I Think I Love You!! Eottokke?! Part 13


wpid-img_20141109_013143.jpg

Author : Choi Runnisa
Cast : SuJu Kyuhyun as
Cho Kyuhyun
SNSD Sooyoung as
Choi Sooyoung
Choi Soojin
EXO Kai
Additional Cast : Danniel Henney
Genre : Romantic Comedy

“A..apa?” Suara Kyuhyun terbata, tubuhnya tersentak seakan tersambar petir di siang bolong. Sementara Sooyoung segera melepaskan pelukan harunya dengan Soojin lalu berbalik menatap suaminya yang kini menjadi objek tuduhan.
“Biar kuperjelas, Soojin putriku telah hamil 2 bulan dan jelas kau tau siapa ayahnya!” sembur Moon Soohee sang ibu.
“T..tapi Omonim, ba.. bagaimana Soojin bisa hamil? aku bahkan tidak pernah…”
“Csh! Jadi kau mau bilang putriku hamil dengan pria lain?! Sekejam itukah dirimu pada kelurga kami?” pekik ibu Soojin sekali lagi, dia benar-benar marah pada tingkatan depresi pada saat ini, sementara tuan Choi Jungnam masih berusaha bersikap tenang meski batinnya sudah membara dengan kenyataan mengagetkan yang menimpa keluarganya.
“Tapi kami bahkan….”

“Cho Kyuhyun!!!” kali ini Cho Jino yang membentak putranya
“Aboji, aku…”
“Diam kau!! Sudah cukup kau membuat sandiwara memalukanmu ini! Apakah masih belum cukup kau mempermalukan kami berkali-kali seperti ini?! Pokoknya Aboji tidak akan membiarkanmu melakukan hal yang tidak bertanggung jawab lagi, kau akan mempertanggung jawabkan perbuatanmu” ucapan yang berasal dari keputusan sepihak itu tak pelak dua kali lebih menyentak dari sebelumnya.
“Aboji!! Bagaimana mungkin aku…” PLAKK! sebuah tamparan keras kembali mendarat di pipi Kyuhyun dan otomatis menghentikan aksi penolakannya, dan yang mengejutkan kali ini tamparan itu berasal dari tangan mungil sang ibu yang sejak tadi hanya sibuk menenangkan suaminya, ia bahkan kini menatap putranya dengan tatapan penuh kekecewaan, sangat berbeda dengan tatapan lembutnya seperti biasa dan itu jelas serasa bagai ratusan tamparan bagi Kyuhyun.
“Eomma, kau… juga tidak percaya padaku?” lirih Kyuhyun.
“Kemann… berhentilah melukai hati Eomma Kyuhyun-aah. Waktu kau datang kepada kami dan mengatakan bahwa kau akan menikahi Sooyoung bukan Soojin dan membohongi kami semua dengan berita kehamilan palsu Sooyoung Eomma masih bisa memaafkanmu, tapi sekarang Eomma benar-benar kecewa jika kau bersikap seperti pria yang tak bertanggung jawab!”
“Tapi Eomma… aku tidak bisa bertanggung jawab atas perbuatan yang tidak pernah kulakukan…”

“Katakan sejujurnya… Eonnie” secara lebih mengejutkan lagi Sooyoung yang sejak tadi diam mencerna situasi yang benar-benar di luar akan sehatnya itu kini angkat suara, ia tatap lekat-lekat wajah kakaknya yang kini menghindari kontak mata dengannya dan kedua tangannya menggenggam kedua lengan atas Soojin.
“Eonnie,,, apa yang terjadi ini tidak benar kan? Semua yang mereka katakan salah kan? Eonnie bukankah aku ini adikmu satu-satunya? Kau selalu bilang aku bisa menjaga rahasia dengan baik, jadi selalu terbuka dan mengatakan segalanya padaku, katakan… apa yang sebenarnya terjadi” Soojin tertunduk dalam tangisnya, ia sama sekali tak bisa menjawab akibat tangisannya yang tak bisa berhenti atau karena dia bingung harus menjawab apa pertanyaan dari adiknya itu.
“Eonnie.. jebbal katakan yang sebenarnya, jangan membuat semua orang menjadi bingung si-siapa ayah dari bayi yang kau kandung?!.” Sooyoung mendesak, dia benar-benar sudah tidak sabar mendengar kebenarannya, ia yakin baik Kyuhyun maupun Soojin akan mengatakan hal yang benar.
“Mi-mian Sooyoung-ahh,” Suara Soojin bergetar
“Miann? Eonnie kenapa malah minta maaf?! aku butuh jawaban Eonnie bukan permintaan maaf..”
“Miann, telah membuatmu menikah dengan Kyuhyun, miann karena telah menjebakmu dalam situasi ini, miann… aku harus mengambil Kyuhyun kembali…,” ucapan Soojin terkesan ambigu namun nyatanya jelas adanya, Sooyoung terasa tersengat listrik ribuan volt mendengar pernyataan Eonnienya.
“A..apa maksud Eonnie?!.” Sooyoung tercekat, Soojin sesaat terdiam buliran air matanya berjatuhan entah apa maknanya ia pegangi perut yang perlahan-lahan mulai membesar itu
“Bayiku… bayiku membutuhkan ayahnya” pernyataan singkat Soojin itu tak pelak menyentak Sooyoung maupun Kyuhyun, mereka bahkan kehabisan kata-kata yang mampu menanggapi pengakuan spontan Soojin itu.
“Eonnie, apakah itu masuk akal? Mana mungkin….”
“Cukup Choi Sooyoung!! Kau sudah menyakiti Eonniemu” Sikap mengotot Sooyoung langsung mendapatkan bentakan dari ayahnya.
“Soo… Soojin-ah, bagaimana mungkin.. bagaimana mungkin kau menuduhku menghamilimu, bahkan kau yang sudah meninggalkan dan memutuskan hubungan kita secara sepihak dan yang terpenting aku bahkan tidak pernah menyentuhmu, sekarang kau memintaku bertanggung jawab?!!,” kali ini Kyuhyun yang mengotot, dia benar-benar frustasi dengan segala tuduhan yang menurutnya tidak mendasar namun dialamatkan padanya.
“Kau tidak sadar karena malam itu kau sedang mabuk!!” Jawaban Soojin begitu cepat dan spontan
“Apa?!,” Kyuhyun lebih terkejut lagi,
“Kau.. kau melakukannya pada saat kau sedang mabuk, kau tidak ingat di malam kau melamarku secara pribadi sebelum kau ke Australia,” Kali ini Kyuhyun tak mampu berkata apapun, ia tidak tau apakah dia harus menyangkal ataukah diam saja ketika dia sama sekali tak mengingat kejadian pada saat dia mabuk malam itu, yaa… seingatnya ia memang mabuk malam itu tapi ia sama sekali tak tau apa yang dia perbuat. “Miann… karena sudah meninggalkanmu secara tiba-tiba, itu karena… karena aku sudah tau aku hamil dan aku tidak ingin menyakitimu, aku tidak ingin menghancuran karirmu, aku tidak ingin mempermalukan keluarga kita, hiks” Soojin menerangkan diiringi tangisnya yang berderai, ia benar-benar tampak begitu menyesal harus mengatakan semua itu, sementara Kyuhyun benar-benar tak bisa berkutik lagi, sedangkan Sooyoung kini membeku dalam kegalauannya, ia benar-benar galau harus melakukan apa, meski sangat ingin marah dan memberontak, ia bahkan tidak tau harus marah kepada siapa dan karena apa, hingga kini ia bahkan tidak tau siapa yang harus dia percayai,
“Soojin-aah!!” tiba-tiba Soojin membuat semua orang panik karena tubuhnya yang tiba-tiba oleng sambil memegangi kepalanya yang tampak pusing.
“Sooyoung-ah cepat bawa Eonniemu ke kamar, dia tidak boleh terlalu stress” Perintah ayahnya. Yaa… Soojin memang tampak sangat stress harus menjawab semua pertanyaan semua orang. Sedikit panik namun kebingungan Sooyoung merangkul kakaknya dan bersiap membawa Soojin pergi, meski dibingungkan dengan situasi mendadak ini, Sooyoung tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang adik yang menyangi kakaknya, dengan terpaksa, dalam diam ia membawa Soojin ke lantai atas menuju kamarnya, namun Kyuhyun segera menahannya dengan menarik tangan kiri Sooyoung.
“Soo… kau percaya padaku kan??” Tanya Kyuhyun penuh harap, sesaat Sooyoung membisu tak mampu menjawab dengan matanya yang sudah memerah menahan sesuatu ia menatap dalam mata Kyuhyun, baginya butuh banyak waktu berpikir untuk bisa menjawab segala pertanyaan itu.
“Secepat mungkin perceraian kalian harus diproses, aku tidak mau perut putriku sudah membesar saat pernikahan nanti,” lagi-lagi ucapan Choi Jungnam yang berasal dari keputusan sepihak itu menyentak Kyuyoung, segalanya terasa begitu mendadak dan mengejutkan tanpa kendali, ini adalah bagian terburuk dari insiden ini, kalimat perceraian itu akhirnya tercetus juga sebagai keputusan akhir dari penyelesaian masalah yang terjadi.
“Abonim… kenapa abonim berkata seperti itu?,” protes Kyuhyun
“Apa yang kau pikirkan? Apa kau pikir kau bisa menikahi dua wanita terlebih yang kakak beradik sekaligus? Apa kau sudah gila?!”
“Tapi… aku tidak bisa menceraikan Sooyoung”
“Kenapa tidak bisa? Apakah pernikahan palsu yang diawali dengan kebohongan harus dipertahankan?” kali ini ayah Kyuhyun buka suara
“Tapi…”
“Tapi apa lagi? Sandiwara apa lagi yang akan kau mainkan? Aku minta akhirilah pernikahan setingan ini, berhentilah bersandiwara di depan kamera dan mulailah kehidupan nyata kalian”
“tapi ini nyata Aboji, ini bukan sandiwara, cintaku pada Sooyoung sama sekali bukan kebohongan, aku menikahinya mungkin dengan cara berbohong tapi aku menikahinya didasari dengan cinta” seketika itu, ucapan itu meluluhkan kebekuan di hati Sooyoung meski tak mampu berucap atau pun bergerak, matanya sudah berkaca-kaca menahan rasa haru itu.
“Jinjja, Aku benar-benar mencintaimu sejak awal, saat ini, hingga seterusnya, kau harus percaya itu” lirih Kyuhyun seraya menatap lekat-lekat mata Sooyoung, seakan segala yang dia jelaskan hanya ditujukan kepada Sooyoung, sementara Soojin hanya menunduk menghindari kontak mata dengan Kyuhyun, tubuhnya terasa semakin melunglai karena terlalu shock, mengetahui kenyataan bahwa ternyata dua bulan berselang setelah ia meninggalkannya hati Kyuhyun sudah berpindah hati kepada Sooyoung, terlebih lagi tampaknya keduanya sama-sama saling mencintai, dari lubuk hatinya yang terdalam ia benar-benar merasa bersalah.
“Kyuhyun-ahh… ayo kita pulang sekarang, kita bicarakan segalanya di rumah” kali ini suara Nyonya Cho melunak.
“Soo… maukah kau ikut denganku?,” dengan mengabaikan ajakan ayahnya, Kyuhyun malah mengajak pergi Sooyoung.
“Apa kau sudah gila? Setelah apa yang sudah terjadi, kau masih berani-beraninya mengajak pergi puteriku?!” cecar Nyonya Choi terkejut dengan aksi ‘gila’ Kyuhyun.
“Maukah kau ikut denganku?” Kyuhyun mengulang pertanyaannya, meski sejak tadi tak mendapatkan jawaban apapun, ia benar-benar mengabaikan ucapan orang-orang di sekitarnya dan hanya fokus pada Sooyoung. Namun lagi-lagi yang ditanya tak kunjung menjawab, Sooyoung hanya menatapnya dengan tatapan nanar, sebuah reaksi yang benar-benar ambigu, entah itu sesuatu yang positif atau negatif.
“Sooyoung-ahh, cepatlah naik bawa Eonniemu ke kamar, dia butuh istirahat, biar Appa yang menyelesaikan semuanya,” perintah tuan Choi lagi
“Soo… kau tidak percaya padaku?” Suara Kyuhyun terdengar mengiba.

Sementara dengan perasaan galau Sooyoung akhirnya menuruti perintah ayahnya dan membawa kakaknya pergi, saat ini ia butuh berpikir jernih untuk bisa menentukan pilihannya.
“Soo… kita harus bicara,” Kyuhyun berusaha menahan Sooyoung dengan meraih pergelangan tangannya, namun dengan kasar Choi Jungnam melepaskan tangan Kyuhyun.
“Mianhamida Kyuhyun-ssi, sampai adanya titik terang penyelesaian masalah ini, lebih baik kau tidak usah bertemu Sooyoung ataupun Soojin dulu, aku bersama tuan Cho dan CEO mu akan bicara,” Tuan Choi dingin.
“Tapi Abonim, aku harus bicara dengan Sooyoung…”
“kau bisa pulang dengan keluargamu sekarang, beri kami waktu untuk menenangkan diri terlebih dahulu,” Tuan Choi benar-benar bersikap dingin dan mengabaikan etika dalam menerima tamu tidak seperti biasanya, Sooyoung pun dengan pasrahnya segera membawa Soojin yang tampak semakin mengkhawatirkan ke lantai atas dan meninggalkan Kyuhyun dan kedua orang tuanya, tentu saja itu benar-benar membuat Tuan dan Nyonya Cho benar-benar merasa terhina dan sulit mengampuni Kyuhyun.

****

Dua hari berselang, sama sekali belum ada komunikasi antara Sooyoung dan Kyuhyun, tidak ada pertemuan meskipun keduaya ingin bertemu, hanya handphone yang menjadi harapan satu-satunya mereka untuk saling berkomunikasi namun handphone Sooyoung pun sudah disita oleh ayah Sooyoung. Bahkan Sooyoung tidak bisa menanyakan kebenaran itu secara hati ke hati dari Soojin karena keluarganya melarang keras Sooyoung untuk membahas apalagi menanyakannya, mereka tidak ingin hal itu akan melukai Soojin, jika Sooyoung bersikap seolah-olah ia tidak percaya kepada Soojin padahal jelas-jelas ia telah menderita. Jadilah kedua kakak beradik yang dahulu sangat akrab itu berkomunikasi agak kikuk dan hanya mengobrol seadanya.

Hari itupun tiba, hari dimana segalanya akan diputuskan, kini bag rapat direksi para pejabat SM, kedua orang tua Sooyoung, kedua orang tua Kyuhyun, masing-masing manager SNSD dan Super Junior serta CEO Kim Youngmin dan tentu saja dihadiri pula oleh Kyuyoung, sedang mengadakan pertemuan eksklusif di kantor SM.

Kyuhyun dan Sooyoung yang dudum berhadapan, saling bertemu pandang dan saling menatap seakan ada begitu banyak hal yang harus mereka bicarakan, tapi keduanya sama-sama tak kuasa berkata apapun dengan kehadiran para tetua yang seakan sewaktu-waktu dapat menjatuhkan fonis apapun terhadap hubungan mereka.

“Ada masalah apa sebenarnya? Sepertinya ini masalah yang serius, Apakah ini ada hubungannya dengan kepulangan Kyuhyun dan Sooyoung dari bulan madu yang dipercepat?,” Tanya CEO Kim memulai.
“Jadi begini Sajangnim, sebelumnya aku ingin minta maaf kepada pihak manajement, tapi sepertinya kami harus mengakhiri pernikahan Kyuhyun dan Sooyoung,” Tuan Cho mulai menjelaskan.
“Apa?! Apa yang terjadi?”
“Yaa… kami tau ini pasti akan mengejutkan anda, tapi sepertinya kita telah salah paham akan hubungan mereka selama ini, aku benar-benar menyesal akan ini”
“Yaa.. tapi, bisakah anda menjelaskan apa yang terjadi? Jujur saja situasi ini benar-benar mengejutkan kami” Tuan Choi Jungnam pun menceritakan detail ceritanya, tentu saja semua itu berdasarkan apa yang diketahuinya, minus fakta bahwa Kyuyoung saling mencintai dan tidak ingin dipisahkan.

“Sekali lagi kami benar-benar minta maaf akan kejadian memalukan ini,” kata Tuan Choi menutup ceritanya
“Yaa.. sekarang aku mengerti semuanya, tapi seperti yang kalian semua ketahui, baik Kyuhyun maupun Sooyoung masih terikat kontrak satu tahun lagi dengan kami, dan kami tidak bisa menanggung kerugian yang besar, kami tidak mungkin memutuskan kontrak begitu saja” Kim Youngmin menjelaskan dengan takzim.
“Lalu tak bisakah kita menyembunyikan perceraian mereka dan melaksanakan pernikahan Kyuhyun dan Soojin secara diam-diam?” Moon Soohee harap-harap cemas.
“Ahh.. aku rasa tidak bisa seperti itu, jika itu berurusan dengan hukum secara otomatis publik pasti akan segera tau, Terlebih lagi sekarang Kyuyoung adalah pasangan yang paling menjadi sorotan, mereka adalah pasangan idaman di negara ini saat ini, kita tidak mungkin secara tiba-tiba mengumumkan berita mengejutkan ini, aku yakin ini akan membuat karir Kyuyoung tamat dan itu akan berdampak besar kepada saham SM kedepannya” Manajer menjelaskan.
“Lalu apa yang harus kami lakukan? Kami tidak mungkin membiarkan Kyuhyun dan Sooyoung terus bersama sementara Soojin mengandung anak Kyuhyun?,” cerocos Nyonya Hwang Minyeong
“Eomma…!,” Protes Kyuhyun terhadap omongan kejam dan blak-blakan ibunya.
“Wae?! Ini semua juga karena ulahmu! Kalau kau tidak melakukan hal-hal yang aneh-aneh, semua kekacauan ini tidak mungkin terjadi” Semprot Ibunya
“Yang bisa kami lakukan sebagai manajemen hanya menjaga keharmonisan dan keromantisan hubungan Kyuyoung di depan publik demi karir mereka. Saranku adalah biarkanlah pernikahan Kyuyoung ini berakhir hingga masa kontrak mereka habis, Kyuyoung harus tetap tampak romantis di depan umum sementara di belakang layar Kyuhyun masih tetap bisa mengunjungi Soojin secara rutin tanpa ada orang yang akan curiga, mengingat semua orang tau bahwa Soojin adalah kakak Kandung Sooyoung yang berarti adalah kakak ipar Kyuhyun”
“Tapi kami tidak bisa membiarkan Kyuhyun dan Sooyoung tetap bersama apa lagi dalam satu atap”
“Soal itu nyonya tenang saja, publik bahkan belum tau soal kehamilan palsu Sooyoung bahkan soal Sooyoung dan Kyuhyun tinggal di apartemen berdua karena belum ada konfirmasi dari kami, kita habiskan dulu masa bulan madu Kyuyoung seperti yang diketahui publik, setelah itu kita akan membuat konferensi pers bahwa Kyuyoung akan tetap tinggal di dorm masing-masing, demi kekompakan mereka dengan group masing-masing namun bebas memiliki waktu untuk berdua kapan saja dan akan rutin bertemu dua kali seminggu, dengan begitu semua akan terkendali sesuai rencana”
“Aku setuju dengan ide itu, dengan begitu tidak akan ada yang dirugikan dalam hal ini, setelah setahun habis masa kontrak, dan setelah perceraian resmi Kyuhyun dan Sooyoung, Kyuhyun dan Soojin bisa menikah dan tinggal di luar negeri, bagaimana menurutmu Tuan Choi?,” Tuan Cho mempersilahkan Tuan Choi untuk menyumbangkan pemikirannya
“Yaa… kau benar, jika itu jalan satu-satunya aku setuju-setuju saja” Tanggap Tuan Choi pasrah
Akhirnya, tanpa sedikitpun menanyakan pendapat Kyuhyun maupun Sooyoung, keputusan final itupun dibuat.

Bagi Kyuyoung keputusan itu cukup melegakan setidaknya mereka belum benar-benar bercerai, meski tetap saja keputusan itu tetap kejam karena hubungan mereka tidak akan sama lagi. Hubungan mereka kini tak lebih dari sekedar hubungan fan service settingan manajemen dan mereka hanya boneka di dalamnya, apapun yang harus mereka lakukan dan tidak boleh lakukan semuanya dibawah kendali manajemen dan orang tua mereka dan tentu saja itu sangat menyakitkan.
****
Sooyoung’s POV
Setelah pertemuan itu, selama 2 minggu aku tidak pernah bertemu Kyuhyun. Dan tentu saja komunikasi kami benar-benar terputus, aku tidak bahkan tidak bisa keluar rumah karena Aboji dan agency melarangku, handphone ku juga masih ditahan Appa sehingga aku tidak bisa menghubungi Kyuhyun. Jujur aku sangat merindukannya, aku ingin bicara banyak padanya, aku ingin menanyakan segala yang ingin aku ketahui, terlebih lagi aku ingin tau kabarnya, aku ingin tau apakah dia juga merasa tersiksa karena merindukanku seperti halnya aku. Terkadang di saat aku benar-benar tidak tahan ingin bertemu dengannya, aku ingin kabur saja dan lari bersamanya, tapi aku dengan segala niat egoisku itu selalu saja teralihkan melihat kondisi Eonnie yang tengah hamil muda dan tampak tidak sehat. Ia sering muntah-muntah dan tidak nafsu makan, tubuhnya semakin kurus, bahkan ia pernah mengalami pendarahan kecil karena sering naik turun tangga, kata dokter kandungannya sangat lemah dan tidak boleh banyak bergerak dan yang terpenting dia tidak boleh stress, hal itu membuatku sangat khawatir dan prihatin, maka setiap harinya aku selalu disibukkan dengan merawat Eonnie, memasak untuknya, memberinya obat secara rutin dan mengantarnya ke dokter, tentu saja aku harus sebisa mungkin menyembunyikan identitasku.

Dua minggu berselang tibalah hari itu, hari dimana seakan-akan kami baru tiba dari berbulan madu panjang kami dan mengadakan konferensi pers untuk selanjutnya kami akan kembali kepada kehidupan idol kami yang penuh dengan pencitraan. Bagiku ini benar-benar melelahkan dan konyol, artis lain mengadakan konferensi pers di saat masa promo film terbaru atau harus mengkonfirmasi sebuah kasus, tapi kami baru pulang dari bulan madu saja harus mengadakan konferensi pers pula, heol!. Tapi ada untungnya juga bagiku, baru sekali ini aku benar-benar bahagia bisa mengadakan konferensi pers karena akhirnya aku mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan suamiku setelah sekian lama.

Dan saat dinantikan itupun tiba, jantungku berdegup kencang ketika mobil yang aku tumpangi bersama manager Oppa mendarat di depan kediaman keluarga Cho. Kemunculan Kyuhyun dibalik gerbang rumah memukauku, ia tampak tampan sekali dengan setelan casual kaus putih dengan semi blezer biru muda yang senada dengan celananya serta kaca mata hitam yang menambah kesan maskulin, ck! Tampan? Kenapa tiba-tiba aku jadi memujinya begini? Seleraku terhadap pria sepertinya menurun drastis. Sebenarnya warna pakaian kami hari ini sangat senada, akupun mengenakan mini dress biru muda berbalutkan semi blezer putih yang chik dan tak lupa kaca mata hitam bernuansa musim panas. Apakah mungkin ini semacam kontak batin? Ahh… aku benar-benar berlebihan, tentu saja itu karena diminta oleh manajemen supaya kami tampak serasi di depan publik, yaa… pasti itu alasannya.

Ketika Kyuhyun masuk ke dalam mobil dan duduk di sampingku, aku benar-benar tak bisa menahan diriku untuk tidak memeluknya, aku berhambur ke pelukannya dan kudekap erat tubuhnya,
“Bogoshippo Kyu…, “ Ucapku dengan suara yang bergetar karena tangis haru.
“Miann, aku benar-benar tak bisa menemuimu,” Lanjutku meski belum mendapakan balasan dari Kyuhyun,
“Kau tau kan…? aku selalu pecaya padamu, aku yakin kau tidak mungkin melakukannya,” dengan pengakuanku itu aku benar-benar mendapatkan balasan mengejutkan dari Kyuhyun
“Eeii… berhentilah memelukku seperti ini,” Katanya sambil mengurai pelukan eratku.
“Nee..?” Tanyaku terkejut.
“Kau memelukku benar-benar erat.. apa tidak malu dilihat supir dan manajer hyung?” ucapannya benar-benar membuatku salah tingkah seakan aku sedang kepergok melakukan sebuah pelanggaran besar, ia bahkan seperti tak sudi menatap wajahku.
“Eeeh? Miann… aku… aku benar-benar reflek, aku… aku hanya benar-benar sudah lama ingin bertemu denganmu”
“Cish… yaa! Jangan norak begitu, kita tidak bertemu baru dua minggu, bukan dua tahun, sudahlah kau ini makanya jangan terlalu banyak menoton drama, kita tidak bisa berlama-lama disini. Ini siaran langsung, jadi kita tidak boleh terlambat, Kajja”Aku tersentak dan tak mampu berkata-kata, aku benar-benar terkejut dengan reaksi Kyuhyun, Anni… hanya saja aku terasa seperti orang bodoh yang menangis haru bertemu seseorang yang paling kuharapkan, tapi dia bersikap seperti tidak terjadi apa-apa. Apakah aku terluka karena ini? Entahlah, sikap Kyuhyun membuatku bingung, seperti akulah yang sudah salah paham dan baru terbangun dari mimpiku, apakah ini yang dinamakan kecewa? Yaa… sebut saja seperti itu, tapi aku rasa kondisi hatiku sekarang lebih buruk dari itu.

Yang lebih mengejutkan lagi, sepanjang perjalanan tak sekalipun Kyuhyun bicara padaku apalagi menoleh padaku, ia hanya sibuk melihat ke jendela mobil atau terkadang mengobrol dengan manajer-nim, dan seperti orang bodoh, mataku terus saja terpaku padanya, meski sesekali kucoba untuk mengalihkan tapi itu tak bisa bertahan lama karena pandanganku tetap saja beralih ke wajahnya yang tampak datar dan dingin, sampai kapanpun aku tak akan bisa tenang sampai aku bicara padanya atau paling tidak menampar wajahnya, tapi sekarang tak ada yang bisa kulakukan selain menatapnya dalam diam, sampai aku bisa memastikan aku tidak akan menangis dan terkejut apapun maksud dari sikapnya.

Dan Kyuhyun kembali melakukan hal yang mengejutkan, dia sungguh berbakat menjungkir balikkan duniaku habis-habisan, sesampainya di depan gedung konferensi pers, setelah turun dari mobil ia sambut tanganku, sejenak aku terpaku namun dengan ragu ke balas uluran tangannya lalu ia tatap lekat-lakat mataku dan ia selipkan jemarinya di sela-sela jemariku dan mengandengku berjalan menuju ruang konferensi pers, dan sudah pasti pulahan wartawan yang kupastikan sudah sejak tadi berkumpul menunggu kami sudah menyambut kami dengan kilauan jepretan kamera mereka. Tapi seperti seorang bodiguard yang melindungiku, Kyuhyun terus saja menggandeng erat tanganku, sebuah genggaman yang begitu hangat dan sekali tak berbeda dari genggaman tangannya saat kami berjalan berdua di Brasil dulu, aku jadi bingung apakah aku tadi terlalu berlebihan menanggapi perubahan sikap Kyuhyun?. Namun akhirnya aku sadar, aku tak perlu terkejut dengan perubahan sikapnya kali ini karena dia melakukannya agar terlihat meyakinkan di depan publik. Kali ini anggapanku benar bukan?

“Sebenarnya, kenapa kalian melakukan bulan madu sampai satu bulan? bukankah itu terlalu lama untuk ukuran bulan madu? Sebenarnya apa yang sedang kalian rencanakan, apakah ini semacam program memiliki anak atau semacamnya?” Tanya panjang lebar seorang wartawan setelah acara dimulai. Ini sedikit ironis, sebelumnya memang itulah tujuan dari bulan madu ini, pulang bulan madu dengan mambwa berita kehamilan, tapi sekarang kami tidak perlu berbohong lagi soal kehamilan.

“Ahh… sebenarnya tidak seperti itu, kami mengambil cuti lama karena kami ingin bulan madu sekaligus istirahat pasca comeback kami kemarin.” Jawab Kyuhyun dengan tenang, selanjutnya kami terus diberondongi dengan beberapa pertanyaan yang lucunya benar-benar sudah dipredikisi oleh manajemen dan tentu saja jawabannya sudah kami siapkan pula, di antaranya tentang tempat tinggal kami yang sebelumnya dirumorkan akan satu apartemen dan kali ini manajer-nim yang menjawab, dengan sempurna manajernim menjawab bahwa kami akan tetap tinggal di dorm masing-masing demi untuk tetap menjaga kekompakan dalam group dan agar tidak timbul perasaan iri di antara anggota kami, lengkap dengan dispensasi pertemuan rutin kami setiap minggu, jawaban yang sempurna bukan?
****
Dan seakan segala yang kami alami kemarin benar-benar hanyalah mimpi, kehidupan kami benar-benar kembali seperti semula, kembali sebagai idol dengan jadwal menyesakkan seperti robot tak berperasaan, kembali tinggal satu dorm dengan 8 saudaraku, tapi dengan situasi ini aku cukup bersyukur, kesibukanku sedikit banyak membuatku melupakan masalahku dengan Kyuhyun, walaupun nyatanya tak pernah benar-benar lupa walau barang sedetikpun. Dan jangan pikir aku tak berusaha untuk meminta pertanggung jawaban Kyuhyun, aku selalu berusaha menghubunginya, meski harus mencuri-curi waktu, baik itu dengan menelepon, sms, line dan sebagainya telah aku coba, tapi tak pernah ada respon darinya. Dia benar-benar bajingan yang tidak bertanggung jawab, dan jangan harap aku akan melepaskannya begitu saja, sampai mati pun aku tidak akan pernah berhenti mengganggunya sampai aku tau apa yang sebenarnya terjadi.

Dan hari ini, kembali aku memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya, yaa sebagai icon pasangan ideal saat ini, kami didaulat sebagai brand ambassador sebuah produk peralatan masak. Dan tentu saja si Brengsek Kyuhyun yang bahkan sampai saat ini tak mau bertatap muka denganku saat kami berdua saja itu, lansung melakukan aksi romantisnya dengan merangkulku dengan mesranya di sepanjang proses shooting, dia bahkan memanggilku dengan panggilan ‘yeobo’ panggilan khas suami istri, woaahh! Dia benar-benar penjahat bermuka dua yang handal, aku bahkan sekarang tak bisa membedakan apakah dia sedang akting ataukah itu asli.

Adegan pertama dimulai dengan adeganku yang sedang sibuk memasak yang enak untuk suami dan anak-anakku, oh ya… perlu kuberithu, disin diceritakan kami adalah pasangan mesra nan bahagia yang memiliki 3 orang putra kembar yang diperankan oleh si kembar paling populer Daehan, Minguk dan Manse. Sementara mereka sedang duduk di meja bersama ‘Appa’ mereka dan memandangiku yang sedang sibuk memasak, dan sudah tidak sabar untuk makan masakanku yang super lezat.

“Yeobo-yaa” Panggilku lembut kepada suamiku itu.
“Nee.. yeobo?”
“Bisakah kau membantuku memakai celemek ini?” pintaku sesuai skrip, Kyuhyun lalu mendatangiku dan mulai membantuku mengenakan celemek. Ia berdiri di belakangku dan tangannya melingkar di sekelilingku, ia lalu mengalungkan tali celemek di leherku, dengan lembut ia belai rambutku yang kemudian ia kesampingkan di pundakku, aku dapat merasakan hangat nafasnya di sekeliling tengkukku, lalu dengan lembut ia ikat tali celemek itu di leherku, jujur saja andai sedikit jiwa profesionalku tak ada lagi dan aku tak sadar bahwa ini hanya akting, mungkin aku sudah pingsan karena belaian yang membuat jantungku hampir copot.

Setelah mengikat tali celemek di bagian leherku, kini tangannya beralih ke tali celemek bagian perut, seakan begitu ahli di bidang improvisasi, secara mengejutkan ia menarik tali celemekku agak kencang hingga menarik diriku bergerak rapat ke arahnya.

“Mau masak apa hari ini sayang?” Bisiknya lembut tepat di belakang daun telingaku.
“Eeh tentu saja masakan kesukaanmu, chakkaman” jawabku sesuai skript. Dan aku mulai berakting sibuk memotong sayuran dengan pisau dan tatakan produk yang sedang kami promosikan.

Lalu kembali kami melakukan adegan mesra, Kyuhyun melingkarkan tangannya di perutku dan dagunya ia letakkan di bahuku. Omo! Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku jadi deg-degan berlebihan begini? Wajahku pasti sudah memerah seperti kepiting rebus sekarang.

“Cut!!” Pekik sang sutradara, pertanda adegan kami barusan tak sesuai dengan yang diharapkan.
“Sooyoung-ssi, kenapa ekspressimu kaku seperti itu? Kau tampak lebih seperti gadis remaja yang malu-malu baru pertama kali jatuh cinta. Kau harus tersenyum dan tampak seperti seorang istri yang sangat bahagia begitu dicintai suaminya,” cecar sang sutradara mengarahkanku.
“Eehh… yyee… Maafkan aku” ucapku sambil membungkuk 90 derajat.
“Kita ulang adegan terakhir ya?” Kyuhyun tampak mendecis kesal, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, apakah ia keberatan mengulang adegan mesra itu denganku?
Dan jadilah kami mengulang adegan yang bagiku sangat mendebarkan itu namun kali ini aku berhasil mengendalikan diriku, yaa… melihat reaksi ogah-ogahan Kyuhyun tadi apakah wajar jika aku tampak menikmatinya?

Proses Shooting akhirnya usai, semua kru tampak sibuk beres-beres dan tinggallah aku berdua saja dengan Kyuhyun, namun itu tak bertahan lam karenalagi-lagi ia mengabaikan keberadaanku.
“Aku… pergi dulu” Yaa… dia memang berpamitan padaku, tapi apakah itu bisa disebut menyapa? apakah sikap itu wajar dilakukan oleh seorang suami terhadap istrinya? Tidak! Aku tidak terima ini, aku tidak bisa membiarkannya menghindariku lagi. Maka, sebelum ia melangkah pergi, kutahan ia dengan meraih tangannya.
“Kita harus bicara sekarang” Kataku sambil menatap matanya dalam-dalam.
“Nanti saja kita bicara, manajerku sudah menunggu, sore ini aku ada Shooting lagi,” Katanya kembali ia mengalihakan pandangannya
“Tapi kita harus bicara sekarang juga!” Pekikku.
“Tolong jangan kekanak-kanakan begini Soo.” Kyuhyun mencampakkan genggaman tanganku
“Kenapa kau menghindariku seperti ini Kyu? Apa salahku?!” Suaraku mulai tak terkontrol, Kyuhyun segera membekap mulutku rapat-rapat takut orang lain akan mendengar. Setelah berhasil mendiamkanku giliran ia yang meraih dan menggandeng tanganku menjauhi lokasi Shooting.
*****
Kyuhyun membawaku ke sebuah taman yang cukup lengang dari hiruk pikuk pengunjung.
“Cepat katakan apa yang ingin kau katakan,” Ucap Kyuhyun akhirnya setelah melepaskan genggamannya.
“Kau benar-benar tidak tau, apa yang ingin aku bicarakan denganmu?”
“Yyaa! Tidak usah bertele-tele begini, aku tidak punya waktu untuk memikirkan apa yang ingin kau katakan”
“Mwo?! Yya… Cho Kyuhyun, tidak bisakah kau berhenti mempermainkanku seperti ini? Kau terus saja menghindariku dan enggan bicara padaku, ada apa denganmu sebenarnya? Apakah Appa yang melarangmu menemuiku?”
“Anni… bukan seperti itu”
“Lalu apakah manajemen yang melarangmu?” Aku terus berusaha mengoreknya.
“Kau sudah salah paham Choi Sooyoung”
“Lalu kenapa? Apakah ini karena masalah Soojin Eonnie? Aku kan sudah bilang aku percaya padamu, aku yakin kau tidak mungkin melakukannya, iya kan?”
“Lupakan saja Soo, aku tidak punya waktu untuk berdebat denganmu, kita toh akan terus bertemu di depan layar, jadi tidak ada yang perlu dijelaskan di antara kita” ucapnya dingin, tapi aku bisa merasakan getarannya
“Apakah aku yang sudah salah paham?”
“Kedde, kau sudah salah paham. Kita masih punya waktu satu tahun lagi, jadi aku mohon jangan terlalu terbawa perasaan padaku” Ia benar-benar mengucapkannya dengan lantang seraya berbalik badan menjauhiku. Tapi lagi-lagi aku menarik pergelangan tangannya.
“Jangan katakan kalau apa yang mereka katakan itu benar? Kau dan Soojin Eonnie…”
“Kedde kau benar! Bayi itu memang adalah bayiku, kau puas sekarang?!!” ucapan lirih Kyuhyun menyentakku,tapi aku bahkan tidak bisa mendengar dengan jelas ucapannya, namun sedikit banyak aku mencerna apa yang diucapkannya, dan itu benar-benar monohokku hingga membuatku tak bisa berbuat apapun selain membeku.
“Aku harus pergi” Katanya sambil melangkah cepat, meninggalkan aku sendirian dalam tangisku.

TBC

Singkat dulu ya guys… Kyuhyun’s POV nya di next chapter aja okay. 🙂

Advertisements

4 thoughts on “I Think I Love You!! Eottokke?! Part 13

  1. aku nggak tau pernah baca tau nggak part sebelum nya .. soal nya aku lupa lg … klo pun iya, itu pasti pake unser name yg lama, aku juga lupa apa nama nya ..
    kasian soo .. kyu juga jahat … bingung aku mau komen apa soal nya di ff ini kaya nggak ada yg ngertiin soo … soojin juga kaya rada jahat deh .. hehehe …maaf ya ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s