(Kyuyoung FF) Fated Part 4


image

Judul     : Fated

Author   : Choi Runnisa

Genre    : Drama, Romance, Comedy n Family

Casts     :

    • Super Junior Kyuhyun as Cho Kyuhyun
    • SNSD Sooyoung as Sooyoung Cho Kyuhyun
    • TVXQ Changmin as Shim Changmin
    • T-Ara Jiyeon as Park Jiyeon
    • Other Casts: Find in The Story

    Located  :

      • Korea Selatan (Seoul, Busan)
      • Indonesia (Jogjakarta)]

      Eps Numb : 10 Parts

      Incheon International
      Airport, Seoul
      South Korea
      10.30 am KST

      Omoni, kenapa kita harus repot-repot menjemput anak itu?! Bukankah dia sudah biasa datang dan pergi kemana-mana sesuka hati?” Protes Nayoung, untuk kesekian kalinya, dia benar-benar merasa ada yang aneh dengan prilaku Ibu mertuanya itu. Mereka kini tengah berdiri di antara jajaran penjemput penumpang yang diumumkan sudah tiba 3 menit lalu.
      “Sudah diam saja, sebentar lagi tamu kita akan segera datang!” Minsuk tampak sumringah menanti seseorang.

      “hmmhh… aku mulai mencium gelagat mencurigakan di sini, Ibu.. cepat beritahu aku, apa yang sebenarnya Ibu rencanakan? Ini pertama kalinya aku melihat Ibu perduli dengan keponakan Ibu itu, biasanya Ibu hanya perduli dengan uangnya saja,” Nayoung terus menyerocos membuat Minsuk mulai kesal.
      “Kim Nayoung, tutup mulutmu! Aku tidak minta kau bungkam untuk selamanya, tapi bisakah kau bungkam barang sebentar saja?!” Bentakan Minsuk membuat Nayoung terdiam sesaat.

      Aigoo, ya Tuhan! Kenapa Kau memberikan aku menantu yang cerewet, bodoh dan hanya tau menghabiskan uang seperti ini?!” Minsuk menepuk dahinya frustasi, dan kali ini Nayoung hanya bisa merengut tersinggung dengan perkataan Minsuk , ia  tak bisa membantah Ibu mertuanya yang terkadang sangat menakutkan itu, meski dia ingin sekali membantahnya.

      “Ahh itu dia!” Seru Minsuk ,
      Beberapa saat kemudian.
      “Kyuhyun? Dimana Kyuhyun?!” Nayoung celingak-celinguk mencari sosok kakak Ipar yang secara usia lebih pantas menjadi adik iparnya itu.

      Namun yang muncul adalah sesosok gadis cantik, dari tampilannya ia tampak lebih seperti seorang selebritis. Ya.. lama menetap dan menempuh pendidikan fashion di kota mode seperti Paris membuat penampilan dan  gayanya tampak sangat modis ala wanita modern masa kini, dengan kaca mata hitam dan high heels 15 cm yang ia kenakan ia melangkah pasti dengan begitu percaya diri bak seorang model berjalan di atas panggung catwalk meski sambil mendorong trolly koper bawaannya.

      Dari kejauhan gadis itu sudah tersenyum ke arah Minsuk seraya terus berjalan mendekat, lalu berhenti  di hadapan wanita paruh baya itu, gadis itu membuka kaca mata hitamnya dan menyangkutkannya di atas kepalanya lalu tersenyum ke arah Minsuk. Nayoung jadi bingung sendiri mengetahui bahwa tamu yang dimaksud Minsuk bukanlah Kyuhyun yang setahunya juga akan datang hari ini.

      “Selamat datang kembali di Seoul, Jiyeon sayang” Sambut Minsuk , seraya memeluk akrab gadis yang merupakan anak dari sahabatnya sekaligus sahabat dan rekan bisnis kakaknya, mendiang Nyonya Hwang Miyeong.

      “Terima kasih Bibi, aku senang sekali ada yang menjemputku, padahal aku sedih sekali ketika Ayah dan Ibu bilang mereka tidak bisa menjemput karena mereka sedang berada di Thailand”
      “Yaa… tentu saja, aku sudah lama menantikan kedatanganmu. Ngomong-ngomong selamat atas kelulusanmu, kau pasti akan menjadi designer yang sukses nantinya”
      “Terima kasih atas do’anya Bibi,” ucap Jiyeon .
      “kau tau, Bibi punya kejutan untukmu! ini akan menjadi hadiah yang Indah atas kelulusanmu”
      “Apa itu Bi? Aku bahkan sengaja pulang lebih awal karena Bibi sudah menjanjikan akan memberikan kejutan,” Jiyeon tampak antusias, Ia sudah tak sabar mendengar kabar baik itu.
      “Tunggulah beberapa menit lagi,” ucap Minsuk .

      Beberapa saat menunggu, akhirnya kejutan yang dijanjikan Minsuk itupun terpenuhi.
      “Eoh, Itu Kyuhyun!” Seru Nayoung heboh ketika melihat Kyuhyun bersama Minho muncul dari kejauhan.
      “Kyuhyun Oppa?!” Jiyeon pun menyeru pelan meski dia sebenarnya benar-benar bahagia.
      “Itu dia kejutannya,” bisik Minsuk , dan benar saja kejutan Minsuk benar-benar mengejutkan dan menggembirakan bagi Jiyeon .

      Yaa… ia sudah lama menantikan saat-saat itu, sudah lama ia tidak bertemu dengan Cho Kyuhyun, sosok pemuda yang membuatnya tak pernah berpaling dengan pria manapun, lebih tepatnya pria yang mendekatinya selama ini hanya dijadikannya selingan sebagai pelampiasan atas ketidak-pedulian Kyuhyun padanya selama ini.

      Mereka bahkan sudah dijodohkan sejak lama oleh Nyonya Hwang Miyoung sendiri sebelum ia meninggal 5 tahun yang lalu, tapi Kyuhyun menolak dengan alasan ia belum siap menikah dan ingin melanjutkan pendidikannya di luar negeri. Dan Kyuhyun benar-benar melakukannya, setelah Ibunya meninggal dia pergi ke New York untuk waktu yang tidak sebentar, Jiyeon yang sakit hati dengan perbuatan Kyuhyun yang menolak perjodohan dengannya dan prilaku Kyuhyun yang kerap bergonta-ganti pacar secara terang-terangan di depan matanya, membuat Jiyeon memutuskan untuk pergi ke Paris dan melanjutkan pendidikan Fashionnya di sana, Alhasil mereka pun lama tak bertemu. Dan lama tak  bertemu rupanya tak merubah perasaan Jiyeon terhadap Kyuhyun, dia masih tetap mencintainya dan mengharapkannya.

      “Bagaimana? Kau senang kan?” Bisik Minsuk lagi, Jiyeon mengangguk senang sambil terus menatap sosok Kyuhyun yang mulai mendekat. Buru-buru ia  merapikan penampilannya yang sama sekali tak berantakan, Jiyeon memang selalu ingin tampil sempurna di mata Kyuhyun. Dan sejurus kemudian Kyuhyun pun telah ada di hadapan mereka.

      “Selamat datang kembali Nak, Bibi sangat merindukanmu,” Sambut Minsuk lalu memeluk Kyuhyun, Kyuhyun hanya menanggapinya dingin. Ia mengabaikan kenyataan bahwa Minsuk yang selama ini tak pernah memperdulikannya sedang ada maksud lain dengan tumben nya menjemputnya di bandara.

      “Kyuhyun-aa, coba lihat Bibi bersama siapa!” Minsuk antusias sendiri. Niat Minsuk untuk memberikan kejutan pada Jiyeon memang berhasil, tapi tidak dengan Kyuhyun, ekspresi Kyuhyun melihat Jiyeon sama sekali dingin dan tak menunjukkan keterkejutan apalagi kesenangan.
      Anyeong Jiyeon-ssi, apa kabar?” Sapanya datar, namun itu malah menjadi sesuatu bagi Jiyeon ,
      “Kyuhyun Oppa!” Seru Jiyeon dengan malu-malu langsung berhambur memeluk Kyuhyun.

      Tak butuh waktu lama untuk gadis itu untuk memeluk sosok yang dirindukannya, karena dengan dinginnya Kyuhyun melepaskan dekapan gadis itu tanpa mengucapkan sepatah katapun. Jiyeon sempat kecewa, namun dia berusaha meyakinkan dirinya sendiri Bahwa Kyuhyun sedang lelah atau sedang Jetleg dan tidak mau diganggu.

      Omo! luar biasa Tuhan mengatur semua ini! kalian datang di saat yang bersamaan dan secara kebetulan dipertemukan! Bukankah ini takdir?!” Minsuk berusaha memecahkan suasana, ia berlagak seolah pertemuan Kyuhyun dan Jiyeon adalah kebetulan padahal dialah yang sengaja menyuruh dan mengatur jadwal kedatangan Jiyeon agar bisa bersamaan dengan kedatangan Kyuhyun.

      Jiyeon tampak tersipu malu sedangkan Kyuhyun tetap dingin dan kaku.
      “Kyu… ngomong-ngomong dimana gadis itu?” Minho clingak-clinguk mencari keberadaan orang yang dia maksud.
      “Biarkan saja, dia tidak akan tersesat dia sudah biasa hidup liar,” kali ini Kyuhyun mengucapkan kalimat panjang hanya karena membicarakan orang yang Minho cari.
      “Nah, itu dia!” Seru Minho seraya menunjuk seorang gadis.

      Ya… kini Sooyoung sedang susah payah mendorong trolly yang berisi dua koper miliknya dan milik Kyuhyun yang cukup berat, seperti biasa Kyuhyun kembali berbuat semena-mena padanya.

      Di tengah perjalanan, salah satu koper besar yang berada di bagian atas trolly terjatuh, koper itu terhempas ke lantai dan terbuka hingga mengeluarkan beberapa isinya, dan itu adalah koper milik Kyuhyun.

      “Heuhh! Biarkan saja, peduli apa? yang penting bukan milikku!” Sooyoung bermonolog seakan tak lagi peduli, ia terus mendorong trollynya dan meninggalkan koper yang tergeletak itu.
      “Hei kau!” Mau tidak mau Kyuhyun yang melihat kelancangan Sooyoung itu segera berlari mengambil kopernya.

      Setelah memunguti beberapa pakaiannya yang tercecer, menaruhnya di dalam koper ia pun berjalan dengan menjinjing kopernya yang lumayan berat.

      “Yya Choi Sooyoung! Apa maksudmu melakukan semua ini? Beraninya kau menjatuhkan koperku dan meninggalkannya!” Maki Kyuhyun pada Sooyoung yang kini menghentikan langkahnya sesaat setelah Kyuhyun menghalau jalannya.

      “Csh! Ternyata kau bisa sendiri kan membawa barangmu sendiri?! jika bisa sendiri, kenapa menyuruh orang lain?! Kau bahkan sekarang tak membayarku untuk melakukan ini!” Sengit Sooyoung lalu kembali melanjutkan langkahnya mendekati posisi Minho.

      “Si.. siapa gadis itu?!” Tanya Minsuk bingung, perasaannya mulai tidak enak.
      “Dia… Gadis itu.. adalah istrinya Kyuhyun,” Jawab Minho merasa tak enak hati.

      Sesaat Minsuk , Nayoung dan Jiyeon tertegun, mereka setengah percaya dengan apa yang mereka dengar.
      “Kau… kau jangan bercanda Minho-yaa, apa ini masuk akal?! bagaimana mungkin Kyuhyun menikah begitu saja seperti kucing?” Cerocos Nayoung.
      Nee.. itu memang benar, Kyuhyun menikahi gadis itu dua hari yang lalu”
      “Apa?!” Semua orang tersentak terutama Minsuk , dia tau keponakananya itu memang gila, tapi bukankah Kyuhyun sama sekali membenci pernikahan?
      “Ibu, jangan-jangan Cho Kyuhyun sudah menghamili gadis itu?” ceplos Nayoung.
      “Tutup mulutmu Kim Nayoung! Jangan bicara sembarangan!” Bentak Minsuk , ia kesal dengan kebiasaan menantunya yang suka ceplas-ceplos itu. Terlebih lagi dia tidak ingin Jiyeon yang mendengar menjadi salah paham dan rencananya untuk menjodohkan Jiyeon dan Kyuhyun gagal.

      Kyuhyun dan ‘Istrinya’ kini telah sampai di hadapan mereka, Kyuhyun tampak enggan bicara apapun, dia tau pertanyaan tentang identitas Sooyoung sebentar lagi akan dikumandangkan oleh ketiga wanita itu.
      “Kk.. Kyuhyun-aa! Coba jelaskan! Katakan pada kami! Siapa gadis ini?!” Minsuk masih tidak terima.
      Anyeong Haseyo Bibi, ini Sooyoung istrinya Kyuhyun” ucap Sooyoung spontan membuat Minsuk hampir pingsan. Sementara Kyuhyun ikut terkejut, Sooyoung benar-benar lancang dan begitu percaya dirinya memperkenalkan dirinya sebagai istri seorang Cho Kyuhyun.
      “Istri? Kau.. kau yakin?!” Giliran Nayoung yang menanyakan pertanyaan konyol.

      Anyeong Haseyo, Eonnie” sapa Sooyoung, meski belum kenal, ia pastinya sudah bisa menebak bahwa Minsuk dan Nayoung pastilah bagian dari keluarga Kyuhyun.
      “Daann.. kau? Kau.. Adiknya Kyuhyun ya? Perkenalkan, aku kakak iparmu,” Sapa Sooyoung kepada Jiyeon dengan ramahnya, Sooyoung juga berfikir bahwa Jiyeon pasti adalah salah satu bagian dari keluarga Kyuhyun.

      Namun reaksi tak terduga datang dari Jiyeon, dia benar-benar patah hati dan hancur menerima kenyataan bahwa gadis yang menurutnya tidak lebih cantik dari dirinya itu sudah menjadi istri Kyuhyun, terlebih lagi Sooyoung malah menyapanya dan menyebut dirinya adik Kyuhyun seakan mengejeknya dan menaburkan garam di luka hatinya.

      “Aku pergi sekarang,” ucap Jiyeon, lalu tiba-tiba beranjak pergi tanpa ingin mendengar apapun lagi.
      “Jiyeon-aa! Jiyeon sayang, dengarkan Bibi dulu!” Minsuk berusaha memperbaiki keadaan dengan memanggil Jiyeon .
      “Jiyeon-aa!!” Panggilnya lagi, namun gadis itu buru-buru pergi dengan Taxi.
      “Kalian… keterlaluan!” Sesal Minsuk kepada Kyuhyun dan Sooyoung namun tak seorangpun yang peduli dengan kepergian Jiyeon selain Minsuk sendiri.

      ****
      Rumah Keluarga Kyuhyun

      Sooyoung tertegun memandangi seisi rumah besar yang baru ia masuki, ini pertama kalinya ia memasuki rumah sebesar itu, segala yang ada di depan matanya tampak berkilau seperti berlian, rumah berlantai dua itu benar-benar tampak seperti  istana yang sering ia lihat di drama-drama Korea, namun ia berusaha bersikap biasa saja, ia tidak boleh tampak kampungan.

      Kedatangan Sooyoung dan Kyuhyun disambut hangat oleh seluruh penghuni rumah keluarga Kyuhyun, mulai dari Paman Taeseok suami Minsuk, Kwangsoo puteranya yang tak lain adalah suami Nayoung, Juno putra kecil  Kwangsoo dan Nayoung yang lucu dan ramah berusia 7 tahun, Han Ahjumma asisten rumah tangga sekaligus pengasuh Kyuhyun yang sudah dianggapnya Ibu kandung sendiri, beserta jajaran pembantu lainnya, seperti supir, tukang bersih-bersih tukang kebun dan pengasuh Juno, mereka semua menyambut Sooyoung dengan baik.

      Awalnya mereka cukup terkejut dengan kehadiran Sooyoung dan kenyataan bahwa Kyuhyun sudah menikahinya secepat itu, namun dengan sikap ramah dan santun Sooyoung dan kepandaiannya dalam membawa diri, semua orang langsung bersimpati padanya, kecuali Minsuk yang masih tidak terima dengan kehadiran Sooyoung yang sudah menghancurkan rencananya dan Nayoung yang merasa posisinya sebagai calon nyonya rumah ini terancam oleh kehadiran Sooyoung sebagai istri Kyuhyun.

      Kyuhyun sebenarnya sangat jarang pulang ke rumah keluarganya itu, terlebih setelah ibunya meninggal 5 tahun lalu, ia lebih senang menghabiskan waktu di apartemen pribadinya dan membiarkan rumah peninggalan orang tuanya itu dihuni oleh Bibinya Minsuk beserta suami, anak, menantu bahkan cucunya dan menikmati fasilitas di sana, mereka adalah keluarga terdekat yang Kyuhyun punya, suami Bibi Minsuk, Paman Taeseok tak mampu lagi bekerja karena kakinya yang pincang akibat sebuah kecelakaan di tempat kerjanya, sementara putra Bibi Minsuk, Kwangsoo sama sekali tidak bisa diandalkan, dia bahkan tidak bisa menghidupi dirinya sendiri apalagi istri dan anaknya, dia hanya bisa bergantung kepada kedua orang tuanya, meski tak becus bekerja namun Kyuhyun juga mempekerjakannya di perusahaannya, bisa dibilang Kyuhyun adalah tulang punggung di keluarganya, namun ia tidak bermasalah dengan itu karena penghasilan dari peruahaan stasiun TV peninggalan orang tuanya terlampau besar jika hanya dia nikmati sendiri.

      Kehadiran Sooyoung sebagai istri Kyuhyun membuat Kyuhyun terpaksa harus tinggal di rumah itu, tradisi keluarganya mewajibkan menantu perempuan harus tinggal serumah dengan mertuanya, maka Kyuhyun pun terpaksa harus tinggal di sana bersama Sooyoung.

      Malam harinya, Kyuhyun dan Sooyoung sudah menempati kamar mereka, kamar Kyuhyun yang berukuran cukup besar yang dulunya hanya ditempatinya seorang diri itu kini juga akan ditempati oleh Sooyoung. Kyuhyun tentu saja tidak rela dan tidak suka melihat kehadiran Sooyoung di dalam kamarnya, tapi semua orang pasti akan curiga jika keduanya tidur di kamar yang berbeda.

      “Csh! Apa-apaan ini?! Berani sekali dia menaruh barang-barangnya di atas ranjangku!” Omel Kyuhyun usai mandi ketika melihat pakaian Sooyoung ada di atas tempat tidurnya, kini giliran Sooyoung yang mandi.

      Kyuhyun lalu menyingkirkan pakaian Sooyoung dan membiarkannya tergeletak di lantai.
      “Ck!! Apa dia juga berpikir dia akan tidur di ranjang yang sama denganku?! Heuuh, Shiro! Tidak akan kubiarkan,” Kyuhyun segera meniduri ranjang King Sizenya dengan posisi diagonal sehingga tidak memberikan space untuk Sooyoung tiduri. Beberapa saat ia memainkan PSP nya sebelum akhirnya ia tertidur.

      Sementara setelah mandi Sooyoung pun menemukan bajunya yang tercecer di lantai dan ia sudah tau siapa pelakunya. Sambil menggerutu Sooyoung pun memunguti pakaiannya.

      Sooyoung ingin tidur dan ia lihat Kyuhyun sudah menguasai seluruh tempat tidur, dan dia tau Kyuhyun pasti sengaja melakukannya. Sesaat Sooyoung berpikir, dia sebenarnya sangat amat enggan untuk tidur seranjang dengan suaminya itu, bahkan jika bisa ia tidak ingin sekamar bahkan satu atap dengan Cho Kyuhyun, ia lalu mulai mengambil bantal dan akan tidur di lantai, tapi sebelum itu ia lakukan, ia kembali berfikir, kenapa juga dia harus membuat tubuhnya pegal dan kedinginan dan membuat Kyuhyun menang? Tidak! Harga dirinya tak mengizinkannya untuk mengalah, ia akan membuat Kyuhyun yang terpaksa harus tidur di lantai, bukan dirinya.

      Sooyoung mengangkat kaki Kyuhyun dan memutar tubuhnya agar berada di posisi yang benar, secara horizontal dan memberikan tempat bagi tubuhnya, Kyuhyun yang sepertinya kelelahan setelah perjalanan yang melelahkan selama 11 jam tak menyadari akan perbuatan Sooyoung padanya. Sooyoung pun tanpa pikir panjang tidur di sebelah Kyuhyun dengan menaruh guling di antara mereka sebagai penyekat. Hingga akhirnya Sooyoung pun terlelap dalam  tidurnya.

      Sementara itu….

      “Ya… terimakasih banyak Minho-yaa atas informasinya, sebagai bibinya yang diamanahi menjadi orang tuanya sepeninggal Ibunya, tentu kau tau Bibi berhak untuk mengetahui apa yang terjadi dengan Kyuhyun. Ya.. terima kasih banyak, kau memang teman yang baik, sering-seringlah mampir ke rumah,” Minsuk menutup pembicaraannya dengan Minho.

      “Jadi gadis itu adalah gadis yang menghancurkan rumah tangga kakakku?” Minsuk bermonolog, ia baru saja mengetahui fakta baru setelah mengorek informasi dari Minho. Minsuk sekarang punya alasan yang kuat untuk menghancurkan gadis itu, tak hanya karena dia ingin menjodohkan Kyuhyun dengan Jiyeon , tapi karena Sooyoung lah penyebab dari hancurnya rumah tangga kakaknya, dalam hati dia bertekad, dia pasti akan menyingkirkan gadis itu bagaimanapun caranya.

      Setelah berpikir sejenak, Minsuk kembali menghubungi Jiyeon , dia akan menjelaskan fakta yang sebenarnya terjadi….

      “Gadis itu bukanlah sainganmu Sayang, Kyuhyun tidak pernah dan tidak akan mencintainya, dia menikahinya karena terpaksa” Minsuk berusaha meyakinkan Jiyeon .
      “Bagaimana kalau suatu saat nanti Kyuhyun jatuh cinta padanya?” Jiyeon tetap was was.
      “Aku mengenal keponakanku itu dengan baik, dia tidak akan jatuh cinta dengan gadis kampungan seperti itu, lagipula menurutmu apakah mungkin seseorang akan jatuh cinta kepada orang yang sudah menghancurkan keluarganya dan menjadi penyebab ayahnya meninggal?” setelah menjelaskan panjang lebar akhirnya Minsuk pun berhasil meyakinkan Jiyeon, dia berjanji akan menyingkirkan Sooyoung dan membuat Kyuhyun menikahi Jiyeon segera.

      ****

      Pagi harinya,

      Selama hampir semalaman hujan turun dengan derasnya bahkan sisa-sisa genangan dan dentingan rintiknya masih terdengar, udaranya yang dingin masih terasa hingga pagi menjelang.

      Kyuhyun yang masih bergelut dengan tempat tidurnya, merasakan sejuknya udara hujan memang selalu membuat seseorang nyaman untuk tidur. Merasa kedinginan, sambil matanya masih terkatup ia pun menghangatkan tubuhnya dengan secara spontan menarik selimut yang tak jauh dari hadapannya, ia juga bermaksud memeluk guling agar tidurnya terasa lebih nyaman. Tapi Kyuhyun seketika terbangun, ia merasa aneh dengan sesuatu yang ada dalam dekapannya. Perlahan ia membuka matanya, tanpa kendalinya perlahan ia tarik selimut yang menutupi seraut wajah yang berjarak hanya 5 jari dengan wajahnya.

      Hingga perlahan tampak seraut wajah polos nan pulas disana, wajah tanpa polesan make up itu tampak bening dinaungi oleh sinar matahari yang menerobos melalui kaca jendela. Sesaat Kyuhyun terpana, ia seakan melihat seorang malaikat hadir di hadapannya dan menyapanya.

      Sementara di luar sana, Kwangsoo sedang menempelkan telinganya di daun pintu kamar Kyuhyun, rupanya dia sedang menguping aktifitas yang terjadi di dalam, kemudian Nayoung istrinya muncul dan menegurnya.
      Yeobo, apa yang kau lakukan di sana?! Itu tidak sopan, bukankah Ayah menyuruhmu untuk memanggil mereka sarapan?”
      “Dari tadi aku mengetuk-ngetuk, tapi tidak ada jawaban, Yeobo… apakah mereka sedang melakukan ronde ke dua? Rupanya hujan membuat mereka tidak puas juga, hihihi,” Nayoung juga ikut terkikik geli membayangkan apa yang pengantin baru itu lakukan sekarang. Bukannya mengetuk pintu, dia juga jadi ikut-ikutan suaminya menguping.

      Hingga akhirnya Minsuk muncul dan turun tangan.
      “Hey.. apa yang kalian lakukan?!” Tegurnya kepada putra dan menantunya.
      “I.. itu, Ibu itu… aku sudah mengetuk, tapi mereka tidak menjawab” Kwangsoo cengengesan.

      Sementara…

      Kyuhyun terpaku menatap wajah pulas Sooyoung untuk beberapa saat, sepersekian detik ia tak mampu berkedip, entah apa yang terjadi dengan organ di dalam dadanya, tapi Kyuhyun merasa seakan ribuan kupu-kupu keluar dari dalam sana, perasaan semacam ini tak pernah ia rasakan sebelumnya.

      Hingga semuanya pun buyar ketika terdengar sebuah ketukan yang lebih mirip gedoran dari balik pintunya, Kyuhyun terlonjak kaget, lalu reflek mendorong tubuh Sooyoung jauh-jauh sebelum gadis itu menyadari tubuhnya sempat berada dalam dekapan Kyuhyun, dorongan reflek nan kuat dari Kyuhyun membuat tubuh Sooyoung tergelinding dari tempat tidur ke lantai.

      “Auwww!!” Sooyoung sontak saja terjaga dari tidurnya dan mengadu kesakitan, beruntung tubuhnya masih berbalut selimut hingga tubuhnya tidak terlalu merasa kesakitan berbenturan dengan lantai. Kembali terdengar gedoran pintu, Kyuhyun buru-buru bangkit dan membuka pintu.

      Begitu Kyuhyun membuka pintu, tampak Minsuk , Kwangsoo dan Nayoung sudah berada di balik pintu.

      “hehe, sudah selesai ya Hyung?” Tanya Kwangsoo dengan tampang mesumnya,
      “Apa?” Kyuhyun bingung dengan maksud mesum Kwangsoo
      “Apakah Sooyoungie sudah bangun?” Tanya Minsuk mengalihkan.
      “Ya… ada apa Bi?” Tanya Sooyoung yang tiba-tiba muncul dari belakang Kyuhyun.
      “Sooyoung, Bibi ingin mengajakmu ke sebuah acara pesta teman Bibi, sekalian memperkenalkanmu dengan seluruh kerabat di sini, apakah kau mau?” Ajak Minsuk

      “Baiklah Bi, aku akan ikut” Jawab Sooyoung
      “Kalau begitu bagaimana kalau hari ini kita pergi berbelanja untuk membeli gaun pesta?”
      “Tentu Bi, aku akan mandi dan bersiap-siap”
      “Baiklah, Bibi akan menunggumu,” melihat perubahan sikap Bibi Minsuk kepada Sooyoung, Kyuhyun jadi merasa agak heran mengingat jelas-jelas kemarin dia terlihat sangat tidak menyukai Sooyoung.
      “Sial!! Gadis itu… Apa yang sebenarnya ada pada dirinya hingga membuat semua orang mencintainya bahkan rela mati untuknya?” rutuk Kyuhyun dalam hati.

      ****
      Minsuk dan Sooyoung mengunjungi sebuah Department Store di sebuah mall besar di pusat kota Seoul, Minsuk mempersilahkan Sooyoung untuk memilih baju mana saja yang dia sukai berapapun harga dan jumlahnya. Sooyoung memilih  sebuah gaun hitam sederhana yang agak tertutup, walaupun sebenarnya bagi Sooyoung tak ada satupun gaun yang sederhana di sana, semua harganya membuat mata Sooyoung terbelalak karena terlalu mahal dan tak cukup pantas, seumur-umur ia hanya akan bisa membeli satu buah gaun itu dengan gajinya sebagai tour guide selama setahun tanpa membelanjakannya.

      Setelah berbelanja, Sooyoung mohon izin kepada Bibi Minsuk untuk ke toilet, sementara Minsuk masih sibuk memilah-milah baju.

      Sementara itu, segerombolan orang yang sebagian besar terdiri dari para gadis kini berlarian mengitari mall sedang mengejar seseorang, seseorang yang baru saja mereka sadari keberadaannya dan menghebohkan seisi mall, seorang bintang besar yang lagu-lagunya terdengar dimana-mana dan hampir setiap hari wajahnya menghiasi layar TV Korea Selatan, dia adalah seorang penyanyi, aktor sekaligus model ternama, Shim Changmin alias Max Changmin. Siapa yang tak mengenal nama itu? Seantero Korea Selatan bahkan Internasional kini memujanya.

      Sementara usai memenuhi panggilan alam, Sooyoung baru saja membuka pintu toilet, ketika seorang Pria muncul tepat di depan pintu, pria itu mengenakan topi serta slayer yang menutupi mulut dan sebagian wajahnya, Sooyoung kaget luar biasa dan langsung panik, toilet tampak lengang dan hanya dihuni oleh dirinya dan pria itu, yang ada di otaknya kini adalah seorang pria mesum baru saja mengintipnya.

      Sooyoung berteriak cukup keras, namun pria itu segera membekap mulutnya dengan telapak tangannya, menyenderkan tubuh gadis itu di pintu toilet setelah ia menutupnya dan mengapit tubuhnya. Sooyoung berusaha memberontak, namun apalah daya? tenaga wanita pasti akan selalu kalah dengan tenaga pria.

      Sooyoung jelas tidak mengenal sosok itu, ia bahkan tak melihat wajahnya secara keseluruhan, ia hanya melihat sepasang mata elang dengan sorot tajam menatapnya lekat-lekat dengan posisi wajah yang sangat dekat.

      Beberapa saat, terdengar derap kaki dan riuh sekelompok orang berlarian sambil meneriakkan nama seseorang melewati toilet. Pria itu sedikit lega dan merenggangkan bekapannya, dan kesempatan itu tak disia-siakan Sooyoung begitu saja, dengan sigap dan kanibalisme nya ia menggigit tangan pria itu hingga membuat pria itu sontak melepaskan bekapannya, mengibas-ngibaskan tangannya dan merintih kesakitan.

      Sooyoung kembali akan berteriak namun pria itu segera kembali membekap mulutnya dan sejurus kemudian ia membuka masker yang menutupi wajahnya.
      “Tenang, ini aku!” bisiknya, Sooyoung kembali melepaskan bekapan pria itu, dan kali ini ia berhasil tanpa harus memberontak, merasa sedikit aman Sooyoung kali ini tak lagi berteriak. Sesaat Sooyoung menatap wajah pria yang sudah tidak bermasker itu, namun tetap saja ia tak mengenalinya, meskipun pria itu cukup tampan dan tidak tampak seperti pria mesum dan dia berlagak seolah Sooyoung pasti akan mengenalinya.

      “Maaf Nona, aku tidak bermaksud mengintipmu, aku hanya terpaksa ber…” PLAK! Sebuah tamparan keras mendarat di pipi pria itu.
      “Hey Nona, kenapa kau menamparku? Sudah kukatakan aku tidak bermaksud mengintipmu, aku hanya menghindari kejaran para fans,”
      “Ck! Berhentilah bersikap seolah kau adalah seorang selebritis hanya demi menutupi kejahatanmu, kau bahkan tidak tampak seperti artis,” maki Sooyoung, sejujurnya ia tidak benar-benar jujur dengan mengatakan wajah pria itu tidak tampak seperti artis karena nyatanya wajah pria itu memang tampan seperti bintang hallyu.

      “Jadi kau tidak mengenal siapa aku?!” Pria itu memastikan
      “Ck! Tentu saja aku mengenalmu, kau adalah pria mesum tukang intip!”
      “Apa?!” Pria itu heran, rupanya di negeri ini masih ada saja yang tak mengenalinya.
      “Apa gadis ini tidak punya TV di rumahnya,” batin Changmin.

      Beberapa saat kemudian, handphonenya berdering dari kantung jaketnya membuat pria itu buru-buru pergi, namun sebelum itu dengan lancangnya dia menarik syal yang melingkar di leher Sooyoung

      “Hey!! Apa yang kau lakukan?! Syalku!”
      “Pinjam sebentar, aku pasti akan mengembalikannya, kita pasti akan bertemu lagi” pria itu mengerlingkan sebelah matanya dan mengerudungi kepalanya dengan syal merah muda milik Sooyoung, lalu beranjak pergi dari hadapan Sooyoung.
      Yya Neo! Apa yang kau lakukan?! Yyaa! Tolong ada pencuri!! Aku akan melaporkanmu ke polisi!!” Pekik Sooyoung ketika pria itu beranjak pergi, namun pria itu berlari cepat sekali, Sooyoung tak bisa menjangkaunya lagi.

      ****
      Malam harinya,

      Sooyoung baru saja selesai mandi, kali ini ia keluar dengan mengenakan baju mandi berwarna hot pink selututnya, karena lupa membawa pakaian ke kamar mandi, rambutnya setengah basah tanpa disisir usai berkeramas.

      Ia agak terkejut ketika melihat Kyuhyun sudah pulang, dengan kemeja kerja yang masih ia kenakan, suaminya itu berbaring sambil bermain game online di atas tempat tidur dengan posisi diagonalnya, seperti semalam.

      Sesaat Sooyoung mendiamkannya, ia membuka lemari dan mengambil baju tidurnya, lalu membuka lemari milik Kyuhyun yang tak terkunci dan menyiapkan baju ganti untuk suaminya itu, yaa… meskipun tak pernah menyukainya selayaknya suami, Sooyoung sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk melayani Kyuhyun dengan baik selayaknya seorang istri, setidaknya menyiapkan keperluan sehari-harinya.

      Ia letakkan pakaian Kyuhyun yang masih terlipat rapi di sampingnya.
      “Hey Choi Sooyoung, berhentilah bersikap seolah-olah kau itu benar-benar istriku, dan mulai malam ini, jangan coba-coba tidur di ranjangku lagi,” ucap Kyuhyun tiba-tiba

      “Kenapa? Aku memang istrimu, jadi sudah kewajibanmu berbagi tempat tidur denganku” Sooyoung berlagak menantang.
      Sooyoung ingin menunjukkan kepada Kyuhyun bahwa dia tidak takut akan ancamanya. Ia mengambil bantal dan guling serta selimut dan meletakkannya di salah satu sisi ranjang.
      “Ini adalah tempatku, aku akan tidur disini,” ucap Sooyoung penuh kepercayaan diri.

      Lalu tiba-tiba Kyuhyun bangun dari tidurnya ia dekati Sooyoung dari belakang ia menciumi wangi strawberry rambut lembab Sooyoung lalu meraba lembut kedua lengan istrinya itu,
      “Jadi sekarang kau mau mencoba menggodaku?” Bisik Kyuhyun lembut tepat di belakang daun telinga Sooyoung, bulu roma Sooyoung merinding ketika merasakan hangat desah nafas Kyuhyun menyentuh kulit tengkuknya.
      “Si… siapa yang menggodamu?!” Sooyoung mulai gelagapan, menyadari itu Kyuhyun berpindah posisi ke hadapan Sooyoung. Ia lalu membuka kancing kemeja bagian atasnya hingga menampakkan sedikit bagian dadanya,
      “Apa-apaan ini? Apa yang kau lakukan?!” Sooyoung mulai panik, Kyuhyun menjawabnya dengan hanya menyeringai jahat, tiba-tiba ia merengkuh tubuh Sooyoung, pakaian ganti yang ada di tangan Sooyoung sampai terjatuh ke lantai. Sesaat Sooyoung berusaha memberontak dalam rengkuhan Kyuhyun, namun itu justru membuat mereka sama-sama jatuh di tempat tidur.

      Kini Kyuhyun menindih tubuh Sooyoung, ia terus menatap Sooyoung seperti seekor binatang buas yang menatap mangsanya dan siap melahapnya hidup-hidup.
      “Yya Ch..Cho Kyuhyun, apa yang kau lakukan? Lepaskan!” Pekik Sooyoung
      “Kau ini istriku bukan? kalau begitu sekarang buktikan saja kalau kau memang benar-benar istriku,” ucap Kyuhyun sambil membelai lembut wajah Sooyoung.

      “Lepaskan Cho Kyuhyun, kalau tidak aku akan teriak!!” Sooyoung ketakutan, Kyuhyun dapat merasakan ketakutan itu dari getar suaranya.
      “Berteriaklah, siapa yang akan peduli padamu jika kau bilang kau sedang dilecehkan oleh suamimu sendiri? Kau mengaku sebagai istriku bukan? jadi sekarang penuhilah tugasmu sebagai seorang istri,” Kyuhyun benar-benar tampak menakutkan sekarang dia benar-benar tampak buas ingin menerkam Sooyoung, perlahan tangannya mulai nakal dengan mulai menarik tali pengikat baju mandi yang melingkar di perut Sooyoung.

      Dengan perasaan ketar-ketir Sooyoung reflek memejamkan matanya, tubuhnya melumpuh sesaat, ia tidak lagi punya daya dan kekuatan untuk melawan.

      Perlahan Kyuhyun membuka ikat simpul tali pengikat di bagian perut Sooyoung, dada Sooyoung sesak ketika dirasakannya jemari Kyuhyun mulai menyibak kerah baju mandinya, lalu membelai lembut bahunya. Sooyoung dapat merasakan bahunya kedinginan ketika hembusan angin menyentuh kulit bahunya yang terbuka.

      Tanpa daya, gadis itu hanya mampu meremas seprai ketika sejurus kemudian dirasakannya bibir Kyuhyun mulai menyentuh bahunya yang terbuka, tubuhnya menegang ketika perlahan secara aktif bibir Kyuhyun mulai menjelajahi lehernya hingga meninggalkan jejak-jejak kekuasaanya di sana.

      Seakan puas melahap habis leher Sooyoung, kini bibir Kyuhyun mulai mencoba mencicipi sesuatu yang lain, ia mulai tertarik mencicipi bibir ranum yang terkatup rapat itu, dan Sooyoung seketika ingin menjerit ketika dirasakannya sesuatu yang hangat menyentuh bibirnya, tapi seakan sebuah sihir yang menawannya Sooyoung bahkan tak bisa melakukan apapun, ia hanya bisa pasrah dengan perlakuan suaminya itu.

      Untuk beberapa saat yang indah Sooyoung justru menikmati perlakuan itu, ia menerima dengan baik perlakuan Kyuhyun itu seakan ia juga menginginkannya sejak lama. Kyuhyun terlalu berpengalaman, seakan sudah mencumbu ribuan wanita, ia sangat ahli membuai seorang gadis dan menenggelamkannya ke dalam pusaran samudera asmara sesaatnya.

      Sepersekian detik membiarkan Kyuhyun menikmati permainnya, beberapa saat dalam kegilaan semu yang memabukkan itu, Sooyoung seketika seakan terbangun dari ketidaksadaran dan kelumpuhan yang membelenggunya, Sooyoung membuka matanya yang beberapa saat terpejam lebar-lebar, ia dapat melihat wajah Kyuhyun tepat di depan wajahnya tanpa jarak se-centi pun. Sontak dengan mengumpulkan segala kekuatannya, gadis itu mendorong kuat-kuat tubuh Kyuhyun dari atas tubuhnya dan itu berhasil menghentikan aktifitas gila Kyuhyun.

      Sooyoung segera bangkit dari pembaringannya, segera ia memperbaiki kera bajunya yang sempat dipeloroti Kyuhyun dan menutup bahunya yang sempat terbuka dan secara bebas dinikmati oleh Kyuhyun, lalu… PLAKK!! Sebuah tamparan keras dari tangan mungil Sooyoung mendarat di pipi Kyuhyun.

      Pipi Kyuhyun memerah menandakan tamparan Sooyoung cukup keras dan bohong sekali jika ia bilang rasanya tidak perih, tapi ia hanya menatap Sooyoung dengan menyeringai penuh kemenangan, ia tampak bahagia sekali melihat kemarahan dan ketakutan di mata Sooyoung seakan reaksi semacam itulah yang dia inginkan.

      Sooyoung beranjak dari hadapan Kyuhyun, berlari masuk kamar mandi dan buru-buru menghampas daun pintunya lalu menyandarkan punggunya di balik pintu, napasnya menderu-deru seakan jantungnya ingin melompat dari rongga dadanya.

      Kemudian dengan sisa-sisa kewarasannya, segera ia mengganti pakaian mandinya yang kini dianggapnya sudah terkutuk itu dengan pakaian tidurnya yang lumayan tertutup menjuntai ke seluruh tubuhnya.

      “Dasar maniak!! Beraninya dia melecehkanku seperti ini!” Gerutu Sooyoung kesal masih sibuk dengan pakaian tidurnya.
      “Aishhh!! Sebenarnya siapa yang lebih bodoh? Cho Kyuhyun atau malah kau sendiri Choi Sooyoung? Kenapa kau hanya diam saja ketika dia melakukan itu padamu? Harusnya kau membunuhnya atau setidaknya membuat dia impoten!!” Sooyoung memaki dirinya sendiri setelah menepuk kepalanya.

      Lalu tiba-tiba ia terdiam, ia merasakan sesuatu yang aneh yang beberapa saat berusaha ia abaikan, ia menggigit bibir bawahnya ketika kilasan ciuman itu kembali berkelabat dalam benaknya bahkan ia masih merasakan hangat sentuhan bibir Kyuhyun di bibirnya. Sooyoung tampak frustasi mengusap-usap bibirnya yang polos seakan bibir itu dipenuhi kotoran dan dia harus membersihkannya.

      Ia kemudian menyadari  sesuatu.
      “Ahhh tadi itu apa? Barusan itu ciuman pertamaku?! Apa Cho Kyuhyun baru saja merebut ciuman pertamaku?! Tidakk!!” Tidak… ini sama sekali bukan yang dia inginkan, dia pasti sedang bermimpi buruk, dalam mimpi indahnya ia selalu membayangkan ciuman pertamanya adalah bersama suami yang mencintai dan dicintainya, di atas balkon dan di bawah sinar rembulan yang berpendar, bukan dicuri secara licik dengan orang yang dibencinya.

      Sooyoung mengacak rambutnya frustasi, seperti orang stress ia membentur-benturkan kepalanya pelan ke tembok.
      “Ahhh… Tidakk!! Aku sudah kotor! Aku sudah tidak berharga lagi, Aku ingin mati saja sekarang, Ya Tuhan, ambil saja nyawaku sekarang! Ayah Ibu… tolong jemput saja aku sekarang, aku tidak ingin hidup di dunia ini lagi…!!” Sooyoung merengek frustasi, tubunya merosot ke lantai.

      Sementara, Kyuhyun yang duduk di sisi tempat tidur masih merasakan suhu tubuhnya panas dingin, ada sebuah hasrat dalam dirinya yang belum terpenuhi. Kyuhyun tersenyum-senyum sumringah sendiri mengingat apa yang baru saja dilakukannya dengan Sooyoung, rasanya tidak terlalu buruk meski dia membencinya, bahkan itu cukup menyenangkan.

      Ia sedikit kagum pada Sooyoung, baru kali ini ada gadis yang mampu menolak rayuannya, itu rekor baru yang dicetak oleh gadis liar itu. Tapi ia bersyukur, Sooyoung segera menghentikannya, kalau tidak ia yakin ia pasti sudah lepas kendali dan melahap habis gadis itu. Dan Kyuhyun tidak rela, ia tidak sudi menghabiskan malam dengan gadis itu, gadis itu terlalu rendahan dan tidak pantas untuk menikmati belaiannya.

      Kemudian Kyuhyun mendengar Sooyoung merengek dari dalam kamar mandi, gadis itu pasti sedang frustasi sekarang. Bukannya merasa bersalah, ia malah terkekeh geli mendengar rengekan Sooyoung yang sudah seperti orang gila.

      “Biar tau rasa kau Choi Sooyoung, ku pastikan kau tidak akan lagi berani melawanku, kau akan tidur di lantai seumur hidupmu,” Kyuhyun bermonolog, dia begitu puas karena satu pembalasan dendamnya terhadap Sooyoung berjalan dengan sukses.

      Sooyoung berusaha menenangkan dirinya, ia menghapus air matanya dan bangkit dari duduknya sekaligus bangkit dari keterpurukannya. Tangan Sooyoung tertahan ketika dia akan memutar kenop pintu kamar mandi, dia ragu untuk keluar, dia belum siap bertemu Kyuhyun. Jujur saja dia masih trauma dengan kejadian tadi, tapi dia berfikir Kyuhyun pasti sengaja melakukannya, dia tidak benar-benar ingin melakukannya karena dia merasa dia adalah suaminya, tapi murni hanya ingin menakut-nakutinya saja.

      Jika dia bersembunyi dan menampakkan ketakutannya, Kyuhyun pasti akan merasa menang dan semakin menjadi-jadi, dia malah akan melakukan hal yang lebih mengerikan lagi. Tapi Kyuhyun harus tau Choi Sooyoung tidak selemah itu, lama hidup di lingkungan prostitusi dan bertemu dengan orang-orang mengerikan seperti Kyuhyun membuat Sooyoung kebal, dia sudah terbiasa dan sudah tau caranya menghadapi mahluk maniak seperti Cho Kyuhyun, lihat saja, dia tidak akan menyerah! serangan ini terlalu ringan untuk membuatnya gentar apalagi jika itu dilakukan oleh pria yang sudah berstatus suaminya sendiri.

      Perlahan Sooyoung memutar kenop pintu hingga pintu pun terbuka. Menyadari kehadiran Sooyoung, Kyuhyun pun tak bisa mengalihkan pandangan darinya. Pemuda itu cukup tertegun ketika melihat Sooyoung sudah tampak tenang seperti air di danau, ekspresinya sama sekali tak menampakkan raut ketakutan seperti yang ia pikirkan.

      Sooyoung lalu berdiri tegak-tegak di hadapan Kyuhyun, ia berkacak pinggang, dan menaikkan dagunya tinggi-tinggi penuh keangkuhan seakan menantang suaminya itu.

      “Pria maniak dan mesum sepertimu derajadnya tidak lebih tinggi dari seekor kucing liar!” Maki Sooyoung kemudian
      “Apa?!” Kyuhyun tak percaya dengan yang barusan didengarnya, gadis itu berani sekali mengatainya.
      “Dengar ya, Cho Kyuhyun! Kita sudah menikah secara sah, aku adalah istrimu jadi jangan pernah berfikir bahwa aku akan takut jika kau menakut-nakutiku dengan hal mesum seperti itu lagi!” cecar Sooyoung lagi, Kyuhyun kini terkekeh geli mendengar ocehan Sooyoung,
      “jadi bermimpi sajalah jika kau pikir kau bisa memperlakukanku sebagai budak nafsumu saja! Kau dengar itu?! ARRO?!” Sooyoung meninggikan suaranya, dan tanpa memberikan kesempatan pada Kyuhyun untuk bicara ia segera mengambil bantal dan selimut dari atas ranjang,

      “Jangan pikir aku tidak tidur di sini karena aku takut, aku hanya tidak nyaman dengan seorang maniak!”
      “Csh!” Kyuhyun mendesis geli namun juga sedikit kesal dengan cecaran Sooyoung, tapi Sooyoung tidak memberinya kesempatan untuk membalas ucapannya, Gadis itu sudah beranjak  keluar kamar, tepatnya ke arah balkon.

      Di balkon kamar Kyuhyun yang menjorok ke arah kolam renang itu tedapat sebuah ayunan yang bisa ditiduri, dan disana lah Sooyoung membaringkan tubuhnya. Kyuhyun mendecak tak percaya dengan aksi berani Sooyoung itu, tapi dia cukup senang dengan keputusan Sooyoung, kali ini dia berhasil memenangkan pertempuran.
      “Sayang, hati-hati di luar sana banyak nyamuk Zica, kasihan anak kita nanti, kepalanya nanti akan kecil seperti kepalamu!!” Teriak Kyuhyun bermaksud mengejek Sooyoung.

      Sooyoung tidak menjawab apapun, dia terlalu cemerlang untuk hal remeh temeh seperti itu, tinggal lama di perumahan kumuh membuat ia selalu menyediakan lotion anti nyamuk, Kyuhyun menggeleng kagum namun setengah gemas dengan ketangguhan Sooyoung, ia tidak bisa membayangkan bagaimana ayahnya dulu mendidik gadis itu.

      Malam semakin larut, dari balik kaca jendela tampak Kyuhyun sudah tertidur pulas dengan nyamannya menguasai ranjang king size nya, sementara Sooyoung masih terjaga, ia bungkus tubuhnya yang mulai kedinginan dengan selimut tebal yang tadi ia bawa.

      Ia pandangi bulan sabit di tengah pekatnya malam, ia teringat kembali akan Almarhum Ayah Jino yang baru saja meninggalkannya, kerinduan yang mencekik itu kembali menyesaki dadanya, kepedihan karena kehilangan itu kembali menderanya, air mata itu kembali mengalir di pelipisnya, di saat-saat seperti ini ia butuh kehadiran sang Ayah yang selalu menjadi pendengar yang baik segala keluh kesahnya, yang selalu menguatkan dan menasihatinya, memeluknya dan menenangkannya di kala hatinya gusar. Namun ia tak bisa lagi merasakan itu sekarang meski ia benar-benar membutuhkannya, yang tersisa kini hanya tanya yang tak kunjung terjawab, “Wae Appa? mengapa kau lakukan ini padaku? mengapa kau menyatukan aku dengannya jika nyatanya kami tidak akan pernah bisa menyatu?” gumam Sooyoung sambil terisak, Sooyoung terus menangis dan bergelut dengan kerinduan yang melandanya hingga akhirnya matanya terpejam.

      ****
      Appa, kenapa ya Tuhan memberikan kita kehidupan yang seperti ini? terpaksa hidup di tempat seperti ini, padahal Ayah adalah orang yang sangat baik dan taat beragama, sedangkan mereka yang jahat dan suka korupsi, tinggal di rumah mewah dan diberikan segala kenikmatan,” keluh Sooyoung sambil menyantap nasi dan beberapa potong gudeg sebagai lauk seadanya. Jino menyudahi makannya, setelah mengeringkan tangannya dengan serbet, ia lalu berkata,
      “Kau lupa apa yang selalu Appa katakan, boleh jadi apa yang kau benci adalah yang akan paling kau cintai kelak dan apa yang paling kau cintai sekarang bisa saja akan menjadi yang paling kau benci nantinya,” Sooyoung ikut mengucapkan kalimat nasegat dari sang Ayah yang sudah sering ia dengar bahkan dia hafal.
      “Nah.. itu kau masih ingat kan, untuk apa bertanya lagi?” ucap Jino bijak. Sooyoung juga menghentikan acara makannya yang masih bersisa, ia tiba-tiba menampakkan wajah merengut sedih seakan ada yang mengganjal di hatinya,
      “Tapi Appa, kenapa Appa menikahkanku dengan Kyuhyun? bukankah dia itu menyebalkan dan jahat?  Bukankah aku akan menderita bersamanya? Apakah ayah tidak memikirkan kebahagiaanku?” Kali ini Sooyoung lebih terkesan memprotes daripada bertanya, pertanyaan itu adalah pertanyaan selalu ingin ia kumandangkan.

      Tuan Jino tersenyum takzim, seakan itu adalah pertanyaan yang sangat mudah untuk dijawab, ia lalu menepuk pundak putri angkat yang dikasihinya melebihi anak kandungnya sendiri itu,
      “Bersabarlah Nak, karena apa yang kau paling benci saat ini kelak akan menjadi yang paling kau cintai, kelak orang yang paling kau benci itu juga akan meletakkan dunianya padamu, maka bersabarlah dan tunggulah sampai saat itu tiba,” pesan itu adalah pesan terakhir yang disampaikan Jino ketika akhirnya Sooyoung  terjaga dari mimpinya.

      ****

      Usai mandi Sooyoung berinisiatif menyiapkan segala atribut kerja Kyuhyun,  sementara Kyuhyun sendiri masih bergelut dengan mimpinya. Ya, itu akan menjadi pekerjaan rutinnya mulai saat ini, Sooyoung benar-benar memikirkan makna tersirat di dalam mimpi yang baru saja dialaminya, ia tau mimpi itu bukan sekedar mimpi, mimpi itu seperti nyata, Jino sudah mengamanahinya dan demi sang Ayah yang paling dia cintai dan dia hormati, dia akan mengemban amanah itu dengan baik, ia akan melaksanakan segala kewajibannya, ia akan bersabar hingga waktu yang dijanjikan Jino itu datang.

      Melihat Kyuhyun yang masih tertidur pulas dengan nyamannya, Sooyoung tidak tinggal diam, ia akan merubah kebiasaan buruk Kyuhyun yang selalu bangun sesuka hatinya, ia termasuk orang yang percaya bahwa orang yang bangun kesiangan akan dijauhkan dari rezeki, entah itu rezeki dalam bentuk apapun, tidak harus materi.

      Sooyoung menyibak tirai jendela kamar lebar-lebar dan membiarkan sinar matahari menerobos masuk melalui jendela dan mengenai wajah Kyuhyun yang masih pulas, dan itu berhasil membuat Kyuhyun mengerutkan dahi merasakan silau yang membuatnya tak bisa lagi memejamkan matanya rapat-rapat.
      “Eeerrgghh! Apa-apaan ini?! Ahjumma, kenapa jendelanya dibuka? Kau tau kan aku tidak bisa tidur di ruangan terang?” Kyuhyun meracau malas sambil masih berusaha memejamkan matanya.
      “Han Ahjumma?!” Panggil Kyuhyun lagi, ketika dirasakannya tidak ada reaksi seperti yang seharusnya dan matanya segera terbuka lebar ketika menyadari sesuatu, percuma saja ia memanggil-manggil nama pengasuhnya yang selalu menuruti kemauannya itu karena bukan dia yang ada di sana.

      Kyuhyun membuka mata dan menemukan sosok Sooyoung yang sudah tampak segar, ia berdiri membelakangi jendela dan menatapnya dengan raut wajah tegas bak seorang komandan militer yang akan memberikan komando kepada pasukannya.
      “Bangunlah anak manja, saatnya untuk pergi ke sekolah,” ucap Sooyoung seraya menyedekapkan kedua tangannya di atas perutnya. Kyuhyun mendesis kesal melihat kelancangan Sooyoung, gadis itu membuat ia tak bisa tidur lagi meskipun ia ingin, sekarang rasa kantuknya benar-benar sudah hilang.

      “aku sudah menyiapkan segala keperluanmu, ayo bersiap-siap untuk pergi ke kantor, aku akan membuat sarapan untukmu,” ucap Sooyoung yang terdengar seperti seorang Ibu memerintah anaknya, lalu beranjak pergi ke luar kamar.
      “Brengsek!!” Serapah Kyuhyun sambil meninju kasurnya yang empuk, ia tak terima dengan perlakuan semena-mena Sooyoung, dalam hati dia bertekad untuk membuat Choi Sooyoung kehilangan kesombongan dan keberaniannya, sebentar lagi gadis itu akan tau dimana posisinya.

      To Be Continued

      Ditunggu responnya ya Guys…

      Advertisements

      33 thoughts on “(Kyuyoung FF) Fated Part 4

      1. Dan sebentar lagi kyuhyun akan jatuh hati ke sooyoung . ditunggu kelanjutan nya . dan momend kyuyoung nya

      2. wahhh.. harus hati-hati nih sama jiyeon dan bibi minsuk..
        isss.. kyu.. ngeselin..
        ciee soo ketemu changmin..
        ditunggu ya next nya..

      3. makin seru.. tapi apa yang bakal dilakuin sama bibinya Kyuhyun?? ahh jangan sampe sooyoung tersakiti.. aku kasian bgt dan cepet2 deh si kyuhyun itu sadar kalo dia itu cinta sama soo….

      4. Akhirnya dipost juga ini ff makin seru aja jalan ceritanya thor aku suka bangeett sama jalan ceritanya serruu abisssss ditunggu part selanjutnya jangan lama lama ya thor^^

      5. Akhirny part 4 ini di post aku senang bgts terus keren bgts ceritanya sooeoni di sini lebih berani gk kya yg di only u to me yg lemah n penakut bru banyak moment kyuyoung aku suka apalagii kalau mereka lagi berantem lucu next part di tnggu ku harap bsa di post lbih cpt ya chi gu

      6. Whooaa kasiannya sooyoung sendiri dikorea dikelilingi orang2 jahat. Semoga kyuhyun cpet sadar. Kepo banget sama misteri asal usul sooyoung.

      7. masih mau komentar nihh.. thor di part 5 nanti bimin moment kyuyoung lebih banyak donk.. kalau bisa di bikin part nc atau moment romantis mereka.. aku harap requesan aku di dengar sama author..

      8. Ntar perkataan dri ayah kyuhyun bakalan terjadi tapi tak tahu kapan nya…
        kereen ditambah lg ntar ada changmin pasti changmin bkal sering ketemu sma sooyoung ditunggu bngt next partnya ka…

      9. lucu bgt sih kyuyoung 😁
        Sooyoung eonni tegar banget
        Jiyeon sama minseok apa2an sih

        Eaaa, second man nya dah muncul

        Next part ditunggu ☺

      10. Suka sikap sooyoung disini, dia ga mudah ditindas. Kyu punya saingan kuat, dia ga bisa nyuruh soo semena mena. Jadi ga sabar liat mereka jatuh cinta

      11. Soo eonnie berani banget. Kalo soo eon & changmin dekat, apa ya yg akan dilakukan kyu oppa.
        Thor jangan lama-lama dong updatenya.

        Next part ditunggu

      12. Keren…ff nya semakin seru dan menarik.
        Aq harap changmin akan jatuh cinta kepada soo n berusaha mendapatkan cintanya serta membuat kyu cemburu. Kyu menyadari dan akan memperjuangkan cintanya.
        Next part nya jangan kelamaan chingu n aq harap smoga ff nya tambah panjang.

      13. Soo hdpny bnr” rumit kedepannya y jd ikut pusing q ,,,, smg dy sabar n tegar aja 🙂 …. Fighting” eon next

      14. uwahhh uda lama nunggu ff ini dan ff nya juga makin seru ,, apalagi disini konflik nya uda nampak,
        aigoo setiap ff memang ngga lengkap kalau ngga ada penganggu,, changmin dan jiyeon bakal berjuang nih tapi semoga saja kyu cepat sadar sebelum masalah itu datang tapi kayanya itu mustahil karna yah gitu dehh ,,
        pokoknya aku tunggu next nya dan keep fighting thor

      15. Keren.. keren.. keren… sooyoung sama myuhyun makin lucu ajah. Tapi apa ya yg terjadi selanjutnya sama sooyoung aankah dia dapet pahitnya kehidupan bersama kyuhyun ? Pas tau kalo jiyoung sama minsuk punya rencana jahat aku sudah gak suka banget sama mereja jahat amat sih pikirannya licik

      16. Eiy jiyeon sama minsuk yg bakal jahat sama sooyoung, dan pura2 baik sama soo dihadapan kyu, akankah begitu kelanjutannya? Thor jangan kasih cobaan yg terlalu berat untuk uri soo kasian thor, cukup kyu aja yg jahatin soo :v next dong jan lama2 :((

      Leave a Reply

      Fill in your details below or click an icon to log in:

      WordPress.com Logo

      You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

      Twitter picture

      You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

      Facebook photo

      You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

      Google+ photo

      You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

      Connecting to %s