Two Moons (Part 2)


image

Title.           : Two Moons
Main Cast  :
SuJu Kyuhyun as
Cho Kyuhyun & Cho Soohyun
SNSD Sooyoung
As Choi Sooyoung
Big Bang TOP
As TOP or Choi Seunghyun
Genre        : Remaja
Part.          : Depend

****

“Heefftt… Semalam itu, benar-benar menantang, dan itu membuatku sangat lelah. Aku yakin kau juga pasti sangat lelah kan?,” Ucapan Kyuhyun yang terdengar sangat ambigu itu jelas mengundang pikiran dari setiap kepala yang semuanya sepakat mengarah kepada pikiran ‘kotor’. Yaa… Tentu saja mereka berpikiran seperti itu tak semata-mata karena pikiran mereka memang kotor, namun orang dewasa manapun yang mendengarnya pasti juga hanya akan mengambil satu macam kesimpulan mengenai maksud dari pengakuan itu bahwa dua orang yang selama ini tak pernah terlibat dalam satu frame apapun itu telah menghabiskan malam bersama,

Terlebih lagi yang mengucapkan pengakuan itu adalah seorang Cho Kyuhyun. Seseorang yang selama ini lebih banyak bertindak daripada berbicara, namun sekali dia mengeluarkan suara sesuatu yang dahsyat akan segera terjadi. Yaa… Sulit untuk tak mempercayai kata-kata pemuda itu, semua orang tau betul Kyuhyun tak pernah main-main dengan ucapannya. Sudah tercetak tebal dalam memori setiap orang bagaimana setiap kali ia mengatakan sesuatu seperti mengancam akan memberikan pelajaran pada seseorang yang dianggapnya mengusiknya, maka bisa dipastikan orang itu benar-benar akan mendapatkan masalah besar minimal babak belur.

Semua orang kemudian semakin mempercayainya ketika mendapatkan bukti autentik kenekatan dan kekonsistenan Kyuhyun terhadap kata-katanya, pada suatu ketika Cha Sajangnim, seorang guru bahasa Inggris yang kekesalannya sudah memuncak dengan ulah Kyuhyun yang enggan mengucapkan bahasa Inggris di English Class nya, ia lalu mengusir Kyuhyun dan melarangnya masuk kelas di setiap jam pelajarannya, kecuali Kyuhyun masuk melalui jendela.

Dan dengan gagah berani, Kyuhyun menyetujui tantangan itu, namun tentu saja ancaman Cha Sajangnim itu tak sungguh-sungguh, dan dia sama sekali tak percaya Kyuhyun sanggup melakukannya. Yang terpenting kelasnya bisa lebih tenang tanpa kehadiran hama perusak bernama Cho Kyuhyun itu. Dan ia yakin betul men-skor Kyuhyun dengan syarat aneh adalah hukuman yang paling tepat untuk siswa pengacau namun sangat kritis seperti Kyuhyun. Dan keyakinannya begitu besar Kyuhyun tak akan mampu memenuhi syarat yang maha berat itu, kecuali dia benar-benar sudah gila untuk membiarkan kepalanya pecah atau minimal tulangnya patah menimpa atap dan aspal di bawahnya.

Namun Kyuhyun benar-benar membuktikan kepada sang guru bahwa betapa gilanya dirinya. Pada mata pelajaran Cha Sajangnim selanjutnya, wanita tambun itu dibuat terbelalak maksimal sebelum kemudian akhirnya pingsan. Ketika di tengah keseriusan dan ketenanganya mengajar, terdengar suara ketukan dari balik jendela. Dengan rasa penasaran namun tak berpikir terlalu jauh, ia membuka jendelanya, matanya  kontan terbelalak sempurna ketika  mendapati Kyuhyun tiba-tiba muncul dari balik jendela, dan mengetahui kenyataan bahwa Kyuhyun telah memanjat tembok setinggi 14 meter menuju kelasnya yang ada di lantai 3 tanpa menggunakan sehelaipun tali penyangga, membuat wanita lajang 42 tahun itu kehilangan logikanya hingga kemudian pingsan.

Tak hanya Cha Sajangnim, seluruh siswa di kelas yang saat itu menyaksikan kejadian ajaib itu, merasakan takjup luar biasa meski tak seberlebihan Cha Sajangnim. Berita tentang aksi spiderman Kyuhyun itu pun dengan cepatnya menyebar di seantero sekolah, kemudian melegenda dan semakin mengukuhkan eksistensi dan pangkat seorang Cho Kyuhyun dalam puncak piramida hirarki SMA Dongguk. Sejak saat itu, semua orang percaya bahwa setiap ucapan Kyuhyun adalah sebuah keniscayaan dan mutlak.

Maka mempercayai ucapan Kyuhyun kali ini sama sekali bukan sesuatu yang bisa disalahkan. Walaupun terdengar ambigu dan pada kenyataannya hanyalah bualan semata, tetap saja semua orang menganggap ucapannya itu adalah sesuatu yang nyata dan jelas adanya.

Sementara semua orang sudah mulai mempercayai bualan Kyuhyun, Sooyoung sebagai pihak yang paling dirugikan hanya bisa pasrah, ia tentu juga tak mengerti maksud Kyuhyun mengatakan ucapan sepotong-sepotong yang sarat akan propaganda itu, kaget, malu, frustasi? itu sudah pasti, ditambah lagi rasa takutnya yang belum lenyap, membuat gadis itu hanya bisa meringis menahan tangis. Meski batinnya menjerit dan meronta, tapi ia sama sekali tak bisa berkata apalagi berbuat apapun.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke berbagai arah, ke semua orang yang ada di kantin yang mendadak menghening dan sibuk menonton adegan itu, pikiran jahil muncul dalam benaknya, ia sama sekali tidak terganggu dengan tatapan-tatapan ‘kepo’ itu, namun Kyuhyun rasa tidak ada salahnya sedikit memberi pelajaran kepada para manusia yang selalu ingin tau urusan orang lain.

“Chingudeul kenapa diam? Apa ada yang ingin disampaikan padaku?!,” teguran Kyuhyun yang terdengar ramah dengan ekspresi wajahnya yang juga sama sekali tak terlihat menakutkan, namun tidak lantas membuat orang merasa aman, justru semua orang tau itu adalah sebuah ancaman yang berbahaya yang tidak bisa mereka abaikan, sontak mereka langsung menyibukkan diri dengan aktifitas semula bahkan Taeyeon dan Tiffany juga kembali bercokol pada makan siang mereka yang sempat terhenti, bertingkah seolah-olah tak terjadi apa-apa. Perhatian Kyuhyun kini kembali pada gadis yang bahkan sebenarnya namanya pun belum ia ketahui itu.

“Baiklah… Aku pergi sekarang, aku tau setelah kejadian semalam kau pasti tidak rela jauh-jauh dariku. Tapi aku benar-benar harus pergi sekarang, mungkin kita bisa bertemu lagi di malam-malam selanjutnya” Ucap pemuda itu lalu berdiri, terakhir ia membelai puncak kepala Sooyoung, membuat gadis itu bergidik geli dan juga ngeri, sebelum kemudian akhirnya dia benar-benar pergi.

Sementara itu, Taeyeon dan Tiffany hanya bisa bertukar pandang antara percaya dan tak percaya dengan apa yang barusan mereka dengar. Sooyoung akan benar-benar menangis sekarang, sementara si kembar kini menatap Sooyoung dengan tatapan minta penjelasan, namun mereka belum bisa bertanya hal itu sekarang mengingat sang monster masih berada di kantin yang sama.

****

“Yya Choi Sooyoung! kau berhutang penjelasan pada kami!!” Pekik Taeyeon tanpa basa-basi ia benar-benar mengabaikan etika dalam menelepon bahwa seseorang harus mengucapkan salam dahulu minimal ‘Hallo’ atau ‘Yeoboseyo’ saat menelepon, tepat ketika Sooyoung menempelkan HP nya di telinganya dan baru akan mengucapkan ‘halo’. Kakak kembar Tiffany itu kesal karena seharian di sekolah Sooyoung hanya diam saja, hingga begitu sulit bagi mereka untuk bertanya dan memuaskan rasa ingin tau mereka. Kedua gadis kembar yang sangat identik dengan warna pink itu kini duduk merapatkan telinga mereka di atas satu HP dan me-load speakernya hingga keduanya bisa sama-sama tau apa yang dibicarakan Sooyoung.

“Ck! Yya!! Kau baru saja memecahkan telingaku, Babo” Sooyoung kesal. Namun walau hanya dari telepon, keduanya tau suasana hati gadis itu sudah membaik, sudah saatnya mereka melakukan introgasi eksklusif.

“Kenapa kau tak memberitahu kami yang sebenarnya kalau selama ini kau jatuh cinta pada Kyuhyun sunbae-nim? Kau pikir kami ini sahabat macam apa? walaupun kami sedih kau ternyata jatuh cinta pada seekor monster kami tidak akan menghalangimu jika itu akan membuatmu bahagia, meski kami tau kebahagiaan itu benar-benar sementara” Taeyeon begitu berusaha bersikap sangat bijak, pengertian dan perhatian meski jelas-jelas itu salah kaprah dan benar-benar sok tau. Sooyoung hanya memutar bola matanya malas.

“Ck! Kau ini, sok sekali melarang aku berhubungan dengan gengster itu, kau sendiri malah berhubungan dengan biangnya! Aku tau, kau melarangku untuk dekat dengan Changmin Oppa karena kau takut kami tau kau berhubungan dengan Kyuhyun Sunbae? Iya kan?” Tiffany lebih sok tau lagi, membuat Sooyoung semakin tidak mood untuk menjelaskan apapun. Namun ia memang harus menjelaskan semuanya sebelum pikiran dua gadis itu semakin liar tak terkendali, belum sempat ia mengatakan apapun Taeyeon lagi-lagi menyerocos mengumandangkan aksi sok taunya.

“Soal…. One Night Stand itu… Apakah benar?” kali ini Taeyeon berbicara pelan-pelan.

“ANNIYA!!” Sooyoung memekik, kali ini Taeyeon dan Tiffany yang terlonjak kaget.

“Apakah kau pikir aku sudah gila, Eoh? Apakah aku kelihatan jatuh cinta pada mahluk itu?”

“Lalu??”

Sooyoung menceritakan semua kejadian yang terjadi semalam dan ketidak-mengertiannya dengan sikap propagandis Kyuhyun minus pertemuannya dengan TOP.

“Woaahh… Jinjja?! Kyuhyun sunbae romantis sekali! Dia seperti pangeran di dalam negeri dongeng saja. Jika ada yang melakukan itu padaku aku pasti akan benar-benar bahagia, Happily Ever After!” Taeyeon sibuk dengan khayalannya sendiri.

“Csh! Berhentilah mengkhayal, aku tidak perduli dengan aksi kepangeranannya itu jika akhirnya akan seperti ini!”

“jangan-jangan dia benar-benar menyukaimu, Soo? Selama ini mungkin dia adalah pengagum rahasiamu yang selalu mengabadikan potomu secara diam-diam, apakah kau sering menemukan setangkai bunga mawar atau coklat di lockermu?” Taeyeon meneruskan imajinasi liarnya, tak perduli sahabatnya di seberang sana sudah ingin muntah karena khayalan picisannya itu

“YYA! Kau kebanyakan menonton drama, kembalilah ke dunia nyata!” Sooyoung kesal.

“Kalau begitu, Sepertinya Benar! Jangan-jangan Kau adalah mangsa berikutnya Soo?” Tiffany terbelalak menyimpulkan.

“Memangnya apa yang aku lakukan padanya sampai dia harus membenciku?!,” kali ini Sooyoung menanggapi karena pendapat Tiffany sedikit lebih masuk akal daripada pendapat saudara kembarnya.

“Mmmhh… Mungkin dia tidak suka penampilanmu! Kau merusak pemandangan di sekolah, kkkkkk” keduanya terkekeh geli

“YYAA! Kalau menyangkut penampilan, justru penampilan kalianlah yang paling mengganggu pemandangan, alam yang hijau menyegarkan mata ini, semua jadi terlihat pink jika ada kalian!!” Sooyoung kesal, kedua gadis kembar itu semakin terkekeh.

Di tengah percakapan itu, sebuah panggilan masuk di HP Sooyoung.
“Sudah dulu ya, ada yang menelepon, nanti aku hubungi lagi” Click,  Sooyoung memutuskan sambungan telepon duo TaeTi tanpa menunggu jawaban dari mereka. Ia lalu melihat ke layar HP nya kini berdering. Tampak di sana nomor yang tidak di kenal. Sontak Sooyoung langsung menyingkirkan HPnya dari genggamannya, melihat nomor baru itu, pikiran Sooyoung langsung terarah ke satu nama ‘Cho Kyuhyun’.

HP itu terus mengumandangkan deringan kedua dan ketiga nya, namun Sooyoung sama sekali enggan mengangkat bahkan menyentuhnya, tak terpikirkan olehnya tentang kemungkinan orang lain yang meneleponnya selain Kyuhyun, sikap Kyuhyun tadi siang di sekolah sudah menjadikan dirinya sebagai teror bagi Sooyoung. Setelah beberapa panggilan tak terjawab masuk, hp itu sepertinya menyerah dan berhenti berdering. Sooyoung hampir lega, namun tak bertahan lama, semenit kemudian ia lagi-lagi dibuat tersentak dengan sebuah deringan singkat, dering SMS.

Takut-takut ia meraih hp nya kembali, ia sudah memutuskan untuk membacanya.

From; 078xxxx
Anyeong Sooyoung-ssi. Perkenalkan ini Choi Seughyun. Senang berkenalan denganmu 🙂

Sooyoung menyipitkan matanya, rasa deg-degan itu berubah menjadi rasa bingung juga penasaran. Choi Seunghyun? Nuguya? Marga mereka sama, tapi Dia tidak merasa memiliki sepupu apalagi saudara bernama Choi Seunghyun? Dahi Sooyoung semakin mengkerut ketika mendapat sms susulan dari nomor yang sama.

Besok pagi aku akan menjemputmu

Setelah mendapatkan sms aneh itu, Sooyoung akhirnya bisa bernapas lega, sms itu jelas bukan dari Kyuhyun, ia tau orang seperti Kyuhyun bukan orang yang suka berbasa-basi apalagi sok misterius, kenapa pula dia harus berbasa-basi jika dia bisa berbuat apa saja tanpa peduli dengan perasaan orang lain? Sikapnya tadi siang sudah menjelaskan dengan sejelas-jelasnya siapa diri Kyuhyun. Akhirnya gadis itu memilih mengabaikan sms tak jelas itu. Seseorang mungkin sudah salah sambung, atau mungkin juga sedang mengerjainya.

Ia hempaskan tubuhnya di kasur empuknya, ia hembuskan nafasnya lepas-lepas, malam ini ia mungkin bisa tertidur lelap. Ia anggap semuanya telah berlalu, mungkin ia terlalu berlebihan menanggapi sikap Kyuhyun. Kejadian kemarin malam dan tadi siang mungkin karena itu adalah hari sialnya, atau mungkin pertemuan dengan Kyuhyun hanyalah mimpi dan ia sudah bangun dari mimpinya itu.

****

Pagi ini Sooyoung bangun dengan hati yang ringan seperti biasanya, tanpa beban. Setelah sarapan, ia mohon diri kepada orang tuanya untuk berangkat ke sekolah. Tepat ketika ia sudah melewati pintu keluar rumahnya, matanya menyipit ketika mendapati di depan rumahnya, seorang pria berhelm dan berjaket kulit hitam sedang duduk di atas motor besarnya. Sooyoung sedikit tersentak ketika ingatannya menghubungkan pria itu dengan sms semalam. Jadi sms itu tak salah sambung? Lalu apakah dia pria bernama Choi Seunghyun itu? Meski kepalanya tertutup oleh helm namun dari postur tubuhnya, Sooyoung tau benar bahwa itu bukan Kyuhyun yang ia khawatirkan kemunculannya.

Sedikt lega, juga ragu, namun penasaran Sooyoung berjalan keluar halaman rumahnya. Ia tidak berani menyampari pria itu lebih dulu, takut salah paham saja, mungkin pria itu bukan sedang menunggu dirinya, tapi menunggui Soojin kakaknya. Maka pura-pura ia berjalan melewati pria itu tanpa melihat ke arahnya. Namun tepat ketika ia berada di depannya, pria itu membuka helmnya, memaksa Sooyoung untuk melihat wajah seseorang di hadapannya, seketika Sooyoung terlonjak kaget, bukankah pemuda tampan itu adalah orang yang ia pukuli habis-habisan malam itu? Tamat sudah riwayatnya! kali ini rasa takutnya bukan karena ia melihat seorang psikopat yang siap membantainya layaknya ia melihat Kyuhyun, karena ia jelas tidak tau seperti apa pria di hadapannya kini seperti halnya ia mempunyai catatan hitam Kyuhyun dalam memorinya, namun kali ini ia takut karena ia sudah berbuat kesalahan fatal dengan memukulinya habis-habisan, pria bermata elang itu mungkin saja akan melakukan aksi balas dendam terhadapnya. Sooyoung hanya bisa mengeluh dalam hati, rupanya nasib sialnya belum berakhir kemarin siang, dengan Kyuhyun. Hari ini adalah episode lain dari rentetan kesialannya yang ia tidak mengerti akibat dari dosa apa.

“Sooyoung-ssi!” panggilnya sambil tersenyum, namun tak mampu mengundang senyum di wajah manis gadis itu, ia bahkan tak mampu menyembunyikan wajah ketakutann yang justru membuatnya tampak sangat lucu membuat pria di hadapnnya jadi gemas ingin mencubit pipi chubby nya. Sooyoung memundurkan tubuhnya selangkah ketika pemuda itu turun dari motornya, menyamparinya sambil menenteng sebuah paper bag.

“Aku datang ke sini untuk mengembalikan ini” melihat sikap bersahabat pria itu Sooyoung mulai ragu apakah ia pantas waspada atau harus merasa lega.

“I…igeo mwoya?” tanya Sooyoung tergagap,

“Apakah kau lupa, benda itu yang telah membuatku babak belur? Kau meninggalkannya setelah itu” Sooyoung menggigit bibirnya, pucat, rupanya pria itu masih mengingat apa yang sudah ia lakukan. Keraguannya hilang, sepertinya dia memang harus waspada.

Wajah Sooyoung sumringah sesaat menemukan di dalam paper bag tas berwarna blue baby miliknya yang sempat hilang dan sudah berusaha ia lupakan karena merasa sudah tak ada harapan lagi. Wajahnya kembali memucat menyadari seseorang yang mungkin menyimpan dendam padanya sedang menatapnya kini.

“Benda itu adalah saksi bisu dan barang bukti penganiayaanmu terhadapku, harusnya aku bisa melaporkanmu ke polisi dengan membawanya,” menambah pucat dan tegang di wajah Sooyoung.

TOP mengabaikan wajah pucat namun sangat lucu itu. Ia lalu mengambil helm dan menyodorkannya pada gadis itu.

“Ini, ambillah. Aku akan mengantarmu” katanya, baru saja ia akan menarik tangan Sooyoung, namun gadis itu malah menunduk sambil menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya dengan wajah yang penuh kesungguhan.

“Tolong ampuni aku, maafkan aku, aku mengaku salah, aku tidak sengaja melakukannya dan aku menyesal, tolong jangan bawa aku ke kantot polisi! Kumohon!” Sooyoung mengiba.

Sesaat menatap wajah lucu milik Sooyoung itu, TOP terkekeh geli, pria itu pun tak bisa menahan diri untuk tak melampiaskan rasa gemasnya pada gadis di hadapannya. Tubuh Sooyoung menegang serta wajahnya sontak bersemu merah ketika pria di hadapnnya dengan lancangnya mencubit gemas kedua pipinya, sambil tertawa. Berani sekali dia! Memangnya dia pikir dia siapanya Sooyoung? Bahkan ayah dan pamannya saja sudah tidak pernah melakukan itu lagi padanya sejak ia duduk di bangku SMA dan ia mulai protes. Lalu apa yang dia tertawakan? Dia sama sekali tak bermaksud melucu? Jelas saja itu membuatnya malu.

“Memangnya siapa yang akan membawamu ke kantor polisi? Aku hanya ingin membawamu ke sekolah, nona Choi Sooyoung” Sooyoung yang sejak tadi tertunduk mengiba, kini mendongakkan wajahnya.

“Jeongmal?!” Sooyoung antusias.

“Jeongmal! Kau pikir aku ke sini untuk balas dendam ya?” Sooyoung tertunduk malu, lalu mengangguk pelan.

“Miann…. ” lirihnya.

“Kau benar-benar menyesal akan perbuatanmu?” Sooyoung mengangguk pasrah.

“Kau sungguh-sungguh ingin minta maaf?” Sooyoung lagi-lagi hanya mengangguk.

“Kalau begitu, kau harus mau kuantar ke sekolah sekarang” Sooyoung sedikit bingung, apakah itu sebuah hukuman? Orang ini bodoh atau apa? Memberi hukuman malah dengan mengatar, tentu saja dengan senang hati dia akan menjalankan hukuman itu.

Sooyoung mendadak kikuk ketika tiba-tiba TOP memasang helm di kepala gadis itu.

“Kajja!” ajaknya sambil meraih pergelangan tangan Sooyoung dan menuntunnya menuju motor.

“Bisakah kau tidak duduk menyamping?” pinta TOP kepada gadis yang kini duduk kaku di belakangnya.

“Eehh…?” Sooyoung melongo berlagak bodoh.

“Tolong jangan duduk menyamping, nanti motornya tidak imbang, sangat berbahaya untukmu” Itu jelas hanyalah alasan TOP saja, pengendara motor semahir dia bahkan bisa membawa orang sambil berdiri sekalipun, apalagi jika hanya duduk menyamping. Meski dengan berat hati, Sooyoung pun akhirnya menuruti permintaan TOP, selain dia terlalu polos untuk menyadari maksud terselubung TOP, permintaan pria itu sudah dianggapnya sebagai sebuah perintah yang harus ia taati. Sementara TOP tersenyum puas dalam hati, langkah pertamanya mengambil hati gadis itu sukses dengan gemilang.

Dalam waktu singkat mereka telah sampai di sekolah Sooyoung, TOP mendaratkan sepeda motornya tepat di depan gerbang. Pucuk dicinta ulam pun tiba, prediksi TOP, hampir 100 persen tepat, semua berjalan sesuai skenario yang telah ia susun. Di halaman sekolah yang memiliki dwifungsi sebagai lapangan basket itu kini tampak Kyuhyun dengan kawanannya sedang asik bermain basket. Semua orang lengah, tak ada yang menyadari keberadaan TOP yang notabene musuh bebuyutan mereka, TOP memang sengaja tak mengenakan seragam sekolahnya dilengkapi dengan helm penutup kepala, agar tidak ada yang tau identitasnya dan agar ia bisa dengan leluasa mondar-mandir di sekolah musuhnya itu.

Tapi ia tau pasti, hal itu tak berlaku bagi sang pimpinan. Hukum alam telah mengatur bahwa untuk bertahan hidup seekor predator yang tangguh harus mampu mengenali dan mendeteksi keberadaan musuhnya. Insting itu jelas ada dalam diri TOP, dan ia yakin lawan yang imbang seperti Kyuhyun pasti juga memiliki insting predator yang baik dalam hal mendeteksi musuhnya. Maka bukan hal yang sulit baginya menunjukkan taringnya di hadapan Kyuhyun meski itu dengan cara yang halus sekalipun. Ia hanya perlu menunjukkan sedikit pergerakan untuk memancing sang lawan dan yang terpenting adalah dia punya umpannya, Choi Sooyoung.

Benar saja, kemampuan Kyuhyun mengenali dan mengetahui keberadaan musuhnya sangat akurat, Kyuhyun yang nampak asik bermain basket dengan teman-temannya masih dapat merasakan dengan jelas kehadiran lawannya itu, matanya kini menyorot kepada TOP dan Sooyoung tak jauh dari tempatnya berdiri.

Menyadari seseorang yang ia harapkan sedang mengamatinya, TOP melayangkan aksi berikutnya. Ia membuka kaca helm yang hanya menampakkan sorot tajamnya, dengan begitu ia yakin Kyuhyun dapat mengenalinya dengan jelas, lalu sesaat ia turun dari motornya dan menghadap Sooyoung dan dengan lembut ia membuka helm Sooyoung yang sontak membuat wajah gadis itu bersemu merah.

“Pulang sekolah nanti aku jemput lagi” singkatnya, membuat Sooyoung semakin terpaku. Itu tadi maksudnya apa?? Mereka baru saja kenal dan TOP sudah mengantar dan menjemputnya ke sekolah? Bukankah ini terlalu cepat untuk permulaan suatu hubungan?

****

Aksi TOP tersebut jelas meninggalkan tanda tanya besar bagi Kyuhyun. Apa motivasi TOP mendekati gadis itu? Terlalu bodoh dan naif jika menganggapnya murni karena cinta, itu terlalu cepat. Bahkan sampai malam tawuran itu pun, gadis itu belum mengenali musuhnya itu, gadis itu tidak mungkin memukulinya seperti melihat seorang penjahat jika ia memang mengenal apalagi dekat dengan TOP.

Ia memang tak pernah tau pasti alasan TOP memusuhi dan memeranginya begitu gigih, ia sama sekali tak tau kesalahan apa yang sudah ia perbuat terhadap musuh besarnya itu hingga membuatnya begitu membencinya, satu hal yang ia tau tentang TOP adalah ia satu sekolah dengannya sejak SMP namun mereka sama sekali tidak akrab, namun saat mereka masuk SMA dan berbeda sekolah, tanpa alasan yang jelas TOP memulai pertempuran itu dengan menyerangnya lebih dulu dan insting rimba nya dalam pertahanan diri membuat Kyuhyun terpaksa harus melawan, ia pantang menolak ajakan berperang itu, dan ia tidak perlu mencari tau alasan yang sebenarnya. Pertempuran demi pertempuran itupun terjadi begitu saja dan tak terkendali lagi, dan ia sama sekali tak punya inisiatif untuk mengakhirinya. Meski begitu ia yakin, sama seperti dirinya TOP bukan orang yang suka bahkan pantang melibatkan wanita dalam pertempuran mereka.

Lalu kenapa kali ini ia melibatkan gadis itu? Dan Kenapa harus gadis itu? Selama ini Kyuhyun cukup pandai dalam membaca situasi, ia tak akan mudah terpancing dengan konspirasi musuh, apalagi yang murahan seperti melibatkan seorang gadis. Tapi yang paling mengganggunya, pikiran bodoh apa yang sedang menggerogoti otaknya? Akhir-akhir ini gadis itu tanpa sengaja selalu muncul di hadapannya terlibat dalam bahaya dengannya dan ia tak bisa untuk bersikap tak peduli. Karena gadis itu, ia bahkan melakukan segala sesuatu yang tak biasa dan pantang ia lakukan, di malam tawuran itu dia rela meninggalkan tanggung jawabnya sebagai ‘panglima perang’ demi menyelamatkan gadis itu, di kantin ia yang selama ini bersikap acuh terhadap gadis manapun tiba-tiba merasa tergelitik untuk menyapanya meski dengan cara yang aneh, dan kali ini gadis itu kembali membuatnya melakukan hal yang tak biasa, membuatnya terpancing dengan konspirasi murahan TOP, ia benar-benar tak bisa mengabaikan dan mengenyahkan gadis itu dalam pikirannya. Entah perubahan apa yang terjadi dengan dirinya? Apakah sekarang ia sudah memiliki hati nurani? Apakah efek Global Warming juga telah mencairkan gunung es di hatinya? Terlepas dari itu semua dan terlepas dari motivasi TOP melakukannya ia benar-benar mengkhawatirkan keselamatan gadis itu.

Kyuhyun menepuk bahu Changmin, sahabatnya yang kini berjalan bersamanya menusuri koridor sekolah, setelah pulang sekolah.

“Chingu…” panggilnya.

“Wae?”

“Mengenai gadis yang kau dekati itu…”

“Tiffany maksudmu? Ada apa kau menanyakannya? Kau…” Changmin menatapnya curiga meskipun itu jelas salah paham, namun ia tak ingin memberitahukan yang sebenarnya pada sahabatnya itu, padahal sudah pasti dia akan mendapatkan bantuan dari Changmin jika dia memberitahukan masalahnya, namun dia pantang menunjukkan keanehannya perasaan yang ia sadar sudah menjadi kelemahannya itu kepada siapapun.

“Anniyaa … Kau tenang saja. Aku hanya ingin tau nama teman-temannya saja

“Apa yang terjadi?”

“Tidak apa-apa, aku hanya ingin tau saja gadis seperti apa yang akan jadi pacarnya temanku itu, tidak bolehkah?”

“Jeongmal?!” Changmin meneliti.

“Tentu saja”

“Mmm… Aku tidak kenal banyak teman-temannya, di sekolah dia biasanya jalan kemanapun bertiga dengan saudara kembarnya Taeyeon dan Sooyoung”

“Sooyoung??!” Kyuhyun memastikan ia tidak salah dengar dengan nama itu.

“Iya, gadis tinggi, sangat ramping, berambut panjang dan manis itu namanya Choi Sooyoung”

“Cchoi, So-young?” Kyuhyun membeo, air mukanya berubah drastis.

“Kau yakin marganya Choi? Choi Sooyoung?”

“Mana mungkin aku salah? Tiffany sering membicarakannya, dan Nama itu terpampang jelas di name tag nya, kau saja yang tidak pernah memperhatikan name tag orang” Kyuhyun benar-benar memucat sekarang, kakinya serasa seperti tak bertulang.

“Aku pergi duluan” hanya itu yang bisa ia ucapkan pada Changmin, lalu pergi meninggalkan tanda tanya di benak pria jangkung itu.

****

‘Choi Sooyoung’ Nama itu benar-benar nama yang tak asing di telinga, otak dan hati Kyuhyun. Selama 5 tahun ia habiskan banyak waktunya dengan mencari pemilik nama itu dengan berbagai cara, lewat buku telepon, kantor polisi, pelayanan umum lainnya, sosial media, bahkan seringkali ia ketik sebagai keyword di setiap kegiatan browsingnya di internet,, berharap ia akan menemukan setitik harapan bertemu dengannya lagi. Namun sekian lama dalam pencarian, tak selangkahpun ia menemukan jejaknya. Betapa ia merindukan pemilik nama itu, betapa ia mendambakan belaian kasihnya. Namun pemilik nama itu menghilang bak di telan bumi, membawa seseorang yang juga sudah menjadi seperti bayangannya bahkan separuh dari dirinya hingga membuatnya tak pernah jadi manusia yang utuh lagi, ia benar-benar pergi tanpa meninggalkan setitik pun jejak, hingga yang tertinggal hanyalah beribu tanya yang tak pernah ia temukan jawabannya, yang tertinggal hanyalah ia disana terkungkung dalam kesendirian hingga memaksanya untuk bertahan dengan segenap kekuatannya sendiri, memaksanya untuk mematikan hatinya agar ia tak akan terluka lagi hingga ia mampu berdiri dengan kedua kakinya sendiri.

Sudah 4 tahun sejak ia menyerah dan menghentikan usaha pencariannya yang tanpa hasil itu, bukan karena ia sudah putus asa mencari sosok yang hilang itu, hanya saja ia ingin menghapus kenangan itu, ia ingin mengakhiri derita itu, derita karena kerinduan yang kerap menghimpit dadanya, namun hilangnya harapan bukan berarti menghilangkan derita yang menyiksa batinnya, malah justru semakin memperparah, lubang di hatinya justru semakin menganga lebar, kenangan itu semakin menghantui pikirannya, maka mati-matian ia membangun benteng es yang kokoh yang perlahan-lahan semakin menebal dan sangat sukar untuk dipecahkan, semua itu membuatnya semakin kacau, ia menjelma seperti singa buas yang sendirian dan kelaparan di tengah hutan dan harus berjuang mencari sendiri mangsanya untuk bertahan hidup, hingga semakin lama ia semakin tak terkendali.

Namun setelah sekian lama, setelah ia telah mengubur dalam-dalam kerinduannya, seseorang dengan nama yang sama kembali hadir dalam kehidupannya, tanpa sengaja dan tanpa ia mengerti, gadis itu mengembalikan setiap kenangan yang berusaha ia lupakan, menyikap tabir kerinduan yang sekian lama ia tutupi, dan menimbulkan banyak tanya dalam benaknya. Siapa gadis itu? Di dunia ini ada begitu banyak orang yang menyandang nama itu, namun kenapa harus dia yang entah secara kebetulan atau takdir selalu muncul di pikirannya? Dan juga ada begitu banyak nama di dunia, tapi kenapa orang tuanya memilihkan nama itu untuknya? Mungkin terlalu konyol dan berlebihan jika memperdulikan nama dan marga yang sama, tapi baginya ini bukan sebuah kebetulan, ini bukan hal biasa, ini takdir.

****

Pulang sekolah Sooyoung bersama duo pink monsters nya, si kembar TaeTi sedang duduk di halte bus menunggu bus yang akan mengantarkan mereka menuju rumah masing-masing. Sambil menunggu, mereka asik menikmati es krim digenggaman masing-masing, Sooyoung memutuskan untuk pulang naik bus dengan kedua sahabatnya saja karena ia mulai sanksi akan janji TOP untuk menjemputnya sepulang sekolah.

Beberapa menit kemudian, bukan bus yang mereka tunggu yang berhenti di depan mereka, melainkan sebuah motor besar yang dikendarai oleh seorang pria. Sesaat ketiganya bengong namun kemudian sang pengendara membuka kaca helmnya, dan tampak kini sorot mata elang yang khas itu, dan Sooyoung sudah mulai hafal dengan pemilik mata elang itu.

“Seunghyun-ssi….” panggilnya.

“Kau mengenalnya?” tanya Taeyeon sedikit bingung namun mendadak takjub melihat mahluk indah sedang tersenyum di hadapan mereka ketika TOP membuka helmnya.

“Si… Siapa dia Soo?” kali ini Tiffany yang tergagap, namun Sooyoung tak menjawab, masih bengong, takjub TOP benar-benar serius dengan ucapannya.

“Ayo, aku ajak kau ke suatu tempat” ajaknya singkat.

“Eehhh?” Sooyoung ragu.

“Ayolah, jadwal sekolah hari ini lebih singkat dan ini masih siang, tidak akan sampai malam”

“Tt…tapi…” Sooyoung punya alasan lain, dan TOP dapat membaca dengan jelas bahwa gadis itu merasa tak enak meninggalkan kedua sahabatnya yang sudah seperti kembar siamnya itu. Dan untuk meraih simpati gadis itu, dia tentu harus membuat Sooyoung nyaman dan aman pergi bersamanya dengan mengajak serta kedua sahabatnya.

Dan TOP merupakan sutradara yang handal dalam menyusun skenario, dia seakan sudah memprediksi dan mempersiapkan segalanya tentang kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi. Sesaat kemudian, dua orang pria bersepeda motor menyusul di belakangnya.

“Akan lebih menyenangkan kalau kalian juga ikut” katanya tersenyum takzim.

Ketiga gadis itu menoleh tak percaya ke arah kedua pria bermotor di belakang TOP. Kedua pria itu lalu membuka helm mereka untuk meminimalisir kewaspadaan kedua gadis kembar yang sedang bersama Sooyoung itu, berhubung ini terlalu mendadak dan mereka sama sekali tidak kenal dengan pria-pria yang akan memboncengi mereka, TOP harus memastikan dulu mereka mau ikut tanpa paksaan dan tanpa perasaan curiga, tampang lumayan milik Jonghyun dan Taecyeon sangat menguntungkan bagi TOP, karena dengan begitu kedua gadis itu akan sedikit silau dengan tampang ‘baik-baik’ mereka dan akan merasa aman diboncengan pria-pria asing itu.

“Otte? Kalian mau ikut?” bukannya kedua gadis itu langsung mengangguk cepat.

Atas kesediaan mereka, ketiga gadis itupun kini berada dalam masing-masing boncengan ketiga pria itu. Taeyeon dengan Jonghyun sedangkan Tiffany dengan Taecyeon dan Sooyoung tentu saja dengan TOP. Ketiga sepeda motor itu pun tancap gas dan melaju pasti membelah kota Seoul. Sebelumnya TOP sudah mewanti-wanti kepada kedua anteknya itu untuk menjalankan sepeda motor mereka dengan kecepatan normal, tentu saja agar mereka terkesan sebagai para pria yang bertanggung jawab dan melindungi, itu akan sangat efektif untuk meraih simpati mereka khususnya simpati Sooyoung.

Ketiganya rupanya mengajak para gadis itu mengunjungi basecamp, tempat berkumpul mereka. Kebetulan tempat itu cukup menyenangkan dan nyaman untuk dikunjungi, ada beberapa alat fitness, alat-alat olahraga, alat musik, bahkan peralatan karaoke, sebagai bagian dari hobi mereka lengkap dengan makanan ringan, tersedia lengkap disana, membuat para gadis itu tidak merasa ganjil dibawa ke tempat seperti itu, karena basecamp mereka memang benar-benar layak dikunjungi.

“Woaahh.. Daebakk! Aku tidak percaya ini sebuah basecamp!” decak Taeyeon sambil mengelus-elus bass milik Jonghyun.

“Kalian adalah gadis pertama yang berkunjung ke sini” ungkap Taecyeon jujur.

“Jinjja?! Woahh… Kalau begitu Kami benar-benar beruntung!” kali ini Tiffany yang antusias.

“Ahh… Karena ini pertama kalinya basecamp kita dikunjungi gadis-gadis cantik, bagaimana jika kita mengabadikannya?” usul Jonghyun yang sejatinya juga merupakan bagian dari rencana TOP.

“Matta matta! Ayo kita lakukan itu!” Taeyeon si ratu Instagram tentu saja tak akan melewatkan kesempatan ‘berharga’ ini.

“Geurom! Ayo lakukan sekarang” ucap TOP kemudian, dengan menggunakan sebuah tongsis, keenamnya pun berpoto bersama. Tubuh Sooyoung lagi-lagi mendadak kaku ketika TOP duduk di sofa merapat tepat di sampingnya lebih-lebih ketika lengan pria itu merangkul bahunya tanpa izin saat pengambilan poto berlangsung. Alhasil, hasil jepretan itu menunjukkan wajah tersenyum dari semua orang, kecuali Sooyoung yang tampak sangat kontras dari yang lainnya karena ekspresi tegang di wajahnya seperti baru saja melihat setan. Taeyeon sempat protes karenanya, namun sebaliknya ekspresi itu akan semakin menguntungkan bagi TOP sebagai pancingan lezat untuk mangsanya.

****

Sudah dua jam lebih Kyuhyun terpekur di tempat tidurnya tanpa mampu menutup matanya, pikirannya sekarang benar-benar berkecamuk, ia tak berhasrat untuk melakukan apapun kini. Namun keterpekurannya mendadak buyar ketika HP nya yang sering ia abaikan itu kini berdering singkat. Biasanya ia sangat jarang membaca pesan dan kiriman yang masuk, tak peduli seberapa penting atau dari siapapun, ia hanya akan menyentuh HPnya jika ia ingin menghubungi seseorang, atau mengangkat telepon dari seseorang yang ia anggap penting.

Namun kali ini, untuk pertama kalinya deringan singkat ponsel itu menyentaknya, timbul firasat buruk dalam hatinya kini. Buru-buru dibukanya kiriman masuk di kakao talk nya. Dan benar saja, matanya membulat ketika mendapati sebuah kiriman gambar lengkap dengan tulisan di bawahnya.

Mereka sedang ada bersama kami. Temui aku di basecamp sekarang! Sendirian…

“Sial!!” maki Kyuhyun, gemas ingin segera menghabisi orang yang sudah mengiriminya pesan itu.
Kiriman singkat itu terang saja memancing Kyuhyun. Ia kini tak peduli apa tujuan dan motivasi TOP melakukan itu semua, tidak juga peduli apa yang akan dihadapinya nanti meski harus menghadapinya seorang diri. Yang terpenting sekarang adalah pergi dan menyelamatkan gadis-gadis itu.

Buru-buru ia menyambar helm dan kunci motor besarnya, kemudian tancap gas menuju sarang musuhnya. Harley davidson itu terus mengaum panjang, melesat tajam dengan kecepatan menggila membelah kerumunan lalu lintas kota Seoul.

Kurang dari 30 menit, Kyuhyun tiba di depan basecamp milik musuhnya itu. Dengan nafas memburu, ia raih hp di kantong celananya lalu menelepon sang musuh.

“Ahh… Kau sudah tiba?” tanya TOP tanpa mengucapkan salam ataupun basa-basi namun tampak tenang, membuat ketiga gadis itu sama sekali buta akan situasi yang terjadi. Mereka tak pernah tau bahwa mereka adalah umpan dan sekarang seseorang di luar sana, datang menyerahkan diri bahkan segenap harga dirinya demi keselamatan yang mereka pikir dalam keadaan aman-aman saja bahkan cenderung sangat aman.

“Soo… Kami bertiga keluar sebentar, kami kedatangan tamu” ucapnya sambil menepuk bahu Sooyoung. Gadis itu hanya mengangguk datar.

“Woaahhh! Kau beruntung sekali! Sepertinya dia benar-benar menyukaimu Soo” decak Tiffany selepas ketiganya pergi, Sooyoung hanya tersenyum tipis walau sebenarnya dia agak sumringah.

Senyum TOP mengembang penuh kemenangan ketika mendapati tak jauh dari tempatnya berdiri, musuh besarnya sedang berdiri dengan raut wajah yang begitu mengenaskan, ia seperti singa ompong yang tak mampu menunjukkan taringnya, raut wajah yang sarat akan kekhawatiran dan kemarahan yang berusaha ia tahan habis-habisan. TOP dan kedua anteknya itu kemudian berjalan pasti mendekati orang yang mereka tunggu-tunggu itu.

“Annyeong!” ucapanya terdengar mengejek.

“Dimana mereka?!” Kyuhyun sangat tidak ingin membuang waktu dengan berbasa-basi, yang ada di otaknya sekarang hanyalah keselamatan Sooyoung dan teman-temannya.

“Eeei… Tidak perlu buru-buru begitu, harusnya kita rayakan pertemuan damai yang pertama kali dalam sejarah kita ini”

“Kenapa begitu pengecut dengan melibatkan wanita?!” celaan itu hanya ditanggapi TOP dengan tersenyum merendahkan.

“Jika itu bisa menghancurkanmu kenapa tidak?”

“Sekarang apa maumu? Apa yang kau inginkan dariku?”

“Pertanyaan yang bagus! Kau tau betul apa yang aku inginkan Cho Kyuhyun, Aku tidak menginginkan yang macam-macam. Aku hanya mau…. Harga dirimu!!” TOP tersenyum puas penuh kemenangan, apalagi dengan melihat bara api yang meletup-letup di mata Kyuhyun, namun seakan tak berdaya hingga hanya bisa ia tahan sekuat-kuatnya.

“Perlu ku informasikan padamu, bahwa mereka datang ke sini atas kemauan mereka sendiri, atas dasar sukarela, kau sudah melihat senyum bahagia mereka dalam gambar tadi kan? Dan kau pasti tau apa yang dipikirkan pria saat melihat gadis cantik dan dengan mudahnya dapat dibawa sampai ke tempat seperti ini. Jadi tidak akan sulit bagi kami untuk melakukan sesuatu pada mereka, sesuatu yang tentu saja tidak akan bisa kau bayangkan” ancaman itu membuat darah Kyuhyun mendidih hingga ke ubun-ubun, andai saja ia tidak ingat bahwa musuhnya itu dapat melakukan apapun untuk menghancurkannya termasuk dengan menyakiti gadis-gadis itu, dia pasti sudah meremukkan tulang mereka sampai halus sebelum akhirnya mencabut nyawa mereka.

“Maka jika kau ingin mereka pulang dalam keadaan utuh bahkan tanpa tergores sedikitpun, kau hanya perlu melakukan hal sederhana. BERLUTUT DAN MENCIUM KAKIKU!” TOP menambahkan penekanan pada kalimat terakhirnya.

Kyuhyun terdiam sejenak. TOP tau pasti meski dengan emosi yang sudah meletup-letup, cepat atau lambat ia juga pasti akan berhasil menumbangkan lawan di hadapannya, tapi melihat sang lawan yang masih sibuk mengulur-ulur waktu untuk kejatuhannya, membuatnya tak sabar, sudah terlalu lama ia menunggu kemenangannya itu.

Maka ia perlu melakukan sesuatu yang akan mempercepat penyerahan diri Kyuhyun, dan ia tau apa yang harus ia lakukan untuk itu. Di raihnya hp di dalam kantongnya lalu menghubungi sebuah kontak di hp nya.

“Eoh Sooyoung-ssi!” TOP sengaja menaikkan volume suaranya. Benar saja, begitu nama itu disebut Kyuhyun langsung terbelalak menatap TOP dengan raut wajah sarat keingintahuan dan kekhawatiran, mengisyaratkan padanya sebuah peringatan, “jangan coba-coba menyentuhnya, kalau tidak aku pasti akan membunuhmu” namun TOP berlagak mengabaikan tatapan itu dan tetap asik mengobrol dengan lawan bicaranya di telepon.

“Sooyoung-ssi maafkan aku, sepertinya aku tidak bisa mengantarmu pulang sore ini, tiba-tiba ada suatu hal yang mendesak yang harus aku lakukan, jadi mungkin agak malam”

“….”

“Kau, tenang saja aku tadi kebetulan lewat rumahmu dan memberitahukan kepada orang tuamu bahwa kau akan pulang malam” bohongnya. Ia belum menyelesaikan pembicaraan telepon fiktifnya, tapi orang yang di hadapannya sudah lepas kendali dan menyerangnya, mencengkeram kerah bajunya penuh amarah dengan tatapan berapi-api, namun ia berusaha untuk bersikap tetap tenang karena ia tau Kyuhyun tak akan bertindak lebih jauh.

“Ahh… Baiklah Sooyoung-ssi, kalau urusanku sudah selesai, aku akan langsung pulang”

Masih menggenggam HP nya, TOP tersenyum menyungging penuh ejekan, lalu dengan santainya menyingkirkan cengkeraman Kyuhyun di lehernya.

“Kau menginginkan aku bukan?” tanya Kyuhyun mulai meluluh

“Lebih tepatnya harga dirimu”

“Kau berani menjamin mereka tidak akan terluka jika aku menuruti kemauanmu?”

“Jika aku melanggar janjiku, aku akan mengakui sendiri kekalahanku atasmu di depan semua orang” TOP mantap.

“Aku bisa pastikan kematianmu jika terjadi sesuatu pada mereka” geram Kyuhyun melalui sela-sela giginya.

“Lakukan sajalah apa yang menjadi kewajibanmu sekarang” TOP balik mengamcam, Kyuhyun terdiam sesaat, menata dan mempersiapkan hatinya menerima penghinaan besar ini, mencoba mengendalikan luapan amarahnya agar tidak sampai meledak. Dengan mengumpulkan segala kerendahan hati, kesabaran dan kepasrahan yang entah sejak kapan ia miliki, ia putuskan untuk melakukan syarat yang diajukan TOP, Sekuat tenaga ditekuknya lututnya agar bersedia merendahkan dirinya di hadapan sang musuh. Kemudian dengan pasrah, ia hempaskan kedua lututnya ke tanah. Rahangnya mengeras, tinjunya mengepal menahan amarah yang seperti bom waktu siap untuk meledak. Namun ia tak punya pilihan, lagi-lagi gadis itu membuatnya melakukan sesuatu yang seharusnya mustahil ia lakukan.

TBC

Sorry guys sampe disini dulu, adegan Kyuhyun nobatin Sooyoung jadi pacarnya di next part aja yaa, udah capek banget nih.

BTW dengan sangat berat hati author harus mengumumkan kabar gak ngenakin ini. Demi menjunjung nilai keadilan dimuka bumi ini *jiaah, jumlah komenan di part 2 ini akan sangat menentukan di PROTECT enggaknya part 3. Sorry to say, author kecewa berat-rat sama SIDERS, tega nian gak ngehargain karya author :'(. Sorry bagi active readers yang baik hati harus jadi korban pem-protect-an ini.

Yaudah itu aja yang mau author omongin harap maklum yaa, berdoa aja semoga sider dibukakan pintu hatinya biar komennya banyak biar gak jadi di protect. See you on next part and the others fan fict! Annyeong!.

Advertisements

119 thoughts on “Two Moons (Part 2)

  1. Penasaran sama kelanjutannya.. apa yg sbnernya di lakuin kyuhyun sama adik nya TOP sampe dia dendam bgt pingin ngancurin kyuhyun.. keep writing author.. di tunggu kelanjutannya.. ^^

  2. Emang syo dulu siapanya kyu?
    SyoTaeNy polos banget sih diajak orang asing ngikut aja .. Hmm mereka ga bisa damai ya? Berantem mulu..

  3. daebbak!
    Sukka bnget liat kyuuppaaa..!!
    Mau berkorban hrga diri.. Demi syoo.!
    Iniy yg aq suka dr kyu, berkorban demi uri youngie..!
    Aku riders yg slalu menanti ff nya.! TWO MOON! Daebbaaakk..!! Jng d protect pliiiss!!!!
    love uri kyuyoungie.!
    Slam kenal thor….. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s