Fated (Chapter 2)


image

Judul : Fated

Author : Choi Runnisa

Genre : Drama, Romance, Comedy n Family

Casts :

    • Super Junior Kyuhyun as Cho Kyuhyun
    • SNSD Sooyoung as Sooyoung Cho Kyuhyun
    • TVXQ Changmin as Shim Changmin
    • T-Ara Jiyeon as Park Jiyoung
    • Other Casts: Find in The Story

    Located :

      • Korea Selatan (Seoul, Busan)
      • Indonesia (Jakarta, Jogjakarta)]

      Eps Numb : 10 Parts

      Anyeong Haseyo Chingudeul… akhirnya gue bisa meluncurkan part 2 setelah sekian lama galon memilih Second Man nya 😂😂, akhirnya gue menemukan Chemistry cuma nyangkutnya ke Shim Changmin seorang, jadi sepertinya lagi-lagi ujung-ujungnya Changmin pulaklah yang lolos castingan gue, ahaha.

      BTW, maafkeun sayah yang di part sebelumnya, melakukan typo yang fatal, maklum belom minum Aqua, semoga di part ini kagak ada typo lagi yaa, kalo pun ada maklumi saja lah, gue hanya lah seonggok gadis biasa yang tak luput dari salah dan khilaf, kalo itu terjadi bilang aja say, biar langsung diperbaiki. Yaudah Happy reading yo guys

      ♡♡♡
      Fated Chap. 2

      Appa, Sooyoung pergi dulu ya, Sooyoung harus bekerja lagi, sekarang Appa istirahat saja, tapi nanti saat Sooyoung pulang Appa harus sudah bangun ya?” Sooyoung kembali berdialog dengan Ayahnya yang masih dalam kondisi koma. Yaa.. setiap akan pergi meninggalkan Ayahnya, permintaan itulah yang selalu ia ucapkan, ‘Appa harus sudah bangun saat Sooyoung pulang nanti’. Meski mengucapkan permintaan yang tak kunjung terkabulkan itu terasa menyesakkan dada dan membuat batinnya perih, tapi Ia percaya itu akan memotivasi Ayahnya untuk segera bangun dari tidur panjangnya.

      Sementara meski tidak pernah rela diperlakukan semena-mena, namun lagi-lagi Sooyoung memilih mengalah terhadap sikap kekanak-kanakan Kyuhyun. Sooyoung memutuskan untuk tidak menyerah kepada lelaki itu, permintaan tidak masuk akal itu rupanya tak sulit untuk Sooyoung kabulkan, Ia pun memutuskan pulang ke rumahnya yang tak jauh dari rumah sakit tempat ayahnya dirawat terlebih dahulu untuk mandi, berganti pakaian dan yang terpenting adalah memasak sarapan menu pesanan kedua client gilanya.

      Beruntung meski bertahun-tahun jauh dari negara asalnya tapi Sooyoung tidak pernah melupakan makanan khas negaranya, itu karena sang Ayah tidak bisa hidup tanpa masakan Korea, jadi Sooyoung cukup ahli apalagi jika hanya memasak soup rumput laut.

      Sedang sibuk dengan olahan soup nya, tiba-tiba ponsel di dalam kantong celemek Sooyoung kembali berdering, dan ia sudah bisa menebak siapa yang menelepon pagi-pagi buta begini, beberapa kali deringan Sooyoung pun merogoh ponselnya dan setelah melihat nama yang terpampang di layar ponsel dan benar saja, panggilan itu berasal dari Kyuhyun.

      Setengah hati Sooyoung mengangkatnya,
      “Yyak.. kenapa lama sekali?! Kami sudah mau mati kelaparan di sini, kau ingin membunuh kami ya?” Sooyoung bahkan belum mengucapkan apapun seperti yang seharusnya dilakukan seseorang yang menerima telepon, orang Korea itu benar-benar tidak tau etika dalam menelepon atau apa?
      “Ck!” Sooyoung memutar bola matanya dongkol, tapi sekarang dia sudah mulai terbiasa dengan sikap semaunya Kyuhyun, jadi dia hanya akan menghadapinya dengan sikap elegan.

      “Kalau kau mati sekarang, itu mungkin sudah kehendak Tuhan, bukan karena kelaparan” ucap Sooyoung ketus.
      “Apa?!” Kyuhyun melongo sesaat.
      “Sudahlah, 15 menit lagi aku akan sampai di hotelmu, jangan telepon aku lagi!” Klik!
      Tanpa perduli, Sooyoung langsung saja memutus panggilan Kyuhyun.

      “Ck! Ya Tuhan, kenapa Kau ciptakan orang menyebalkan seperti dia?” Gerutu Sooyoung sesaat. Dan sejenak Sooyoung terdiam, dalam benaknya terlintas sebuah ide, ide gila yang ia yakini akan membuat Kyuhyun tak akan menyepelekannya lagi, ia akan menyesal sudah membuatnya sibuk sepagi ini.

      Sesuai janjinya tak lebih dari 15 menit Sooyoung sudah sampai di depan pintu kamar Hotel Kyuhyun dan Minho. Setelah Sooyoung mengetuk pintu, yang membuka pintu adalah Minho, itu lebih baik daripada langsung melihat tampang angkuh yang meluapkan hasrat ingin menampar milik Cho Kyuhyun.
      “Ayo masuk,” Kata Minho mempersilahkan, Sooyoung dengan kikuk memasuki kamar hotel kedua pria asing itu.

      “Kau hanya sendirian saja? apakah temanmu itu benar-benar sudah tiada hanya karena terlambat sarapan?” Tanya Sooyoung setelah mendudukkan dirinya di sofa dan meletakkan kotak makan bawaannya di atas meja, matanya jelalatan mencari sosok Kyuhyun.
      “Dia sedang mandi, jangan begitu, meskipun Kyuhyun gila dan menyebalkan, apa yang dia katakan itu tidak berlebihan, Kyuhyun mungkin benar-benar akan mati jika terlambat sarapan, asal kau tau saja dia memiliki penyakit magh akut, begitu bangun tidur dia harus makan, tapi dia sudah bangun sejak jam 4 pagi tadi, sudah 1 jam lebih dia terlambat makan,” Terang Minho
      “Benarkah? Aku pikir orang yang menderita penyakit kejiwaan tidak akan pernah sakit fisik,” celetuk Sooyoung,

      “Rupanya kau benar-benar tertarik padaku ya? Bahkan kau membicarakan aku di belakangku,” dari belakang terdengar suara Kyuhyun yang muncul tiba–tiba, reflek Sooyoung menoleh ke arah belakang dan ia terlonjak kaget ketika menemukan penampilan Kyuhyun yang bertelanjang dada dan hanya membalut bagian bawah perutnya dengan sehelai handuk putih.
      “Aaaaahhh!!” Pekik Sooyoung histeris seraya mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun.
      “Aisshh Ppabo Namja! Apa yang kau lakukan?! Apakah kau tidak punya sopan santun?!” Maki Sooyoung kesal, sementara Minho hanya tertawa kecil, geli melihat tingkah gila sahabatnya juga ekspressi polos nan lucu milik Sooyoung.

      “Kenapa? Kau lupa ini kamarku? dan aku bebas melakukan apapun di dalam kamarku,” balas Kyuhyun
      “Ya… tapi setidaknya kau harus menghormati tamumu!”
      “Ck! Kenapa aku harus hormat kepada tamu yang membicarakan aku di kamarku sendiri?!” Kyuhyun menambah rasa frustasi Sooyoung ketika tiba-tiba ia melemparkan satu-satunya handuk yang ia pakai untuk membalut bagian bawahnya ia lembarkan ke arah Minho.

      Hap! Minho menangkapnya dengan sigap, sementara mata Sooyoung melotot frustasi membayangkan apa yang akan ia lihat jika ia menolehkan sedikit saja wajahnya ke belakang.

      “Minho-yaa… aku minta tolong ambilkan pakaian dalamku, juga kaus dan shortku di dalam lemari,” pinta Kyuhyun, sambil memberikan sebuah kode rahasia licik kepada Minho

      Seakan mengerti akan maksud Kyuhyun, Minho pun membuka lemari dan mulai mencari pakaian yang dimaksudkan Kyuhyun.
      “Dimana Kyu? aku tidak melihat apapun…” Minho tampak bingung mencari-cari
      “Ahh, masa kau tidak lihat di laci bagian bawah?”
      “Tidak ada Kyu, apa kau yakin kau menaruhnya di sana?”
      “Ya ampun, kau ini bagaimana sih? Apakah harus aku yang ke sana dalam keadaan seperti ini?” Sooyoung sudah merasa sebentar lagi benar-benar akan gila mendengar itu.
      “Tapi aku benar-benar tidak melihatnya Kyuhyun”

      “Baiklah, kalau begitu mau tidak mau aku yang akan mencari, tubuhku sudah mulai kedinginan” begitu mendengar langkah pelan Kyuhyun yang mulai mendekat, Sooyoung semakin gugup, ia sudah ketakutan setengah mati.

      Segera ia menundukkan wajahnya rendah-rendah, memejamkan matanya dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya rapat-rapat.

      “Hadduuhh dimana ya?? Aku rasa aku menaruhnya di lemari?” Suara Kyuhyun terdengar begitu menakutkan.
      “Ahhh… aku ingat! Aku menaruhnya di sofa!!” Jantung Sooyoung seketika terasa akan melompat dari rongga dadanya, ia rasa dunianya akan segera berakhir disini.
      “Sooyoung-ssi, bisakah kau berdiri dari sofa sebentar? Sepertinya kau menduduki pakaian dalamku.” Sooyoung tidak bergeming, dia terus mempertahakan posisinya.
      “Sooyoung-ssi, tolong berdiri sebentar, Aku sudah kedinginan,” sekali lagi Kyuhyun meminta.

      Sooyoung menggeleng ketakutan sambil terus menutup matanya dan seketika ia menjerit ketika dirasakannya Kyuhyun mendekat menyentuhnya, seraya berdiri dan membuka matanya dan….

      Voila!! Sesuatu di luar dugaan dan ketakutan Sooyoung yang terjadi, tidak ada pemandangan mengerikan seperti yang ia bayangkan. Tampak Kyuhyun masih tetap topless namun mengenakan celana pendek, Sooyoung terdiam sejenak sembari menghembuskan nafas lega.

      Namun sesaat kemudian Kyuhyun dan Minho tertawa terbahak-bahak.

      “Ahaha… apa yang kau pikirkan Nona? Apa kau mengharapkan sesuatu yang lebih dariku? Dasar gadis mesum! ahaha!!” Ejek Kyuhyun dan Minho terus tertawa terpingkal-pingkal,

      “Neo?!!” Sooyoung benar-benar kesal dan melempari keduanya dengan bantal sofa dan bantal tidur.

      ****

      Beberapa menit kemudian Minho masih belum bisa menghentikan tawanya, sesekali ia masih tertawa geli membayangkan ekspressi ketakutan Sooyoung tadi, sementara Sooyoung yang merasa dibodohi dan dipermainkan habis-habisan, masih diliputi dengan perasaan kesal.

      “Hey… mana sarapan kami? Kau tidak ke sini hanya untuk melihat Abs ku kan?” Kyuhyun masih saja mengeluarkan ocehan menyebalkannya itu,
      “Mwo?! Apa kau bilang?!! Heuhh! Lebih baik makanannya ku berikan pada pengemis atau kucil liar daripada kalian,” Sooyoung semakin dongkol.
      “Csh! Jadi kau sekarang berlagak mengambek kepada kami? it doesn’t work Sooyoung-ssi! Cepat keluarkan makanan pesanan kami, aku lapar!” Dengan kesal Sooyoung mengeluarkan 3 kotak makan dari paperbag yang ia bawa, satu kotak berisi nasi, 2 lainnya berisi soup rumput laut masing-masing untuk kedua turisnya itu.

      Sooyoung sengaja memberikan kotak soup berwarna biru kepada Minho dan kotak soup berwarna merah khusus ia siapkan untuk Kyuhyun.

      “Emmm… Ini benar-benar enak, rasanya persis seperti masakan Ibuku, apakah Sooyoung-ssi memasaknya sendiri?” Minho secara objektif memuji masakan Sooyoung.
      “Tentu saja aku memasaknya sendiri, kau pikir dimana aku akan menemukan penjual soup rumput laut di Jogjakarta terlebih lagi pada jam segini?” Sindir Sooyoung
      “Biasa saja, rasanya hambar, masakan pembantuku lebih enak dari ini. Ini karena kita lapar saja Minho-yaa, makanya kita terpaksa memakannya,” sergah Kyuhyun, namun dari cara makannya yang lahap, berlawanan sekali dengan apa yang dia ucapkan barusan.

      Kali ini Sooyoung mengabaikan hinaan menyebalkan Kyuhyun karena kali ini rencananya berjalan dengan lancar. Sebentar lagi Kyuhyun akan tau dengan siapa dia berhadapan.

      Beberapa menit kemudian semua kotak makan yang dibawa Sooyoung kini bersih dari sisa-sisa makanan apapun, sepertinya dua orang Korea itu sangat puas dengan sajian Sooyoung. Namun sejurus kemudian situasi menjadi berbeda, Kyuhyun tiba-tiba mengeluh perutnya mulas dan terpaksa masuk ke kamar kecil, dan entah apa yang terjadi setelahnya, Kyuhyun terus merasakan mulas yang luar biasa dan terpaksa harus bolak-balik kamar mandi.

      “Hey… apa yang kau taruh di makananku? Apa kau menaruh racun?” Tanya Kyuhyun yang kini tampak pucat pasih dan mulai mulas kembali.
      “Aku tidak menaruh apapun selain bumbu Tuan Kyuhyun, buktinya Tuan Minho baik-baik saja, iya kan Minho-ssi?” Sooyoung menanggapinya dengan santai.
      “Iya Sooyoung-ssi benar Kyu, aku sama sekali tidak apa-apa setelah menyantap soup Sooyoung-ssi,” sahut Minho. Kyuhyun kembali merasakan mulas yang luar biasa dan harus terus keluar masuk kamar mandi.
      “Kau!! Lihat saja nanti aku akan membalasmu!” Ancam Kyuhyun kepada Sooyoung lalu kembali berlari ke toilet untuk memenuhi panggilan alam yang begitu bertubi-tubi.

      “Bahahaha!!” Kini giliran Sooyoung yang tertawa terpingkal-pingkal, sementara Minho tertawa kecil antara geli tapi juga kasihan melihat sahabatnya.
      “Sooyoung ssi, jadi kau benar-benar menaruh sesuatu di makanan Kyuhyun?” Tanya Minho penasaran.
      “Ahaha!! Dia pantas mendapakannya, kau lihat wajah angkuhnya hanya akan lenyap jika diberikan pelajaran berharga itu,” sahut Sooyoung tak mampu menghentikan tawa puasnya setelah balas dendam
      “Woahh! Sooyoung ssi, kau berani sekali. Kau tidak tau siapa Kyuhyun? sekarang kau dalam masalah besar!” Minho memperingatkan
      “Ck! Siapa takut?! Kalian juga tidak tau siapa aku.”

      Sooyoung mengeluarkan sebuah botol kecil dari dalam tasnya.
      “Ini, berikan pada temanmu itu, aku pergi dulu” ucapnya sambil meletakkan botol kecil berisi cairan kemerahan yang ternyata merupakan obat penawar mulas Kyuhyun kepada Minho, lalu beranjak pergi dengan senyum puas penuh kemenangan.

      ****

      “Gadis itu… dia benar-benar cari masalah denganku, kau lihat saja apa yang bisa ku lakukan padanya,” omel Kyuhyun dengan penuh rasa dendam setelah kondisi perutnya membaik usai minum obat mujarab pemberian Sooyoung.

      ****
      Jln. Maliboro, Jogjakarta. Pkl. 9.10

      Di sebuah toko yang menjual pernak-pernik khas Jogja masih sepi dari pembeli terdengar gelak tawa tiga orang gadis, tawa itu adalah tawa milik Sooyoung dan dua orang sahabatnya, ya… di waktu senggangnya selain di rumah sakit Sooyoung lebih sering menghabiskan waktunya dengan membantu berjualan di toko milik kedua sahabat terdekatnya itu.

      Kedua gadis tionghoa kakak beradik yang kesehariannya menjaga toko milik orang tua mereka itu tertawa terpingkal-pingkal mendengarkan cerita Sooyoung tentang kejadian yang barusan dialaminya tadi, tentang aksi beraninya membuat seorang Cho Kyuhyun kehilangan keangkuhannya.

      “Ahaha… kau benar-benar keterlaluan Soo, aku tidak bisa membayangkan wajah pucat orang Korea itu saat harus bolak-balik toilet, ahaha pasti konyol sekali,” ucap gadis berkacamata yang bernama Regina.

      “Tidak usah dibayangkan, kalian tidak akan bisa membayangkan betapa bodoh dan menyedihkannya wajah itu, kau tau Mr. Bean? Wajahnya tidak jauh beda dari dia, ahaha” celetuk Sooyoung, seraya menusukkan satu persatu manik-manik dengan benang nilon.

      “Untung saja Eonnie menyediakan obat penawar, kan kasihan juga Eonnie kalau seharian dia harus tiduran di toilet, hahaha” seloroh Ivani, adik Regina.

      “Yahh… orang angkuh seperti dia pantas mendapatkannya”
      “Ngomong-ngomong, jadi penasaran dengan tampang kedua turis Korea ekskulsif mu itu, maklum aku adalah penggemar Mr Bean, hehe..” sambung Regina.

      Di tengah obrolan seru itu, belum sempat Sooyoung menyahuti ucapan Regina, ponsel Sooyoung kembali berdering dan perasaannya mendadak tidak enak. Senyum Sooyoung seketika lenyap ketika melihat lagi-lagi nama Kyuhyun yang muncul di layar. Setengah hati ia pun mengangkatnya.

      Wae? Ada apa lagi?!” ketus Sooyoung. Canda tawa Regina dan Ivani mendadak terhenti ketika mengetahui orang yang menelepon kini adalah orang yang barusan mereka bicarakan.

      “Hey Kau…Kau dimana? Apa kau sudah lupa, kau dibayar untuk menjadi tour guide 24 jam kami?” Omel Kyuhyun dengan keangkuhannya yang terdengar berlipat ganda.
      “Tidak mau! Aku mau libur hari ini, potong saja honorku untuk hari ini, sudah ya aku sibuk,” klik! Tanpa perduli lagi Sooyoung memutuskan panggilan Kyuhyun.

      “Eehh… sampai dimana tadi obrolan kita?” Tanya Sooyoung kembali kepada dua sahabatnya.
      “Tadi Eonnie bilang, orang itu mirip Mr Bean, aku sudah bisa membayangkan turis Eonnie itu adalah seorang pria tua yang konyol, ahaha” Ivani mulai berimajinasi.

      “Percayalah dia lebih buruk dari itu,” kata Sooyoung tampak begitu meyakinkan.
      Excuse me!” Tiba-tiba terdengar suara dari depan, mungkin itu adalah pelanggan.
      Excuse me, Madam” panggil orang itu lagi, Sooyoung sesaat terhenyak suaranya sedikit tak asing, tapi ia abaikan, ia enggan berbalik ke belakang dan melihat seseorang yang datang, biarkan Regina dan Ivani sebagai yang empunya toko saja yang melayani.

      Sementara sejenak Regina dan Ivani terpaku melihat pemandangan sosok di hadapan mereka.
      Oh My God! I…itu siapa Chi?” Tanya Ivani kepada Kakak tanpa mampu mengalihkan bahkan mengedipkan matanya.

      “Entahlah, sepertinya kita sedang kedatangan bintang Hallyu” Regina yang memang tergila-gila dengan bintang K-Pop, tampak begitu terpesona
      “Csh! Gin.. berhentilah bersikap berlebihan saat melihat pria tampan, kau layani saja pelanggan pertamamu itu.” Sooyoung mengingatkan. Regina, tak ketinggalan Ivani mendekati dua pelanggan mereka itu.

      Yes Sir? Need something?” Tanya Regina tak mampu menyembunyika rasa groginya.
      “Kami membutuhkan gadis yang ada di dalam itu” Regina dan Ivani bengong, mereka bertukar pandang sesaat.
      “Csh! Minho-yaa.. Rupanya tour guide kita punya banyak pekerjaan sampingan, ternyata dia juga menjaga toko ya?” Mendengar ocehan khas itu Sooyoung reflek menoleh, dinaungi sinar matahari yang merambat menerobos masuk ke dalam toko, wajah sosok dua pria tinggi itu tak terlihat jelas dari tempat Sooyoung duduk, tapi gadis itu jelas mampu mengenali mereka.

      “Ka… kalian?! Sedang apa kalian disini?” Sooyoung tergagap kaget
      “Kami datang ke sini untuk menjemput uri tour guide,” sedikit bingung dengan situasi yang terjadi, Regina dan Ivani mendatangi Sooyoung meminta penjelasan.
      “Hei… jadi, mereka itu touris yang kau maksud itu?” Regina mulai menginterogasi
      Eonnie bilang ada yang mirip Mr Bean? Tapi yang kami lihat, tak ada satupun yang mirip Mr. Bean?” tambah Ivani polos
      “Mirip Mr. Bean apanya sih Soo…? itu sih sama member Super Junior juga kalah ganteng,” seperti biasa, Regina selalu berlebihan dalam menilai pria tampan tapi tidak dipungkiri itu memang benar adanya.

      “Jangan terlalu berlebihan Gina-yaa, mirip artis Hallyu apanya sih? Mentang-mentang orang Korea!” Sooyoung berusaha mengelak.
      “Woahh.. Kau sepertinya butuh kacamata sepertiku Soo,” balas Regina
      Eonnie, kenalin kami sama mereka dong!” kali ini Ivani memelas.
      “Iya Soo, jebbal perkenalkan kami sama mereka,” Regina setengah memaksa dengan bahasa Koreanya yang setengah-setengah.
      “Tidak! Aku tidak mau!” Sooyoung menolak keras.

      Dan kali ini kedua kakak beradik itu seakan tak mau tau, mereka menarik dan menyeret Sooyoung ke hadapan Kyuhyun dan Minho. Kini Sooyoung berada tepat di hadapan Kyuhyun, pemuda itu menyeringai licik ke arahnya.

      “Bagaimana kalian bisa ke sini dan kalian tau dari mana aku disini?” Tanya Sooyoung.
      “Ck! Hey.. this is 21st century girl, dengan ini kami bisa menemukanmu bahkan di lubang semut sekalipun,” kata Kyuhyun sambil menunjukkan I-Phone serie terbarunya.
      “Kami menggunakan jasa Gojek dan menggunakan GPS untuk melacak keberadaanmu,” tambah Minho
      “Ck! Kalau begitu kenapa masih menggunakan jasa tour guide?” Gerutu Sooyoung pelan.

      Dan merasa tak sabar, Regina menyenggol Sooyoung untuk mengingatkannya akan tugasnya,
      “Ini teman-temanku ingin berkenalan dengan kalian,” ucap Sooyoung terpaksa.
      “Oh Hai!” Dengan ringannya Kyuhyun menjabat tangan Regina dan Ivani, menyebut nama mereka satu persatu dan menyapa mereka dengan ramah dan hangat nya membuat kedua gadis itu berada di atas angin dan begitu bersimpati, kesan pertama yang mereka terima sangat jauh dari sosok yang dideskribsikan Sooyoung, begitu pula dengan Minho, ia juga sukses membuat kedua gadis itu tersipu.

      “Mau berfoto dengan kami?” Minho tiba-tiba menawarkan tawaran menggiurkan kepada dua gadis tionghoa itu, mereka seakan tau betul kebiasaan para gadis yang suka berselfie ria.

      “Mau.. mau!” Regina dan Ivani mengangguk antusias.
      “Sooyoung ssi, bisakah kau memotret kami?” Pinta Kyuhyun sok sopan namun nyatanya itu adalah hinaan.
      “Tidak mau!” Ketus Sooyoung seraya menyedekapkan kedua tangannya di atas perutnya. Namun lagi-lagi Regina membuat Sooyoung tidak punya pilihan lain dengan langsung memberikan i-phone miliknya kepada Sooyoung. Sooyoung pun dengan terpaksa menjadi potografer dadakan.

      ****
      Hari itu Sooyoung kembali menjalani tugas dan takdirnya menjadi tour guide serba bisa Kyuhyun dan Minho, Regina dan Ivani tidak bisa ikut serta karena mereka harus menjaga toko meski mereka benar-benar ingin, tapi Kyuhyun menjanjikan lain waktu mereka akan kembali dan membeli dagangan mereka serta mengajak mereka jalan-jalan.

      Sooyoung memandu Kyuhyun dan Minho ke banyak tempat wisata di Jogja, dan sudah pasti memandu Kyuhyun tidak akan semudah itu, butuh kesabaran dan kekebalan ekstra, ia benar-benar membuat Sooyoung tampak seperti jongos dibandingkan tour guide, semaunya ia menyuruh Sooyoung membawa barang belanjaan mereka sepanjang jalan, tugas Sooyoung sebagai photografer dadakan tidak sampai di toko Regina dan Ivani saja, tapi sepanjang kunjungan mereka ke tempat-tempat wisata dan keramaian, ke-sok-ramahan dan tingkah mereka yang seolah aktor Hallyu terkenal Kyuhyun dan Minho membuat ada saja orang yang ingin berfoto bersama mereka dan Sooyoung lagi-lagi terpaksa harus jadi relawan photografernya.

      ****

      Hari berikutnya Sooyoung kembali dikejutkan dengan tingkah Kyuhyun. Bukannya kapok dibuat m*ncret, Kyuhyun malah kembali meneleponnya tepat di jam sebelum ayam berkokok dan ketika Sooyoung masih tertidur pulas, dan dengan permintaan yang sama, membuatkan sarapan khas Korea,

      “Pagi ini aku ingin dibuatkan Dakjuk dan Kimchi ” titah Kyuhyun kala itu.
      “Tidak! Aku tidak akan mau lagi, lebih baik aku menyapu jalanan di pagi hari daripada harus memasak untukmu lagi!” Pekik Sooyoung tegas.
      “kau benar-benar tidak mau? Bagaimana dengan penambahan honor?”…

      Dan akhirnya di hari-hari setelahnya Sooyoung resmi menjadi tour guide yang merangkap jadi koki khusus Kyuhyun. Sooyoung tentu tau maksud jahat Kyuhyun melakukan semua itu, tapi setelah negosiasi dan penawaran tarif tiga kali lipat yang menggiurkan akhirnya Sooyoung setuju untuk menambah pekerjaan barunya itu, semua itu untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah demi pengobatan Ayahnya.

      Jadilah setiap pagi di Jam yang sama, Sooyoung harus bangun lebih awal sebelum subuh karena secara rutin Kyuhyun membangunkannya lewat telepon, padahal dia sendiri tidur kembali setelah itu.

      Selama beberapa hari Sooyoung memandu para turisnya itu untuk berkunjung dari satu kantor kelurahan ke kantor kelurahan lain yang ada di kota Jogja. Meski menjadi pemandu mereka, tapi Sooyoung sama sekali tidak tau apa yang mereka cari, yang jelas mereka pasti sedang mencari data seseorang. Tapi anehnya, Kyuhyun maupun Minho sama sekali tidak mengerti bahasa Indonesia, tapi mereka sama sekali tak meminta bantuan walau hanya untuk sekedar sebagai translator antara mereka dan pihak kelurahan atau membantu mereka membacakan arti data yang mereka cari.

      “Aneh sekali, apakah aku sedang memandu dua orang agen rahasia? Agen FBI?” Sooyoung mulai berimajinasi liar, ketika termenung menunggui Kyuhyun dan Minho yang tengah masuk ke ruangan data salah satu kantor kelurahan yang mereka datangi.
      “Ahh tidak-tidak! Mana mungkin? Wajah Kyuhyun terlihat terlalu bodoh untuk menjadi seorang agen rahasia, dia lebih cocok jadi teroris.” Sooyoung meralat pikirannya sendiri.

      Dan sialnya, setiap kali usai penelusuran yang sepertinya tak membuahkan hasil membuat Kyuhyun semakin labil dan meluapkan kekesalannya dengan semakin meningkatkan level kesemena-menaannya kepada Sooyoung.

      Hingga akhirnya Sooyoung tak mampu lagi mentolerir tingkah laku Kyuhyun.
      “Sooyoung kau harus datang secepatnya ke sini, aku mau kau menemaniku ke suatu tempat,” ucap Kyuhyun melalui telepon di suatu malam, level gaya bicara angkuhnya terdengar sedikit menurun tapi itu tak mengurangi rasa kesal dan terganggu Sooyoung karena dia memintanya benar-benar di waktu yang tidak tepat.

      Bagaimana tidak? Jika biasanya dia menelepon di jam menjelang fajar, sekarang dia meneleponnya saat tengah malam, di saat Sooyoung sedang bergelut dengan mimpinya, padahal gara-gara harus membuatkan sarapan untuknya Sooyoung harus tidur lebih awal agar bisa bangun pagi, dan sekarang Kyuhyun menambah penderitaannya dengan harus begadang dan keluar selarut ini?

      “Apa kau bilang? Tolong bersikaplah waras sedikit, kau tau ini jam berapa?! Apa aku harus mengajarimu cara melihat jam?!” bentak Sooyoung yang kini sudah kehilangan rasa kantuknya.

      “Ayolah Sooyoung-ssi kau harus membantuku, aku hampir mencapai tujuanku datang ke sini, aku akan pulang dan tak akan mengganggumu lagi,” untuk pertama kalinya Kyuhyun memohon pada Sooyoung.
      “Belum cukupkah kau membuatku harus bangun pagi? Sekarang kau menyuruhku keluar semalam ini?”
      “Besok pagi kau tidak perlu memasak sarapan untuk kami, yang penting malam ini kau harus menemaniku ke sana”
      “Kenapa tidak besok saja?! Kenapa kau terus menyiksaku seperti ini Cho Kyuhyun?!” jerit Sooyoung
      “Ayolah kumohon, setelah ini aku tidak akan menyiksamu lagi” kali ini Kyuhyun benar-benar bersungguh-sungguh hingga membuat Sooyoung akhirnya luluh.

      ****

      Kyuhyun benar-benar tidak ingin menundanya lagi, setelah mendapatkan informasi dari teman lama Tuan Jino, ayah Kyuhyun yang mengabarkan bahwa dua tahun lalu Tuan Jino pernah menghubunginya lewat telepon roaming dan lewat panggilan itu pihak kepolisian Seoul akhirnya berhasil melacak lokasinya yang untungnya masih berada di Jogja, Kyuhyun pun langsung saja menghubungi Sooyoung sebagai pemandunya tak perduli akan ketidaktepatan waktunya.

      Minho tidak bisa ikut karena dia mendadak demam setelah terkena guyuran hujan saat mengunjungi candi Prambanan kemarin. Jadilah Kyuhyun pergi hanya berdua dengan Sooyoung.

      “Kyuhyun-ssi, untuk apa kita kemari?” tanya Sooyoung seturunnya mereka dari Taxi, perasaannya mulai tidak enak, daerah itu cukup tak asing baginya.
      “Untuk menemui seseorang” Jawab Kyuhyun singkat lalu menggandeng tangan Sooyoung yang mulai tampak ragu untuk melangkah.

      Dan benar saja hal yang ditakutkan Sooyoung, Kyuhyun mengajaknya mendatangi sebuah kawasan yang benar-benar tak ingin dia datangi, melihat plang nama jalannya saja sudah membuat sekujur tubuh Sooyoung merinding dan dadanya tiba-tiba sesak.

      Semuanya terasa begitu mencekam bagi Sooyoung ketika mereka memasuki kawasan yang tampak seperti pemukiman remang nan kumuh itu. Sooyoung berhenti melangkah dan membuat Kyuhyun yang masih menggandeng tangannya merasa bingung, wajah Sooyoung tampak pucat, dia benar-benar ketakutan seperti melihat hantu.
      “Ck! Kau kenapa? Takut? Seorang Sooyoung yang bahkan tidak takut kepada sepuluh orang preman ternyata takut hantu ya?” Ejekan Kyuhyun tak digubris Sooyoung, ia terus bersikukuh tak ingin ikut Kyuhyun walaupun Kyuhyun sudah menarik tangannya.

      Tak lama kemudian, seorang pria muncul, pria berambut gimbal bertubuh kerempeng khas pecandu dengan wajah sangar, tubuhnya bergerak sempoyongan dan mengeluarkan bau menyengat khas alkohol. Sooyoung reflek berlindung di balik tubuh Kyuhyun, memicu insting melindungi Kyuhyun.

      “Ehh… Mbak Sooyoung… Balik ke sini lagi Mbak? Asik dong!” ucap pria itu menyapa Sooyoung seakan ia sudah lama mengenal gadis itu, Kyuhyun tentu tak mengerti ucapan pria itu, tapi ia tau itu bukan sesuatu yang baik.

      Sedikit lega, pria pemabuk itu melanjutkan langkah sempoyonganya melewati mereka.

      Kyuhyun kembali ingin melanjutkan langkahnya, menelusuri gang mengikuti arahan alamat detail yang tertulis di kertas yang ia bawa sejak tadi. Tapi Sooyoung tetap bersikukuh tidak mau bergerak dari tempatnya.

      “Sooyoung ssi kau kenapa? Sedikit lagi, kita akan menemukan tempatnya, setelah itu kau akan bebas” ucap Kyuhyun lembut, tapi itu tak membuat Sooyoung bergeming, ia menggeleng kuat dengan ekspressi yang masih sama seperti tadi.
      “Yasudah kalau begitu, biar aku yang pergi, kau tunggu di sini saja”
      Kali ini Sooyoung setuju, dia lebih baik menetap di tempat sepi ini daripada memasuki area yang benar-benar tak ingin ia datangi lagi.
      “Kau tunggulah sebentar, aku akan segera kembali” Kyuhyun melepaskan tangan Sooyoung dan meninggalkannya sendirian dalam keremangan itu.

      Tak lama setelah punggung Kyuhyun menghilang di balik tikungan gang tiba-tiba muncul tiga orang pria, dari kejauhan Sooyoung seperti mengenali siluet pria-pria yang berpenampilan serampangan itu.

      Dan ketiganya semakin mendekat, Sooyoung semakin mengenali wajah sangar mereka, beberapa saat ia ingin sekali melangkah jauh dan pergi tapi tubuhnya terasa membeku, serasa seluruh jaringan sarafnya terputus karena perasaan trauma yang sangat mendalam. Sejurus kemudian ketiga pria yang asik mengobrol di perjalanan mereka itu melangkah mendekat namun mereka belum menyadari keberadaan Sooyoung dalam keremangan itu.

      Dan akhirnya insting melindungi diri Sooyoung mengalahkan perasaan traumatiknya, ia berhasil melangkahkan kakinya dan segera bersembunyi di balik sebuah tong di pinggir jalan. Ia meringkuk dan mengerucutkan tubuhnya seakan ingin menghilang dan tak terlihat oleh para pria berperawakan sangar itu.

      Sejurus kemudian, ia tiba-tiba merasakan berada di dalam dimensi yang berbeda, alam bawah sadarnya membawanya ke tempat yang berbeda, sebuah ruangan lembab yang kotor, semuanya serasa gelap dan dingin, aroma cat bercampur karat besi tua tercium kentara di hidungnya, Sooyoung menutup telinganya rapat-rapat, suara gelak tawa ketiga pria itu terdengar membahana di telinganya, keringat dingin membasahi pelipisnya, ia terus mengerucutkan tubuhnya seakan menghindari tiga orang pria yang mencoba untuk menjamahnya, lalu tiba-tiba Sooyoung mendengar dentuman pecahan kaca, kini pemandangan lain yang terlihat, Sooyoung melihat ayahnya kini ada dalam pangkuannya, darah segar mengalir deras dari kepala bagian belakangnya, sesaat pandangan sang Ayah menatapnya sayu,

      Ia memegang pipi putri tersayangnya yang sudah digenangi oleh air mata, lalu kemudian tangannya meluncur ke lantai kemudian pandangannya meredup sebelum kemudian akhirnya terpejam. Sooyoung berusaha berteriak memanggil Ayah tapi seakan suaranya tertahan di kerongkongannya.

      Sementara itu, Kyuhyun masih menelusuri gang itu untuk menemukan alamat yang ia cari, namun semakin ke dalam ia memasuki komplek, semakin ia menemukan hal-hal yang janggal, banyak warung yang menyediakan minuman keras dan sepanjang jalan terdapat pe-judi dan yang paling menonjol adalah hampir di setiap rumah tampak wanita sedang duduk manis dan berpakaian terbuka, seakan menggoda setiap pria yang lewat, apakah mungkin ini tempat… Ahh!

      Kyuhyun tidak yakin, namun kemudian di perjalanannya seorang wanita mendatanginya dan mulai merayunya, wanita paruh baya yang lebih pantas menjadi bibinya itu kemudian menggodanya dan membujuknya untuk masuk ke dalam rumah.

      Dan saat itulah Kyuhyun menyadari dan meyakini sesuatu, komplek ini bukan komplek biasa, ini adalah komplek lokalisasi prostitusi. Dan seketika itu Kyuhyun menyadari sesuatu. Ia baru saja meninggalkan seorang gadis di tempat seperti ini, entah apa yang terjadi padanya sekarang.

      To Be Continued

      Dari sini perbedaannya dengan Only You To Me mulai keliatan, Penasaran?? Ehehehe, lanjutan seperti yang di teaser di part 3 aja yah! SOON

      Advertisements

      27 thoughts on “Fated (Chapter 2)

      1. Yaalloh… sumpahh chingu q sampe nahan nafas waktu baca yg kyu sma soo baru sampai kr tempat ituh… sebenernya sih aku kngen bnget sma oytm tpi gpp lah klopun mo diganti ini, ini jg gak kalah keren. Semangatt chingu. Oh ya chingu bikin akun whatpadd aja biar bisa post cerita disono, klo di whatpad lbih gampang komen sma likenya.
        Hhee

      2. wah semoga sooyoung nya gak kenapa2.
        next part di tunggu
        oiya ff i think i love you eottokae
        nya di lanjutin lagi dong

      3. kenapa dengan soo?
        kenapa dia bisa trauma, dulu dia kenapa..
        kyu, jail banget si lu..
        soo juga nih..
        minho juga, pake ikutan segala ..
        ditunggu ya nextnya ..

      4. Keren penasaran lebih suka yg ini sih karna kyuppa gk dri awal benciny sma sooeoni gk kaya yg only to me kyuppa kaya iblis bgts jahat bgts sma sooeoniny next part di tnggu chigu ku harap postny cpt ya

      5. semakin penasaran aja sama nextnya..
        apakah tuan cho koma karena nyelamatin soo eon dari orang jahat??
        mudah2an setelah semuanya terbongkar, kyu tidak terlalu benci ke soo eon..
        next partnya di tunggu..

      6. si sooyoung kaya punya trauma gitu ia. si kyuhyun juga maen ninggalin aja. parah banget . semoga sooyoung enggak papa. ditubggu kelanjutan nya

      7. deg ² an banget bacanya pas kyuyoung nyampe kr tempat itu. mana kyu ninggalin soo sendirian pagi. duhh.. kayake trauma nya sooyoung kumat deh pas dia ketemu 3 pria tadi. semoga kyu bisa melindungi sooyoung.
        ditunggu part selanjutnya eonni…!!

      8. kyknya kyu d tipu ? di bohongi gitu ? (salah alamat (?)) smpe bisa nyasar disitu (tmpt prostistusi)
        ATAUUU mungkin dulu soo kerja dan tinggal d situ ? trs ad suatu kejadian yg buat dia trauma ?
        duh penasaran, ditunggu keterlanjutannya. author hwaiting!

      9. Kenapa dulu soo bisa berada ditempat itu ? Diculikkah atau apa? Dan apa karna kejadian itu ayahnya soo jadi koma dirs?

      10. waw keren. salah satu yang buat suka baca ff itu bahasanya.. bahasa nya keren suka banget.. sebenernya baru baca ini, kalo baca prolog dari author ini mungkin ada sangkut paut sama ff only you to me. penasaran sama ff itu, tapi di ff ini dijelasin kayanya ff itu gk berlanjut, jd takut sakit hati gk dilanjutin sama author jd nya menutup keinginan untuk membacanya wkwk.
        bener2 suka sama alur dan bahasanya. udh mulai ngerti sama alurnya. jadi ayah kyuyoung koma karna preman2 itu? dan itu yg ngebuat soo trauma. dipart satu author ngasih teaser kalo kyuyoung berantem dan kyuyoung ketemu dirumah sakit, tapi nyatanya di part ini gk ada, oke disini berasa diphpin sama author wkwk, mungkin dipart selanjutnya. secara keseluruhan ff nya udh bagus, banget malah, masuk list ff favorit ini kkk.. gk ada yg mau di komen lg, dan gw rasa author males baca komen ini karna panjang banget– maap yaa~~ baca dari atas ampe bawah ini ff udh selesai bukan tahap proses, so jangan lama2 thor di publish nya, penasaran ini, kalo kekurangan kuota biar nanti gw yg publish wkwk. oke thor? nice ff! hwaiting!

      11. apa soo eonni pernah tinggal disitu?
        mungkin ini yangmenjadi penyebab appa soo eonni koma.
        bagus thor ceritany 😉 lanjut thor
        #penasaran

      12. Semaakin bertambah honor soo semakin bertambah pula profesinya,pertama sbg pemandu wisata terus merangkak jd maid lantas terakhir jd juru masak,,knp ngg s’kalian jd istrinya kyu?!
        Kasian soo…hrs mengingat kembali kenangan kelamnya krn hampir diperkosa tp knp soo bs ad d’t4 it y n org2 d’sn jg sprt sgt mengenalnya,,,entah ap yg akan t’jd slnjtnya…
        Next nya jgn kelamaan y xhingu.

      13. tmpt gak bener pasti tuh -__- diatas msh lucu2, tp kebawahnya jd begitu… si soo flashback ke kejadian sebelum ayahnya sakit? kasian lg sendirian ditinggal kyu. seandainya kyu tau yg sebenarnya :”

      Leave a Reply

      Fill in your details below or click an icon to log in:

      WordPress.com Logo

      You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

      Twitter picture

      You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

      Facebook photo

      You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

      Google+ photo

      You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

      Connecting to %s