Only You To Me Part 7


image

Cast        :  SuJu Kyuhyun   
                  as Cho Kyuhyun 
                  SNSD Sooyoung 
                  as Choi Sooyoung 
                  EXO Suho 
                  as Choi Suho
                  F(x) Victoria
                  as Victoria
                 SuJu Siwon 
                  as Choi Siwon 
Other Cast : You Can Find It In The Story 
Genre         : Mellow Drama

(Prolog) (Part 1) (Part 2) (Part 3)(Part 4) (Part 5) Part 6

Anyeong guys, sorry for the super late posting, pasti udah banyak lupa sama Fan Fict ini, tadinya author belom ada Inspirasi buat ngelanjutin fan fict ini, tapi berhubung setelah sekian lama masih aja ada yang nanyain kelanjutannya, Author pun merasa terpanggil untuk segara memposting ini, that’s the power of comment, makanya reader yang rajin komen biasanya akan autgor segerahin postingnya. Author harap antusiasmenya tetep sama kayak dulu yaa. Yaudah, happy reading!!

Part 7

“Dia adalah adikku” Masih terngiang jelas di telinga Sooyoung, ucapan Kyuhyun barusan. Entah kenapa ucapan itu terasa menohok batinnya, ucapan itu adalah ucapan paling menyakitkan yang pernah ia dengar dari Kyuhyun.

Tapi buru-buru Sooyoung menyadarkan dirinya sendiri, sepertinya ia yang memang sudah salah paham selama ini, ia yang bodoh karena menyalah artikan kebaikan Kyuhyun selama ini dengan menganggap itu adalah cinta, Ya Tuhan apa yang sudah ia pikirkan selama ini? harusnya ia bersyukur Kyuhyun sudah bisa menerimanya mengingat ia tidak pantas menerimanya, kenapa ia malah berpikir sajauh itu??

Sooyoung berjalan pelan menapaki trotoar bernaungkan pepohonan pinus menuju apartemennya dengan batin berkecamuk, acara jalan-jalan mereka bahkan harus batal karena kehadiran wanita itu, yaa… apa yang bisa Sooyoung harapkan? Kyuhyun sangat mencintai wanita itu, Sooyoung tahu betul hal itu. Tentu saja ia akan memilih mengantarnya pulang daripada harus jalan-jalan dengannya? Ia bahkan tak bisa menghentikannya meskipun ia memohon. Sooyoung berusaha menguatkan hatinya dan membuat berbagai pemakluman tentang situasi yang terjadi, ia tidak boleh sedih karena ia tau ia tidak berhak untuk bersedih apalagi marah dan memprotes Kyuhyun, tidak mungkin.

Di tengah perjalannya, tepat di daerah perumahan tempat ia melintas setiap harinya setelah pulang kuliah, Sooyoung melihat sebuah bayangan berdiri dan bergerak mendekati dari belakangnya, ia pun tersadar rupanya seseorang sedang memantau dan mengikutinya diam-diam. Sooyoung tau kondisinya sedang tidak aman, ia mulai ketakutan dan tubuhnya panas dingin, bayangan-bayangan traumatik masa lalu mulai menderanya perlahan-lahan, dan sialnya  tak ada seorang pun yang lewat di sekitar sana yang mampu menolongnya. Meski begitu ia berusaha sekuat tenaga untuk bersikap tenang, ia tidak boleh gegabah, karena berlari ataupun berteriak akan memperparah keadaan, yang ada orang itu bisa-bisa mengejar dan membekap mulutnya segera.

Mulai didera ketakutan yang amat sangat, Sooyoung mempercepat langkahnya dan benar saja orang itu juga semakin mempercepat langkahnya dari belakang, orang itu pasti hanya menunggu waktu yang tepat untuk menangkapnya.

Sedikit keberuntungan bagi gadis itu, ia melihat sebuah ATM, tempat ia bisa menumpang dan bersembunyi sejenak, meski ia tau itu tidak benar-benar bersembunyi dan itu hanya sebagai pengulur waktu saja untuk orang itu melakukan aksinya.

Segera saja Sooyoung memburu sang ATM lalu masuk ke dalamnya. Dan persis seperti pemburu yang sedang memantau buruannya orang itu lagi-lagi berdiri  di luar, seakan menunggu Sooyoung untuk keluar. Di dalam ATM kini Sooyoung harus berpura-pura melakukan sebuah kegiatan, tentu saja ia tidak mungkin menunjukkan kepada pria itu bahwa ia sedang berlindung dan mengulur waktu. Dengan tangan yang gemetaran Sooyoung merogoh tas selempangnya, pura-pura diambilnya dompet dan kartu ATM, padahal ia sedang mengambil handphonenya, mencoba mencari bantuan.

Buru-buru karena panik Sooyoung menekan tombol-tombol di HP nya, awalnya ia menekan tombol panggilan dan matanya terbelalak panik dan galau karena ia rasa ia baru saja menghubungi kontak yang salah, bukan hanya karena menelepon bukanlah langkah yang tepat jika tidak ingin pria itu mendengarnya dan langsung membungkam mulutnya, tapi kenapa pula ia malah menghubungi nomor Kyuhyun? Sungguh sekarang ia tidak ingin mengganggunya, dia pasti sedang sibuk dengan Victoria, maka sebelum diangkat buru-buru ia batalkan panggilannya.

Sekarang yang terlintas dalam pikirannya satu-satunya orang yang bisa dia hubungi adalah Suho. Maka tanpa pikir panjang lagi, segera ia kirimkan pesan singkat namun lugas ke nomor Suho dari kontaknya.
   Suho-ssi, aku butuh bantuanmu,  tolong aku!!
Setelah mengirim pesan, tak lupa ia menyalakan GPS hp nya, agar Suho dapat melacaknya dengan mudah.

Lalu untuk beberapa saat ia berdiam di dalam ATM, 5 menit, 10 menit suasana semakin menegang, tulang belulang Sooyoung serasa melumpuh saking paniknya, ia terus saja memasukkan dan mengeluarkan kartu ke mesin atm lalu menekan-nekannya tanpa transaksi, hingga selang beberapa menit Suho, sang bantuan satu-satunya yang bisa diharapkan belum juga datang.

Hingga tiba-tiba suara pintu ATM memekik tanda seseorang telah membukanya dan bersiap masuk. Tubuh Sooyoung gemetar luar biasa, perutnya tiba-tiba saja terasa mual seperti seseorang telah mengaduk-aduk isi perutnya, dadanya sesak dipenuhi rasa takut yang berlebihan, sekalipun tak berani ia menolehkan wajahnya. Sooyoung hampir saja pingsan ketika sedetik kemudian seseorang menepuk bahunya.

“Soo, kau baik-baik saja??” Suara seseorang yang tidak asing terdengar, membuat Sooyoung akhirnya reflek menolehkan wajahnya, dan sungguh melegakan ia menemukan sosok Suho disana. Perasaan lega dan terharu mewarnai perasaan Sooyoung saat ini, dipeluknya erat-erat tubuh  Suho dan menangis di sana.

“Gwenchana, orang itu sudah pergi. Dia langsung pergi ketika melihatku muncul”
“Aku takut sekali Suho-ssi, orang itu terus saja mengikutiku, aku hampir mati karena ketakutan, hiks” suara Sooyoung gemetaran.
“Ssst… Sekarang semuanya baik-baik saja, tak akan ada yang bisa menyakitimu selagi aku masih ada” kalimat terakhir Suho menyentaknya, kalimat itu jelas-jelas tak asing di telinganya, seseorang dari masa lalunya sering sekali mengatakan itu, Sooyoung melepaskan pelukannya dan menatap kikuk wajah Suho, siapa orang ini sebenarnya? Kenapa dia seakan mengingatkannya kepada masa lalunya? Choi Siwon.

Sementara di tempat yang sama Kyuhyun baru saja muncul, nafasnya tersengal-sengal setelah berlari cukup jauh mencari Sooyoung yang menurut firasatnya sedang tidak baik-baik saja setelah gadis itu sempat meneleponnya meski langsung dimatikan. Sama halnya dengan Suho, berkat teknologi GPS yang menuntunnya akhirnya Kyuhyun bisa menemukan Sooyoung.

Namun Kyuhyun cukup terkejut mendapati orang yang baru saja dicari dan dikhawatirkannya setengah mati itu kini sedang aman di dalam pelukan orang lain. Ia dapat melihat jelas adegan itu dari balik kaca bening ATM.

Dengan hati yang dipenuhi kekecewaan entah kenapa, Kyuhyun sempat terpaku di tempatnya berdiri, ia merasa menjadi orang bodoh mengkhawatirkan dan memikirkan seseorang yang sama sekali tak perlu dan tak pantas dikhawatirkan. Diam-diam, sebelum keberadaannya sempat diketahui, ia mundur secara teratur dan menghilang dari pandangan.

Suho mengantar Sooyoung pulang sampai ke apartemen. Keduanya sempat terkejut ketika menemukan Kyuhyun sudah berdiri di depan apartemen, seperti seorang ayah yang menunggu kedatangan putrinya yang pulang larus.

Sesaat mereka saling terdiam dan canggung satu sama lain, Kyuhyun sempat menyorotkan pandangannya dengan sinis ke arah Sooyoung yang dilihatnya kini mengenakan jaket kulit kebesaran yang hanya disangkutkan dikedua bahunya, dan ia tau jelas-jelas itu adalah jaket milik Suho yang entah dengan alasan konyol apa ia pinjamkan kepada Sooyoung, apa dia pikir itu keren atau romantis? Kyuhyun bergumam sarkastis dalam hati.

“Suho-ssi terima kasih banyak atas pertolonganmu, aku tidak tahu apa jadinya aku sekarang tanpa bantuanmu” Ucap Sooyoung kemudian, untuk sesaat ia menghadapkan tubuhnya di hadapan Suho dan membelakangi Kyuhyun.

“Kau yakin kau baik-baik saja? Tidak ada rasa trauma? Apa kita perlu ke dokter?!” Suho masih sangat khawatir dan menunjukkan perhatiannya.
“Anniyo, sungguh aku tidak apa-apa, aku sudah merasa baikan sekarang, sekali lagi terima kasih banyak atas pertolonganmu”
“Kau tidak perlu berterima kasih kepada temanmu Sooyoung-ahh” tanpa segan mendadak Suho mengacak puncak kepala Sooyoung dengan akrabnya, ia bahkan tidak perduli dengan tatapan sinis Kyuhyun, sementara Sooyoung yang agak terkejut menunjukkan ekspresi canggung dan malu-malunya.

“Kalau begitu… sampai bertemu besok di kampus Suho-ssi” Sooyoung mengalihkan topik dan segera mencari alasan agar Suho bisa cepat pergi dan mengakhiri situasi yang tidak mengenakkan itu.
“Baiklah kalau begitu, aku pergi sekarang, besok aku akan menjemputmu. Kita naik bus bersama ya?”
“N…nee” Sooyoung gelagapan, ia ragu untuk mengiyakannya.
“Tunggu!” Panggil Kyuhyun tiba-tiba menghentikan langkah Suho. Merasa terpanggil, pemuda itu pun berbalik. Kyuhyun mencopot jaket kulit hitam di bahu Sooyoung lalu menyodorkannya kepada Suho.

“Jaketmu ketinggalan” Ucap Kyuhyun ketus.
“Csh!” Suho hanya mendecis sinis lalu tanpa mengatakan apapun segera diambilnya jaket miliknya itu.

Dan akhirnya Suho pun pergi hingga meninggalkan Sooyoung dan Kyuhyun yang kini berdua saja. Sedikit gugup, Sooyoung mencoba bersikap biasa saja dan mulai melangkah masuk tanpa mengatakan apapun pada Kyuhyun, sementara Kyuhyun pun mulai mengikuti dan mengimbangi langkah Sooyoung menuju apartmen mereka.
“Apa yang terjadi denganmu? Kau baik-baik saja??” Tanya Kyuhyun ketika mereka sedang berdiri bersisian menunggu lif, Kyuhyun tampak biasa saja mengatakan itu, tapi ia berakting cukup baik hingga mampu menyembunyikan kekhawatirannya. Sooyoung menunda jawabannya ketika pintu lif terbuka dan mereka segera masuk,
“Hanya sebuah kecelakaan kecil, aku baik-baik saja” jawaban itu sama sekali bukan jawaban yang diinginkan Kyuhyun, yang dia inginkan Sooyoung bisa bersikap terbuka dan menceritakan segalanya padanya apa yang Suho ketahui, karena sudah seharusnya lah ia akan lebih banyak tau dari pria itu.

“Miann… karena sudah membatalkan janji kita, aku tidak punya pilihan lain Victoria sedang membutuhkan bantuan dan…” Kyuhyun mencoba menjelaskan tapi sejujurnya dia bingung harus mengolah kata seperti apa agar Sooyoung bisa percaya padanya.
“Gwenchana… aku mengerti, kau tidak perlu menjelaskan apapun, aku sama sekali tidak marah, mana mungkin?” Sooyoung berusaha bersikap senormal mungkin, ia segera melangkah keluar lif ketika pintu terbuka, namun tiba-tiba Kyuhyun menahan langkahnya dengan menarik bergelangan tangan kanannya.

Pintu lif kembali tertutup, Sooyoung mencoba memencet tombol buka namun Kyuhyun malah memencet tombol lantai 25 yang merupakan lantai teratas entah apa maksudnya.

“Katakan sejujurnya apa yang terjadi padamu? Kenapa Suho bisa mengantarmu pulang?!” Kyuhyun sedikit meninggikan intonasi suaranya, walau ia berusaha menahannya.
“Aku tidak apa-apa Kyu, sungguh!! Aku hanya… sedikit mengalami masalah kecil di jalan, aku merasa seseorang mengikutiku, jadi aku meminta Suho untuk menemaniku”
“Lalu kenapa kau tak menghubungiku saja? Kenapa kau malah menghubungi orang lain?! Bukankah sudah kukatakan kau bisa minta bantuanku kapan saja?!”
“Aku tidak ingin mengganggumu Kyuhyun-ssi, aku tau Victoria-ssi sangat berharga bagimu, kau tidak akan menukarnya dengan siapapun, aku mengerti kau masih sangat mencintainya”
“Kata siapa?? Bagaimana kau tau aku tidak akan menukarnya denganmu?!”
“Nee…?” Sooyoung bingung dan ragu akan pemahamannya terhadap ucapan Kyuhyun barusan.
“Aiish… sudahlah tidak usah dibahas lagi, sepertinya aku sudah mulai gila sekarang!,” Kyuhyun menyudahi ucapannya, ia seperti orang linglung yang kebingungan atas perasaannya sendiri.
“Kau baik-baik saja??,” Tanya Sooyoung dengan polosnya.
“Ne… aku baik-baik saja, tentu saja” Kyuhyun kembali bertingkah aneh,
“Lain kali, kalau terjadi apa-apa padamu, aku tidak akan memaafkanmu jika bukan aku orang pertama yang kau beri tahu, Arra?!” Titah Kyuhyun dengan sikap bossy nya itu.
“Ehh??… ba… baiklah” Sooyoung sedikit bingung tapi ia tetap menurut. Keduanya pun saling terdiam sambil menunggu pintu lif kembali terbuka, dan anehnya Kyuhyun tak melepaskan tangan Sooyoung dan terus menggenggamnya hingga lif terbuka bahkan hingga mereka berjalan menuju apartemen mereka.

****

Keesokan harinya saat sarapan, seperti biasa Sooyoung sudah menyiapkan santapan sarapan dan menemani suaminya makan. Hari ini Sooyoung tak memasak banyak karena bahan-bahan di kulkas sudah hampir habis dan yang tersisa hanya beberapa potong daging dan sedikit sayuran, jadilah ia hanya membuat soup daging, namun begitu seperti biasa Kyuhyun tetap saja berselera dengan apapun yang dimasak Sooyoung, bahkan walau itu hanya nasi.

“Emm! ini benar-benar enak, bagaimana caranya kau bisa membuat soup daging seenak ini? yya!! Apa kau menambahkan ganja atau semacamnya di dalamnya?” ekspressi Kyuhyun selalu berlebihan ketika menyantap makanan enak, ia memang berbakat menjadi presenter wisata kuliner, bahkan walau hanya mencicipi sesendok kuah soup buatan Sooyoung itu.

“Csh!! Kau berlebihan, apa enaknya hanya makan soup daging dengan sidikit sayuran?” Sahut Sooyoung
“Eeii… Jinjja, aku sama sekali tidak bohong ini benar-benar soup terenak yang pernah aku makan, kalau tidak percaya kau coba sendiri,” Kyuhyun menyiduk sesendok soupnya lalu mulai meniupi soup yang masih mengepulkan asapnya, sesuatu yang sangat jarang dilakukannya, biasanya, dengan lidah yang setebal kulit badak ia akan nekat menyantap makanannya walaupun masih panas jika itu benar-benar menggugah seleranya.
“ini cobalah” Kyuhyun tiba-tiba menyodorkan sendok berisi kuah soup dan sepotong daging ke mulut Sooyoung, membuat gadis itu terkejut.
“Kyuhyun-ssi… Apa ini? Apa yang kau lakukan?” Sooyoung dibuat gerogi.
“Ayolah cepat buka mulutmu, aku ingin kau tau aku tidak pernah berbohong padamu,” karena Kyuhyun memaksa, dengan gugup Sooyoung terpaksa membuka mulutnya dan menerima suapan Kyuhyun untuk pertama kalinya.
“Otte?! Enak bukan?!,” Kyuhyun antusias, Sooyoung hanya mengangguk kikuk.
“Tapi maaf sekali yeobo-ya, hanya satu suapan saja, karena aku tidak akan rela membagi makanan seenak ini kepada siapapun” Kyuhyun begitu antusias menyantap soup nya walau dengan asap yang masih mengepul, sementara Sooyoung dibuat terperangah dengan panggilan Kyuhyun. Pria itu memanggilnya apa tadi? Kalau tidak salah dengar ia memanggilnya ‘Yeobo’, apa itu sejenis panggilan sayang suami kepada istrinya, seperti umumnya pasangan suami istri di Korea??

Sementara Kyuhyun sibuk dengan makanannya, Sooyoung sibuk menatap pria di depannya dengan batin yang diluputi oleh keharuan yang entah karena apa, entah karena Kyuhyun sangat menyukai masakannya dan ia begitu tampak bahagia menyantapnya? Entah karena Kyuhyun menyuapinya untuk pertama kalinya? Atau karena Kyuhyun baru saja memanggilnya Yeobo?

Kyuhyun baru menyantap setengah mangkuk soupnya ketika terdengar bunyi bell tanda seseorang datang.
“Aiish!! orang gila mana yang bertamu pagi-pagi buta begini? mengganggu orang saja!!,” Omel Kyuhyun.
“Biar aku yang buka,” kata Sooyoung seraya berdiri dan beranjak untuk membuka pintu.

Dan tepat ketika Sooyoung membuka pintu, di balik pintu  seorang wanita muncul di sana dan tersenyum tipis ke arahnya. Parfum beraroma mawarnya vanillanya semerbak menusuk hidung Sooyoung, wanita itu tampak sangat cantik dengan make up minimalis dan mini dress pink casual berbalut mantel bulu peach nya serta tatanan rambut terurai dan berponi, berwarna keemasan dan bergelombang dengan panjang yang melampaui bahunya, tubuhnya yang sebenarnya tidak lebih tinggi dari Sooyoung tampak menjulang dengan boots ber-heels tingginya.

Wanita itu membawa sebuah paper bag entah berisi apa di tangan kanannya.
“Selamat pagi Sooyoung-ssi, apa kabar?” Sapa wanita itu sambil membungkuk kecil tanda hormat.
“Anyeong haseyo, Victoria-ssi. Senang bertemu lagi denganmu” balas Sooyoung setelah membungkuk hormat namun kikuk ke arah Victoria.
“Apa Kyuhyun ada?” Tanya Victoria tanpa basa basi.

“Siapa yang datang Soo?” Teriak Kyuhyun dari dalam sebelum Sooyoung menjawab pertanyaan Victoria.
“Ssst!” Victoria menempelkan salah satu telunjuknya ke bibirnya meminta Sooyoung untuk diam, seakan ingin memberikan kejutan kepada Kyuhyun.
“Boleh aku masuk?” Tanyanya lagi.
“Nee silahkan masuk” setelah menerima lampu hijau dari Sooyoung, Victoria ikut melangkah masuk mengikuti Sooyoung yang berjalan lebih dulu di depannya.

“Sooyoung-aah kenapa kau lama sekali? aku sudah…” Kyuhyun memotong kalimatnya ketika mendapati kehadiran Victoria yang jujur saja mengejutkannya.
“Vict? Apa yang kau lakukan di sini?,” Tanya Kyuhyun tak mampu menyembunyikan keterkejutannya.

“Aku ingin berkunjung ke rumahmu, apa tidak boleh?” Victoria tampak sedikit kecewa dengan sikap Kyuhyun, sesaat Kyuhyun diam dan tak menjawab pertanyaan Victoria
“Silahkan duduk Victoria-ssi,” ucap Sooyoung, sambil menarik kursi meja makan tepat dihadapan Kyuhyun

“Eehh… apa kalian sudah sarapan? Kebetulan tadi aku bangun pagi dan sempat memasak sarapan untukmu Kyu, aku rasa aku harus berterima kasih atas pertolonganmu semalam” Victoria merogoh peper bag yang ia bawa dan mengeluarkan beberapa kotak makan dan membukanya satu persatu.

Penyanyi sekaligus aktris papan atas itu menunjukkan keahlian memasaknya dengan menunjukkan beberapa sajian yang tertata cantik nan menggugah selera  di dalam kotak makannya, seperti gimbab, kue beras manis, telur gulung dan beberapa kudapan sarapan khas korea yang ia masak sendiri. Sooyoung sempat takjub ketika mendapati kenyataan bahwa Victoria yang ia tau hanya bisa berlenggak-lenggok di layar kaca ternyata adalah koki yang hebat, dan hal yang membuatnya merasa rendah diri adalah kenyataan bahwa Victoria benar-benar gadis yang sempurna, dia pantas mendapatkan cinta dari Kyuhyun.

“Sooyoung sudah menyiapkan sarapan untukku, kau tidak perlu repot-repot” ucap Kyuhyun datar.
“Kau hanya sarapan soup?? Aku sudah memasak makanan kesukaanmu Kyu, kau bisa memakannya sampai kau kenyang.” Victoria berusaha membujuk Kyuhyun.
“Soup buatan Sooyoung benar-benar enak, aku harus menghabiskannya, masakanmu akan kumakan nanti” Victoria yang tampak kecewa lalu berkata,
“Sooyoung-ssi, bagaimana ini? Lihat apa yang sudah dia lakukan padaku, sepertinya dia masih marah padaku hingga tidak mau mencicipi masakanku yang sudah ku buat dengan susah payah ini” Victoria berusaha mengambil simpati Sooyoung kini.
“Kyuhyun-ssi, kau bekerja seharian di kantor, kau pasti butuh lebih banyak energi, soup tidak akan bertahan lama, kau bisa menghabiskan masakan Victoria-ssi, kelihatannya sangat enak” Sooyoung berusaha bersikap netral tentu saja ia harus berusaha kembali mendekatkan Kyuhyun dengan gadis yang dia cintai, ia tidak akan menjadi penghalangnya. Sooyoung mengambil mangkuk dan panci soup di hadapan Kyuhyun seraya berkata,
“Aku akan membawa ini masuk” Kyuhyun tampak terkejut dengan sikap mengalah Sooyoung, tapi akhirnya dia membiarkannya.

“Ini cobalah” Victoria menyuapkan sesumpit pangsit kepada Kyuhyun, lalu dengan ragu Kyuhyun akhirnya menerimanya, sementara Sooyoung memilih menyibukkan diri di dapur, membiarkan pasangan kekasih yang sedang bermasalah itu memperbaiki hubungan mereka.

“Aigoo Dasi ini tak cocok untukmu, kemejamu hari ini sangat cocok dengan dasi yang kubelikan padamu di hari pertamamu bekerja. Victoria tampak sibuk memperhatikan penampilan Kyuhyun, ia lalu masuk ke dalam kamar Kyuhyun seperti sudah terbiasa masuk, lalu kembali dengan membawa dasi pemberiannya yang ia maksud,

“Nah, apa kubilang? Ini sangat cocok dengan kemejamu” Victoria mencocokkan dasi biru gelap bermotif garis-garis itu dengan kemeja biru muda Kyuhyun.

Tanpa basa-basi gadis itu mencopot dasi hitam Kyuhyun lalu menggantinya dengan dasi pilihannya.

“Apa-apaan kau ini Vict?” Protes Kyuhyun, mencoba menepis tangan Victoria.
“Wae?? Bukannya aku sering melakukan ini, kau sudah lupa?” Victoria kembali meneruskannya ketika Kyuhyun dengan terpaksa pasrah saja akan perlakuannya, sementara Sooyoung tersengat sesaat ketika menemukan sesuatu yang biasanya ia lakukan kepada suaminya itu, namun kemudian ia menyibukkan diri dan berpura-pura tak melihat.

“Aku pergi sekarang” ucap Sooyoung tiba-tiba setelah dengan cepatnya menyelesaikan pekerjaannya dan mengambil tas selempang dari kamarnya.

Kyuhyun yang masih sibuk meladeni Victoria terkejut, Sooyoung pergi cepat sekali. Biasanya ia yang duluan pergi ke kantor sebelum gadis itun

“Kau mau ke mana?” Tanya Kyuhyun.
“Aku mau pergi ke kampus, hari ini aku masuk jam 8.
“Biar ku antar,” Kyuhyun ingin mengabaikan kehadiran Victoria tapi tidak dengan Sooyoung.
“Eh.. tidak usah, aku bisa pergi sendiri,” tolang Sooyoung cepat.
“Tidak apa-apa sekalian aku pergi ke kantor”
“Tidak usah, aku sudah janji dengan Suho akan pergi bersama” alasan Sooyoung itu membuat Kyuhyun terdiam sesaat, ia sepertinya bingung harus berkata dan bereaksi apa.
“Suho?? Ternyata kau akrab dengan cecunguk itu ya?” Sahut Victoria antusias.
“Eh, tidak terlalu, biasa saja. Kebetulan hari ini dia berencana naik bus, jadi sekalian bersama saja. Kalau begitu, aku pergi sekarang, sampai jumpa nanti” Sooyoung langsung kabur tanpa menunggu izin dari Kyuhyun terlebih dahulu.

Sementara Kyuhyun tak bisa berbuat banyak walau ia ingin menahan Sooyoung dan melarangnya ke mana-mana, tapi kehadiran Victoria membuatnya tak leluasa.

****

Kyuhyun’s POV

“Yuri-ssi, tolong urus laporan cutiku untuk 3 hari ini, aku akan pergi berlibur bersama istriku hingga akhir pekan nanti” titahku kepada sekertarisku melalui telepon kantor.
“Woahh apa ini bulan madu kalian?” Goda Yuri, sekertarisku sekaligus satu-satunya karyawan di perusahaan ini yang akrab denganku.
“Csh! Tidak, hanya liburan musim panas biasa, hanya camping bersama keluarga Tuan Henry” aku meringis geli mendengar godaan Yuri.
“Ahh… begitu ya? baiklah sajangnim” Yuri dengan sigap melaksanakan titahku.

Liburan musim panas tiba, akhirnya Tuan Henry menagih janji kami untuk ikut dengannya bercamping ria bersama keluarganya, mau tidak mau atas dasar rasa tidak enak kepada Tuan Henry akupun memenuhi undangannya meski tak benar-benar ingin pergi, urusanku dengan kantor sudah selesai, tinggal meminta Sooyoung untuk izin ke kampusnya dan segera bersiap-siap untuk keberangkatan kami lusa.

Rabu pagi aku dan Sooyoung menyambangi kediaman megah tuan Henry, beliau meminta kami untuk pergi bersama dengan mini bus pribadi Tuan Henry untuk pergi ke lokasi camping yang katanya terdapat Villa tuan Choi Jungmo dan sebuah area pemancingan, kedengarannya tidak terlalu buruk.

Setelah semuanya berkumpul aku cukup kaget dan tak habis pikir, ternyata Tuan Choi dan Suho, putranya bahkan Victoria juga ikut, aku bahkan sempat lupa bahwa Victoria masih putri kandung tuan Henry dan Suho adalah keponakan dari Nyonya Song. Acara camping ini sepertinya akan ramai, tapi aku sudah memiliki firasat kehadiran Victoria apalagi Suho pastinya akan menghancurkan mood ku.

Di dalam mini bus yang cukup mewah dan nyaman itu terdapat 5 deret kursi yang memuat 2 sampai 3 orang. Tuan Henry dan Tuan Choi langsung mengambil tempat duduk di barisan depan di belakang supir, mereka pasti ingin mengobrol hingga Nyonya Song disingkirkan dan duduk di kursi belakangnya bersama Victoria putrinya, tadinya Vict mengotot ingin duduk bersamaku dan jujur itu membuatku tidak nyaman, aku harus menaruh Sooyoung dimana jika duduk bersama Victoria? Untunglah Eommanya memaksa untuk ditemani duduk. Akupun dan Sooyoung memilih duduk di baris belakangnya lagi, Yaa… formasi yang sangat sempurna sebelum Suho masuk dan duduk di deretan paling belakang yang merupakan kursiku dengan Sooyoung, ia duduk di sebelah Sooyoung hingga mnjadikan Sooyoung berada di tengah-tengah kami berdua.

“Aku duduk di sini tidak apa-apa kan?,” Tanya Suho yang sebenarnya hanya basa-basi belaka, aku yakin ia tidak juga akan pergi meski aku mengusirnya, lagipula di saat seperti ini bukan waktu yang tepat untuk bertengkar dengannya maka kali ini aku membiarkannya duduk di samping Sooyoung.

Selama perjalanan adalah saat-saat yang paling menyebalkan, sudah kukatakan Suho akan mengacaukan moodku dan sekarang dia benar-benar melakukannya. Ia terus saja mengalihkan perhatian Sooyoung dengan mengajaknya bercerita banyak hal meski itu sama sekali tidak penting, gurauannya yang garing bahkan membuat perutku mual karena sama sekali tidak lucu tapi anehnya Sooyoung malah tertawa, tawa yang tidak bisa kuberikan selama ini untuknya.

“Ehhemm! Soo, aku lapar aku ingin makan sesuatu” pintaku kepada Sooyoung segera, aku harus menarik perhatiannya kali ini.

“Eoh? Sebentar ya” Sooyoung merogoh paper bag yang ia bawa dan baru akan mengeluarkan sebuah kotak makan ketika Victoria dengan sigap menyodorkan sekotak sandwich ke arahku.

“Ini untukmu, kebetulan tadi aku sudah menyiapkan beberapa snack, kau boleh mencobanya” sesaat aku terdiam kaget dengan tingkah spontan Victoria aku sama sekali tak ada niatan untuk mencicipi masakannya melainkan Sooyoung, namun dalam keadaan seperti ini, aku terpaksa menerimanya tanpa banyak bicara lagi.

Saat aku masih sibuk meladeni Victoria yang masih membalikkan posisi duduknya ke arahku, kulihat saat Sooyoung hendak memasukkan kembali kotak makanannya, Suho tiba-tiba  menyambarnya dari tangan Sooyoung.

“Woahh, Kue beras manis! kelihatannya enak, aku coba ya?” tanpa menunggu izin Sooyoung, Suho melahap sepotong kue itu,

“Emm… ini benar-benar enak, makanan korea memang jauh lebih enak dari makanan Amerika atau makanan manapun” seloroh Suho, aku tau ia sedang menyindirku dan Victoria, dan sejujurnya aku memang tersindir dan kesal, ingin rasanya aku merampas kue beras yang seharusnya menjadi milikku itu.

“Kalau makanan seenak ini, aku pasti akan menghabiskannya walau satu panci” katanya lagi, seakan memamerkan kenikmatan masakan Sooyoung, hefft! Anak itu benar-benar menguji kesabaranku.

Kyuhyun’s Pov End

Author’s Pov
4 Jam perjalanan, akhirnya mereka tiba di lokasi camping, benar saja! Villa megah Tuan Choi berada di tengah hutan yang dikelilingi pepohonan rindang, tak jauh dari sana terdapat danau yang bisa digunakan sebagai lokasi memancing yang baik.

Hari menjelang sore, Tuan Henry yang begitu tampak antusias langsung mengajak para pria untuk memasang tenda, sementara para wanita sibuk memasak untuk makan malam.

“Kyu-ahh… bisakah kau ke sini sebentar?” Panggil Victoria ketika dilihatnya Kyuhyun sedang menganggur karena pembuatan tenda sudah hampir selesai dan bisa dikerjakan oleh yang lainnya.

Dengan malas Kyuhyun memenuhi panggilan Victoria.
“Ada apa lagi?” Tanya Kyuhyun agak ketus
“Bisakah kau membantuku mengangkat meja ini?” Lagi-lagi  dengan setengah hati Kyuhyun menuruti permintaan Victoria.

Sementara Sooyoung sibuk menyiapkan pemanggangan daging barbeque dan Nyonya Choi bertugas memotong daging. Saat sedang dalam pekerjaannya, Sooyoung sempat tidak fokus karena tak bisa mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun dan Victoria namun kemudian tiba-tiba ia memekik pelan ketika jemarinya kepanasan tak sengaja menyentuh besi pemanggangan.

“Soo, kau tidak apa-apa?” Seru Nyonya Choi melihat keadaan Sooyoung. Mengetahui hal itu masing-masing Kyuhyun dan Suho reflek menunjukkan kepeduliannya, Suho yang sibuk menggelar tikar dan Kyuhyun tadinya membantu Victoria masing-masing menginggalkan pekerjaan mereka dan mendatangi Sooyoung.

Ketika sampai pada Sooyoung, Kyuhyun yang sampai lebih dulu langsung saja menyambar tangan istrinya itu dengan perhatiannya, sementara Suho kali ini mengalah dan mundur secara teratur.

“Apa yang kau lakukan? Kau ini benar-benar ceroboh ya? Bisa-bisanya kau menyakiti jarimu sendiri! Omel Kyuhyun sambil meneliti tangam Sooyoung.
“Miann…” lirih Sooyoung.
“Miann? Untuk apa kau minta maaf padaku? Aku hanya akan marah jika kau melakukan hal ceroboh dan melukai dirimu sendiri, itu saja” setelah mengomel panjang lebar Kyuhyun mengambil pasta gigi yang ia bawa dari rumah lalu mengoleskannya di tangan Sooyoung yang terkena didihan panas besi, beruntung tidak sampai melepuh karena besi panggangan tak terlalu panas.

“Kau masih mau memasak setelah kau hampir membakar tanganmu?” Protes Kyuhyun kepada Sooyoung yang keras kepala ingin tetap memasak padahal ia mengkhawatirkan luka di tangan istrinya itu. Sejak insiden tangan Sooyoung tadi, Kyuhyun tak beranjak kemana-mana seakan sedang melindungi Sooyoung dari ancaman mara bahaya.
“Gwenchana, tanganku sudah tidak apa-apa berkat pengobatan mujarabmu tadi,” jawab Sooyoung.
“Apa yang kau buat itu? Sepertinya aku baru melihatnya?” Kyuhyun penasaran dengan daging ikan yang ditempel-tempelkan di batang serai seperti obor.
“Ini sate bali, ini adalah masakan kesukaan Appa dan aku di Bali dulu” Jawab Sooyoung sambil tersenyum lirih, seperti bernostalgia dengan masa lalunya sendiri. Sesaat Kyuhyun menyentuh rambut Sooyoung, menggenggamnya dengan tangannya.

“Kyu-Kyuhyun-ssi! apa yang kau lakukan?” Tanya Sooyoung terkejut juga gerogi.
“Aku tidak akan membiarkan kau merusak makanan yang sepertinya enak itu dengan helaian rambutmu,” Kyuhyun berdalih, dengan keterampilan seadanya ia mengepang rambut panjang Sooyoung, sementara gadis hanya terdiam kikuk dan malu-malu.

Sementara adegan itu berlangsung, para tetua sedang asyik mengobrol ria tidak memperhatikan mereka. Sementara Victoria dan Suho sebagai pihak yang paling ‘kalah’ hanya memandang keduanya dengan pasrah karena tak ada yang bisa dilakukan, mereka tidak berhak melakukan apapun terhadap pasangan suami istri yang sepertinya baru saja dilanda perasaan yang belum mereka sadari sepenuhnya, perasaan yang kira-kira bernama ‘Cinta’.

Hari berikutnya, sesuai agenda para tetua termasuk supir menjalankan misi memancing mereka, Nyonya Song juga ikut menemani suaminya. Dan sebagai pihak yang kurang tertarik pada kegiatan memancing tersebut tinggal Kyuhyun, Sooyoung, Suho tidak ketinggalan Victoria yang masih bingung harus melakukan kegiatan yang mengasyikkan seperti apa.

Sesaat kemudian Suho mendadak tampil seperti photografer, ia membawa sebuah camera yang digantungkan di lehernyaa, belum sempat maksudnya diketahui tiba-tiba ia menarik tangan Sooyoung.

“Ada apa ini? Apa yang kau lakukan?” Protes Sooyoung.
I’ll Show you somethings, kajja!” Suho dengan ‘lancang’ membawa Sooyoung entah kemana bahkan walau tanpa persetujuannya.

Sementara Kyuhyun yang merasa keberatan Sooyoung dibawa pergi begitu saja segera akan mengejar mereka, tapi kemudian Victoria meraih tangannya sebelum Kyuhyun melangkah jauh.

“Aku ingin bicara sesuatu denganmu” ucap Victoria.
“Apa lagi yang ingin kau katakan?!” Kyuhyun berusaha menepis tangan Victoria.
“Jebbal Kyu.. kita harus bicara, aku ingin memperbaiki hubungan kita”
“Tidak ada yang perlu diperbaik Vict!” Kyuhyun yang tak perduli lagi dengan Victoria, kini pergi meninggalkan gadis itu dan beranjak pergi dengan tujuan menyusul Sooyoung yang baginya sudah seperti ‘diculik’ Suho. Tak menyerah begitu saja, Victoria pun ikut menyusul Kyuhyun.

Sementara itu, Suho membawa Sooyoung ke suatu tempat istimewa yang belum pernah ia tunjukkan kepada orang lain sebelumnya, tempat itu lebih pantas disebut taman daripada hutan, persis seperti hutan-hutan dalam dongeng disney, bunga-bunga liar berwarna warni terhampar indah di sana, berbagai macam kupu-kupu hilir mudik beterbangan di udara, tak jauh dari sana terdengar gemercik air yang sepertinya air terjun, Suho tahu Sooyoung pasti akan menyukainya dan terbukti rona bahagia terpancar jelas dari wajah cantik gadis itu. Suho mengambil kesempatan mengambil gambar Sooyoung ketika seekor kupu-kupu hinggap di bahunya tepat ketika ia sedang menghirup salah satu bunga cantik berwarna violet.

“Yya! Sudah ku bilang jangan mengambil fotoku” protes Sooyoung.
“Sudah kubilang aku akan memotret semua pemandangan indah di sini,” kata Suho menggoda.
“Csh! Darimana kau tau ada tempat seindah ini di dalam hutan?”
“Waktu kecil ini adalah daerah jajahan kami”
“Kami??” Sooyoung bingung Suho menyebut kata ‘kami’ seakan bukan dia seorang yang mengetahui tempat itu.
“Yaa… kami, dulu saat liburan aku dan keluargaku suka sekali berlibur ke sini, itu kenapa Appa membuat Villa di sini, aku dan Hyungku menemukan tempat ini ketika kami sedang bermain bersama.”
“Kau punya seorang kakak?? Aku pikir kau anak satu-satunya?”
“Anny, aku punya seorang kakak yang sangat menyayangiku, tapi aku hanya memilikinya selama 17 tahun”
“Ma-maksudmu kakakmu…” Sooyoung tiba-tiba menegang entah kenapa.
“Nee… dia sudah tiada,” Suho menatap lekat-lekat mata Sooyoung seakan ingin menyampaikan segenap kesedihan yang ia pendam selama ini. Dan entah kenapa Sooyoung benar-benar tersentak mendengar fakta itu, entah kenapa dadanya tiba-tiba ia terasa sakit, seakan kepedihan itu juga miliknya.
“Ka… kalau boleh tahu bagaimana kakakmu meninggal?” Baru kali ini Sooyoung benar-benar penasaran dan ingin tau masalah orang lain.
“Dia….”
“Sooyoung-aah!” Suara panggilan itu membuat Suho buyar dan tak jadi mengeluarkan penyataannya.
“Kyuhyun-ssi? itu suara Kyuhyun-ssi! a.. aku harus segera menemuinya” suasana tegang itu seketika buyar dengan suara panggilan Kyuhyun, buru-buru Sooyoung berlalu pergi mengikuti sumber suara Kyuhyun sementara Suho mengikutinya.

“Sudah kubilang jangan mengikutiku kenapa kau begitu keras kepala?” cecar Kyuhyun kepada Victoria.
“Kyu… aku tau kesalahanku terlampau besar kepadamu, tapi aku mohon jangan abaikan aku seperti ini.” Victoria mengiba
“Aku sudah memaafkanmu Vict, apa itu tidak cukup?”
“Kau bohong Kyu!! Kau bohong, kalau kau sudah memaafkanku kau tidak akan mengabaikan aku dan sibuk dengan gadis kecil itu!!”
“Dia istriku Vict, kau tidak boleh lupa itu”
“Aku tau kau terpaksa menikahinya, kau tidak benar-benar mencintainya, kau hanya memanfaatkanku untuk membuatku cemburu kan?!”
“Csh!! Kau sudah kehilangan akal sehatmu! Biar kuperjelas aku sudah tidak….” Victoria menghentikan perkataan Kyuhyun dengan tiba-tiba mencium bibir Kyuhyun. Segera Kyuhyun menghentikannya dengan menjauhkan wajahnya dan mendorong pelan Victoria.
“Ciuman itu masih sama seperti dulu Kyu, itu tandanya kau masih mencitaiku, iya kan?” Victoria menyeringai, ia terus berusaha membenarkan pemikirannya.
“Vict! Hubungan ini sudah berakhir tepat dimalam saat kau memamerkan tunanganmu padaku” Victoria tiba-tiba menghambur ke pelukan Kyuhyun
“Tolong jangan katakan apapun lagi Kyu, aku mohon! Aku… aku masih sangat mencintaimu, kau tau aku putus dengannya karena aku tidak bisa melupakanmu?  saranghanda Kyu, dan itu tidak akan pernah berubah” Victoria memeluk Kyuhyun erat-erat meski ia tau Kyuhyun tak membalasnya.

Sementara tanpa mereka sadari tak jauh dari sana seorang gadis tak sengaja melihat adegan itu, sesaat Sooyoung terpaku di tempatnya berdiri, dia mulai dilanda kebingungan, perasaannya tak menentu, dia bahkan tidak tau kenapa dia ingin menangis tapi yang pasti ia bisa merasakan betapa sesaknya dadanya ketika melihat dengan mata kepalanya sendiri wanita itu memeluk erat Kyuhyun. Perlahan ia mundur dan tanpa sengaja menabrak seseorang di belakangnya,

“Soo…” panggil Suho lirih, prihatin dengan keadaan Sooyoung.
“Ha… hari sudah senja, sebaiknya kita segera keluar dari sini, kajja!” Sooyoung berusaha menyembunyikan raut wajahnya yang tidak mengenakkan itu.

Gadis itu melangkah lebih dulu meski ia tidak terlalu tau jalan untuk kembali. Mendadak langkahnya tertahan, rupanya Suho mengenggam pergelangan tangannya.

“jebbal aku ingin pergi secepatnya” Sooyoung menunduk menyembunyikan wajahnya, namun Suho berdiri di hadapannya memegang kedua bahunya dan menatap wajahnya untuk beberapa saat, lalu membawanya ke dalam pelukannya.
“Menangislah jika kau ingin menangis, jangan pernah menahannya,” ucap Suho tulus, dan benar saja kini tubuh Sooyoung bergetar ia akhirnya menangis tersedu-sedu menumpahkan air matanya yang sekuat tenaga ia bendung.
“aku malu Suho-ssi, aku benar-benar konyol dan sudah gila, aku bahkan tidak tau kenapa aku menangis, Tolong bawa aku dari sini, aku tidak ingin Kyuhyun melihatku seperti ini” ungkap Sooyoung akhirnya.
“Kali ini kubiarkan kau menangis, tapi lain kali aku tidak akan membiarkannya, karena aku benar-benar tidak tahan melihatnya, aku benar-benar marah dan benci melihat kau menangis untuknya. Biarkan aku menjagamu Soo, biarkan aku membuatmu tertawa sepanjang hidupmu, beri aku kesempatan untuk melakukannya, melanjutkan tugas untuk membuatmu bahagia, karena aku tak ada bedanya dengan dia, perasaanku sema sepertinya, cintaku juga sama sepertinya,” ucapan Suho yang begitu dalam dan penuh makna begitu menyentak Sooyoung, bukan hanya karena pemuda itu lagi-lagi menyatakan perasaannya padanya, tapi karena Suho membicarakan orang lain, dan ia tau itu bukan Kyuhyun, orang itu adalah orang lain yang menghubungkan antara dirinya dan Suho.

TBC

Advertisements

20 thoughts on “Only You To Me Part 7

  1. aishh .. vict ganit banget sih, udah tau Kyuhyun udah gak ada perasaan lagi ke dia, tapi tetap aja di pepet terus .. pengen gue tabok tuh yeoja centil.
    kasihan Sooyoung yg terus mengalah 😦
    semoga nanti pengahalang hubungan mereka gak ada lagi, dan mereka bisa menjalini rumah tangga mereka dengan bahagia #anin
    next ya thor .. di tunggu next part nya .. keep writing 🙂

  2. Anyeooong author nyssa, ya ampun dah lama aq nunggu2 ff ini, akhirnya di publish juga… Gomawo author^^
    Seperti biasa, setiap part nya delalu bikin penasaran alias menarik, hehe walopun di part ini aq sempet lupa ama ceritanya tp di maklum ya thor… Next part ditunggu, hehe kalo bs jgn kelamaan ya thor, fighting!

  3. Aku baru baca ff ini kerenn bgt tapi yg disayangkan proses pmbuatan ffnya trlalu lama, aku baca dari part 1 dan itu di post thn 2013 ini udah 2015 tp blm slesai juga.hmm itu doabg sih yg disayangkan dari ff ini but overall ffnya keren jangan marah yah thor aku cuma pngen biar author lbih semangat lagi buat ff ini.. Sangat ditunggu klanjutannya^_^ fightingggg authornim;))

  4. Huaaaaaaa akhirnya jumpa lgi dengan author ketceh inii…seneng bngett sampe jingkrak2 bgitu ad notif ini ff keluar.secara udah bertahun2 nunggu. Wkwk tpi ttp sll ditunggu kpanpun lanjutnya. Sebel n greget bnget sma vict n kyu,knp jg kyu gak nolak dngan tegas sikap si vict itu, n knp jg soo harus ngalah sama vict?harusnya dia brdiri dengan gagah di depan kyu kasih perisai supaya kyu gak terjebak masa lalu lagiiihhh

  5. Oh ternyata suho itu adek’a siwon ya dan doi cinta jg ma soo omo seneng banget…
    Vic ganggu bgt sih si kyu jg mau2’a dicium vic…

  6. akhirnya… sekian lma setia dgn nih ff nonggol jga;v si vict bikin greget bgt;3 jdi suho itu adiknya si siwon toh berarti mereka sih sodaraan sma vict ? hahhaa gua bru mudeg nih ;v okehlah ditunggu next part nih ff sma ff i think i love you part 16 yah thor… fighthing

    keep writing yaps …. semangat thor

  7. kesel, victoria ganggu kyuyoung terus masaaa -_-
    kyu jangan goyah, jangan berpaling lagi dari soo , next part berharap kyuyoung lebih banyak moment di acars csmping itu , atau engga semoga kyu tetep ga goyah perasaannya sama soo , begitu pun sooyoung , ah pokonya berharap kyuyoung happy ending ^^ next pary di tunggu , semangat !

  8. aigoo vict kelakuannya -_-
    udh tau si kyu punya istri masih aja d pepet,
    kasian kyuyoung sama2 cinta tapi kehalang gara2 si vict dan suho
    d tunggu lanjutannya thor

  9. Maaf ya chingu… aku lupa sama part2 sebelumnya. Bahkan dengan jalan ceritanya pun aku sudah agak lupa. Hihi~ maaf ya ^-^

    Jangan terima Suhoo -walaupun dia namja gantengku. Tapi jangan terima dia yah. Suho hanya milikku seorang. Cah~
    Oke. Soo eonnie hanya cocoknya dengan Kyuppa. Jangan sama yang lain dulu.

    Lanjut yah. Moga2 para penghalang mengindah dari kisah cinta Kyuyoung 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s