Imprint, The Match From Heaven (Chapter 2)


image

Title         : Imprint

Author    : Chairunnisa

Genre     : Drama, Romance, Comedy n Family (Marriage Life)

Casts      :

    • Harshad Arora as Himself
    • Preetika Rao as Herself
    • Shakti Arora as Himself
    • Other Casts: Find in The Story

    Haluu My Good Readers yang berbahagia maupun yang lagi nelangsa, maafkeun diri ini yang sudah membuat kalian menunggu lama dan terkungkung dalam penantian panjang tanpa kepastian, fan fict ini eke dedikasiin untuk kalian yang selalu menantikan karya2 gue dan selalu rela menyisihkan waktu dan beberapa huruf untuk meramaikan blog gue. Semoga gak kecewa yaa walaupun part ini gue sadari masih sangat standard. Mohon maaf juga kalo typo bertebaran di sepanjang alur, Happy Reading.

    Fan Fiction ini dibuat dengan ketulusan hati Author yang dilatar belakangi akan kerinduan akan moment-moment indah couple dunia akhirat kita Harshika. Semua kisah, penokohan serta setting di dalamnya MURNI hanyalah hasil imajinasi author pribadi yang terinspirasi dari berbagai kisah dengan menggunakan cast Harshad dan Preetika serta artis-artis lainnya, alasan penokohan dan penggunaan cast, semata-mata hanya agar kisah ini menjadi lebih imajinatif dan pembaca lebih bisa mendalami setiap karakter di dalam cerita. Jadi harapannya semoga tidak terjadi kesalahan penafsiran, mohon anda bisa membedakan antara Fan Fiction dan Fakta.

    Imprint Chapter 2

    “Hey!!” Harshad masih sempat menahan gadis itu dengan menarik tangannya hingga tubuh gadis itu tertarik ke arahnya, sesaat Harshad berhasil mendekap gadis misterius itu hingga jarak mereka saling merapat, secara otomatis pandangan mereka saling bertemu ia bisa menatap mata gadis bercadar hitam itu, mata indah yang pernah ia lihat sebelumnya. Ia masih bisa melihat mata bening berwarna cokelat terang itu meski di bawah cahaya bulan yang berpendar.

    “Kau?” Tanya Harshad kemudian seolah ia mengenalinya, namun gadis itu malah memanfaatkan kesempatan dari keterpakuan Harshad untuk mencari cela dan meloloskan diri dan ia pun akhirnya berhasil meloloskan diri.

    Harshad memutuskan untuk tak menahan gadis itu ataupun mengejarnya meski itu mudah baginya, karena gadis itu sudah meninggalkan jejaknya. Ia meninggalkan sebuah badge yang merupakan kartu tanda pengenalnya, sejenak Harshad pandangi photo yang terpampang di badge itu, benar! pemilik mata itu adalah pemilik yang sama yang pernah ia lihat sebelumnya. Badge itu akan membawanya pada sang gadis misterius.

    Sementara, merasa sukses dengan misinya, Pree pun pulang ke rumah dengan hati riang. Sesampainya di kamar, tanpa ingin menunda-nunda lagi, ia langsung menghadap komputernya berniat untuk segera membuat artikel tentang berita besar yang baru saja diperolehnya dan mengirimkannya kepada pihak editor, ia sudah tidak sabar melihat berita itu dimuat dan menjadi head line di situs berita online kantornya, seolah maha karyanya akan segera dipamerkan dan disaksikan ribuan orang.

    Terbayang sudah hal-hal menyenangkan yang akan terjadi karena hasil dari kerja kerasnya dengan berita menggemparkan ini, melihat pencapaiannya ini, Pak Nakuul pasti akan terkesan dan memuji habis dirinya, menaikkan gajinya bahkan jabatannya, pamor Harshad Arora pun akan jatuh dan perlahan-lahan karirnya hancur, dan Shakti Arora akan menemuinya untuk berterima kasih padanya karena sudah menyingkirkan saingannya, rasa terima kasih itu akan berubah jadi simpati, lalu perlahan menjadi cinta, lalu mereka pun akan menikah dan bahagia selamanya.

    Wajah Pree tiba-tiba merona merah membayangkan akhir indah dari kisah cintanya bersama Shakti.
    “Aahh.. Ya Ampun! Aku tidak pernah memikirkan ini sebelumnya,”gumam Pree malu-malu.

    Namun khayalan indah itu tiba-tiba sirna diselingi oleh sekelabat kilasan wajah pria yang baru saja ditemuinya, tatapan mata saat insiden di red carpet dan yang terjadi barusan. Pree menggeleng keras berusaha menepis bayangan ‘menyeramkan’ itu.

    “Ahh.. tidak tidak! Pasti ada yang salah dengan limbik otakku sekarang, otakku yang polos ini pasti sudah ternodai gara-gara melihat kemesraan dua pria Gay jahanam tadi! Aisshh.. aku memang harus segera membuat artikel tentang kisah cinta sepasang gay itu, jadi aku bisa tenang tanpa bayang-bayang aktor kelas teri itu lagi!”

    Segera Pree membuka laptopnya dan menyalakan monitornya, dengan penuh semangat ia pun segera mengetik dan menyelesaikan artikelnya, tadinya ia berniat akan mengirimnya kepada pihak editor melalui email untuk direvisi dan akhirnya diposting, namun tiba-tiba ia berubah pikiran.

    “Kenapa juga aku harus menundanya dengan mengikuti prosedur? Aku sudah 2 tahun bekerja sebagai jurnalis, aku bisa mengeditnya dan mempostingnya sendiri, okay! Ini akan menjadi kejutan untuk semua orang,” Pree bergumam lalu segera ia melanjutkan mengetik artikelnya dengan penuh semangat.

    Sebuah artikel telah berhasil dibuat, Preetika begitu terharu ketika akan mengepost artikel dan hasil kerja kerasnya selama beberapa malam bak seorang Pablo Picaso yang menyelesaikan maha karya nya dan akan memamerkannya kepada semua orang.

    ****
    Pagi harinya, Pree berangkat ke kantor lebih pagi dari biasanya, dia sudah tidak sabar melihat hasil postingannya semalam. Bagaimana reaksi semua orang mengetahui berita besar itu?

    Sesampainya di kantor, ketika sedang berjalan melewati lobby kantornya, benar saja Pree langsung disambut dengan kasak kusuk resepsionist yang membicarakan isu paling menggemparkan pagi ini, dan tentu saja Pree sudah bisa menduga apa yang mereka bicarakan meskipun dalam kesayup-sayupan.

    “Oh, ya Ampun! Apa ini? berita macam apa ini? Harshad Arora penyuka sesama jenis?” Resepsionis bernama Shwitu itu berkomentar seraya memelototi layar komputernya.
    “Iya, semalam aku sudah melihatnya, dan semalaman juga aku tidak bisa tidur memikirkannya, aku benar-benar patah hati, aku tidak percaya aktor setampan dan seperkasa itu adalah seorang Gay…” Sona, si resepsionist yang satu lagi yang dikenal sebagai harshadian garis keras menyampaikan isi hatinya.
    “Ahh!! Aku merasa terhina sebagai seorang wanita, sebenarnya apa kurangnya wanita? Apa enaknya hanya makan sayur jika kita bisa makan daging?”

    Pree yang mendengar obrolan menarik itu tentu tak mau ketinggalan, ia patut berbesar kepala karena artikelnya kini diperbincangkan orang-orang, segera saja ia datangi kedua gadis itu dan ikut menimpali,
    “Sebenarnya tidak ada yang salah dengan wanita cantik seperti kita ini, biar bagaimanapun wanita tetap menjadi mahluk paling indah dan menarik, pria itu saja yang tidak normal, mungkin dia dilahirkan dari lepehan permen karet, bukan dari rahim seorang wanita,” Pree menimpali.

    “Pree… kau yang mengepost berita ini kan? Jangan bilang kau mengedit gambar-gambar ini karena kau antis Harshad?!” Di luar harapan, justru Shwitu malah mulai mengintrogasi Pree, seolah Pree adalah seorang tersangka.
    “Apa jangan-jangan karena kau dendam padanya, karena Harshad sudah mengalahkan Shakti di ajang penghargaan itu?!” Sona ikut curiga, ya.. selama ini Sona dan Pree sering berdebat jika sudah membandingkan masalah Harshad san Shakti, Pree jelas-jelas adalah antis Harshad dan fans fanatik Shakti, jadi tentu saja dia punya motif kuat untuk menghancurkan Harshad.

    “Hey tutup mulut kalian! bagaimana kalau ada yang mendengar dan mengira aku benar-benar melakukannya? Asal kalian tau saja semua berita ini 100% fakta, dan aku benar-benar melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, enak saja!”

    Pree menundukkan wajahnya dan mengarahkan kedua gadis itu untuk merapatkan kepala mereka seolah Pree akan mengungkapkan sebuah rahasia besar, dan hanya mereka yang boleh tau.
    “Semalam aku benar-benar melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, rasanya seketika tubuhku demam tinggi saat melihat Harshad memeluk mesra pria asing itu,” kali ini Pree setengah berbisik
    “Be..benarkah?” Sona shock berat mendengar aib aktor idolanya.
    “Tentu saja! dan kau tau apa yang pria asing itu katakan kepada Harshad? dia berkata dengan penuh manja seperti seorang gadis remaja ‘aku mencintaimu Harshad, aku mencintaimu seperti api melahap kayu bakar’ begitu katanya! Kalian bisa bayangkan itu?” Pree mulai mendramatisir ceritanya.
    “Ya Tuhan! jauhkan aku dari pria-pria seperti itu,” Shwitu mulai terpengaruh dengan cerita Pree.

    “Sebenarnya ini bukan pertama kalinya Harshad diisukan Gay, dia juga pernah diisukan gay saat kedapatan berada di pesta perkumpulan Gay di Belanda dulu,” Sona menambahkan seolah ia mulai berusaha menerima kenyataan pahit tentang idolanya
    “Sebenarnya aku sudah tidak heran lagi mengetahui Harshad Arora itu seorang gay, lihat saja penampilannya itu dia suka sekali mengenakan celana kulit ketat, baju transparant dan rambut yang disisir satu arah, itu adalah ciri-ciri utama seorang gay,” Pree berucap takzim dan penuh keyakinan.
    “Ahh, baiklah mulai sekarang aku tidak akan mengidolakan Harshad lagi, harapanku untuk menjadi istri simpanannya pupus sudah” kata Sona putus asa.
    “Tentu saja kau memang harus melakukannya sejak dulu,” Pree menyentuh bahu Sona seolah ia prihatin dengan kesedihan dan kekecewaannya.

    ****

    Sudah seminggu sejak pemberitaan itu keluar, dan berita itu dengan cepat menyebar ke seantero penjuru negeri tanpa kendali siapapun bahkan dunia internasional bak api melahap gubuk tua. Pree bahkan tak perlu repot-repot mengupdate perkembangan beritanya karena masing-masing situs dan media massa berlomba memberitakan dan menyebarkannya.

    Tentu saja berita semacam  itu akan menjadi kontroversi besar mengingat masing-masing masyarakat memiliki pandangan dan perspektif yang berbeda tentang isu penyimpangan ini, terlebih lagi di India sendiri yang tergolong masyarakat yang sangat konservatif, LGBT masih menjadi sesuatu yang tabu dan merupakan aib besar yang tidak patut dicontoh dan wajib diperangi terlebih lagi dilakukan oleh seorang aktor yang tengah bersinar dan menjadi idola remaja masa kini.

    Selama berhari-hari berita  itu terus menjadi perbincangan dan perdebatan yang tidak ada habisnya, masing-masing berasumsi, beropini dan mengembangkannya menjadi isu baru, melalui gambar tanpa rekayasa dan isi artikel yang dikemas secara meyakinkan dan sedikit dramatis, banyak yang berkeyakinan bahwa berita ini bukan hanya rumor. Terlebih lagi meski masing-masing wartawan dan media berlomba-lomba menggali dan memburu perkembangan berita ini, tapi tak satupun yang berhasil memperoleh konfirmasi apapun dari pihak terkait.

    Pihak Harshad Arora tak pernah berhasil dimintai keterangan apapun bahkan Harshad yang terus dituntut untuk melakukan konferensi pers tak pernah terlihat batang hidungnya, ia menghilang bak ditelan bumi seolah ia adalah seorang kriminal yang masuk ke dalam daftar pencarian polisi.

    Padahal, sang aktor tak pernah menyadari kehebohan yang ditimbulkannya, karena  sejak berita itu keluar secara tiba-tiba, Harshad sedang asik berlibur ke Ibiza, Spanyol dimana dia memutuskan segala akses komunikasi karena tak ingin liburannya terganggu dengan urusan pekerjaan.

    Setelah seminggu menghabiskan waktu berliburnya, sang aktor yang paling dicari itu akhirnya pulang ke India, tentu saja seperti kepergiannya, kepulangannya juga belum tercium oleh pihak pers.

    “Yaa… Harshad baru saja pulang dari berlibur dan dia sudah memutuskan untuk menandatangani kontrak dengan Bapak secepatnya,”  Sumeet kini tampak menelepon seseorang.

    Harshad yang melihatnya dibuat geram, baru saja ia menginjakkan kakinya di India sudah ada saja panggilan pekerjaan.
    “Ck! Apa-apaan mereka itu? Apa hanya aku aktor di negara ini? Apa aku berhutang kepada mereka?” Harshad mendengus kesal, segera ia memburu kulkas dan mengambil bir dingin kalengan di dalamnya lalu duduk santai di sofanya.

    “Apa? Dibatalkan?! Tapi kenapa dibatalkan? Bapak tidak bisa seperti itu disaat kami sudah setuju untuk kerjasama ini,” Sumeet tampak bernegosiasi dengan pihak penelepon bahkan terkesan memohon, dan Harshad paling membenci hal itu.
    “Hey apa yang kau katakan? Kenapa memohon pada mereka? Memangnya aku butuh mereka apa?!” Harshad memekik memprotes sikap mengiba Sumeet.

    “A..apa diganti?! Bapak bercanda kan? Harshad bahkan baru saja mendapatkan penghargaan aktor terbaik, Aktor mana lagi yang bisa membuat film anda box office dalam hitungan hari?… Skandal? skandal apa maksud anda? Harshad adalah aktor teladan bagi para remaja…. Apa?!” Sumeet masih melanjutkan percakapannya dengan si penelepon seakan tak memperdulikan titah Harshad, dan terang saja itu membuat Harshad dengan sikap arrogan dan gengsinya geram. Sumeet sedang sibuk berdiplomasi dengan pihak penelepon, namun Harshad menghentikannya dengan merebut teleponnya dari sahabat sekaligus orang kepercayaannya itu.
    “Hallo.. ini aku Harshad, anda ingin membatalkan kontrak dan menggantikanku dengan aktor lain? Baiklah, itu bagus sekali, jadi aku tidak perlu berbasa-basi, yaa.. sejak awal aku memang tidak berminat untuk bekerja sama dengan anda, ada begitu banyak tawaran, jadi aku harus benar-benar menseleksi tawaran-tawaran itu, jadi mohon maaf secara resmi aku katakan aku tidak bersedia menandatangani kontrak dengan anda, terimakasih,” Harshad menyerocos tanpa memberikan jeda kepada si penelepon untuk mengatakan apapun, ia bahkan tak memberikannya kesempatan untuk berbicara karena seketika ia memutuskan teleponnya secara sepihak.

    “Harshu… Apa yang kau lakukan?” Protes Sumeet
    “Justru aku yang bertanya padamu, apa yang kau lakukan?! Sudah kubilang jangan pernah mengemis pada orang lain, mereka yang membutuhkan kita, bukan sebaliknya, untuk apa kau memohon kepada mereka? Aku tau pasti mereka tidak bisa membayarku mahal makanya mereka membatalkan kontrak,” makinya kesal.
    “Tapi.. masalahnya, selam seharian ini sudah ada 4 proyek yang batal dan kali ini mereka akan menggantikan peranmu, katanya peran itu akan dialihkan kepada Shakti Arora”
    “Apa kau bilang? Kau jangan main-main Sumeet!” Harshad langsung berdiri lalu seketika menarik kerah baju Sumeet membuat pria gempal itu harus berjinjit karena Harshad sedikit mengangkat tubuhnya.

    “Lepaskan Harshu, aku serius, mereka benar-benar menyerahkan peran itu kepada Shakti,” Harshad akhirnya sedikit berbaik hati dengan melepaskan Sumeet,
    “Apa mereka sudah gila? Kenapa mereka melakukan ini? Mereka pasti tidak bisa membayar aktor papan atas sepertiku,” Harshad mulai kesal seperti biasanya ketika ia harus berurusan lagi dengan musuh bebuyutannya itu.

    “Mereka membatalkan kontrak itu karena image burukmu di masyarakat saat ini,”
    “Apa? Image buruk?! Aku bahkan baru saja mendapatkan penghargaan besar, berani sekali mereka menghina imageku?!”

    “Apa kau sudah melihat internet?”
    “Untuk apa juga aku melihat internet? mereka hanya menuliskan pesan yang sama dan membosankan padaku setiap hari,”
    “Sepertinya kita harus melihat skandal apa yang tersebar tentang dirimu, sepertinya itu bukan skandal biasa,”

    Harshad tidak peduli, ia kembali duduk di sofa dan menghabiskan minumannya. Namun Sumeet tetap mencari tau apa yang terjadi, dan benar saja firasatnya, skandal kali ini bukan skandal biasa seperti kasus perselisihannya dengan Shakti atau kencannya dengan beberapa wanita, tapi kasus yang lebih menghebohkan dan sulit dipercaya yang terjadi.

    “Astaga! Apa ini? Aku hanya mengetik kata kunci namamu saja di google, dan skandalmu berada di urutan teratas hasil pencarian! LGBT?!”
    “LGBT?! Si… Siapa yang mereka sebut-sebut sebagai Gay?! Aku?! Apa mereka sudah tidak waras? Csh!” Awalnya Harshad menanggapinya dengan santai, 2 tahun yang lalu dia juga diisukan gay, hanya karena diundang di acara seorang teman yang bahkan ia tidak tau seorang gay namun berita itu berlalu begitu saja dan sama sekali tidak berpengaruh apa-apa terhadap karirnya.

    “Harshu, tapi ini… kau… tidak sedang jatuh cinta padaku kan?!” Sumeet menatap Harshad takut-takut, seolah tersugesti ia mulai terpengaruh dengan pemberitaan yang baru saja ia baca.
    “Apa?!” Harshad merenggut tab Sumeet dari tangannya.

    Dan akhirnya Harshad bisa melihat kekacauan apa yang terjadi tanpa dia sadari seseorang telah menyebarkan photonya yang berpelukan dengan seorang pria yang sudah bisa ia tebak adalah Danielle temannya dari Perancis, dan ia tau gambar itu memang nyata, tapi faktanya tentu saja tidak seperti yang terlihat dalam gambar dan apa yang diberitakan.

    Ia mengingat-ingat kapan tepatnya photo ini diambil? Dan ingatannya langsung tertuju kepada malam terakhirnya di Mumbai sebelum keesokan harinya berlibur ke Ibiza, berlokasi di club malam dimana biasanya ia berkumpul bersama teman-temannya, malam itu dia bersama Danielle berbincang di parkiran, ketika ia mendengar suara alarm mobil dan bertemu dengan gadis misterius bermata indah itu.

    “Brengsek!! Gadis itu yang melakukannya!” Maki Harshad.
    “Siapa gadis yang kau maksud? Gadis yang mana?” Sumeet masih bingung.
    “Gadis yang menyerangku di red carpet dan memata-mataiku, dia pasti sengaja melakukan ini, kita harus mencarinya, Gadis itu pasti suruhan Shakti,” Harshad menggenggam sebuah badge yang ia ambil dari dalam lemarinya, seraya memandangi photo 3 x 4 yang terpampang badge yang diperolehnya di saat yang sama ia bertemu dengan gadis mata-mata itu.

    “Shakti? Apa urusannya dengan semua ini?”
    “Kau ingat? 2 tahun lalu ketika skandal gay pertamaku, aku juga sempat bertemu dengan manajernya di acara itu lalu sekarang pun begitu, dia mengirim seorang wartawan untuk menjatuhkan aku melalui gadis itu, tapi… baiklah kalau dia ingin bermain-main denganku sebelum aku hancur, dia pasti yang lebih dulu hancur,”
    ****

    “Ibu, Ayah aku pergi ke Kantor sekarang!” Pekik Pree yang kini sudah berada di luar rumah setelah berlari keluar dan melewatkan agenda sarapan bersama keluarganya”
    “Hei… mau kemana kau? Ibu sudah siapkan sarapan untukmu, makanlah,” teriak sang Ibu.
    “Tidak perlu Bu, aku hari ini sedang berpuasa,” kali ini Pree terpaksa harus berbohong demi menghindari paksaan Ibunya, sarapan adalah saat yang selalu ingin ia lewatkan karena saat itulah kesempatan bagi kedua orang tuanya untuk mengintrogasinya terutama untuk masalah jodoh.

    “Kasihan sekali putriku, Preetu pasti sekarang rajin berpuasa demi mendapatkan jodoh,” Nyonya Radha berkomentar dari dalam rumah.
    “Yaa… tapi syukurlah dia akhirnya sadar juga, sudah kukatakan, ada saatnya dia juga akan menyadari bahwa tidak selamanya dia bisa hidup sendiri di dunia ini, kita hanya perlu bersabar sedikit hingga waktunya tiba dia menemukan pria yang tepat untuknya” gubris sang ayah.

    ****
    Untuk sampai ke kantornya, Pree harus berjalan kaki beberapa meter terlebih dahulu ke halte bus. Di tengah perjalanannya tiba-tiba saja Pree dikagetkan dengan sebuah mobil Fort silver mendarat di depannya dua orang pria berjaket kulit hitam turun dan menghalangi jalannya.

    Pree awalnya pura-pura tidak memperdulikan mereka, dengan menundukkan pandangannya ia berusaha menyalib dan mencari jalan lain tanpa harus menerobos tubuh kedua pria berwajah sangar itu. Namun kedua pria itu malah menahan langkahnya dengan menekahan bahunya.

    “to..tolong biarkan aku pergi tuan,” kata Pree mulai takut.
    “Nona Preetika Rao?” Tanya pria legam berperawakan Tamil itu.
    “I.. iya, ka..kalian si..apa?” Pree tergagap.
    “Kami dari kepolisian, kami datang kesini untuk menahan anda,”
    “Polisi?” melihat penampilan mereka yang tampak lebih seperti preman daripada seorang polisi, terlebih lagi tanpa atribut kepolisian misalnya seragam yang menjadi identitas pasti seorang yang berwenang, Pree tidak bisa percaya begitu saja.
    “Maaf Pak, anda salah orang. Aku bahkan tidak melakukan apapun,”
    “Anda kami tahan atas tuduhan fitnah dan pencemeran nama baik,” ucap pria itu.
    “A.. apa?! Ta..tapi siapa yang…” belum sempat Pree melengkapi kalimatnya ketika ia dikagetkan dengan sebuah borgol yang sudah melingkar di pergelangan tangan kanannya dan memasungnya.

    “Apa-apaan ini?! Aku tidak bersalah Pak, aku tidak melakukan kesalahan apapun!! tolong lepaskan aku!” Pekik Pree panik.
    “Kau akan menjelaskannya nanti di depan bos kami,” dua orang tamil asing itu lalu menggiring paksa Preetika untuk masuk ke dalam mobil, membuat perasaan Pree semakin tidak enak, ia merasa seperti sedang diculik.

    “Tolooong! to….” baru saja ia memekikkan suara cemprengnya ketika salah satu pria itu membekap mulutnya dan menjebloskanya paksa masuk ke dalam mobil. Lalu membawanya entah kemana.

    ****

    Sekitar 30 menit kemudian, bukannya dibawa ke kantor polisi seperti yang seharusnya, Pree justru dibawa ke sebuah rumah. Pree yang masih bingung sesaat melongo mengedarkan pandangan di sekelilingnya, bukannya berada di sebuah gedung tua yang kotor seperti yang ia bayangkan layaknya adegan penculikan dalam film-film, justru ia dibawa ke sebuah rumah mewah yang cukup besar namun terdesign minimalis dan elegan menandakan sang pemilik rumah adalah seseorang yang cukup modern. Namun Pree segera menepis segala kenyamanan itu, ia menyadari bahwa seekor sapi akan diberi makan yang banyak terlebih dahulu sebelum akhirnya dipotong, ia mulai menggigil ketakutan, bagaimana kalau ternyata rumah ini adalah rumah seorang mucikari dimana sebentar lagi dia akan dijual ke Russia untuk dijadikan wanita PSK seperti dalam film ‘Taken’?

    “Pak.. kenapa kita tidak ke kantor polisi? Kenapa malah ke tempat seperti ini?” Tanya Pree takut-takut.
    “Bodoh! Apa kau benar-benar percaya kami ini seorang polisi?! Ahaha” kedua pria itu terbahak menertawakan kebodohan Pree.
    “Nona tenang saja, Nona hanya perlu melayani tuan kami saja,”
    “A… apa?!” Pree semakin ketakutan, jadi sekarang dia akan menjadi tumbal seorang bos preman untuk melayaninya?

    Seorang pria kemudian muncul dari atas tangga, seorang pria bertubuh gempal.

    “Tuan Sumeet, kami sudah membawa gadis ini kemari,” Pree hampir saja meledakkan tawanya jika saja ia tidak dikawal oleh dua orang pria menyeramkan, menurutnya pria yang sejak tadi mereka panggil sebagai boss bernama Sumeet itu sama sekali berbeda dari yang ia bayangkan. Wajahnya bahkan terlalu imut untuk disebut sebagai bos preman, apa yang bisa pria gempal barwajah seperti bayi itu lakukan pada Pree? sesaat kekhawatiran dan ketakutan Pree lenyap.

    Sesaat pria gempal itu memandangi Pree dari ujung kaki hingga ujung rambut.
    “Tugas kalian sudah selesai, kalian boleh pergi sekarang,” titahnya bak seorang raja memerintahkan pengawalnya, dan lagi-lagi Pree merasa geli, wajah pria itu terlalu jenaka untuk memerintah dua pria tambun yang berwajah sangar itu.

    “Kau, Nona Preetika Rao?” Tanya si pria gempal setelah kedua pria sangar tadi pergi, Pree hanya mengangguk pelan agak ragu, apa yang akan pria itu lakukan jika namanya memang Preetika Rao?
    “Ikut aku!”
    “Kau mau bawa aku kemana? Siapa kau? Apa yang kau inginkan?!” pria gempal berwajah jenaka itu tak menggubris berondongan pertanyaan Pree dan membawanya ke lantai dua, Pree tak bisa berbuat banyak meski ia tau akan mudah baginya melarikan diri karena ia yakin pria gempal itu sama sekali tidak berbahaya, namun borgol di tangannya yang tak kunjung ditanggalkan membuatnya hanya bisa pasrah, gadis itu hanya bisa bertanya-tanya, apa yang akan pria itu lakukan padanya?

    “Hey… apa yang akan kau lakukan padaku? Apa sekarang kau mau macam-macam padaku?! Kau pikir aku takut padamu? Aku akan menendang selangkanganmu jika kau macam-macam padaku, I swear! ” Pree semakin gencar memaki ketika pria gempal berwajah jenaka itu membawanya memasuki sebuah kamar remang yang hanya diterangi cahaya lampu meja.

    “Dimana ini, kau mau apa?!” Pree masih saja bertanya namun, pria gempal itu tak menjawab, ia kemudian menyalakan lampu kamar dan membuat segalanya menjadi terang dan jelas, Pree menyadari sekarang ia berada di sebuah kamar yang tampak cukup besar dan mewah beserta segala fasilitas di dalamnya.

    Pria gempal itu lalu mendudukkan Pree di pinggir tempat duduk berukuran king size lalu melepaskan borgol yang sejak tadi melingkar di pergelangan tangannya.

    “Siapa kau sebenarnya? Kenapa kau melakukan ini padaku?!” Pekik Pree mulai kesal dengan perlakuan pria bantat berwajah jenaka itu.
    “Kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu sekarang juga,” jawaban itu membuat Pree semakin bingung.

    Pria bantat itu lalu meninggalkan Pree sendirian di kamar itu lalu menguncinya dan membuat Pree terkurung di dalamnya.
    “Hey, bantal sofa!! Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau mengurungku disini?! Hey!!” Preetika menggedor-gedor pintu kamar, namun pria bantat itu sama sekali tak menggubrisnya.

    Sementara pintu kamar mandi di sudut ruangan terbuka. Seorang pria mengenakan baju mandi keluar dari sana, dan Pree terlonjak kaget, ia yakin dia pasti sudah tewas di tempat jika ia punya riwayat penyakit jantung melihat mahluk yang kini berdiri di hadapannya.

    “Ha.. ha.. harshad Arora?!” Yaa… pria yang hanya mengenakan baju mandi berwarna putih itu kini berdiri tepat di hadapnnya menatapnya dengan menyeringai nyinyir.
    “Kau mengenalku hanya dengan sekali lihat bukan?” Harshad bertanya balik
    “Kau mau apa? Kenapa kau menculikku seperti ini?!” Pree tergagap, ia mulai ketakutan seperti melihat seorang hantu, namun sebaliknya Harshad hanya menjawabnya dengan tersenyum licik, masih dengan penampilannya yang hanya mengenakan baju mandi ia malah mulai mendekati Pree, ia duduk disamping gadis itu seraya menatapnya lekat-lekat.

    “A..apa yang kau lakukan? Kenapa kau seperti ini?!”
    “Apa yang aku lakukan? Apa yang bisa seorang gay lakukan pada seorang wanita?”
    “Harshad… kau su.. sudah melakukan kesalahan besar! Kau tau, aku seorang wartawan, kau akan mendapatkan masalah besar jika kau macam-macam!” Pree menyerocos ketakutan
    “Ahh!! Jadi kau seorang wartawan? Jadi sekarang kau juga mengaku bahwa kau yang sudah mencemarkan nama baikku dan juga menghancurkan karirku?” Harshad mendekatkan wajahnya ke arah wajah Pree dan sukses membuat gadis itu semakin takut,

    “I… itu, aku…”
    “Apa kau tau hukuman untuk sebuah fitnah dan pencemaran nama baik? 7 tahun penjara!” Harshad berbisik ke telinga Pree yang enggan menatap wajahnya. Mendengar ocehan Harshu itu, Pree kini sontak menoleh dan berani menatap wajah orang di sampingnya.

    “Apa? Penjara?! Pencemaran nama baik?! Ck! Seseorang bisa dipenjarakan jika ia memberitakan sesuatu yang tidak benar, kau tau persis bahwa apa yang ku beritakan memang sesuatu yang nyata dan benar adanya. Heuhh!! Tadinya aku bertanya-tanya siapa pria gempal dan dua pria sangar tadi, dan sekarang aku tau, pasti pria yang bernama Sumeet itu adalah istrimu, kalian pasti sudah menikah di luar negeri, dan dua algojo tadi pasti selirmu,” merasa tidak bersalah kini Pree balik menyerang Harshad tanpa rasa takut, setelah mengatakan itu kembali ia memalingkan pandangannya,

    “Apa?! Berani sekali kau!! Kau tau, kau tidak hanya mencemarkan nama baikku, tapi reputasi dan harga diriku, kau tidak tau apa yang bisa ku lakukan padamu,”
    “Csh! Lakukan saja, meski kau membunuhku dan melemparkan mayatku ke sungai amazone dan menjadikanku makanan piranha, setidaknya aku akan mati terhormat dengan mengungkapkan kebenaran,”

    “Ohh begitu? Kau benar-benar percaya bahwa aku adalah seorang Gay? Sayangnya aku tidak akan membunuhmu, sekarang aku hanya akan memberimu kesempatan untuk membuktikannya, yaa… walaupun pria normal manapun tidak akan tertarik pada gadis kerempeng sepertimu, tapi.. demi pembuktian, aku tidak keberatan kita mencobanya,”
    Mata Pree terbelalak panik ketika Harshad perlahan menarik tali baju mandinya lalu.

    Sesekali Pree menelan ludah, namun demi keyakinannya ia menepis ketakutan itu, dengan segala keberanian untuk sesaat ia menahan dirinya untuk tidak berteriak dan memberontak meski keringat dingin sudah mengalir di dahinya.

    “Csh!! Lakukan saja jika kau bisa, bukannya gay jijik kepada wanita?!” Pree seolah sok menantang, dan itu semakin memancing Harshad untuk memberikan gadis itu sebuah pelajaran. Ia raih tubuh Pree, lalu membawanya berbaring di atas tempat tidur dan menindihnya.

    Aksi itu tak cukup berhasil menggentarkan gadis itu, walaupun kini Pree enggan menatap Harshad dan diam-diam jemarinya meremas seprai sutra hijau muda di bawahnya. Melihat reaksi Pree yang tidak cukup signifikan, Harshad memutuskan untuk melancarkan jurus pamungkasnya, dan ia yakin kali ini gadis itu tak akan bisa lagi menahan diri dan menyembunyikan ketakutannya. Ia lepaskan pakaian mandinya dan menyisakan dadanya yang telanjang dan celana selututnya.

    Pree tak sanggup melihat semua itu, ia pejamkan matanya rapat-rapat. Napasnya memburu tak beraturan. Yang ia tau kini seorang pria sudah menanggalkan seluruh pakaiannya dan mencoba berbuat sesuatu padanya, namun ia masih mencoba untuk meyakini bahwa pria itu hanya mengancamnya saja dan tidak akan pernah bisa berbuat apa-apa padanya, mana bisa seorang herbivora memakan daging?

    Sementara tanpa sepengetahuan Pree, beberapa saat pintu kamar terbuka, Sumeet muncul dari baliknya dan Harshad memberikan kode rahasianya seolah memberitahu bahwa inilah saatnya Sumeet beraksi.

    Sejurus kemudian, dengan bertelanjang dada, Harshad lalu menindih tubuh Pree yang kini pasrah dan Sumeet mengambil beberapa gambar mereka seperti yang sudah direncanakan. Pree tak sanggup membuka mata dan melihat mahluk di atasnya, tapi kulit lengannya menyentuh kulit telanjang tanpa sehelai kain dan ia tau itu adalah kulit perut Harshad, dan tubuhnya semakin menggigil ketakutan.

    Dalam hitungan detik Pree masih mampu bertahan pada keyakinan naive nya itu, hingga kemudian ia tak sanggup lagi menahan segalanya, seketika ia membuka mata dan melihat wajah Harshad benar-benar dekat dengan wajahnya, ia berteriak sejadi-jadinya, dan mendorong tubuh tanpa baju itu dari atas tubuhnya, namun Harshad ingin sedikit bermain-main dengan gadis yang sudah menjatuhkan image nya itu, sesaat ia belai wajah Pree, membuat itu semakin menggigil ketakutan, dan kali ini Pree tak bisa lagi menahan diri.

    “Huahh Harshad, tolong lepaskan aku! Aku mohon, aku menyerah, aku minta maaf tapi aku mohon jangan lakukan ini padaku, hiks…!!” Pree sekarang menangis sejadi-jadinya, seketika keyakinannya bahwa seorang pria gay tak akan mampu menyentuh seorang wanita runtuh sudah.

    Melihat gadis itu sudah menyerah, Harshad tersenyum puas lalu bangkit bediri dan melepaskan Preetika dari dekapannya.

    Sekarang Harshad dan Sumeet terkekeh menertawakan wajah ketakutan Pree, menyadari hal itu Pree menghentikan tangisnya dan bangkit dari pembaringannya, buru-buru ia hapus air mata bodohnya.

    “Istriku… apa yang akan kita lakukan dengan gambar ini? Skandal dengan seorang wanita, bukankah akan mematahkan skandal gayku?” Harshad berbicara pada Sumeet, sengaja ia memanggil Sumeet ‘istriku’ untuk mengejek Pree. Seraya menunjukkan gambar dirinya yang sedang menindih tubuh Pree, yang bisa dipastikan akan menimbulkan kesalahpahaman bagi orang yang melihatnya.

    “Jadi sekarang kalian berbalik menyerangku? ck! Kau sungguh rendah! aktor besar yang punya segalanya seperti dirimu, menindas wartawan lemah sepertiku,” Pree tidak terima, ia masih bisa melawan walapun ia sudah mengaku menyerah.
    “Mau bagaimana lagi? Aku tidak bisa diam saja, jika seseorang berusaha menjatuhkanku, tapi baiklah.. aku kasihan padamu, jadi aku akan memberikanmu tiga pilihan, pertama kau akan kulaporkan ke polisi, ke dua kita akan buktikan bersama-sama apakah aku benar-benar gay atau tidak…” Harshad memotong sejenak kalimatnya, ingin melihat reaksi Pree, dan benar saja mendengar itu membuat Pree tercekak, Harshu tampak benar-benar ingin membuktikan kejantanannya kepada Pree, dan itu membuat gadis itu merinding, Harshu lalu kembali melanjutkan kalimatnya,
    “Dann… yang ke tiga adalah, kau harus memberitahuku, siapa yang menyuruhmu melakukan semua ini?” Pilihan yang ke tiga adalah pilihan yang paling mudah, tapi Pree tidak mengerti maksudnya.

    “Sudah ku bilang, aku adalah seorang wartawan, tentu saja tidak ada yang menyuruhku,” Pree bersikukuh
    “Kau tidak perlu lagi menyembunyikan apapun dariku, sederhana saja,” Harshad melangkah berputar di sekeliling Preetika, dan membisikinya
    “.. kau cukup memberitahuku, orang yang sudah berusaha menjatuhkanku,”
    “Sudah ku bilang, aku melakukannya sendiri, aku tidak bekerja untuk siapa-siapa,”

    “Sumeet, tolong periksa ponselnya, kita tak perlu repot-repot bertanya jika sudah melihat isi di dalam ponselnya,” Sumeet lalu dengan paksa merenggut tas selempang Pree,
    “Hei Bantal sofa! kau mau apa? Kembalikan tasku, aku tidak suka barang-barangku disentuh orang!” Sumeet tak peduli makian gadis itu, ia lalu merogoh isi tas kain gadis itu lalu meraih ponsel di dalamnya,

    “hey! Lancang sekali kalian menyentuh ponselku!!”
    Kedua pria itu tidak peduli, mereka mulai mengutak-atik I-Phone Pree walau tanpa seizinnya.

    Dan seperti yang diperkirakan Harshad, semua bukti keterlibatan Shakti yang ia butuhkan ia temukan di ponsel milik gadis itu. Ia menemukan begitu banyak photo Shakti di galeri Pree, bahkan beberapa gambar Shakti dengan gadis itu, ia tidak tau saja bahwa itu adalah photo editan delusi Pree yang menggabungkan photonya dan photo Shakti, dan di akun sosial medianya, bahkan Pree memfollow akun-akun haters Harshad Arora.

    “Sudah ku duga! Gadis ini pasti suruhannya Shakti,” Harshad menyimpulkan, setelah memeriksa isi ponsel Pree.
    “Sudah ku bilang, aku sama sekali tidak disuruh oleh siapapun, tanpa harus disuruh Shakti, aku juga tetap akan membongkar keburukanmu, karena kau memang pantas mendapatkannya,”
    “Ohh.. jadi kau membenciku? Ini semua karena Shakti Arora, si aktor rendahan itu kan?”
    “Apa kau bilang? Kau bilang apa tadi? Enak saja kau mengatai calon suamiku rendahan…” Pree tercekat, ia kelepasan dan tidak sengaja mengatakan hal yang seumur hidupnya hanya ada dalam benaknya saja.

    “Ohh.. jadi kau, calon istrinya Shakti? Ohh.. Pantas saja,” Harshad berkesimpulan,
    “Maksudku, aku…”
    “Sumeet, kau dengar itu? Semuanya sudah jelas sekarang, Shakti memanfaatkan kekasih gelapnya ini, untuk menjatuhkanku, dasar licik!”

    “Kau yang licik, enak saja mengatai Shakti seperti itu!”
    “Ohh… jadi kau tidak mau mengakuinya? kalau begitu, kau harus melakukan pilihan yang pertama dan kedua, kita buktikan apakah aku benar-benar gay, lalu kau akan ke kantor polisi,”

    “Ke..kenapa kau mengancam wanita tak berdaya sepertiku, heh?!” Pree merasa serba salah rasanya ia ingin menangis sekarang, ia tak punya pilihan apapun
    “Hahaa!! Kau minta tolong saja pada Shakti, apa perlu kuberitahu sekarang padanya? Aku akan meneleponnya untukmu,”
    “Ehh.. jangan jangan! Tolong jangan libatkan dia, katakan, apa yang harus kulakukan untukmu?” Pree akhirnya terpaksa mengalah
    “Kau berjanji akan melakukan apa saja untukku?”
    “I.. iya, kecuali 3 pilihan yang tadi,” Pree mengucapkannya dengan ragu,
    “Tentu saja, kau tidak perlu melakukan itu, kau hanya perlu melakukan satu hal denganku,”
    “Satu hal?”
    “Ya.. satu hal saja,”

    ****

    Saturday Morning,

    Sabtu pagi, Preetika seperti biasa menghabiskan waktu paginya bergelut dengan tempat tidurnya dengan nyaman, akhir pekan memang menjadu surga bagi pecinta kasur seperti Pree.

    Sementara Ayahnya sibuk menyenandungkan kidung puji-pujian rutinnya di hadapan patung dewa Krishna, sang Ibu yang sedang menyiram bunga di halaman depan, sementara Shivangi sedang keluar jogging pagi bersama pacarnya..

    Seisi rumah keluarga Rao kemudian dikejutkan dengan kedatangan seorang tamu yang tak terduga. Mata Nyonya Radha Rao melotot kaget melihat mobil yang berparkir di depan rumah, karena sebelumnya tak sekalipun tamu yang datang ke rumahnya menggunakan mobil semewah itu.

    “Suamiku, coba lihat di depan ada mobil mewah, aku mungkin salah lihat,” Nyonya Rao masuk ke dalam rumah dan memberitahu suaminya.
    “Siapa? Apa dia tamu kita?” Tanya Tuan Deepak.
    “Kalau aku tau, aku tidak akan memintamu melihatnyq, makanya aku bilang lihatlah sendiri siapa yang datang, aku tidak yakin,”

    ****

    “Preetu!! Ayo cepat bangun Nak! Preetu!” Nyonya Rao menepuk-nepuk pipi Pree untuk membangunkannya
    “Hmmhh.. ada apa Bu? Kenapa berisik sekali?!” Jawab Pree malas setengah sadar
    “Ayo cepat bangun, ada yang datang mencarimu, ayo bangun!”
    “Siapa yang datang mencariku pagi-pagi begini?” Pree sudah terjaga dari tidurnya, namun masih enggan bangkit.
    “Seorang pria, pria tampan, dia tampak seperti seorang aktor Bollywood, siapa tadi namanya? Ibu lupa… Arora..Arora..” Sang Ibu mencoba mengingat nama tamu asing itu. Namun mendengar marganya, Pree langsung terlonjak bangkit dari pembaringannya.
    “Shakti Arora?!” Pekik Pree bersemangat, jika menyangkut dengan marga itu, Pree hanya akan mengingat nama itu dari sekian banyak orang di India yang memiliki marga yang sama.
    “Sepertinya begitu…” seperti mesin yang langsung digas, Pree seketika terlonjak berdiri,
    “Ibu… kenapa tidak bilang dari tadi? Aku bahkan belum mandi,” omel Pree sambil buru-buru menghadap cermin dan merapikan rambut dan penampilannya.
    “Makanya Ibu sudah katakan jadilah gadis yang disiplin, bangunlah pagi-pagi sekali. Ayo cepatlah, pemuda itu sudah menunggumu di bawah,” Sang Ibu lalu beranjak meninggalkan kamar dan Pree yang masih sibuk membereskan penampilannya yang masih awut-awutan.

    Setelah yakin penampilannya sudah meyakinkan, dengan hati ketar-ketir Pree keluar kamar dan berjalan menuju ruang tamu untuk bertemu dengan tamu istimewanya itu.

    Dan sesampainya di ruang tamu, ia seperti mendapatkan kejutan yang sangat istimewa, namun bukan kejutan yang menyenangkan seperti yang ia harapkan, seketika Pree merasa begitu membuang-buang waktu dengan merapikan penampilannya untuk menemui orang yang tidak ia harapkan.

    “Kau… apa yang kau lakukan di rumahku?!” Bentak Preetika kepada sang tamu yang tengah duduk manis ditemani oleh ayah dan ibunya.
    “Hai Pree, maaf aku datang kesini tanpa membawa kedua orang tuaku,” kata sang tamu sangat sopan dan itu membuat Pree mual,
    “Apa?! Kau ini bicara apa? Apa yang kau katakan pada kedua orang tuaku?!” Preetika sudah ingin meledakkan makiannya namun masih ia tahan karena masih menghormati kedua orang tuanya.
    “Preetu, kau ini kenapa? Kenapa bersikap begitu kepada calon suamimu?” Sang Ayah tiba-tiba melontarkan kalimat yang membuat Pree bingung.
    “Calon suami?”
    “Sudahlah, kenapa menyembunyikan kekasihmu pada orang tuamu?”
    “A..apa? Kekasih?”

    To Be Continued

    Teaser The Next Next Chapter
    – Pree: Kau mau bawa aku kemana?
    Harshad : Aku akan membawamu kepada calon suamimu, Shakti Arora.

    Akhirnya Pree bertemu dengan Shakti di sebuah pesta, tapi keadaannya tak seindah yang ia bayangkan, Shakti benar-benar mengabaikannya
    “Tuhan, apa selama 11 tahun ini aku sudah salah memaknai imprintku?” Gumam Pree

    Udeh Guys itu dulu Chapter 2, mohon maaf kalo ceritnya gak sesuai ekspektasi, namanya juga belom nemu klimaksnye. Yaudah sangat ditunggu respondnya. komen singkat lebih baik daripada bungkam, komen panjang jauh lebih baik daripada komen seadanya, deehh 😗😗

    Advertisements

    21 thoughts on “Imprint, The Match From Heaven (Chapter 2)

    1. Waaawww kereeennn…aku jadi degdeg ser baca adegan tindih menindih itu hahaha..
      Siip lah mbak TOP BGT..ditunggu part selanjutnya ya..thanks..

    2. biarpun cuma dikit, cukup mengobati kerinduan atas karya mba nisa,…
      ditunggu ya part selanjutnya,… jangan lama lama mba,……
      sukses trus buat mba nisa

    3. Meski gk trllu pnjg,tpi trbyr sdh hutang FF chap 2 nya 😊😀
      Sukses sllu y mbk,smga d mudhkan krya imaginatif dlm mmbwt FF ne..
      D tggu chap k 3 mbk…👍👏👏👏

    4. ciaaaa akhirnya kk nisa post ff y jg hihi, duch aku moo komen gmna lg ya, disaat gx fit z udah sebgus ini gmna lg fit y nie c kk hehe pokok y tulisan kk itu sangat Sempurna membuat readers kyx aku hilang kata kata, pokok y sukses selalu untuk kk,,, and d tunggu next y , semoga cpt sembuh ya😊

    5. Keren, ga nyangka jalan ceritanya bakal seperti inih, seruu, lanjutkan ide2 gokilnya mba , sukses terus , terimakasih sudah menemani kita kita, di tunggu FF 3 nya

    6. Ahahahahaadehhh aku jadi merinding n membayangkan adegan tindihan”an itu wkwkwwk pasti seru tuh 😂🙊ngakak waktu pree dikatain kerempeng sama harshad 😂 nah si summet bantal sofa 😜😂..oh ya g di FF g diserial otak mesum harshad (kyk adegan tindih”an tadi) selalu ada ye 😂 kykny tuh pree salah deh mengartikam imprintnya 😄 makin kesini makin banyak kejutan bagus sekali mbak say 👏👏👍 ditunggu sllu chapter 3 nya 😆😄

    7. Oh may gad 😆aku baru sadar kalau ka Nisa bikin fan fiction lagi pas aku udh tau uhhh aku langsung seneng banget karena emang ini yang aku tu nggu. Dan ceritanya makin seru lagi ihhh pokok nya ka Nisa itu yang paling the best deh kalau soal nulis kaya gini.ditunggu ya ka chapter 3 nya tapi jangan lama lama yah ka.Ka Nisa the best 😆😋😍

    8. Kelamaan post FF yg ke 2 ini jd agak lupa FF yg pertama 😂 bingung mo koment apa😮 heeemmm next ajah deh 😂😂

    9. masih bertanya tanya tentang siapa bule kemarin itu..
      apa kekasih tridha??
      atau siapa..
      jadi masih penasaran apa gay beneran atau gak 😃

      bantal sofa 😂😂
      kotak banget donk 😂😂

      maksudnya harshad melamar preetika ??? 😱😱

      tumben part ini terasa pendek.. cepet banget alur ceritanya 😔

    10. Owhhh my god,, semoga Allah Swt menunjukkan kuasanya, mengirimkan org yg tepat dan bertemu dg mb Nisa, agar semua karya2 mb Nisa dpt dilirik dan diangkat mjd salah satu dr cerita Film… He he. Aamiiinnn ya mb. Oh ya mb, faktologi ttg Harshika nya kpn diluncurin lg, kan bahan nya banyak mb, membedah hasil wawancara penggemar turkiy dg harshad kemaren ttg pree or aliya, atau ada berita2 lain ttg harshika.. Faktalogi nya Udah lama nih mb ditunggu2.. Semangat mb Nisa ditunggu kisah harshika selanjutnya.😊😙

    11. Buaguss Binggo… Maafkeun kalo telat komen di blog mbak… Tapi bener2 bagus bangetz… berasa nyata.. ceritanya nano nano bangetz… Always Well Done mbak… Next chapter jangan lamo2 ya,,,, wes mupeng… nich 🙂 ;P

    12. Teganya dirimu dek, wah, lagi seru2nya kepotong to be continued….*nangis bombay
      Tapi seru bgt critanya,,,
      Ayo!!! Q tnggu lanjutannya, jng lama2 ya…
      Lope lope 4 u…

    13. selalu setia mantengin fan fction nya mba…keren…ga sabar mba nunggu slanjutnya…panjangin lagi ya mba chapter 3 nya…hehrhehehe i love you pullll deh sm mba nisa

    14. Plis plis plis adek…
      Q berharapnya critanya jng kyk Thapki yg pemain utamanya yg udah dicritakan di depan n udh cocok bgt tb2 aja brubah di chapter2 selanjutnya,,,,nyesek dek,..huhuhu
      Moga ttp harshad aja pemain utamanya, cz mreka udah cocok markocok…
      Kl shakti sndri udah cocok markocok jg dg radhika…
      Mereka pasangan yg gk bisa ditukar krn trlanjur cocok banget….
      Plis plis plis…
      Lop lop lop…
      Semangat bwt chapter selanjutnya,,,

    15. Iiihhhh jadi degdegser pas adegan tindih tindihannya akh keren mba gak ketebak jalan ceritanya TOP dah pokona mah 😉😉😍😍

    16. wuuuiihhh…. makin keren nich……
      suka sama alur cerita nya….. keren pokoknya buat authornya kak #nisa… dari beberapa minggu gx bisa baca krn sibuk bgt penasaran bgt sma kisah slanjutnya…. aku dah takjub saat baca chapter 1 beberapa minggu lalu…. semangat ngetk ny y kak…. you r best author….

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s