(Kyuyoung FF) Fated, Chapter 1


image

Judul   : Fated

Author : Choi Runnisa

Genre   : Drama, Romance, Comedy n Family

Casts    :

    • Super Junior Kyuhyun as Cho Kyuhyun
    • SNSD Sooyoung as Sooyoung Cho Kyuhyun
    • Jo In Sung as Himself
    • T-Ara Jiyoung as Kang Jiyoung
    • Other Casts: Find in The Story

    Located  :

      • Korea Selatan (Seoul, Busan)
      • Indonesia (Jakarta, Jogjakarta)]

      Eps Numb : 10 Parts

      Hai Knight-deul, I’m Back!! Ya ampyuunn dah lama banget gue gak maen ke lapak inih, pasti udah banyak readers yang udah pada move on dan readers baru yang gak kenal sama gue. Kenalin Guys, gue Nisa dengan id @ChoiRunnisa Author lama yang selama ini lagi sibuk hijrah ke sungai gangga, ehehe.

      Dan kali ini gue kembali dengan Fan Fict terbaru. Bukan terbaru sih, Readers lama yang pernah baca Fan Fict jaman Baheula gue berjudul ‘Only You To Me’ yang Cuma mandeg sampe part 6 mungkin masih pada inget???, dan ini adalah versi revisi nya yang udah gue revisi abis-abisan dan udah gue kelarin sampe part akhir.

      Udah gue bikin versi Indianya dan Alhamdulillah respon Fan Fict ini cukup bagus, dan kali ini gue bikin versi Kyuyoungnya, harapannya semoga chingu-deul juga bakal pada sukak sama Fan Fict karena gue tau readersnya Knight adalah readers yang paling  aktif dan baik hati, ehehe. Happy Reading!!

      ♡♡♡
      Fated Chap 1

      Terkadang cinta yang selalu kau impikan seumur hidupmu tak jua datang menghampirimu, namun justru cinta lain yang tak pernah kau bayangkan hadir begitu tak terkira hingga kau tidak pernah menduga sampai dimana batasnya.

      >>>
      Di suatu senja, di sebuah taman kecil pusat kota kecil Busan, Korea Selatan sepasang ayah dan anak laki-lakinya sedang asik bermain sepak bola, tawa keceriaan tak pernah luput dari bibir mereka.

      “Heei kapten Cho! tunjukkanlah tendangan dahsyatmu itu jika kau bisa!” ujar sang Ayah seakan menantang sang anak. Dengan senang hati, sang anak pun tak segan menunjukkan kebolehannya bermain sepak bola kepada ayahnya, persis seperti seorang pemain bola profesional yang menunjukkan kebolehannya kepada pelatihnya.

      Ia fokuskan pandangannya kepada sang kulit bundar yang tergeletak tak berdaya di atas rumput, lalu sekuat tenaga ia tendang bola itu menuju arah sang ayah yang sedang berdiri di hadapannya dan Hap! Sang ayah lagi-lagi berhasil menangkap si kulit bundar yang sudah dilayangkan padanya.

      “Kau kalah kapten Cho!, hahaha” ejek sang Ayah.
      “Ayah curang!” pekik sang anak tak terima dengan kekalahannya, sang Ayah hanya tertawa geli melihat ekspressi kesal putranya itu
      “Ayahh!!” Tiba-tiba sebuah suara kecil terdengar di tengah permainan mereka, keduanya pun menoleh ke sumber suara.

      Terlihat seorang anak perempuan berusia sekitar 5 atau 6 tahun berlari kecil ke arah sang Ayah dan disambut oleh pria itu dengan membawanya ke dalam gendongannya.
      Aigoo, Putri ayah yang cantik!” ucap sang ayah kepada anak perempuan itu sambil mencium gemas pipinya yang halus nan chubby.

      Sementara itu, anak laki-laki berusia 8 tahun itu menatap bingung ke arah sang ayah, ia tentu bingung mendengar gadis kecil itu memanggil ayahnya dengan sebutan ‘Ayah’ sama seperti dirinya, sedangkan yang ia tau ia tak memiliki seorang saudara apalagi seorang adik perempuan.
      “Ayah, Oppa itu siapa?” tanya gadis kecil berambut panjang ikal itu kepada pria yang dipanggilnya Ayah, sebelum anak laki-laki itu bertanya kepada Ayahnya.
      “Dia Cho Kyuhyun, dia adalah Oppa mu Nak, ayo mendekatlah padanya, sapalah dia dan panggil dia Kyuhyun Oppa” ujar pria itu sambil menurunkan gadis kecil itu dari gendongannya.

      Anyeong Haseyo Oppa. Ini Sooyoung, Choi Sooyoung Imnida” sapa gadis kecil itu dengan nada penuh keceriaan dan keramahan kepada anak laki-laki itu, Kyuhyun kecil semakin bingung, gadis kecil itu memanggil ayahnya dengan panggilan yang sama dengannya, Siapa sebenarnya gadis kecil yang kini berdiri tepat di hadapnnya?

      Sementara tanpa tau masalah yang sebenarnya, gadis kecil itu tersenyum kecil ke arah Kyuhyun, bola matanya yang kelam tampak lucu bergerak-gerak jenaka menatap Kyuhyun. Kyuhyun mengabaikannya sesaat, Ia malah menatap tajam ke arah ayahnya menanti penjelasan dari kebingungannya itu.
      “Ayah, siapa anak ini? Kenapa dia memanggilmu Ayah?”
      “Dia Sooyoung, adikmu Kyuhyun-aah” jawab sang ayah singkat
      “Dia bukan adikku, Ayah. Kyuhyun tidak pernah punya adik!” Kyuhyun setengah memekik tak terima, membuat sang Ayah berjongkok di hadapannya mengimbangi tinggi badannya, Tuan Cho lalu meraih kedua bahu putra kecilnya menatapnya lekat-lekat lalu berkata,

      “Kyuhyu-aah… Mulai sekarang anggaplah Sooyoung seperti keluargamu sendiri, bahkan jadikan ia lebih dari itu, hiduplah dengan baik bersamanya, karena kau hanya punya dia dan dia hanya punya kau, dan kelak kalian akan saling membutuhkan satu sama lain, kalian tak akan bisa hidup tanpa satu sama lain, tolong jaga dan lindungi dia lebih dari siapapun… Kau adalah satu-satunya harapan Ayah” lirih sang Ayah lalu tanpa menunggu jawaban dari putranya, tiba-tiba berdiri dan membalikkan tubuhnya kemudian beranjak dari hadapan kedua anak itu.

      Aboji! Aboji….!” Teriak Kyuhyun kecil, berharap mampu menghentikan langkah ayahnya. Namun seperti memanggil seorang tuna rungu, pria itu sama sekali tak mengindahkan panggilan putranya, ia terus berjalan pelan menuju dimensi tak kasat mata hingga menghilang dan tak mampu lagi dijangkau oleh penglihatan kedua anak itu.

      Sambil menggandeng tangan mungil gadis kecil itu entah sejak kapan, Kyuhyun terus memanggil dan memanggil ayahnya walau ia tau itu percuma, ayahnya sudah pergi entah kemana.
      ****
      Seoul, Korea Selatan
      Pkl. 5.15

      Kyuhyun sontak terbangun dari lelapnya, Ia terduduk dari pembaringannya dan menyadari semua yang baru saja dialaminya di masa kecil tadi hanyalah mimpi semata, tapi anehnya ia terengah-engah seperti orang yang baru saja berlari, rambutnya kuyup dipenuhi dengan peluh, seakan yang dialaminya tadi adalah bagian dari kehidupan nyatanya.

      Waeyo Oppa?? Ada apa?… ” tiba-tiba sebuah suara lembut nan merdu membisikinya. Dua buah lengan melingkar mesra di perutnya, hembusan nafas hangat membelai tengkuknya.

      Kyuhyun terkejut luar biasa, reflek ia melerai tangan-tangan yang melingkar di perutnya. Ia berbalik ke arah suara di belakangnya, ia menemukan seorang gadis cantik berpakaian super mini yang bahkan tak ia kenali, ini sudah kesekian kalinya ia menemukan seorang gadis asing di apartemennya saat ia bangun setelah dari club malam dan mabuk berat di malam harinya.

      “Kau… kau siapa? Kenapa kau masuk ke apartemenku?!” Pekik Kyuhyun
      “Apa? Ka.. kau bercanda kan? Kau yang sudah membawaku ke sini semalam Sayang… kau tidak ingat kita sudah melewatkan malam yang indah semalam…” gadis asing itu mencoba berhambur ke pelukan Kyuhyun tapi Kyuhyun dengan sigap mencekalnya.

      “Pakai pakaianmu dan pergi dari apartemenku sekarang!” Tegas Kyuhyun. Gadis itu kaget, raut wajahnya berubah bingung. Kyuhyun yang ia lihat semalam benar-benar berbeda dari yang ia lihat pagi ini. Kyuhyun yang semalam adalah pria yang benar-benar romantis. Namun Kyuhyun sekarang berubah dingin.

      Yaa… itulah Kyuhyun, ia hanya akan datang seperti angin yang sanggup memporak-porandakan hati seorang gadis lalu pergi begitu saja seolah tak terjadi apapun. Ia bisa saja membuai seorang gadis dengan bujuk rayunya, ia begitu pandai menenggelamkan seorang gadis ke dalam pusaran asmaranya, ia bisa saja semalam suntuk membuai seorang gadis dengan berjuta kata cinta dan puisi indah bak seorang pujangga, bak seorang Majnun memuja Laila, namun dengan mudahnya melupakannya di pagi harinya.

      Kyuhyun meraih dompet dari atas meja kecil di samping tempat tidurnya lalu mengeluarkan beberapa lembar dollar sisa perjalanan ke New York kemarin lalu memberikannya kepada gadis itu.
      “Ini ambillah dan pergilah dari sini, aku tidak suka orang lain masuk ke apartemenku tanpa seizinku” gadis itu tampak naik pitam dengan tingkah Kyuhyun, tanpa mengambil lembaran dollar itu ia berdiri dari duduknya dan menatap Kyuhyun dengan pandangan berapi-api, lalu PLAKK!! sebuah tamparan keras mendarat di pipi Kyuhyun.

      “Brengsek!!” Maki gadis itu, Kyuhyun tak bergeming, ia hanya mengusap pelan pipi kirinya yang lumayan perih, ia sudah biasa mengalaminya, ia tidak akan membalas gadis itu. Lalu masih dengan pakaian super mininya, gadis itu meraih high heelsnya yang berserakan di lantai lalu berlari keluar dengan wajah yang merah padam dan menangis.

      Sesaat kemudian Kyuhyun menyusul keluar sebelum gadis itu benar-benar pergi.
      “Hei Kau!!” Panggilnya enggan menjauh dari daun pintu. Sesaat kemarahan gadis itu sedikit mereda, ia berbalik ke arah Kyuhyun berharap lelaki yang sempat membuatnya terbuai itu akan berubah pikiran.
      Namun jauh dari yang diharapkan, Kyuhyun malah hanya menyodorkan sebuah tas tangan ke arahnya.
      “Ini… tas mu ketinggalan” SIAL!! Batin gadis itu memaki, dengan kekesalan yang meningkat puluhan drajad ia merenggut tas nya lalu buru-buru pergi dari hadapan Cho Kyuhyun.

      Sempat berpapasan dengan gadis itu sebelum Kyuhyun sempat menutup pintu apartemennya, seorang pemuda yang ia kenali muncul, cengar cengir ia mendatangi Kyuhyun yang kini menyambutnya dengan senyuman. Pemuda yang tak kalah tampannya dengan Kyuhyun itu bernama Cho Minho, sahabat baiknya sejak di bangku SMP.

      “Yyaa!! Apa lagi yang kau lakukan pada gadis itu? Sepertinya hampir setiap pagi aku melihat seorang gadis keluar dari apartemenmu sambil menangis, hahaha!!” Ejek Minho,
      “Jangan berlebihan! Itu tidak setiap hari bodoh! Lagi pula siapa suruh dia memanfaatkanku saat sedang mabuk?!”
      “Haha… kau ini! Apa kau tidak takut hukum karma?”
      “Cish!! Aku tidak percaya dengan semua tahayul itu”
      “Csh! Apa yang bisa menyadarkanmu? kau percaya ada yang namanya dosa kan?”
      “Tutup mulutmu, kau benar-benar cerewet seperti Bibi Ah Yeong. Ngomong-ngomong pagi-pagi buta begini apa yang membawamu ke sini?”
      “Kyuhyun, aku punya kabar baik untukmu”
      “Kabar baik? Ayo masuk dulu, kita bicara di dalam saja”

      ****
      “Kita masih punya harapan menemukan Ayahmu kembali Kyuhyun,” kata Minho tersenyum haru
      “Maksudmu… kau tau dimana ayahku?!” Kyuhyun terlonjak antusias namun setengah percaya dengan apa yang dia dengar
      “tidak sepenuhnya, tapi sekarang kita tau harus mencarinya kemana, dari data terakhir yang diperoleh, dia pergi ke Indonesia tepatnya di kota Jogjakarta”
      “Kau yakin?? Kau tidak sedang mengerjaiku kan Choi Minho??”
      “Tentu saja tidak! aku tau kau sudah menantikan berita baik ini seumur hidupmu,”

      Yakin akan perkataan Minho, Kyuhyun memeluk sejenak sahabatnya itu dengan penuh rasa haru dan terimakasih, rupanya itulah makna dari mimpinya tadi, tak terasa ia meneteskan air mata bahagia.

      Sungguh, benar kata Minho, Kyuhyun telah menantikan kabar baik itu seumur hidupnya, yaa… selama bertahun-tahun didera rasa rindu yang teramat sangat, belasan tahun terus dalam pencarian dengan harapan yang tak pernah surut, akhirnya Kyuhyun mendapatkan kembali harapannya, ia akan segera menemukan Ayahnya kembali, orang tua satu-satunya yang masih ia miliki. Kabar macam apa lagi yang lebih membahagiakan selain menemukan Ayahnya kembali?

      “Kau harus menemaniku Minho, kita akan ke Jogja hari ini juga!” Ucap Kyuhyun begitu berbinar-binar
      “Yaa… aku siap menemanimu Kyu, tapi tidak juga hari ini. Kita butuh banyak persiapan dan kita tidak bisa meninggalkan kantor begitu saja”
      “Tidak Minho, aku tidak akan menundanya lagi, kau tau seberapa lama aku menantikan saat ini? seumur hidupku tujuan hidupku adalah Ayah, aku tidak akan menyia-nyiakannya sedetikpun”
      “Ya tentu teman, aku mendukungmu aku berjanji akan menemanimu sampai kau menemukan Ayahmu”
      “Kalau begitu tolong urus segala tiket dan administrasi keberangkatan kita, soal pekerjaan di kantor aku akan mengurusnya”

      ****

      “Ceraikan aku sekarang juga!!” pekik sebuah suara wanita setengah menangis dari dalam kamar disertai dentuman pecahan kaca yang terhampas ke lantai marmer.

      Kyuhyun yang masih berusia 8 tahun hanya bisa menangis mendengarkan pertengkaran hebat kedua orang tuanya di balik pintu kamar, ia duduk meringkuk memeluk kedua kakinya sambil terisak.
      “Apa yang sedang kau bicarakan itu? Demi Tuhan aku tak akan pernah menceraikanmu!!” Sengit suara seorang pria,
      “Kalau begitu kau harus memilih salah satu di antara kami, aku dan Kyuhyun atau bersama anak harammu itu!!”
      “Demi Tuhan Hwang Miyeong, Sooyoung itu adalah anak dari sahabatku Choi Jungmo dan Moon Soohee, dan keduanya telah tiada, mengertilah aku tidak mungkin setega itu meninggalkan anak kecil itu sendirian”
      “Kau bawa saja dia ke panti asuhan! kenapa kau yang harus repot merawatnya?!” pria itu terdiam, ia tak menyangka istrinya sebegitu egoisnya, ia tidak mungkin menuruti permintaan istrinya untuk membawa anak itu ke panti asuhan karena anak itu adalah amanah baginya.
      “Kau Bohong! Kau pikir aku tidak tau kalau wanita yang bernama Moon Soohee itu adalah selingkuhanmu? Jika Sooyoung bukanlah anak harammu kau tidak mungkin bersikeras ingin merawatnya dan aku… aku tidak akan sudi melihat anak haram itu tinggal seatap denganku. Jadi kumohon pergilah”

      “Hwang Miyeong !!” Sebuah tamparan keras terdengar, tangis dan ketakutan Kyuhyun semakin menjadi, ini pertama kalinya dalam hidupnya ia mendengar Ayah dan Ibunya bertengkar hebat dan entah kenapa itu benar-benar menyakitkan baginya
      “Kau sekarang sudah berani menamparku?! Kau menamparku hanya karena Anak Harammu itu?!” Pekik Miyeong
      “HWANG MIYEONG CUKUP!!” bentak Jino
      “Aku akan mengurus surat perceraian kita, Jadi kumohon pergilah dan bawa anak itu dari hadapanku!!”
      “Baiklah kalau itu memang maumu, aku sudah tidak tahan punya istri pembangkang sepertimu!! Kau dengarkan baik-baik Hwang Miyeong, aku Cho Jino sudah akan menceraikanmu secepatnya!!”

      ****

      “Ayah… Ayah….!!” Kyuhyun kecil merengek sambil memeluk kaki ayahnya berusaha untuk tak membiarkannya pergi
      “Dasar anak tidak tau diri!! Ibu harus katakan berapa kali padamu? bahwa dia bukan Ayahmu lagi Hah?!” Bentak Miyeong kepada putra satu-satunya itu.
      “Ayah! Kumohon jangan pergi, jangan tinggalkan Kyuhyun, Ayah!!” Tangisan Kyuhyun semakin menjadi namun Jino sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi, sambil menyeret koper yang berisi pakaian seadanya, ia berjalan pelan keluar dari rumahnya..

      “AYAH!!” pekik Kyuhyun lagi namun tubuh kecilnya ditahan oleh ibunya untuk pergi menyusul ayahnya.
      Namun sekuat tenaga, ia lepaskan dekapan ibunya dan berlari keluar menyusul Ayahnya.

      Saat di luar rumah, langkahnya seketika terhenti ketika dilihatnya sang Ayah memeluk hangat tubuh seorang gadis kecil, matanya seketika menyipit, ada sebuah perasaan kecewa yang ia rasakan. Kyuhyun kecil merasa cemburu saat itu, ia merasa seseorang telah merebut ayahnya dari hidupnya, jadi karena gadis kecil itu kah Ayahnya memilih untuk pergi? Kyuhyun menatap garang ke arah gadis kecil itu, yaa seumur hidup ia tak akan pernah memaafkan orang yang sudah merebut Ayahnya dan menghancurkan keluarganya…

      ****

      Kyuhyun terjaga dari mimpinya ketika suara pengumuman bahwa pesawat telah tiba di bandara Soekarno Hatta tengah berkumandang.

      “Akhirnya 11 jam perjalanan kita sampai juga! Welcome to Indonesia Cho Kyuhyun” Ucap Minho.
      Yeahh welcome to Indonesia, aku sudah tidak sabar ke Jogjakarta dan menjelajahi kota itu, ayo kita siap-siap turun”

      ****

      Soekarno Hatta
      International Airport,
      Jakarta, Indonesia
      Seorang gadis tengah berdiri di antara jejeran para penjemput, gadis bertubuh jangkung, berambut panjang dengan gaya berpakaian casual itu tengah memegang dan memamerkan kertas karton putih bertuliskan huruf Hangul yang berbunyi nama tamu yang akan ia jemput kali ini.

      Yaa… kemampuannya berbahasa Korea tak ia sia-siakan begitu saja, berkat kemampuan bilingual berbahasa Inggris, Korea, sekaligus bahasa Indonesia yang telah dia kuasai selama 7 tahun menetap di negeri ini, serta kebolehannya yang menguasai seluruh sudut kota Jogja membuat ia pantas bekerja sebagai seorang tour guide khusus turis dari negara asalnya, Korea Selatan.

      Turis kali ini berbeda dengan turis pada umumnya yang biasa ia pandu, agak aneh lebih tepatnya jika biasanya para turis membutuhkan waktu 3 hari sampai seminggu, namun kali ini turis itu membutuhkan jasanya selama satu bulan penuh bahkan bisa lebih dari itu.

      Yah.. walaupun aneh, tapi proyek kali ini sangat menjanjikan. Menurut Informasi yang dia dapat dari agen wisata tempat ia bekerja, turis itu menyewanya per jam dengan honor menggiurkan, yaa… setidaknya ia tak perlu khawatir lagi mengenai biaya pengobatan ayahnya.

      “Haduuhh kenapa di saat-saat seperti ini aku jadi ingin ke Toilet ya?” Keluhnya yang tiba-tiba mendapatkan panggilan alam.

      Sempat galau antara akan ke toliet memenuhi panggilan alam atau tetap menunggu sampai turis itu datang, ia pun memutuskan untuk memenuhi panggilan alam sejenak. Buru-buru ia meninggalkan tempat itu dan pergi ke toilet.

      Sementara Kyuhyun baru saja keluar dari toilet. Seturunnya ia dari pesawat ia memutuskan untuk langsung ke toilet untuk buang air dan membenahi diri, sementara Minho menjaga barang bawaan dan berjaga-jaga kalau-kalau mereka sampai berselisih dengan tour guide mereka.

      Di sisi lain gadis berkemeja putih itu telah keluar dari toilet dan menemukan sebuah benda berkilau tak jauh dari pintu masuk toilet pria. Celingak celinguk ia mencari seseorang yang tampak kehilangan sesuatu namun tak satupun yang terlihat seperti itu. Ia memutuskan untuk mendekati benda itu dan mengambilnya, sebuah cincin? Tampak seperti sebuah cincin pernikahan pria.

      Tanpa ragu ia memunguti cincin emas yang tampak mahal itu, sekali lagi ia mengendarkan pandangannya berharap akan menemukan seseorang yang tampak mencari sesuatu, namun semua orang hanya tampak sibuk hilir mudik dan tak satupun yang tampak mencari sesuatu.

      Gadis itu berjalan pelan sambil meneliti cincin emas di tangannya, cincin itu memiliki ukiran yang unik, di lingkaran bagian dalamnya terdapat tulisan Hangul, ia enggan mengumumkan penemuannya itu kepada semua orang secara langsung karena ia tau karakter orang Indonesia yang bisa saja mengakui barang yang sebenarnya bukan milik mereka.

      Gadis itu memutuskan untuk sementara memakai cincin yang hanya muat di jari jempolnya berharap pemiliknya akan mengenali cincinnya jadi dia tidak perlu lagi ke pusat Informasi.
      “Mbak Mbak… ” panggil seorang pria di tengah perjalanannya. Pria berkulit legam berwajah sangar itu mendekati gadis itu lalu bertanya
      “Kau bisa berbahasa Indonesia kan?” Pria itu memastikan kewarganegaraan gadis itu,
      “Yaa… tentu saja” jawab gadis itu
      “Kalau begitu berikan cincin itu padaku”
      “Cincin? Cincin apa??” Gadis itu pura-pura tidak tau, ia tau dengan jelas bahwa cincin itu pastinya bukan miliknya, pria itu adalah orang pribumi dan cincin itu jelas-jelas bertuliskan huruf Hangul.

      “Cincin itu milikku jadi serahkan padaku,” mendengar pria itu mulai memaksa, gadis itu menyembunyikan tangannya di belakang punggungnya, gawat! sepertinya sebentar lagi pria itu akan memerasnya.

      Dengan memberanikan diri ia berucap,
      “Kalau cincin ini memang milik mas, tolong sebutkan ciri-cirinya” tantang gadis itu.
      “Cepat serahkan saja cincin itu, kalau tidak..”
      “Kalau tidak apa? Saya yang akan melaporkan anda ke polisi kalau macam-macam!”
      “Kau… beraninya yaa..”
      “Pak polisi!!” baru saja pria itu akan mengancam ketika gadis itu dengan cerdiknya mengalihkan perhatiaannya dengan berpura-pura memanggil polisi, pria sangar itu sempat terkecoh, ia membalikkan pandangannya ke belakang, kesempatan itu digunakan gadis itu untuk segera kabur.

      Buru-buru ia berlari kencang dan beberapa meter langkahnya terhenti ketika tubuhnya bertabrakan dengan tubuh yang lumayan tinggi. Brukk!! bokong gadis itu menimpa lantai.

      “Awww!!” Keluh gadis itu sambil memegangi pingganganya yang kesakitan. Rambut hitam panjangnya yang tadinya terikat kini jatuh tergerai menyentuh punggungnya, sementara seseorang yang ia tubruk kini untuk sesaat mengamatinya dalam diam.

      Bersamaan dengan itu cincin yang ia sematkan di jempolnya itu terlepas dan menggelinding bebas beberapa meter di lantai.
      “Awww Cincinku!!” Gadis itu reflek berucap dalam bahasa ibunya seolah cincin itu adalah miliknya, tanpa memperdulikan orang yang ia seruduk, dan tanpa bangkit dari lantai, ia merangkap dan buru-buru mendekati cincin itu berniat untuk memungutinya, namun seseorang sudah lebih dulu memungutnya.

      Sorry Sir… may I have my Ring?” Pinta Gadis itu dengan sopan kepada pria yang tampaknya bukan orang pribumi itu namun anehnya cukup tak asing di matanya.

      Namun bukannya menjawab, pemuda itu malah masih sibuk menatapinya dengan tatapan yang sulit diartikan, apakah terpukau seperti kebanyakan lelaki yang melihatnya pertama kali? Atau ada yang aneh dengan penampilannya? Entahlah, yang jelas itu membuat gadis itu merasa aneh dan agak risih.

      Sir… bolehkah aku mengambil cincinku kembali?” Ulang gadis itu lagi dan seakan tersadar dari lamunannya, pemuda itu akhirnya angkat suara.
      “Cincinmu?? Kau bilang ini cincinmu?!” Tanya pemuda bernama Kyuhyun itu kepada gadis itu setelah mereka sudah sama-sama bangkit dari lantai fan berdiri.

      “I..iya itu cin… cinku” jawab gadis itu ragu, ia hanya sedikit trauma dengan pria legam yang mengaku-ngakui cincin tadi, meski pemuda itu terlalu tampan untuk menjadi seorang penipu, tapi bisa saja pria asing itu juga mencoba untuk menipunya, kerasnya hidup telah mengajarkan dia untuk selalu waspada akan segala kemungkinan.

      “Kau yakin??” Tanya Kyuhyun lagi dengan raut curiga, gadis itu hanya mengangguk.
      Kyuhyun mulai berdiskusi dengan Minho yang baru saja datang menyusulnya.
      “Minho, lihat! bukankah ini cincinku? Kita sekarang mendapatkan pencurinya” Tanya Kyuhyun menunjukkan cincinnya yang sebenarnya cincin pernikahan milik ayahnya, sengaja ia pelankan suaranya agar gadis itu tak mendengarnya
      “Yaa… itu memang cincinmu. Tapi, gadis itu tidak mungkin mencurinya kan? Dia terlalu cantik untuk mencuri,”
      “Ck!! Di dunia ini jangan pernah melihat orang dari penampilan luarnya saja, kau lihat saja nanti, aku akan memberikan gadis pencuri itu pelajaran,” seakan tak butuh pendapat Minho lagi, Kyuhyun segera mendatangi gadis itu.

      “Ikut denganku!” Tanpa menjelaskan apapun, Kyuhyun tiba-tiba menarik tangan gadis itu
      “Hey… apa-apaan ini?!” Tanya gadis itu panik dan bingung,
      “Kau tidak akan bisa lari kemana-mana lagi, pencuri!!” hardik Kyuhyun
      “A..apa?! Pencuri?!” Kyuhyun tak perduli lagi, ia membawa gadis itu ke pusat keamanan bandara, sementara Minho dengan trolli barang bawaannya menyusul di belakang.

      “Ya, Mister?” salah seorang security bertanya kepada Kyuhyun yang secara mengejutkan mendatangi mereka dengan kemampuan bahasa Inggris seadanya.
      “Pak, saya ingin melaporkan gadis ini atas tuduhan pencurian, dia sudah mencuri cincin saya,” cerocos Kyuhyun dalam bahasa Inggris. Dan mau sampai dimana lagi kemampuan berbahasa Inggris para security bandara? Tentu saja mereka sama sekali tidak mengerti.
      “Apa?? Pencuri?! Aku sama sekali tidak mencuri apapun!!” Elak gadis itu tegas.

      “Mbak.. Mbak bisa berbahasa Indonesia kan? Tolong jelaskan apa yang dia katakan,” salah satu security yang sudah sering melihat gadis itu lalu lalang di bandara tau betul bahwa dia bisa berbahasa Indonesia dengan baik
      “Ini pak!! Orang asing gila ini menuduh saya mencuri!! Bapak percaya sama saya kan? Mana mungkin saya mencuri?!” Ketiga security itu mengangguk setuju.

      Sir, apapun yang dia katakan itu semuanya bohong! Ini buktinya, dia mencuri cincin saya yang berharga ratusan juta ini!!” Kyuhyun masih dengan bahasa Inggris, ia masih belum sadar bahwa para security itu sama sekali tak paham dengan apa yang dia katakan. Kali ini Ia menunjukkan cincinnya yang menjadi barang bukti.

      “Soal cincin itu, yaa memang benar itu bukan milikku, tapi aku tidak mencurinya, aku menemukannya di jalan” gadis itu beralih bahasa ke bahasa Korea, tanda ia sedang berbicara kepada Kyuhyun.
      “Nah kan ketahuan? akhirnya kau mengakuinya cincin ini bukan milikmu, kau mencurinya dariku kan?!” Cecar Kyuhyun.
      “Apa kau bilang?! Hei kau!! Kau menuduhku pencuri hanya karena aku yang menemukan cincin itu, kau sendiri bagaimana? Apa kau punya bukti bahwa cincin ini milikmu?”

      “Tentu saja, di sisi bagian dalamnya ada sebuah tulisan yang mungkin tak kau mengerti”
      “Heh! Tentu saja kau tau, karena kau sudah melihatnya, cincin itu ada di tanganmu sekarang. Cincin itu adalah cincin pernikahan, dan aku yakin orang sepertimu pasti belum menikah, karena tidak akan ada gadis yang mau menikah denganmu!!” Sengit gadis itu
      “Apa kau bilang?!” Kyuhyun merasa tak terima
      “Pak, bapak mudah saja jika ingin membuktikan aku mencurinya atau tidak, tinggal lihat CCTV, tapi yang patut kita waspadai adalah orang asing itu, kita buktikan saja apakah cincin itu miliknya atau bukan, cincin itu adalah cincin pernikahan, periksa saja tanda pengenalnya, apakah dia sudah menikah atau belum” Gadis itu kembali berbahasa Indonesia kepada ketiga satpam itu dengan sedikit berbisik seperti sedang melakukan konspirasi.

      Hei Sir, Your id card” pinta salah satu security bertubuh bongsor.
      What?!” Tanya Kyuhyun agak bingung.
      Your Id card, Give me” ucap sang satpam dengan bahasa inggris seadanya. Kyuhyun yang akhirnya paham, tanpa ragu mengeluarkan kartu tanda pengenalnya. Ketiga security itu ditambah Sooyoung berkumpul mengamati isi passport Kyuhyun.

      “Hey Tuan, kau bahkan belum menikah berarti jelas-jelas itu bukan milikmu,” kata salah satu security tanpa perduli Kyuhyun mengerti atau tidak bahasanya.
      “Apa??” Kyuhyun melongo bingung
      “Mbak tolong diterjemahkan,” si security menyenggol gadis itu.
      “Csh! Kau bahkan sama sekali tak mengerti bahasa Indonesia, tapi sudah berani membuat masalah disini, dengar ya Tuan, Bapak-bapak yang bijak ini berkata cincin ini jelas-jelas bukan milikmu dan kau seorang penipu ulung!”
      “Apa kau bilang?! Hei.. kau tidak tau siapa aku?”
      “Siapa yang peduli siapa kau?!” Ketus gadis itu.
      Di tengah perdebatan sengit itu tiba-tiba handphone gadis itu berdering, ia terlonjak menyadari sesuatu, gara-gara insiden kecil tak penting ini bahkan ia belum menyelesaikan tugasanya menjemput client nya.

      Gadis itu segera membalikkan tubuhnya dan menerima telepon.
      “Hallo Pak Andri…?” pelan gadis itu
      “Apa kau sudah bertemu dengan Tuan Kyuhyun dan Tuan Minho?” Tanya Bos nya.
      “Be.. belum Pak, saya sedang menunggu mereka sekarang”
      “Aku sudah mengirimkan photo tuan Kyuhyun agar kau tidak kesulitan mencarinya, cek sekarang”
      “Baik Pak” ucap gadis itu buru-buru lalu segera memutus panggilannya dan melihat pesan masuk di Ponselnya.

      Dibukanya segera pesan whatsapp berupa photo client nya dan gadis itu terlonjak kaget melihat penampakan di layar ponselnya, reflek ia mengangkat HPnya lekat-lekat ke wajahnya dan memelototi sosok yang ada di dalam gambar, sesaat gadis itu menoleh ke belakang memastikan apa yang benar-benar dia lihat itu nyata.

      Dan sekarang pemuda yang baru saja dimaki-makinya itu tersenyum puas ke arahnya, pemuda itu jelas baru saja mengetahui sesuatu. Tak lama kemudian giliran ponsel Kyuhyun yang berbunyi, dengan senyum penuh ketenangan pemuda itu mengangkatnya.
      Yeah, Mr Andri?” Gadis itu terlonjak lebih kaget lagi, ia berbalik ke arah Pemuda itu, gawat! kebenaran kekhwatirannya hampir mencapai 100%,

      “Belum, tapi aku yakin aku akan menemukannya segera. Ahh… photonya? Yeah… itu lebih baik untuk kami, siapa namanya? Siapa?! Ahh… Sooyoung? Baiklah sepertinya aku sudah menemukannya Pak, terimakasih,” Kyuhyun menutup teleponnya, sambil terus menatap Sooyoung dengan senyum penuh kemenangan.
      “Sial! Kenapa semua orang yang bernama Sooyoung selalu menyebalkan?!” Ejek Kyuhyun. Dan kali ini Sooyoung tak berkutik, ia hanya bisa menundukkan wajah antara malu, merasa bersalah tapi juga khawatir akan kelangsungan pekerjaannya.

      “Minho-yaa, sepertinya kita tidak perlu repot-repot mencari pemandu wisata kita, karena dia sudah datang sendiri,” Kyuhyun berkata pada Minho tapi matanya terus terfokus pada Sooyoung.
      “Ehhh.. itu… soal kejadian tadi aku benar-benar minta maaf, a… aku tidak bermaksud menuduh anda, aku hanya berusaha bersikap waspada,” terang Sooyoung dengan penuh kehati-hatian, sangat kontras dengan sikapnya yang tadi. Kyuhyun bersedekap dan mengangkat dagunya tinggi-tinggi dengan penuh keangkuhan.

      “Ck!! Minho… ini pertama kalinya kita datang ke Indonesia, dan pemandu wisata kita adalah orang seperti dia? Apakah menurutmu kita akan aman?”
      “Kalau begitu kita telepon Mr. Andri saja, kita minta ganti tour guide saja,” saran Minho, Sooyoung langsung menggeleng dengan wajah memelas namun sebelum dia mengeluarkan suaranya, Kyuhyun terlebih dahulu berucap,
      “Tidak perlu Minho-yaa… kita tidak perlu mengganti tour guide. Sepertinya akan sangat menyenangkan dipandu olehnya,” Kyuhyun tersenyum licik seperti merencanakan sesuatu yang jahat.

      ****

      Untuk pemanduan pertama, Sooyoung memandu kedua client nya itu ke kantor kedutaan besar Korea Selatan, untuk mencari data-data Ayah Kyuhyun, dan benar saja data terakhir yang mereka perolah adalah data 7 tahun lalu, Tuan Cho terdata tinggal di Jogja, namun tidak diketahui alamat pastinya, menurut pihak kedutaan kemungkinan Tuan Cho sudah tidak di Indonesia lagi cukup besar, karena seharusnya mereka sudah dideportasi.

      Namun Kyuhyun dan Minho memutuskan untuk tidak menyerah begitu saja, agenda mereka untuk mengelilingi kota Jogja untuk mencari Ayah Kyuhyun harus tetap dijalankan.
      “Haahh… yang benar saja?! Kita akan ke Jogja naik kereta api? Kenapa tidak naik pesawat saja?” Protes Sooyoung ketika Kyuhyun tiba-tiba meminta dipandu ke stasiun kereta api untuk pergi ke Jogja.
      “Kenapa tidak? Aku lebih suka perjalanan darat daripada udara”
      “Tuan… bisakah kau membandingkan ini? Naik pesawat dengan 1 jam dengan naik kereta api selama 8 jam.” Sooyoung mencoba memperingatkan.
      “Iya… benar juga Kyu, kita akan menghemat waktu 7 jam jika kita naik pesawat.” Minho kali ini berada di pihak Sooyoung.
      “Tidak tidak tidak! keputusanku sudah bulat, aku ingin ke Jogja naik kereta api, ini pertama kalinya kita ke Indonesia Minho, kita harus menikmati setiap perjalanannya, kita tidak akan bisa melakukan itu jika di pesawat,”

      “Tapi Tuan…” Sooyoung masih bersikukuh
      “Kalau kau mau naik pesawat silahkan saja, tapi kau juga harus membayarkannya untuk kami juga,”
      “Apa? Ck! Dasar orang Korea pelit!” gerutu Sooyoung pelan.

      ****

      Stasiun Pasar Senen, Jakarta.
      Pkl. 12.15

      Jadwal keberangkatan mereka pada pukul 13.00 sore hari, itu artinya mereka akan sampai di malam hari nantinya.
      “Sooyoung-Ssi, kami mulai mengantuk, bisakah kau membelikan kopi kalengan?” Itu adalah perintah kesekian kalinya yang diajukan Kyuhyun kepada gadis yang seharusnya menjadi tour guide nya itu. Dan sekarang Sooyoung lebih tampak seperti jongos ketimbang Tour guide.

      Meskipun kekesalan akan tingkah semena-mena Kyuhyun yang sudah di ubun-ubun, tapi Sooyoung masih mencoba untuk bersikap sabar, bagaimanapun orang menyebalkan itu adalah client nya yang menjanjikan ia keuntungan berlipat ganda.

      Waktu keberangkatan tiba, Kyuhyun, Minho dan tentunya Sooyoung mengambil tempat duduk yang pas untuk tiga orang, satu tempat sudah diisi oleh seorang kakek-kakek berblangkon, berpakaian tradisional jawa.

      Minho mengambil tempat duduk di sebelah sang Kakek sementara Kyuhyun duduk di depan Minho, sisanya Sooyoung terpaksa mengambil tempat duduk tepat di samping Kyuhyun dan di hadapan kakek itu.

      Dan Kyuhyun benar-benar berniat mengerjai Sooyoung habis-habisan, tak ia biarkan Sooyoung merapatkan bokongan di tempat duduk dengan terus menyuruhnya mangambil ini itu. Terakhir kali Sooyoung habis kesabaran, ia hamburkan berbungkus-bungkus snack ke hadapan Kyuhyun.
      “Dengar! Apapun yang kau mau, aku tidak akan mengangkat pantatku lagi sampai kita tiba di Jogja, kau dengar itu? Arro?!” Bentak Sooyoung dan dengan tubuh lunglainya ia pun segera duduk dan kali ini Kyuhyun mengalah, bagaimana pun ia harus membiarkan gadis itu hidup lebih lama lagi.

      “Kau tidak apa-apa nona?” Tanya kakek itu akhirnya kepada Sooyoung
      “Tidak apa-apa Kek, aku hanya sial saja bertemu dengan orang-orang gila ini” jawab Sooyoung dalam bahasa Indonesia yang tentunya tak dipahami Kyuhyun maupun Minho.

      Beberapa saat, Kakek itu terus berceloteh panjang lebar dan lama-lama melontarkan rayuan-rayuan lawasnya kepada Sooyoung, tatapannya yang mulai mesum membuat Sooyoung risih, dan tak ingin lagi menggubrisnya.

      Kyuhyun yang menyadari hal itu tiba-tiba berinisiatif, melawan goncangan kereta ia berdiri pelan-pelan,
      “Sooyoung geser!” katanya
      “Ke…kenapa?” Sooyoung belum menangkap maksud baik Kyuhyun.
      “Kita tukar tempat duduk bodoh! apa kau senang ditatap seperti itu terus oleh tua bangka itu?!” Dengan perasaan ragu takut Kyuhyun ada maksud lain, Sooyoung menurut perintah Kyuhyun untuk bergeser ke hadapan Minho dan kini berganti Kyuhyun yang berhadapan langsung dengan kakek ‘mesum’ itu.

      Setelah posisi aman, beberapa menit kemudian beberapa orang mulai terlelap, Minho yang tidak banyak tidur di pesawat akhirnya bisa menambah porsi tidurnya, kakek itu pun tampak tertidur pulas setelah tak punya lawan bicara dan kini tinggal Kyuhyun yang terjaga, ia memang tidak terlalu bisa tidur pulas dalam perjalanan darat, kenapa dia memilih kereta api dibandingkan pesawat? Entahlah… mungkin karena Sooyoung ingin mereka naik pesawat, entah kenapa dia selalu ingin menyelisihi dan selalu ingin menghindari hal hal yang membuat gadis itu senang.

      Sementara Sooyoung yang mungkin sudah sangat kelelahan setelah membabu, rupanya mulai tertidur pulas pula, Kyuhyun menyadarinya ketika kepala Sooyoung tanpa disadarinya menyender di bahu Kyuhyun.

      Kyuhyun yang merasa tidak sudi, menoyor kepala Sooyoung menjauh dari bahunya. Namun tak butuh waktu lama kepala, Sooyoung yang tampaknya begitu pulas kembali mendarat di bahu Kyuhyun, sekali lagi ia kembali menoyor kepala gadis itu tapi sepertinya gadis itu memang sangat keras kepala walau hanya dalam tidurnya, kepalanya lagi-lagi kembali bersandar di bahu Kyuhyun dan kali ini parahnya ia mengunci lengan Kyuhyun dengan dekapannya seakan mendekap guling.

      Dan kali ini Kyuhyun pasrah, gadis yang baru saja ditemuinya tadi pagi itu bahkan sudah menuliskan banyak cerita untuk diary pencarian ayahnya hari ini, gadis asing yang baru ia kenal tapi serasa seperti sudah bertemu ribuan kali entah kapan dan dimana. “Sooyoung-ssi… siapa kau sebenarnya? Apa kau seorang penyihir yang dikirimkan Choi Sooyoung untuk menghancurkan hidupku juga?” Kyuhyun bergumam dalam hatinya.

      ****

      Stasiun Lempuyangan, Jogjakarta, Indonesia
      Pkl. 19.10

      Kyuhyun yang sempat ketiduran, akhirnya terbangun ketika Minho berusaha membangunkannya tanda mereka sudah tiba di kota Jogjakarta. Sesaat Kyuhyun bingung ketika Minho senyam senyum penuh makna ke arahnya, dan pemuda itu pun terkejut ketika menyadari kepala Sooyoung rupanya masih menyender di bahunya dan gadis itu masih mendekap lengannya persis seperti tadi sebelum ia tertidur.

      Gadis itu bahkan masih tertidur lelap dan nyaman seakan kereta api ini adalah rumahnya sendiri.
      Karena perasaan gengsi dan malu ditertawakan sahabatnya, buru-buru Kyuhyun menyingkirkan kepala Sooyoung dengan menoyornya menjauh dari bahunya, BUKK!! kepala Sooyoung menghantam pelan kaca jendela kereta dan sukses membangunkannya.

      “Hoammhh! Ada apa? Kita sudah sampai ya?” Dengan polosnya Sooyoung bertanya, sepertinya dia tidak sadar selama berjam-jam tertidur di dekapan pria yang baru saja dikenalnya dan kepalanya menghantam kaca jendela karena seseorang dengan jahatnya baru saja menoyornya.

      Tugas terakhir Sooyoung malam itu adalah membawa mereka makan malam dan mencarikan hotel yang nyaman untuk para client nya itu, sengaja ia mencarikan hotel yang berada di sekita jalan Malioboro agar keduanya dapat dengan mudah mendapatkan apa yang mereka butuhkan.

      Setelah itu Ia pun mohon diri untuk pulang ke rumahnya, ia tidak perduli walaupun Kyuhyun lagi-lagi meminta hal yang aneh-aneh dengan menyuruhnya menginap di hotel yang sama dengan mereka dengan alasan agar bisa standby 24 jam jika mereka membutuhkannya.

      “Kau boleh tanyakan sendiri kepada bosmu, kami berani membayarmu mahal karena mereka menjanjikan kau akan berkerja full service dan full time untuk kamu, jadi kau harus berada bersama kami selama 24 jam” Kyuhyun mengotot, ia tidak akan melepaskan Sooyoung begitu saja.
      “Terserah lah apa katamu!! Client aneh sepertimu tidak harus dituruti semua permintaanya” Sooyoung cuek dan tanpa memperdulikan sergahan Kyuhyun, ia pun segera undur diri.

      Sooyoung sebenarnya tidak pulang ke rumahnya, tapi ia pulang ke rumah sakit, yaa… selama hampir dua bulan ini rumah sakit menjadi rumah singgahnya sepulang bekerja sejak ayahnya masuk rumah sakit.

      Pasca kejadian mengerikan yang mencelakakan Ayahnya, sang Ayah belum pernah bangun dari pembaringannya, bahkan walau hanya membuka matanya dan menyapa putri tersayangnya, selama dua bulan terakhir Sooyoung harus berjuang sendiri, beruntung sejak kecil Ayahnya, Jino selalu mendidiknya untuk menjadi wanita yang mandiri dan sudah saatnya ia bersikap demikian.

      “Ayah… maafkan Sooyoung, seharian ini Sooyoung tidak bisa menemani, karena putri ayah ini sangat sibuk dengan pekerjaannya,” Sooyoung mencoba berdialog dengan Ayahnya, yaa.. meski ia tau Ayahnya sedang koma dan tak sadarkan diri, di setiap kesempatan ia selalu mencurahkan segala isi hatinya kepada sang Ayah, ia tau meski tubuh Ayahnya tertidur, tapi otaknya tidak pernah tidur, pendengarannya juga masih berfungsi dengan baik, dia pasti bisa mendengar semua yang ia katakan.

      “Ayah… client ku kali ini wajahnya lumayan tampan sepertimu tapi kelakuannya benar-benar jauh darimu, dia selalu marah-marah dan memerintahkan ini itu semaunya. Tapi Ayah jangan khawatir, kau kenal putri Ayah kan? Ayah selalu bilang aku ini Wonder Woman, dan aku sudah membuktikan itu padanya, jadi tidak akan ada yang bisa menindas putrimu ini, client itu bahkan akan memberikan uang yang banyak untuk kita, untuk pengobatan Ayah, agar ayah bisa segera sembuh,” mata Sooyoung berkaca-kaca mengucapkan kalimat terakhir, pertanda asa dan pengharapan yang begitu besar.

      Ia genggam tangan ayahnya lalu menciuminya, beberapa saat kemudian Sooyoung tertidur di samping pembaringan ayahnya, ia duduk di kursi dan hanya meletakkan kepalanya di atas tempat tidur dan mulai terlelap tanpa melepaskan genggaman tangannya.

      ****

      Beberapa jam berselang, Sooyoung terlonjak bangun dari tidurnya ketika ponselnya berdering tanda panggilan masuk,
      “Siapa yang menelepon pagi-pagi begini?” Gerutunya ketika melihat jam yang menunjukkan masih pukul 4.15 pagi, orang gila mana yang menelepon sepagi ini?

      Dengan malas-malasan tanpa memperhatikan nama si penelepon, Sooyoung menjawab teleponnya.
      “Hallo…” ucap Sooyoung setelah menempelkan ponselnya ke telinganya sambil matanya masih terkatup.
      “Hai.. Sooyoung-Ssi” ucap seseorang yang suaranya tak asing di seberang sana
      “Ya… ada apa?” suara Sooyoung masih parau.
      “Cepat datang segera ke hotel, kami membutuhkanmu,” mata Sooyoung terbelalak, tanpa harus menyebutkan nama, mendengar suara sengaknya Sooyoung langsung tau persis siapa yang menelepon.

      “Apa? Pagi-pagi begini?!” Protes Sooyoung
      “Kami lapar, dan kami butuh sarapan, ayo cepat carikan kami sarapan”
      “Hei… apa kau sebelumnya tidak pernah menginap di hotel? baiklah aku beritahu kau satu hal, telepon lah resepsionist hotel dan mintalah mereka menyediakan sarapan untuk kalian, mengerti?”
      “Ck! Apa kau pikir aku ini bodoh? Kami tidak mau makanan di hotel ini, kau lupa? kami ini orang Korea, kami hanya makan makanan Korea Selatan, kami tidak akan bisa sarapan tanpa nasi dan soup rumput laut,”
      “Apa?!” Sooyoung kaget, sudah banyak turis asal Korea Selatan yang ia pandu selama ini, namun tak ada yang secerewet Kyuhyun.

      “Kau tidak dengar? Kami mau nasi dan soup rumput laut”
      “Kau sudah gila? Orang gila mana yang menjual masakan Korea di Jogja dan di jam yang bahkan ayam saja belum bangun?!” Protes Sooyoung.
      “Kami tidak mau tau, kami hanya ingin sarapan nasi dan soup rumput laut!” dengan otoriternya, Kyuhyun mematikan handphone seraya tersenyum puas, dia benar-benar tampak sangat bahagia sudah sukses membuat gadis itu kesulitan.

      “Hoammhh… *Minho menguap*,
      jadi kau membangunkan aku sepagi ini hanya untuk mendengarkanmu menjahati seorang gadis? Woahh Cho Kyuhyun, gadis itu benar-benar sudah membuatmu tergila-gila, kau yang biasanya bangun di atas jam 9 pagi sekarang bangun sebelum ayam berkokok, kurasa kau akhirnya jatuh cinta pada seorang gadis juga” seloroh Minho.

      “Apa?! Aku jatuh cinta padanya?! Hanya orang sinting yang mengira aku jatuh cinta pada gadis itu, aku justru sangat-sangat membencinya,”

      “Ck, apapun itu kau jahat sekali Cho Kyuhyun, kau benar-benar tidak punya hati,” Minho menggeleng takjub atas kejahatan sahabatnya yang sudah setingkat mafia itu.
      “Haha… dia pantas mendapatkannya, sejak awal dia sudah mencari masalah denganku,” jawab Kyuhyun
      “Tapi Kyu, aku tau kau ini orang yang sama sekali tidak punya hati, tapi aku belum pernah melihat kau sejahat ini bahkan kepada pembantu saja kau tidak pernah sejahat ini?” Minho mulai menggali.
      “Kau tau, aku membenci gadis itu karena namanya Sooyoung”
      “Haha… kenapa? Kau pasti iri karena kau tidak diberi nama secantik itu kan?” Minho menanggapinya dengan candaan, namun sebaliknya, wajah Kyuhyun berubah serius.
      “Aku benci semua orang yang bernama Sooyoung, dan gadis itu sudah mengingatkan aku kepada seseorang, seseorang dengan nama yang sama dan juga sama-sama menyebalkan. Seseorang yang menghancurkan keluargaku, dan membuatku terpisah dari Ayahku, seseorang yang paling aku benci seumur hidupku..”

      To Be Continued

      Gimana? Udah nemu benang merahnya belom ahah. Next part adalah part klimaks, jadi mohon tinggalkan jejak alias komen biar eke bisa tau sejauh mana antusiasme kalian, saran dan kritik yang membangun sangat gue tunggu, Peliiiiss… sambutlah comeback gue kali ini dengan komen yang berlimpah.

      Biar makin antusias nunggu kelanjutannya, eke kasih bocoran part 2 dikit ya?

      Teaser Fated Next Chapter;

      – Sooyoung memutuskan berhenti menjadi tour guide Kyuhyun, setelah sebuah pertengkaran hebat di suatu malam.
      – Sementara Sooyoung butuh uang yang banyak untuk biaya operasi Ayahnya.
      – Kyuhyun mendapatkan informasi bahwa Ayahnya telah ditemukan sedang berada di sebuah rumah sakit.
      – Kyuhyun dan Sooyoung sama-sama terkejut ketika bertemu di rumah sakit dan mengetahui bahwa orang yang Kyuhyun cari selama ini adalah Cho Jino, orang yang disebut-sebut Sooyoung selama ini sebagai Ayahnya.
      – Tuan Jino sekarat, sebelum meninggal Tuan Jino mengajukan sebuah permintaan terakhir kepada Kyuhyun dan Sooyoung, sebuah permintaan yang sama sekali tidak mereka inginkan tapi harus mereka lakukan.

      RCL Ya Kawand

      Advertisements

      39 thoughts on “(Kyuyoung FF) Fated, Chapter 1

      1. Ini remakenya Ff Only you to me ya, klo aku jujur lebih suka versi yg Only you to me. Klo ff nih lbih trkesan kya Bule liburan ke Indonesia.
        tpi bgus kok chingu bda dri yg lain.
        Chingu msih ada typonya ada 2 nama orang Indo dsini Usman n Surayya, klo gk salah ada pnyebutan kata b. Hindi.
        Chingu kpn ff I think Eotthoke i love you & A perpect merriage d lanjut???

      2. Ceritanya bagus sih thor. Tapi agak bingung… ini kamu copy paste dr yg versi Indian ya ya? Ada kata2 yg ke balik. Yg seharusnya nama korea, jd nama India… tapi keren kok ceritanya… makasih ya thor 🙂

      3. akhirnya author comeback juga.. jujur banget thor aku sampe sekarang maaih berharap bgt kalo only you to me part 7 dan seterusnya di lanjut.. karena aku seneng bgt sama ff kamu yang itu..
        dan di ff yang revisi ini aku udh nemu alesannya Kyuhyun benci bgt sama Sooyoung..

        jebal thor pertimbangin lagi buat bikin part 7 sampe ending.. aku mohon dengan sangat..

      4. aku readers baru thor, ff only you to me, udah pernah baca tapi cuma beberapa karna blogny susah di baca, bisa gak thor blogny diatur biar mudah dibaca bagi yang readers yang pakai HP. maaf thor

      5. akhirnya setelah sekian lama tungguin ff ini di lanjut juga… makin penasaran sama kelanjutannya, ditunggu nextnya…

      6. Aku sebenarny nungguin part 7 only u to me karna di stuh kyuppa sdh nyatakan perasaany ke sooeoni tapi kalau di revisi dri awal cma di ubah judulny maka kita bca ngulang lagi dong lama nunggu bagian pas kyuppa nyatakan perasaanya lagi knp only u part 7ny gk di terusin aj chigu jng di ulang ceritany sdh bgus kok kalau di ulang dri awal kita sdh penasaran karna ceritany sdh pernah di baca dan pastiny kita sdh tau ini pendapaat ku aj aku kira ini karya terbaru chigu next part di tnggu

      7. Kok ini kya crita only you to me apa di remake k tpi bgus kok..
        Aduh liat teasernya kyaknya kyuhyun udah tau dan bkalan tmbah bnci bngt nih sm sooyoung..

        Ditunggu bngt selnjutnya …

      8. uwahhh keren,, ini kayannya benci jadi cinta yah ,,
        selalu suka kalau karekter kyu yang kayak gini,, kasian juga sama syoo pagi” harus bangun hanya karna makanan ,, eiss kyu juga aneh masa sarapan jam 4 sih?
        oh ada gambaran dari part dua toh ,, part dua uda ketemuan berarti d part tiga nanti tentang kehidupannya kyuyoung kan?
        pokoknya gua tunggu kelanjutan nya dan semoga aja ff nya bagus dan ngga membosankan,,
        keep fighting authornim

      9. Apa ini remake dri only you to me ka.. tpi smoga yg only you to me tetep di lanjut ya ka…

        dit teaser 2 kyuhyun udah tau aduh bkalan tmbh bnci ni sama sooyoung..

        Next ya ka..

      10. Aku suka banget, kangen deh udah lama ga baca yg alur critanya kyak bgini.
        Ada keselnya, ada lucunya gregetan pokoknya…
        Ditunggu part berikutnya yah

      11. akhirnya setelah di tunggu2 author comeback juga, ff mu keren2 min and aku suka bngt sama jalan cerita ff yg ini kyuyoungnya berantem terus tapi, cara berantemnya kyuyoung menurutku itu so sweet & lama kelamaan bakal tumbuh benih2 cinta..
        next partnya kyu bakal tau kalau ayahnya ternyata ayah angkatnya soo & pasti kebencian kyu ke soo eon akan bertambah..
        penasaran bangett sama nextnya, di tunggu nextnya..

      12. hoaaam… halo ching…. udh lama nggak baca ffmu…
        ya secara gw pernah baca dr part awal, jd msh inget ceritanya krn dulu bacanya berulang-ulang sambil nungguin ffmu yg nggak update2.
        semoga di ff yg udh di revisi ini memberi perubahan yg bikin org makin seru bacanya.
        next partnya lbh panjang ya…^^

      13. yaampun thor baru keliatan kemana aja thor? ahhh.. aku udah mau lumutan nungguin kelanjutan ff i think sama only you.

      14. Annyeong…
        Wuah.. Menarik sekali ff ini, melibatkan indonesia dgn segala keunikannya. Ga sabar to baca kelanjutannya, gomawo….

      15. Ga sabar pengen baca next part nya thor. Penge liat reaksi kyu kalo tau sooyoung yg nemenin dia itu sama kaya sooyoung yg dia benci. Trus itu sebelum appanya kyu meninggal, dia ngasih surat wasiat apa?

      16. Hmmm sooyoung pas masa kecil sama kan ama sooyoung yg jadi tourguide kyuhyun dan ayah yg sooyoung panggil dan rawat dirumah sakit berarti ayahnya kyuhyun dong kalo gitu

      17. Next part pleaaaseee >< kepo parahh.. awas kyuhyun benci jadi cinta.. XD tumben baca fanfic latarnya indonesia, good job author

      18. keren banget eon ff nya. ternyata sooyoung itu.adek angkat nya kyuhyun. kyuhyun babokyu banget sih ngerjain sooyoung sampe kayak gitu. makin penasaran nih ama part selanjutnya..!!
        kyuhyun menemukan ayah nya dan dia akhirnya tau sooyoung itu adek angkat nya dulu? tuan cho sekarat? apa beliau bakal minta kyuyoung untuk menikah ya??

      19. ahh author aku udah lama banget tungguin ff only you to me nya :” tapi cerita revisi ini bener bener keren banget xD semangat yaa buat next part nya^^

      20. suka bgt sm bgn kyu nlpn pgi2, aym aj blm bgn, haha… ngakak abis
        btw ff only you to me itu adlh ff favorit ku, suka bgt sm alur crta & penyusunan klmt ny, jd bgtu nemu ff ni revisi ny only you to me ak smgt bgt
        keep writing…

      21. suka bgt sm bagian kyu nlpn pgi2, aym aj blm bgn, haha… ngakak abis
        btw ff only you to me itu adlh ff favorit ku, suka bgt sm alur crta & penyusunan klmt ny, jd bgtu nemu ff ni revisi ny only you to me ak smgt bgt
        keep writing…

      22. suka bgt sm bagian kyu nlpn pgi2, aym aj blm bgn, haha… ngakak abis
        btw ff only you to me itu adlh ff favorit ku, suka bgt sm alur crta & penyusunan klmt ny, jd bgtu nemu ff ni revisi ny only you to me ak smgt bgt
        keep writing… 🙂

      23. Aigooo
        Ffnya lucu thor
        Tapi mungkin jadi rada aneh karna latarnya di indonesia hihi
        Menurutku lebih bagus kalo latarnya di korea sih. Tapi overall aku suka sama ffnya 😍

      24. Aigooo
        Ffnya lucu thor
        Tapi mungkin jadi rada aneh karna latarnya di indonesia hihi
        Menurutku lebih bagus kalo latarnya di korea sih. Tapi overall aku suka sama ffnya 💞😍

      25. Aku reader baru loh thor hahaha salam kenal yaaaaa baru baca ini ff duuhh *oketelat* tapi langsung suka iihh mau lanjut baca chap 2 nya hihi fighting thor semoga otakmu selalu terpenuhi imajinas 😂😂😂

      26. Sadikit kurang sreg thor latar nya indo aku malah ngebayangin latar nya korea..
        Dan suka juga sih only you to me feel nya juga dapat ko thor,. Malah tuh ff aku tunggu -tunggu banget oke semangt tho

      27. baru tau dr temenku kalo ff ini agak mirip sama only you itu.. tp emg sih agak mirip walaupun latar tmptnya diubah jd jkt-jogja hahahah kocak aja pas mau baca jd ngebayangin duluan nuansa jawa nya. tp ternyata ttg tour guide. tp jd penasaran sampe mana agak miripnya, semoga agak beda spya gak bingung bedain yg fated sama only you 😦

      Leave a Reply

      Fill in your details below or click an icon to log in:

      WordPress.com Logo

      You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

      Twitter picture

      You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

      Facebook photo

      You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

      Google+ photo

      You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

      Connecting to %s