(New FF) The Heirs Versi Chanyoung – Bona (Marry Me If You Dare) Part 1


image

Main Cast :

F (x) Krystal as Krystal Jung
CN Blue Minhyuk as Kang Minhyuk
CN Blue Jonghyun as Lee Jonghyun
Exo Kai as Kim Kai
Red Velvet Wendy As Wendy Jung

Genre          : Remaja, Comedy
Romantic (Series)

Jumlah Ep. : Depend

Mohon maaf sebelumnya guys, mengingat betapa lama gue gak nepatin janji gue ngepost fan fict ini ‘secepatnya’. Fan fict ini tercipta sebagai bentuk kekecewaan dan ketidakpuasan gue terhadap drama The Heirs yang kurang banget ngangkat kisah cinta couple favorit gue Krystal -Minhyuk. Untuk itu, gue dengan segala harap dan segenap kreatifitas yang gue miliki bikin Fan Fict ini buat kalian yang suka sama Couple ini. Anyway, author memutuskan untuk membuat castnya jadi nama asli, harapannya biar ngebayangingnya lebih enak. Thx sebelumnya udah mampir. Happy reading! :’)
****

Awal permulaan pagi yang cukup cerah di musim semi, keceriaan pagi itu tampak menaungi sebuah sekolah di sudut kota Seoul. Empire High School, mendengar nama itu pasti yang terlintas dalam pikiran setiap orang adalah sekolah konglomerat. Yaa… sesuai nama dan tampilan gedung yang sekilas lebih tampak seperti sebuah hotel ketimbang sebuah sekolah, SMA swasta milik seorang konglomerat ini merupakan salah satu sekolah ternama yang juga dikenal sebagai sekolah khusus bagi para anak-anak Chaebol atau kalangan atas.

Sebagian besar kalangan konglomerat dan orang-orang penting di negara ini, mempercayakan anak-anak mereka untuk menempuh pendidikannya di sekolah eksklusif ini. Yaa tentu saja kualitas, sarana dan prasarana sekolah ini juga sangat menjanjikan dan jauh lebih baik dan nyaman dibandingkan dengan sekolah lain sehingga mereka yang terbiasa dengan berbagai kenyamanan akan merasa nyaman dalam belajar di sekolah ini.

Namun begitu, sekolah ini sebenarnya bukanlah sekolah khusus yang hanya menerima anak-anak dari kalangan atas saja. Sekolah ini sebenarnya menerima siswa dari kalangan mana saja asal mampu membayar segala adminstrasi yang dibutuhkan. Guna menaikkan pamor pemiliknya, Empire Senior High School bahkan menyediakan beasiswa bagi siswa berprestasi untuk mampu bersekolah di sekolah ini. Namun secara alami nyatanya siswa dari kalangan menengah ke bawah tak banyak yang mampu bertahan di sekolah ini. Seperti yang sudah tergambar jelas dalam pemikiran kita, bahwa kesenjangan sosial akan selalu rentan dengan diskriminasi dan pembullyan. Sekolah ini bahkan bak piramida yang memiliki kelas yang bertingkat-tingkat bukan berdasarkan prestasi, melainkan tingkat kekayaan. Yang orang tuanya paling kaya dan memiliki status sebagai pewaris utama akan menjadi tingkat teratas dalam piramida ini, para pemegang saham akan berada di tingkat berikutnya, anak-anak pejabat akan berada di peringkat selanjutnya, anak-anak para pengacara, jaksa dokter dan lainnya akan berada diperingkat di bawahnya lagi, dan peringkat terbawah akan ditempati oleh para penerima beasiswa dan kalangan menengah yang memiliki target untuk bisa masuk universitas terbaik, karena Empire Senior High School memberikan jaminan untuk itu.

Pukul 6.45 pagi waktu setempat, para siswa mulai berdatangan, sebagian besar dari mereka tampak datang dengan berbagai jenis mobil mewah nan mahal, dari ratusan siswa hanya satu dua yang datang dengan sepeda dan berjalan kaki dan sudah bisa dipastikan itu adalah siswa dari kalangan menengah atau beasiswa yang biasa mereka sebut dengan kelompok kepedulian sosial.

Sebuah mobil limosin hitam mendarat sempurna di depan gerbang,

“Nenek, aku turun sekarang ya, chup!” ucap seorang gadis yang masih berada dalam mobil itu kepada sang nenek yang turut mengantarnya ke sekolah setelah itu mencium kilat pipi sang nenek,

“Hati-hati, rajinlah belajar dan jangan keluyuran setelah pulang dari sekolah”

“Nee… Algaessemnida halmoni” tandasnya cepat  ia segera turun dari mobilnya, sesaat ia menginjakkan kakinya dari mobil tiba-tiba seakan ingat akan sesuatu yang penting ia mengetuk kaca jendela supir dari mobilnya.

Tanpa ia berkata apapun, seakan telah mengerti maksudnya, sang supir yang telah menemani keluarganya selama puluhan tahun bahkan sebelum ia lahir itu merasa tak perlu membuka pintu atau jendela sekalipun, yang harus ia lakukan hanyalah tidak langsung menjalankan mobilnya, gadis itu masih berdiri di samping mobil dan kini membungkuk menghadap ke depan lebih tepatnya melihat wajahnya di kaca spion mobilnya. Beberapa saat meneliti wajahnya, setelah merasa tidak ada lagi yang salah dari wajahnya, ia berdiri tegak dan menghadap kaca mobil memastikan penampilannya apakah sudah sempurna atau belum, karena jika sedikit saja ada yang tampak tak sempurna dari dirinya, akan menjadi masalah besar baginya.

Semuanya telah tampak sempurna, dari ujung kaki sampai ujung rambut, sepatu van tofel coklat yang berwarna senada dengan warna seragam hitam kremnya, berpadu dengan kaus kaki Ungu tua yang berwarna kontras dengan seragam dan sepatunya yang menjangkau hingga bawah lututnya tampak sangat menyala di kaki jenjang putih susunya, atasan blezer hitam yang sangat pas dengan tubuh langsingnya berpadu dengan bawahan rok mini krem yang memperlihatkan sebagian paha mulus nan rampingnya, ia belum yakin dengan penampilan  model rambut barunya, rambut lurus hitam legam sebahu itu sukses membingkai indah wajah mungilnya yang oval yang putih bersih, membuatnya tampak lebih bersinar di bawah sinar matahari. Ia merasa hanya perlu sedikit memperbaiki poni hitam lurusnya yang sebenarnya sama sekali tak berantakan. Setelah itu ia berbalik dan melangkah pasti melalui gerbang besar di hadapannya.

Sepanjang perjalanannya menuju kelas, siswa sekitar mulai kasak- kusuk memandanginya, tentu saja itu hal yang biasa baginya. Dengan penampilan yang sebegitu menariknya tak sedikit yang memandang iri terhadapnya, yaa… Tentu saja bukan hanya dari segi penampilan yang sesuai dengan namanya, siapa yang tak mengenalnya? Krystal Jung tak ubahnya seperti seorang putri mahkota yang memiliki segalanya yang ia inginkan, ia tampak selalu ceria seperti tak pernah memiliki masalah dalam hidupnya, ia adalah cucu sekaligus pewaris utama dari pemilik Star Enterteiment, sebuah agency terbesar di Korea selatan yang dikenal sukses melahirkan enterteiner papan atas Korea Selatan.

Setiap orang memimpikan bertemu dengan idola mereka dan itu merupakan hal yang sulit, namun bagi Krystal itu semudah
mengedipkan kedua matanya.
Jika ia mau, jangankan bertemu ia bisa saja mengencani bahkan menikahi salah satu dari idola terkenal sekalipun. Meski masih SMA dan berusia 17 tahun, Krystal telah bertunangan dengan Kai Kim, anak sekaligus pewaris tunggal dari pemilik Empire High School dan Empire Group, baik Krystal maupun Kai memiliki posisi teratas dari piramida kasta yang ada di sekolah ini, jika keduanya menikah tak terbayang sudah kehidupan rumah tangga seperti apa yang akan mereka jalani, tentu saja orang lain menganggap semuanya akan berjalan dengan sempurna. Dengan begitu tak heran Krystal selalu membuat orang lain merasa hidup ini begitu tak adil.

Ketika akan masuk gedung sekolah Krystal menghentikan langkahnya sejenak ketika mendapati seseorang yang ia kenal berlalu cepat dengan sepedanya menuju parkiran. Tak berapa lama ia menunggu, orang itupun muncul.

“Minhyuk-aa!!” sapanya antusias, namun yang disapa malah tak menggubrisnya sama sekali, seakan sengaja mengacuhkannya, ia segera memasang head phone yang sejak tadi melingkar di lehernya kini ia sematkan di telinganya mempercepat langkahnya.

“Minhyuk-aa!! Kau kemana saja? Kenapa kau meninggalkanku? Bukankah nenek bilang kau harus menjagaku?” sambil mempercepat langkahnya mengimbangi langkah panjang Minhyuk, Krystal menyerocos tanpa jeda. Namun Pria manis berperawakan pendiam, bertubuh tinggi kurus itu sama sekali tak berminat untuk menjawab pertanyaan Krystal, ia terus berjalan dan menatap ke depan.

“Yyaa! Kang Minhyuk! Kau dengar aku?! Apakah kau sama sekali tak menghormati orang yang bicara padamu, Eoh?!!” omelan panjang Krystal kini sukses memberikan reaksi pada Minhyuk. Ia menghentikan langkahnya dan mencopot headfone nya.

“Neo… Bisakah kau berhenti menggangguku? Disini kelas kita berbeda, jadi tidak seharusnya kita bicara” ucapnya dingin. Membuat Krystal terdiam.

“Tapi kenapa kau meninggalkanku? Bukankah nenek bilang kau harus menjagaku? Kita harusnya pergi sekolah bersama”

“Menjagamu bukan berarti harus menjadi supir pribadimu, dengan memiliki mobil mewah serta supir yang siap mengantarmu kemanapun kau mau, tidak harus naik sepeda bersamaku kan?” sedang berada dalam perdebatan kecil itu, muncul beberapa orang pemuda. Seorang pria yang tampak menonjol dari kelompok itu sedang menyeret seorang pria lain yang tampak tak berdaya ketika pria lainnya menoyor kepalanya dengan semena-mena. Baik Krystal maupun Minhyuk menoleh ke arah mereka. Minhyuk menatap dingin ke arah sekelompok lelaki itu, apa yang mereka lakukan saat ini sudah biasa ia lihat, sebagai manusia yang punya hati nurani tentu saja hatinya bergejolak dan tak membenarkan apa yang dilakukan mereka terhadap anak baru dari kelas menengah ke bawah itu, namun Minhyuk berusaha untuk tak ikut campur dalam urusan mereka karena ia tau itu hanya akan menambah masalah bukan menguranginya. Sementara Krystal yang turut menyaksikannya menatap kesal ke arah pemuda yang merupakan pemeran utama dalam pembullyan itu. Namun belum sempat ia melayangkan protesnya pemuda itu lebih dulu mencampakkan ‘korban’ nya lalu berjalan mendekati Krystal. Kini ia malah berbalik arah mendekati Minhyuk.

Yyaa! Neo! Kau sekarang berani mendekati tunanganku??” ancamnya kini sambil mendorong kecil bahu Minhyuk.

Pemuda bernama Kai itu sesaat kembali ke tempatnya semula meraih kerah baju pria tak berdaya tadi dan menyeretnya ke depan Minhyuk.

“Sebaiknya kau sekarang berkaca, kelasmu tidak lebih tinggi dari dia” Minhyuk tampak berusaha menanggapi gertakan itu dengan kebungkaman, dan itu justru menyulut amarah Kai.

Neo!!” geramnya sambil meraih kerah baju Minhyuk

“Yyaa Kai Kim!!” suara Krystal itu sontak menghentikan aksi Kai. Tanpa berkata apapun lagi, Krystal menarik tangan tunangannya itu dan membawanya menjauh dari hadapan Minhyuk. Sementara Minhyuk hanya menatap punggung Krystal dan Kai yang kini menjauh dari hadapannya dengan ekspressi yang sulit diartikan.

Seperti yang disebutkan Kai tadi, Minhyuk merupakan siswa Empire Senior High School yang berada di kasta terendah, ayahnya hanya seorang sekertaris kepercayaan dari nenek Krystal, sang presidir Star Enterteinment. Ayahnya telah lama menjadi sekertaris di perusahaan nenek Krystal, maka dari itu ia kenal Krystal sejak kecil.

Meski begitu mereka sama sekali tak akrab, bahkan mungkin Minhyuk adalah satu-satunya pria yang mengacuhkan Krystal, meski Krystal sudah berusaha untuk mendekatinya. Selama ini ia berusaha keras untuk menghindari gadis itu, salah satu alasannya mungkin karena ia tidak ingin berteman dengan orang kaya. Ia benci dengan orang kaya, lebih tepatnya ia tidak percaya dengan orang kaya, masa lalu tentang ibunya yang tega meninggalkan dirinya demi menikah dengan orang kaya, dan neneknya yang memaksa ibunya untuk berpisah dengan ayahnya karena ayahnya miskin membuat ia berpikiran segala perbuatan buruk datang dari kekayaan, namun terlalu konyol baginya jika menjauhi Krystal hanya dengan alasan itu. Ia tentu punya alasan yang lebih dari hanya sekedar kekayaan, namun Krystal tak pernah bisa menebaknya.

Terlebih lagi Sejak SD ia tak pernah satu sekolah dengan Krystal, karena tentu saja Krystal selalu sekolah di sekolah eksklusif sementara ia sekolah di sekolah biasa. Namun atas permintaan nenek Krystal, ayah Minhyuk memaksanya untuk pindah di SMA yang sama dengan Krystal.

****

Jam istirahat tiba, salah satu sudut sekolah yang akan ramai saat istitahat tiba adalah kantin, hampir seluruh siswa berkumpul di kantin untuk makan siang. Setelah mengambil jatah makan siangnya Krystal memutar pandangannya mencari tempat duduk, kini hampir seluruh tempat duduk telah terisi penuh, setelah mencari beberapa saat, mata bulatnya menemukan sebuah tempat kosong di seberang sana. Tanpa pikir panjang ia bergegas memburu tempat itu sebelum orang lain memburunya lebih dulu. Setelah sampai ke sana baru menyadari tempat duduk yang akan ia tempati berhadapan langsung dengan Minhyuk. Krystal sebenarnya tak suka makan dengan orang yang tidak ia kenal, jadi ia cukup senang Minhyuk yang duduk disana, seakan Minhyuk bukan orang lain baginya, Iapun tak segan lagi untuk duduk disana.

Anyeong!!” Krystal meringis saat Minhyuk melihat ke arahnya.

“Eeei… Jangan salah paham begitu, kau bisa lihat sendiri kan tak ada tempat duduk lain?” Krystal beralasan. Minhyuk tak memberikan tanggapan apapun, seperti biasa, ia langsung memasang headfon di telinganya.

Krystal hanya memanyunkan bibirnya kesal dan mulai menikmati makanannya, seperti itulah yang Minhyuk selalu lakukan padanya, ia masih belum mengerti apa yang salah dari dirinya hingga Minhyuk selalu mengabaikannya seperti itu, ia rasa ia sudah cukup cantik untuk tak diabaikan dan untuk dilihat, ia cukup ramah terhadapnya, ia tak pernah mencuri apapun darinya tapi kenapa lelaki itu tampak begitu membenci dirinya? Yang juga ia tak mengerti, mengapa dirinya selalu mau bersikap ramah pada orang yang selalu mengabaikannya itu?

Beberapa saat kemudian keheningan itu langsung terpecahkan dengan kehadiran seseorang,

“Minhyuk-ssi, kenapa kau meninggalkanku? Sudah kubilang kan kita makan siang bersama” ucap gadis itu, setelah dengan jahil melepas headfon di kepala Minhyuk, dan Krystal menatapnya sedikit sewot itu adalah sebuah kelancangan.

“Eehh itu, aku sangat lapar”

“Eoh! Jadi kau makan dengan Krystal?”

“Ah annyaa…” keduanya kompak menjawab lantang. Seakan itu adalah fitnah besar dan tak mendasar yang harus diluruskan sebelum sesuatu yang buruk akan terjadi.

“Te..tentu saja tidak! Aku tidak punya pilihan lain, hari ini kantin benar-benar penuh” Krystal mengotot sementara Minhyuk memilih diam saja meski ia juga merasa tak terima dengan tuduhan itu.

Arasseo, arasseo! Aku hanya berkata iseng. Haha…”

Gadis cantik itu lalu duduk di kursi di samping Minhyuk dan menaruh Lunch Box di atas meja.

“Hari ini aku membawa bekal buatanku sendiri. Tadaaa!” serunya saat membuka isi lunch boxnya dan menunjukkannya pada Minhyuk.

“Minhyuk-aa… Ini gimbab buatanku sendiri cobalah” ucapnya lalu menyumpitkan sepotong gimbab ke mulut Minhyuk. Krystal yang duduk di hadapan mereka tentu tak bisa menghindari pandangannya dari pemandangan itu, ia pun mulai merasa tak nyaman. Wendy Jung, gadis yang bersama Minhyuk itu bernama Wendy Jung. Dia bukan orang lain bagi Krystal, melainkan sepupu tirinya. Wendy adalah cucu kakek Krystal dari istri simpanannya. Separuh dari usia Krystal ia hanya merasa memiliki nenek dan kakeknya setelah kedua orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan. Namun saat kakeknya meninggal dua tahun lalu, Wendy dan Ibunya muncul dan mengaku sebagai menantu dan cucu kandung dari sang kakek yang memiliki istri simpanan dan selama bertahun-tahun ia rahasiakan dari nenek bahkan sampai ia meninggal, ayah Wendy meninggal 3 tahun sebelumnya dan ibunya mengaku tak mampu membiayai Wendy seorang diri. Kini atas rasa tanggung jawab terhadap cucu kandung suaminya nenek Krystal membiarkan Wendy dan ibunya tinggal di kediaman mereka, menikmati fasilitas dan kemewahan itu bersama.

Meski kini tinggal serumah, Nenek dan Ibu Wendy tak pernah akur satu sama lain, bagaimanapun nenek tentu merasa sakit hati terhadap almarhum suaminya yang tega menghianatinya. Nenek juga tak pernah menganggap Wendy seperti cucu kandung seperti Krystal. Namun sebaliknya, Krystal malah sangat senang memiliki seorang bibi dan seorang sepupu. Terlebih lagi Bibi Grace ibu Wendy tampak begitu menyayanginya, Krystal jadi merasa memiliki ibunya kembali dan juga Wendy yang juga baik padanya dan menjadi teman baginya hingga tak lagi kesepian.

Minhyuk dan Wendy tampaknya sangat dekat, konon mereka adalah teman SD dan SMP sebelum pindah ke Empire Senior High School. Namun semua orang termasuk Krystal menganggap keduanya adalah sepasang kekasih. Maka dari itu Krystal merasa sangat tidak enak berada di hadapan keduanya yang tengah asik bermesraan.

“Yya!! Kalian… Sedang apa disini? Apa kalian tidak tau ini meja milik siapa Eoh??” Kai yang baru muncul di kantin kini kembali melancarkan aksinya tak jauh dari tempat ketiganya makan. Kedua gadis dan seorang anak laki-laki itupun gentar terhadap gertakan Kai dan segera menyingkir dari meja itu. Setelah berhasil melancarkan aksinya, Kai segera mendatangi tunangannya, Krystal.

“Chagiaa… Apa yang kau lakukan disitu? Kau terlihat aneh makan dengan mereka, Kau harusnya menunggu sejenak agar kita bisa makan siang bersama” seperti biasa Kai berbicara semaunya, Krystal sebenarnya tak suka dengan kebiasaan buruk Kai itu, tapi menegur Kai bisa ia lakukan belakangan, yang terpenting ia bisa segera pindah dari Minhyuk dan Wendy. Kai segera memanggil kawanannya. Dengan sigap dua orang pemuda yang tampak seperti anak buah Kai datang dan mengevakuasi makan siang Krystal ke meja yang telah disiapkannya.

C’mon Chagi… Kita makan siang bersama” ucap Kai sambil menarik tangan Krystal dan segera duduk disana.

“Otte? Enak tidak?” tanya Wendy, sepeninggal Krystal dan Kai. Namun yang ditanya malah tak menjawab apapun, pandangan dan pikirannya kini terfokus ke arah Krystal di seberang sana. Wendy dapat melihat itu dari Minhyuk, namun ia berusaha mengabaikannya ia harus membuyarkan lamunan Minhyuk.

“Yya! Kang Minhyuk!” pekiknya, dan itu berhasil membuyarkan lamunan Minhyuk.

****

Setelah turun dari mobil, sepulang sekolah Krystal berlari masuk rumah dan langsung naik ke lantai dua dimana kamar neneknya berada. Kekhawatiran menderanya ketika mendengar kabar kalau neneknya sakit. Sesampainya di kamar nenek, ia menemukan sang nenek sedang asik melahap beberapa buah anggur sambil mengobrol dengan dokter pribadinya.

Halmoni! Halmoni apa yang terjadi? Halmoni tidak apa-apa?” tanyanya cepat

“Nona Krystal tidak usah khawatir, nenek baik-baik saja, beliau hanya butuh istirahat” ucap sang dokter memastikan.

“Heeffft… Leganya! Halmoni…” Krystal menghambur manja ke pelukan neneknya tercinta.

“Dokter… Bisakah kau meninggalkan kami berdua saja? Aku butuh bicara berdua saja dengan cucuku”

“Tentu Nyonya. Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu. Jangan lupa nyonya harus banyak istirahat”

“Anak nakal! Suaramu yang nyaring itu membuat nenekmu ini hampir jantungan” Nenek, memukul-mukul punggung cucunya, selepas dokter pergi.

“Pokoknya nenek tidak boleh sakit lagi. Eoh?”

“Krystal-yaa… Nenekmu ini sudah tua, penyakit akan selalu menyerang tubuh tua ini. Kapanpun nenek bisa saja meninggal” Krystal tak terima dengan ucapan neneknya yang dianggapnya mengada-ngada.

Halmoni!!” pekiknya sambil melepaskan diri dari pelukan neneknya.

“Kenapa?? Kau tidak terima? Bukankah kau tau betul yang nenek katakan itu benar adanya?”

“Halmoni…” kali ini Krystal berucap pelan dan kembali menenggelamkan dirinya ke dalam tubuh hangat sang nenek. Sementera nenek mengusap-usap lembut rambut halusnya.

“Krystal-yaa… Kau adalah cucu dan satu-satunya yang nenek miliki, begitupun sebaliknya. Nenek benar-benar mengkhawatirkanmu saat nenek tak ada”

“Nenek tak perlu khawatir, Bibi Grace dan Wendy pasti akan menjagaku dengan baik”

“Inilah yang paling nenek khawatirkan, kau selalu percaya dengan orang lain”

Halmoni… Mereka juga adalah kel…” nenek langsung memotong ucapan Krystal.

“Mereka bukan keluarga kita Krystal-yaa… Sama seperti mereka yang juga tak menganggap kita sebagai keluarga, kau juga tak boleh percaya mereka seperti keluarga”

Halmoni…”

“Kau harus ingat ini baik-baik, setelah nenek meninggal jangan pernah percaya pada orang lain, selain Sekertaris Kang (ayah Minhyuk) dan orang yang akan menjadi suamimu kelak, Eoh?”

“Eoohh… ” jawab Krystal ragu karena ia benar-benar tak mengerti apa yang dikatakan neneknya.

“Dan satu hal yang paling penting. Dan nenek mau kau berjanji untuk mewujudkannya sebelum nenek meninggal”

“Nee… Halmoni. Aku berjanji”

“Berjanjilah kau akan segera menikah” ucapan nenek seperti petir di siang bolong yang menyambar telinga Krystal.

“Halmoni!” kembali ia lepas dari pelukan neneknya. Kali ini ia benar-benar terkejut dan tak percaya dengan ucapan neneknya.

“Kau sudah berjanji untuk mewujudkannya Krystal Jung”

“Tapi Nek… Bagaimana mungkin aku dan Kai masih SMA!”

“Memangnya kenapa jika kalian masih SMA? di kalangan kita sudah lazim menikah walaupun masih sekolah, Eomma dan Appamu juga dulu begitu”

“Tapi, kenapa harus menikah?”

“Krystal-yaa… Kau benar-benar tidak mengerti dunia yang sebenarnya. Dunia tidak seindah yang kau bayangkan. Di luar sana, akan banyak binatang buas yang siap melahapmu saat kau tak punya perlindungan, kau akan sadari itu saat kau sudah dewasa nanti. Nenek ingin sebelum nenek meninggalkanmu, kau sudah punya perlindungan. Dengan begitu nenek akan pergi dengan tenang”

Halmoni… Ottokeyo?!” Krystal dibuat galau tiba-tiba oleh neneknya.

“Segera langsungkan pernikahanmu”

Mendapat permintaan maha berat dari sang nenek, Krystal benar-benar kacau dan bingung, ia sama sekali belum mengerti maksud dari keputusan frontal neneknya. Bagaimana mungkin, bagaimana caranya ia meminta kepada Kai untuk menikahinya secepat itu? Kehidupan seperti apa yang akan dia jalani bersama Kai nantinya? Ia sungguh bingung dan ia rasa secepatnya harus mendiskusikannya dengan Kai.

****

Krystal dan Kai bahkan belum bertemu dan membicarakan rencana pernikahan mereka. Namun berita itu sudah tersebar seantero sekolah bahkan dipajang di mading sekolah, entah bagaimana berita itu tersebar begitu cepat. Minhyuk yang cukup ketinggalan dengan berita itu, baru mengetahuinya setelah membacanya di mading.

Minhyuk seketika dilanda rasa panik ketika membaca berita itu, seakan mengetahui sesuatu yang gawat telah terjadi, Minhyuk langsung beranjak berlari cepat dan untuk pertama kalinya mencari Krystal.

Sementara itu, Krystal kini berjalan menuju ruang klub Band, guna menemui Kai yang memang biasa menghabiskan jam istirahatnya di sana. Tentu saja untuk membicarakan masalah mendesak tentang pernikahan mereka. Kai bahkan mungkin belum mengetahui berita yang telah tersebar luas saat ini. Dan Krystal berjalan dengan rasa was-was di hati, dengan jawaban yang akan diberikan Kai padanya.

Ruang klub band itu berada di lantai tiga gedung sekolah, karena tak ada ruang kelas, lantai 3 tidak begitu ramai dikunjungi siswa, setelah beberapa puluh meter menelusuri koridor, Krystal sampai di depan ruang studio klub band itu. Ruangan itu kelihatan sepi, tapi Krystal yakin Kai berada di dalam sana, Kai sama sekali tak tampak di kelas, kantin terlebih lagi perpustakaan, dan sudah menjadi kebiasaan Kai untuk tidur siang di ruangan yang lebih tepat disebut ruang pribadinya itu.

Krystal memutar kenop pintu dan benar saja, pintu sedang tidak di kunci. Setelah pintu terbuka, Krystal masuk ke dalam. Ruangan itu tampak sepi namun lampunya menyala. Krystal baru akan memanggil nama Kai ketika ia menemukan sesuatu yang tak biasa di seberang sana.

Seorang pria berdiri membelakanginya tampak sedang memeluk tubuh seorang gadis yang hanya ia lihat kaki dan tangannya yang ia lingkarkan di leher pria itu, sebagian besar tubuhnya tertutupi oleh tubuh pria di dekapannya, keduanya tampak secara intim menikmati adegan yang secara jelas tampak sedang berciuman panas itu.

Krystal terkesiap, ia tak perlu melihat wajah lelaki itu, Krystal kenal betul dengan punggung itu. Bagaimana mungkin ia tak kenal dengan punggung orang yang selama 2 tahun ini berada dalam ikatan pertunangan dengannya? Model rambut khas itu gelang pasangan dan cincin tunangan itu sudah menjadi bukti jelas yang meyakinkan Krystal tentang sosok di hadapannya.

Krystal kini tak berdaya, ia terlalu bingung, dadanya terlalu sesak, lidahnya tercekat, kakinya terasa lumpuh, matanya mulai memanas dan berkaca-kaca kini, ia segera menutup mulutnya, ia tak ingin suara tangisnya meledak dan mereka menyadari keberadaannya, ia benar-benar belum siap mendengarkan apapun dari Kai.

Tanpa meninggalkan jejak dan suara apapun, Krystal keluar dari ruangan itu, sekonyong-konyong tangisnya meledak ketika ia menyandarkan punggungnya di belakang pintu, namun ia sadar ia tak boleh berlama-lama disana, sungguh saat ini ia tak ingin bertemu apa lagi bicara dengan Kai.

Krystal berlari kecil menelusuri koridor sambil tangisnya terus menggenang di pipinya. Ia menangis bukan karena patah hati. Kai memang tunangannya namun Jujur cintanya terhadap Kai tak sebesar itu untuk tangis sedemikian besar ini, ia hanya terlalu bingung, sungguh bingung neneknya mendesaknya untuk segera menikah, pertunangannya dengan Kai bahkan berjalan dua tahun lamanya, semua orang sudah tau kabar berita pernikahan mereka. Dan jika ia harus menikah dengan Kai, bagaimana kehidupannya kelak? haruskah ia mengorbankan perasaannya, menikah dengan pria seperti Kai demi memenuhi janji terhadap neneknya?.

Jalan koridor kini bahkan terasa begitu panjang dan gelap untuk ia lalui sendirian, neneknya bahkan belum meninggal tapi bahkan ia sudah merasa takut akan kesendirian yang perlahan-lahan menderanya, inikah yang dimaksud nenek? Dunia tak seindah yang ia bayangkan?

Langkah Krystal tertahan ketika tubuhnya menabrak tubuh seseorang. Ia berhenti dan menunduk sesaat, belum mengetahui seseorang yang ia tabrak, ia kini begitu pasrah dan rapuh, orang itu meraih bahu Krystal dan menegakkan tubuhnya, ia mendongak ke arah wajah pria itu. Dan seakan orang itu adalah orang yang paling tepat untuk melampiaskan keluh kesahnya, ia menatapnya dengan penuh harap.

“Minhyuk-aa” keluhnya tak tertahan, sambil menghambur ke pelukan Minhyuk dan meledakkan segenap tangisnya dalam dekapan hangat Minhyuk.

TBC

Advertisements

13 thoughts on “(New FF) The Heirs Versi Chanyoung – Bona (Marry Me If You Dare) Part 1

  1. Pingback: (New FF) The Heirs Versi Chanyoung – Bona aka Marry Me If You Dare | WELCOME TO NYSSA'S WORLD

  2. Pingback: A Perfect Marriage Part 11 | WELCOME TO NYSSA'S WORLD

  3. Suka sama ffnya tpi bnyak typo msih.. aq jga suka couple minhyuk and krystal di the heirs imut bnget gitu pacaran ala mreka…

  4. Bingung.. namanya krystal apa bona deh. Typo kebanyakan bikin reader bingung tor

    Ooh aku kira km mau adaptasi kyk mau ngelanjutin the heirs wk

    #hwaitingwriting ya thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s