I Think I Love You! Ottokee?? Part 11


image
Judul      : I Think I Love You! Ottokee??
Author    : Choi Runnisa
Cast       : Super Junior Kyuhyun
                 Girls Generation Sooyoung
                 Exo Kai
Daniel Henney as Miguel
Other Cast : All SME artist, Sooyoung’s Family,Kyuhyun’s Family.
Genre      : Romance

^_^_^_^_^_^
Sedikit tentang ITILY, kenapa author terkesan susah banget untuk bisa meneruskan Fan Fict ini, karena sebenernya awalnya ITILY bukanlah proyek besar author, ni Fan Fict malah dibuat sama sekali tanpa pertimbangan yang matang alias sekedar mau coba-coba, author sebenernya gak terlalu mengandalkan Fan Fict ini karena jelas-jelas ini  cuma prodak coba-coba bahkan kalo mau dibilang author sedikit gak PEDE sama ni Fan Fict. Author malah sebenernya lebih mengunggulkan OYTM, karena OYTM author buat dengan niat banget, tapi entah gimana ceritanya, tanpa disangka dan dinyana ITILY malah mendapatkan respon yang lumayan lebih positif dari banyak readers. Bahkan, setelah hampir 6 bulan gak gue terusin, masih ada aja yang ngekomen dan ngelike ni Fan Fict dan minta segera dilanjutin. Tentu aja itu membuat author galau,, gimanapun sebuah kehormatan besar bagi seorang penulis, karyanya bisa ditunggu-tunggu. Tapi, sayangnya semua komen-komenan menggiurkan itu gak juga bisa memunculkan ilham di kepala author untuk bikin kisah selanjutnya. Alhamdulillah setelah sekian lama dengan sedikit ilham yang author dapatkan jadilah part 11 ini, dan seperti sebelum-sebelumnya author gak pede buat ngepost ni part karena makin kesini alurnya semakin kacau, jadi mungkin akan menimbulkan kekecewaan readers. Tapi author tetep berharap readers fan fict ini masih sebanyak yang dulu, biar author punya semangat lagi untuk nerusin fan fict ini lagi sampe selesai, met membaca aja deh, hope that you like it!

                       PART 11

Author’s POV

Di dunia ini, hal yang tak pernah bisa disembunyikan adalah cinta, sekuat apa kau menahannya, sepandai apa kau menyembunyikannya, seteguh apa kau menolaknya, tak perlu kau ucapkan dengan kata, cinta dengan segala kekuatannya akan menampakkan dirinya dengan caranya sendiri.

>>>>

Kyuhyun menyudahi ciuman itu dengan sangat hati-hati dan begitu elegan, ia tak serta merta menciptakan jarak antara wajahnya dengan Sooyoung, dengan mata yang masih terkatup, pria itu kini menempelkan dahinya di dahi Sooyoung untuk sesaat seakan memberikan waktu kepada dirinya dan kepada Sooyoung untuk menikmati rasa yang kian membuncah tak tertahankan itu, setelah beberapa lama perlahan-lahan mulai menciptakan jarak di antara wajah mereka. Sejenak sambil tersenyum tipis dipandanginya wajah yang berada di bawah wajahnya itu, seakan masih bergumul dengan segala kepasrahannya Sooyoung masih memejamkan matanya dan tak kunjung membukanya, Kyuhyun hanya tersenyum tipis melihat tingkah pasrah gadis itu, lalu iapun akhirnya bangkit dan menciptakan jarak antara tubuh mereka hingga ia tak lagi menindih tubuh istrinya itu. Tak sampai disitu, la lalu dengan lembut ia meraih kedua lengan atas Sooyoung dan membangkitkan tubuhnya agar sejajar dengan posisinya, dan Sooyoung pun akhirnya membuka pelan-pelan kelopak matanya ketika menyadari perlakuan Kyuhyun kali ini.

Lamat-lamat namun sedikt ragu ia memandang ke arah Kyuhyun yang kini duduk di hadapannya, menunggunya untuk mengungkapkan sesuatu. Namun aneh! Setelah apa yang dia lakukan, Kyuhyun malah terlihat sedikit kikuk dan kebingungan mencari kata-kata yang tepat, layaknya seorang pria remaja yang baru pertama kali mengalami ciuman pertamanya. Sepertinya berbicara serius memang bukan keahliannya, dia memang lebih ahli dalam berlaku spontan seperti tiba-tiba langsung melayangkan ciumannya, atau berkata-kata kasar dan konyol seperti apa yang dia lakukan selama ini, ketimbang harus berucap manis untuk mengungkapkan perasaannya. Maka, tanpa mengucapkan apapun, Kyuhyun malah kembali memeluk tubuhnya dan membawanya berbaring di atas ranjang dan lagi-lagi itu menimbulkan kebingungan dan keraguan bagi Sooyoung walau sebenarnya ia masih menikmati permainan Kyuhyun kali ini, kebisuan sempat melanda keduanya, seakan asik dengan khayalan masing-masing, keduanya tersenyum malu tetap dengan posisi masing-masing, sedikit ragu tapi begitu ingin Kyuhyun mengusap-usap lembut rambut Sooyoung, yang kini menyandar di dadanya, sementara dengan perasaan yang sama Sooyoung tersenyum malu ketika menempelkan telinganya di dada Kyuhyun yang sungguh kentara dalam pendengarannya berdetak kencang, Kyuhyun pasti malu jika menyadari Sooyoung dapat mendengarkannya dengan jelas. Maka kali ini hal realistis yang hanya mampu dilakukan Kyuhyun adalah mematikan lampu kamar, dan menyisakan keremangan lampu meja sebagai penerangan hingga merekapun tidur bersama dalam posisi seperti tak terpisahkan itu.

****

Tak terasa pagi begitu cepat tiba dengan segala kecerahan dan keceriaannya, menyadari akan hal itu Sooyoung segera terjaga dari tidur yang melenakannya, ahh… betapa ia enggan bangun dari tidurnya, merasakan kenyamanan dan kehangatan dalam dekapan itu begitu melenakannya dan membuatnya enggan mengakhirinya, pelan-pelan ia membuka kelopak matanya yang cukup lama terkatup, hal pertama yang ia temukan adalah wajah seseorang begitu dekat dari pelupuk matanya, dengan wajahnya yang tampak begitu polos, ia masih terbuai dalam mimpi indahnya. Sooyoung terdiam di pembaringannya, ia tak juga membangkitkan tubuhnya seperti seharusnya, ia hanya sibuk menatap wajah di hadapannya, ohh betapa bahagianya ia karena masih menemukan wajah itu di hadapannya kini, dan ia benar-benar sedang tidak bermimpi berada dalam pelukan pria yang paling dicintainya itu. Lamat-lamat, dengan padangannya ia menjelajahi setiap detil wajah di hadapannya. Wajah tampan yang tampak polos tanpa dosa, dahinya, matanya, hidung bangirnya, dan pandangannya akhirnya berhenti di daerah bibir itu, bibir yang selalu berkata kasar dan menyebalkan namun begitu ranum dan manis hingga membuatnya candu, tanpa kendalinya jari telunjuknya menyentuh dan menjelajahi lembut bibir suaminya itu.
Seulas senyum mengembang di bibir tipisnya namun seketika senyum itu sirna ketika ia menyadari sesuatu. Ia masih belum mengerti mengapa ia begitu mencintai mahluk di hadapannya itu, Apa yang membuatnya begitu percaya dan yakin bahwa pria itu mencintainya? Kyuhyun mungkin sudah menunjukkan segenap perasaan cintanya dengan berbagai aksi dan kecemburuannya, melalui ciuman, pelukan, air mata dan tatapan tulus, tapi walaupun begitu tak sekalipun ia mengungkapkan rasa cinta itu, semalam lagi-lagi ia hanya larut dan terbawa oleh permainan cinta Kyuhyun tanpa melakukan perlawanan sedikitpun. Saat tanpa mengucapkan apapun kecuali ‘Jangan pergi’, ia hanya memberikan ciuman yang dalam padanya, dan membawanya ke dalam dekapan hangatnya, hingga akhirnya ia kembali terlena dan tertidur dalam dekapan hangat Kyuhyun. Yaa…ia benar-benar terlalu percaya diri dan naif jika menganggapnya adalah sebuah cinta.Ibarat sebuah pengklarifikasian, tanpa ucapan bukankah ia begitu percaya diri jika menganggap Kyuhyun mencintainya?.
Beberapa saat berada dalam posisi dan pemikiran tak menentunya itu, Sooyoung memutuskan untuk akhirnya bangun dari pembaringannya, pelan-pelan ia lepaskan lengan Kyuhyun yang sejak semalam memeluk tubuhnya, setelah berhasil iapun bangun dan mendudukkan tubuhnya masih di atas tempat tidur. Kali ini ia tak berdiam diri, iapun segera turun dari ranjang dan berjalan menuju jendela besar di hadapannya ia buka tirai putih jendela kamar itu, sinar matahari pagi menerobos masuk melalui jendela yang dibukanya, iapun melepaskan pandangan ke arah pemandangan pantai yang luar biasa indah di balik tirai putih itu. Hembusan lembut angin laut menerpa wajahnya dan melambaikan rambut panjang yang tergerai serta gaun tidurnya.
Sementara itu, beberapa saat kemudian Kyuhyun akhirnya terjaga dari tidur panjangnya, ia sedikit kaget bahwa Sooyoung kini tak ada di sisinya, padahal jelas-jelas sejak semalam ia mendekap erat tubuhnya dan tidur dalam pelukannya, setelah berpikir sejenak, ia sudah tau dimana Sooyoung kini berada, iapun bermaksud menyusul Sooyoung dengan turun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju arah teras kamar, dan benar saja sebelum melangkahkan kakinya ke teras, dibalik tirai jendela yang melambai-lambai di hadapannya, dilihatnya kini seorang gadis bergaun putih gading, berambut panjang tergerai sedang berdiri menghadap lautan dengan menyedekapkan kedua tangannya di pagar teras, bak sedang melihat punggung seorang bidadari iapun terseyum senang seraya melangkahkan kakinya mendekati Sooyoung yang belum menyadari kehadirannya.
Setelah mensejajarkan dirinya, berdiri di samping Sooyoung, Kyuhyun tak serta merta menyapa Sooyoung. Ia berikan kesempatan pada Sooyoung untuk berkutat dengan kesendirian dan khayalannya, sembari menunggunya untuk menyadari kehadirannya. Namun lama-kelamaan ia mulai jenuh, Sooyoung tak juga menyapa dirinya, berlagak tak menyadari keberadaannya, bahkan lebih terkesan acuh. Iapun berinisiatif dalam rangka membuat Sooyoung segera menyadari kehadirannya. Sejurus kemudian ia kini sudah berpindah tempat yang tadinya berdiri di samping Sooyoung, namun kini sudah berada di belakangnya, dan tentu ia tak diam saja, tanpa ragu ia memeluk pinggang istrinya itu, lalu menaruh dagunya di bahu kiri Sooyoung, sepertinya ia tak terganggu dengan gangguan rambut Sooyoung yang melambai-lambai dipermainkan semilir angin laut yang menghalangi pandangannya.
“Yyaa… sekarang apa lagi ini?” Tanya Sooyoung akhirnya sedikit panic juga ragu.
“Aku…? aku sedang, sedang mengukur…” Jawab Kyuhyun sekenanya, dan itu jelas-jelas membuka ‘luka lama’ bagi Sooyoung, lagi-lagi pria itu mempermainkannya, ini jelas-jelas De Javu seperti kejadian beberapa hari yang lalu, dan kali ini takkan ia biarkan Kyuhyun mempermainkannya lagi.

“Yyaa! Neo… lepaskan aku!! Kau sudah bosan hidup?!” Pekik Sooyoung, sedikit memberontak, namun Kyuhyun berhasil menenangkannya.

“Aku… sedang mengukur kedalaman hatiku….” Lirih Kyuhyun kemudian

“Mw… Mwo?!” Sooyoung masih tak percaya, kali ini permainan apa lagi yang akan dilakukannya?
“Haaah… sepertinya benar-benar dalam, bahkan menara namsan pun akan tenggelam di dalamnya”

“Csh!” Hanya itu tanggapan Sooyoung kali ini…Apa sekarang ia beruasaha untuk merayunya? Bermimpi saja lah kau. Aku tidak akan terjebak lagi dengan rayuan bodohmu itu. Sooyoung membatin
“Sooyoungaaa….” Panggilnya kini

“WAE?!” Sooyoung sedikit meninggikan suaranya.

“Aku ingin mengaku sesuatu padamu” kali ini Sooyoung diam, hatinya kembali tak menentu.

“Apa?”mendengar kesinisan Sooyoung itu, Kyuhyun tak tahan lagi. Segera lepaskan peluknnya dan memutar tubuh Sooyoung 360 derajad menghadapnya. Kembali ia menaruh kedua tangannya di kedua lengan atas gadis itu seraya menatapnya serius, dan kali ini Sooyoung juga balik menatapnya, menanti ucapan yang sebentar lagi akan keluar dari mulutnya

“Soo… Aku… Aku…” kyuhyun terdiam sejenak, sibuk menata perasaannya dan mengumpulkan segala keberaniannya untuk mengungkapkan isi hatinya.

“Aku…. Aku….” cut! Seperti seorang sutradara yang mengucapkan satu kata itu yang dengan sekejap mampu menghentikan adegan akting seorang aktor, maka begitu pula dengan bunyi ponsel Sooyoung dari saku gaunnya yang kini sukses membuyarkan adegan yang teramat penting dari sejarah hubungan Kyuyoung itu.
Hal itu jelas-jelas merugikan Kyuhyun. Betapa sulit ia mengumpulkan keberaniannya hingga akhirnya hampir berhasil namun harus dihancurkan oleh sebuah deringan. Namun tanpa, menyadari jeritan hati suaminya itu, Sooyoung tanpa ragu merogoh kantongnya guna mengambil ponselnya dan segera menjawabnya. Terpampang jelas di layar ponselnya kini nama Kai tertulis.

Sejenak Sooyoung menatap Kyuhyun ragu, menyiratkan kata bahwa sebenarnya ia ingin sekali mendengarkan ucapan Kyuhyun, tapi ia harus segera mengangkat telepon. Iapun bersiap untuk menjawab telepon itu, namun segera dicegah oleh Kyuhyun, dengan lebih memperarat genggaman tangannya di kedua bahu Sooyoung, untuk menyadarkan eksistensinya yang yang sepertinya sudah mulai tergeser oleh panggilan telepon itu.

“Yyaa! Aku belum selesai bicara”protesnya
“Nanti saja setelah aku menerima telepon, mungkin ini sesuatu yang penting” Ucap Sooyoung seraya beranjak dari hadapan Kyuhyun dan Kali ini Kyuhyun pun tak mampu menahannya, setelah sedikit menjauh iapun mengangkat telepon itu.
“Eoh… Kai-ah?” pelan Sooyoung
“Soo… kau sekarang sedang apa?”
“Csh… mau tau urusan orang saja! Memangnya kenapa?”
“Kau… sedang tidak bermesra-mesraan dengan Kyu Sunbae kan?”
“Yyaa! Disini sedang waktu pagi, anak kecil sepertimu tau apa tentang bermesraan?”
“Ya… terserahlah kau mau bilang aku anak kecil. Ngomong-ngomong, kau sudah bertemu dengan Deniel Hyung kan?”
“Deniel Hyung? Nuguya?”
“Yyaa! Jangan pura-pura tidak tau, bukannya kau sudah bertemu dengannya?”
“Yang kau maksud itu siapa?”
“Kau ini bagaimana sih? Kau lupa dengan Deniel Henney, anak teman Appaku yang dari Brazil dan sempat menjadi teman seangkatanmu di SMP dulu?”
“Dan Soo… Mana mungkin kau lupa cinta pertamamu. Kkkk”
“Yyaa!! Bicara apa kau ini?! Eheem.. Ya… aku mulai ingat dengan nama itu… seingatku aku sama sekali tak pernah bertemu dengannya sekalipun disini”
“Kemarin dia menghubungiku, katanya dia sempat bertemu denganmu di Fernambucho, tapi kau sama sekali tak mengenalinya, dia bahkan sempat menolongmu waktu kakimu terluka, tapi kau bahkan sama sekali tak memandangnya, kau ini benar-benar!”
“Mwo? Memangnya aku pernah bertemu pria di sini?….” Sooyoung berusaha mengingat-ngingat.
“Aahhh… maksudmu… Mi… Miguel?”

“Kau… tau nama kecilnya Deniel Hyung?”

“Jadi, maksudmu… pria aneh itu, adalah si Deniel si gigi kawat berkaca mata yang tidak punya teman itu??”

“Bagaimana?? Dia sekarang tampan kan? Kedde… dia bahkan sekarang jadi model terkenal di Brazil”

“Apa yang kau bicarakan itu? Mana mungkin anak bergigi kawat, kurus, dan culun itu sekarang setampan itu…. Any maksudku proa itu sama sekali tidak mirip dengan Deniel yang ku kenal”

“Memang begitu kenyataannya! Katanya karena ingin debut jadi model, setelah membuka kawat giginya itu, matanya dilaser dan dia rajin olahraga untuk membentuk tubuhnya, makanya dia sekarang keren sekali”

“Csh! Tidak mungkin. mmm…. kai-ahh, sekarang ini aku benar-nemar sibuk. Kalau begitu, sudah dulu. Aku tutup dulu ya”

“tapi Soo…” tututut…. Tanpa permisi, Sooyoung langsung mematikan ponselnya, mengakhiri obrolannya dengan Kai.

Apa benar Miguel, si pria gila yang ia temui kemarin, yang sempat menolongnya waktu kakinya terluka, dan menemukan cincinnya itu benar-benar teman kecilnya dulu? Kalau memang benar, kenapa dia sama sekali tak mengenalinya? Dulu bahkan mereka sering bertemu saat di sekolah karena Sooyoung bisa berbahasa inggris dengan lancar, hanya dia yang sering menyapanya, makanya teman-teman satu sekolah mereka menganggap Deniel adalah pacar Sooyoung dan saat dia berkunjung ke rumah Kai, anak itu selalu ada dan ikut main bersama mereka, Denniel kecil dulu bahkan sering memberikannya hadiah. Mana mungkin ia tak mengenalinya? Sedangkan Miguel yang ia temui kemarin itu sangat tampan, tinggi dan penuh karisma, sangat berbeda dengan Deniel Henney yang ia kenal dulu.

‘Kau tidak mengenalku?” tiba-tiba kilasan kata-kata Miguel kamarin terbesit dalam ingatannya.

‘kau bisa berbahasa korea?’

kilasan pertanyaanya kepada Miguel itu menyusul dalam ingatannya, dan itu kemudian meyakinkannya bahwa si Miguel itu memang Deniel Henney yang pernah dikenalnya dulu. Aahhh… jadi apakah dia sekarang mengerjainya? Iapun berniat untuk segera menemui Miguel dan memberinya kejutan, cukup menyenangkan baginya bisa pertama kali bertemu dengan teman lama di Brazil, apa lagi sekarang temannya itu sudah jadi seorang model terkenal, yang tampan.

Setelah sejenak berkutat dalam pemikirannya, sambil tersenyum tipis Sooyoung kembali berbalik arah berniat ingin mendatangi Kyuhyun, namun baru membalikkan tubuh, Kyuhyun sudah tepat berada di hadapannya.

“Siapa??” Tanya Kyuhyun dingin

“Itu tadi… Kai”

“Anny maksudku, orang yang kalian bicarakan barusan?”

“Ahh… Ndesseo! tidak penting  bukan siapa-siapa, kau juga tidak akan mengenalnya, lain kali akan ku kenalkan. Ngomong-ngomong, Kau mau bicara apa tadi?” Tanya Sooyoung kemudian. dan entah kenapa Kyuhyun malah menampakkan ekspressi tidak senang, sepertinya percakapan antara Sooyoung dan Kai tadi benar-benar merusak moodnya. Bagaimana tidak? Nama yang disebutkan Sooyoung tadi sungguh tak asing baginya.
Tentu saja, sebagian besar fans sudah tau legenda tentang cinta pertama Sooyoung yang bernama Deniel melalui sebuah variety show yang saat itu dihadirinya pula beberapa tahun yang lalu yang menayangkan pengakuan teman lama Sooyoung bahwa cinta pertama Sooyoung bernama Deniel seorang berkebangsaan Brazil. Dan ketika Sooyoung hampir melupakannya, Kyuhyun tetap mengingat nama itu dalam memorinya, dan sekarang dia mendengar nama itu lagi.

“Baiklah! Kalau tidak ada hal penting yang ingin kau katakan, aku akan masuk dulu untuk mandi” ucap Sooyoung santai, lalu mulai melangkah, namun lagi-lagi Kyuhyun mengagetkannya dengan menahannya, menarik lengannya.

“Aku belum selesai bicara…” ucap Kyuhyun tampak serius

“Mwo?”

“Siapa Deniel Henney itu?”

“Deniel? Ahh… Jadi kau menguping pembicaraanku barusan? Yya!! Mana boleh menguping pembicaraan orang lain?!”

“Apakah sekarang itu penting?? Yang terpenting sekarang, kau malah jelas-jelas membicarakan pria lain di depanku! Apakah sekarang kau masih ingin mengelak?”

“Pria lain? Mworagu?!! Aisshh.. Jinja!! Pria lain apa sih maksudmu? Deniel hanya teman lamaku di SMP, Omo! Apakah sekarang kau menyuruhku menghapus masa laluku?!”

“Te… Tentu saja bukan seperti itu… Maksudku… Lihatlah sekarang wajahmu itu! Kau senyum-senyum sendiri seperti orang gila, wajahmu bahkan sekarang memerah seperti udang rebus, bukankah kau tampak sangat mencurigakan? Kau benar-benar tampak seperti wanita yang berselingkuh”

“MWO?! Aisshhh. Percuma saja aku bicara padamu. heeefft… Yyaa! Berani menciumku lagi, kau akan mati! Arasseo?!” Sooyoung  mengepalkan tinjunya ke arah wajah Kyuhyun, gertakan Sooyoung kali ini membuat Kyuhyun gentar. Iapun kali ini dengan bebas menjauh dari jangkauan pria itu.

****

Kyuhyun sedang asik dengan sarapannya ketika Sooyoung muncul di hadapannya dengan penampilan yang tampak rapi seperti akan keluar, padahal ia bahkan belum mandi.

“Kau mau kemana?” tanya Kyuhyun sejenak menghentikan kegiatannya.

“Aku mau keluar sebentar boleh kan?” Kyuhyun tak mengatakan apapun dan Sooyoung menganggap itu sebagai sebuah persetujuan.
Segera ia membenahi dirinya, memakai sepatu dan menyambar tas selempangnya dan bergegas pergi

Namun saat berjalan menuju pintu, tiba-tiba ia merasakan sesuatu menahan langkahnya, seseorang menarik tali gaunnya dari belakang, dan tentu saja tanpa ia menoleh ke belakang Ia tau persis siapa pelakunya, tali gaun pantainya yang di desain terikat melingkar hingga belakang lehernya yang berfungsi sebagai penyanggah gaunnya terlepas dan membuat gaunnya terancam melorot dari tubuhnya jika Kyuhyun melepaskan talinya dan ia tak mendekap bagian dadanya.

“Yyaa! Mesum! Apa-apaan kau ini? Kau ingin menelanjangiku?!” pekik Sooyoung

“Mau kemana kau?”Tanya Kyuhyun kemudian.

“Aku mau keluar sebentar apa tidak boleh?” Kyuhyun semakin kuat menarik tali gaun Sooyoung, ia pun semakin panic manakala menyadari gaunnya terancam melorot dari tubuhnya jika Kyuhyun nekat melepaskan tali gaunnya

“Kalau kau coba-coba keluar dan menemui pria itu, tamat riwayatmu!” ancamnya.

“Shiro!! Aku tidak akan menuruti kemauanmu kalau kau masih bersikap mesum seperti ini, kau membuatku hampir telanjang, kau tau itu tidak?!”

“Baiklah! Aku akan melepaskanmu jika kau berjanji tidak akan kemana-mana”

“Yaa!! Arra, aku berjanji….” Ucapannya terhenti menyadari sesuatu yang gawat terjadi, tanpa sengaja Kyuhyun melepaskan salah satu tali gaunnya sehingga membuat sebagian gaunnya melorot sehingga memperlihatkan pakaian dalam bagian atasnya, matanya membulat sempurna karena panic, seketika itu Sooyoung tak berpikir apa-apa lagi, ia balikkan tubuhnya menghadap Kyuhyun dan sejurus kemudian melayangkan tasnya selempangnya ke arah wajah Kyuhyun.

****

“Aaa’ yaa! Pelan-pelan, sssh” Rintih Kyuhyun merasakan sakit di daerah pelipisnya yang kini lebam dan sedang dikompres oleh Sooyoung. Namun Sooyoung dengan kejamnya menekan lebih keras lebam si wajah suaminya itu hingga membuatnya merintih seperti anak kecil, setelah itu menghentikannya sejenak

“Aaaaa’! Kau ini benar-benar istri yang kejam, kau ingin membunuhku ya?” protes Kyuhyun

“Siapa suruh berbuat mesum!”

“Mesum apanya? Aku bahkan tidak sengaja , lagipula siapa suruh kau memakai pakaian aneh seperti itu hanya demi menemui seorang pria?!”

“Kenapa kau jadi menyalahkan aku? Sudah jelas-jelas kau yang menarik tali gaunku!”

“Aku tidak akan menariknya jika kau tidak pergi untuk menemui pria itu!!…” Sooyoung kini meneliti wajah Kyuhyun membuat pria itu jadi kikuk

“Lagipula kau tidak pantas memakai gaun terbuka seperti itu… Sama sekali tidak pantas…. Aaaaa…aaa!” ia kembali merintih bahkan kali ini lebih dramatis karena Sooyoung kembali menekan memar pelipisnya dengan cukup kasar. Dengan wajah kesal Sooyoung menghentikan aksinya dan segera berbalik arah dari hadapan Kyuhyun namun segera kyuhyun menarik pergelangan tangannya hingga membuatnya kembali berbalik dan kini wajah Kyuhyun tepat berada bebera senti di hadapan wajahnya, pelan-pelan Kyuhyun memperkecil jarak antara wajah mereka dan seakan terbawa akan suasana Sooyoung memejamkan matanya seakan menerima perlakuan Kyuhyun kali ini, namun tinggal sejurus lagi adegan itu dimulai, bunyi bell pintu membuyarkan segalanya.
Kyuhyun jelas-jelaa menampakkan ekspresi sangat terganggunya, sementara Sooyoung dengan wajah datar bergegas berjalan ke arah pintu guna membukanya. Dan terkejut! Seseoramg tak disangka-sangka muncul di depan pintu.

“Kau?” tanya Sooyoung

“Hai…” ucap pria itu sambil tersenyum manis

“Hai… ” Sooyoung tersenyum berusaha bersikap ramah namun masih agak kaku selayaknya bertemu seseorang yang sudah cukup lama tak ditemuinya.

“Kau… Tidak berusaha mengusirku lagi kali ini?” pria Brazil itu berbicara hangul cukup lancar.
Sooyoung menyedekakam kedua tangannya di perutnya sambil tertawa kecil.

“Yyaa, Neo!!” Sooyoung meninju pelan lengan pria yang semula dikenalnya bernama Miguel itu namun kini dikenalnya sebagai Deniel, teman lamanya.

“Maaf nona, aku datang untuk menagih janji kencan kita”

“Yyaa, si culun Deniel Heney, berani sekali kau mempermainkan aku! kau mau mati?!”

“Oh my God, Hallelujah! Jadi sekarang kau sudah mengingatku?? Ahh… Sepertinya aku harus merayakannya”

“Yyaa! Berhentilah bersikap konyol dan masuklah!” Sooyoung menarik Deniel ke dalam kamarnya lalu segera menutup pintu. Sooyoung merangkul lengan Deniel dan berbalik arah, dan begitu mereka berbalik, Kyuhyun sudah berdiri tak jauh dari posisi mereka sambil menatap tak suka.

“Ayo! Aku ingin mengenalkan padamu suamiku” ucap Sooyoung ceria, lalu menarik lengan Deniel berjalan beberapa langkah mendekati Kyuhyun.

“Kyu… Kau pasti tidak percaya siapa yang kubawa ini, pria gila yang kemarin tiba-tiba mengajakku berkencan ternyata adalah teman lamaku di SMP dulu! Lucu sekali kan?!” cukup semangat membicarakan tentang Deniel, sementara Deniel tersenyum ramah ke arah Kyuhyun seperti seharusnya, sebaliknya Kyuhyun hanya diam dan sama sekali tak menunjukkan sikap ramahnya

“Ahh… Kyu kenalkan, ini teman lamaku waktu SMP, Deniel. Dia asli berkebangsaan Brazil”

“Deniel, kenalkan ini Kyuhyun suamiku” Ucap Sooyoung berusaha mengenalkan mereka.

“Hai… Namaku Deniel senang bertemu dengan anda” ucap Deniel berinisiatif terlebih dahulu bersikap bersahabat dengan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Kyuhyun yang sejak awal bersikap tak ramah beberapa saat mendiamkan sapaan Deniel, namun Sooyoung yang melihat sikap buruk suaminya itu sontak melotot ke arahnya mengisyaratkan sebuah ancaman serius. Membuat Kyuhyun dengan terpaksa menyambut uluran tangan Deniel meski tampak setengah hati.

****

Kyuyoung beserta Deniel kini sarapan di sebuah kafe yang terletak tak jauh dari Hotel penginapan mereka. Di antara mereka bertiga hanya Sooyoung dan Deniel yang sepertinya menikmati sarapan mereka sambil bercakap-cakap asik seputar masa lalu mereka, sementara Kyuhyun tampak benar-benar tak menikmati suasana tersebut.

“Aigoo… Dunia ini benar-benar kecil, di negeri yang begitu jauh ini aku bahkan masih bisa menemui teman lamaku, hehee…” Kata Sooyoung kepada Deniel sambil menikmati pancake nya

“Yeahhh… Mungkin saja begitu. Tapi sebenarnya pertemuan kita disini bukanlah kebetulan, waktu aku tau dari Kai kau ada disini aku langsung berinisiatif untuk ke sini, untuk memberikan kejutan padamu”

“Jinjja? Kenapa tidak bilang sejak awal? Aku kan jadi merasa aneh dengan tingkahmu. Kau membuatku tampak seperti orang jahat saja tidak mengenal teman lama sendiri”

“Aku hanya ingin mengujimu, seberapa ingat kau dengan teman culunmu ini dan aku sangat sedih kau sama sekali tidak mengenali temanmu sendiri”

“Yyaa! Aisshh… Kau benar-benar mempermainkan aku!” Sooyoung memukul lengan Deniel.

“Eheeemm!” tiba-tiba Kyuhyun berdehem keras merasa mulai tak sabar dengan rasa tak nyamannya dicueki, hal itu membuyarkan obrolan asik Deniel dan istrinya itu, suasana sempat kikuk antara ketiganya, namun Deniel segera mencairkan suasana itu.

“Kyuhyun-ssi… Kau member dari grup super junior bukan?” tanya Deniel kepada Kyuhyun akhirnya.

“memangnya kenapa? Yaa aku tau, grupku memang cukup terkenal disini” ketusnya membuat Sooyoung geram

“Sebenarnya aku tidak begitu tau tentang dunia K-Pop, aku tidak begitu mengikuti perkembangan dunia karena terlalu sibuk, aku bahkan hanya sedikit tau dengan salah satu grup K-Pop wanita yang paling terkenal itu yang terdiri dari gadis-gadis cantik, kalu tidak salah bernama SNSD…” membuat Sooyoung tersipu dan Kyuhyun semakin geram

“Tapi aku punya seorang adik  gadis yang masih remaja yang sangat menggilai grup anda terutama anda” 

“Benarkah?” untuk pertama kalinya Kyuhyun tertarik dengan ucapan Deniel

“Yeah…. Dia sangat-sangat mengidolakan anda, bahkan di kamarnya penuh dengan gambar anda”

“Eheemmm… Sebenarnya itu tidak mengherankan” seloroh Kyuhyun sembari melirik ke arah Sooyoung yang tampak berusaha untuk tidak peduli walaupun ia sudah berusaha untuk berlagak pamer.

“Aku dengar, gadis-gadis Brazil cantik-cantik, adikmu pasti tidak mirip denganmu kan? maksudku, dia juga pasti cantik!” Kyuhyun mulai bersikap kekanak-kanakan, Deniel tersenyum menanggapinya.

“Yeah… Kau bisa menilai sendiri saat kau bertemu dengannya suatu saat nanti. Kedengarannya dia juga ingin sekali bertemu dengan anda”

“Ehemmm… Ngomong-ngomong dimana rumahmu? Apakah kau tinggal di sekitar sini?” sanggah Sooyoung berusaha mengalihkan topik tak penting itu.

“Sebenarnya aku tidak tinggal disini, Aku disini hanya punya sebuah resort kecil yang baru ku kelola sejak setahun belakangan ini. Aku dan keluargaku tinggal di Rio de Janeiro”

“Rio de Janeiro?? Bukankah itu tempat wisata paling terkenal di Brazil?”

“Yeahh… Tentu saja! Apalagi sekarang sedang musim piala dunia, Rio de Janeiro sangat ramai. Bukankah kau dulu ingin sekali melihat patung ‘Yesus sang penyelamat’?”

“Kau masih ingat itu? dari dulu aku memang ingin sekali ke sana , berdo’a disana pasti akan cepat dikabulkan!”

“Ahh… Mumpung disini bagaimana jika kalian aku undang berkunjung ke rumahku di Rio de Janeiro? Kalian bisa melanjutkan liburan kalian disana. Papa dan Sarah pasti sangat senang kau datang Soo”

“Jinjja? Bisakah aku berlibur disana?!” Sooyoung bersemangat

“Tidak bisa!” cetus Kyuhyun tiba-tiba, membuat Sooyoung dan Deniel terkejut, dan menatapnya bingung

“Wae?” tanya Sooyoung tak terima

“Maksudku, kami tidak bisa pergi ke tempat lain. Aku sedang lelah untuk melakukan perjalanan jauh”

“Rio de Janeiro tidak terlalu jauh dari sini, kita bisa naik kapal selama 4 jam untuk sampai ke sana” ucap Deniel tenang

“Maaf… Sepertinya kami tidak bisa…”

“Kalau begitu kau saja yang tinggal disini, aku saja yang pergi!” cerocos Sooyoung

“Apa? Mana bisa begitu? Kita….”

“Tuan Cho… Adikku pasti senang sekali bisa bertemu idolanya” ucap Deniel kemudian membuat Kyuhyun kembali tertarik, namun ia masih gengsi. Ia tidak boleh langsung terlihat setuju begitu saja.

“Oh ya?? Mmmh … Bagaimana ya? Aku sih sebenarnya masih sangat lelah…” Kyuhyun belum selesai berucap Sooyoung sudah memotongnya terlebih dahulu.

“Tidak apa-apa, aku bisa ikut denganmu, tapi nanti kau akan mengantarku kembali ke sini kan?”

“Tentu saja…” kali ini Kyuhyun mencuri start sebelum Deniel berucap, Sooyoung dan Deniel langsung menatapnya penuh tanya

“Eehh… Maksudku Setelah dipikir-pikir, Sebagai idol yang baik sudah sepatutnya membahagiakan fans, Baiklah! Aku mungkin bisa ikut!” ia berniat ingin memanas-manasi Sooyoung.

*****

Keesokan harinya perjalanan yang telah mereka sepakati terlaksana, Setelah melalui perjanan laut yang cukup menyenangkan bagi Deniel dan Sooyoung dengan obrolan asik penuh canda tawa namun begitu menyebalkan bagi Kyuhyun selama beberapa jam, mereka akhirnya sampai ke kota Rio de Janeiro, kota wisata kebanggaan negara Brazil, disana begitu banyak tempat wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi, di antaranya yang paling terkenal adalah pantai copacana yang tak pernah sepi akan pengunjung dengan keindahan panoramanya terlebih lagi di musim piala dunia yang menjadikan Brazil mendapat giliran sebagai tuan rumah,  pantai tersebut tentu semakin ramai dipadati pengunjung untuk hanya sekedar berjemur dan bersantai, bermain voly pantai, surfing, dan berbagai kegiatan asik lainnya, ada juga Sugar Loaf Mountain yang merupakan tempat wisata di dataran tinggi tempat orang-orang biasa menghabiskan waktu sorenya bersama pasangan ataupun teman sembari menikmati kenampakan sebagian besar wajah kota Rio de Janeiro, selanjutnya ada pula patung ‘Kristus sang Penyelamat’ yang menjadi lambang sejarah Brazil sekaligus ikon negara itu.

Sesuai janji Deniel dan yang mereka sepakati bersama, tempat pertama yang wajib mereka kunjungi adalah rumah keluarga Deniel.

Sesampainya mereka di kediaman keluarga Henney, mereka telah disambut hangat oleh keluarga Deniel, seorang pria paruh baya yang diketahui ayah dari Deniel dan seorang gadis muda yang cantik, berkulit eksotis, berambut panjang ikal tergerai, yang merupakan adik dari Deniel yang sempat ia ceritakan di awal.

Pelukan hangat dari tuan Gilberto Henney menyambut kedatangan Sooyoung. Tentu saja ia begitu senang melihat gadis kecil yang dulu menjadi satu-satunya teman anaknya saat ia tinggal di Korea setelah sekian lama berjumpa, tak lupa pula ia memberikan pelukan sayang kepada putranya dan pelukan sambutan ramah kepada Kyuhyun yang sempat membuatnya terkejut karena diperkenalkan sebagai suami dari Sooyoung. Namun begitu, Sooyoung sempat merasa tak enak, bahkan ayah Deniel paman Gilberto masih mengingatnya, ia malah sempat tak mengenali Deniel.

Sementara adik dari Deniel yang cantik itu, menyapa tamunya dengan mengalungkan rangkaian bunga yang ia buat sendiri dengan inisiatifnya itu ke leher mereka, sesuai dengan yang bisa terbayangkan yang akan terjadi layaknya fans yang akhirnya bisa bertemu dengan idolanya. Gadis yang tak menyangka bahwa tamu yang kakaknya katakan sebagai tamu istimewa itu adalah penyanyi idolanya, ia tampak sedikit pangling ketika akan mengalungkan rangkaian bunganya ke leher Kyuhyun.

“Oh my God. Si….siapa dia? Apakah aku sekarang sedang bermimpi?!” pekik gadis itu histeris.

“Bukankah sudah kukatakan aku akan membawa tamu spesial untukmu?” kata Deniel

“Jj…jadi maksudmu dia… super junior…” Deniel mengangguk pasti membuat gadis itu mencampakkan kalung rangkaian bunganya, memekik histeris dan langsung kelimpungan, bingung harus berbuat apa

“Aaa… Anyeong haseyo… Cho iremeun Sarah imnida” ucap gadis yang bernama Sarah itu berusaha mengucapkan bahasa korea dasar semampunya.

“Anyeong haseyo Cho Kyuhyun imnidaa” membuat gadis itu tampak berkaca-kaca.

“Heei… Tamumu bukan dia saja, rumah kita kedatangan dua idol k-pop, Sooyoung dari SNSD, kau masih ingat dia kan?” kata Deniel lagi. Raut wajah Sarah berubah 180 derajat, sepertinya dia sedikit terganggu dengan kehadiran Sooyoung,

“Hai Sarah, senang bertemu denganmu lagi” ucap Sooyoung ramah

“Hai….” ucap Sarah malas. meski ia menyadari adik Deniel itu bersikap tak bersahabat padanya namun ia memberikan pelukan hangat layaknya kerabat yang sudah lama tak bersua meski sarah agak sedikit risih.

“Omo! Kau tinggi sekali sekarang, kau juga sangat cantik!” tak digubris oleh Sarah

“Heey Sar, jangan kekanak-kanakan begitu. Soo… Ku beritahu satu hal, kau jangan heran melihat tingkahnya padamu, sejak kau menikah dengan Kyuhyun dia sepertinya sangat membencimu, yaa maklumi sajalah dia masih remaja labil” kata Deniel ringan membuat raut wajah Sarah malu

“Benarkah?” kaget Sooyoung

“Bahkan waktu pertama kali kalian dikabarkan berkencan, dia menangis semalaman hingga matanya bengkak Hahahah” seloroh tuan Gilberto lagi membuat semua orang tertawa dan hanya Sarah yang tampak semakin malu.

“Papa!!” marah Sarah, membuat orang semakin terbahak

“Benarkah? Senang sekali punya fans cantik seperti Sarah” ucapan Kyuhyun membuat Sarah tersipu

“Oppa… Ayo silahkan masuk! Aku sudah siapkan makan siang untuk kalian” Sarah berusaha mengalihkan dengan menggandeng lengan Kyuhyun dan membawanya masuk rumah dan diikuti oleh yang lainnya.

****

Puas menikmati makan siang di kediaman keluarga Henney, Deniel dan Sarah mengajak Kyuyoung pergi mengunjungi tempat-tempat wisata di kota tersebut. Di musim piala dunia seperti ini tempat-tempat wisata di Rio de Janeiro sangat ramai.

Mereka kini mengunjungi sebuah kawasan wisata yang bernama Lapa. Lapa adalah kawasan wisata outdoor dan indoor yang memiliki banyak gedung kuno bersejarah, outlet-outlet yang menyediakan pernak-pernik piala dunia, serta banyak bar yang memfasilitasi NoBar piala dunia.

Pemandangan yang cukup aneh saat keempatnya berjalan-jalan di seputar kawasan Lapa, berjalan beriringan dua baris, Sooyoung dan Deniel berjalan berdampingan memimpin di depan, sementara Kyuhyun dan Sarah menyusul di belakang.

Meski Sarah tampak begitu senang berjalan-jalan dengan Kyuhyun, sebaliknya mata Kyuhyun tak luput dari Sooyoung. Sarah lalu menggandeng lengan Kyuhyun tanpa ragu.

“Kakak pasti senang sekali akhirnya bertemu dengan Sooyoung Eonnie” ucap Sarah tiba-tiba

“Oh yah?!” Kyuhyun tertarik ingin tau

“Sama sepertiku, entah karena Sooyoung Eonnie teman lama kakak, kakak sangat mengidolakan Soo Eonnie, Oppa pasti kaget melihat kamar kakak yang dipenuhi poster Soo Eonnie, hahaha” mendengar ucapan Sarah itu, membuat Kyuhyun mendadak panik dan ingin sekali ia meraih Sooyoung dari sisi Deniel, jangan-jangan pria itu memang bermaksud mendekati Sooyoung.

Terlebih lagi ketika Deniel dan Sooyoung berhenti sejenak membeli es krim di salah satu Vendor. Ia lebih kesal lagi karena keduanya sama sekali tak menghiraukan kehadirannya dan hanya membeli dua es krim saja. Ketika Sooyoung baru akan memakan es krimnya tiba-tiba Kyuhyun merenggut es krimnya dan memakannya dengan semena-mena.

“Yyaa!! Itu es krimku!” pekik Sooyoung.

“Miann… Tiba-tiba saja aku kehausan, tenggorokanku rasanya kering sekali eheem! Hehehe” Kyuhyun cengengesan, membuat Sooyoung gemas ingin menjitak kepalanya, namun ia urung dan memutuskan untuk kembali melangkah.

“Ini, ambil es krimku saja!” tawar Deniel kemudian, Kyuhyun yang masih menguping menjadi semakin kesal mendengarnya.

“Ahh… Tidak usah” tolak Sooyoung

“Tidak apa-apa, lagipula aku tidak terlalu haus”

“Kalau begitu, kau cobalah sedikit. Setelah itu baru boleh kau berikan padaku”

“Baiklah kalau kau memaksa, heheh” Deniel mencicipi sedikit es krimnya setelah itu ia berikan kepada Sooyoung dan iapun menerimanya.

“Mwo? Apakah sekarang dia berusaha bersikap romantis. csh! Mimpi saja lah kau!” batin Kyuhyun.

Baru Sooyoung akan menjilat es krimnya, tiba-tiba Kyuhyun mengajak Sarah buru-buru mendahului mereka, namun ia dengan sengaja lewat di antara Sooyoung dan Deniel sehingga menciptakan jarak antara mereka lalu sedikit menubruk tubuh Sooyoung hingga membuat es krim si tangannya jatuh ke tanah.

“Yyaa!!” lagi-lagi Sooyoung memekik kesal. Kyuhyun malah pura-pura tidak tau dengan pura-pura mengobrol asik dengan Sarah, sekaligus bertujuan untuk balas membuat Sooyoung cemburu meski sepertinya itu tak berhasil.

“Miann… Aku menjatuhkannya” sesal Sooyoung pada Deniel.

“Tidak apa-apa justru kau yang kasihan, kau pasti haus bukan? Nanti kita akan membeli di penjual yang ada di sebelah sana”

“Tidak usah, sekarang aku mendadak tidak bernampsu makan es krim! Aku malah sekarang mengidamkan makan otak!” ucap Sooyoung gemas.

Sementara Kyuhyun mengajak sarah berhenti di salah satu outlet yang menjual pernak-pernik piala dunia dan sovenir khas Rio de Janeiro. Deniel dan Sooyoung berhenti di outlet sebelahnya.

Sarah lalu memilih salah satu topi khas suporter piala dunia yang bermotif bendera brazil lalu ia sematkan di kepala Kyuhyun.

“Oppa terlihat tampan memakai ini!” seru Sarah. Sooyoung sempat menoleh ke arah mereka, dan itu dimanfaatkan betul oleh Kyuhyun untuk segera melakukan aksinya membuat istrinya itu cemburu.

“Benarkah?! Eheemm, ini berkat seleramu yang bagus dalam memilih topi” pujinya. Kyuhyun lalu kembali memilih salah satu topi bermotif bendera Korea Selatan dan balik ia sematkan ke kepala Sarah.

“Ini aku serahkan padamu sebagai kenang-kenangan!” sambil melirik ke arah Sooyoung yang tampak buru-buru sibuk melihat-lihat pernak-pernik.

Dan Kyuhyun kembali dibuat kesal karena Deniel kembali berlaku romantis, namun begitu lancang baginya dengan tiba-tiba memakaikan sebuah gelang khas Rio de Janeiro ke pergelangan tangan Sooyoung.

“Ini untukmu!” ucap Deniel

“Benarkah? Woahh yeppotaa!” Kyuhyun semakin terganggu.

Masih sibuk memperhatikan tingkah istrinya tiba-tiba tangan Kyuhyun ditarik oleh Sarah untuk melihat-lihat pernak-pernik di salah satu outlet yang cukup jauh dari tempat Sooyoung berada, Kyuhyun sebenarnya tidak mau, ia tidak rela Sooyoung dan Deniel lolos dari pantauannya, namun ia tak bisa berbuat apa-apa.

Sementara Sarah asik memilah-milah pernak-pernik Kyuhyun sibuk menoleh sana-sini mencari keberadaan Sooyoung. Namun keramaian membuatnya semakin kesulitan menemukan sosok istrinya itu.

Kyuhyun memanjangkan lehernya, berusaha terus mencari keberadaan Sooyoung namun tak kunjung ditemuinya.

“Oppa… Ayo kesana! Aku kenalkan pada teman-temanku!” Sarah kembali menarik tangan Kyuhyun yang sudah benar-benar tak fokus lagi padanya.

Sarah lalu mengenalkannya pada teman-temannya yang juga merupakan fans dari grupnya. Ia lalu digiring ke sebuah kafe dan tenggelam dalam obrolan gadis-gadis itu yang sering kali membosankan dan tidak ia mengerti dan akhirnya membuat ia semakin kesulitan untuk mencari Sooyoung.

“Eehhh… Aku… Izin ke toilet sebentar boleh kan?” ijin Kyuhyun akhirnya kepada kumpulan gadis-gadis remaja itu.

“Baiklah Oppa… Jangan lama-lama ya” ucap mereka berbarengan. Segera ia menyingkir dari tengah-tengah gadis itu.

Izin ke toilet nyatanya ia malah memanfaatkan kesempatan untuk segera kabur dari sana dan mencari Sooyoung.

****

Sudah hampir 2 jam Kyuhyun berkeliling Lapa namun sama sekali tak menemukan sosok Sooyoung atau pun Deniel. Rasa panik dan cemburu semakin melanda batinnya, ia benar-benar tidak rela Sooyoung berjalan-jalan dengan pria lain. Berkali-kali ia menghubungi Sooyoung namun tak pernah diangkat. Langit semakin gelap, senja di langit Rio de Janeiro telah tiba ditandai dengan munculnya garis merah di langit sana, kerlap-kerlip lampu di setiap sudut taman mulai menyala menambah keindahan kawasan itu. Kyuhyun berdiri terdiam dalam pecariannya. Tiba-tiba beberapa meter dari tempat ia berdiri tampak seorang gadis yang sangat ia harapkan yang kini juga menatap haru ke arahnya.

Keduanya kini saling menatap, untuk sesaat hiruk pikuk lalu lalang keramaian manusia di Lapa terasa berlalu begitu saja seperti angin, untuk sesaat semuanya terasa hening, hanya ada mereka berdua.

Dengan rasa haru membuncah di dadanya, Kyuhyun berlari mendekati sosok yang ia cari, menarik tangannya dan mengajaknya ikut berlari, membawanya ke suatu tempat.

Untuk beberapa saat Kyuhyun terus berjalan sambil menggandeng tangan Sooyoung tanpa mengucapkan sepatah katapun. Sooyoung yang kemudian penasaran sedikit menarik tangan Sooyoung dan menghentikan langkahnya.

“Kita mau kemana?” tanya Sooyoung

“Di tempat yang akan sangat kau sukai, di tempat dimana hanya ada kita berdua” ucap Kyuhyun lembut lalu kembali membawa melangkah membawa Sooyoung ke tempat yang ia maksud.

Beberapa saat mereka lalu berhenti di sebuah bukit kecil yang agak jauh dari pusat keramaian, dan benar saja kata Kyuhyun, disana benar-benar cuma ada mereka berdua.

Sooyoung melihat sekeliling tempat tersebut, saat mengahadap utara kau akan menyaksikan panorama indah kota Rio de Janeiro yang tampak sangat indah dengan kerlap-kerlip lampu menghias kota, di kejauhan pantai Copacana juga tampak.

“Tempat apa ini?” tanya Sooyoung.

“Tempat yang kau sukai, bukankah disini begitu indah?”

“Yaa… Disini indah, tapi ini bukan tempat yang kupikirkan” jujurnya. Dalam diam, Kyuhyun meraih bahu Sooyoung, menatapanya sejenak lalu menuntunnya berbalik arah. Dan mata Sooyoung langsung berkaca-kaca menyaksikan pantung ‘Yesus sang Penyelamat’ berdiri takzim di atas sana, yaa meski jarak cukup jauh dari lokasinya, namun patung itu tampak sangat jelas dalam pandangannya.

“Kyu… Ini… Dari mana…”

“Kau tidak ingin berdo’a?”

“Nnee…” tanpa bertanya lagi Sooyoung segera menyematkan kedua tangannya, memejamkan kedua matanya dan berdo’a dengan khusyuk. Dan seakan mengerti dirinya yang mulai kedinginan oleh serangan angin senja, Kyuhyun memakaikan sebuah jaket ke kedua bahunya dan yang lebih mengejutkan lagi, masih dengan kekhusyukannya berdo’a Kyuhyun berdiri tepat di belakanganya, memeluk tubuhnya, dan menggenggam kedua tangan Sooyoung yang sedang dalam posisi berdo’a seakan ikut berdo’a bersamanya.

Sesaat setelah memejamkan do’anya, Sooyoung melepaskan dekapan Kyuhyun dan berbalik menghadapnya.

“Kau tadi berdo’a apa??” tanya Sooyoung

“Tidak ada. Aku hanya ingin menghangatkan tubuhmu.

“Cshh… Darimana kau dapat tempat seperti ini?”

“Aku tadi melihatnya saat dalam perjalanan, romantis bukan??”

“Romantis? Csh! Yaa… Baiklah, Tapi tumben sekali” Sooyoung terdiam ketika tiba-tiba Kyuhyun membawanya ke dalam pelukannya.

“Soo… Aku ingin jujur, bahwa Sebenarnya tadi, aku banyak sekali berdo’a”

“Arasseo… Sudah kuduga, memangnya apa do’amu?”

“Aku berdo’a agar Deniel Henney itu gay”

“Mwo??”

“Yaa… Agar dia tidak menyukaimu lagi dan aku saja yang ada dalam pandanganmu, pikiranmu dan hatimu, aku saja yang mau mengganggumu, yaaa… Hanya aku seorang dan tidakakan ada pria lain lagi” Sooyoung terdiam

“Miann Soo… Miann karena selalu membuatmu marah dan sedih, miann karena selalu mengekspresikan perasaanku dengan cara yang aneh, miann karena begitu lama tak memahami persaanku padamu, aku benar-benar bodoh hingga tak mampu mengerti dan mengungkapkannya dengan cara yang romantis seperti dalan drama kesukaanmu. Tapi sekarang aku hanya tau,  Soo… Aku rasa, aku jatuh cinta padamu, dan aku tak bisa bangun lagi, Eottokke?”

                    TBC

Udah dulu ya bokk… Maaf banya typo. Silahkan dikomen ya banyak yaaa…

Advertisements

117 thoughts on “I Think I Love You! Ottokee?? Part 11

  1. ahhhhhhhh kyu pabooooooo knp bisa romantis bgt atgggghhh gila pen mati huhuhu oksigeennn/? wkwkk mian alay kereeennn bgt ahh terharu bgt kyu bisa jd romantis gitu nexxt nexxxxxxttttt

  2. author, plis bgt ini dilanjutin ya ff nya, ff ini aq tunggu terus lho kelanjutannya, ff ini menarik bgt thor, semangat buat author!! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s