I Think I Love You! Eottokke?! Part 6

Note: Miann… Kelamaan publish. Author akhir2 ini sibuk banget. Makasih kepada para readers yg selalu support author sehingga kembali meneruskan Fan Fict ini.

Mungkin seperti biasa bakal banyak Typo atau scene gaje bertebaran, harap maklum manusia biasa.

Happy Reading

>>>>>


“Kalian…. hanya… pura-pura menikah?” Ulang In Sung lagi. Seperti maling yang sudah tertangkap basah Kyuyoung hanya bisa terdiam untuk beberapa saat, mereka panik dan bingung harus memberikan jawaban apa kepada aktor kawakan itu…. Kyuyoung saling bertukar pandang sejenak seakan berdiskusi jawaban apa yang sebaiknya mereka berikan…

“Eeehhh… itu… kami….” Sooyoung tergagap

“Ahjussi…. kenapa menguping pembicaran orang lain? Apakah pantas seorang aktor papan atas seperti anda menguping pembicaraan orang lain?” Kyuhyun angkat bicara, mendengar ucapan Kyuhyun yang lagi-lagi di luar prediksi itu membuat Sooyoung terkejut dan mempelototi Kyuhyun, tapi sepertinya Kyuhyun tak memperdulikannya

“Nee? Itu…. aku minta maaf… aku hanya ingin mengembalikkan handphone Sooyoung yang tertinggal di mobilku, dan aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian dan aku benar-benar terkejut soal perkataan tentang menikah pura-pura itu…”

“Haruskah kami menjelaskan masalah kami kepada anda yang baru beberapa jam lalu kami kenal? Baiklah…. agar tidak terjadi kesalah pahaman aku akan nenjelaskannya, bukankah wajar jika orang pacaran itu bertengkar dan mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal? mohon maaf sebelumnya… aku akan terus terang pada anda… sebenarnya aku tidak suka anda terlalu dekat dengan Sooyoung”

“Aaah… anda salah paham Kyuhyun-ssi, aku tidak menyangka kau akan secemburu itu…. tapi kau tau sendiri kan malam ini adalah acara pesta bujang kalian? Ini hanya bagian dari acara itu…. sungguh tidak ada maksud lain”

“Tidak ada maksud lain, tapi beraninya mencium calon istri orang lain? Anda harus ingat bahwa seluruh dunia sudah tau bahwa aku dan Sooyoung akan segera menikah, aku tidak ingin Sooyoung terlibat rumor dengan anda… jadi mohon anda mengerti dengan posisi kami, ayo Chagi… kita masuk…” Kyuhyun lalu menggenggam tangan Sooyoung dan berusaha menariknya, namun Sooyoung berusaha untuk melepaskannya….

“Yyaa!!! kau ini apa-apaan… Oppa…. tolong jangan salah paham, semua yang dikatakannya itu tidak benar… kami…. Aaaa Yyaa!!” Sooyoung belum menyelesaikan kalimatnya namun Kyuhyun langsung saja menyambar handphone Sooyoung yang masih berada dalam genggaman In Sung, lalu menarik paksa Sooyoung untuk memasuki halaman dormnya meninggalkan In Sung yang masih bengong dan bingung dengan sikap dua pasangan ‘aneh’ itu,,, entah kenapa dia masih tidak bisa mempercayai kata-kata Kyuhyun, ia rasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh pasangan muda itu… entah apa yang terjadi, tapi ia akan segera tau jawabannya.

****

“Dasar orang gila!! Menyebalkan! Menyebalkan!!” cecar Sooyoung pada Kyuhyun sambil memukul-mukul lengannya bertubi-tubi saat mereka masih berada di halaman dorm SNSD

“Yyaa!!! tak bisakah kau berhenti menganiayaku…. seharian ini kau terus-terusan menganiayaku… apa kau mau aku laporkan ke polisi Eoh?” protes Kyuhyun.

“Cish… aku lebih baik masuk penjara daripada terus-terusan melihat orang sepertimu!! Jinjja, Kau benar-benar sukses menghancurkan acara kencan romantis ku dengan In Sung Oppa, apakah kau tidak sadar itu?”

“Cish…. kau benar-benar yeoja yang polos dan bodoh!apakah kau tidak dengar yang tadi dia bilang, dia dekat denganmu hanya karena acara pesta bujang ini? apa kau pikir dia benar-benar akan menyukai gadis tengil sepertimu? Sadarlah”

“Mwo? Gadis tengil!! Kau yang pria tengil!! aku yakin tadi dia bicara seperti itu karena kau bicara terlalu kasar padanya. Dan aku yakin dengan lebih dekat dengannya dia bisa saja menyukaiku tapi kau benar-benar menghancurkan semua rencanaku”

“Lagipula apa bagusnya pacaran dengan Ahjussi tua seperti dia? Kau mungkin saja menjadi istri simpanannya… seperti tidak ada pria yang lebih muda saja”

“Aku lebih memilih pacaran dengan pria tua dari pada pacaran dengan pria muda tapi pembohong sepertimu”

“Yang jadi masalahnya sekarang Ahjussi mana mau pacaran dengam gadis kekanak-kanakan sepertimu Eoh?!” Mendengar ejekan Kyuhyun itu, sejenak Sooyoung mempelototi Kyuhyun hingga membuat pria itu sedikit takut.

“Yyaaa!!” Pekik Sooyoung hingga membuat Kyuhyun terlonjak kaget

“Kalau begitu kau tidak boleh menikahiku!! Lupakan saja soal pernikahan konyol ini. Arrasseo!” Sooyoung melangkahkan kakinya cepat menjauhi Kyuhyun, namun Kyuhyun kembali mengejarnya.

“Ya ya ya…. jangan seperti itu… apapun yang terjadi kita tidak boleh membatalkan pernikahan kita nee?!” tiba-tiba Kyuhyun melembutkan suaranya…

“Shiroe!! Aku tidak sudi menikah dengan orang sepertimu”

“Tidak bisa!! pernikahan kita tidak akan pernah bisa dibatalkan. Kau sudah ditakdirkan untuk menikah denganku. Arrasseo?!”

“Mwo?!” Sooyoung menatap Kyuhyun curiga membuat Kyuhyun jadi salah tingkah.

“Yyaa… kenapa kau tiba-tiba jadi terlihat ingin sekali menikah denganku?” selidik Sooyoung.

“Siapa yang ingin menikah denganmu? kau jangan besar kepala begitu… Aku kan sudah mengatakan alasanku mau menikah denganmu… tidak ada alasan lain, apa lagi karena aku menyukaimu, itu tidak mungkin!!”

“Aku tidak bilang kalau kau menyukaiku…” ucap Sooyoung polos namun cukup membuat Kyuhyun salah tingkah, ia juga merasa aneh kenapa dia tiba- tiba mengatakan itu…

“Aahh. sudahlah jangan cerewet!!  sana cepat masuk”

“Isssh dasar orang aneh. Aku tidak akan menikah dengan orang aneh sepertimu. Bleee!” Sooyoung menjulurkan lidahnya pada Kyuhyun kemudian langsung berlari ke dalam Dormnya.

“Yyaaa!!! Choi Sooyoung, kau tidak boleh egois begitu, ini demi keluarga kita. Kalau kau berani membatalkan pernikahan kita, tamat riwayatmu kau dengar itu?!” Kyuhyun masih sempat-sempatnya meneriaki Sooyoung.

Sooyoung’s POV

Pemberitaan tentang pernikahan kami yang menyebar di masyarakat semakin beragam saja, bagi para antis Knight dan Shipper lain, mereka berspekulasi bahwa pernikahan kami hanya skandal buatan dari SM untuk menaikkan pamor kami dan group kami masing-masing, ada juga yang menduga kami hanya di pasangkan dalam program WGM, tapi yang menggemparkan adalah berita kehamilanku, hingga membuat SM terpaksa menikahkan kami, dan aku benar-benar akan gila mendengar pemberitaan itu. Ditambah lagi kedua orang tua kami yang terus-terusan mendesak pihak SM untuk segera melangsungkan pernikahan kami. Akhirnya diputuskan bahwa pernikahan kami harus di percepat, kami  menikah bukan bulan depan tapi dua minggu lagi, dan aku benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa sekarang.

*****

Arrrgh….. Eomma… aku ingin pulang!! sampai kapan pra wedding ini akan berakhir? Ini bahkan bukan hanya poto pra wedding biasa, karena hasilnya akan dijadikan sampul sebuah majalah ternama dan akan dibuat sebuah Video klip, untuk diputar dipesta pernikahan kami nanti. Ini sudah yang ke 4 kalinya aku berganti gaun… mulai dari pakaian tradisional, gaya musim panas, musim salju dan sekarang aku harus mengenakan gaun sutera berwarna hijau toska berekor panjang dengan punggung yang terbuka, kulihat di kaca aku benar-benar tampak bak seorang putri, tapi aku benar-benar tidak butuh dengan penampilaku yang sekarang karena udara di sekitar danau benar-benar dingin dan mereka sungguh jahat menyuruhku mengenakan pakaian seperti ini. Belum lagi aku dan Kyuhyun dipaksa untuk tampil semesra mungkin yang sangat membuatku tidak nyaman, mulai dari berpegangan tangan memeluk, menggendong, semua telah kami lakukan, lalu sekarang gaya apa lagi yang diinginkan oleh potografer sekaligus sudradara yadong itu?

Kini aku dan Kyuhyun telah berdiri di pinggir danau sambil berhadap-hadapan.

“Sooyoung-ssi, aku minta sekarang kau kalungkan kedua tanganmu di leher Kyuhyun dan cium pipinya” perintah sang potografer yadong.

“Nee?!” lagi-lagi aku harus  terkaget-kaget dibuatnya….

“Kedde… kau harus mencium mesra pipi calon suamimu…”

“Ah… Ahjussi… apa tidak ada pose lain selain harus mencium….?” Aku berdalih

“Ini sudah konsepnya Sooyoung-ssi, ayolah kau tidak perlu malu, semua orang kan juga sudah tau kalau kalian akan segera menjadi pasangan suami istri…” Issh, Apa-apaan Ahjussi gila ini? mana mungkin aku mau mencium Kyuhyun… dia pikir aku gadis macam apa? Dan yang lebih menyebalkan lagi, pria yang kini berhadapan denganku itu hanya memasang evil smirknya yang menyebalkan itu, dari senyuman evilnya itu seperti mengisyaratkan tantangan padaku apakah aku berani menciumnya atau tidak. Dan sekarang jangankan menciumnya, aku bahkan ingin sekali mencakar wajahnya.

“Yaa…. kau tidak usah menganggap ini terlalu serius, Kau hanya perlu mendaratkan bibirmu itu di pipiku yang mulus ini tidak masalah kan?” Bisik Kyuhyun

“Mwo? Apa kau tidak pernah berkaca Eoh? Kau pikir aku gadis macam apa yang mau memberikan keperawanan bibirku kepada pria sepertimu?” Sengitku setengah berbisik.

“Kau yakin bibirmu itu masih perawan? Apakah ciuman hari itu sudah kau lupakan?”

“Nee?” Aku kaget mengingatnya, sontak wajahku terasa memanas dan aku yakin pasti wajahku sudah memerah seperti udang rebus jika tidak ditutupi dengan make up. Aissh jinjja! dia benar, aku salah jika mengaku bibirku ini masih perawan, Huaaa… Eomma!! Dia sudah mengambil keperawanan bibirku yang berharga ini, Aku benar-benar frustasi mengingatnya.

“Sooyoung-ssi…. apa kau sudah siap? Tolong jangan terlalu lama mengulur waktu, kita masih harus menyelesaikan 3 sesi lagi setelah ini” Tegur sang potografer

“Ahjussi…. haruskah aku yang menciumnya?” pintaku memelas…

“Aisshh… ini benar-benar membuang waktu banyak.. Kyuhyun-ssi… kalau begitu kau saja yang mencium Sooyoung-ssi… tapi dibibir”

“Mwo??” Ini dua kali lipat lebih mengagetkanku…

“Kali ini kau tidak bisa menolak lagi Sooyoung-ssi, sekarang cepat ambil posisi, kita harus segera mengambil gambar. Kyuhyun mengagetkanku dengan tiba-tiba menarik tubuhku dalam dekapannya, dengan tangan kanannya yang lumayan besar ia menyanggah tubuhku yang menurun agar tidak benar-benar terjatuh ditanah (Ngerti gak gimana posisinya? Bingung ngejelasinnya) … Aku hanya melotot terkejut dengan tingkah spontannya…

“Oke, siap-siap… Hana, dool, set!” Chu…. bibir Kyuhyun dengan sempurna mendarat dibibirku. Lima… yang aku rasakan hanya sesuatu yang hangat menyetuh bibirku, empat… aku seperti melayang entah kemana, tiga…. kesadaraku sejenak hilang, dua… aku mulai menikmatinya… satu… kesadaranku mulai pulih… dan… ciuman itu berakhir dalam jangka waktu 5 detik, Kyuhyun menjauhkan wajahnya dari wajahku dan menarikku untuk berdiri tegap lagi

“Daebak! Daebak!! Pose ini,,, sungguh tampak alami!!” Sang potografer yadong tampak puas….

“Okee… waktunya makan siang, kita istirahat 1 jam” ucap sang potografer… seluruh kru mulai bubar dan mulai menyebar untuk waktu rehat mereka…

“Kyuhyun-ssi, Sooyoung-ssi… maaf para kru tampak sangat kelaparan jadi masing-masing langsung sibuk dengan makan siang masing-masing, jadi kalian bisa ambil sendiri makanan kalian dipendopo di ujung sana, makanannya sudah disiapkan untuk kalian” Jelas salah satu kru.

“Baiklah, kami akan segera ke sana”

*****

Kyuhyun’s Pov

“Ayo… kita kesana, aku sudah lapar” ucapku sambil berjalan pelan berharap Sooyoung akan mengikutiku

“Aku… tidak bisa jalan, gaun ini menyiksaku” Rengeknya

“Kau ini manja sekali sih? Kau hanya perlu mengangkat ekor gaunmu itu lalu berjalan”

“Kau pikir ini mudah? Aku bahkan harus kedinginan dengan gaun seterbuka ini ditambah lagi high heels yang membuatku kesulitan untuk berjalan” mendengar ia mengeluh kedinginan akupun memutuskan melepaskan Tuxedo dan kuletakkan di bahunya agar ia tidak kedinginan lagi, untuk sesaat Sooyoung menatapku bengong dan itu membuatku jadi salah tingkah

“Sudah jangan manja… kau pasti bisa melakukannya, kau lebih kuat dari wanita normal lainnya” Ucapku cuek lalu kembali melangkah meninggalkannya, namun tiba-tiba kurasakan sesuatu menimpa punggungku, aku pun berbalik dan ternyata benda itu adalah Tuxedo yang kuberikan padanya yang sudah tergeletak di tanah.

“Nappeun namja!! Kau jahat, aku benci kau!!” teriaknya dan kini kuliat matanya memerah karena menangis dan itu membuatku terkejut, aku tidak menyangka apa yang aku lakukan barusan akan melukai hatinya.

“Yaa…! Neo? kau menangis?”

“Huaah… Hiks hikss Eommaa!!” ia kini menutup wajahnya dengan kedua tangannya, tangisnya malah semakin menjadi… Akupun mendekatinya

“Yaa…. kenapa kau cengeng sekali? jangan terlalu berlebihan begitu”

“Apa maksudmu berlebihan Eoh? Aku harus menikah dengan pria yang sama sekali tidak mencintaiku bahkan jahat padaku, pernikahan yang selama ini aku impi-impikan nyatanya menjadi mimpi buruk bagiku, aku harus menikah dengan orang yang sama sekali tidak mencintaku, kau bahkan sudah merebut ciuman pertamaku yang kujaga seumur hidupku hanya untuk ciuman pertamaku yang indah dengan suamiku yang mencintaiku, Hikss hikss hikss”

“Yaa…. Uljimaa… tidak enak didengar orang-orang disini”

“Aku tidak perduli, biar saja mereka semua tau kalau kau pria yang jahat, hiks” tangisnya semakin nyaring saja, jika tidak segera dihentikan ini akan menjadi masalah besar.

****

Setelah berusaha keras untuk menenangkan Sooyoung, dengan berbagai rayuan akhirnya ia berhenti menangis, terpaksa aku harus membawakan dia makanan karena ia terus mengambek dan tidak mau jalan kemana-mana, akhirnya kamipun makan di pinggir danau.

“Yaa… pelan-pelan makannya. Nanti kau kesadakan…”Tegurku pada Sooyoung, karena ia makan seperti orang kesurupan.

“Sudah diam!! Urusi saja urusanmu sendiri, semua ini gara-gara kau aku jadi kelaparan seperti ini” ketusnya sambil masih melakukan aktifitas makannya.

****

Setelah menghabiskan makan siang kami, untuk beberapa saat aku dan Sooyoung terdiam, kami hanya sibuk memandangi panorama alam yang indah di hadapan kami, Danau yang luas terbentang dengan permukaan air yang menghijau, serta pepohonan yang rindang di sekitarnya sungguh menyegarkan mata, tidak salah kalau tempat ini sering dijadikan lokasi poto pra wedding, drama maupun video clip.

Kulihat kini gadis yang duduk di sebelahku tampak mengusap-usap tubuhnya karena kedinginan, Tuxedo yang kuberikan padanya enggan ia gunakan, tapi aku tidak akan membiarkannya, ia bisa mati kedinginan jika tetap tidak menggunakan penutup tubuh selain gaun minimnya itu. Diam-diam kukenakan lagi Tuxedoku di bahunya, namun lagi-lagi dengan ketus ia menjatuhkannya, namun aku tidak menyerah, kembali ku taruh lagi Tuxedo itu di kedua bahunya.

“Sudah… Buang jauh-jauh gengsimu itu jika tidak ingin mati kedinginan” ucapku, ia diam dan aku kembali diam untuk beberapa saat.

“Heeefft… Aku tidak menyangka poto pra wedding sangat jauh dari bayanganku” Ucapnya tiba-tiba, aku menoleh kearahnya dan menatap, namun ia masih menatap kedepan seperti akan melanjutkan kalimatnya.

“Pertama kali aku melihat sesi pra wedding adalah saat usiaku 8 tahun, saat itu aku melihat Immo ku akan menikah dan dia melakukan sesi ini, Imo tampak sangat cantik dengan semua gaun yang ia kenakan seperti seorang putri yang ada dalam bayanganku, dan calon suaminya terlihat begitu tampan bak seorang pangeran dalam dongeng, ia tampak begitu menyayangi Imo ku, caranya menatap Imo ku tampak begitu penuh dengan cinta, mereka lalu berpose mesra dan gambarnya mereka abadikan, sejak saat itu aku bercita-cita ingin menikah secepatnya, karena aku ingin merasakan momen pra wedding itu, terlebih lagi aku ingin punya suami seperti suami Imo yang menyayanginya dengan tulus”

“Setelah remaja…. aku menonton sebuah drama romantis, saat itu ada adegan si pria melamar si wanita, malam itu mereka hanya makan malam di sebuah rumah makan cepat saji yang sederhana, sama sekali tidak ada suasana romantis, tiba-tiba si pria dengan gagah berani mengungkapkan niatnya untuk melamar si wanita, ia katakan ia tidak bisa hidup tanpa si wanita, ia ingin wanita itu menjadi ibu dari anak-anaknya, ia ingin wanita itu menjadi orang yang pertama kali yang ia lihat saat ia membuka matanya dan orang yang terakhir kali ia lihat saat ia menutup matanya” perkataannya membuatku terpaku sejenak, di satu sisi aku merasa bersalah padanya, ia pasti sangat menderita sekarang ini, Miann Soo! Aku tidak bisa menghentikan pernikahan ini untukmu, aku berjanji meskipun pernikahan ini bukan karena cinta, tapi karena karir dan keluarga kita, tapi aku tidak akan membuatmu menderita. Entah kenapa tiba-tiba muncul sebuah niat dalam hatiku untuk selalu melindunginya, dan melakukan hal yang sama yang dilakukan si pria dalam cerita tadi, aku jadi merasa cemburu dengan pria dalam drama yang di ceritakan Sooyoung tadi, dan anehnya lagi kenapa sekarang aku jadi ingin memeluknya, dan…. ada yang salah dengan wajah Sooyoung,,, kenapa sekarang aku melihatnya begitu cantik? dan kenapa dada ini jadi bergetar hebat mendengar suaranya, apakah sekarang aku sudah gila? Aku menggeleng kuat mencoba mereset kembali otakku yang sepertinya mulai konslet.

“Heeeft…. sayang sekali aku tidak akan pernah bertemu dengan pria segagah berani dan seromantis itu, yang ada aku malah melakukan sesi pra wedding ini dengan pria aneh sepertimu, tanpa ada lamaran resmi…. Issshhh, aku benar-benar gadis yang malang!!” sambungnya lagi.

“Untuk apa menceritakan cerita fiktif? Aku berani bertaruh, pasti pria dalam drama itu adalah seorang pria miskin yang pengangguran, dan berwajah jelek. Lagipula, apa yang dilakukan pria tadi menurutku sama sekali tidak romantis, aku bahkan dapat melakukan yang jauh lebih baik dari itu” cerocosku

“Isssh… sepertinya aku sudah membuang-buang waktu cerita panjang lebar pada orang aneh sepertimu, kau tidak pernah bisa melakukan sesuatu yang lebih baik dari itu!!” cetusnya lalu berdiri dan berlalu meninggalkanku, menuju lokasi Shooting karena sebentar lagi pemotretan dan Shooting akan kembali dilanjutkan.

*****

Sooyoung’s POV

“Ya Kkamjong-aah!!” panggilku pada Kai saat bertemu di Kantor SM, ia muncul di hadapanku mengambil kopi yang ada di mesin express di hadapanku… Namun ia masih saja bersikap acuh padaku…

“Kkamjong-aa…” Panggilku sekali lagi, namun ia malah melangkah pergi…

“Yyaa!! hanya segitu sajakah nilai persahabatan kita selama 10 tahun ini di matamu?!” teriakku menahan tangis. Langkahnya terhenti, ia lalu berjalan ke arahku. Assa!! Akhirnya kau mulai luluh juga Kim Jong In, hehehe.

“Justru aku yang ingin bertanya padamu, segitu sajakah nilai persahabatan kita sehingga hal penting seperti pernikahanmu saja tidak kau beritahu?” katanya.

“Huaaah, Kkamjong-aa… kau benar-benar tidak mengerti situasi yang kualami saat ini….” aku lalu menceritakan kronologi hubunganku dengan Kyuhyun hingga harus menikah seperti ini dan Assa! Akhirnya Kai langsung luluh.

“Jadi…. kita masih tetap bisa jalan bersama walaupun kau nanti menikah dengan Kyuhyun sunbaenim?” tanyanya antusias

“Tentu saja… tidak akan ada yang memisahkan persahabatan kita termasuk si Kyuhyun ppabo itu”

Dengan membaiknya hubunganku dengan Kai, semuanyapun kembali seperti semula, kami sudah seperti anak kembar yang selalu bersama kemana-mana… dan kinipun kami sedang makan siang bersama di kedai ramyeon favorit kami. Sedang asik-asiknya makan, tiba-tiba handphoneku berdering.

“Sooyoung-aa, ada telepon untukmu” ucap Kai

“sudah reject saja!” kataku cuek sambil masih sibuk dengan ramyeon super panasku

“Tapi yang menelepon ini Kyuhyun sunbaenim”

“Csh… angkat saja, bilang aku sedang di kamar mandi”

“Mwo?”

“Sudah, lakukan apa yang aku katakan” Kai pun akhirnya mengankat teleponnya

“Yoboseyo sunbaenim…” ucap Kai

“Ini… aku Kai…..”

“……”

“Sooyoung…. dia…. sedang di kamar mandi” suara teriakan Kyuhyun bahkan dapat aku dengar, dan Kai harus menjauhkan Hp dari telinganya karena terancam akan merusak gendang telinganya… Kai sepertinya menyerah langsung memberikan HP nya padaku, dengan malas akupun menerimanya.

“Wae??” tanyaku.

“Yaa!! Apa yang kau lakukan bersama pria lain Eoh?” sengitnya

“Csh… mau tau urusan orang saja!!”

“Yya!! Nanti malam jam 7 kau harus datang ke restoran xxxx, ada hal yang ingin kubicarakan”

“Tidak bisa, aku sibuk!!”

“Ini sesuatu yang sangat penting, jadi kau harus datang”

“Issshhh, dasar cerewet!!”

“Kau harus datang kalau tidak tamat riwayatmu!!” Klik…. ia langsung mematikan teleponnya, cish apa-apaan ini? dia pikir dia siapa? Apa sudah menjadi sifat aslinya memaksakan kehendak?

Author’s POV

Lama tidak jalan-jalan bersama dan bertepatan dengan waktu kosong mereka, akhirnya Kai dan Sooyoung memutuskan untuk menghabiskan waktu seharian untuk bersama. Malam harinya, Sookai makan malam bersama

Sementara itu, di tempat yang berbeda pria yang bernama Kyuhyun telah mempersiapkan semua yang ia rencanakan, tempat makan yang ditata secantik mungkin dengan hiasan lampu-lampu yang disekelilingnya, beserta hidangan makan malam yang di tata secantik mungkin, tak lupa ia berpenampilan serapi dan setampan mungkin dan yang terpenting adalah cincin, ia lirik jam tangannya, waktu sudah menunjukkan jam 7.15, namun Sooyoung belum juga menampakkan tanda-tanda kehadirannya, Kyuhyun yang mulai tak sabar memutuskan untuk menghubungi Sooyoung, panggilan masuk tapi tidak diangkat oleh sang empunya handphone.

Sementara itu Sooyoung dan Kai memilih bersenang-senang di tempat karaoke, dan menyanyi sepuasnya, Sooyoung lupa bahwa seseorang di sana tengah menunggunya dengan resah, handphonenya yang berdering beberapa kali tak ia dengar karena berada di dalam tas. SooKai mengundang beberapa teman-temannya seperti Hyoyeon, Taemin dan beberapa member Exo, hingga larut malam mereka terus bergantian mendendangkan lagu, Eunhyuk yang di panggil untuk datang oleh Hyoyeon baru saja tiba.

“Soo-aah…. apa yang kau lakukan di sini?” tanya Eunghyuk yang baru datang.

“Ya menyanyilah Oppa” jawab Sooyoung

“Lalu, mana Kyuhyun?”

“Mana aku tau…”

“Bukankah hari ini kalian makan malam bersama? sejak jam 7 tadi dia sudah berpenampilan rapi, dia bilang akan pergi makan malam bersamamu, sampai aku kesini tadipun dia belum pulang dan ini sudah jam 11 malam” mendengar penjelasan Eunhyuk itu menyadarkan Sooyoung satu hal, tadi siang Kyuhyun memang memintanya untuk menemuinya.

“Mati aku!!!” Seru Sooyoung, lalu tanpa berpamitan kepada teman-temannya buru-buru ia menyambar tasnya dan pergi.

Sementara itu….

“Tuan… restoran kami akan segera di tutup, jadi mohon maaf, anda harus segera meninggalkan tempat ini.

“Kenapa tutupnya cepat sekali? aku kan sudah menyewa khusus tempat ini”

“mohon maaf, restoran ini hanya melayani pelanggan hingga jam 11 malam”

“Cisshh… pelayanan restoran ini ternyata buruk sekali” Bentak Kyuhyun… namun tetap saja, ujung-ujungnya ia tetap diusir dari restoran.

****

Sooyoung pergi ke restoran menggunakan taxi, namun sesampainya ia di depan restoran, restoran itu sudah tampak gelap dan sepi, tak ada lagi tanda-tanda kehidupan di sana dan tentu saja ia sudah tak menemukan sosok Kyuhyun di sana.

“Cish. Ppabo Choi Sooyoung! apa yang membuatmu berpikir dia begitu baik sehingga menunggumu di sini? seharusnya kau bersenang-senang saja tadi bersama teman-temanmu” batin Sooyoung menyesali dirinya.

Ia lihat kini daerah di sekitar restoran itu tampak begitu sepi, hampir tidak ada kendaraan yang lewat…. sekarang ia bingung harus pulang menggunakan apa, ia datang dengan taxi dan sekarang tidak ada taxi yang lewat. Segera saja ia beniat menelepon Kai untuk menjemputnya. Namun sial, ternyata baterai handphonenya habis dan ia tidak bisa menghubungi siapa-siapa

Saat berada dalam kebingungannya itu, tiba-tiba pria bersepeda motor lewat dan berhenti di hadapannya.

“Nona manis sedang apa malam-malam sendirian di sini?” tanya pria itu dengan senyum mesumnya. Sooyoung sejenak diam dan tak menjawab pertanyaan dari pria itu dan malah celingak-celinguk berharap sebuah Taxi akan muncul.

“Nona mencari kendaraan umum ya? Asal nona tau saja. Jam segini tempat ini tertutup untuk kendaraan umum hingga besok pagi”

“Ji… jinjja?!” Sooyoung mulai panik mendengar pemberitahuan pria itu.

“Ya…kalau nona mau… aku bisa memberikan tumpangan pada nona” Sooyoung berpikir sejenak.

“Terserah pada nona saja, jika nona mau menunggu sampai pagi” Sooyoung semakin bingung apakah ia harus menumpang dengan pria yang sama sekali tak dikenalinya itu atau tetap bertahan di sini. Setelah berpikir cukup lama, akhirnya ia memilih untuk ikut dengan pria itu, berharap pria itu adalah orang baik-baik…

Namun baru beberapa meter berjalan, tepat di sebuah taman kota yang sepi, tiba-tiba pria itu menghentikan sepeda motornya…

“Ahjussi, ada apa?” tanya Sooyoung polos

“Sepertinya bensinnya habis nona” jawab pria itu. pria itu lalu menurunkan standar motornya dan turun dari motornya, begitu juga dengan Sooyoung. dan tiba-tiba saja pria itu mulai mendekati Sooyoung, raut wajah pria itu tiba-tiba berubah bak monster yang siap menerkam Sooyoung, Sooyoung yang mulai ketakutan berjalan mundur menjauhi pria itu, namun pria itu semakin gencar mendekatinya.

“Yy…ya!! Ahjussi mau apa?”

“Kita bersenang-senang sejenak nona”

“Mwo? Ahjussi…. orang jahat… To…. toloooong!!!” teriak Sooyoung

“Percuma nona teriak-teriak, tidak akan ada yang mendengar, hahaha” pria itu tertawa iblis

“Toloooong, Ahjussi…. jebbal jangan lakukan itu, huaaah Eomma!! Tolong aku!!!” teriak Sooyoung sambil menangis. Dan belum sempat pria itu menyentuh kulit Sooyoung ketika tiba-tiba seseorang muncul dan langsung memukul keras wajah pria itu hingga pria mesum itu tersungkur ke tanah.

“Kyuhyun-aa…” panggil Sooyoung melihat pria yang muncul tadi… sedangkan pria mesum tadi kembali bangkit dan melakukan perlawanan pada Kyuhyun, ia memukul pipi Kyuhyun sekali dan kemudian kembali dibalas oleh Kyuhyun secara bertubi-tubi. Pertempuran itu berakhir dengan kemenangan telak Kyuhyun dan pria mesum tadi terkapar tak berdaya di atas tanah.

“Kyu….” panggil Sooyoung lagi, namun Kyuhyun tak menjawab dan hanya menarik tangan Sooyoung dan berjalan cepat. Kyuhyun terus berjalan dan menarik tangan Sooyoung tanpa melihat Sooyoung di belakangnya.

“Miann….” ucap Sooyoung pelan.

“Kau pasti kesal, karena aku tidak datang….” Kyuhyun masih diam

“Kau pasti lelah sekali menungguku… Miann…” Kyuhyun menghentikan langkahnya, dan berbalik ke arah Sooyoung, matanya berkilat-kilat menatap tajam Sooyoung. dan Sooyoung hanya tertunduk merasa bersalah.

Dan Kyuhyun benar-benar sukses membuat Sooyoung terkejut ketika ia tiba-tiba malah memeluk tubuh Sooyoung dalam diam.

“Kyu….”

“Lain kali kau harus hati-hati, jangan seperti ini lagi…. karena…. aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku jika terjadi sesuatu padamu….” ucap Kyuhyun tulus. Sooyoung sempat terkejut namun kemudian terharu mendengar kata-kata Kyuhyun.

“Miann… sudah membuatmu menunggu…”

“Sudahlah, jangan bahas itu lagi. Yang penting sekarang kau sudah tidak apa-apa”

“Gomawo” Ucap Sooyoung pelan dan Kyuhyun hanya tersenyum.

“Kyu… kemejamu basah sekali… apa kau tadi berlari mengejar motor yang ku tumpangi?” Tanya Sooyoung pelan. Mendengar pertanyaan Sooyoung itu, Kyuhyun pun langsung melepaskan pelukannya dengan kasar.

“Anniyo…. kau pikir aku ini sudah gila mau-maunya mengejar sebuah sepeda motor?” Elak Kyuhyun

“Tapi kan mobilmu jauh di sana, kenapa kau cepat sekali datang? Kau kan tidak naik mobil?” tanpa menjawab, Kyuhyun langsung berbalik dan mempercepat langkahnya,

“Kau tadi menungguku berapa lama? Apa sejak jam 7 tadi?” Tanya Sooyoung lagi, sambil berlari kecil mengimbangi langkah Kyuhyun

“Tidak… 15 menit kau tidak datang, aku langsung pulang. Kau pikir sepenting apa dirimu sampai aku harus menunggu 5 jam?” ketus Kyuhyun

“Arra… Aku sudah menduganya! Kau bukan orang seromantis itu… tadi siang kau bilang kau ingin bertemu denganku karena ada sesuatu yang penting yang ingin kau sampaikan. Memangnya ada apa?”

“Cish… kenapa ada gadis secerewet dirimu? Sudah jangan tanya-tanya lagi aku sedang kesal padamu. Aku menyesal karena sudah membuang waktu 15 menitku yang berharga hanya demi dirimu”

“Csh… dasar orang aneh!!” Gerutu Sooyoung

****

Kyuyoung lalu pulang dengan mobil Kyuhyun, namun bukannya mobil Kyuhyun langsung pulang menuju arah dorm snsd, Kyuhyun malah menghentikan mobilnya didepan sebuah kedai tenda di pinggir jalan.

“Yyaa… kenapa kita malah berhenti di sini?” Tanya Sooyoung

“Aku lapar!” ketus Kyuhyun dan langsung keluar dari mobilnya, Sooyoungpun mengikutinya.

Kyuhyun memesan Ddokbokki ekstra pedas kesukaannya, dan ia memesannya hanya untuk dirinya sendiri tanpa memperdulikan ia sedang bersama Sooyoung dan seharusnya ia juga harus memesankan makanan juga untuknya.

“Yyaa… kau hanya memesan satu porsi saja? Untukku mana?” tanya Sooyoung.

“Kau lapar? Pesan sendiri saja sana, kalau aku memesan untukmu juga, itu berarti aku juga yang harus membayarkan makanmu, dan aku tidak mau itu”

“Aiisssh, Jinjja! Tidak ku sangka ada manusia sepelit dirimu! Kedde… makanlah sepuas hatimu… aku juga tidak sudi makan semeja denganmu, csh!!” kesal Sooyoung. iapun diam, sambil menopang dagunya, ia memasang wajah cemberut dan mengalihkan pandangannya dari pria yang sedang makan di hadapannya itu, ia terlalu kesal padanya, hingga ia tidak sudi melihatnya makan.

“Yyaa… kau tidak ingin memesan makanan?!” tanya Kyuhyun.

“Aku tidak lapar” ketus Sooyoung, tapi kata bibir sungguh tidak sesuai dengan kata perut , karena kini perut Sooyoung yang keroncongan memperdengarkan suaranya, seakan berteriak-teriak minta makanan.

“Benar, kau tidak lapar?” goda Kyuhyun. Walaupun malu, tapi Sooyoung tetap diam dan memasang tampang cemberutnya.

Sementara itu, satu porsi Ddokbokki sudah habis di lahap Kyuhyun.

“Ahjumma!! Aku pesan satu porsi lagi” Teriak Kyuhyun,

“Yyaa… kenapa tambah lagi…? aku ingin cepat pulang..!” protes Sooyoung

“Aku masih lapar dan aku mau makan lagi, kalau mau pulang, pulang saja sana, tapi jangan menumpang di mobilku” perkataan Kyuhyun membuat Sooyoung kesal namun ia menyikapinya dengan diam. Tak lama kemudian, pesanan Kyuhyun kembali diantar, dan Sooyoung yang kelaparan hanya bisa menelan ludahnya mencium aroma menggoda dari Ddokbokki panas itu.

Dan tiba-tiba saja… ia terkejut karena Kyuhyun menyodorkan sesendok Ddokokki ke mulutnya.

“Makanlah…” ucap Kyuhyun.

“Tidak mau!” Tolak Sooyoung.

“Makan!” Paksa Sooyoung…

“Kalau tidak ya tidak, kenapa suka sekali memaksakan kehendak?”

“Kalau kau tidak mau, kau akan ku turunkan di jalan” merasa trauma dengan kejadian tadi, membuat Sooyoung jadi terpengaruh akan ancaman Kyuhyun, iapun akhirnya membuka mulutnya menerima suapan dari Kyuhyun. Suapan keduanya, masih canggug, suapan ketiga  masih malu-malu, suapan keempat ketagihan dan seterusnya.

Di tengah acara suap-suapan itu, Kyuhyun melihat bibir Sooyoung sedikit belepotan dengan saus Ddokbokki, ia lalu mengambil tisu mencoba untuk membersihkannya, Sooyoung sedikit malu-malu menerima perlakuan manis dari Kyuhyun itu, kini jarak wajah mereka sangat dekat, hanya beberapa senti saja, itu membuat keduanya gugup.

Kyuhyun pun segera menutupi kegugupannya itu dengan segara menjauhkan tangannya dari wajah Sooyoung dan menggeser mangkuk berisi ddukbokki itu ke hadapan Sooyoung,

“Sudah, makan sendiri sana! Malah keenakan disuapi lagi!”

“Arra…! sejak tadi aku mau mengatakan itu” balas Sooyoung, kedai mulai sepi.. Pelanggan hanya tinggal Kyuyoung berdua, Sooyoung tampak sibuk dengan makanannya, sedangkan Kyuhyun tampak gelisah ingin menyampaikan sesuatu.

“Aaaahhhh!!!” Sooyoung menyelesaikan makannya dengan puas….

“Aku sudah selesai makan, ayo kita pulang!!” Sooyoung bersiap berdiri untuk pulang, namun tiba-tiba Kyuhyun berlutut di hadapannya.

“Www… waeyo?” Sooyoung bingung. Tanpa menanggapi pertanyaan Sooyoung itu, kyuhyun merogoh kantong blezernya, dan mengeluarkan sebuak kotak kecil…. ia lalu membuka kotak kecil berwarna biru beludru itu, dan tampak dua buah cincin emas putih yang sangat indah dengan sebuah batu permata di atasnya.

“Igeo Mwoya?” tanya Sooyoung, Kyuhyun lalu menatap dalam mata Sooyoung, hingga membuat gadis itu terpaku.

“Choi Sooyoung, menikahlah denganku…” ucapnya lembut

“Mwo?” Sooyoung masih belum percaya.

“Choi Sooyoung…. aku Cho Kyuhyun, malam ini dengan resmi melamarmu. Aku ingin kau menikah denganku, aku ingin selamanya kau menjadi bagian dari hidupku, jadilah ibu dari anak-anakku, aku ingin kau menjadi orang pertama yang kulihat saat aku membuka mata, dan orang terakhir yang aku lihat saat menutup mataku. Aku mohon menikahlah denganku” Sooyoung terpaku mendengar kata-kata Kyuhyun yang terdengar begitu indah di telinganya, ini bahkan jauh lebih indah dari impiannya sejak kecil, matanya sudah berkaca-kaca menahan tangis haru yang memburu dalam dadanya….

“Choi Sooyoung…. maukah kau menikah denganku?”

TBC

77 thoughts on “I Think I Love You! Eottokke?! Part 6

  1. ya q mau y qu mau….
    aaaaa kyu ppa so sweet bgttt…
    ksian dyadh nunggu lama,ngejar soo eonni,d pukul….skrg dy ngelamar??!!!!ooo sosweet

  2. yeee ahirnya dilamar resmi juga, seneng 🙂
    udahlah pada ngaku kalo kalian saling suka. Aku suka pas bagian pra wedding 🙂
    itu ko Kyuhyunnya malah bilang cuma 15 menit ?padahalkan 4 jam nunggu -…-
    ini harus ketauan sama Sooyoung kalo Kyu nya nunggu sampe jam 11 bukan cuma 15 menit, harus ! 🙂

  3. huaa terharu chingu T.T pas soo crita ttg impian msa kecilnya, pas kyu nunggu soo, pas kyu nyelametin soo, pas kyu nglamar soo itu bener2 keren, kyuuu~ trima soo 🙂

  4. Omo..!!
    So sweet..:D,bnar2 so sweet kyuyoung..:D
    Daebak thor..:),ksihan kyuppa nunggu soo unnie smpe restaurant’a tutup..:D

  5. uwahhh so sweet banget..
    huaaaaaaaa.. kyuppa .. kau berhasil membuatku terpesona saat kau menghajar laki2 bejat itu, dan saat kau melamar soo eonni kau berhasil membuat hatku bergetar
    *apaan suih

    DAEBAK THOR!!!

  6. Apakah I Thing I Love You, Eottokke episode 11 ( Gak tau berapa , Lupa) udh ada blm ?? Ak bru buka blognya skrg … Ak penasaran sama lanjutannya.. Gomawo .

  7. manisnya kyuyoung..
    bikin iri, tapi saya sangat suka.. masih bingung juga, sebenernya gimana yah perasaan kyuhyun yang sebenernya? :/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s