I Think I Love You, Eottoke?! Part 15


  • wpid-img_20141109_013143.jpg

    Judul                  : I think I Love You!! Eottokke?!

    Author                : Choi Runnisa

    Cast                   :

    • SuJu Kyuhyun
    • SNSD Sooyoung
    • Choi Soojin
    • EXO Kai

    Additional Cast       : Jo In Sung & the Others

    Genre                  : Romantic Comedy

    Kyuhyun’s POV

    “Yyaa! Choi Sooyoung, kenapa kau pergi begitu saja? Dengarkan aku dulu, kau harus percaya padaku!!” Hanya batinku yang mampu berteriak dikala mulutku seakan terkunci rapat. Namun ia sama sekali tak mendengar isi hatiku yang memanggil-manggilnya, ia berjalan cepat sekali dan bodohnya aku tak berusaha untuk menahannya, ia terus menjauh dari jangkauanku dan menghilang di balik tembok. Sesaat kemudian Soojin muncul dari dalam ruangan, wajahnya tampak putih pucat, di samping itu raut wajahnya tampak sangat putus asa, sambil telapak tangannya sibuk memegangi perutnya. “Terimakasih sudah bersedia menemaniku ke dokter” “Aku sudah bilang padamu kan, kalau kau butuh apa-apa harusnya kau menghubungiku!” omelan itu ekspressi dari kekhawatiranku padanya. Ya, tadi waktu kebetulan aku sedang break, Omonim tiba-tiba meneleponku dan mengabarkan bahwa dia sangat mengkhawatirkan Soojin Noona yang dilaporkan pembantunya nekat pergi sendirian ke dokter, ia juga memberitahuku bahwa beberapa hari ini kondisi tubuhnya semakin menurun karena stress berat entah karena apa, jadi aku langsung saja menyusulnya ke sini. Ya, jujur awalnya aku sangat marah padanya bahkan membencinya, bagaimana mungkin setelah ia mencampakkanku dan pergi sesuka hatinya lalu dia kembali lagi dengan membawa kabar tentang kehamilannya dan memintaku bertanggung jawab? Lagipula aku sudah tak lagi mencintainya, segenap perasaanku sudah kuberikan kepada Sooyoung, hingga tak tersisa lagi perasaan untuknya, jadi untuk apa lagi aku peduli padanya? tapi setelah mengetahui keadaan yang sebenarnya, aku tidak bisa bersikap acuh lagi padanya apalagi menyalahkannya meski dia sudah mengkhinatiku dan memfitnahku, sekarang aku malah benar-benar mekhawatirkannya lebih tepatnya, aku kasihan padanya. Ya… Semua ini kulakukan bukan berarti karena aku masih ada perasaan terhadapnya atau karena aku harus bertanggung jawab akan kehamilannya, semuanya kulakukan atas dasar rasa sayang sebagai ipar, apalagi dia adalah orang yang sangat disayangi oleh wanita yang kucintai.

    “Aku tidak ingin menyusahkanmu Kyu, aku tau kau sangat sibuk, kau tidak usah terlalu mengkhawatirkan aku”

    “Noona gwenchana??”

    “Ne… aku baik-baik saja, gwenchana. Kyu, aku sudah membicarakannya dengan dokter, tapi dia membutuhkan persetujuan dari suamiku atau anggota keluargaku, aku… tidak mungkin meminta keluargaku, itu akan melukai mereka, aku tau aku tidak pantas mendapatkan bantuan apapun darimu, tapi sekali ini saja maukah kau berpura-pura sebagai suamiku walau hanya di depan dokter?” Ia begitu tampak menyesal harus mengatakannya, tapi itu membuatku justru semakin simpati padanya. “Persetujuan? Persetujuan apa yang kau maksud?” “a..aku tidak bisa melakukan operasi tanpa persetujuan pasanganku”

    “Mwo operasi? apa maksudmu, Kau ingin…”

    “Nee, aku sudah memikirkannya matang-matang dan aku memutuskan untuk menggugurkan kandunganku, aku rasa tidak ada gunanya aku mempertahankannya,” Soojin tampak begitu putus asa, seakan keputusan itu adalah jalan satu-satunya yang bisa ia lakukan.

    “Kau bercanda kan?” aku terang saja sangat terkejut tiba-tiba saja dia memutuskan hal itu, bukankah aku sudah setuju dengan permohonannya waktu itu?

    “Anni, ini adalah jalan satu-satunya, aku lebih baik menyakiti diri sendiri daripada harus membebani dan menyakiti orang-orang yang aku sayangi karena aib ini, ini pasti akibat dosaku padamu, aku benar-benar tidak pantas menerima maafmu, tapi aku tetap ingin minta maaf karena sudah mengkhianati dan memfitnahmu, tadinya aku pikir semuanya akan baik-baik saja, awalnya aku sama sekali tidak tau kalau kau dan Sooyoung saling mencintai, aku hanya berpikir jika aku membohongiumu dan mengatakan bahwa kau adalah ayah dari bayiku, kau pasti akan bersedia menikahiku karena kau masih mencintaiku, bahkan setelah mengetahui bahwa kalian saling mencintai aku masih saja terus berfikiran egois dan ingin mengambilmu kembali, tapi aku terus berpikir, dan semakin aku memikirkannya, aku semakin merasa tidak bahagia… mana mungkin bahagia dengan menghancurkan hubungan mu dengan Sooyoung? dan aku tidak akan pernah bahagia jika terus-terusan menyakiti hati adikku, adikku yang sudah kukhianati tapi masih menaruh perhatian lebih padaku dan dengan tulus merawatku,” Soojin mengatakan itu lagi, menunjukkan bahwa betapa ia menyesal, air matanya bahkan sudah menggenang di pipinya dan itu membuatku semakin merasa serba salah.

    “Kau sudah mengatakan itu berkali-kali padaku, dan sudah ku bilang kan aku akan bertanggung jawab?”

    “Hentikan Kyu! aku tidak akan membiarkan kau bertanggung jawab atas sesuatu yang tidak kau lakukan” Soojin benar-benar berubah pikiran?

    “Tapi Kenapa kau bisa berpikiran bodoh seperti itu? Biar bagaimanapun anak yang ada dalam kandunganmu juga berhak untuk hidup” harusnya aku senang dengan keputusannya, bukankah dengan begitu, aku tidak perlu menikahinya dan berpisah dari Sooyoung? tapi tidak! aku tidak bisa membiarkan dia melakukan dosa besar itu.

    “Lalu aku harus bagaimana Kyu?! Bayi ini bahkan tidak memiliki masa depan, bayi ini akan membebani semua orang, Eomma dan Appa, keluargamu, Sooyoungie dan pastinya kau, aku juga tidak akan memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu pada Appa, kau tau kan penyakit jantung koroner Appa sudah semakin kronis? aku tidak ingin membuatnya stress hingga akhirnya sakit”

    “Yya! Tapi apa kau sudah gila?! Apa kau tega membunuh bayi yang tidak bersalah?”
    “kau tidak perlu khawatir, karena setelah ini aku akan memberitahu keluarga kita bahwa anak ini bukan anakmu, kau bisa kembali pada Sooyoung, nee?”

    “Noona, dengarkan aku”

    “Tolong bantu aku Kyu, ini demi Sooyoung dan demi Appa!!” Tangisannya pecah, ia benar-benar tampak stress dan aku berusaha menenangkannya dengan membawanya ke dalam pelukanku untuk mengurangi rasa frustasinya,

    “Aku berjanji aku akan membantu Noona, aku akan membantumu sebisaku, aku… aku akan bertanggung jawab terhadap kandunganmu,” ucapku kembali, walau aku selalu mengatakannya dengan berat hati.
    “Tidak Kyu, jangan lakukan itu” Ia menggeleng keras setelah melepas pelukanku.
    “Aku akan bertanggung jawab terhadap kandunganmu, jadi kumohon jangan lakukan itu, jangan pernah!”
    “Tidak Kyu, jangan lakukan itu, kau tidak pantas melakukan apa-apa untukku, aku ingin kau kembali pada Sooyoung dan bahagialah dengannya, kau juga harus membahagiakan adikku, Arrasseo?”
    “Kau pikir setelah tau apa yang terjadi padamu, dia akan bahagia bersamaku?! Tidak! Dia pasti lebih menderita lagi melihatmu menderita, apalagi jika terjadi sesuatu pada Abonim”
    “Lalu apa yang harus kulakukan?! aku sudah menjadi kakak yang jahat, itu akan sangat membuatnya menderita” Tangisan Soojin semakin menjadi, ia tersedu sejadinya dan yang kulakukan hanya menenangkannya dan kembali membawanya ke dalam pelukanku. Tak terasa air mataku juga ikut menetes, padahal sejak tadi sudah kutahan mati-matian bahkan sejak kedatangan Sooyoubg.

    Soojin benar, Sooyoung pasti akan sangat menderita, aku mencampakkannya begitu saja tanpa mengatakan apapun, tapi apa yang bisa kulakukan? Dia sangat menyayangi Kakaknya dan juga keluarganya, jika dia bersamaku dia akan kehilangan keluarganya, bersamaku dia akan lebih menderita lagi, aku tidak ingin dia galau memilih antara aku dan keluarganya, untuk itu aku harus membuatnya tidak memiliki pilihan lain. Miann Soo, miann… lagi-lagi aku menyakitimu, aku tak bisa memenuhi janjiku padamu, maafkan aku…

    Author’s POV ]
    Sooyoung terkejut ketika menemukan Jo In Sung berada di kantor SM tepatnya sedang berbicara dengan Recepsionist
    “In Sung Oppa? Sedang apa dia disini?.” Sooyoung bergumam, segera ia menghampiri In Sung yang sepertinya belum menyadari keberadaannya.
    “In Sung Oppa?” Sapa Sooyoung
    “Sooyoung-ssi, kebetulan sekali! Ehh… Nona aku tidak jadi menitipkannya” In Sung berbicara kepada sang resepsionist. Sang resepsionist lalu segera memberikan kembali sebuah benda yang tampak seperti hadiah.
    “Sooyoung-ssi! kebetulan sekali kita bertemu disini, jadi aku tidak perlu menitipkannya lagi,” Katanya sambil menyodorkan sebuah paper bag bermotif batik kepada Sooyoung
    “Ige Mwoya?,” Tanya Sooyoung bingung
    “Ini oleh-oleh dari Bali untukmu”
    “Ahh.. kamsha hamnida, tapi kau tidak perlu repot-repot datang ke kantorku untuk menyerahkan ini, Oppa bisa memberikannya kepadaku di lokas Shooting besok”
    “Hehehe… aku hanya ingin cepat-cepat memberikannya, sebenarnya hadiah ini khusus ku belikan untukmu, jadi kalau terlalu lama di rumah, adik perempuanku yang akan menyambarnya duluan jika dia melihatnya”
    “Hahaha, kalau begitu kamsha hamnida atas hadiah berharganya, Ngomong-ngomong, bagaimana jumpa fans mu di Indonesia kemarin? Apakah menyenangakan?”
    “Tentu saja, eeh tidak enak mengobrol di sini, apakah kau punya waktu makan siang bersamaku sebentar?,” menanggapi ajakan In Sung, sesaat Sooyoung melirik jam tangannya untuk memastikan waktunya.
    “Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau kita makan siang di kantin SM saja? makanan disini aku jamin tidak kalah enak dengan makanan di restoran”
    “Jinjja? kalau begitu baiklah, jadi kita bisa lebih menghemat waktu untuk pejalanan, kajja!” Kantin berada di lantai 11, jadi mereka harus naik melalui lif terlebih dahulu untuk sampai di sana. Selama di dalam lif, mereka asik mengobrol ringan karena kebetulan tak ada seorang pun selain mereka, namun obrolan mereka segera terhenti ketika tiba-tiba lif berhenti mendadak dan sedikit terguncang, In Sung yang berada dekat di samping Sooyoung reflek melindungi tubuh Sooyoung dengan memeluknya, entah itu karena reflek atau sengaja. Suasana menjadi sempat canggung di antara keduanya, terutama bagi Sooyoung dan belum sempat mereka mengubah posisi, lif tiba-tiba terbuka dan benar-benar kebetulan, yang muncul kemudian di balik lif tidak lain adalah Cho Kyuhyun. Buru-buru Sooyoung melepaskan dekapan Insung dan mengembalikan posisinya dengan berdiri tegak seperti semula.

    Tentu saja Kyuhyun merasa sangat terkejut melihat adegan itu, dan yang terpenting dia benar-benar sangat marah,
    “Se… sedang apa kalian?” Tanyanya setengah membentak
    “Ekh, itu… tadi kami tidak sengaja, kami…” jawaban Insung langsung dipotong Kyuhyun
    “Lupakan saja!” Ucap Kyuhyun ketus sambil segera masuk ke dalam lif dan dengan liciknya, berdiri di antara Sooyoung dan Insung yang tadinya berdekatan dan menjadi penghalang kedekatan mereka, sengaja ia tidak memencet tombol lif, karena ia berencana akan mengikuti kemana mereka pergi padahal tadinya ia akan ke lantai dasar karena harus ke luar.
    “Kau mau ke lantai berapa, Kyuhyun-ssi?” Tanya Insung, bersiap untuk memencet tombol
    “Eoh! itu? A..aku juga akan ke lantai 11” Jawab Kyuhyun sedikit terbata, namun sejujurnya itu agak mengganggu Insung dan membuat kikuk Sooyoung. Jadilah selama di dalam lif ketiganya sama-sama membisu dan menciptakan suasana canggung. Selama di dalam lif Kyuhyun terus berpikir keras “apa yang mereka lakukan tadi? Apakah itu nyata atau dirinya baru saja masuk ke dalam program variety Show, atau mereka sedang Shooting?” dalam kediaman dan sikap acuhnya, Kyuhyun terus bergumam dalam hatinya, ia benar-benar tidak tenang memikirkan adanya kemungkinan lain. Setelah lif terbuka dan sampai di lantai 11, ia biarkan Insung dan Sooyoung keluar duluan lalu dalam perjalanan ke kantin Kyuhyun memisahkan jarak dengan mereka, namun sebenarnya dia mengintili mereka diam-diam. Di Kantin, Sooyoung dan Insung langsung saja duduk di sebuah meja yang berada tepat di samping jendela yang secara langsung menampakkan panorma kota Seoul dari atas, mereka memesan spaghetti dan beberapa makanan kecil lainnya
    “Bagaimana? Kantin SM tidak kalah dengan restoran bintang 5 kan?” Tanya Sooyoung kepada Insung melihat Insung cukup nyaman dengan suasana dan makanannya.
    “Nee… kau benar, aku heran kenapa semua artis SM masih tetap kurus dengan makanan seenak ini?” Sementara Sooyoung dan In Sung sedang mengobrol asik, Kyuhyun yang berniat mengintai mereka diam-diam mulai celingak-celinguk bingung harus melakukan apa di kantin, sementara dia sama sekali tak berniat untuk makan siang atau melakukan hal apapun di kantin. Sooyoung dan Insung yang melihat kedatangannya sempat merasa tidak nyaman dengan kehadiran Kyuhyun. “Kyuhyun-ssi, kau mau makan siang bersama kami?” Tanya Insung, yaa… sejak tadi memang hanya Insung yang menegur Kyuhyun, Sooyoung sama sekali tak sekalipun menyapanya, hingga membuat masalah yang ada di antara mereka tampak jelas, dan tentu saja Insung menyadarinya.
    “Csh! Kau pikir aku mengikuti kalian apa?!” Kyuhyun jelas tak mau ketahuan.
    “haha, aku tidak menuduh kau mengikuti kami, aku hanya menawarkan padamu Kyuhyun-ssi,” ucapan itu jelas membuat Kyuhyun kehabisan kata-kata dan tidak mampu mengelak.
    “Kyuhyun-aah!” Panggil seseorang tiba-tiba, tak jauh di seberang sana tengah duduk Shindong dan seorang manajer yang saat itu sedang makan siang pula. Assa! Kyuhyun merasa terselamatkan,
    “Eoh, Hyung!,” Kyuhyun melambaikan tangannya ke arah Shindong,
    “Lupakan saja, aku ke sini untuk menemui temanku, jadi miann aku tidak bisa makan bersama kalian” ucap Kyuhyun dengan angkuhnya. Lalu buru-buru  ia mendatangi meja Shindong.
    “Kyu, kau sedang apa di sini? Bukankah harusnya kau karena sedang ada kegiatan?” Kyuhyun gelagapan, pertanyaan Shindong malah memberikan kesan bahwa dia memang sengaja mengikuti Sooyoung dan Insung.
    “Ck! Tentu saja aku ke sini, aku… aku ingin membicarakan sesuatu denganmu” Kyuhyun berdalih
    “Mau bicara apa?” Shindong sok polos,
    “Ehh… begini, bagaimana kalau kita pesan makan dulu” Kyuhyun berusaha mengalihkan sambil masih berusaha berpikir alasan yang tepat.
    “Aiissh! Kau tidak lihat aku sudah menyisakan berapa piring?” Ucap Shindong polos
    “Ehh.. tapi aku juga sedikit lapar,jadi sebaiknya aku akan makan dulu, Ahjumma!” Kyuhyun kemudian memanggil seorang pelayan, sementara
    In Sung yang medengar itu, hanya tersenyum tipis namun tertawa dalam hati, dan Sooyoung hanya berusaha untuk tak berpikiran macam-macam ia tak ingin berharap banyak, takut akan dikecewekan, lebih tepatnya berusaha untuk tak perduli lagi.

    “Yyaa, bukankah itu Sooyoungie?” Shindong baru menyadari keberadaan Sooyoung
    “Dia besama aktor, lawan mainnya di drama barunya itu ya?” Sahut manajer Kang.
    “Yya, Kyuhyun-aah, bukankah itu istrimu?,” Tanya Shindong lagi.
    “Nde… dia istriku, memangnya kenapa?” Kyuhyun pura-pura bersikap cuek sambil menikmati makan siangnya
    “Kenapa dia kesini bersama pria lain, atau… jangan-jangan kau sengaja ke sini karena kau ingin mengintai mereka, ya?” Shindong antusias seperti telah mendapatkan jawaban dari pertanyaannya.
    “Ck, Diamlah! Siapa juga yang mengintili? sudah ku bilang aku ke sini untuk menemuimu dan makan siang, lagi pula mereka hanya membicarakan masalah pekerjaan.”
    “Ya, tapi kalau dilihat-lihat mereka tampak tidak seperti membicarakan suatu pekerjaan,”
    “Aigoo… Hyung kenapa berniat sekali menggunggu makan siangku sih? aku sedang makan jangan terlalu berisik.” Kyuhyun jadi marah-marah tak jelas.

    Sementara itu,
    “Kau tidak mau lihat oleh-oleh yang kuhadiahkan padamu?” Tanya In Sung kemudian, usai menghabiskan menu utama mereka
    “Nee? Oh iya, aku lupa, aku jadi penasaran, hehe” Sooyoung akhirnya mulai membuka hadiah yang diberikan In Sung dengan hati-hati.
    “Ige Mwoya?” Tanya Sooyoung penasaran, sambil mengguncang kotak kecil yang masih dibungkus kertas kado dari dalam paper bag itu.
    “Bukalah,” Singkat Insung. Sooyoung pun membuka kotak itu pelan-pelan, namun penasaran dan sedikit terkejut ia menemukan sebuah gelang cantik, bermotif etnik dengan batu-batuan kecil berwarna-warni menggelantung di sekelilingnya.
    “Woahh!” Mata Sooyoung berbinar-binar menatapnya.
    “Kau suka?” Tanya In Sung
    “Yeppota! Gomawo!” Ucap Sooyoung girang seraya tersenyum manis kepada Insung.
    “Aku pakai ya!” Sooyoung begitu kegirangan, sampai ingin langsung memakai gelang cantik itu, namun sesaat ia tampak sedikit keribetan memasangnya.
    “Biar ku bantu” Insung tiba-tiba meraih pergelangan tangan Sooyoung dan mencoba memasangkan gelang itu.

    Sementara,
    “Woahh!! Lihat apa yang Ahjussi itu lakukan, kau lihat?” Ucap Kang Manager
    “Nee, dia memegang tangan Sooyoungie!!” Ucapan heboh Shindong membuat Kyuhyun sampai kesadakan Jjajangmyeon dan terbatuk-batuk.
    “Wae?! Sekarang kau cemburu?” Sindir Shindong.
    “Te… tentu saja tidak!, mereka pasti sedang latihan akting” Kyuhyun mencoba untuk mengelak, walaupun sejujurnya hatinya sudah terbakar melihat adegan itu.
    “Jadi kau sama sekali tidak terganggu dengan mereka? aku pikir kau akan terbakar api cemburu, istrimu malah makan siang dengan orang lain”
    “Csh! Aku ini seorang idol, mana mungkin aku cemburu dengan hubungan profesional?!”
    “Yya! Kau benar-benar berhati dingin Kyuhyun-aah” Shindong cukup takjub melihat sikap Kyuhyun.

    Sementara di meja seberang sana Sooyoung dan Insung tentu saja dapat mendengar omongan Kyuhyun dengan jelas mengingat Kyuhyun dan teman-temannya terdengar seperti berteriak saat bicara.

    Namun itu membuat Sooyoung semakin sesak, Kyuhyun bahkan tidak cemburu padanya? Bukankah cemburu adalah tanda cinta? Lalu jika Kyuhyun tidak cemburu, itu artinya dia benar-benar tidak memcintainya?

    “Oppa, bisakah kita pergi sekarang?” Ucap Sooyoung kemudian mengajak In Sung.
    “Wae? cepat sekali! Kita bahkan belum menghabiskan semua makanannya.”
    “Aku… aku ada kegiatan setelah ini, miann… aku harus pergi sekarang” Sooyoung bersiap untuk buru-buru pergi.
    “Baiklah baiklah! Ayo kita pergi sekarang, tapi tunggu aku bayar dulu.” In Sung akhirnya pasrah dan terpaksa ikut Sooyoung pergi, sebelumnya terlebih dahulu ia membayar semua makanannya lalu mereka pun akhirnya beranjak meninggalkan kantin.

    Melihat kedua orang itu tiba-tiba pergi mendadak Kyuhyun kehilangan nafsu makan hingga menyudahi makannya.
    “Yya! Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan denganku?” Tanya Shindong penasaran.
    “Aku pergi sekarang” Bukannya menjawab, Kyuhyun malah berdiri bersiap untuk beranjak.
    “Mwo??! Katanya ada hal yang…”
    “Aku buru-buru, tolong bayarkan aku dulu makanannya Hyung, ne?”
    “Yya Cho Kyuhyun!!” Tanpa memperdulikan aksi protes Shindong Kyuhyun buru-buru berdiri dari duduknya dan pergi begitu saja.
    “Yaa… dia benar-benar kebiasaan! Itu pasti hanya alasan dia saja supaya dapat makanan gratis!” Omel Shindong sebelum Kyuhyun benar-benar menjauh, dan meski Kyuhyun mendengar omelan itu dengan jelas, tetap saja dia tidak perduli dan pergi begitu saja.

    Ya, tentu saja tujuan Kyuhyun buru-buru kabur adalah untuk menyusul Sooyoung. Setelah buru-buru menyusul Sooyoung, akhirnya ia menemukan Sooyoung di halaman parki dilihatnya kini gadis itu sedang berpamitan dengan Insung di parkiran depan gedung SM. Insung tampak pergi lebih dulu dan meninggalkan Sooyoung sendirian di sana.

    Sementara Kyuhyun terus memantaunya dari kejauhan tanpa memiliki keberanian untuk mendekat. Selepas Insung pergi Sooyoung kini tampak terdiam sesaat, raut wajahnya menampakkan dengan jelas bahwa suasana hatinya sedang tidak baik-baik saja, sesaat gadis itu bersandar di mobil tanpa membuka pintunya, ia terus merenung dan raut wajahnya tampak penuh dengan kedukaan.

    Dan Kyuhyun tau itu semua karenanya, Sooyoung menderita karenanya, dan ia benar-benar tidak tahan melihat derita itu, ia tidak tahan lagi melihat air mata dan kepedihan di wajah gadis itu dan ia benar-benar ingin menghapusnya, hingga ia pun tak kuasa lagi bertahan di tempatnya.

    Tanpa sadar melangkahkan kakinya mendekati Sooyoung yang tak menyadari keberadaannya dari jauh, namun kemudian seketika langkahnya langsung terhenti dengan kehadiran seseorang.

    “Eoh, Noona!” Panggil Kai yang baru muncul.
    “Kamjjong-ahh” Sooyoung menegakkkan tubuhnya dan berusaha tampil baik-baik saja di hadapan Kai, namun ia tak bisa menutupinya karena suaranya terdengar sedikit lemah.
    “Noona? Sedang apa kau di sini?”
    “A..aku, ya tentu saja aku akan ke luar”
    “Noona gwenchana? Wajahmu terlihat sedikit pucat”
    “Jinjja? Ahh… masa sih? aku merasa baik-baik saja” bohong Sooyoung
    “Kalau begitu, kemana kau akan pergi? Aku ikut yak!”
    “Andwe! Kau tidak boleh ikut!”
    “Pokoknya aku akan mengintil kemanapun Noona pergi, kajja” Kai cepat-cepat menarik Sooyoung ke dalam mobil. Hingga mereka pun berlalu meninggalkan tempat parkir.

    Sementara melihat itu, Kyuhyun hanya bisa melihat Sooyoung dari jauh dan membiarkannya pergi dengan pria begitu saja, meski ia cukup khawatir dengan keadaan Sooyoung tadi. Yaa… meski dari kejauhan melihat Kyuhyun dapat melihat dengan jelas wajah Sooyoung tadi, dan itu jelas menunjukkan dia tidak sedang baik-baik saja. Apa yang terjadi dengan Sooyoung? Sakit kah dia?
    ****

    Malam harinya jadwal sebagian member SNSD sedang kosong, hanya Sunny dan Yuri yang sedang Shooting variety show dan Seohyun yang sedang melakukan shooting CF terbarunya, member yang tersisa di dorm menghabiskan waktu senggang mereka dengan istirahat dan bersenang-senang dengan hobby masing-masing,

    Sementara, kini Sooyoung sedang asik menyantap beberapa potong kimbab dan kimchi dengan lahapnya sendirian di meja makan.

    “Yya! Akhir-akhir ini kau tampak selalu murung dan tidak sehat kecuali saat sedang makan, Aigoo… kau benar-benar makan dengan baik sekarang” ucap Hyoyeon, melihat cara makan Sooyoung yang tampak lahap menjadi-jadi. Ya, tentu saja selain Kyuyoung, keluarga serta manajer dan Direktur SM, tidak ada yang tau akan masalah yang terjadi dalam pernikahan Kyuhyun dan Sooyoung, bahkan itu member dari group masing-masing. Untuk menghilangkan kecurigaan teman-temannya, setiap minggu Sooyoung sengaja tidak menginap di dorm dengan alasan akan menghabiskan waktu dengan suaminya.

    “Eonnie! Kau yakin benar-benar tidak sedang hamil?!” Tanya Yoona
    “Yya!! berhentilah bersikap sok tau!” Marah Sooyoung ketika Yoona membahas masalah itu lagi.
    “Yaa… lihat ini!!” Pekik Taeyeon seraya menatap layar tab nya.
    Seluruh member SNSD berbondong-bondong mendatangi Taeyeon kecuali Sooyoung yang tetap cuek karena fokus pada makanannya.
    “Omo!! Jinjja?!” Seru semua member bergantian setelah membaca isi di layar tab. Sesaat kemudian, pandangan semua member kini beralih kepada Sooyoung.
    “Yya! Choi Sooyoung!!” Semuanya kompak meneriaki Sooyoung.
    “Mwo?!” tanya Sooyoung dengan polosnya. Para member kemudian berbondong-bondong menyampari Sooyoung seperti meminta sebuah pertanggung jawaban.

    “Yya! Choi Sooyoung, kau tidak akan bisa mengelak lagi” ucap Taeyeon
    “Mwoya?!” Sooyoung masih tidak mengerti
    “Yaa… malhaebwa, kau benar-benar hamil kan?”
    “Mwo?! Sudah kubilang aku sama sekali tidak hamil! Tidak sama sekali!” pekik Sooyoung hingga memuncratkan nasi dari kimbab yang memenuhi mulutnya
    “Csh! Kau masih tidak jujur pada kami? Ige mwoya?! Bisakah kau menjelaskannya?” Hyoyeon menyodorkan gadget Taeyeon pada Sooyoung yang di layarnya terpampang jelas sebuah artikel berjudul.
    Apakah SNSD Sooyoung sedang hamil?

    Sooyoung tentu saja sangat terkejut melihat pemberitaan itu, ia bahkan tak perlu membaca isi artikel, hanya perlu melihat gambar ketika ia dan Kyuhyun di rumah sakit poli kandungan, lalu gambar yang membandingkan tubuh gemuk versus tubuh kurusnya yang mengindikasikan kehamilannya, sudah cukup jelas baginya, dan tentu saja untuk semua orang yang membacanya.

    “Yya! Ige Mwoyaa?!” Pekik Sooyoung Shock
    “Heol! Pura-pura tidak tau lagi!, harusnya kami yang bertanya padamu”
    “Yyaa… kau anggap kami ini siapa sih? Kita ini keluarga, kau bahkan enggan berterus terang kepada kami?” Tuntut Tiffany.
    “Ahn.. anniyaa!! Ini tidak seperti yang terlihat!!” Elak Sooyoung mati-matian.
    “Lalu apa yang terjadi?? bisakah kau menjelaskan gambar yang begitu nyata ini?!” Desak Hyoyeon
    “A… aku!! I-itu” Sooyoung tergagap sambil berpikir keras, jika ia menceritakan hal yang sebenarnya semua orang akan tau masalah rumah tangganya dan aib di keluarganya, dan lagi ia tidak ingin masalahnya akan membuat khawatir semua member dan akan mempengaruhi penampilan mereka di atas panggung nantinya.
    “Sudahlah!! Semuanya sudah jelas, mulai sekarang kau harus mengurangi kegiatanmu bersama kami.” Ucapan Taeyeon sang leader seperti finalty bagi Sooyoung.
    “Taeyeon-aah” Sooyoung memelas.
    “Kami nanti akan berbicara kepada agency tentang keadaanmu, aku yakin mereka akan setuju, mengingat pernikahanmu dan Kyuhyun adalah idaman semua orang”
    “Ta-tapi aku masih ingin melakukan kegiatan bersama kalian” Sooyoung memohon
    “Ndwesso!! Ini resikomu karena sudah menikah” Mendengar keputusan akhir dari sang leader, Sooyoung hanya bisa pasrah, tidak ada lagi hal yang bisa ia lakukan, karena tidak mungkin ia bisa jujur.

    Bandara Incheon
    Konser SM Town di Shanghai kali ini, SNSD kekurangan satu personil yaitu Sooyoung. Untuk sementara alasan ketidakhadiran Sooyoung dikarenakan sibuk dengan produksi dramanya. Agency belum bisa memberikan keterangan apapun soal keadaan Sooyoung yang ‘sebenarnya’ mengingat ini adalah masalah serius.

    Mata Kyuhyun jelalatan mencari keberadaan Sooyoung di antara para member SNSD. Ia pun mulai resah tak menemukan sosok itu dalam pandangannya. Ia pun memutuskan untuk mendatangi para member SNSD yang tak jauh dari tempat duduknya.
    “Hyung, aku ke sana sebentar ya?” Ijin Kyuhyun kepada member yang lainnyan
    “Kau mau kemana? jangan lama-lama, kita akan segera berangkat”
    Sungmin mengingatkan.
    “Tenang saja, aku tidak akan lama” ucapnya lalu segera bangkit dan berjalan mendekati tempat duduk para member SNSD.
    “Eoh, Oppa weire?” Tanya Taeyeon
    “Sooyoung kemana? Aku tidak melihatnya?”
    “Oppa benar-benar tidak tau?” Taeyeon heran
    “Tau apa?” Giliran Kyuhyun yang bingung.
    “Taeyeon segera berdiri dan menarik Kyuhyun agak menjauh dari keramaian”
    “Kemana Sooyoung?” Tanya Kyuhyun lagi.
    “Apa Sooyoung tidak memberitahumu?”
    “Tidak! Memberitahu apa?”
    “Kegiatannya sekarang dibatasi, dia harus banyak istirahat, akhir-akhir ini dia kurang sehat” Taeyeon hanya menjelaskan sebatas itu, ia cukup hati-hati menyebutkan kehamilan Sooyoung, lagi pula ia rasa toh Kyuhyun pasti sudah tau penyebab penurunan kesehatan istrinya pastinya adalah karena kehamilannya.
    “Apa? Sooyoung kurang sehat?!” Pekik Kyuhyun khawatir.
    “Nee…” mendengar keterangan itu, tiba-tiba Kyuhyun jadi panik luar biasa dan tiba-tiba pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun membuat Taeyeon sempat bingung.
    Sampai di tempat duduknya segera ia meraih ranselnya dan bergegas untuk pergi.
    “Yyaa… kau mau kemana?”
    “Aku tidak jadi pergi, tolong beritahu manajer tiba-tiba aku merasa tidak sehat” ucap Kyuhyun buru-buru
    “Tapi…”
    “Miann hyung, aku harus pergi” tanpa memperdulikan ekspresi bingung semua orang, Kyuhyun buru-buru pergi.

    Di bandara, Kyuhyun sudah tak perduli dengan tatapan orang-orang yang melihat sosoknya yang tak asing yang nantinya akan menimbulkan kehebohan, ia benar-benar membatalkan keberangkatannya, ia terus berlari cepat meninggalkan bandara, menaiki taxi, lalu melaju menuju tempat Sooyoung.

    Sesampainya di depan apartemen Sooyoung, sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah setelah berari, sedikit ragu ia mengetuk pintu dorm. Beberapa kali ia mengetuk pintu namun tak ada yang membuka, apakah Sooyoung sedang tidak ada? Batinnya. Namun ia terus mencoba, hingga usahanya membuahkan hasil. Pintu segera terbuka, dan sesuai harapan di balik pintu muncullah Sooyoung. Ia hanya menampakkan setengah tubuhnya dengan membuka pintunya dengan hanya sedikit cela. Ya, seperti yang dilihatnya tempo hari, wajah Sooyoung tampak pucat, meski pipinya sedikit lebih chubby.

    “Sooyoung-ahh” sapa Kyuhyun penuh haru.
    “Mau apa kau datang ke sini?” Tanya Sooyoung dingin.
    “Gwenchana?” Tanya Kyuhyun begitu khawatir.
    “Nee… aku baik-baik saja, aku benar-benar baik-baik saja, tanpamu”
    “Kau tidak mempersilahkan aku masuk?”
    “Bicaralah di sini saja, aku sedang tidak ingin diganggu, aku ingin istirahat”
    “Aku ingin bicara banyak padamu”
    “Aku tidak punya banyak waktu” ucap Sooyoung datar lalu berusaha menutup kembali pintunya, namun segera ditahan oleh Kyuhyun.
    “Ahh wae?! Sudah ku bilang aku tidak ingin diganggu!! Kenapa kau begitu egois?!” Bentak Sooyoung marah lalu kembali berusaha menutup pintu, namun lagi-lagi Kyuhyun menahannya.
    “Gwenchana?!” Tanya Kyuhyun lagi menunjukkan bahwa betapa khawatirnya ia.
    “Apa pedulimu terhadapku?!”
    “Kalau kau tidak mau bicara denganku, aku akan terus menunggu di sini.”
    “Silahkan saja, Aku tidak akan perduli!!” Sekali lagi, Sooyoung berusaha menutup pintunya, namun dengan lengannya yang lebih kuat, Kyuhyun balik mendorong keras pintunya, hingga Sooyoung tak bisa untuk menutup pintunya, meski dengan segenap kekuatannya.

    Kyuhyun memaksa masuk ke dalam ruangan, dan setelah berhasil masuk ia segera menghampas pintunya dengan kasar.
    “Apa maumu sebenarnya?!” Tanya Sooyoung dengan mata berkaca-kaca.
    “Neo gwenchana?!”
    “Harus ku bilang berapa kali, aku baik-baik saja?”
    “Tidak, kau tidak sedang baik-baik saja, matamu tidak bisa berbohong padaku!”
    “Ne! Kau benar, aku sedang tidak baik-baik saja, bagaimana bisa aku baik-baik saja setelah aku dipermainkan?? Bagaimana aku bisa baik-baik saja ketika aku ditinggalkan seseorang yang sangat aku cintai dan kupercaya tanpa mengatakan apapun?!” pekik Sooyoung sambil menangis, namun sejurus kemudian mulutnya terkunci ketika tiba-tiba tanpa permisi seperti biasanya Kyuhyun menciumnya dengan kasar, awalnya Sooyoung berusaha menolak ia dorong tubuh Kyuhyun menjauhinya namun, Kyuhyun malah balik mendorongnya bersender di dinding sambil terus menciuminya, hingga Sooyoung menyadari dan merasakan bahwa ciuman itu adalah sebuah ciuman yang walaupun sedikit kasar dan memaksa, tapi itu adalah ciuman hangat penuh kerinduan dan cinta, Ciuman yang diiringi dengan air mata kerinduan yang mendalam. Hingga akhirnya ciuman itu berhasil meluluhkan Sooyoung dan menenggelamkannya ke dalam nostalgia lautan cinta Kyuhyun. Seakan dunia hanya milik mereka berdua, mereka mampu menghentikan waktu hingga tak akan ada lagi yang mampu memisahkan mereka berdua. Kalaupun kali ini ada yang mampu menghentikan mereka berdua tidak lain adalah udara, mereka baru menghentikan ciuman itu ketika mereka sudah hampir kehabisan nafas.

    Setelah mengakhiri ciumannya, ditatapnya lekat-lekat wajah wanita yang sangat dicintainya itu, diusapnya air mata yang menggenang di pipi Sooyoung, sesaat Sooyoung memejamkan matanya meraskan lembutnya sentuhan itu. Lalu dengan lembut Kyuhyun cium kening indah istrinya dalam-dalam, lalu dipeluknya tubuh itu.

    “Bogoshippo, chagiaah” bisiknya, dan itu malah membuat air mata Sooyoung semakin menggenang.
    “Miann…” lanjutnya lagi.
    Sooyoung lalu mendorong tubuh Kyuhyun, setelah teringat akan sesuatu.

    “Katakan padaku yang sebenarnya, bukan kau kan yang menghamili Eonnie?!” Tiba-tiba Kyuhyun terdiam tak tau harus menjawab apa. Menandakan dengan jelas bahwa jawabannya adalah negatif.
    “Malhaebwa! Kau tidak akan meninggalkanku kan?” Sooyoung mencoba melontarkan pertanyaan lain yang bahkan lebih sulit untuk dijawab Kyuhyun.
    “Miann..” Kyuhyun kehabisan kata-kata. Ia kembali membawa Sooyoung ke dalam pelukannya, namun sekuat tenaga Sooyoung menolaknya, ia mencampakkan kedua tangan Kyuhyun dengan kasar.
    “Keluar kau sekarang juga!!” Bentak Sooyoung
    “Aku… aku akan selalu mencintaimu Soo”
    “Pergilah!! Aku, aku tidak ingin melihatmu lagi, aku benci kau!” Pekik Sooyoung seraya mendorong tubuh Kyuhyun keluar dan dengan pasrah, kali ini Kyuhyun tak bisa memaksakan lagi. Lalu setelah mengeluarkan Kyuhyun, Sooyoung mehampas keras-keras pintunya dan menutupnya rapat-rapat. Hingga yang tersisa hanya ia dengan tangisnya yang menjadi, tulang-belulangnya terasa lemas hingga tak mampu berjalan, tubuhnya merosot ke lantai duduk bersandar dan menangis di belakang pintu dan di waktu yang bersamaan kepedihan itu juga dimiliki Kyuhyun, ia pun tak kuasa untuk pergi hingga hanya bisa bersandar dan menangis didepan pintu, seakan ini adalah akhir dari kisah cinta mereka.

    Music Bank Back Stage

    Dua hari setelahnya SNSD dan SUJU kembali tampil di Music Bank. Di acara TV tersebut SuJu dan SNSD yang sama-sama sedang mempromosikan album mereka bertemu dalam satu panggung. Maka di belakang panggung, tentu saja para member kedua group di bawah naungan yang sama itu saling berbaur satu sama lain, dan tentu saja satu-satunya pasangan yang tidak menjalin komunikasi adalah Sooyoung dan Kyuhyun.

    Dan semua orang hanya bisa mendiamkan karena tidak ingin ikut campur dengan masalah rumah tangga mereka. Kali ini Sooyoung ikut serta, ia memaksa untuk ikut karena ia bosan di dorm, ia lupa kalau ia ikut dalam acara ini, ia pasti akan bertemu dengan Kyuhyun, orang yang paling ia rindukan tapi tak ingin ia temui.

    “Yya! mau taruhan kali ini siapa yang menang?” Eunhyuk mencetuskan ide brilliannya.
    “Taruhan dalam bentuk apa maksud Oppa?” Tanya Yoona tertarik.
    “Kalau group kami yang menang, aku bebas memilih salah satu dari kalian untuk jadi pacarku, kalau kalian yang menang kalian bisa memilihku jadi pacar kalian”
    “Mwoyaa!! Aissh, taruhan macam apa itu?” Timpal Yuri.
    “Bagaimana kalau kita makan malam bersama saja? Jika SuJu yang menang kami akan mentraktir kalian makan, tapi jika SNSD yang menang, kalian yang harus mentraktir kami?” Usul Yesung.
    “Baiklah!! Itu ide yang bagus, kita lihat saja nanti” tantang Taeyeon.
    “Eonnie, gwenchana?? Kau terlihat sedikit kurang sehat?” Tanya Seohyun kepada Sooyoung yang dilihatnya kini lebih banyak diam. Hal itu menimbulkan perhatian dari semua orang.
    “Sooyoung-ah gwenchana?” Tanya Yesung ikut khawatir.
    “Gwenchana, aku tidak apa-apa” jawab Sooyoung pelan, membuat semua orang semakin khawatir.
    “Kau yakin kau bisa tampil, di panggung kau harus tampil maksimal Soo?”
    “Aku tidak apa-apa, Jinjja!!” Meski semua orang sedang mengkhawatirkannya, Sooyoung terus bersikeras untuk tampil.

    Kyuhyun yang mendengar sikap keras kepala Sooyoung itu, tentu saja tidak bisa mendiamkannya, meski tak bisa saling menyapa tapi sejujurnya dia benar-benar khawatir dengan kesehatannya.

    Tanpa basa-basi lagi, Kyuhyun langsung saja mendatangi Sooyoung lalu menarik pergelangan tangannya di depan semua orang, lalu membawanya pergi ke tempat yang sepi dari siapapun.

    “Yya!! Mwoya?! Apa yang kau lakukan sekarang?” Marah Sooyoung setelah berada di dalam sebuah ruang ganti kosong.
    “Kenapa kau begitu keras kepala? Kalau sakit kenapa malah mau tampil”
    “Peduli apa kau padaku?!” Sooyoung terdengar begitu dingin hingga menusuk hati Kyuhyun.
    “Jelas aku peduli!! Kau pikir aku bisa tenang jika kau memaksakan diri begini? Bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu?”
    “Tidak usah mengkhawatirkan aku, aku bisa menjaga diriku sendiri, arra?!” Sooyoung mencampakkan genggaman tangan Sooyoung lalu pergi begitu saja, dan Kyuhyun tak bisa lagi menahannya.

    Sesampainya Sooyoung di back stage, sebentar lagi giliran SNSD akan tampil. Seperti biasa, para member buru-buru berkumpul dengan formasi yang sudah diatur sedemikian rupa, sebelum naik ke atas panggung.

    Taeyeon yang juga baru saja dari toilet buru-buru masuk ke dalam formasi, namun sebelum ia sampai ke barisan groupnya Kyuhyun tiba-tiba menariknya menjauh.

    “Ada apa lagi Oppa?” Tanya Taeyeon
    “Apakah kau pikir Sooyoung akan baik-baik saja?!”
    “Igo? Sebenarnya aku juga cukup khawatir terhadapnya, tapi dia benar-benar keras kepala. Bagaimana kalau orang-orang benar-benar tau kalau dia sedang hamil?”
    “Ha.. hamil??” Kyuhyun tak percaya dengan apa yang barusan didengarnya.
    “Omo!! Oppa tidak tau? Sooyoung tidak memberitahukannya? Yya… kalian benar-benar sedang bertengkar ya?” Cerocos Taeyeon dan terang saja membuat Kyuhyun terkejut luar biasa.

    Sooyoung sedang hamil? Anaknya? Bagaimana mungkin? Lalu terlintas bayangan keadaan Sooyoung akhir-akhir ini, dia selalu tampak kurang sehat dan sangat sensitif, tubuhnya juga tampak lebih berisi. Apakah itu benar karena dia sedang hamil?

    Sementara setelah nama SNSD dipanggil, 8 gadis-gadis cantik itupun melenggok anggun ke atas panggung disambut oleh sorakan oleh ratusan fans yang memenuhi studio. Namun sesuatu yang mengejutkan terjadi, tepat ketika Sooyoung berdiri anggun di atas panggung, Kyuhyun tiba-tiba saja muncul tanpa aba-aba dan mengacaukan penampilan SNSD.
    Lalu ditariknya tangan Sooyoung.
    Alunan musik intro segera berhenti, suara hiruk pikuk penonton menghening, mereka semua kaget skaligus bingung dan bertanya-tanya apa yang sedang terjadi. Apakah ini bagian dari aksi panggung atau apa?

    Sementara seakan tak perduli dengan anggapan yang ada dan kekacauan yang sudah ia buat, Kyuhyun meraih mikrophone dari tangan Sooyoung, lalu membuat pengumuman yang benar-benar mengejutkan semua orang.

    “Semuanya, mohon maaf mengganggu kenyamanan kalian, tapi aku minta perhatiannya sebentar, aku akan mengumumkan sesuatu…”
    Kyuhyun terdiam sejenak, membuat studio benar-benar senyap, semua orang menunggu pernyataan sang superstar itu berikutnya.

    “Mohon maaf, aku tidak bisa membiarkan istriku tampil, dan untuk beberapa bulan ke depan kalian mungkin akan kesulitan melihat dia. Karena sekarang ini istriku sedang hamil, jadi dia butuh istirahat” mendengar pernyataan spontan itu jelas saja membuat jantung Sooyoung hampir copot karena terlalu kaget. Apa itu barusan? Apakah Kyuhyun benar-benar sudah gila?

    TBC

    Baiklah guys sampai di sini dulu part 15. Masih banyak kejutan yang bakal kalian dapat di next chapter, so… jangan buru-buru nyimpulin dan Keep in wait terus ya guys. Pokoke author bakal ngasih kalian ending yang gak ngecewain deh. Oke, Jangan lupa komennya yang banyak biar author tambah semangat nulisnya, ne? Gomawo, Anyeong!!

    Advertisements

110 thoughts on “I Think I Love You, Eottoke?! Part 15

  1. duh dsni gue kasian ama soojin;’ dia hrs menanggu beban yg berat ,, sebeneya bapak ank soojin tuh sopo toh trus tau gak sih soojin siapa bapakke dri ankny? duh makin panjang dah urusan si uri kyuyoung;v klo soo dinyatakan tak hamil macemane;v ditunggu next part thor

    #fighting thor ajja.. ajja.. ajja..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s