sedang tidak ingin bertengkar sekarang.

“Sooyoung-aa” Langkahku tiba-tiba terhenti ketika ku dengar dia memanggil namaku lembut, jangan! Aku tidak boleh luluh hanya karena suaranya yang selembut beledu itu. Aku berusaha untuk tak menoleh ke arahnya.

“Soo… Aku….” Deg! Kenapa aku jadi begitu deg-degan menunggu ucapannya? Yaa… Jangan! Jangan menoleh!

“Yyaa! sudah bagus aku minta maaf padamu, kenapa kau malah mengataiku, eoh?  Kau benar-benar mengajak perang yaa?!” cish sudah kuduga dia akan mengatakan hal yang tak penting.

“Aku hanya berusaha menyadarkan orang tidak tau diri sepertimu!”

“Mwo?”pertanyaannya kali ini tak ku hiraukan, aku kembali melangkah menjauhinya.

*****

Author’s POV

Hari pertama di kota Prenambuco, Bazil, mereka tiba pada sore hari, waktunya untuk beristirahat. Meski dibuat-buat, namun alasan Sooyoung untuk tak keluar memenuhi ajakan makan malam Kyuhyun cukup masuk akal mengingat melakukan penerbangan selama puluhan jam membuat mereka kelelahan,  makan malam juga diantarkan oleh pihak hotel ke kamar mereka, tidak ada waktu untuk keluar jalan-jalan hari ini .

Malam harinya, Kyuhyun telah bersiap untuk tidur dengan kaus putih dan celana trainingnya, ia senderkan tubuhnya di kepala ranjang sambil jemarinya asik memainkan PSP kesayangannya.

Sedang dalam permainan sengitnya dengan PSPnya, Sooyoung muncul dari dalam kamar mandi dengan penampilan yang luar biasa aneh, setidaknya itu di mata Kyuhyun. Kini pria itu hanya bisa terbengong melihat gadis di hadapannya, hingga tanpa ia sadari ia baru saja mengalami kekalahan dalam permainan di PSP nya, padahal biasanya saat sedang dalam puncak klimaks permainannya, kekalahan itu begitu menyakitkan baginya, namun kali ini ia tak perduli, yang ia pedulikan adalah orang yang ada di hadapannya.

Sooyoung tampil dengan rambut yang setengah basah tanpa disisir dan wajah polos tanpa make up, tapi bukan itu yang membuatnya terlihat aneh, melainkan kostum yang ia kenakan. Sooyoung begitu tampil percaya diri dengan mengenakan jubah hitam putih yang sangat besar, menjulur hingga mata kakinya, penampilan yang sama ketika malam pertama mereka, namun kali ini jauh lebih ekstrim, lihatlah sekarang…. sebuah lambang salib berukuran besar terpampang tegak di bagian depan jubahnya.

Kyuhyun bergidik ngeri melihat orang di hadapannya, suasana mendadak terasa seperti berada di dalam gereja tua yang senyap, terdengar  suara  kepakan sayap burung gereja yang beterbangan diiringi suara kidung puji-pujian khas gereja.

Kyuhyun memandang orang di hadapannya seperti melihat seorang perawan suci dengan kerudung di atas kepalanya sambil membawa injil di tangan kanannya. Ia menggeleng cepat mencoba menepis imajinasinya yang berjalan terlalu jauh. Tapi tetap saja tak menghilangkan keanehan yang ditampakkan oleh gadis di hadapannya.

“Soo, apa yang kau pakai itu?” protes Kyuhyun akhirnya.

“Kau mau langsung berziarah ke gereja malam ini?” Kyuhyun celingak-celinguk tanpa mencari sesuatupun.

“Anni, aku tidak akan kemana-mana, Ini baju tidurku” Sooyoung membusungkan dadanya, Kyuhyun berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Sooyoung, ia mulai khawatir dengan kesehatan istrinya itu, untuk sesaat ia tempelkan punggung tangannya di dahi Sooyoung.

“Apa kau sakit?” Sooyoung segera menepis tangan itu,

“Anny… sudah kubilang ini baju tidurku, kenapa begitu cerewet?!”

“Cish! Kau pikir aku bodoh? kau sebut ini baju tidur? kau dapat dari mana baju alien

itu? tolong jangan membuat aku menjadi takut!”

“Mwo baju suci ini kau bilang baju alien? Hanya para pendosa saja yang menyebut ini baju alien! Ini baju yang ku dapat dari Gomoku yang seorang biarawati. Aku hanya merasa akhir-akhir ini ada iblis di sekitarku, jadi aku harus menangkal iblisnya dengan baju suci ini” Sooyoung bermaksud menyindir Kyuhyun.

“Mwo? Iblis? Cish!” Kyuhyun mendecis tak percaya, sementara Sooyoung langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang tampak nyaman dibuat-buat.

“Bukankah kau sendiri yang ingin agar aku tidak menampilkan auratku di hadapanmu? kedde… sekarang aku sudah melakukannya, kenapa masih saja cerewet?”

“Mwo? Yaa.. tapi bukan penampilan alien seperti ini… Yyaa! hentikan berpenampilan aneh seperti itu! kau lama-lama membuatku takut”

“Baguslah! Itu berarti satu iblis sudah tertangkal” Ucap Sooyoung sekenanya.

“aku hanya tidak ingin kejadian malam itu terulang lagi” Sambung Sooyoung pelan hanya berbicara pada dirinya sendiri, sebenarnya itu jujur dari lubuk hatinya. yaa kejadian malam pertama itu membuat ia kapok, dan itu menjadi pembelajaran berharga baginya bahwa mengenakan mantel saja tak cukup, ia butuh pertahanan yang paling kokoh, dan entah pikiran konyol apa yang sedang merayapi otaknya hingga ia memutuskan untuk menggunakan kostum biarawati yang ia pinjam dari gomonya untuk dijadikan baju tidur, ia rasa bisa sedikit tenang di malam hari dan akan bebas dari gangguan serigala buas bernama Cho Kyuhyun.  Iapun mulai memejamkan matanya.  Namun Kyuhyun masih dapat mendengar ucapan pelan Sooyoung itu.

“Soo-ah, sebenarnya malam itu…” Kyuhyun berusaha menjelaskan, namun Sooyoung buru-buru menutup kepalanya dengan selimut, tidak ingin mendengarkan apa-apa lagi.

Kyuhyun mulai khawatir dengan Sooyoung, seperti ada yang salah dengan kesehatannya, tapi ia tau Sooyoung pasti melakukan itu karena takut dirinya berbuat macam-macam lagi seperti kejadian malam pertama mereka, terselip sebuah perasaan bersalah selama ini selalu mengerjai gadis polos itu.

Setelah berpikir sejenak, Kyuhyun akhirnya mengambil tindakan. Ia bergegas mengambil bantal dan selimut, lalu memutuskan untuk tidur di Sofa, Sooyoung yang ternyata belum tidur, akhirnya menyibak selimutnya kembali

“Kau mau apa?” tanyanya ragu.

“Aku tidur di sofa saja, sudahlah! berhentilah mengenakan kostum aneh itu dan tidurlah yang nyaman, aku tidak akan mengganggumu” Lirih Kyuhyun pasrah.

Sooyoung terbengong menatap punggung Kyuhyun yang berlalu dari sisinya. Sementara Kyuhyun mengambaikan tatapan itu dan terus melangkah ke arah sofa. Dalam diam, ia baringkan tubuhnya di sofa. Sofa itu ternyata tak cukup panjang untuk menampung tubuh Kyuhyun yang lumayan tinggi, iapun menelengkupkan badannya dan mulai tertidur.

Dari kejauhan, Sooyoung hanya bisa memandanginya dalam diam. Terselip perasaan bersalah dan tak tega dalam hatinya, namun ia tak mungkin meminta Kyuhyun untuk kembali tidur di sisinya. Tidak mungkin.

Beberapa saat kemudian, Kyuhyun sudah tampak terlelap dalam tidurnya, sementara Sooyoung akhirnya melepaskan jubah ‘suci’ nya itu pelan dan menyisakan baju tidurnya, lagipula jubah itu sama sekali tak memberikan kenyamanan baginya untuk dipakai dalam tidur. Pandangannya kemudian kembali tertumbuk pada sosok yang terbaring di seberang sana, entah mahluk apa yang sedang merasukinya hingga hatinya seperti medesaknya untuk mendekati sosok itu.

Ia turun dari ranjangnya dan kakinya pun mulai melangkah  pelan mendekati tubuh yang terbaring itu, Sooyoung mendudukkan dirinya di sofa sebelah tempat pembaringan suaminya, ia naikkan kakinya ke atas sofa dan memeluk erat kedua kakinya yang terlipat, dagunya ia letakkan di atas kedua lututnya sambil matanya tetap menatap lurus ke arah wajah lelap itu. Entah kenapa tiba-tiba ia tersenyum sendiri, matanya berbinar-binar memandang wajah Kyuhyun yang tampak begitu polos saat tidur seperti bayi.

“Jelek!” Bisiknya

“Cho Kyuhyun jelek! cish apa kau tidak pernah berkaca eoh?”  Sooyoung menatap sosok lelap di hadapannya.Tangan kanannya lalu menjulur ke depan, namun tak sampai mengenai wajah Kyuhyun.

Tangan kurus itu lalu bergerak pelan mengikuti garis wajah Kyuhyun.

“Lihat! Hidungmu saja pesek” bisiknya setelah jemarinya bergerak mengikuti pola hidung Kyuhyun seakan ia sedang merabanya.

“Eoh! Pipimu! Aish jinjja… pipimu bahkan bulat seperti bakpau, matamu… matamu juga kecil seperti mata lumba-lumba…

“Dan… mwo?! Bibirmu juga tebal seperti bebek, cish yaa! Betapa jeleknya wajahmu itu, sama sekali tidak proporsional….

“Ppabo! Kenapa aku malah selalu tergoda dengan wajah jelek dan menyebalkan ini ini?!” Sooyoung tertunduk lemas, wajahnya cemberut seperti seorang anak kecil kehilangan permennya.

Ia meraba pelan dadanya yang kini lagi-lagi berdegup kencang, padahal ia begitu berharap bahwa gejala itu hanya akan terjadi sementara saja, tapi kenapa sampai sekarang perasaan itu belum juga berubah bahkan rasanya semakin menjadi? Sebenarnya sejak kapan tepatnya ia merasakan perasaan seperti itu? Apakah sejak Kyuhyun melamarnya? Tidak… ia sudah merasakannya sejak kebersamaan mereka di Perth lalu… Jadi… apakah perasaan itu bersemi di Perth? Tidak juga! sepertinya sebelum itu… Molla! Sooyoung benar-benar tak tau kapan tepatnya… Yang pasti perasaan itu semakin menjadi dan mendadak mulai mengganggunya sejak pernikahan mereka.

Sooyoung juga benar-benar tak mengerti perasaan macam apa dan bagaimana ia bisa memilikinya, ia benar-benar tak mengerti. Yang ia pahami, perasaan itu membuat semuanya terasa begitu indah sekaligus menyakitkan di saat yang bersamaan. Bukankah itu adalah gejala kegilaan…? Andwe! Sooyoung hanya berharap bahwa perasaan itu segera hilang dari dalam hatinya.

Sooyoung menyandarkan tubuhnya di sofa, sambil matanya tetam memperhatikan sosok lelap di hadapannya sambil tersenyum-senyum malu, lalu perlahan-lahan rasa kantuk mulai menyerangnya, seperti cahaya yang mulai akan padam, watt mata Sooyoung perlahan-lahan berkurang hingga kelopak matanya tertutup dan ia benar-benar ketiduran di sofa.

Sementara wajah yang terkesan pulas itu nyatanya masih bisa mengembangkan senyum dibibirnya. Ppabo! Kenapa malah bicara seperti itu padanya saat ia sedang tidur dan saat ia sedang berdiri dengan sadar di hadapannya malah tampak begitu jual mahal?

****

Kyuhyun menarik kasar lengan Sooyoung dan membawanya ke dalam kamar, ia hampas dengan kasar pintu kamar lalu mendorong tubuh Sooyoung menyender di daun pintu yang terkatup. Ia letakkan kedua tangannya di kedua bahu Sooyoung dan menatapnya tajam.

“Appo… Waeyo? kenapa kau lakukan ini padaku?” pekik Sooyoung.

“Justru aku yang harus mengatakan padamu, kenapa kau lakukan ini padaku wae?!” balas Kyuhyun tak kalah sengitnya. Tatapannya yang begitu tajam membuat Sooyoung gentar, ia hanya pasrah menyandar di tembok.

“Wae?… kenapa kau tak pernah jujur padaku? Kenapa kau tak pernah mengatakan kalau kau….” Kyuhyun menggantung kalimatnya, sementara jantung Sooyoung berdegup kencang menghadapi interogasi dari Kyuhyun padanya.

“Malhaebwa… malhaebwa… kalau kau mencintaiku, iya kan?” lirih Kyuhyun, Sooyoung benar-benar terkejut mendengarnya, yaa ia benar-benar tak bisa mengelak lagi, Kyuhyun sudah tau kebenaran perasaannya.

“Kyu… sebenarnya aku…” Kyuhyun menatap Sooyoung lamat-lamat hingga membuat lutut Sooyoung melumpuh.

“Aku….” Sooyoung tak mampu berkata-kata ketika Kyuhyun perlahan  memperkecil jarak antar wajah mereka, Sooyoung pasrah dan reflek memejamkan matanya pelan, nafas Kyuhyun yang hangat menyentuh wajahnya, perlahan ia sedikit memanyunkan bibirnya bersiap menerima ciuman bibir dari Kyuhyun dan ia mulai melayang entah kemana ketika bibir itu membelai hangat bibirnya dan….

Sesuatu terasa menimpa wajah Sooyoung

Mimpi Sooyoung buyar seketika,  ia membuka cepat matanya dan melihat sekeliling yang sudah tampak terang tanpa sinar lampu, setengah sadar ia mengulingkan tubuhnya dan DUKKK!!! Tubuhnya tehampas ke lantai akibat terguling dari sofa panjang yang ia tiduri.

“Aaau Appo!!” Kelu Sooyoung merasakan tubuhnya yang sakit bertumbukan dengan lantai, kesadarannya masih sedikit kacau dan ia tampak seperti orang ling lung, ia berusaha mengumpulkan nyawanya hingga utuh kembali, ia edarkan pandangannya, mencari sosok yang ingin ia lihat, yang pertama yang ia dapati adalah sebuah bantal sofa berwarna putih di sekitarnya, yaa benda itu yang tadi menimpa wajahnya.

Selanjutnya, dilihatnya kini Kyuhyun tengah duduk anggun di sofa sebelahnya sambil fokus membaca koran, sedangkan ekspresinya tampak seperti tak mendengar apa-apa. Sooyoung tercengang memandangnya, sementara Kyuhyun sedikit melirik ke arahnya, Sooyoung pun segera berpaling. Sebuah kesadaran menghampiri otaknya. Jadi… kajadian barusan hanyalah mimpi? Sooyoung menunduk kecewa sambil menyentuh bibirnya yang masih terasa hangat. Kenapa rasanya begitu nyata? Kenapa aku masih bisa merasakan jejak bibir itu di bibirku? Gumam Sooyoung, ia meringis kecewa sekaligus malu, ia menggigit bibir bawahnya bagaimana ia bisa bermimpi yadong lagi? Ia memukul kepalanya pelan, sepulang ke Seoul nanti sepertinya dia harus rajin-rajin ke gereja untuk mencuci otaknya yang dirasa sudah mulai kotor.

Dan ada lagi yang aneh, kenapa ia bisa tiba-tiba tidur di sofa ini? bukankah ini tempat tidurnya Kyuhyun? OMO! Apa yang sebenarnya terjadi? apakah sekarang penyakitnya tak hanya sleep talker, tapi juga sleep walker? Dan… Apakah mimpi yang baru saja dialaminya itu benar-benar nyata? Sooyoung meringis khawatir, terpaksa lagi-lagi ia berusaha memutar otaknya untuk mengembalikan memorinya semalam, seingatnya tidak ada kejadian istimewa kecuali dia duduk di sofa yang kini diduduki Kyuhyun sambil memandangi Kyuhyun tidur dan akhirnya ia ketiduran di sana, tapi apa lagi yang dia lakukan semalam??

Terkesan asik membaca koran namun nyatanya, Kyuhyun tersenyum kecil menyadari gadis yang masih duduk di lantai itu, ia kemudian melipat korannya dan tiba-tiba membuang pandangannya ke arah Sooyoung, ia menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan, Sooyoung segera mengalihkan wajahnya, dan ia mulai menggigit bibirnya karena Kyuhyun terus memandangnya untuk beberapa saat hingga akhirnya ia mengeluarkan suaranya.

“Yyaa!… cepat mandi sana”

“Nee?!” Sooyoung masih bersikap bodoh

“hari ini kita jalan-jalan ke pantai” mendengar  kata-kata pantai, telinga Sooyoung langsung berdiri, dengan antusias ia langsung tersenyum  lebar ke arah Kyuhyun.

“Palli..!! 20 menit dari sekarang kalau kau belum selesai, aku tinggal” mendengar ancaman Kyuhyun itu, buru-buru Sooyoung berdiri dan berlari ke arah kamar mandi. Kyuhyun lagi-lagi tersenyum kecil melihat tingkah bodoh istrinya itu lalu sesaat diliriknya sebuah gaun pantai berwarna putih polos tengah bergantung di gagang lemari, ia sudah menyiapkannya diam-diam tentu saja untuk  jalan-jalan ke pantai hari ini. Kyuhyun tersenyum kecil memikirkan sesuatu, Iapun segera mengganti kemeja kotak-kotaknya dengan kemeja putih polos, ia berniat hari ini ia akan memakai kostum senada dengan Sooyoung agar mereka tampak seperti pasangan yang sangat serasi. Cish! Kyuhyun mendecish menyepelekan dirinya sendiri… Kenapa dia mendadak jadi kekanak-kanakan begini? Tapi kemudian ia tersenyum lagi, hari ini ia akan menghabiskan seharian waktu yang romantis di pantai bersama istrinya.

…….

Sooyoung memutar tubuh rampingnya yang tampak setengah telanjang yang hanya berbalut bikini bermotif garis-garis biru di depan kaca. Ia terkikik geli sendiri memikirkan ia akan tampil seterbuka ini di depan Kyuhyun. Tapi tak apalah, biar dia tau rasa dan tidak mengatainya lagi tidak seksi, iseng-iseng ia berpose menggoda… lalu tersenyum malu sendiri. Lihat! Tubuh cokelat dan ramping itu bukankan benar-benar tampak seksi? Kyuhyun benar-benar pembohong besar jika dia mengatakan tidak tergoda dengan penampilannya yang seperti itu, lagi pula Kyuhyun pasti akan sangat merasa tersiksa melihat tubuh Sooyoung yang super seksi itu namun tak bisa berbuat macam-macam karena sedang berada di pantai yang begitu banyak orang. Karena terlalu sibuk dengan penampilannya itu, hingga ia tak sadar bahwa sejak tadi, orang di luar sudah menggedor-gedor pintu kamar dan meneriakinya.

“Yyaa! apa yang kau lakukan di dalam? Palli!! kalau tidak, aku benar-benar akan masuk!” mendengar teriakan Kyuhyun itu membuat Sooyoung  tiba-tiba mengalami krisis kepercayaan diri, ia merasa benar-benar tidak bisa tampil di depan banyak orang dengan penampilan seterbuka itu.

Pintu kamar kembali digedor, Sooyoung semakin panik tak tau apa yang harus ia lakukan, bagaimana kalau Kyuhyun menemukannya dengan penampilan seperti ini? Kenop pintu kembali bergerak-gerak, Sooyoung tak mungkin mengganti bajunya sekarang juga, matanya kemudian tak sengaja menemukan mantel hitam milik Kyuhyun yang bergantung di dinding, ia segera memakainya dan menyambar topi bundar dan kaca mata hitamnya.

Pantai Fernando de Noronha, Pernambucho, Brazil

‘Pasangan pengantin baru’ itu akhirnya mengunjungi pantai Fernando de Noronha, yang berjarak tak jauh dari hotel tempat mereka menginap, untuk kunjungan pertama mereka di Pernambucho. Mereka hanya perlu berjalan kaki dari hotel untuk sampai ke pantai tersebut. keduanya berjalan beriringan, Kyuhyun memimpin di depannya, ia berjalan malas menahan sesuatu yang mengganjal di hatinya, seketika langkahnya terhenti hingga Sooyoung yang berada di belakangnya juga ikut berhenti, ia berbalik ke arah Sooyoung, dan menatapnya enggan.

“Yyaa!! apa yang kau pakai ini? kenapa akhir-akhir ini kau suka sekali berpenampilan seperti alien?” untuk kesekian kalinya Kyuhyun kembali protes dengan penampilan yang lagi-lagi super aneh itu, lihatlah betapa ajaibnya penampilan istrinya kini, di saat semua wisatawan yang bergelimpangan memenuhi pantai, yang pria bertelanjang dada dengan celana pendeknya, dan yang wanita berbikini warna-warni, penampilan khas pantai, Sooyoung malah dengan percaya dirinya memakai mantel hitam dengan kaca mata hitam serta topi bundarnya yang lebar berwarna pitch.

Jujur, Kyuhyun benar-benar kecewa dengan penampilan Sooyoung yang benar-benar jauh dari harapan, sebenarnya apa yang ada di dalam kepalanya hingga ia malah memakai kostum aneh seperti itu ke pantai? Bukankah ia harusnya memakai gaun putih yang sudah ia siapkan? Kyuhyun bahkan sudah memakai kemeja putih agar senada dengan gaun Sooyoung itu, tapi Sooyoung malah menghancurkan segala angan-angan indahnya. Sementara, mendengar protes  Kyuhyun itu, Sooyoung malah semakin mengeratkan mantelnya ke tubuhnya, ia benar-benar tampak enggan menanggalkannya.

“Kau ini sebenarnya mau ke pantai, atau mau melayat?” tambah Kyuhyun lagi. Sooyoung tak perduli, ia mengalihkan perhatiannya, tak mengindahkan kata-kata Kyuhyun, bagaimanapun ia tetap akan mempertahankan mantelnya.

“Aissh, Yyaa! kau ini kenapa? Lihatlah di sekitarmu, orang-orang sedang memperhatikanmu dengan tatapan aneh bahkan jijik, mana ada orang ke pantai menggunakan kostum seperti ini?! Apa susahnya menanggalkan mantelmu itu?!” Omel Kyuhyun, ia sudah tidak tahan lagi Sooyoung sama sekali tak mengindahkan kata-katanya.

“Sudah selesai mengomelnya? Shiroe! Cholte! Aku tidak akan pernah melepaskan mantel ini walaupun aku harus mati!”

“Mwo?”

“Apa kau orang seperti itu? Apa kau tipe orang yang selalu melihat seseorang dari penampilan fisiknya?!” Sooyoung sudah tidak tahan lagi ingin mengeluarkan isi hatinya, Kyuhyun terhenyak sesaat menatap Sooyoung dengan berbagai macam pertanyaan di kepalanya.

“kau selalu saja mencela penampilan fisikku, kedde!! aku kurus seperti tiang bendera dan sama sekali tidak seksi, wajahku juga tidak cantik dan penampilanku seperti alien, aku tau semuanya, jadi tidak usah mencelaku lagi!!”

“Kenapa kau jadi marah-marah tidak jelas begitu?? aku kan memberitahukan sesuatu yang benar padamu, aku tidak ingin orang-orang….”

“Kalau kau malu dengan penampilanku,  tidak usah dekat-dekat denganku, pura-pura saja tak kenal denganku, apa susahnya?!” Pekik Sooyoung dengan pandangan berapi-api sedangkan Kyuhyun menatap gadis di depannya tanpa kata.

“Apakah ini tujuanmu menikahku? Hanya sebagai bahan ejekanmu saat mulutmu sedang gatal ingin mengejek orang?!” 

“Kau ini bicara apa? Kenapa kau jadi kekanak-kanakan begini?”

“kau benar, selain jelek aku juga kekanak-kanakan, terima kasih sudah memberitahuku semua kekuranganku! Tapi aku lelah mendengarnya… mulai sekarang kita jalan sendiri-sendiri, tidak usah dekat-dekat denganku dan kita tidak usah mengganggu liburan masing-masing, kau puas?!” Jerit Sooyoung menahan air mata yang ia rasa sewaktu-waktu akan tumpah.

“Kedde! Itu memang lebih baik, kita menikmati liburan masing-masing, kelak jika kita bertemu di jalan, kita pura-pura saling tak mengenal saja, ini kan yang kau inginkan?!” Amarah Kyuhyun ikut tersulut.

“Yaa… usahakan kita tidak bertemu dalam satu tempat dan kalaupun bertemu tidak usah saling menyapa!” pelan Sooyoung dengan suara bergetar, dan mulai membalikkan tubuhnya membelakangi Kyuhyun.

Sementara Kyuhyun masih berdiri membeku di tempatnya sambil menatap punggung Sooyoung yang perlahan-lahan menjauh dari jangkauannya.

SREP! Segenggam pasir setengah basah tiba-tiba melayang ke arah mantel bagian atas dan sedikit ke wajah Sooyoung, ia berhenti melangkah dan mencari sumber pasir tersebut, tak jauh dari tempatnya berdiri, seorang anak laki-laki berusia sekitar lima tahun menatapnya dengan tatapan ketakutan, Sooyoung berjalan selangkah bermaksud untuk memarahi anak berambut pirang itu, saat suasana hatinya sedang panas begini, anak itu malah berani-beraninya berlaku tidak sopan melemparinya pasir. Namun wajah anak itu benar-benar menyiratkan rasa ketakutan yang amat pada Sooyoung, dan ia jadi urung mengeluarkan unek-uneknya pada anak itu.

“Mommy! There is a Kidnapper!! (Ibu ada penculik)” Anak itu berteriak sambil masih berdiri gemetar di tempatnya seperti melihat seorang nenek sihir yang siap memasukkannya ke dalam panci dan memasaknya menjadi soup. Sooyoung semakin mendekati anak yang tampak berperawakan Eurasia (Campuran eropa Asia) itu dan menunduk di hadapannya untuk mengimbangi posisi anak itu.

“No No No… Im not  a Kidnapper!” Jelas Sooyoung sambil membuka kaca matanya, namun wajah anak itu malah semakin mewek.

“Mommy, Help!!! There is a kidnapper” Teriak anak itu semakin kencang.

“Helloo…Look! there’s no kidnapper as beautiful as I am” ucap Sooyoung melalui sela-sela giginya, anak itu benar-benar membuatnya gemas.

“Mommy!!! Huaaah!!” Anak itu semakin berteriak kencang dan kali ini ia mulai merengek, Sooyoung mulai panik, bagaimana kalau orang-orang mendengarnya dan benar-benar mengira ia adalah seorang penculik anak kecil, dan menangkapnya seperti menangkap maling? buru-buru ia membekap mulut anak kecil itu dengan tangannya.

“Help!!!” Pekik anak itu hingga terdengar oleh Kyuhyun yang berjalan sudah agak jauh dari tempatnya berdiri Kyuhyun yang melihat situasi itu berjalan ke arah.

“Yyaa! kau mau apakan anak kecil tak berdosa itu?” seru Kyuhyun.

“Kenapa kau datang lagi dan mencampuri urusanku? Pergi sana! Aku juga bisa menyelesaikan masalahku sendiri!” Cecar Sooyoung walau sebenarnya jauh di dalam lubuk hatinya ia membutuhkan bantuan, namun sekali lagi, ia tak ingin bersikap lemah di hadapan Kyuhyun.

“Siapa yang ingin membantumu, aku hanya ingin membantu anak itu, apa kau tidak sadar anak itu benar-benar ketakutan melihatmu?!”

Sooyoung melepaskan bekapan mulut anak itu dan pelan-pelan mundur menjauhinya. Kyuhyun pun mendekati anak yang masih tampak ketakutan itu dan menunduk mengimbangi posisinya.

“Kau lihat! Anak ini saja takut melihat penampilanmu” Entah kenapa jika Kyuhyun sudah menyinggung masalah penampilan, Sooyoung selalu merasa itu adalah perkataan yang paling menyakitkan baginya.

“Karena kau dan anak itu sama saja, sama-sama hanya melihat orang dari penampilan luarnya saja!” Pekik Sooyoung menahan tangis lalu berjalan cepat menjauhi Kyuhyun.

Ia berlari kecil menjauhi Kyuhyun tanpa ingin menoleh lagi. Beberapa langkah ia berjalan, tak sekalipun Sooyoung mendengar suara Kyuhyun memanggil namanya. Tidak terasa air matanya menetes di pelupuk matanya, iapun mempercepat langkahnya tanpa tau kakinya akan melangkah kemana, namun ia sudah menetapkan hatinya untuk berjalan-jalan sendiri tanpa Kyuhyun yang selalu saja membuatnya kesal, sesuai dengan perjanjian kita.

Sementara itu…

“Hi Guys! What’s Your name?” ucap Kyuhyun ramah, dan seketika wajah anak itu sudah tak tampak ketakutan lagi, sepertinya ia menyukai Kyuhyun.

“Hi… Im Kyuhyun, and You?” ucap Kyuhyun lalu mengulurkan tangannya ingin bersalaman, dengan ragu anak itupun  membalas uluran tangan bersahabat Kyuhyun.

“My Name is Fredrick Aims” anak itu mengeluarkan suaranya yang cempreng.

“Oh Hello Mr. Aims, Nice to see you”

“Where do you From?” tiba-tiba anak itu mengeluarkan pertanyaannya…

“Im From Seoul, South Korea, and You?”

“Im From San Fransisco. Heei, my Mom is from Korea too” anak itu mulai banyak bicara.

“Oh Really?! Its Good! So where is your Mom?”

“Dia ada disana!” Anak itu tampak antusias menunjuk ke arah gerumbungan orang di seberang sana Fredrick langsung saja meraih tangan Kyuhyun tanpa ragu dan menuntunnya menemui ibunya.

****

“Mommy!!” Jerit Fredrick antusias ke arah seorang wanita cantik berambut cokelat panjang dan bergelombang itu, tubuhnya yang ramping tampak bercahaya di bawah sinar matahari karena kulit putih susunya, ia tampak berbeda dari orang-orang yang sebagian besar berkulit bintik-bintik dan bertubuh besar di sekitarnya, ia tampak sedang sibuk melayani para pelanggan yang lumayan ramai membeli pernak pernik khas brazil dagangannya, Fredrick terus menuntun Kyuhyun mendekati wanita itu, dan mata Kyuhyun membulat sempurna ketika melihat dengan jelas wajah wanita itu, begitu pula dengan wanita yang di panggil ‘Mommy’ oleh Fredrick itu, ia memandang pria di hadapannya dengan tatapan kaget, sedikit tak percaya.

“Cho….Cho Kyuhyun?!” Pekik wanita itu lebih dulu. Sambil menunjuk sosok di hadapannya.

“Yeon Hee? Lee Yeon Hee?!”

Balas Kyuhyun tak kalah antusiasnya, ia benar-benar kaget melihat sosok wanita yang masih tetap cantik seperti dulu itu, setelah sekian lama tak bertemu, yaa terakhir kali mereka bertemu sejak 7 tahun lalu ketika Yeon Hee memutuskan untuk berhenti menjadi Trainee SM dan memutuskan untuk sekolah di Amerika.

“Jadi… sekarang kau tinggal di sini?” Tanya Kyuhyun dalam obroloannya dengan Yeon Hee, mereka duduk sebuah bangku pinggir pantai, menghadap laut, sembari meneguk es kelapa sambil mengamati Fredrick yang sedang asik bermain istana pasir, sesekali Kyuhyun melirik ke arah wanita itu. Hingga saat ini ia masih terasa pangling melihat sosok wanita cantik yang kini telah memiliki seorang anak berusia 5 tahun itu, ia bahkan jauh lebih cantik dan anggun dibandingkan ketika ia masih remaja dulu.

“Kedde…. setahun lalu aku berpisah dari mantan suamiku dan pindah ke sini” Kyuhyun terkejut mendengar kata berpisah dari mulut Yeon Hee, itu artinya wanita itu…

“Jadi… sekarang single parent?” Tanya Kyuhyun ragu. Yeon Hee mengangguk pasti

“Yaa!.. aku hanya hidup dengan dan untuk Fredrick seorang”

“Kau tidak menikah lagi? Maksudku, wanita cantik sepertimu bukankah tak betah hidup sendirian?”

“Yyaa! kau seperti tak mengenalku saja. Kau tau kan, aku bukan orang yang gampang jatuh cinta. Seumur hidup aku hanya dua kali jatuh cinta, dengan mantan suamiku dan…. denganmu” jujur saja, Kyuhyun sungguh sangat terkejut mendengar pengakuan dari mantan kekasihnya itu.

“Jujur… anehnya, bahkan mantan suamiku sendiri tak bisa menandingi perasaan terhadapmu dulu, hehehe” Kyuhyun terbatuk kecil mendengar kalimat terakhir Yeon Hee itu, bagaimana mungkin dia melakukan pengakuan seblak-blakan itu padahal mereka baru saja bertemu?”

****

Kyuhyun berjalan gontai sambil tersenyum-senyum sendiri  memikirkan sesuatu, angannya melayang kepada kejadian-kejadian indah di masa lalunya. Yaa pertemuan secara tiba-tiba dengan Yeon Hee dan mengobrol banyak dengannya sedikit banyak mengingatkan ia pada kejadian-kejadian indah di masa lalu, betapa bodoh dan polosnya ia dulu.

Kyuhyun memutuskan untuk kembali ke tempat di mana terakhir kali ia berpisah dari Sooyoung. Ia bertekat untuk minta maaf padanya karena sudah menyinggung perasaannya, setelah di pikir-pikir itu memang salahanya. Namun, Sooyoung sudah tidak ada di sana.  Tentu saja dia sudah tidak ada di sana, tapi ada rasa kecewa dalam dada Kyuhyun, mendadak ia menjadi khawatir.

Ahh… apa yang harus dikhawatirkan? bukankah pantai ini tidak seperti jalanan bergang-gang yang akan menyasar jika ditelusuri? Sooyoung benar-benar bodoh jika dia bisa menyasar di sini, Kyuhyun berusaha menepis pikiran-pikiran negatif tentang Sooyoung ia memutuskan untuk membalikkan tubuhnya melawan arah tempat ia dan Sooyoung berpisah tadi, namun beberapa langkah kemudian, pikiran negatif itu kembali muncul, yaa… ia tau Sooyoung tidak sebodoh itu bisa menyasar di pantai ini, tapi bagaimana jika orang-orang mengira ia benar-benar penjahat dengan penampilan anehnya itu, seperti kata Fredrick dan melaporkannya ke Polisi? Atau bagaimana kalau dia nekat menceburkan diri ke laut lalu tenggelam? Gadis itu kan tidak bisa berenang sama sekali? atau bagaimana jika Sooyoung bertemu orang jahat seperti di restoran waktu itu?

Ahh… Kyuhyun tak bisa lagi kompromi dengan dirinya, walau bagaimanapun ia tak akan bisa tenang berjalan-jalan tanpa tau keadaan dan keberadaan istrinya. Ia pun memutar kembali tubuhnya dan berlari menusuri arah kemana Sooyoung pergi tadi.

Berjam-jam ia berkeliling menusuri pantai, mencari keberadaan Sooyoung, namun ia tak kunjung menemukan batang hidungnya, Dengan perasaan panic yang semakin menderanya, Kyuhyun berlari-larian menyusuri pantai mencari sosok Sooyoung yang tak kunjung ditemuinya.

Ia memutuskan untuk menanyai orang-orang sekitar, ciri-ciri Sooyoung yang aneh itu pasti mudah menarik perhatian orang lain. Panik! Saat ini dia benar-benar panik, seorang pria paruh baya yang ia tanyai memberitahu bahwa dia melihat gadis yang ciri-cirinya seperti Sooyoung, dan yang menkhawatirkan pria itu mengatakan bahwa gadis dengan ciri-ciri tersebut tadi kakinya terluka oleh serpihan kerang di pantai dan seorang pria membawanya. Kyuhyun kalut, jika tempat ini memungkinkan ia untuk menangis, mungkin ia benar-benar akan menangis, segala pikiran negatif tentang keadaan Sooyoung langsung merayapi pikirannya. Pria itu benar, karena kini Kyuhyun dapat menemukan jejak telapak kaki beserta darahnya di sekitar tempat kejadian menurut saksi mata.

Dengan perasaan tak karuan, Kyuhyun berlari-lari kecil menusuri jejak telapak kaki dan darah tersebut, yang akhirnya berakhir pada gerumbungan orang  menggerumbungi sesuatu, iapun mulai penasaran, segera saja ia menanyai seorang pria yang berlari dari arah belakangnya menuju gerombolan itu..

“What Heppened?” Tanya Kyuhyun pada pria itu setelah menahan bahunya,

“There was someone sinking” jawab pria itu buru-buru dan berlalu mendatangi gerombolan orang tersebut. Ada orang tenggelam? Gumam Kyuhyun kemudian, tiba-tiba rasa panik semakin menderanya, jantungnya berdegup kencang selama perjalanannya menuju gerombolan orang tersebut. Bagaimana kalau itu benar-benar Sooyoung? Oh Tuhan! Sungguh ia tak akan bisa memaafkan dirinya sendiri kalau itu benar-benar Sooyoung….

Kyuhyun mempercepat langkahnya ke arah gerombolan orang di sana, ia benar-benar panik sekarang, segera saja ia menerobos masuk ke tengah orang-orang itu dan melihat seseorang yang tenggelam tersebut. Kyuhyun melihat tubuh sesosok wanita sudah terbujur kaku di atas pasir, ia dapat melihat rambut panjang orang itu yang legam, namun ia tak dapat melihat wajahnya karena telah ditutupi menandakan bahwa tubuh itu sudah tak bernyawa. Mata Kyuhyun tertumbuk pada kain yang menutupi wajah tubuh itu, kain tebal berwarna hitam yang sangat ia kenali, bukankah itu mantelnya yang dikenakan Sooyoung tadi?

Menyadari hal itu Kyuhyun tak perlu pertanyaan apa-apa lagi untuk membuat hatinya remuk redam, lututnya lemas seperti tak bertulang, dengan air mata yang ruah menumpahi pipinya, Kyuhyun bersimpuh di samping tubuh tak bernyawa itu, sekonyong-konyong ia berhambur memeluk tubuh yang terbujur kaku itu sambil merengek sejadi-jadinya seperti anak kecil. Orang-orang yang melihatnya tampak begitu prihatin, sungguh tragis nasib pria itu, benak orang-orang.

“Excuse Me, apa anda mengenalnya?” tanya seorang pria tiba-tiba, itu adalah suara pria.

“Dia Istriku…” Lirih Kyuhyun sesenggukan tanpa melihat ke arah wajah orang yang menanyainya.

“Tapi tuan, dia istriku…” Kyuhyun menghentikan sejenak tangisnya, ia melihat ke arah wajah orang di hadapannya yang kini basah dengan air mata. Apakah ia baru saja melakukan kesalahan?

Kyuhyun menyeka air matanya, pelan-pelan ia sibak kain yang menutupi wajah itu  dan terpampanglah wajah pasih yang sejak tadi tertutup itu, tampak kini sebuah wajah wanita berhidung bangir yang tampaknya berusia sekitar 30-an, Kyuhyun terbengong sesaat. Jadi itu bukan Sooyoung? Ia ingin tersenyum lega tapi ia juga merasa marah pada dirinya sendiri, betapa tampak begitu bodoh dibuat oleh gadis itu.

Kyuhyun kembali berdiri, orang-orang menatapnya bingung. Ia terkesiap ketika melihat seseorang yang berdiri di antara deretan orang-orang. Seorang gadis berbikini motif garis-garis biru itu sangat di kenalnya.

Sooyoung hanya bengong melihat keadaan Kyuhyun, di satu sisi ia ingin tertawa sejadi-jadinya, tapi di sisi lain suasana duka khusus bagi pria yang baru saja kehilangan istrinya itu bukan suasana yang tepat untuk tertawa. Kyuhyun menatap tajam ke arah Sooyoung dalam diam, ia segera bertindak, buru-buru ia berjalan dan dan meraih tangan seseorang dan membawanya keluar dari gerumbungan orang-orang dan berjalan menjauh.

“Kau tau? Baru saja membuatku hampir mati!!” ucap Kyuhyun tanpa menoleh ke arah orang di belakangnya, ia semakin mengeratkan genggaman tangannya.

“Excuse me Sir” ucap sebuah suara asing di belakang Kyuhyun. Kyuhyun terkejut menyadari sesuatu, pelan-pelan ia membalikkan tubuhnya dan alangkah terkejutnya ia ketika mendapati seseorang yang tak ia kenal yang tangannya sedang ia genggam. Seorang wanita tua kini menatapnya bingung.

“So.. Sorry…” Ujar Kyuhyun seraya melepaskan tangan wanita tua itu. Dan kini di seberang sana tak jauh dari tempat ia berdiri Sooyoung dengan atasan bikini dan bawahan secarik kain tampak sedang berjalan terpincang-pincang dibopong oleh seorang pria asing yang sama sekali tak dikenalnya, meskipun tampak kepayahan berjalan, namun Sooyoung masih dapat tersenyum bersama pria itu, seakan-akan dia sedang bersama pria yang sudah sangat akrab dan lama dikenalnya., matanya kemudian tertumbuk pada Kyuhyun yang kini berdiri tak jauh dari hadapannya dan menatapnya dengan tatapan tak suka, Sooyoung lalu memalingkan wajahnya dan berusaha untuk mengabaikan Kyuhyun dan pura-pura asik mengobrol dengan pria asing itu. Sooyoung tetap mengabaikannya, ia benar-benar melakukan apa yang sudah mereka sepakati, dan itu benar-benar membuat Kyuhyun kesal.

“Where do You live? I’ll pick you home” Tanya pria itu pada Sooyoung yang dapat di dengar oleh Kyuhyun. Bahkan ketika berjalan di depan Kyuhyun pun, Sooyoung tetap saja mengalihkan pandangannya, dan Kyuhyun semakin kesal karenanya, ia pun menahan langkah Sooyoung dengan menarik lengannya. Tanpa berkata apa-apa Sooyoung  mengibaskan tangannya agar terlepas dari genggaman Kyuhyun.

“Yyaa!! di mana mantelmu?!” Tanya Kyuhyun penuh penekanan

“Sudah kubuang…. Gwenchana, aku tau itu milikmu, aku akan menggantinya dengan yang baru” Kyuhyun menggigit bibirnya menahan rasa kesal dalam hatinya, sungguh ia tak rela melihat tubuh Sooyoung yang menurutnya sudah setengah telanjang itu dilihat bahkan oleh disentuh oleh pria asing yang juga bertelanjang dada itu, pria mana yang rela melihat istrinya berdekatan seperti itu dengan pria lain?. Segera ia menanggalkan kemeja putihnya dan menyisakan kaus putih polosnya, kemeja itu lalu ia sangkutkan di kedua bahu Sooyoung, namun dengan kasar Sooyoung malah mencopotnya dan memberikannya lagi pada Kyuhyun.

“Who is He? Your Boy Friend?” Tanya pria berperawakan latin itu sambil menunjuk Kyuhyun.

“No… aku juga tidak mengenalnya, Miguel…. kalau tidak keberatan bisakah kau mengantarku pulang? Aku menginap di hotel Hotel Pousada Maravilha” Tanya Sooyoung manis kepada pria itu.

“Sure, aku akan mengantarmu, mana mungkin aku tega membiarkanmu jalan sendiri dalam keadaan pincang seperti ini, apa Nona Choi mau ku gendong? Hehehe…”

“Hhaha… tidak perlu, anda cukup memapahku saja” Sooyoung kembali melangkah bersama pria asing itu, namun Kyuhyun kekeuh kembali meraih pergelangan tangannya.

“Im Sorry Dude, She’s mine. Dont disturb my wife” Ucap Kyuhyun tegas kemudian menarik lengan Sooyoung menjauhi pria tampan berkulit cokelat khas pria Amerika latin itu.

Setelah merasa tidak lagi berada dalam jangkauan Miguel, Kyuhyun segera menghentikan langkahnya, ia kembali mengamati penampilan Sooyoung yang kini sangat berani itu, walau rasa kesalnya sudah menggebu-gebu, tapi ia masih berusaha menahannya,  untuk kedua kalinya tanpa berkata apa-apa ia melemparkan kemeja itu ke arah  Sooyoung dan langsung berlalu dari hadapannya.

Sooyoung tak terima diperlakukan seperti itu, bukannya mengenakan kemeja itu ke tubuhnya, ia malah melemparkannya ke arah punggung Kyuhyun.

“Shiroe!! Aku tidak mau memakainya” Pekik Sooyoung. mendengar itu, Kyuhyun menghentikan langkahnya dan berbalik.

“Wae? jadi karena ini kau terus-terusan berpenampilan aneh dihadapanku? Karena kau lebih memilih pria lain yang melihatnya?!! Karena kau ingin menarik perhatian pria-pria asing itu tanpa orang tau kau sudah bersuami bukan?!” Bentak Kyuhyun kesal, sungguh ia tak bisa lagi menahan gejolak amarah dalam dadanya terhadap kelakuan Sooyoung yang ia rasa hari ini benar-benar menyebalkan. Sementara mata Sooyoung sudah merah berkaca-kaca karena kata-kata menyakitkan yang terlontar dari mulut Kyuhyun itu.

“Kedde!! Kau benar!! Aku memang sengaja melakukannya! Aku memang tidak sudi memperlihatkan tubuhku kepada orang sepertimu!! Orang yang hanya bisa mengejek dan menghina penampilanku, lihat sekarang! Bukankah menurutmu tubuh kerempengku ini sama sekali tak pantas untuk diperlihatkan padamu? Bukankah memperlihatkannya padamu hanya akan menjadi bahan tertawaanmu? Dan mereka, mereka yang melihatku ternyata tak menertawaiku seperti apa yang kau lakukan padaku, bukankah aku lebih baik menampakkan kelebihanku di hadapan orang-orang yang tidak bermasalah melihatnya?!”

“Ahh… jadi kau sama saja seperti gadis-gadis lain? Haus akan pujian? Kau ingin aku memujimu?! Baiklah sekarang aku akan memujimu, Choi Sooyoung kau benar-benar cantik, kau…  sangat seksi, rambutmu indah, dahimu benar-benar cantik, semua yang  ada padamu, semuanya indah dan….” Plakk…. sebuah tamparan dari tangan mungil Sooyoung mendarat di pipi Kyuhyun dan mengakhiri celotehannya, Kyuhyun tercengang memandang wajah Sooyoung yang kini telah bergenangan air mata….

“Cukup!! Semuanya sama saja, tidak ada yang berbeda, apapun yang kau katakan padaku semuanya hanya hinaan, jadi tolong berhentilah bicara padaku” ucap Sooyoung sesenggukan,  lalu membalikkan tubuhnya membelakangi Kyuhyun, meski terpincang-pincang, ia berusaha berjalan cepat agar cepat menjauh dari hadapan Kyuhyun. Sementara di belakang sana, Kyuhyun menatap punggung Sooyoung dengan perasaan yang amat bersalah.

“Aaa!” jerit Sooyoung menahan sakit di kakinya, luka dikakinya kembali mengalirkan darah karena terlalu dipaksakan untuk berjalan.

Kyuhyun berjalan cepat menyusul Sooyoung tiba-tiba berjongkok di hadapan Sooyoung.

“Naiklah!” ucapnya singkat. Sooyoung terdiam menatap enggan ke arah punggung Kyuhyun. Sooyoung tak bicara apa-apa, ia meneruskan langkahnya walaupun Susah payah menerobos tubuh Kyuhyun.

Namun Kyuhyun lagi-lagi menarik tangannya.

“Lepaskan!!” Jerit Sooyoung seraya menepis tangan Kyuhyun, ia berusaha kembali melanjutkan langkahnya. Melihat sikap keras Sooyoung, Kyuhyun tak punya pilihan lain, ia berjalan cepat dan tiba-tiba menyambar tubuh Sooyoung dan menggendongnya di bahunya

“Yyaa!! Lepaskan!!” Pekik Sooyoung sambil meronta dan memukul-mukul punggung Kyuhyun berkali-kali namun, Kyuhyun tak perduli, ia terus menggendong tubuh Sooyoung hingga sampai ke hotel.

Sooyoung terus menjerit-jerit dan meronta hingga sampai ke dalam kamar, Kyuhyun bermaksud menurunkan tubuh Sooyoung di ranjang, namun karena Sooyoung terus mengamuk, belum sempat Kyuhyun melepaskan gendongannya, amukan Sooyoung membuatnya kehilangan keseimbangan dan mereka berakhir jatuh di tempat tidur dengan posisi tubuh Sooyoung yang tertindih oleh tubuh Kyuhyun, untuk sesaat mereka saling terpaku dengan wajah satu sama lain, namun pada detik berikutnya Sooyoung mendorong kuat tubuh Kyuhyun.

Ia kemudian berdiri dari duduknya dan berjalan menjauhi Kyuhyun, namun lagi-lagi Kyuhyun meraih pergelangan tangannya dan menahan langkahnya, dan Sooyoung benar-benar sudah sangat lelah dengan situasi yang terus berualang-ulang ini.

“Lepaskan!!” lirih Sooyoung tertahan.

“Malhaebwa, apa yang terjadi padamu? Kenapa sikapmu jadi aneh seperti ini?”

“Lepaskan!!” Sooyoung sudah tak bisa mengucapkan kata-kata lain lagi, dadanya terlalu sesak menahan asa.

“Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau jujur, wae gure?!!” Kyuhyun meninggikan suaranya,

Sooyoung tetap tak bergeming, ia kembali melanjutkan langkahnya dan sikap Sooyoung itu benar-benar membuat Kyuhyun tak tahan, dengan kasar ia menarik tangan Sooyoung, hingga membalikkan tubuhnya lalu ia mengunci tubuh Sooyoung menyandar di dinding dan memagarinya dengan kedua tangannya.

Lamat-lamat mata Kyuhyun menatap wajah Sooyoung, sebaliknya, dengan air mata yang masih menggenang di pipinya, Sooyoung mengalihkan pandangannya dengan menolehkan kepalanya ke samping, tampak begitu enggan menatap mata Kyuhyun.

“Kita selesaikan semuanya malam ini, Malhaebwa!!! Apa yang membuatmu seperti ini?! tolong jangan membuatku bingung”

“Apa kau membenciku?” Tanya Kyuhyun berat

“Apa kau mencintaiku?”  Sooyoung malah bertanya balik

“Apa?” Kyuhyun kaget sekaligus tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya.

“Apakah kau mencintaiku?!” Tanya Sooyoung sekali lagi, matanya yang memerah menatap Kyuhyun lekat-lekat tanda kesungguhan pertanyaannya. Sementara Kyuhyun hanya bisa diam dan bingung harus menjawab apa pertanyaannya, karena sungguh ia tak punya jawabannya.

“Cish, ppabo!  Lupakan saja! Itu pertanyaan terbodoh yang pernah ada. Kedde!! Kau sungguh benar, Aku sungguh membencimu, Aku membencimu karena membuatku seperti ini. Anny… hanya saja.. lebih tepatnya aku membenci diriku sendiri, aku benci jantungku yang selalu berdetak tak normal saat bersamamu, aku membenci diriku sendiri yang selalu merindukanmu saat kau tak ada, aku benci selalu memimpikanmu, aku membenci tubuhku yang selalu lumpuh saat kau menciumku hingga membuatku tak bisa menolak sedikitpun! Aku benar-benar membenci mataku yang selalu meneteskan air mata hanya karenamu. Benci!!!”  Kyuhyun hanya bisa menatap wajah Sooyoung lamat-lamat tak sepatah katapun.

“Kau puas?! Sekarang tertawalah…” Kyuhyun lagi-lagi hanya diam mematung memandang Sooyoung dengan tatapan penuh makna, ia ingin sekali menjawab pertanyaan dari Sooyoung itu, ia juga tidak ingin tampak seperti orang bodoh yang hanya bisa diam, tapi entah kenapa lidahnya begitu kelu, terlalu banyak hal yang ingin ia ungkapkan hingga ia bingung harus memulai dari mana. Situasi itu berlangsung cukup lama dan alot, hingga tiba-tiba handphone Kyuhyun berdering.

Tatapannya masih tetap terfokus ke arah Sooyoung, sementara tangannya merogoh kantungnya dan mengambil handphonennya yang berdering.

“Yeoboseyo…”

“Yeon Hee-ssi!!… kau kenapa?…. tolong bicaralah pelan-pelan…. Apa?? Baiklah, aku akan segera ke sana!!” Kyuhyun menatap Sooyoung datar, namun tak juga mengucapkan sesuatu padanya, lalu memutuskan berlalu begitu saja dari hadapan Sooyoung.

Seperginya Kyuhyun dari hadapannya, saat itu pula lutut Sooyoung terasa melemah dan perlahan-lahan rubuh dan terduduk di lantai. Kyuhyun bahkan tak mengucapkan apa-apa padanya sebelum pergi. Ia sadar pengakuannya tadi hanyalah sebuah lelucon bagi Kyuhyun yang tak perlu ditanggapi serius. Mungkin Kyuhyun menganggap perasaan Sooyoung tak berarti apa-apa baginya. Tapi bagaimana dengan dirinya? Apa yang harus ia lakukan sekarang? Ia benar-benar sudah jatuh terlalu dalam kepada suaminya itu, Tak bisa dipungkiri, ia benar-benar sudah jatuh cinta pada Kyuhyun.

                         TBC

See… apa author bilang? betapa kacaunya part ini. Well… Miann, Author sadar banget, part ini adalah part tergaje dan paling ngebosenin yang pernah ada, makannya kayaknya, kalo ini part sedikit yang koment, itu berarti author udah gak bisa ngelanjutin Fan Fict ini, tapi kalo masih banyak yang pengen part ini dilanjutin, Author janji next part bakal berusaha bikin yang lebih baik dari ini, karena next part mungkin udah mulai complicated, harapannya part ini tetep banyak yang nge comment, mau ngeritik juga silahkan. dan author usahain part selanjutnya akan lebih baik dan lebih cepat publish, yaa doain aja deh, Annyeong!!

Advertisements

209 thoughts on “I Think I Love You!! Eottokke?! Part 9

  1. Huwa….. Omegott.. Soo udh nyatain tuh kyu. Knpa malah ke yeon hee sih ?
    Duhh kyuyoung lucu ketawa2 sendiei pas baca nya😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s