Only You To Me Part 5


image

Judul       : Only You To Me
Author     : Choi Runnisa
Cast        : SuJu Kyuhyun   
                  as Cho Kyuhyun
                  SNSD Sooyoung
                  as Choi Sooyoung
                  EXO Suho
                  as Choi Suho
                  F(x) Victoria
                  as Victoria
               SuJu Siwon
                  as Choi Siwon
Other Cast : You Can Find It In The
                     Story
Genre          : Mellow Drama

>>>>

                  Part 5

Anyeong guys… Its been long long time Back again. Thanks banget udah nungguin, itu motivasi banget. BTW ni fan fict udah super duper karatan, jadi wajib hukumnya bagi readers yang udah lama gak baca n lupa ceritanya apa lagi readers baru baca dari awal. Untuk itu reader yang baik hati ini bakal ngasi linknya di bawah ini :
(Prolog) (Part 1) (Part 2) Part 3 Part 4

Oh iya! Satu lagi. Numpang promo, bagi yang suka ngeahip couple Krystal f(x) n Minhyuk CN Blue, TELAH HADIR fan fict baru judulnya The Heirs Bona – Chanyoung Vers,

click di sini yoo

Sooyoung Pov

Ia menggandeng tanganku tanpa berkata apapun dan kini ia melepaskannya juga tanpa mengatakan apapun, pandangannya kini tertuju hanya kepada satu orang, Victoria. Seperti malam itu ketika dia meninggalkanku di pesta,  begitu pula kini dia melepaskanku karena wanita itu juga. Aku dapat merasakan dengan jelas atmosphere yang berbeda saat mereka bertemu pandang, mungkin mereka memiliki sebuah ikatan yang dalam. Namun aku tidak boleh dan tidak berhak untuk tau.

Namun lagi-lagi ia mengejutkanku, hanya butuh waktu sedetik untuk ia melepaskan genggamannya sebelum akhirnya ia kembali meraih tangan kananku, sesaat ia genggam lebih erat tanganku dari sebelumnya padahal pandangannya tetap ke arah yang sama, dan kembali dapat kulihat Victoria menatap genggaman tangan Kyuhyun dengan sangat terkejut dan sedikit tidak menyukainya. Namun Kyuhyun seakan menyukai reaksi Victoria itu, iapun lalu menuntun tanganku dan menautkannya di lengannya.

“Kyuhyun-aa Sooyoung-aa, kalian sudah datang rupanya” seru tuan Henry memecahkan keheningan sesaat itu. Akupun membungkuk hormat pada mereka dan tanpa kusadari seperti tampak begitu kompak Kyuhyun pun melakukan hal yang sama.

“Anyeong haseyo…” Victoria yang sejak tadi terdiam kini berusaha menyapa sebelum kami memulainya. Akupun membungkuk ke arahnya dan ekor mataku dapat menangkap Kyuhyun kembali melakukan hal yang sama. Sedikit ragu Victoria balas membungkuk tanpa berdiri dari duduknya.

“Si… Silahkan duduk” ucapnya lagi. Dan tanpa mengatakan apapun Kyuhyun langsung duduk di tempat duduk yang telah disediakan dan itu tepat di hadapan Victoria.

Akupun mengikuti duduk di kursi di sebelah Kyuhyun dan secara kebetulan di hadapan Suho.

“Sooyoung-ssi, kau juga datang?? Kenapa tidak bilang kalau kau mau datang??” Suho langsung menyapaku penuh ramah seperti biasanya.

“Cheosong hamnida, aku tidak sempat menghubungimu” ucapku pelan sedikit merasa tak enak.

“Gwenchana, aku hanya sangat senang kau datang. Pertemuan ini jadi tidak membosankan lagi jika ada kau. Hehehe” guyonan Suho itu sontak mengundang perhatian dari orang-orang entah mereka berpikir Suho sedang berlaku tidak sopan ataupun karena mereka menganggap Suho sedang menggoda istri orang lain. terutama ayahnya yang kini melotot padanya.

“Ehhh… Apakah sekarang kita boleh makan? tiba-tiba aku jadi sangat lapar” Suho menyengir untuk mengalihkan perhatian semua orang.

“Ahh… Ne… Kau benar! Karena tamu istimewa kita sudah datang sebaiknya kita mulai saja menikmati hidangannya” Tuan Henry menengahi.

Beberapa menit kemudian sesi menikmati hidangan utama sudah selesai, beberapa orang pelayan kemudian datang dan menghidangkan satu persatu hidangan penutup berupa potongan-potongan red velvet ice cream pesanan dan kesukaan tuan Jungnam.

Aku merasa sedikit risih dan gugup ketika Nyonya Song menatap kami sambil tersenyum beberapa saat. Entah apa yang ia perhatikan dari kami. Apakah sesuatu yang salah yang ia temukan di diriku?. Saat sibuk dengan pemikiran seperti itu, tanpa sengaja Kyuhyun menyenggol gelas yang berisi anggur merah di antara kami dan tumpah ke lantai namun sebagian kecil mengenai gaunku di bagian paha. Aku belum bereaksi apa-apa ketika Kyuhyun dengan sigap meraih sapu tangan dan secara mengejutkan mengelap gaunku. Jujur aku merasa sedikit aneh ketika untuk pertama kali ia melakukan itu padaku.

“Ehh… Tidak usah, biar aku sendiri saja.” ucapku kemudian

“Permisi aku ke toilet sebentar” izinku kepada semua orang yang aktifitas makannya sempat terhenti karena melihat insiden kecil itu. Setelah meminta ijin aku bergegas dan segera berdiri, namun Kyuhyun segera menahanku dengan menarik tanganku, secara alami pandangan kami saling bertemu, tentu saja pandanganku mengisyaratkan tanda tanya padanya.

“Ini salahku, biar aku yang membersihkannya” ucap Kyuhyun pelan lalu dengan telaten mengusap-usap gaunku dengan serbet.

“Aigoo yeoboyaa!! lihatlah pasangan pengantin baru ini mereka tampak begitu romantis seperti dalam drama, aku benar-benar senang dan juga irilmelihat pasangan pengantin baru seperti kalian, kalian tampak begitu manis dan serasi” ahh… Jadi karena itu sejak tadi dia memperhatikan kami? Namun mendengar pujian yang tak patut aku syukuri dari Nyonya Song itu aku hanya tertunduk sambil tersenyum.

“Yyee… Kamsha Hamnida” Ucap Kyuhyun yang kini usai mengeringkan gaunku

“Ya… Itu seperti kita waktu muda dulu Yeobo. Kita juga dulu menikah di usia yang sangat muda, hehe” lanjut tuan Henry

“Namun begitu kalian harus hati-hati. Menikah muda bukanlah hal yang mudah. Ada begitu banyak cobaan yang harus kalian hadapi bersama” tambah tuan Jungnam yang seperti curhat masalah pribadinya yang sudah bercerai dengan ibu Suho, Suho pernah menceritakan itu padaku.

“Ngomong-ngomong soal menikah, aku ingin menanyakan hal ini padamu Victoria Song. Kapan kau akan menikah?” pertanyaan itu kini diarahkan oleh nyonya Song kepada putrinya Victoria, dan semua perhatianpun kini tertuju padanya. Sementara seakan mengalihkan perhatian, Kyuhyun tampak menyibukkan dirinya dengan red velvet ice creamnya.

“Kegge… Kenapa tiba-tiba membahas tentang pernikahanku sekarang? Aku rasa, ini bukan saat yang tepat untuk membicarakannya” Victoria berdalih, entah kenapa ia tampak enggan membicarakannya.

“Yyaa… Kata siapa ini bukan saat yang tepat?? Seluruh keluarga sudah berkumpul disini. Apakah kau sadar umurmu sudah hampir 30 tahun sekarang? Appa tidak mau kau seperti aktris lain yang menikah ketika mereka sudah hampir menopouse”

“Appaa… Kenapa menyumpahiku seperti itu? Kalau jadi kenyataan bagaimana?”

“Appa… Bukan menyumpahimu, Appa cuma mempertanyakan keseriusan dari tunanganmu itu untuk segera menikahimu. Dia bahkan tidak datang dalam acara keluarga malam ini”

“Itu… Sudah kukatakan kepada Appa dia tidak hadir karena ada sesuatu yang benar-benar tidak bisa ditinggalkan”

“Sudahlah… Kenapa jadi meributkan hal itu disini? Mungkin Victoria akan membicarakan itu jika tunangannya ada disini. Bukankah kita harusnya bersantai dan mengobrol dengan tenang?” Tuan Jungnam menengahi dan itu berhasil menghentikan perdebatan yang sempat tak terkendali antara ayah dan anak itu. Namun karena itu mood Victoria jadi mendadak semakin memburuk hal itu tampak jelas di wajah cantiknya yang kini masam.

“Lalu… Apakah kalian tidak berencana berbulan madu? Kalian kan pengantin baru, sudah seharusnya kalian memiliki perjalanan yang menyenangkan bersama” tiba-tiba pertanyaan  itu yang ditujukan kepada kami terlontar dari Nyonya Song yang tampaknya lebih tertarik dengan pernikahan kami daripada pernikahan putrinya sendiri. Mendengar pertanyaan itu Kyuhyun mendadak terbatuk kecil, buru-buru ia menutup mulutnya dengan serbet. Sementara Aku berusaha untuk bersikap biasa saja, semua jawaban akan kuserahkan kepada Kyuhyun.

“Eeeiii… Uri Kyunie kenapa tiba-tiba batuk?? Apakah akhirnya sekarang kau punya malu juga? Hahah” Goda Tuan Henry

“Aku bisa mengerti perasaannya, tentu saja dia pasti malu. Bukankah itu adalah hal paling rahasia bagi para pria muda??” sahut Tuan Jungnam.

“Tidak usah malu begitu pada kami. Jika kalian berencana untuk berbulan madu, aku bersedia menyiapkan resortku di Bali secara gratis untuk kalian berdua” tawar Tuan Henry kemudian. Semuanya kemudian terdiam dan menatap ke arah Kyuhyun, tampak menunggu jawaban pasti darinya.

“Itu… Aku belum pikirkan sekarang. Aku masih sangat sibuk dengan pekerjaanku”

“Kedde… Untuk apa memikirkan masalah seperti itu? Lagi pula kita juga harus memikirkan Sooyoung, kalau dia pergi bulan madu. Kuliahnya nanti bisa terbengkalai” tiba-tiba Suho ikut Angkat bicara. Apakah sekarang dia benar-benar mengkhawatirkan kuliahku, ataukah dia sedang keberatan aku pergi?

“Yyaa!! anak kecil sepertimu tau apa eoh? Tidak usah ikut campur urusan orang dewasa dan nikmatilah makananmu, Maaf atas kelancangan anakku Tuan Cho, dia memang kadang-kadang tidak mengerti apa yang dia ucapkan” Tuan Jungnam mewakili Suho. Dan itu memaksa Suho untuk diam, Suho sebenarnya tak terima dan tidak merasa apa yang dikatakannya adalah sesuatu yang salah. Namun ia harus menghindari perselisihan dengan ayahnya.

“Aigooo… Anak muda macam apa kau ini? Jangan selalu memikirkan pekerjaan nak. Kau juga harus bersenang-senang sesekali setidaknya bersama istrimu, itu akan membuat hubungan kalian jadi semakin harmonis dan mesra” sambung Nyonya Song

“Kau juga harus ingat, kau adalah pengusaha muda yang pamornya bahkan sudah seperti seorang aktor papan atas. Apa yang akan dikatakan orang-orang tentang seorang CEO kaya raya menikah muda tanpa perayaan apapun bahkan tidak melakukan bulan madu??”

“Ehh… Itu… Aku pasti akan mencari waktu yang tepat”

“Kalau begitu segeralah hubungi Imo kalau kau sudah putuskan kapan akan pergi berbulan madu, dan jangan lama-lama nee?”

Kyuhyun tersenyum kecut, aku tau pasti ia tidak mungkin mau melakukannya.

“Yeoboyaa… Ngomong-ngomong soal bulan madu, aku jadi berpikir bagaimana kalau libur musim panas nanti kita sekeluarga pergi berlibur bersama?” Nyonya Song tampak bersemangat mencetuskan idenya.

“Ahh… Ide yang bagus. Tentu itu akan sangat menyenangkan. Bagaimana menurutmu Jungnam-ssi?”

“Aku sangat setuju. Aku akan menyiapkan Villaku yang ada di Jeju”

“Akan lebih menyenangkan kalau kita camping saja, sudah lama sejak aku kuliah dulu”

“Ide yang bagus! Aku juga sudah lama ingin wisata alam. Di usia seperti kita ini, kita butuh hiburan yang alami bukan? Bagaimana denganmu Kyuhyun-ssi? Camping di dalam negeri tak akan menyita banyak waktu bukan??”

“Ahh… Itu aku juga tidak yakin bisa ikut” jawab Kyuhyun.

“Yaa… Kau ini, susah sekali diajak bersenang-senang, bagaimana denganmu Sooyoung-ssi, kau harusnya ikut kami mewakili suamimu”

“Itu… Yaa…” jawabku Ragu, sebenarnya aku tak berniat mengatakan hal itu karena aku tidak suka dan tidak berminat untuk ikut

“Sooyoung-aa, Kali ini kau bisa ikut kami kan??”

“Eehh itu…” aku ragu untuk menolak, tentu saja aku harus menolaknya, aku tau pasti Kyuhyun tidak mungkin mau, tapi aku merasa tidak enak menolak ajakan para tetua itu.

“Ya.. apakah kau tidak ingin berpisah dengan suamimu walau hanya satu atau dua hari?”

“Aahh… Gommo! Aku tau maksud Sooyoung, Aku juga baru ingat, Musim panas nanti kampus kami akan mengadakan study tour, mungkin seluruh siswa wajib ikut. Iya kan Soo?” Suho menyahut entah dia mencoba membantuku menjawab pertanyaan yang rumit bagiku itu atau dia mencari alasan yang tepat untuk tidak ikut acara keluarga yag pasti menurutnya akan membosankan itu.

“Nnee….”

“Jadi kalian benar-benar tidak bisa ikut”

“Chesong hamnida, aku…” ucapanku terhenti Kyuhyun buru-buru memotong ucapanku.

“Yaa… Kami akan ikut. Tentu saja”

“Ahh … Jinjjayo? Kau sudah merubah keputusanmu? Itu adalah kabar baik yang kami tunggu-tunggu. Akhirnya, setelah sekian lama. Kelihatannya uri Kyuhyun tidak tahan berpisah dengan istrinya hahaha” mendengar guyonan dari tuan Henry itu, ketiga tetuapun tertawa bersamaan. Aku sebenarnya bingung kenapa tiba-tiba Kyuhyun mau menerima ajakan camping itu, bukankah semua akan tau hubungan kami jika kami pergi bersama mereka seharian bahkan dua atau tiga hari. Apa yang sedang dia pikirkan?

“Victoria, kali ini kau juga harus ikut bersama tunanganmu itu” pinta tuan henry.

“Tapi Appa….” Victoria berusaha kembali berdalih.

“Tidak ada tapi tapian, acara seperti ini mungkin akan hanya Appa adakan sekali seumur hidup sebelum Appa meninggal. Jadi tidak peduli sesibuk apapun kalian, kalian juga harus tetap ikut. Arrasseo?!” Victoria hanya terdiam tanpa mampu melakukan perlawanan.

“Ehhh… Kalau begitu sudah ku putuskan untuk ikut. Sepertinya kedengarannya menyenangakan” ucap Suho tiba-tiba. Para tetua hanya menggeleng melihat kelakuan labil dari Suho itu.

****

Author’s Pov

Pagi ini seperti biasa ketika Kyuhyun akan berangkat ke kantor ia sempatkan untuk menikmati sarapan yang telah disiapkan Sooyoung untuknya. Setelah menikmati sarapannya sendirian dan mulai terasa menyebalkan, ia baru akan memulai memasang dasinya dengan rapi. Sepertinya memasang dasi usai sarapan di meja makan telah menjadi kebiasaan barunya.

Bagaimana tidak? Sejak tangannya terluka dan mengalami kesulitan untuk memasang dasi, Sooyoung dengan inisiatifnya memasangkannya untuknya. Dan entah pikiran bodoh apa yang tengah menggerogotianya, ia mulai terbiasa dan candu diperlakukan seperti itu, karena adegan memasang dasi adalah adegan paling mendebarkan dan menjadikan mereka begitu dekat, hanya dengan itu Kyuhyun merasa benar-benar memiliki seorang istri dan tanpa ia sadari ia mulai menikmatinya, namun apa yang dilakukan Sooyoung sekarang? Dia bahkan kini tampak sibuk membawa seember pakaian untuk ia cucu, tanpa menghiraukan keberadaannya.

Ide anehpun muncul dalam benaknya, masih di meja makan tempat dimana Sooyoung juga sedang sibuk membersihkan meja makan, ia malah sibuk memasang dasi dan berlagak seperti ia tidak tau cara memasang dasi yang benar.

“Aissh… Aigoo! Ada apa denganku? Baru beberapa hari tak memasang dasi sendiri aku bahkan sudah melupakannya” gerutunya berharap Sooyoung peka akan maksud terselubungnya.

Namun sial! Sooyoung bahkan kini semakin jauh, dari kejauhan ia kini terlihat sedang sibuk memasukkan satu persatu pakaian ke dalam mesin cuci. Sedikit kesal tanpa kendalinya Kyuhyun tiba-tiba memanggil

“Ehhhmm… Sooyoung-ssi!!” ucapnya dengan nada dingin dibuat-buat, dan berusaha keras untuk tak menoleh.

“Nee?” Jawab Sooyoung polos, segera setelah menghentikan aktifitasnya.

“Tolong bantu aku sebentar” ucapnya dan tetap berusaha bersikap dingin. Tanpa berpikir apapun Sooyoung langsung menghampirinya. Dan akhirnya Kyuhyun dengan Kikuknya menghadap ke arah Sooyoung dan berkata.

“A…aku… Begini… Tiba-tiba saja dalam beberapa hari aku tidak bisa memasang dasi, aigoo… Aku juga tidak mengerti dengan tanganku, mungkin itu akibat terluka hingga dua kali, bisakah kau…” Kyuhyun seketika terdiam ketika tanpa ia sadari pandangan mereka kini bertemu, sementara Sooyoung menunggu ucapan Kyuhyun yang tak kunjung diteruskannya, meski sebenarnya ia sudah tau maksud Kyuhyun.

“Begini… Sebenarnya aku sama sekali tidak mau memintanya tapi ini…” Kyuhyun tak jadi meneruskan ucapannya. Tanpa bertanya apapun lagi Sooyoung telah meraih dasi di tangannya dan kini berada lebih dekat di hadapannya. Gadis itu mulai meraih tengkuk suaminya dengan kedua tangannya dan melingkarkan dasi itu di leher Kyuhyun, alih-alih memudahkan Sooyoung menggapai tengkuknya, Kyuhyun malah menundukkan kepalanya ke arah wajah istrinya itu lebih dekat bahkan terlampau dekat. Terkejut dengan perlakuan Kyuhyun itu Sooyoung sedikit memalingkan wajahnya agar tak berhadapan langsung dan terlalu intens dengan Kyuhyun.

Ia pun kini kembali berkonsentrasi pada dasi, kini ia menyimpulkannya dengan telaten. Sentuhan terakhir Sooyoung sedikit menarik dasi itu guna mengencangkannya dan Kyuhyun lagi-lagi melancarkan tingkah anehnya dengan menundukkan wajahnya terlampau dekat ke arah wajah Sooyoung, namun baru saja ia melayangkan aksinya, Sooyoung sukses menyelesaikan tugasnya.

“Hati-hati di jalan” ucap Sooyoung lembut sambil membungkuk hormat, sementara Kyuhyun mendadak jadi salah tingkah, ia sungguh malu dengan yang baru ia lakukan. Dan kini Sooyoung pun pergi meninggalkan tanggung jawab yang besar pada hati Kyuhyun.

The Next Day

Sabtu-Minggu pagi yang cerah, ada begitu banyak kegiatan yang bisa dilakukan karena inilah hari libur sejagad setelah 5 hari penuh menjalani rutinitas melelahkan dan membosankan, entah itu memanfaatkannya dengan jogging, pergi ke gereja untuk beribadah, tidur seharian, menonton, atau berwisata dan kegiatan menyenangkan lainnya.

Sabtu ini Kyuhyun sedang ingin di rumah saja, padahal dulu biasanya jumat malam ia habiskan di club malam hingga mabuk berat dan keesokan harinya ia akan tidur seharian, benar-benar gaya hidup yang sangat tidak sehat.

Namun tanpa disadarinya sejak menikah dengan Sooyoung, perlahan-lahan gaya hidupnya berubah. Ia tak lagi seperti dulu, yang siang hari ia sibukkan dirinya dengan pekerjaan, dan malam harinya ia habiskan dengan bersenang-senang di klub malam. Ia bahkan sebenarnya punya sebuah rumah mewah peninggalan ibunya, lebih tepatnya rumah tempat dimana ia lahir dan tumbuh bersama kedua orang tuanya, ibu dan ayah. Namun sejak ibunya meninggal ia memutuskan tinggal di apartemen pribadinya.

Baginya tidak ada lagi alasan untuknya untuk tetap disana, tinggal di apartemen pribadi akan jauh dari berbagai sorontan apapun yang ingin ia lakukan sesuka hatinya, dan itu akan membantunya untuk lebih tenang. sebenarnya dulu ia pernah memimpikan akan menghuni rumah peninggalan orang tuanya itu bersama istri dan anak-anaknya, tentu saja jika kelak ia menikah dengan Victoria, satu-satunya gadis yang ia cintai namun sepertinya impiannya sirna seketika saat Victoria mengakhiri hubungan mereka secara sepihak, alhasil kini rumah besar nan megah itu seakan telah menjadi milik pribadi para pembantu yang
bertugas merawat rumah itu.

Meski kini Sooyoung tak lagi bersikap seperti kura-kura yang hanya akan keluar dari kamarnya dan mengerjakan segala tugasnya ketika ia sudah tak ada di apartemen, dan bergegas menyembunyikan dirinya di dalam kamar tepat setelah ia pulang. Sooyoung kini lebih berani, ia bahkan kini sibuk bolak balik di hadapan Kyuhyun yang sedang duduk di sofa sambil menonton TV. Tentu saja Kyuhyun merasa terganggu, tapi bukan karena aktifitas menonton TVnya terganggu karena sejatinya pikiran dan matanya tak tertuju pada TV melainkan pada Sooyoung, tapi sikap Sooyoung yang selalu menganggap ia seperti mahluk invisible di sekelilingnya itulah yang membuatnya kesal, namun kali ini ia tak bisa berkata apapun, karena iapun bingung apa alasannya berbicara kali ini, yaa… Tentu saja berbicara dengan Sooyoung harus punya keperluan penting, bukankah sejak awal ia telah bertekad mengabaikan gadis itu? Lalu kenapa sekarang ia merasa ialah yang sudah terabaikan? Kyuhyun tak tahan lagi, ia tak terima Sooyoung mengacuhkannya sedemikian rupa. Setelah berpikir beberapa saat akhirnya Kyuhyun memiliki ide. Ia lalu meraih gelas yang berisi jus jeruk yang sejak tadi ia cueki di hadapannya. Ia langsung menghabiskannya hanya dalam satu tegukan.

Setelah meneguk habis jus jeruknya ia berencana akan meminta tambah lagi pada Sooyoung namun tanpa ia sadari Sooyoung sudah buru-buru masuk ke kamarnya. Kyuhyun sedikit terkejut dan kesal namun ia putuskan untuk menunggunya sampai ia keluar lagi, ia harus menyiapkan sesuatu lagi yang membuat Sooyoung terpaksa harus berbicara dengannya. Sembari menunggu, berkali-kali ia menengok ke arah kamar Sooyoung, berharap gadis itu akan keluar dari kamarnya dan ia bisa segera berbicara padanya. Dan benar saja, beberapa saat kemudian Sooyoung keluar dengan penampilan yang lebih rapi dan membawa sebuah tas yang ia selempangkan di bahunya, hal itu tentu menarik perhatian Kyuhyun dan sempat bertanya-tanya apakah Sooyoung akan keluar atau tidak, namun ia berusaha keras untuk menahan diri menanyakannya.

“Kyuhyun-ssi… Aku minta izin untuk pergi sampai sore”

“Keluar sampai sore? Kemana?” Kyuhyun sedikit meninggikan suaranya, ia benar-benar penasaran

“Aku akan ke gereja setelah itu mungkin akan berbelanja, dan pergi ke suatu tempat”

“Suatu tempat?” Kyuhyun mulai menunjukkan ketidaksetujuannya, hal pertama yang ia pikirkan tentang suatu tempat adalah bersama Suho.

“Aku akan ke Busan untuk sebuah urusan. Kau tidak usah khawatir, aku sudah membersihkan semuanya, aku juga telah memasak banyak untuk sarapan dan makan siangmu nanti”

Kyuhyun terdiam sejenak masih sibuk menyusun kata-kata yang tempat untuk menghalangi kepergian Sooyoung, namun Sooyoung sudah menganggap kediamannya itu sebagai persetujuannya, ia lalu membungkuk dan beranjak dari hadapan Kyuhyun tanpa tau bahwa saat ini suaminya itu sedang keberatan.

****

Kyuhyun’s Pov

Ke Busan? Sampai sore? Sendirian? Apa yang dia lakukan di Busan sendirian? Mungkinkah… Dia akan pergi bersama anak kecil menyebalkan bernama Suho itu? Dia bahkan tak mau memberitahukannya padaku, Jadi sekarang dia sudah berani mengelabuiku, atau apa??

Arrgghh! mendadak aku jadi gelisah dan semakin penasaran. Awas saja kalau dia benar-benar pergi bersamanya! aku akan… Aku akan…. Ahh… Entahlah, aku tidak tau apa dan mengapa aku harus berbuat sesuatu. Bukankah lebih baik dia bersama seseorang daripada sendirian? Yaa… Tapi kenapa itu harus dengan Suho? kenapa dia tidak minta aku menemaninya? Apa yang sedang aku pikirkan? Bahkan jika dia memohon-mohon aku menemaninya aku harus menolaknya, itulah yang terjadi pada hubungan kami selama ini?

Namun seperti ada dua mahluk yang berperang dalam batinku semakin aku memikirkannya, semakin aku merasa gelisah dan penasaran. Sepertinya aku memang harus mengetahuinya. yaa… Maksudku biar bagaimanapun Appa memintaku untuk menjaganya, aku tidak boleh membiarkannya pergi jauh sendirian. Ya… Aku hanya akan mengikutinya sekedar memastikan dia tidak pergi sendirian, tidak perduli dia pergi dengan siapapun, bahkan itu dengan anak kecil itu sekalipun, dan aku tidak akan ingin tau dan tak akan peduli lagi, apapun yang dia lakukan, seperti itulah seharusnya. Baiklah! saat ini dia pasti belum jauh dan masih berada dalam gedung, ini waktu yang tepat aku mengikutinya.

Aku menghentikan mobilku, Sooyoung kini berdiri di trotoar a tak jauh dari depan mobilku menunggu Taxi, setelah ia naik taxi, akupun tancap gas dan mengikuti taxi yang ditumpangi Sooyoung.

Taxi itu kini berhenti di depan sebuah gereja, Sooyoung turun setelahnya lalu berjalan masuk, seperti sesuatu sedang menarikku aku yang hanya berniat mengamati Sooyoung dari jauh tiba-tiba tergerak untuk memasuki gereja. Maka tanpa kendaliku kakiku mulai melangkah masuk ke dalam gereja. Di dalam sana tak jauh dari hadapanku, kulihat Sooyoung duduk dibangku paling depan. Seketika aku terperangah, kurasakan aura gereja yang begitu menenangkan jiwaku, patung Yesus yang tersalib tepat beberapa meter di hadapanku itu seakan menatapku penuh kasih dan seakan memanggilku menghadapnya. Seketika perasaan rindu itu menyerangku, yaa… Sudah begitu lama ketika aku masih berusia 12 tahun bersama ayahku. Sejak saat itu tak sekalipun aku menginjakkan kakiku di sana.

Lagi-lagi tanpa kendaliku, kakiku melangkah gontai memasuki gereja, tanpa sadar aku sudah berada di bangku paling depan, dan itu tepat di samping Sooyoung. Ia kini tampak memejamkan mata dan menelengkupkan kedua lengannya di meja, memanjatkan do’anya dengan begitu khusyuk, dia pasti tak sadar akan keberadaanku. Melihat patung Yesus di hadapnku, Aku merasa terpanggil untuk segera menyapaNya, sejenak kuabaikan tentang Sooyoung, kutelengkupkan pula kedua lenganku di depan meja. Ku pejamkan mataku dan mulai berdo’a dalam hati. Setelah merasa cukup menyapa Sang Tuhan, aku mengakhiri do’aku. Segera kubuka mataku yang sempat tertutup dan langsung menoleh ke arah kiri. Dan langsung kudapati wajah seseorang di sampingku, entah sudah berapa lama ia masih saja memejamkan matanya, sepertinya begitu banyak do’a yang ia panjatkan hingga sekhusuk itu. Aku terpaku menatap wajah itu, entah kenapa melihatnya begitu dekat seperti ini selalu saja membuatku membeku, membuatku benar-benar tak bisa mengalihkan pandanganku meski itu hanya sebuah kedipan.

Namun beberapa saat di dalam keterpakuan itu, aku terperanjat ketika tiba-tiba Sooyoung membuka matanya dan entah apa yang terjadi ia langsung menoleh ke arahku dan itu sukses membuatku terlonjak kaget. Aku gugup dan salah tingkah bukan kepalang, sungguh memalukan aku ketahuan mengikutinya dan memandangnya seperti ini.

“Kyuhyun-ssi..” panggilnya kaget. Sekarang apa yang harus kukatakan? Aku benar-benar tertangkap basah sedang mengikutinya sekarang.

“Kyuhyun-ssi… Kau juga beribadah di gereja ini??” tanya Sooyoung dengan wajah polos, apakah aku bisa lega sekarang? Sooyoung benar-benar tidak sadar aku mengikutinya?

“Ahh…yaa… Kau benar… ! Aku memang sering datang ke sini setiap hari minggu!” jawabku gugup.

“Ahh… Sekarang aku sudah selesai berdo’a sekarang kau bisa berdo’a dengan tenang dan khusyuk. Aku akan pergi sekarang” dengan senyum polosnya, ia mengakhiri pertemuan kami dengan membungkuk pelan. Dan aku benar-benar gemas dibuatnya. Siapa sebenarnya aku di matanya? Orang asing? Penjahat yang akan menculiknya??

****

Author’s Pov

Kyuhyun hanya terus mengikuti kata hatinya tanpa ingin ia kendalikan lagi. Atas dorongan hatinya, ia kini terlalu jauh mengikuti langkah Sooyoung bahkan kemanapun ia pergi. Ia benar-benar mengikutinya hingga Sooyoung kimi berada di halte bus menunggu bus yang akan ia tumpangi ke Busan.

Dugaan Kyuhyun sepertinya meleset, Sooyoung benar-benar sendiri pergi ke Busan, bahkan tanpa Suho. Memikirkan itu malah membuat Kyuhyun lebih tenang, sejatinya perasaan tidak sukanya Sooyoung pergi dengan Suho jauh lebih besar dari rasa cemasnya Sooyoung akan pergi seorang diri.

Pemikiran Kyuhyun tak sampai disitu, ia lalu berpikir bagaimana jika ia yang menemani Sooyoung pergi? Lagipula hari ini hari minggu, tidak masalah jika ia pergi seharian. Lagipula, ia sudah lama tidak pergi ke Busan, kota kelahrannya itu. Tapi bagaimana caranya dia menawarkan itu pada Sooyoung?

Kyuhyun memutar otak, namun sungguh sulit baginya menawarkan bantuan kepada gadis yang masih berdiri di halte itu. Sedang sibuk memikirkan hal itu, bus yang Sooyoung tunggu tiba, dan seakan telah diatur dengan sempurna, Sooyoung belum melangkahkan kakinya ke atas bus seseorang mendatanginya dengan tergopoh-gopoh.

“Suho-ssi?!” seru Sooyoung kaget.

“Haahhh…!Sukurlah, kau masih disini” ucapnya dengan napas terengah-engah.

“Ada apa??” Sooyoung bingung.

“Aku akan menemanimu”

“Mwo?? Untuk apa, sudah kubilang aku sendiri saja” Suho tak menghiraukan penolakan Sooyoung malah langsung menarik tangannya ke atas Bus.

Sementara itu, Kyuhyun yang menyaksikan itu terserang rasa kecewa yang cukup mendalam, ia benar-benar merasa terkhianati meski itu terdengar tak pantas. Namun kali ini ia benar-benar mengikuti kata hatinya bahkan terlalu jauh hingga Busan.

****
@ Busan Beach

Sooyoung berdiri di atas sebuah batu besar yang menjorok ke samudera, menghadap deburan ombak yang menghantam batu yang dipijaknya. Satu persatu ia larutkan benda yang ia bawa ke lautan lepas. Sebuket bunga lili putih dan sebotol anggur putih.

“Eomma… Bogoshippoyoo” Lirih Sooyoung dengan air mata yang sejak tadi sudah menggenang di pipinya. Yaa… Hari ini tepat memperingati hari kematian ibunya sejak 12 tahun yang lalu. Ini adalah kali pertamanya ia datang ke tempat abu ibunya dibuang sejak ia dan Tuan Jino pindah ke Bali, namun seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap hari kematian ibunya ia akan selalu merasakan kerinduan berkali-kali lipat bahkan serasa hari itu ia kembali di hari dimana ibunya menghembuskan nafas terkhirnya. Suho yang berdiri di belakangnya seakan telah siap menjadi sandaran, ia kemudian berusaha menenangkan Sooyoung dan membawanya ke dalam pelukannya.

Sementara seseorang di mobil sana tak jauh dari seberang sana menatap dengan penuh rasa kecewa dan hampa, lebih tepatnya perasaan cemburu yang masih tak ia sadari dan berusaha mati-matian untuk dielaknya.

Dengan perasaan kacau dan bodoh, iapun memutuskan untuk pulang dan berusaha dengan sangat keras untuk tak lagi peduli.

****

Sekitar jam 8 malam, Sooyoung dan Suho tiba di Seoul. Seperti biasa, meski naik bus, namun Suho tetap mengantar Sooyoung pulang sampai di depan apartemen meski Sooyoung sudah berkali-kali menolak.

Sesampainya di apartemen, Sooyoung mendapati lampu ruang tamu telah padam, ia rasa Kyuhyun pasti sudah tidur, namun ia sungguh terkejut ketika menyalakan lampu dan mendapati apartemen yang begitu kacau dan berantakan. Pakaian Kyuhyun tampak berhamburan di lantai dan beberapa di atas senderan sofa, beberapa botol bir dan gelas memenuhi meja ruang tamu. Begitu pula meja makan yang juga sama berantakannya dan beberapa isi kulkas memenuhi dapur dan meja makan.

Sooyoung tak bisa melakukan apapun, tidak dengan mengomel apalagi marah-marah dengan pelakunya, terlebih lagi Kyuhyun memang tak tampak di sana, entah kemana dia setelah mengobrak-abrik apartemen ini? yang terpenting adalah membuat apartemen itu kembali bersih.

Sooyoung mulai membersihkan apartemen itu bermula dari ruang tamu. Saat sedang sibuk dengan pekerjaannya, seseorang muncul secara tiba-tiba di balik pintu.

“Kyuhyun-ssi…” sapa Sooyoung, ia hanya mengarahkan pandangannya ke berbagai sudut ruangan berantakan ciptaan Kyuhyun.

“Kenapa? Kau tidak suka?!”

“Anny… Aku hanya akan membersihkannya” Sooyoung dengan polosnya dan kembali meneruskan pekerjaannya. Namun itu membuat Kyuhyun semakin muak dan lama kelamaan tak mampu lagi menahan diri untuk mengungkapakan segala perasaannya seharian ini. Sontak ia mendatangi Sooyoung dan meraih lengan Sooyoung hingga menghentikan aktifitasnya. Sooyoung terkejut dan hanya menatapnya lurus penuh tanya.

“Kemana saja kau??”

“Aku… Aku sudah izin padamu ke Busan” Sooyoung masih tak mengerti arah pertanyaan Kyuhyun.

“Dengan Suho?!” tembak Kyuhyun meninggikan suaranya. Sooyoung terdiam sejenak terkejut Kyuhyun mengetahuinya. Ia dengan polosnya hanya mengangguk ragu, namun itulah yang membuat Kyuhyun semakin membuncah. Ia menarik lengan Sooyoung hingga semakin mendekat padanya, kini wajah mereka bahkan berjarak hanya 5 jari.

“KAU ANGGAP AKU INI APA HAH?” Kyuhyun membentak. Sooyoung semakin bingung.

“Apa aku ini orang lain? Apa kau anggap aku ini sebagai penjahat?!!”

“Kau ini kenapa??” Sooyoung masih berusaha bersikap tenang

“Kenapa kau memilih dia daripada aku?? Kenapa bukan aku yang kau ajak, HAH??!” Sooyoung terdiam,

“Kau tidak ingat? Kau bukan lagi gadis lajang, kau punya suami dan Aku bukan orang lain, Aku ini suamimu! SUAMIMU! Aku berhak atasmu!! Hanya aku!” Sooyoung diam sesaat namun tatapannya kini tajam dan menantang, ia kini tak ingin lagi bersikap polos dan tenang.

“Apa maumu dariku sebenarnya?! Kau membuatku bingung!! Bukankah itu maumu?? Bukankah aku dan ibuku adalah orang yang kau benci?? Bukankah kau yang menganggapku orang lain?! Kau sendiri yang mengatakannya padaku dan entah berapa kali kau mengatakannya, aku hanya menuruti apa katamu!” ucapan Sooyoung itu berhasil menyekak Kyuhyun. Ia bahkan kini berani melerai genggaman tangan Kyuhyun di lengannya dan menghempaskannya dengan kasar. Sooyoung kemudian berbalik dan berniat menjauhi suaminya itu, namun langkahnya tertahan ketika tubuhnya merasakan sebuah pelukan menyelimuti punggungnya.

TBC

Advertisements

104 thoughts on “Only You To Me Part 5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s