Two Moons (Part 1)


image

Title. : Two Moon
Main Cast :
SuJu Kyuhyun as
Cho Kyuhyun & Cho Soohyun
SNSD Sooyoung
As Choi Sooyoung
Big Bang TOP
As TOP or Choi Seunghyun
Genre : Remaja
Part. : Depend

Sebelumnya Author mau melakukan pengakuan dosa, ancang-ancang kalo tiba-tiba ada serangan tuduhan sebagai plagiator. Jadi gini, Fan Fict ini author adaptasi dari perpaduan dua novel kesukaan AuthorTrilogi Jingga dan Senja nyampur dikit sama novel dwilogi Cewek karya kak Esty Kinasih tercinta. Jadi bagi yang pernah baca bukunya jangan kaget kalo ada plot dan adegan yang gak asing. Tapi readers aku harap gak kecewa karena author disini gak maksud nge co-pas karya orang, author cuma ngikutin penggalan-penggalan ceritanya aja kok. Gak langsung ngecopas semena-mena berhubung imajinasi author masih jalan disini. Tujuan author cuma satu. bikin tuh cerita lebih dapat feelnya dengan tokoh nyata.

Untuk part 1 akan lebih banyak narasi di dalamnya, maklum namanya juga tahap pengenalan. Hope that you like it lah!

****

Dua orang gadis belia berseragam SMU sedang berjalan santai menyusuri trotoar dalam perjalanan pulang ke rumah setelah kegiatan belajar di sekolah mereka berakhir. Langit sudah tampak kelam,  penanda siang telah berganti malam namun mereka tetap asik dengan obrolan khas para gadis itu.

“Jinjja?! Changmin sunbae-nim mengajakmu berkencan?!”  Sooyoung sejenak menghentikan langkahnya, ia merasa begitu tersengat kaget mendengar pengakuan sahabatnya itu. Tiffany yang ditanya malah menjawabnya dengan tersenyum sumringah, itu adalah jawaban dari pertanyaannya barusan sekaligus  jawaban dari yang pertanyaannya yang lain yang belum ia kumandangkan. Melihat raut wajahnya yang sumringah seperti itu menyiratkan sahabatnya itu jelas-jelas setuju dengan ajakan berkencan itu.

“Yyaa! Apakah kau sudah bosan hidup? Apakah kau sadar kau sedang berurusan dengan siapa?? Bukankah Changmin Sunbaenim yang kau maksud itu adalah salah satu dari kelompok gengster psikopat di sekolah kita itu?”

“Annyo… Dia sebenarnya baik dan lembut, kau pasti akan setuju padaku jika kau bicara sendiri padanya”

“Ck! Selalu membuat masalah di sekolah dan membully orang yang lemah menurutmu itu baik dan lembut? Melihat mereka dari kejauhan saja membuat bulu kudukku merinding dan ingin langsung lari terbirit-birit, aku lebih baik bunuh diri daripada harus berurusan dengan mereka”

“Eyy kau berlebihan sekali sih?!”

“Pokoknya kalau kau sampai berurusan dengan kelompok itu aku tidak mau berteman denganmu lagi, jangan dekat-dekat denganku, jangan menyeretku ke dalam bahaya. Arasseo?!” Sooyoung kini berapi-api

“Ck… Nee… Eomma! Baiklah baiklah!! Aku tidak akan berhubungan lagi dengannya! Tentu saja aku akan memilih temanku, Kau puas?!” perdebatan kecil itu berakhir ketika mereka sudah sampai di jalan setapak yang memisahkan jalan menuju rumah kedua gadis itu. Sedikit kecewa Keduanyapun saling mengucapkan salam perpisahan satu sama lain kemudian akhirnya berpisah.

Jarak rumah Sooyoung masih cukup jauh dari tempat ia berpisah dengan Tiffany. Mendadak Sooyoung menambah kecepatan jalannya sambil matanya jelalatan mengamati sekeliling penuh kewaspadaan menyadari ia sedang melewati suatu titik yang dianggapnya paling seram dan mematikan karena berupa lorong sempit yang sepi  dengan lampu jalan yang sarat akan keremangan.

Ia sudah sering melintasi jalan pintas menuju rumahnya itu dengan rasa panik dan tegang tapi cukup singkat, namun baru kali ini ia merasakan perasaan was-was yang luar biasa, perasaannya benar-benar tidak tenang seperti hal-hal buruk sedang mengintainya dan siap menerkamnya tanpa ampun kapan saja. Mendadak lorong itu makin terasa menyempit dan panjang bagi Sooyoung. Gadis itu hanya bisa memaki situasi  mencekam yang terasa berlangsung lama itu dalam hatinya.

Dan sepertinya firasatnya kali ini benar-benar tidak meleset, karena tepat ia berdiri di pertengahan jalan ketika mendadak terdengar suara gemuruh dari dua arah berlawanan. Sooyoung sesaat membeku di tempatnya, samar-samar dari kejauhan di hadapannya kini tampak sekelompok orang berjalan mendekat, dengan panik ia berbalik arah berharap bisa lolos, namun nasib malang sepertinya kini menimpa gadis itu ketika menemukan sekelompok pria lain berjalan dari arah berlawan. Sooyoung kini terkepung, ia benar-benar dicekam ketakutan dan ia punya firasat bahwa masa hidupnya yang baru 17 tahun itu benar-benar akan berakhir saat ini juga. Gadis itu clingak clinguk ke kedua arah yang berlawanan itu, dua kelompok itu semakin mendekat dan tampak dengan jelas mereka adalah dua kelompok yang membawa “alat-alat perang” berupa balok, pentungan, batu bahkan botol. Rasa panik dan takut itu membuatnya mendadak menggigil.

Tak sengaja ia menemukan sebuah bak sampah di hadapannya. Ia benar-benar ingin sekali menyembah benda yang selama ini diabaikannya itu, namun kini satu-satunya yang bisa ia harapkan mampu menolongnya dari incaran maut. Segera ia menyembunyikan tubuh mungilnya di balik bak sampah itu.

Tak lama setelah ia bersembunyi, ketika kelompok pria berseragam yang tentu saja berbeda dengan seragamnya penanda mereka adalah siswa dari SMA lain, dari arah kanannya itu terlihat melintas, Sooyoung yang sudah menggigil ketakutan kini menciutkan maksimal tubuhnya dengan meringkuk di balik bak sampah.

Beberapa saat para pria itu nyaris berlalu dan membuat Sooyoung sejenak menghembuskan nafas leganya. Namun semua itu tak bertahan lama ketika seseorang menariknya keluar dari persembunyiannya membekap mulutnya dan merapatkan tubuhnya ke tembok dan mengurung tubuh Sooyoung dengan tubuh tinggi dan dada bidangnya. Sooyoung yang masih sangat terkejut semakin membulatkan matanya ketika sepasang mata elang nan tajam itu menyorot matanya dengan begitu dekatnya.

“Ssht!! Jangan bergerak kau bisa tertangkap nanti”
Sekilas Sooyoung terperangah meneliti wajah pemilik mata elang itu. ‘Tampan’ ia sempat bergumam dalam hati dalam ketakutan pun radarnya tetap mampu mendeteksi mahluk indah sekalipun, namun sejurus kemudian Sooyoung mengabaikan pesona mahluk di hadapannya menyadari dia benar-benar sedang berada dalam bahaya, lelaki di hadapannya itu mengenakan seragam yang sama persis dengan kelompok pria tadi, tidak salah lagi. Dia benar-benar diambang maut!

Seketika Sooyoung memberontak berusaha melepaskan diri, namun sepertinya percuma karena pria itu terlalu kuat mencengkeramnya. Sooyoung berusaha berteriak sekeras-kerasnya namun suaranya kedap di balik telapak tangan pria itu. Gadis itu mulai putus asa menyadari tenaganya terlalu kecil untuk melawan kekuatan seorang pria. Hanya ada satu cara yang bisa ia lakukan kini, ia akan melakukannya meski ia sadar betul bahwa tindakan itu adalah tindakan barbar. Dengan segenap sisa-sisa kekuatan yang masih ia miliki kakinya masih terbebas dari belenggu diam-diam menendang tulang kering pria di hadapannya tanpa ampun. Itu cukup berhasil menggoyahkan bekapan pria itu meski tak sepenuhnya karena nyatanya pria itu masih menempelkan telapak tangannya di mulut Sooyoung.

Menyadari bahaya belum berlalu darinya, Sooyoung memutuskan melakukan tindakan kanibalisme dengan meraih lalu menggigit kuat-kuat tangan di mulutnya. Seketika pria itu bereaksi refleks melepaskan bekapannya, menggelinjang menahan sakit di tangannya. Tidak sampai disitu tindakan sadisme yang dilakukan Sooyoung, gadis itu benar-benar bernafsu melumpuhkan lawannya, dengan ganas ia memukul-mukul tubuh pria itu dengan tasnya membabi buta, tanpa ampun.

“Tolooong…!!” Sooyoung meanfaatkan ketidakberdayaan pria itu dengan mengumandangkan permintaan tolong.

“Tto…” jeritan Sooyoung tiba-tiba harus terhenti ketika seseorang membekap mulutnya dari belakang, menariknya tubuhnya dan membawanya lari menjauh dari dekat pria yang masih terkapar tadi, dan meninggalkan tas Sooyoung yang terjatuh di sana. Tanpa terasa pria ‘kedua’ itu telah membawanya bersembunyi di balik sebuah batang pohon besar. Pria itu lagi-lagi melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan pria tadi, membekap mulutnya rapat-rapat mengapit tubuhnya menyender di balik pohon. Bedanya kali ini pria itu tak melayangkan pandangan penuh intes padanya, pria itu memalingkan wajahnya clingak-clinguk penuh kewaspadaan. Namun begitu, wajah itu terlalu dekat sehingga mengharuskan Sooyoung untuk menatapnya. Seketika Sooyoung tersentak, bukan karena pria yang mengenakan seragam yang sama dengannya itu juga sama tampannya dengan pria tadi, tapi ia kenal dengan wajah itu. Dia… pimpinan kumpulan genster paling ditakuti di sekolahnya, Cho Kyuhyun. Ia pun segera menyadari bahwa ia benar-benar keluar mulut harimau lalu masuk ke mulut buaya.

Keterpanaan Sooyoung itu tak bertahan lama, terdengar suara gemuruh dan derap kaki yang semakin mendekat ke arah mereka. Kyuhyun yang juga menyadari itu tanpa pikir panjang langsung saja mengambil tindakan. Tanpa disangka, Ia tiba-tiba berlutut di hadapan Sooyoung.

“Ayo cepat naik, kita harus segera bersembunyi di balik pagar ini!” ucapnya mengarah ke arah pagar setinggi 2,5 meter yang ada di belakang pohon itu.

“Mwo?!” Tentu saja hal itu mengagetkan sekaligus membuat panik Sooyoung.

“Cepat! Mereka semakin mendekat” Kyuhyun memburu.

“Sunbae-nim, a…aku tidak bisa melakukannya…” Sooyoung meringis, takut-takut ia menolak menyadari siapa orang yang sedang ia hadapi.

“Apa sekarang kau sudah bosan hidup?! Jika mereka mendapatkanmu, Aku bisa pastikan kau tidak akan pulang dengan utuh” wajah Sooyoung langsung memucat mendengar ancaman Kyuhyun itu, ia sadar itu bukan hanya sekedar ancaman tapi memang benar adanya dan itu bisa terjadi hanya dalam hitungan detik lagi, tapi bagaimana ia bisa melakukannya?? melompat pagar dengan rok pendek?? Di depan Kyuhyun yang jelas-jelas pria? Ia memang memakai short di balik roknya, tapi sangat mini, hanya beberapa senti lebih panjang dari underwearnya, sama sekali tak membantu menutupi aset berharganya dari pandangan pria itu. Dia tentu masih punya akal sehat untuk mempertontonkan aset berharganya itu dengan gratis di hadapan pria asing.

Tapi ia tak punya banyak waktu berpikir barang sejenak dan sama sekali tak menemukan jalan lain, tidak dengan berpikir, atau berdiskusi dengan Kyuhyun, apalagi menelepon Tiffany untuk mendiskusikan jalan keluarnya. Para pria itu semakin mendekat dan bahaya sudah mengambil ancang-ancang menyerangnya.

“Ppalli! Kita tidak punya banyak waktu lagi!” desak Kyuhyun yang kini kembali berlutut, rasa panik Sooyoung membuatnya tak mampu lagi berpikir keras apalagi menolak. Dengan penuh kepasrahan ia menuruti intruksi pria di hadapannya untuk menaiki punggungnya. Dengan kaki bergetar Sooyoung memijakkan kakinya yang masih bersepatu di punggung bidang Kyuhyun lalu kedua tangannya meraih pinggiran atas tembok.

Sooyoung hampir terjatuh ketika tubuhnya bergelantung di pagar, karena kakinya kini tak memiliki pijakan dan tak lagi lagi mampu menjangkau tanah dan tangannya tak cukup kuat mengangkat tubuhnya sendiri. Namun detik berikutnya, tubuhnya menegang ketika dirasakannya seseorang menekan bokongnya dan mendoronganya ke atas hingga dengan cepat dan mudahnya ia mampu mencapai puncak tembok.

“Lompat!!” pekik Kyuhyun, membuyarkan rasa frusrasi Sooyoung. Dengan penuh pertimbangan, gadis itu lalu melompat ke balik tembok yang ternyata merupakan halaman rumah seseorang.

Tak lama kemudian Kyuhyun menyusul dan dalam hitungan detik ia sudah berhasil memasuki halaman yang tampak lengang itu. Tanpa mengatakan sepatah katapun keduanya duduk berdampingan di atas rumput dan menyandarkan tubuh mereka di tembok pagar. Keduanya belum sempat menghembuskan nafas lega ketika suara riuh dari orang-orang brutal itu menyeruak. Dengan reflek Kyuhyun kembali membekap mulut Sooyoung kali ini ia menenggelamkan kepala Sooyoung di dadanya. Lagi-lagi tubuh gadis itu menegang diperlakukan seperti itu oleh sang pentolan sekolah itu tanpa permisi

Suara riuh itu perlahan-lahan menghilang pertanda ketegangan itu telah berakhir. Menyadari hal itu Kyuhyun pun segera melepaskan bekapan serta dekapannya terhadap gadis itu, merasa tugas mulianya telah selesai. Namun entah apa yang terjadi dengan Sooyoung hari itu? kesialan berikutnya melengkapi rentetan kesialannya hari itu. Mereka belum juga melakukan apapun selain bernapas ketika mendapati seekor mahluk buas berjenis bulldog tepat beberapa meter dari hadapan mereka sedang mengerang panjang, ke arah mereka. Kali ini wajah pucat itu tak dimiliki Sooyoung sendiri, melainkan  juga pria yang duduk merapat di sampinnya. Meski terbelenggu oleh rantai yang melingkar di lehernya keduanya tau persis keberadaan anjing tambun itu bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan. Dengan segenap kekuatan yang dimilikinya serta emosi yang telah berapi-api karena seseorang telah mengusik lelapnya, bisa saja mahluk itu memutuskan rantai yang membelenggunya dan menerkam keduanya hidup-hidup.

Mahluk itu bahkan kini menunjukkan gerigi nya yang tajam-tajam dengan ekspresi penuh murka tampak siap mencabik-cabik daging mahluk hidup di hadapannya. Seperti sebelum-sebelumnya tubuh Sooyoung langsung langsung menggigil, tubuhnya menciut merapat ke sisi Kyuhyun. Sedangkan walaupun juga merasakan ketegangan yang sama, namun sebagai lelaki yang sudah terkenal tangguh tentu Kyuhyun tak akan tinggal diam, ia tau anjing itu tak akan membutuhkan banyak waktu untuk mencapainya. Dengan siap ia kembali menuntun Sooyoung berdiri dari duduknya.

“Ayo naik!!” titahnya sambil merendahkan tubuhnya ke arah gadis itu.

“Ppalli… Kita harus keluar secepatnya!” gadis itu lagi-lagi bersikap tidak koperatif dengan hanya diam mematung sibuk dengan pikiran warasanya itu.

“Yyaa!!” Kyuhyun mulai tak sabar menghadapi sikap Sooyoung. Sang anjing tak membiarkan Sooyoung berpikir terlalu lama, mahluk itu menggonggong keras, membuat kedua orang di hadapannya semakin gentar. Kini bahaya yang mengancam mereka tidak hanya terkaman sang anjing, tapi juga sang majikan yang bisa sewaktu-waktu terbangun mendengar suara menggelegar dari piaraannya dan bisa saja menuduh mereka sebagai pencuri atau menembaki mereka tanpa ampun jika ternyata sang majikan punya koleksi senjata api.

Tanpa ingin kompromi lagi, Kyuhyun meraih pinggang Sooyoung dan mengangkat tubuhnya tinggi-tinggi dan lagi-lagi mendorong bokongnya tanpa izin. Tubuh Sooyoung kembali menegang, andai saja ia tidak sadar orang yang menyentuh bagian berharganya itu adalah pimpinan dari para pria sadis yang terkenal seantero sekolahnya, ia pasti sudah menendang wajahnya tanpa ampun.

Dengan cepat Kyuhyun telah membawa tubuh Sooyoung hingga mencapai puncak tembok.
Tapi gadis itu masih takut-takut untuk segera melompat. Sementara Kyuhyun dengan cepat memanjat tembok dan mendahului Sooyoung melompat dan mendaratkan kakinya di tanah. Melihat prilaku lamban dan bodoh gadis itu membuatnya gemas.

“Hei, apa yang kau lihat?! Ayo Cepat lompat!!” geram Kyuhyun,

“Lompatlah! Aku akan menadahimu” ia kini membuka kedua lengannya lebar-lebar bersedia menadahi tubuh Sooyoung. Dengan sikap lambannya, Sooyoung mengambil ancang-ancang agar lompatannya bisa sempurna agar tidak terlalu sakit dan tidak harus ditadahi Kyuhyun. Namun ia tidak sempat melakukan itu semua karena suara menggelegar sang anjing tiba-tiba semakin mengeras dan terdengar begitu dekat di bawahnya. Karena panik tubuh gadis itu goyah dan tanpa kendali terjatuh dari tepi tembok.

Tubuh Kyuhyun segera limbung tertimpa beban seberat 48 kilogram milik Sooyoung. Selanjutnya, wajah gadis itu sontak memerah saat menyadari bahwa tubuhnya sedang menindih tubuh seorang pria dan jarak wajah mereka terlampau dekat hingga tabrakan pandangan tak dapat terhindarkan.

“Enyalah! Kau berat sekali” ucapan datar itu segera saja membuyarkan perasaan berdebar-debar yang hanya dimiliki gadis itu seorang.

Buru-buru Sooyoung menarik diri dan berdiri. Sementara Kyuhyun masih terkapar di tanah, Sooyoung mulai berpikir dan langsung tersadar, ia sadar dirinya sekarang belum aman, mana mungkin ia bisa aman jika masih berada di dekat Kyuhyun, sang psikopat kejam yang terkenal seantero sekolahnya? seorang seiko seperti Kyuhyun mana mungkin menyelamatkan nyawa orang lain jika tanpa alasan? Imajinasi Sooyoung langsung jalan, jangan-jangan Kyuhyun menyelamatkannya dari manusia-manusia brutal itu karena ia sendiri sedang haus darah dan ingin menikmati mangsanya sendirian? Berbekal dengan keyakinannya itu Sooyoung segera mengambil kesempatan untuk segera kabur selagi Kyuhyun masih dengan santainya bangkit dari keterkaparannya.

Diam-diam ia langsung mengambil langkah seribu, lari terbirit-birit semaksimal yang ia mampu. Selama dalam pelariannya tak ia biarkan sekalipun kepalanya menengok, dia begitu yakin dengan anggapan bahwa jika kau hanya terus berlari dengan terus menatap ke depan tanpa memperdulikan lawanmu, maka tidak akan ada yang bisa menandingimu. Gadis itu mempunyai tekad membaja bahwa walaupun ia harus mati sekarang, setidaknya ia akan mati dengan terhormat karena telah memperjuangkan hidupnya hingga titik darah penghabisan.

Namun sepertinya Tuhan berkata lain, hukum alam tidak pernah berubah bahwa kekuatan fisik wanita akan selalu lebih kecil dari pria. Tidak butuh waktu dan tenaga yang banyak bagi Kyuhyun untuk bisa mendapatkan gadis itu. Langkah seribu Sooyoung segera dihentikan oleh Kyuhyun dengan menarik kerah belakang baju seragamnya.

Beberapa saat Sooyoung hanya bisa berlari di tempat lalu terpaksa harus bersikap pasrah, kali ini ia tidak menemukan jalan keluar lagi, mungkin ini memang sudah saat-saat terakhir mendekati kematiannya. Setelah yakin Sooyoung takkan kemana-mana, Kyuhyun pun melepaskan kerah baju gadis itu lalu melangkah maju menghadap Sooyoung. Takut-takut Sooyoung hanya bisa tertunduk, ia sama sekali tak punya nyali menatap wajah pria di hadapannya. Maka ia sama sekali tidak tau apa yang sedang tergambar di wajah Kyuhyun kini, malah jauh dari kata seram, ia malah tersenyum geli menahan tawa melihat tingkah ketakutan yang diperlihatkan Sooyoung.

“Yya! Kau tidak dengar ya sejak tadi aku memanggilmu?” tanyanya lembut namun membuat Sooyoung malah semakin menciut.

“Heehh?? Ss.. Sun-bae-nim, ma-af a…ku tidak dengar” jawabnya tergagap. Dan ketakutan Sooyoung itu membuat Kyuhyun semakin tergelitik untuk memanfaatkannya sebagai hiburan.

“Aku sudah menyelematkanmu, apakah kau tidak tau caranya berterima kasih?” Kyuhyun mempertajam suaranya.

“Aku minta maaf sunbae-nim! terima kasih banyak atas pertolongannya, kk-kau boleh minta apa saja sebagai hadiah, a… Aku akan berusaha memenuhinya” Sooyoung menggigit bibir bawahnya kenapa dia harus mengatakan hal berlebihan itu? Bagaimana kalau Kyuhyun meminta nyawanya?

“Ayo… Ku antar kau pulang” Sooyoung yang sejak tadi menundukkan wajah sejenak menengadah tak percaya, ia hanya mendapati wajah Kyuhyun menatapnya tanpa ekspresi. Namun kembali ia menunduk, khawatir itu adalah sebuah kesalahan.

“Palli kajja… Tidak baik seorang gadis berjalan sendirian malam-malam di tempat seperti ini” ajaknya kini sambil meraih pergelangan tangan Sooyoung dan menariknya lagi-lagi, tanpa izin. Selama dalam perjalanan menuju rumahnya, Sooyoung seperti sapi yang dicocok hidungnya, pasrah. Meski ia belum percaya 100 persen bahwa dirinya sudah terlepas dari jeratan maut.

“Kamsha hamnida… Sunbae-nim” pelan Sooyoung sambil membungkuk ketika telah tiba di depan rumahnya.

“Masuklah” singkat Kyuhyun. Sooyoung sekali lagi membungkuk lemah, lalu dengan ragu membuka pagar rumahnya dan dengan langkah gontai masuk rumah, ia masih belum yakin dengan tingkah pria itu. Dan tanpa berucap lagi Kyuhyun-pun langsung beranjak, baru beberapa saat pria itu pergi Sooyoung baru berani menoleh ke arahnya, yang tampak kini hanya punggungnya yang perlahan tampak mengecil dan menghilang di balik tikungan.

Sooyoung akhirnya dapat dengan yakin menghembuskan nafas leganya. Namun pula ada rasa heran dan bingung terhadap prilaku heroik Kyuhyun yang sangat amat jauh dari perkiraan dan anggapannya selama ini, dan tentu saja sangat berbeda dengan prilakunya di sekolah selama ini yang membuatnya selalu berdoa dalam hati agar tidak berurusan dengannya seumur hidup.

Yaa… Jika memandang fisik Kyuhyun, ia sama sekali tak berbahaya. Gadis normal manapun pasti mengakuinya, tubuh Kyuhyun cukup proporsional, dengan tinggi badan 180cm, dan berat 65 kg, orang yang baru mengenalnya tak sedikit yang mengira bahwa ia adalah seorang ulzzang atau dia sangat pantas jadi seorang idol, itulah yang membuat banyak gadis buta dalam pesona Kyuhyun, tak perduli keganasan dan predikat buruk yang disandangnya, terlebih lagi keganasan Kyuhyun itu hanya berlaku bagi pria, bukan gadis, meski tak ada satupun yang membuatnya tertarik, namun Kyuhyun tak pernah melarang tidak juga menggubris gadis manapun yang datang padanya, tak apa jika mereka ingin mengikuti kemanapun ia pergi ataupun merangkul dan menggandengnya dengan bebas asal jangan mencium saja, sikap Kyuhyun itu memberikan secerca harapan bagi para gadis dan mereka tak segan mengaku pacaran dengan Kyuhyun ke semua orang, itu juga masih diterima Kyuhyun dengan santai, ia sama sekali tak peduli anggapan orang, meski ia sama sekali tak tertarik dengan tawaran cinta dari gadis-gadis cantik yang berseliweran di hadapannya. Itulah kenapa selain mendapat predikat sebagai seorang psikopat dia juga juga terkenal playboy di seantero sekolah.

Namun pikiran Sooyoung berbalik 180 derajad dari gadis lainnya, ia benar-benar tak peduli seberapa tampan dan berkarismanya seorang Cho Kyuhyun, selama ini ia memandang Kyuhyun seperti seekor harimau yang tampak manis dan berbulu cantik namun ganas dan bisa saja mencabik-cabik dagingnya sewaktu-waktu.

Anggapan Sooyoung itu juga sama sekali tidak bisa disalahkan dan tidak berlebihan, seluruh sekolah sudah tau catatan hitam Kyuhyun, bahkan para guru dan kepala sekolah sekalipun tak ada yang mampu berkutik menghadapi Kyuhyun, bukan karena dia adalah anak dari donatur terbesar sekolah, tapi hukuman, skorsing apalagi hanya omelan tak akan mempan dengannya apalagi menghentikannya. Kekacauan demi kekacauan yang dilakukan Kyuhyun selama ini sudah menjadi santapan sehari-hari SMA Dongguk, yang selalu membuat bulu kuduk merinding walau hanya mendengar ceritanya saja apa lagi melihatnya secara langsung.

Sooyoung termasuk orang yang melihat keganasan Kyuhyun secara langsung, dimana suatu ketika saat ia sedang pulang sendirian dari sekolah ia mendapati Kyuhyun bersama teman-temannya sedang mencegat seorang junior seangkatan Sooyoung bersama pacarnya, Kyuhyun menarik paksa gadis diboncengan calon korbannya itu lalu membawanya ke suatu tempat entah kemana, yang jelas itu bukan tempat yang baik, sementara sang pria dicegat oleh dua orang temannya. Sooyoung yang bersembunyi mematung di balik pohon terbelalak ketika Kyuhyun kembali tanpa gadis itu lagi, Sooyoung curiga ia telah menghabisinya terlebih dahulu dan membuangnya ke dalam sumur lalu kembali lagi untuk menghabisi pacarnya. Lalu di depan mata kepalanya, Kyuhyun tampak seperti orang kesetanan menghajar habis-habisan pria yang sama sekali tampak tak berdaya sementara kedua temannya hanya menontonnya dengan tatapan datar, tatapan seorang psikopat yang kejam. Sementara tanpa mereka sadari mereka telah membuat seorang gadis langsung terserang demam tinggi, bagaimana tidak? sebagai anak yang tumbuh di keluarga baik-baik dan harmonis. Hari-harinya dipenuhi dengan kasih sayang kedua orang tua dan kakaknya, Sooyoung benar-benar shock menyaksikan hal paling sadis yang pernah ia lihat selama hidupnya.

Bahkan keesokan harinya, pria yang dipukuli Kyuhyun habis-habisan itu tak tampak lagi di sekolah, seantero sekolah yang jelas-jelas tak tahu-menahu soal kejadian pemukulan itu menganggap pria bernama Kim Jonghyuk itu menghilang secara misterius. Sebagai saksi mata, Sooyoung adalah satu-satunya yang beranggapan bahwa sang korban mungkin telah mati, dan mayatnya telah dibuang ke sungai atau paling tidak fisiknya telah cacat. .

Sejak saat itu Sooyoung benar-benar ketakutan dan mendadak pucat, berkeringat dingin saat melihat Kyuhyun dan kawanannya, tentu saja ia tidak akan pernah melupakan kejadian itu sampai kapanpun. Namun setelah sekian lama, setelah pertolongan tanpa pamrih yang ia dapatkan dari Kyuhyun, Sooyoung dilanda keraguan, siapa sebenarnya Cho Kyuhyun? bagaimana sebenarnya rupa aslinya? Hah… Dia benar tidak tau, bahkan tak ada satupun yang tau.

***

“Choi Sooyoung” itu adalah nama yang tertera di kartu pelajar yang kini ada di dalam genggaman TOP lengkap dengan tanggal lahir, alamat rumah, dan alamat sekolah. Senyumnya tersungging menatap photo pas seorang gadis manis berambut panjang yang terpampang di sana. Sempurna! Data-data itu akan memudahkannya mendapatkan gadis itu.

Tapi kemudian batin pria yang bernama asli Choi Seunghyun dan akrab dipanggil TOP itu, bertanya-tanya siapa gadis itu? Kenapa tiba-tiba muncul ditengah-tengah tawuran? Dan kenapa Kyuhyun sang pentolan sekolah yang terkenal sadis itu rela meninggalkan ‘medan perang’ demi menyelamatkan seorang gadis? Dari seragam, lengkap dengan data diri yang ada di kartu pelajarnya, gadis itu jelas adalah siswa dari sekolah yang sama dengan Kyuhyun.

Sekilas tindakannya tadi malam meninggalkan medan perang demi menyelamatkan gadis yang sama tidak ada bedanya dengan yang dilakukan Kyuhyun, dan jika ada yang tau itu, maka orang-orang pasti juga akan mempertanyakan kenapa TOP yang memiliki posisi yang sama dalam hirarki gengster sekolahnya seperti Kyuhyun yakni pentolan sekolah, rela mangkal dari tanggung jawabnya sebagai panglima perang demi menyelamatkan seorang gadis, apalagi gadis yang berasal dari sekolah musuh bebuyutannya?. Tapi tidak! Dia jelas berbeda dengan Kyuhyun, dia tau persis apa yang ia lakukan. Alasan yang paling tepat baginya adalah, pantang bagi seorang TOP Choi untuk melibatkan seorang gadis ke arena mematikan yang selalu mereka lakukan hampir setiap bulan itu, dia masih punya jiwa ksatria untuk melibatkan orang yang tidak berdaya. Tapi alasan itu jelas tidak akan pernah terlintas dalam benak Cho Kyuhyun, musuhnya itu sama sekali tak punya hati untuk orang lain, ia tau persis betapa kejamnya Kyuhyun setelah apa yang ia lakukan pada adik tersanyangnya yang menghancurkan hidup adik perempuannya juga dirinya, hingg akhirnya menjadi dendam abadinya yang tak akan pernah usai sampai ia berhasil menghancurkan hidup Kyuhyun sehancur-hancurnya hingga ia mengiba dan menangis darah di bawah kakinya.

Maka merupakan hal yang cukup aneh baginya jika Kyuhyun melakukan perbuatan mulia itu, tidak juga hanya karena gadis itu adalah juniornya. Hal yang paling masuk akal Kyuhyun melakukan hal itu adalah karena gadis itu mungkin benar-benar berarti baginya, dia mungkin punya suatu hubungan dengan gadis itu, tidak menutup kemungkinan gadis itu adalah salah satu kelemahan Kyuhyun. Jika itu yang terjadi, maka TOP sudah punya cara yang benar-benar brilian untuk menghancurkan musuh besarnya itu, tentu saja melalui si gadis.

Seseorang kemudian masuk ke kamarnya tanpa mengetuk, tanpa permisi pula, namun TOP sama sekali tak terusik dengan kahadirannya, dia adalah Lee Jonghyun, sahabat sekaligus antek setianya. Lagi-lagi tanpa dipersilahkan Jonghyun berjalan masuk dan duduk di pinggir ranjang tepat di sebelah TOP.

“Apa ini?” tanyanya langsung menyambar kartu di genggaman TOP

“Choi Sooyoung. Siswa SMA Dongguk musuh kita? Manis juga! Bagaimana jika kita menjadikannya sandera?! Lumayan sebagai hiburan” pikiran Joghyun terlalu sederhana, ia pikir gadis itu adalah siswa dari sekolah Kyuhyun maka gadis itu bisa dijadikan alat.

“Kedde… Itu yang sedang kupikirkan saat ini” jawab TOP tanpa menengok ke arah Jonghyun, ia tidak perlu menceritakan apa yang sebenarnya ia pikirkan.

“Kalau begitu, kapan kita akan menculiknya?” Jonghyun antusias.

“Anny… Tidak perlu, kita tidak perlu melakukan hal serendah itu, itu akan menjadi urusanku”

****

Kantin SMA Dongguk

Mood Sooyoung hari ini benar-benar buruk, ia memikirkan nasib tas beserta isinya yang tertinggal bersama pria semalam, tentu saja ia tak memikirkan uang yang tertinggal di dalam dompetnya karena uangnya benar-benar uang sakunya yang jumlahnya standar pelajar. Ia hanya berpikir kehilangan tas akan membuatnya kerepotan, karena harus mengurus dan seluruh surat-surat berharga di dalam dompet serta buku-bukunya, dan yang terpenting lagi adalah dompet kesayangannya yang merupakan hadiah ulang tahunnya yang ke-17 dari ayahnya.

Ia sama sekali tak memiliki selera makan siang ini, setelah puas dengan 2 suapan spaghetti, gadis itu hanya sibuk mengaduk-aduk spaghetti nya tanpa selera. Tiffany dan Taeyeon, si kembar yang tidak terlalu identik namun memiliki selera fashion yang sangat identik itu menatap bingung sahabat mereka itu.

“Yya! Berikan padaku jika kau sudah tak menginginkannya” tegur Taeyeon akhirnya, tanpa berkata apapun Sooyoung dengan sukarela memberikan sisa makan siangnya.

“Ada apa denganmu? Sejak tadi kau tampak murung?” tanya Tiffany bijak.

“Itu… Aku harus membuat ulang kartu pelajarku” jawabnya lemah.

“Kenapa? Kartu pelajarmu hilang?”

“Dompetku hilang” Sooyoung jujur walau hanya bagian itu saja, dia berniat tidak ingin menceritakan kejadia aneh semalam kepada sahabat-sahabatnya itu.

“Eeii… Keteledoranmu tidak pernah berubah” Omel Taeyeon, namun Sooyoung segera mengabaikannya ketika matanya menangkap sesosok yang tiba-tiba sering muncul dipikirannya, membuat ia seperti tersengat dan mendadak menggigil.

“Kalian sudah selesai makan kan? Apa kalian bersedia bergantian meja makan dengan kami?” tanya Changmin terdengar ramah kepada dua orang di hadapannya, namun wajahnya sama sekali tidak memancarkan aura keramahan, melainkan aura mencekam lebih tepatnya mengancam.

“Ahh… Tidak usah, lebih baik kita makan bersama saja, biar lebih akrab” Minho duduk diantara keduanya dan merangkul bahu mereka.

Ryewook dan Sunny, teman sekelas Sooyoung dari kalangan anak-anak pintar dan berprilaku baik yang sedang duduk anteng dan belum menyelesaikan makan siang mereka, spontan berdiri dan memilih jalan damai dengan segera kabur dari hadapan para psikopat itu. Ketiganya pun duduk dengan tenang tanpa perasaan bersalah sama sekali dan mulai menyantap makanan mereka.

Sooyoung terperangah melihat aksi ketiga orang itu, ia benar-benar tidak mengerti prilaku Kyuhyun sama sekali belum berubah, Kyuhyun yang saat ini ia lihat dan yang tadi malam ia dengar sungguh jauh berbeda, dia yang tadi malam benar-benar seperti orang lain. Ataukah semalam itu tidak nyata? Apakag kejadian semalam itu hanyalah mimpi. Gadis itu lebih tersengat lagi ketika Kyuhyun yang duduk di seberang sana dengan posisi berhadapan dengannya mengalihkan pandangan ke arahnya.

Dengan panik Sooyoung berusaha menyembunyikan wajahnya dengan buru-buru meraih kembali spaghettinya dari hadapan Taeyeon, lalu memakannya dengan membabi buta, ia benar-benar memenuhi mulutnya dengan gulungan spaghetti, Taeyeon dan Tiffany hanya bisa terperangah bingung melihat aksi Sooyoung.

“Uhuk! Uhuk!!” Sooyoung terbatuk-batuk sambil mengisyaratkan minta air, karena air yang ia miliki sendiri telah habis sejak tadi karena ia hanya mampu minum air sebagai pelampiasan rasa tidak napsu makannya. kedua sahabatnya yang masih terbengong-bengong tak sigap mengambilkannya, segara saja diraihnya minuman dingin milik Tiffany dan meneguknya dengan cepat.

“Yyaa!! Ada apa denganmu? Apakah kau belum minum obatmu?!” ejek Tiffany.

“Iyaa.. Kau benar-benar seperti orang kesurupan” Sooyoung tak menjawab pertanyaan Taeyeon malah melundungi wajahnya dengan telapak tangannya sambil menunduk.

Namun usahanya benar-benar sia-sia, ditengah-tengah desakan dari si kembar, wajah Sooyoung sontak memucat, karena walaupun sudah berusaha menyembunyikan dirinya mati-matian Kyuhyun tetap saja mampu mendeteksi dirinya bahkan kini sudah berada dekat tepat di hadapannya.

Kyuhyun bahkan kini duduk dibangku kosong sebelah Sooyoung. Rasa terkejut itu kini tak hanya milik Sooyoung sendiri, tapi juga Taeyeon dan Tiffany yang sempat dibingungkan dengan tingkah Sooyoung, bahkan kini seisi kantin yang mendadak jadi hening. Bagaimana tidak? Tidak biasanya Kyuhyun mendatangi seorang gadis, kalau seorang Kyuhyun didatangi gadis sudah tentu sangat biasa, tapi jika Kyuhyun yang mendatangi seorang itu baru luar biasa. Semua orang kompak berpikiran bahwa Sooyoung adalah mangsa baru sekaligus korban wanita pertama yang dibidik Kyuhyun.

Namun hal yang benar-benar di luar dugaan kembali terjadi.

“Hai…” ucapnya sambil memasang senyumnya yang sangat jarang tapi sangat manis. Sooyoung luar biasa kaget namun juga belum bisa menutupi rasa takutnya.

Kyuhyun tiba-tiba merangkul pundak Sooyoung dan membuat keterkejutan semua orang samakin bertambah.

“Kau… Gadis yang semalam itu kan?” tanyanya kemudian, Sooyoung reflek mengangguk cepat.

“Heefftt… Semalam itu, benar-benar menantang, dan itu membuatku sangat lelah. Aku yakin kau juga pasti sangat lelah kan?” pernyataan mengejutkan Kyuhyun itu sontak mengubah rasa khawatir setiap orang menjadi rasa kaget yang luar biasa. Lagi-lagi semua orang dengan kompak menyimpulkan satu hal dalam benak mereka. Sooyoung dan Kyuhyun menghabiskan malam bersama?

TBC

Teaser Part 2

“Aku datang ke sini untuk mengembalikan tasmu…” (TOP)

“Eehh, mi-miann… A… Aku me-ngaku sa-lah, to..tolong maafkan aku, jangan apa-apakan aku!” (Sooyoung)

“Namanya Choi Sooyoung” (Changmin)

“C..choi Soo-Young” (Wajah Kyuhyun memucat, nama itu cukup membuatnya tersentak, nama itu adalah nama yang sama persis dengan seseorang yang telah hilang dari hidupnya)

From : 07xxxx

Mereka ada bersama kami (Lengkap dengan poto Sooyoung, Tiffany dan Taeyeon bersama TOP geng)

“Sial!” (Kyuhyun panik dan langsung bergegas pergi)

“Kalau kau mau mereka lolos tanpa tergores sedikitpun, kau harus berlutut dan mencium kakiku sekarang juga!” (TOP)

Kyuhyun berlutut pasrah.

“Mulai sekarang kau harus selalu bersamaku, karena kau adalah pacarku” Kyuhyun merangkul Sooyoung.

“Andwee!” Jerit Sooyoung.

Advertisements

81 thoughts on “Two Moons (Part 1)

  1. OMO OMO! #nyanyi lagu magic
    keren banget gila walopun pas scene tawurannya aku kurang bisa mencerna sih gara2 menurutku agak terbelit-belit gitu ato akune yang oon -.- tapi aku akui INI KECE GILA! Author kudu bikin next partnya dengan cepat! Jangan lebih dari seminggu xxx~ keep writing min ini ff yg masuk list THE BEST ku loh hahaha

  2. Ihhhh sumpah kren bnget… nextnya di tnggu banget… aigo kyu you are so wowww… next di tnggu… harap cpat yah nice ff

  3. Omegat omegat… kyu jadi pentolan gengster saiko.. duh keren banget nih pasti.. gasabar nih nunggu part 2.. ko bisa soo itu org yg hlg dri hidupnya kyu?? Ahh lanjut ya.. daebak nih.. ditunggu ya..

  4. Annyeong, aku dah baca ff ini dr kmarin, tapi syangnya signal lgi ngambek, jadi aku baru komen sekarang. Seru nih dang sungguh menanti kelanjutannya, gaya penulisan authornim cukup rapih, jujur dan aku sangat nyaman membacanya. Dilanjut thor-nim, penasaran bgt sma romantika kyuyoung di ff ini, gomawo.

  5. wow kren certanya..
    kyu sama seunghyun jdi ketua geng di skolah msing msing..
    knpa mreka bisa smpe jdi msuh bebuyutan..
    soo kocak bgt pas malam tawuran..
    hhaha
    next

  6. Suka bngt sma crita ini
    Kyu kata”nya ambigu bngt
    Soo takut bngt kyknya sma kyu, pdhal dy kan ganteng
    Adknya TOP diapain kyu ya?
    Penasrn sma next.a apa soo itu prnh jadi mass lalunya kyu
    Kyuyoung kocak bngt pas mau nyelamatin diri dri gengnya TOp
    Ditunggu next.a

  7. disini kyuu jadi anak yg suka berkelahi yaa? Waduh syoo diselamatin sama kyuu tpi syoonya malah ketakutan gitu… Kocak liat mukanya syoo yg ketakutan setiap da kyuuu… 🙂

  8. Ya bner itu klau tayeon di bilang mirip ma tifany.. awal2 q yg gk bisa membedakan tayeon ma tifani!! Knp sooyoung tiba2 muncul di situ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s