Imprint, The Match From Heaven (Chapter 3)


Title         : Imprint

Author    : Chairunnisa

Genre     : Drama, Romance, Comedy n Family (Marriage Life)

Casts      :

    • Harshad Arora as Himself
    • Preetika Rao as Herself
    • Shakti Arora as Himself
    • Other Casts: Find in The Story

    Fan Fiction ini dibuat dengan ketulusan hati Author yang dilatar belakangi akan kerinduan akan moment-moment indah couple dunia akhirat kita Harshika. Semua kisah, penokohan serta setting di dalamnya MURNI hanyalah hasil imajinasi author pribadi yang terinspirasi dari berbagai kisah dengan menggunakan cast Harshad dan Preetika serta artis-artis lainnya, alasan penokohan dan penggunaan cast, semata-mata hanya agar kisah ini menjadi lebih imajinatif dan pembaca lebih bisa mendalami setiap karakter di dalam cerita. Jadi harapannya semoga tidak terjadi kesalahan penafsiran, mohon anda bisa membedakan antara Fan Fiction dan Fakta.

    Imprint Chapter 3

    “Apa yang kau katakan pada kedua orang tuaku?!” Preetika sudah ingin meledakkan makiannya namun masih ia tahan karena masih menghormati kedua orang tuanya.
    “Preetu, kau ini kenapa? Kenapa bersikap begitu kepada calon suamimu?” Sang Ayah tiba-tiba melontarkan kalimat yang membuat Pree bingung.
    “Calon suami?”
    “Sudahlah, kenapa menyembunyikan kekasihmu pada orang tuamu sendiri?”
    “A..apa? Kekasih?!”
    “Maaf sayang, aku terpaksa memberitahu kedua orang tuamu tentang hubungan kita, aku hanya tidak sabar untuk segera meresmikan hubungan kita,”
    “Apa?!” Pree masih tidak percaya dengan aksi gila dan tidak masuk akal Harshad
    “Ini… aku datang kesini untuk membawakan Pree gaun yang kubelikan untuknya sekaligus permintaan izin untuk mengajaknya ke luar nanti malam,” ucap Harshad seraya menyodorkan sebuah kotak yang diyakini berisi sebuah gaun,
    “Tentu saja kau boleh mengajak putri kami, kalian sudah dewasa dan kami sudah tidak berhak melarang,” ucap tuan Rao menunjukkan betapa ia menerima Harshad dengan baik.
    “I.. ini gaun?!” Nyonya Rao tampak antusias, ia memandang kotak itu dengan pandangannyaa yang berkaca-kaca seolah memandang sebuah kotak harta karun.

    “Iyaa.. kamarin aku membelinya khusus untuk Preetika, aku harap dia menyukainya dan mau memakainya,” Harshad memandang lembut ke arah Pree sedangkan gadis itu tak menggubris, ia tau persis bahwa itu adalah tatapan palsu, entah apa yang sedang Harshad rencanakan sekarang.

    “Su..suamiku, kau dengar itu? putri kita…” sepasang suami istri itu tampak terharu, setelah sekian lama akhirnya seorang pria yang bahkan melebihi dari yang diharapkan datang dengan segala rasa hormat untuk putri sulung mereka, tidak ada lagi kebahagiaan yang lebih besar selain melihat putri sulung mereka akhirnya menemukan pendamping hidup, bahkan jika harus mati hari ini mereka tetap akan merasa lega dan tenang.

    “Bawa saja hadiahmu itu dan berikan kepada orang lain, aku tidak akan pergi kemana-mana denganmu!” Pree tidak peduli lagi apapun yang dipikirkan orang tuanya sekarang, ia memutuskan untuk melangkah pergi, dia tidak akan mengikuti permainan bodoh Harshad Arora.

    “Apa kau lupa pada janji kita?” Pertanyaan itu kemudian menyekak dan menghentikan langkah Pree, pertanyaan itu adalah sebuah ancaman serius yang hanya diketahuinya dan Harshad sendiri.
    “Ehh… Maaf Paman, Bibi, sepertinya Pree masih marah padaku karena masalah kemarin,” Harshad kini mulai mencari simpati kepada kedua orang tua Pree. Dan akhirnya Pree terpaksa harus menghadapinya jika tidak ingin dia bertingkah lebih jauh lagi.

    “Pritu… pertengkaran dalam sebuah hubungan itu wajar, Nak Harshad sudah sangat bertanggung jawab dengan datang secara baik-baik, jangan menghindar seperti ini,” sang ayah memberikan nasehat bijaknya.

    “Ayah, Ibu… bisakah kalian meninggalkan kami sebentar?” Pinta Pree akhirnya.
    “I.. iya tentu saja, ayo istriku kita harus membiarkan Preetu dan nak Harshad menyelesaikan masalah mereka sendiri,” tuan Rao menarik tangan istrinya beranjak pergi meski Nyonya Rao masih penasaran ingin tau banyak tentang pemuda yang mulai hari ini menjadi kandidat terkuat sebagai calon menantunya itu.

    Tuan dan Nyonya Rao pergi dan meninggalkan Preetika bersama Harshad berdua saja, barulah Pree bebas bertingkah semaunya. Ia sedekapkan kedua lengannya di atas perutnya dan mengangkat dagunya tinggi-tinggi.

    “Apa maksudmu melakukan semua ini? Kau mau mengancamku dengan mencari muka di hadapan orang tuaku?! Licik sekali kau ini!” Maki Pree.

    Menanggapi makian gadis itu, Harshad sesaat tersenyum takzim bersandar santai di sofa, melintangkan lengan kanannya di senderan sofa, dan menyilangkan kedua kakinya.

    “heuh! Apa sekarang kau mau lari dari tanggung jawab?!” tanyanya,
    “Tanggung jawab? Memangnya aku mnghamilimu apa?!”  Pree memalingkan wajahnya.
    “Ini lebih biadab daripada sekedar menghamili, kau bahkan menghancurkan kehidupan seorang aktor papan atas, dan apa kau sudah lupa dengan kesepakatan kita? Ingat! kau sudah berjanji untuk menuruti segala perintahku,”

    “Ck! Aku tidak pernah berjanji, tapi kau yang memaksaku!”
    “Ohh.. begitu? Jadi kau terpaksa? baiklah!Tapi apakah gambar ini juga akan memaksamu untuk menuruti kemauanku?” Harshad menunjukan I-Phone yang terpampang gambar tidak senonoh, dimana dirinya yang bertelanjang dada menindih tubuh Pree, yang bisa dipastikan siapapun yang melihatnya akan memiliki persepsi yang sama.

    “Apa yang akan ayah ibumu yang ramah dan baik hati itu pikirkan jika melihat ini? Atau bagaimana reaksi mereka jika melihat putri tercinta mereka dipenjara?” Preetika hanya bisa melotot kesal, memaki juga tidak ada gunanya malah hanya akan membuat ayah dan ibunya mengetahui segalanya.

    “Katakan! Sekarang apa maumu?” Pree akhirnya memilih mengalah. Tanpa menjawab pertanyaan Pree, Harshad hanya menyeringai licik lalu meraih kotak yang ia bawa tadi, mengeluarkan isinya yang berupa sebuah gaun hitam berpayet emas yang sangat Indah, lalu melemparkannya ke wajah Pree.

    Pree refleks menangkapnya namun tentu saja ia kesal dengan perlakuan sombong Harshad.
    “Kau akan memakai gaun itu nanti malam untuk pergi ke pesta bersamaku,”
    “Pesta? Beginikah caramu mengajak seorang gadis ke pesta?! Ahh.. iya aku lupa! Kau hanya tau mengajak seorang pria ke club malam saja selama ini,”
    “Jangan menguji kesabaranku Preetika Rao! Atau kau akan tau akibatnya!” Harshad balik mengancam.

    Sesaat mereka saling diam, Pree merentangkan gaun pemberian Harshad itu lalu menelitinya dengan seksama. Matanya terbelalak ketika melihat gaun hitam yang menjuntai panjang hingga mata kaki berpayet emas yang terdesign backless yang jelas-jelas akan menampakkan punggungnya.

    “Apa ini? Kau suruh aku memakai pakaian manusia purba ini?!” Pree menunjukkan ketidak sukaannya kepada gaun yang tidak sesuai dengan jati dirinya itu.
    “Kau tidak usah banyak bicara, kau ke pesta bukan untuk dirimu sendiri, tapi atas perintahku, jadi kau harus memakai pakaian sesuai seleraku, bukan seleramu,”
    “Oh ya? Sesuai seleramu ya? Masa bodo dengan selera rendahanmu itu!” Pree tiba-tiba saja menjatuhkan gaun itu ke lantainya lalu menginjak-injaknya tanpa ampun.

    “Hey kau! Kau tau berapa harga gaun ini?! Bahkan dengan gajimu sebagai wartawan selama setahun penuh saja tidak akan mampu membelinya,” Harshad kesal dengan kelakuan brutal gadis itu.
    “csh! Siapa yang peduli dengan gaun kurang kain ini? aku tidak akan memakainya dan aku tidak akan kemana-mana denganmu!” Pree masih saja bersikukuh pada pendiriannya.

    “Kau tidak punya pilihan lain Nona Rao, nanti malam aku akan datang ke sini, berdandanlah yang cantik walaupun itu sulit,” Harshad berdiri dari sofa lalu melangkah mendekati Pree, dan membisikinya sesuatu,
    “jika kau masih tetap keras kepala seperti ini, kau sudah bisa membayangkan apa akibatnya,” kali ini Pree hanya diam mendengar ancaman itu, ia tau itu adalah ancaman yang sangat beresiko jika dia berani berbuat macam-macam. Harshad lalu melangkah pergi, namun sebelumnya dengan kelakuan sok sopannya ia mohon diri kepada kedua orang tua Pree yang sedang duduk di ruang tengah, dan kini Pree hanya bisa mengamuk sendiri menginjak-injak gaun pemberian Harshad yang masih tergeletak di lantai tanpa suara, ia hanya bisa melampiaskan kekesalannya tanpa suara karena ia tak punya pilihan lain.

    ****

    “Ini dia saree yang khusus Ibu belikan untukmu saat Ibu ke Manglore, kau akan sangat cantik dengan memakai ini Sayang, kecantikan gadis Manglore tak akan terkalahkan dengan memakai gaun tradisional seperti ini,” Nyonya Rao sangat antusias menunjukkan saree India selatan khas daerahnya yang ia yakini sangat sempurna untuk menampilkan kecantikan putrinya yang akan pergi bersama seorang pria untuk pertama kalinya.

    Preetika dan Shivangi tersenyum kikuk dan saling bertukar pandang ketika melihat saree berwarna mencolok, hijau terang berpadu merah muda bercorak tradisional khas India selatan dan hanya cocok dikenakan di upacara-upacara tradisional, sangat tidak cocok untuk dibawa ke sebuah pesta modern.

    “Ibu.. ini pesta yang dihadiri oleh orang-orang dari kalangan atas dan artis-artis bollywood, bukan pesta pernikahan orang-orang Tamil,” Shivangi menyampaikan ganjalannya.
    “Memangnya  kenapa? Apakah saree tradisional juga tidak pantas dipakai oleh kalangan atas? Bahkan Ibu negara kita saja juga memakai saree di pertemuan-pertemuan Internasional,” sang Ibu bersikukuh, Pree jadi tidak enak hati, tapi ia merasa sudah melakukan kesalahan besar meminta ibunya untuk menyiapkan gaun pesta untuknya.

    “Ayolah Bu, Kakak akan membuat calon suaminya yang aktor bollywood itu malu dengan penampilan kuno seperti itu,” Shivangi juga masih mempertahankan argumennya.
    “Ya ampun anak-anak jaman sekarang, apa tidak bisa menghargai budaya sendiri?! Padahal ibu sangat yakin, semua orang tak akan berpaling dari gadis yang memiliki kecantikan khas Manglore daripada gadis-gadis bergaun tidak sopan seperti orang-orang Eropa itu,”
    “Eehh.. Ibu… sepertinya aku tidak bisa memakai saree ini, karena Harshad sudah membelikan gaun untukku dan aku harus memakainya,” daripada ia akan merasa seperti alien di pesta nanti, terpaksa Pree memutuskan untuk memakai gaun dari Harshad saja, walaupun dia sudah bersikeras untuk tidak akan memakainya, tapi ia tidak punya pilihan lain sekarang selain memakai gaun yang sudah ia injak-injak itu.
    “Ohh.. sayang sekali, seharusnya Nak Harshad melihat kecantikanmu dengan saree ini sayang, tapi tidak apa-apa, kelak jika kau menjadi seorang istri, kau juga harus berdandan sesuai dengan selera suamimu.”

    “Suami? Csh! Suami yang mana yang ibu maksud? ini yang pertama dan terakhir kalinya aku memakai gaun pilihan pria itu,” gumam Pree dalam hati
    “Kalau begitu tunggu apa lagi? Ini sudah sore, Aku yang akan mendandani Kakak secantik mungkin,”  ucap Sivangi bersemangat.
    “Kau yang mau mendandaniku? Kau mau aku tampak seperti badut ya? Sudahlah, aku akan berdandan sendiri, untuk apa tampil cantik demi mahluk itu?”
    “Heeyy.. gadis ini! siapa yang kau sebut ‘mahluk itu’? Kau sungguh beruntung mendapatkan pria tampan, mapan dan juga sopan seperti Nak Harshad, kau hanya akan menemukan pria seperti itu seratus tahun sekali,”

    “Ya Ampun! Ibu benar-benar terkena hipnotis pria gay itu,” Pree terus memaki Harshad dalam hatinya saja.

    “Kakak tidak perlu khawatir dan meragukan keahlianku, aku sudah belajar banyak tentang make up dari teman-temanku dan beberapa tutorial di Youtube.” Shivangi berusaha meyakinkan Pree hingga ia pun memutuskan untuk pasrah didandani adiknya itu.

    ****
    “Sempurna! Wow, Kakak benar-benar sangat cantik malam ini, aku yakin setelah melihat Kakak, Kakak ipar akan berpikir dua kali untuk membawa Kakak ke pesta itu karena takut pria lain akan melirik Kakak,” puji Shivangi melihat hasil karyanya.
    “Jangan berlebihan! Kau sengaja memujiku begini karena kau sendiri yang mendadaniku, iya kan?” Pree menolak memuji keahlian merias adiknya walaupun sesekali ia tidak bisa menahan diri untuk tidak melihat cermin karena ia memang sungguh tampak berbeda dan cantik.

    Beberapa saat kemudian, mereka dikejutkan dengan suara klakson mobil yang memekik dari depan rumah mereka. Itu pasti Harshad, dan mendadak mood Pree jadi hilang, perutnya mendadak mulas.

    “Kakak… pangeranmu sudah datang, ayo turun tunjukkan padanya penampilanmu!” Shivangi menyenggol lengan Pree.
    “Haduhh ya Ampun! Shivu bisakah kau menggantikan aku pergi dengannya? Aku mendadak sakit perut,” Pree mulai beralibi.
    “Eyy! Jangan seperti itu Kak, Kakak tidak usah malu-malu begitu,” Shivangi justru menanggapinya dengan bercanda.

    Shivangi lalu menarik paksa kakaknya untuk turun dan menemui Harshad. Sesampainya di ruang tamu, kini tampak Harshad sedang duduk tenang berbincang dengan Tuan Deepak Rao.

    Sesaat pandangan semua orang tertuju kepada Preetika termasuk Harshad, pandangannya tak berpaling sedetikpun tak juga ia mengedipkan matanya, ia bahkan memandangi gadis itu dari ujung kaki hingga ujung kepala, ia bahkan berdiri seolah ia benar-benar terpesona pada kecantikan Pree.

    Harshad lalu tersenyum puas menatap penampilan Pree seolah mengisyaratkan dia tidak salah memilih gaunnya, dan akhirnya gadis itu menuruti kemauannya juga. Sementara Pree malah tampak kikuk, wajahnya ditekuk dan menampakkan keterpaksaan dan keenggannya mengenakan gaun itu meskipun itu sama sekali tak mengurangi kecantikannya malam ini.

    ****

    Di dalam mobil dalam perjalanan menuju tempat acara, untuk beberapa saat tak ada percakapan apapun, Harshad maupun Pree bahkan tampak kikuk dan mendadak kehilangan banyak kata tidak seperti sebelum-sebelumnya, Harshad fokus mengendarai mobil mewahnya sementara Pree sibuk dengan pikirannya sendiri.

    “Kita mau kemana?” Akhirnya Pree memulai percakapan, yaa… bahkan hingga perjalanan ke pesta Pree sama sekali tidak tau mau dibawa kemana, tidak juga mengerti apa rencana Harshad.
    “Tenang saja, aku akan membawamu ke tempat yang pasti kau sukai, ke tempat dimana kau akan bertemu dengan calon suamimu”
    “calon suami? Maksudmu, Shakti Arora?!” Sesaat Pree sungguh reflek menunjukkan antusiasmenya, namun pada detik berikutnya ia berubah pikiran, ia tidak akan percaya begitu saja pada Harshad.

    “Csh! Sudahlah, katakan saja yang sebenarnya, kau mau bawa aku kemana?”
    “Ck! Kenapa aku harus berbohong kepadamu? aku sudah memberikanmu gaun cantik yang untungnya berwarna hitam karena gaun itu pasti sudah dipenuhi kotoran lantai, jadi tentu saja Harshad Arora yang baik hati ini akan menyatukan dua hati yang saling mencinta,” ucapan Harshad sedikit banyak membuat Pree tersipu, namun ia berusaha menyadarkan dirinya, ia tidak boleh percaya begitu saja dengan Harshad, orang yang melawan arus seperti dia tidak akan bisa mengatakan hal yang benar, seperti seorang dajjal, surganya adalah neraka dan nerakanya adalah surga.

    “Ehemm, aku tidak percaya padamu! Kau mau bawa kemana aku sebenarnya? Atau… apa jangan-jangan, sekarang kau sengaja membuatku tampil cantik seperti ini agar kau bisa menjualku? Pasti karena karirmu sudah tamat dan sekarang kau menjadi pengangguran dan bangkrut makanya kau sekarang beralih profesi menjadi mucikari, iya kan?”
    “Csh! Sadarlah Nona, bagaimana aku bisa menjual gadis sepertimu? Harga gaun itu bahkan lebih mahal daripada hargamu,”
    “Csh! Dasar pria sombong!” Gerutu Pree di sela-sela giginya, tentu saja Harshad masih bisa mendengarnya tapi ia biarkan saja gadis itu dengan pikiran buruknya.

    “Ehh.. tapi, kau benar-benar serius kan mau bawa aku menemui Shakti?”
    “Errghh, gadis ini benar-benar berbakat membuat orang lain kesal, yaa.. karena karena aku baik jadi aku akan mempertemukan kalian,” Harshad berusaha untuk bersikap sabar terhadap gadis itu, karena dia adalah kunci untuk memuluskan rencananya
    “Tapi aku curiga, kenapa kau repot-repot begini mempertemukan aku dengan Shakti? apa sebenarnya rencanamu?” Pree menyipitkan matanya menatap Harshad seolah meneliti sesuatu yang janggal dalam pikiran Harshad.
    “Preetika-Ji, aku sudah menjawab terlalu banyak pertanyaanmu yang tidak penting itu, bahkan jin nya Aladin saja hanya membatasi sampai 3 permintaan, jadi sekarang kau lebih baik diam dan ikuti saja perintahku, jika mau hidupmu selamat,”
    “Baiklah, aku tidak akan bertanya lagi, heuuh untung saja Shivu mendandani cantik diriku, kalau tau aku akan bertemu dengan Shakti, aku pasti akan ke salon,”
    “Cantik apanya? Tapi yaa… kau memang pantas untuk Shakti, gadis tengil sepertimu sangat cocok berpasangan dengan si brengsek Shakti,” ucapan kasar Harshad itu sontak saja membuat Pree merasa harus menoleh ke arahnya dan memelototinya tanda protes kerasnya, niat berdamainya tadi seketika dibatalkan,
    “Apa kau bilang?! Heh! Jangan coba-coba berkata yang buruk tentang Shakti ya? karena dia jauh lebih baik darimu, bahkan walaupun kau berendam selama tujuh tahun di sungai Gangga kau tidak akan bisa menyamai Shakti,”
    “Csh! Tau apa kau tentang dia? Kau sama sekali tidak tau apa-apa tentang dia, dia orang yang paling munafik dan palsu di dunia ini, dia selalu bertingkah sok suci di depan publik, padahal hatinya busuk, dia itu pengkhianat besar! Dia pencuri,” Harshad berbicara tentang Shakti seolah ia mengenalnya lebih dari siapapun, seolah yang ia tau dari Shakti hanya keburukannya saja, ekspressi wajahnya menyiratkan dendam yang entah karena apa.

    “Hey jaga bicaramu! Tau apa kau tentang Shakti?! kau tidak tau apa-apa tentang dia…”
    “Kau yang tidak tau apa-apa tentang dia! Dia sama sekali tidak pantas mendapatkan cinta dari siapapun!” Harshad memotong perkataan Pree dan meneruskan celaannya.
    “Berhentilah menjelek-jelekkan Shakti, karena aku tidak terima ini, kau sama sekali tidak berhak berkata buruk tentangnya. Apa?! Munafik?! Pencuri?! Kaulah yang munafik! Kau seorang gay tapi berlagak milik semua wanita, kaulah yang pencuri, kau tukang tiru! Kau selalu meniru apapun yang dilakukan Shakti, kaulah pencurinya!”

    Ocehan Pree terhenti ketika mobil yang ditumpanginya itu mendecit karena mengerem mendadak dan oleng ketika Harshad meminggirkannya secara tiba-tiba.
    “Kau… turun sekarang, aku tidak membutuhkanmu lagi!”
    “Apa?” Pree awalnya terkejut, Harshad mnyuruhnya turun di saat ia tidak siap, ia melihat sekeliling tempat itu gelap dan sepi.
    “Aku bilang turun sekarang juga!” Bentakan Harshad membuat Pree gentar, membuat ia juga tak sudi lagi duduk di sebelah pria itu bahkan barang sedetikpun.
    “Baiklah! Aku akan turun, terima kasih karena sudah membebaskanku, aku harap kita tidak akan pernah bertemu lagi!” Cecar Pree, lalu segera turun dari mobil dan menghampas kasar pintu mobil mewah itu.

    Sesaat Pree turun, Harshad langsung menancapkan gasnya secepat kilat. Dan meninggalkan gadis itu di suatu tempat yang sangat sepi dan remang karena hanya disinari oleh lampu solar cell yang berjarak beberapa meter, membuat gadis itu kebingungan entah dimana dia sekarang.

    Pree sangat takut kegelapan dan tempat sepi, pikiran buruk tentang hal-hal yang mungkin akan menimpanya dalam kondisi seperti ini menderanya. Belum lagi, hembusan dinginnya angin malam yang menyentuh kulitnya yang terbuka dan menggigit tulangnya, ia menyedekapkan kedua tangannya di atas perutnya dan mulai mengusap-usap kulit lengannya yang terbuka untuk mengurangi rasa dinginnya yang membekukannya.

    Ketakutan mulai menderanya, ia ingin menepis segala ketakutan itu, dan mencoba berfikiran logis, berharap bahwa hal-hal buruk yang ditakutkannya tidak akan pernah terjadi dan segalanya akan baik-baik saja. Namun ia telah kalah dengan ketakutannya sendiri. Ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi sekarang, tubuhnya melemah, apapun yang akan terjadi padanya dia sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi selain menangis. Ia tidak menangisi nasibnya yang malang atau hidupnya yang mungkin akan berakhir hari ini, ia hanya menyesali di penghujung usianya bahkan ia tidak bisa membahagiakan dan memenuhi harapan kedua orang tuanya, Pree hanya terus menangis ketakutan, tubuhnya yang melemah ia bawa berjongkok, wajahnya ia sembunyikan di balik kedua pahanya.

    Beberapa saat kemudian sebuah mobil muncul dan berhenti di hadapannya, sejenak Pree mengangkat wajahnya yang kuyup digenangi air mata. Cahaya lampu mobil dan air matanya yang menggenangi pelupuk matanya membuat ia tidak mampu melihat dengan jelas siapa yang datang bahkan mobil jenis apa yang di hadapannya kini. Tapi siapapun yang datang sama saja baginya, ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menangis.

    Pintu mobil kemudian terbuka, seseorang keluar dari dalam mobil dan mendekati Pree lalu berjongkok di hadapannya. Pree sontak terlonjak ketakutan ketika pria itu menyentuh salah satu bahunya walaupun ia tidak melihat orang itu, pria itu kemudian menyentuh kedua bahu Pree dan membuat tubuh gadis itu semakin gemetar ketakutan.
    “Jangan! Jangan sentuh aku, aku mohon!” Pekik gadis itu sambil mengibas-ngibaskan tangannya ke arah wajah pria yang menyentuhnya.
    “Preetika-Ji…”  pria itu memanggil namanya pertanda ia mengenal Pree, namun Pree tidak mendengarkan malah justru memberontak dan memekik histeris.
    “Huaaahh!! Tuan, bunuh saja aku, tapi kumohon jangan sentuh aku!!” Pree terus mengibas-ngibaskan secara brutal tangannya ke arah wajah di hadapnnya.
    “Preetika-ji ini aku!!” Seakan tak sadarkan diri, Pree terus saja meracau dan menyerang pria itu sebagai bentuk pertahanan dirinya
    “Preetika-ji, dengarkan aku! Ini aku Harshad!” Harshad terpaksa membentak dan mengguncang tubuh Pree agar dia segera sadar dari kekalapannya. Dan kali ini usaha Harshad untuk menenangkan gadis itu berhasil, Pree akhirnya bisa bersikap tenang dan memandang Harshad.

    Sesaat mereka saling memandang, pandangan yang masing-masing tak tau apa maknanya, sejujurnya Harshad tidak menyangka keadaan Pree akan seburuk ini, tadinya ia malah berfikir gadis liar dan tengil seperti Pree akan mampu bertahan bahkan walaupun dilempar ke hutan sekalipun, dan entah kenapa walaupun sudah berpikir seperti itu tapi ia sama sekali tidak bisa tenang ketika ia meninggalkannya, bayangan gadis itu seperti hantu yang menghalangi setiap meter jalannya, untuk itulah ia kembali untuknya. Dan benar saja, sejatinya Pree juga hanyalah seorang gadis biasa yang lemah, yang mudah takut dan menangis yang juga butuh dilindungi.

    Dan kini mereka bahkan tak sekalipun melepaskan pandangan satu sama lain bahkan ketika Harshad membawa tubuh Pree berdiri.
    “Kau.. tidak apa-apa?” Pree tak menjawabnya dengan sebuah ungkapan, tapi sesuatu yang mengejutkan Harshad, sebuah pelukan spontan. Yaa.. sadar ataupun tidak, gadis itu tiba-tiba berhambur ke dalam pelukan Harshad lalu menangis sejadi-jadinya.
    “terima kasih sudah kembali, terima kasih sudah ada di saat aku membutuhkanmu. Kumohon jangan tinggalkan aku lagi,” Pree berucap dengan suara yang terisak.

    Sesaat Harshad hanya bisa terdiam dengan keterkejutannya, ia membeku di tempatnya, kemejanya basah karena dibasahi oleh air mata Pree, tapi bukan itu masalahnya,  masalah terbesarnya sekarang adalah organ di balik kemeja basah itu sekarang dalam keadaan yang tidak normal, desiran itu membuatnya terasa akan gila. Perlahan, tanpa kendalinya, entah terbawa suasana atau ada alasan lain, kedua tangan Harshad mulai bergerak melingkar di tubuh Pree, seakan membalas pelukannya, sesekali ia tepuk punggungnya untuk menenangkan Pree yang sedang menangis.

    ****
    Segalanya kembali berjalan dengan normal, Pree sudah kembali tenang dan kini Harshad dan Preetika sudah ada di mobil dan dalam perjalanan.
    “Kenapa kita melewati jalanan ini? aku sudah bilang, aku mau pulang saja,” protes Pree.
    “Aku sudah memutuskan, kita tetap akan pergi ke pesta,” jawab Harshad singkat.
    “Ke.. kenapa? Bukannya tadi kau bilang kau sudah tidak membutuhkanku lagi? Kenapa kau jadi tidak konsisten seperti ini?!”
    “kau pikir aku kembali padamu hanya karena aku peduli padamu dan mau menjadi supirmu yang bisa mengantarmu pulang?”
    “Lalu apa maumu sekarang?!”
    “Aku sudah membelikan gaun yang mahal untukmu dan ingat! Kau belum melakukan apapun untuk membersihkan namaku, jadi jika kau memang bukan seorang penipu, seharusnya kau akan menuruti kemauanku,” sejenak Pree tak bisa menjawab, ia hanya bisa kesal dan memendam rasa tidak terimanya, namun kemudian ia berucap lagi.
    “Baiklah, kalau itu maumu. Tapi apa kau tidak lihat keadaanku sekarang? Ya, terserah kau saja, yang malu dan akan jadi bahan pembicaraan kalau kau datang dengan seorang gadis dekil adalah kau sendiri, bukan aku!”
    “Ya, ya, kau tidak perlu memberitahuku kalau masalah itu, kau memang tidak cukup cantik untuk berdampingan denganku, tapi… ” Harshad menghentikan kalimatnya karena kaget saat menoleh ke arah Pree, dan benar saja keadaannya sekarang memang tidak pantas untuk digandeng ke sebuah pesta manapun, tapi bukan karena  Pree tidak cantik seperti ocehannya, karena kini penampilan Pree yang tadinya tampak anggun dan ia akui sangat mempesona kini berubah menyeramkan, kejadian tadi sudah merubah penampilannya.

    Rambut hitam indahnya yang tadinya  tergerai keriting gantung dan rapi, kini tampak acak-acakan, terlebih lagi mata indahnya yang membuat Harshad tak pernah bisa lupa sejak pertama kali bertemu kini menghitam seperti mata panda akibat genangan air matanya tadi. Diam-diam Harshad tersenyum geli melihat penampilan konyol Pree, sementara Pree sendiri tampak biasa saja, atau mungkin memang ia tidak menyadari penampilan semengerikan itu.

    Setelah mencapai keramaian dan tempat lebih terang, serta menemukan tempat berparkir sementara ia lalu menghentikan mobilnya.
    “Ada apa lagi? Kenapa berhenti?” Pree selalu saja merasa terancam setiap kali pria itu melakukan sesuatu di luar predikisnya.

    “Berikan tas mu!” Bukannya menjawab pertanyaan Pree, Harshad malah mengajukan permintaan aneh itu, membuat Pree bingung.
    “Kenapa kau meminta tas ku? Apa kau ingin memeriksa ponselku lagi?!”
    “Sudah tidak usah cerewet, berikan saja tasmu!” Dengan perasaan ragu, Pree terpaksa memberikan tasnya dan langsung disambar oleh Harshad.

    Ia lalu membuka tas gadis itu lalu memeriksa isinya bak seorang petugas keamanan memeriksa yang barang bawaan penumpang di bandara. Dan lagi-lagi bak sebuah pertunjukan sulap, Harshad mengeluarkan benda-benda yang bahkan tidak diketahui keberadaannya oleh Pree sendiri, seperangkat alat make up. Namun begitu, Pree tau itu pasti ulah Shivangi, dia yang sudah memasukkan benda-benda itu ke dalam tasnya.

    Sejurus kemudian, Harshad tiba-tiba mengejutkan Pree dengan menyentuh wajahnya, mengarahkannya menghadapnya dan mendongakkan sedikit wajahnya dengan menyentuh lembut dagunya.

    Wajah mereka kini sangat dekat, bahkan terlampau dekat hingga mereka tak mampu mengalihkan pandangan satu sama lain.
    “K..kau mau apa?!” Tanya Pree tergagap, lalu mengalihkan pandangannya
    “Csh! Kau pikir aku akan menciummu?” Sontak wajah Pree bersemu merah, Harshad seakan tau isi pikirannya.
    “Lihat wajahmu itu! Siapa juga yang mau menciummu dengan wajah menyeramkan seperti itu?”  Lanjutnya lagi. Mendengar cemoohan Harshad itu, Pree langsung saja melihat kaca mobil di hadapannya. Dan benar saja, ia terkejut dan panik wajahnya jauh lebih mengerikan dari yang ia bayangkan, diam-diam ia tertunduk malu.

    Dan tiba-tiba tanpa seizin Pree, Harshad kembali meraih wajah gadis itu menghadapnya. Kembali tatapan mereka saling bertemu dan percikan aneh itu kembali muncul. Dengan lembut ia poleskan bedak di wajah gadis itu, dan mulai meriasnya, dan tentu saja untuk beberapa saat pria itu sukses membuat Pree tak berdaya dan tak tau harus berbuat apa, Harshad terlampau dekat di pelupuk matanya hingga melumpuhkannya, ia hanya bisa pasrah dengan perlakuan pria itu, sementara Harshad terus fokus mendadani wajahnya.

    Harshad tampak selesai mendadani wajah Pree, sesaat ia kembali menatapnya lekat, entah memastikan apakah polesannya sudah sempurna atau malah ia terpesona dengan kecantikan gadis itu? Hanya dia dan Tuhan yang tau.

    Merasa sudah cukup, Pree merapikan sendiri rambutnya yang tampak berantakan dengan jemarinya. Dan lagi-lagi Harshad mengagetkannya dengan meraih tangannya dan menghentikan aktifitasnya. Ia tidak mengatakan apapun dan tanpa bisa diperdiksi, ia merogoh kantong tuxedonya dan mengeluarkan sebuah kotak berwarna biru beludru. Ia lalu membukanya dan mengeluarkan isinya, sebuah jepit rambut bermotif pita bertabur berlian yang sangat cantik.

    Dengan lembut Harshad membelai rambut Pree, menghelanya dan menempatkannya di bahu sebelah kanan Pree, sementara Pree masih pasrah dengan perlakuan pria itu. Sebagai sentuhan terakhir, jemari Harshad perlahan menyematkan jepitan rambut pemberiannya itu di belakang telinga lebih tepatnya ditengkuk kiri Pree. Jepitan rambut itu membuat tampilan Pree semakin manis dan sempurna.

    Dalam diam, Harshad menyudahi aktifitas make up nya itu. Ia lalu melajukan mobilnya dan melanjutkan perjalanan mereka. Sepersekian detik, suasana menjadi kikuk seolah mereka adalah dua orang yang berbeda dari yang sebelumnya, lalu kemudian Preetika kembali menguasai keadaan.

    Ia arahkan kaca mobil menghadapnya dan melihat wajahnya disana, benar saja! Riasannya bahkan tampak lebih cantik dari sebelumnya, ia tolehkan sedikit kepalanya untuk melihat pita yang tersemat di tengkuknya, ia raba pelan pita cantik itu menandakan ia menyukainya.

    Pree takjub, Harshad bisa seahli itu mendandani seorang wanita. Lalu kemudian pikirannya beralih, tiba-tiba Pree terbahak.

    “Apa yang kau tertawakan?” Tanya Harshad curiga, ia tau gadis itu selalu memikirkan hal yang buruk tentangnya.
    “Tidak, aku hanya takjub saja, kau sangat ahli dalam merias, aku saja yang perempuan tidak bisa sehebat dirimu dalam berdandan, ahh.. aku hampir lupa! Seorang gay kan memang paling pintar bersolek,”
    “Preetika Rao! berhentilah mengoceh, aku tidak tau siapa yang tidak normal disini, tapi kau adalah satu-satunya gadis yang aku kenal yang sama sekali tidak tau berdandan, dan asal kau tau saja aku bisa mendandani orang karena aku seorang aktor dan seorang model, aku tidak suka didandani, jadi aku harus belajar merias diri sendiri, jadi sebelum kau menertawakan keanehan orang lain pikirkan saja ketidak-normalanmu sendiri!”

    *****

    Akhirnya mereka sampai juga ke lokasi tujuan, mobil Harshad berparkir di depan sebuah rumah mewah bertingkat dua yang sangat megah dan besar, mirip seperti rumah-rumah dalam film bollywood.

    Seturunnya dari mobil mata Pree langsung jelalatan memandang teliti rumah itu dengan penuh kekaguman. Melihat luarnya saja, Pree sudah bisa membayangkan kemeriahan dan kemegahan di dalam sana.

    “Apa yang kau lihat?! Apa kau ini manusia purba yang baru pertama kali menemukan api?!” Oceh Harshad, kali ini Pree tak membalasnya dengan kata-kata pedas, ia hanya melirik ketus ke arah pria itu.
    “Dengar! Aku tidak mau kau bertingkah seperti ini di pesta nanti, mengerti?!” Harshad mewanti-wanti
    “Iya aku tau, berhentilah mengoceh seperti nenek-nenek,” balas Pree kemudian.

    Perdebatan singkat itupun dihentikan, Harshad kemudian mengejutkan Pree dengan meraih tangannya dan menggandengnya masuk, sesaat Pree tak bisa menerima begitu saja, ia harus tau apa maksud Harshad melakukan semua ini. Merasakan Pree menahan langkahnya, Harshad menoleh ke arah gadis itu, dan dilihatnya kini Pree menatap genggaman tangannya dengan ragu.
    “Jangan salah paham, ini pesta  dan kau datang ke sini sebagai pasanganku,” katanya, kembali Harshad meneruskan langkahnya sambil menggandeng tangan Pree dan kali ini gadis itu pasrah.

    Suasana pesta, tidak jauh berbeda dari yang Pree bayangkan, semuanya tampak megah dan berkilau, pesta itu tampak sangat meriah dengan dihadiri oleh para tamu penting dan kalangan atas. Dari kalangan selebritis sampai politisi menghadiri acara penting yang bahkan hingga kini tidak diketahui pasti oleh Pree.

    Kehadiran Harshad tentu saja menjadi pusat perhatian. Selain Harshad adalah seorang aktor besar dan dikenal oleh hampir seluruh lapisan masyarakat, melihat seorang Harshad menghadiri acara yang diadakan oleh musuh bebuyutannya seakan melihat sebuah keajaiban dunia. Bahkan sejak dua tahun lalu saat perseteruan mereka mencuat, Harshad dan Shakti tak pernah sekalipun tampil di acara yang sama. seolah saling menghindari, semua orang sudah hafal jika Shakti datang maka bisa dipastikan Harshad akan absen, sebaliknya jika Harshad hadir semua orang sudah bisa menebak mereka tidak akan melihat Shakti disana.

    Namun hari ini, sebuah kejadian langka terjadi, Harshad Arora menghadiri acara Shakti Arora, entah apa yang membawanya kemari, atau mungkinkah Shakti mengundangnya? Pertanyaan itu menjadi pertanyaan besar bagi semua orang khususnya yang mengetahui hubungan keduanya.

    Selain pertanyaan besar itu, kehadiran gadis yang datang bersama Harshad juga tak luput dari sorotan semua orang, sepanjang perjalanan mereka membelah kerumunan tetamu pesta, mereka tak luput dari kasak kusuk gunjingan orang-orang,
    “Siapa gadis itu? Apa dia pacarnya Harshad? Dia cantik sekali, mereka tampak sangat serasi” Komentar salah seorang wanita sedikit berbisik kepada temannya,
    “Apakah kau tidak tau beritanya? Mana mungkin itu pacarnya? Harshad itu seorang penyuka sesama jenis, dia lebih menyukai pria tampan daripada gadis cantik,” gubris yang lain.
    “Ahh.. aku masih tidak percaya bahwa Harshad tidak menyukai wanita. Tapi, benar juga! Dia mungkin menyewa gadis itu untuk menjadi gandengannya ke pesta, dia pasti ingin membersihkan nama baiknya,”
    “Csh, walaupun dia membawa gadis cantik sekalipun, siapa yang akan percaya kalau itu pacarnya?”
    Itulah beberapa nada sumbang kasak-kusuk beberapa orang yang sebenarnya mewakili pikiran banyak orang.

    “Hey, kenapa kau tidak jujur saja kalau kau mengajakku datang ke sini karena kau butuh gandengan untuk membersihkan namamu dan menunjukkan kepada semua orang kalau kau bukan gay?” Bisik Pree kemudian setelah berkesimpulan bahwa Harshad berbohong dengan mengatakan bahwa ia akan membawanya pada Shakti.
    “Kalau aku hanya butuh seorang gandengan palsu, sekalian saja aku membawa Alia Bhatt, kenapa juga aku harus mempermalukan diriku sendiri dengan membawa gadis sepertimu?” Balas Harshad. Pree tak bisa membalas ejekan Harshad kali ini, ia hanya bisa mendesis kesal.

    “Baiklah para Hadirin, selamat datang di acara pertunangan termegah dan ter-akbar tahun ini, pertunangan antara, Shakti Arora dan Radhika Madhan!!” Seorang MC mengumandangkan pengumumannya lalu disambut meriah oleh seluruh hadirin, di saat yang bersamaan Pree sedang sibuk mengambil minuman di meja pojok. Ia juga tidak terlalu tertarik untuk mendengarkan pengumuman sang MC, jadi ia sama sekali tidak tau apa yang dimumkan saat ini.

    Sementara tak jauh dari panggung, Harshad berdiri mematung, mendengar kedua nama itu disebut hatinya seolah remuk redam.
    “Maka, sampailah kita kepada acara inti yang kita tunggu-tunggu yakni acara pertunangan antara aktor kesayangan kita Shakti Arora dengan putri cantik wakil wali kota kita, Nona Radhika Madhan!!” Tepukan tangan dari hadirin lebih meriah lagi.

    “Baiklah, untuk mempersingkat waktu, kita panggilkan saja Couple Of The Year kita, si tampan yang sangat dicintai Shakti Arora dengan si cantik Radhika Madhan!!” Tepukan tangan kembali riuh bahkan jauh lebih meriah dari sebelumnya, seolah kemunculan mereka adalah yang paling dinantikan semua orang.

    Dan memenuhi panggilan sang MC, kedua orang yang menjadi pusat dari acara tersebut pun muncul dan berjalan bergandengan menuju panggung dengan disaksikan ratusan pasang mata yang memandang kagum bahkan iri kepada pasangan sempurna itu.

    Yaa… kini Shakti akhirnya muncul dengan menggandeng seorang wanita cantik ber-saree merah seperti sekuntum bunga mawar, yang malam ini akan resmi menjadi tunangannya sekaligus sebagai sebuah publikasi akan status seorang Shakti Arora yang selama ini cukup tertutup jika menyangkut masalah pasangan bahkan keluarganya, maka wartawan pun menjadi tamu istimewa dalam acara tersebut.

    Sementara, Harshad masih berdiri mematung menatap dua orang yang berjalan bak sepasang raja dan ratu ke atas singgasana, ia berusaha menahan kepedihan di hatinya, seharusnya ia tak datang dan menyaksikan semua ini, tapi ada hal penting yang harus ia lakukan yang membuatnya harus datang.

    Seraya berjalan anggun menuju panggung dalam gandengan Shakti, pandangan Radhika sesaat menangkap kehadiran Harshad di tengah ratusan tamu, pandangan keduanya pun saling bertemu, ada isyarat kepedihan dan ketidak-berdayaan di balik tatapan itu, sementara Pree yang sudah menghilangkan dahaganya kembali ke tempatnya semula, tepatnya di sebelah Harshad.

    Dan dia adalah orang kedua setelah Harshad yang merasakan kepedihan setelah keterkejutan melihat dua orang yang kini menjadi pusat perhatian semua orang. Shakti.. akhirnya ia bertemu secara langsung dengannya, pertemuan pertama secara langsung setelah 11 tahun Pree memendam asa.

    Dan kini penantian 11 tahun itu terbayar dengan sebuah kenyataan pahit, sekilas Shakti menoleh ke arah Harshad lalu melemparkan pandangannya ke arah Pree, namun tanpa adanya reaksi apapun dan hanya butuh hitungan detik untuk Shakti memalingkan kembali pandangnnya.
    “Shakti Arora? Benarkah kau Shakti Arora yang kutemui dulu? Yang sejak pertemuan pertama memiliki ikatan batin denganku? Kau kah itu, atau orang lain?” Gumam Pree dalam hatinya yang pedih.

    “Dan inilah pasangan berbahagia kita pada malam hari ini, kami menyebutnya Shadika, yah.. kelak fans akan sering menyebutkan nama couple itu untuk kedua pasangan serasi ini. Sesaat lagi kita kan menyaksikan acara inti yaitu pertukaran cincin, namun sebelum itu kita akan panggilkan, Orang tua dari Nona Radhika,  Tuan dan Nyonya Vivek Madhan, juga Bapak calon Gubernur kita Tuan Sunil Arora beserta istri, selaku orang tua dari Shakti Arora, untuk naik ke atas panggung dan mendampingi acara tukar cincin putra dan putrinya.

    Riuh tepuk tangan kembali menggema, kilau jepretan kamera dari para wartawan mengiringi langkah kedua pasangan politisi penting itu. Acara pertunangan ini memang luar biasa megah dan penuh kejutan.

    “Woahh!! Ini sungguh luar biasa, semua orang sudah tau bahwa Nona Radhika adalah putri dari Tuan Vivek, namun sebuah kejutan luar biasa, bahkan sebelumnya tidak ada yang tau bahwa tuan Sunil Arora adalah ayah dari aktor besar seperti Shakti, bagaimana pendapat anda?” Sang MC mengajukan pertanyaan kepada Tuan Sunil yang secara resmi mengaku sebagai ayah dari Shakti setelah sekian lama.
    “Yaa.. kami adalah keluarga yang cukup tertutup, aku selalu mengajarkan kepada putraku untuk tidak mengandalkan nama besar orang tuanya, namun itu tidak mungkin dirahasiakan selamanya dan malam ini aku rasa adalah waktu yang tepat untuk mengumumkannya,” jawab Tuan Sunil takzim.
    “Woah luar biasa!! Keluarga yang luar biasa, keluarga yang sangat hebat! Apalagi jika dua politisi kita ini berbesan,” sang MC menyampaikan rasa takjubnya.

    Sementara Harsad tetap membeku di tempatnya, Pree yang berdiri di sampingnya dapat kelihat tulang rahangnya menegas karena amarah yang ia pendam, tangannya mengepal di kedua sisi tubuhnya, sesuatu yang tidak Pree ketahui pasti sedang terjadi pada pria itu.

    Harshad bahkan tak peduli lagi dengan rencananya malam ini, acara pertunangan tampak sangat sukses tanpa gangguan apapun, bahkan kehadirannya bersama Preetika tak memberikan respon apapun, kehadirannya hanya seperti hantu yang tak berarti apa-apa meski semua orang penting disana mengenalinya namun mereka berlagak mengacuhkannya.

    Lagipula hatinya sudah hancur berkeping-keping, Shakti secara total sudah mengalahkannya dan mengambil segala yang dimilikinya, puncaknya ketika acara inti berlangsung, Harshad tak sanggup lagi dan menjauh meninggalkan area panggung menuju meja tempat dimana deretan minuman tersedia, secara brutal ia menenggak beberapa gelas minuman untuk menghilangkan kepedihannya, bayangannya tentang kenangan indah bersama Radhika seketika menderanya dan berubah menjadi kenangan pahit yang ingin dilupakannya mengingat apa yang ia lihat malam ini, semuanya sudah tamat, hidupnya sudah tamat, tak ada lagi yang bisa ia perjuangkan, ia sudah kalah telak dari Shakti.

    Usai acara inti kini acara bebas, sebagian besar orang memilih menyantap hidangan yang sudah tersedia, ada pula yang sekedar minum, mengobrol dan berdansa, menikmati alunan lagu.

    Tuan Sunil, menghampiri Harshad yang kini sudah sudah mulai mabuk.
    “Aku ingin bicara denganmu,” katanya singkat lalu berjalan menuju arah menjauh dari keramaian, tepatnya ke arah kolam renang, Harshad yang kesadarannya sudah mulai berkurang pun mengikuti langkah Tuan Sunil.

    “Apa yang kau lakukan disini? Kau mau berniat menghancurkan acara pertunangan ini?!” Bentak tuan Sunil kepada Harshad.
    “Tuan ini bicara apa? Apa Tuan takut aku akan menghancurkan acara kampanye hitam Tuan jika semua orang mengetahui hubungan kita?” Harshad mulai meracau, namun itu adalah ungkapan dari isi hatinya yang sebenarnya.

    “Kau sudah mabuk Harshad, lebih baik kau sekarang pulang!”
    “Kenapa? Apa putramu yang satu ini sudah tidak berguna lagi dibandingkan putramu yang lain?”
    “Tutup mulutmu! Kau sudah keterlaluan! Tidak cukupkah kau membuat skandal gay memalukan itu?! Sampai dimana kau ingin menjatuhkan reputasi ayahmu?!”
    “haha… jadi sekarang kau mengaku sebagai Ayahku? Ahh.. iya! kau mengakuinya hanya di depanku, tapi di depan semua orang, kau mengaku hanya memiliki seorang putra, satu orang! Aku tidak tau sejak kapan kau merasa memiliki dua orang putra, yahh.. kau adalah orang yang sangat adil, kau pantas menjadi seorang pemimpin, kau mengambil salah seorang putra untuk tinggal bersamamu dan berlagak merawatnya, tapi kau sama sekali tidak pernah menyisihkan waktu sedikitpun untuknya, kau hanya memberikan uang dan uang, dan yaa.. meskipun putra dari seorang istri yang tidak resmi, tapi kau tetap memberikan namamu, tapi hanya nama, bukan pengakuan. Selebihnya, kau memberikannya hanya kepada putra kebanggaanmu itu, kau menjodohkannya dengan gadis yang dicintai oleh putramu yang lain, demi kepentingan politik dan sekarang kau mengakuinya  sebagai putramu di hadapan semua orang, dan kau memanfaatkam nama besarnya itu untuk kepentingan kampanyemu sendiri, woahh… Tuan! kau benar-benar calon pemimpin yang adil, jika kau yang memimpin aku yakin bahkan tak akan ada satupun rakyat yang akan menderita, karena semua derita itu sudah kau  limpahkan kepada putramu…”
    PLAKK! sebuah tamparan keras mendarat di pipi Harshad dan mengakhiri racauannya.

    “Inilah alasan kenapa Ayah hanya bisa mempercayakan segalanya kepada Shakti, karena kau tidak pernah bersikap dewasa!” Tuan Sunil meledak-ledak, lagi-lagi kali ini Harshad harus mendengarkan pernyataan menyakitkan itu dari mulut ayahnya sendiri,

    Sementara..

    “dimana orang itu? Kenapa dia tega melakukan ini padaku? Dia pasti sengaja menunjukkan semua ini padaku untuk membalas dendam!” Pree mulai tidak nyaman dengan suasana pesta, segala harapannya telah pupus dan sekarang ia hanya ingin menangis, tapi tidak disini.

    Sembari mencari Harshad, Pree memutuskan untuk ke kamar kecil, mungkin ia bisa menumpahkan segala air matanya di sana sebelum pesta ini banjir karena air matanya.

    Sementara, 3 orang anak kecil, yang terdiri dari seorang anak laki-laki dan dua anak perempuan sedang bermain di area belakang. Mereka disedikan tempat khusus untuk bermain agar tidak mengganggu jalannya pesta yang hanya diadakan untuk orang dewasa. Seorang wanita paruh baya menghampiri mereka dan mengatakan sesuatu,

    “Hallo anak-anak, tebak! Bibi bawa mainan apa?”
    “Pistol air!”  Ketiganya kompak menjawab antusias,
    “Nah.. sekarang, bibi akan memberikan ini untuk kalian, ayo diambil!”
    “Benarkah ini untuk kami? Asiiik!!” Ketiganya terlonjak girang menerima pistol mainan berwarna hijau itu.
    “Tapi ingat! Kalian hanya boleh memainkan ini di rumah okay?”
    “Okay”
    “Oh iya, siapa namamu Nak?” Tanya wanita itu kepada anak laki-laki itu yang memegang satu-satunya pistol mainan berwarna merah bebeda dari dua pistol mainan lainnya.
    “Namaku Arjun,”
    “Arjun Sayang, Bibi ingin minta tolong padamu, kau lihat Bibi bergaun hitam  yang disana itu?” Wanita itu menunjukkan Arjun seorang wanita bergaun hitam, namun ada dua wanita bergaun hitam yang berdiri hampir bersisian dan dua-duanya tampak mendekat, membuat Arjun yang masih berusia 5 tahun itu bingung.
    “Bibi yang itu?” Arjun menunjuk wanita bergaun hitam di sebelah kiri.
    “Iya… yang di sebelah kanan itu,” sayangnya Arjun tak bisa membedakan mana yang kanan dan mana yang kiri.
    “Dengar ya sayang, Bibi itu sedang berulang tahun sekarang, dia sangat menyukai pistolan air, jadi saat dia mendekat, Arjun beri kejutan saja kepada bibi dengan menyemprotkan pistol air itu ke wajahnya, dia pasti akan sangat senang,” katanya, entah apa rencana dari wanita itu.

    Sementara Pree mulai berkeliling mencari toilet, dan tiba-tiba menemukan seorang anak laki-laki di hadapannya.
    “Hai..” Pree yang menyukai anak-anak sesaat menyempatkan dirinya untuk menyapa anak itu, setidaknya anak kecil bisa sedikit mengobati luka di hatinya, ia membungkukkan tubuhnya untuk mengimbangi tinggi sang anak.
    “Apa bibi suka main pistol air?” Tanya anak itu dengan polosnya
    “Pistol air? tentu saja! Itu adalah permainan yang paling menyenangkan,” tak lama setelah jawaban itu Arjun tiba-tiba menodongkan pistol air itu wajah pree dan  croott! Sebuah cairan kental berwarna cokelat seperti lumpur melumuri wajahnya.
    “Maaf Bibi, aku pikir ini air,” Arjun kecil yang ketakutan kemudian berlari pergi dari Pree dan meninggalkan gadis itu dengan wajah yang memalukan.

    Ia benar-benar ingin menangis sekarang, apakah ini juga adalah bagian dari aksi balas dendam Harshad padanya? Keterlaluan!

    Pree panik, ia mencoba menyembunyikan dirinya dari keramaian dan mencari toilet, ia usap area kelopak matanya yang juga tak luput dari semprotan cairan cokelat itu, dan karena sibuk menunduk tak sengaja ia menabrak seseorang,
    “Maaf,” ucapnya singkat dan buru-buru menghindar namun lagi-lagi ia kembali menyeruduk orang di hadapannya,
    “Nona kau tidak apa-apa?” Pree terdiam sesaat, ia seolah tak asing dengan suara, nada bicara bahkan kalimat itu, dengan kondisi wajah yang tidak pantas untuk ditunjukkan, Pree reflek mendongakkan wajahnya, sesaat ia pandangi wajah di hadapannya. Dan seketika, waktu seolah terasa terhenti, lalu kembali ke masa 11 tahun yang lalu, situasi yang sama dengan orang yang sama, bahkan tatapan yang sama.

    “Sha.. shakti?” Pelan Pree kepada pria itu.
    “Kau…?” tanggapan Shakti seolah memberikan isyarat bahwa ia juga mengenal sosok Pree. Lalu perlahan tangan Shakti bergerak  menyentuh wajah gadis itu, ia belai wajahnya dan menyeka lumuran cairan di wajah yang tak asing itu sambil pandangan mereka terus saling mengunci, sepersekian detik dalam keterlenaan, tiba-tiba suasana haru itu menjadi kacau, ketika Harshad muncul, lalu menarik tangan Pree.
    “Ayo kita pergi dari sini,” Harshad buru-buru menggandeng tangan kanan Pree dan mencoba membawanya pergi, tapi tak semudah itu karena kini Shakti juga menarik tangan kiri Pree dan menahannya pergi.
    “Lepaskan dia!”

            To Be Continued

    Hurrayy!! Akhirnya rampung juga dah part ini. Ahaha bagaimanakah akhir kisah ini,? berakhir dengan Harshika kah atau malah Shartika (Shakti Preetika)? Well, gue mau merubah konsep fan fict gue kali ini, gue akan mengadaptasi konsepnya drakor Reply to 1988, yang mana pemeran utama prianya bakal menjadi rahasia dan ditentukan di akhir. Dan kali ini gue mau yang bakal sama Pree nanti musti ngegalauin dan gak terduga, ehehe sebenernya gue udah memikirkan kerangka story linenya, tapi bisa saja kemudian gue rombak kembali. Apalagi kalo si Bewok macem-macem dan mulai ngeselin, beuhh gue gak akan segan-segan ngasi Pree ke orang yang lebih pantes dahh. Pokoke, kali in takdir Harshika ada di tangan gue seutuhnya hohoho. Stay RCL (Read, Comment n Like) ya say. Sebenernya gue berharap banget setiap komen yang masuk bakal sepanjang cerita gue biar ada timbal balik dan gue juga punya bacaan  lain selain Fan Fict gue sendiri. Jadi tuluung lahh, kalo kalian masih pengen ngeliat terus Fan Fict in tiap minggunya. Harapannya tulunglah ninggalin jejaknya. Oke ders? Itu dulu dari eke. Dha dha Bobaay.

    Advertisements

    47 thoughts on “Imprint, The Match From Heaven (Chapter 3)

    1. Hip hip horeeeee 🙆🙆💃 akhirnya launching juga nih FF 😍 ahahaaydehh…duh bingung mau komen dari mana 😂 sbnernya di pertengahan cerita udh terkonsep komenannya tentang penampilan Preetika dg gaun hitam yg dikenakanya klu mnurut dia kyk baju purba dan kurang bahan ahahaha 😂 tunggu” aku jdi berfikir kemana” waktu Harshad mendadani Pree 😜 sumfahhh ceritanya tdk bisa ditebak dan sekarang aku jadi tertarik tntng akhir” cerita tadi waktu harshu di tarik seseorang yg trnyt adalah ayahnya n oh ya ampun duo mr. Arora itu trnyt saudara 😱 aku jadi kasihan dg apa yg dialami harsu trnyt dibalik sifat sombongny dia sbnernya dia hancurr ululuuuh cucian 😦 n apa yg dilakukan Shakti dg menarik tangan Pree? Jngn bilang dia mau menahan Pree krn dia ingat 11 tahun silam..tidak tidak ini tdk boleh trjadi skrng aku lebih mendukung Harshika apapun yg trjadi pkoknya harshika harga mati MERDEKA ✊✊😂 pdhl dri chapter 1-2 aku mndukung Shaktika *ababil gue* 😂 tpi stelah membaca kisah harsu tadi bikin aku jadi iba n berubah mendukung dia 😄
      Yuppzzz chapter 3 yg banyak kejutannn 😍 oke deh segitu dlu mbak say komenanku 😄 semangat trus ✊ aku akan sllu menunggu chapter selanjutnya 😍😘

    2. Mbak say aku komen lagi yak…aku berubah pikiran g jadi Harshika atoupun Sharika g 2 2 nya…ahahhaa aku udh lihat pict digroup IG n seketika aku berubah pikiran terserah n aku seneng di FF ini si Harsu menderita,,knjutkan mbak say ..oh ya aku sangat sangat setuju jika PU cwo nya dikeluarin belakangan itu malah lebih baik 😂 dan setuju jika Pree g jadi sama tuh duo Mr. Arora 😄 ababil gue 😂😜

    3. Huaaaaaaaaaaaaaa huraayyyy huraayyyyyyy!!!!! Bisa dibayangin cantiknya preetika pakai gaun hitam ,bheeeee bahkan princess manapun tak mampuenandinhi kecantikan dia *lebay gw yak* wkwkkwkw tp ini sunghuh membinggungkn , sebenernya siapa yg bertemu dgn pree itu , harshad kah atw shakti kah , yg pasti jodoh pree skrng berada ditangan pemilik FF ahahhha ,

    4. mau komentar panjang tapi aku bingung , mau ngomong apa , hehehe tp jujur saja mbk seandainya si pree tak d pasangkan dgn harsu atau shakti … yaaa memungkinkan memunculkan tokoh lain misalnya karan wahi , atau sidharth malhotra atau gautam rode , bkin nnti si bewok biar membujang saja krn tidak bisa ungkapin perasaan dia ke pree , jd nnti pree nikah sama yg lain

    5. aakhiirnya chap 3 nongol juga.. y walupun saya telat bacanya… 😀
      d part ini bner2 menghibur….
      mudah2an endingnya pree gk sma sapa sapa baik harshad maupun shakti…
      hahahaha
      d tunggu chap 4 nya mbk.. and sukses selalu
      apa gk s pree sama si memet aja mbk… hahahaha LOL..

    6. Aq msh ttp bayangkan keluarga n rmh Pree itu sama di apartemen #sanamterikasam , sedih liat H pernah ada hub ma radhika, hub yg renggang ma ayahx yg akhirx aq tau status dia 😑, disini aq liat penderitaan H da mulai n dia jd orang baik or jahat msh ambigu bt q tp sebalikx S msh belum terungkap dia jd jahat or baik, tp…..ketika bertemu lg dg P aq rasa S sifatx baik…..jk srh milih P dg H or S…aq belum tau, nih FF g mdh ditebak, sedikit tau alurx …eeee mlh d belokin 😂, tp karna da gosip itu aq jdx pilih P dg S……*maaf pilihan hati berdsrkan gosip yg barengan muncul dg FF ini * 😂😂 ditunggu next….NB : klo post FF lg jgn hr libur y *ngirit kuota …..😂 hr biasa aja * ada wi-fi gratis* 😂 TERIMA KASIH 😍😘

    7. Thanks mb nisha yg cantik nan soleh request aq tadi malam dijabanin…. 🙂 bagus bangetz… apalagi harsu disia2in disitu,, hem,,, suenengnya aq…. (gegara gossip LN yg menyakitkan 😦 )… Ceritanya Ok bingitz mbak bener2 berasa nonton film… alurnya josss …

      DItunggu lanjutanya ya mbak… siapapun yg dapetin pree aq manut wae H udah bkin kesel hati… well done mbak….. 🙂

      I’M LOVE IT….

    8. aduh..
      tadi udah ngetik panjang kali lebar kali tinggi, dua kali tetap ga masuk 😭😂

      jadi boleh berkomentar apa aja nih??
      😁

      mohon maaf sebelumnya jika nanti komentarnya kagak enak ya 😃

      pertama tama,
      mengajukan pertanyaan dulu lah biar kayak pretika rao sang wartawan 😃

      ••jadi harshad putra dari istri yang lain??

      ••harshad dan shakti saudara tiri??

      ••shakti dan radhika dijodohkan demi kepentingan kampanye politik??

      ••sebelumnya harshad dan radhika punya hubungan asmara??
      wah.. jadi si gay punya hati juga ya ,😂✌

      dari isi cerita bagus, malah bagiku lebih memuaskan dibanding part 2, ntah lah.. aku merasa part 2 alur cerita pendek banget sih. hehehe.

      sebenarnya fokus utama komentar **pengennya sih ngritik😁✌
      tapi komentar aja ya 😃👌

      dibagian akhir ada kalimat bahwa pemeran utama pria akan menjadi kejutan?
      atau mutlak ditangan author ya?
      **yaiyalah wong yang nulis 😂✌

      cuma kalau menilik di setiap pembuka selalu ada kalimat bahwa fan fict ini untuk mengobati kerinduan kita terhadap couple kesayangan kita dunia akhirat harshika 😁
      maka alangkah baiknya tetap harshad lah ya yang jadi pemeran utama pria 😃 hehehe **tawar menawar 😂✌

      kemudian lagi, ada kalimat semoga pembaca bisa membedakan fan fict dan fakta,
      ya memang dunia harshika sedang gonjang ganjing tentang piknik bareng si H dan si kun-T 😂😂😂✌
      tapi kan ini fan fict ya, bukan fakta, jadi alangkah baiknya tetap ya harshika bukan shartika 😁✌

      kan jodoh juga tak bisa ditebak ya, jadi jodohnya preetika ya harshad aja ya 😁✌

      hehehe.. itu aja sih .

      mohon dimaafkan jika salah kata salah kalimat maupun komentar yg tak berkenan..
      karena saya hanya seorang pembaca yang selalu ingin berkomentar sebenarnya tapi kadang takut salah 😁✌

      ditunggu next chapter sis 😊😘👏👍

    9. di part 3 ini harshadnya rada cucok ya,…. pinter make up in orang,….
      .trus ceritanya di luar dugaan serruuuu abis,….. shakti dan harshad satu bapak lain ibu,….
      tapi menurut aku harshad paling pantes ngedapetin cintanya pree
      ditunggu mba part selanjutnya,………..

    10. aku lebih setuju shakti pasangan sama radhika,. soal nya mereka couple yg cucoook juga sejagad india…
      yah klau buat pree harga mati nya sama harshu aja deh, karna di duniaa nyata hubungan mereka menyakitkan… setidak nya bisa liat mereka bersatu di dunia hayalan seperti FF ka nisa ini..
      heeheeheee

    11. harshika aja deh ka nis pU nya nga usah di ganti, soal nya klau di liat hubungn mereka di dunia nyata sedikit pahit gitu, setidak nya bisa melihat mereka brstu di dunia khayalan seprti FF nya ka nisa ini heheeeeheeee

    12. Dunia Harshika geger krn si bewok, berdampak pada jalan cerita FF ini…
      Jd hasil akhir nanti Pree bakalan dipasangin ma siapa msh belum jelas…apakah msh tetap akan dipasangkan dgn Harshad ato berubah dipasangkan ma Shakti?
      Hmmm…jd bingung jg readernya 😅, gmn klo’ ditambah tokoh pria baru utk mendampingi Pree jd biar tambah surprise 😂 (yg ada authornya malah tambah puyeng krn permintaan aneh dr reader 😅, sorry ya author ✌😁)
      Gimana pun jalan ceritanya dan bagaimana hasil akhir dr FF ini, yg jelas FF ini sangat menghibur para readers… 😊

    13. maaf ya kaka aku baru komen #hallah,,, sebnrnya bru z selesai bcanya , mklum kpotong2, wah enggak nyangka bngt ternyata mereka bersaudara? suatu kejutan tak terhingga hihi aku bayangin pree pasti cantik buanget pke gaun hitam 😍 v kasian jg ma c abang koc nasib y menderita ya? loow peran utama cwo y d akhir jd bikin lbih pnasaran nie, v loow bukn abang yg jd cast utama y and pree bkn ma H koc aku sedikit enggak rela ya? krna aku byangin y H disini sekinclong Zain 😔 tapi tac apalah ku percayakn pd author z meskipun akhirnya bukn H yg jd ma pree n meskipun hati ini sedikit nyesek gpp dech terima z hihi yg pentung sukses selalu untuk kaka, dan jngn masukkan aku k kategori silent readers ya kk sayang😭😭 maaf sekali lg maaf bngt telat respons🙏😭 krna kmrin2 loom selesai bca y d tmbh prahara itu loh #hadeeuh bnyak curhat hihi good job kakak n semoga segala jerih payah kaka ini dbalas dengan beribu2 kbaikan🙏

    14. Ceritanya keren mbakk…
      Serasa masuk dalam situasinya, dan tdi smpt kaget jga ternyta harshad saudaraan sm shakti.

      Ceritanya juga g gampang ditebak..

      Good luck lahh..

    15. keren, seru, bagus, seperti nyata ceritanya. gak usah baca sampe berkali-kalipun udah melekat di memori yg berkapasitas rendah ini. kalo di bikin novel sungguhan bakal laris nih kayaknya, secara fans harshika kan bejibun ya kan 😀
      good job deh buat authornya, semangat 45 terus ya nulisnya. babay

    16. keren, seru, bagus, seperti nyata ceritanya. gak usah baca sampe berkali-kalipun udah melekat di memori yg berkapasitas rendah ini. kalo di bikin novel sungguhan bakal laris nih kayaknya, secara fans harshika kan bejibun ya kan 😀
      good job deh buat authornya, semangat 45 terus ya nulisnya. babay

    17. Wahh..trnyta udh posting dr kemarin. Telat aku…gmna yya ..siapa yg menang yya narik pree..tp yya kasian pree ditarik2 hahaha..jalan crtanya emg tk terdugaa..apek lahh wkwk

    18. Trnyta udh diposting tooo..telat aku…haha pree ditarik 2 org kra2 siapa yg mnang…haha jlan crtanya emg gk keduga…apekk lahh..semangat buat author….

    19. Mau ikut komen krn br sempat baca sekarang 😆 Komenku digabung disini semua aja yaa biar sekaian PxLxT 😝 Kueeeereeen pol FF nya,, banyak cerita tak terduga dari chapter 1-3 ini 😍 dichapter 1 yg bikin nambah ilmu ttg arti imprint & alur cerita yg ga disangka2,,
      Terus chapter 2 yg bikin tegang wkt Harshad culik Preetika trs ada adegan deg2an di selimut ijo yg “fenomenal” itu 😝😂 Hahaha cuma yg itu yg nempel diotak wkt baca chap.2 😝
      Terus chapter 3 yg bikin love-love saat Harshad tersepona eeeh terpesona saat liat preetika didandani & pakai gaun “kurang kain” itu 😅😅😜 trs ikut kaget saat Harshad dipeluk spontan sama Preetika krn ada “organ dibalik kemeja basah” yg menjadi tidak normal& berdesir.. Di sini jg kasian sama Harshad jd anak yg “blm diakui resmi & dibandingkan sama Shakti,,kalo soal patah hatinya sama Radhika maah ga kerasa krn ngebayangin cerita ini pasangan Harshad nanti adalah Preetika 😁 Alur ceritanya penuh kejutan yg tak diduga… Tp ttp harapan dr readers seperti saya pasangan akhir adalah harshika krn sekali harshika tetap harshika 😆 walau apapun kehendak author lah nanti yg akan dinikmati 😉😄
      Terakhir dari saya adalah saya takjub kalo liat tulisan mba Nisa krn punya bakat menulis yg hebat,,ngefans sama tulisan2nya… Andai dibuat novel terus ditulis dgn tokoh-tokoh selain Harshika punn saya bakalan baca & beli novelnya krn emang beneran bgs tiap cerita seperti nyata dan bs dibayangkan tiap yg baca menurut sy 😍😊
      Hehehee….ya udah itu saja cukup dr saya,, sekian & terimakasih 😊
      Oya mohon jgn dipassword yaa FF nya krn kadang sy waktu baca FF nya agak telat dr yg lain seperti sekarang,ntar jd sediiih kalo ga bs ikut baca 😥😉

    20. Mau ikut komen krn br sempat baca sekarang 😆 Komenku digabung disini semua aja yaa biar sekaian PxLxT 😝 Kueeeereeen pol FF nya,, banyak cerita tak terduga dari chapter 1-3 ini 😍 dichapter 1 yg bikin nambah ilmu ttg arti imprint & alur cerita yg ga disangka2,,
      Terus chapter 2 yg bikin tegang wkt Harshad culik Preetika trs ada adegan deg2an di selimut ijo yg “fenomenal” itu 😝😂 Hahaha cuma yg itu yg nempel diotak wkt baca chap.2 😝
      Terus chapter 3 yg bikin love-love saat Harshad tersepona eeeh terpesona saat liat preetika didandani & pakai gaun “kurang kain” itu 😅😅😜 trs ikut kaget saat Harshad dipeluk spontan sama Preetika krn ada “organ dibalik kemeja basah” yg menjadi tidak normal& berdesir.. Di sini jg kasian sama Harshad jd anak yg “blm diakui resmi & dibandingkan sama Shakti,,kalo soal patah hatinya sama Radhika maah ga kerasa krn ngebayangin cerita ini pasangan Harshad nanti adalah Preetika 😁 Alur ceritanya penuh kejutan yg tak diduga… Tp ttp harapan dr readers seperti saya pasangan akhir adalah harshika krn sekali harshika tetap harshika 😆 walau apapun kehendak author lah nanti yg akan dinikmati 😉😄
      Terakhir dari saya adalah saya takjub kalo liat tulisan mba Nisa krn punya bakat menulis yg hebat,,ngefans sama tulisan2nya… Andai dibuat novel terus ditulis dgn tokoh-tokoh selain Harshika punn saya bakalan baca & beli novelnya krn emang beneran bgs tiap cerita seperti nyata dan bs dibayangkan tiap yg baca menurut sy 😍😊
      Hehehee….ya udah itu saja cukup dr saya,, sekian & terimakasih 😊
      Oya mohon jgn dipassword yaa FF nya krn kadang sy waktu baca FF nya agak telat dr yg lain seperti sekarang,ntar jd sediiih kalo ga bs ikut baca 😥😉

    21. Mau ikut komen krn br sempat baca sekarang 😆 Kueeeereeen pol FF nya,, banyak cerita tak terduga,deg-degan,&penuh kejutan 😍
      Dibikin senyam-senyum saat Harshad tersepona eeeh terpesona saat liat preetika didandani & pakai gaun “kurang kain” itu 😅😅😜 trs ikut kaget saat Harshad dipeluk spontan sama Preetika krn ada “organ dibalik kemeja basah” yg menjadi tidak normal& berdesir..
      Tapi Di sini jg kasian sama Harshad krn jd anak yg “blm diakui resmi & dibandingkan sama Shakti,,kalo soal patah hatinya sama Radhika maah ga kerasa krn ngebayangin cerita ini pasangan Harshad nanti adalah Preetika 😁 Alur ceritanya penuh kejutan yg tak diduga… Tp ttp harapan dr readers seperti aq pasangan akhir adalah harshika krn sekali harshika tetap harshika 😆 walau apapun kehendak author lah nanti yg akan dinikmati 😉😄
      Terakhir dariku adalah aq takjub kalo liat tulisan mba Nisa krn punya bakat menulis yg hebat,,ngefans sama tulisan2nya… Andai dibuat novel terus ditulis dgn tokoh-tokoh selain Harshika punn aq bakalan baca & beli novelnya krn emang beneran bgs tiap cerita seperti nyata dan bs dibayangkan tiap yg baca menurutku 😍😊
      Hehehee….ya udah itu saja cukup sekian & terimakasih 😊
      Oya mohon jgn dipassword yaa FF nya krn kadang aq waktu baca FF nya agak telat dr yg lain seperti sekarang,ntar jd sediiih kalo ga bs ikut baca 😥😁😉

    22. Akhirnya bisa jg ikut komen disini setelah bbrp baris komennya di cut krn takut terlalu panjang & ternyata benar akhirnta setelah di cut bs post komennya disini 😆😆

    23. Seru bnget nih critanya.. maaf yah kak baru baca, bru dpat kuota gue dri Babe😂😂… bnyak bnget kaka crita yg gk ke pikir sma guee.. pkoknya buat kakak Nisa sang penulis yg terhott di kalangan masyarakat Beintehaa.. jgn bosan” yah buatin kmi lgi FF nya part 4 😊😊😊.. itu aja dah😂

    24. Seru jga yahh critanya.. maaf yah bru koment. Soalnya bru dpt kuota dri Babe😂.. ini FF siapa yg buat yah??.. kok seru bnget + critanya bgus bnget gk abis pikir gua👍👍👍.. pokoknya buat kak Nisa sang penulis Terhor dikalangan masyarakat Beintehaa jgan ad bosan”nya yah u/ buati kmi FF nya part 4 😄😄😄.. itu aja dah😊😊😊

    25. Yeayyyyy… Akhirnyaa keluar jugaa FF nya 😀 Ceritanyaaa seruuu, kerenn, tapi ko aku rasa kurang panjang yaa? Tapi gapapa deh, semangat untuk chapter selanjutnyaaa (:

    26. Yeayyyy, akhirnya keluar juga ff nya, udah baca sih tapi baru komen hehe.. Ceritanya seru, keren, ngakak, best deh ka. Tapi, aku rasa ko kurang panjang ya? Tapi gapapa deh.. Semangat lanjut chapter selanjutnya (:

    27. Finally,gua bisa baca hampir habis 🙂 *maklum,aktifnya cman karena wi-fi warkop deket rumah :v *
      Beuhh,nih part gua sukak bnget kak nis,paket komplit dah!pas awal2nya PreeHarsh berantem muluk,apalagi pas bagian si Mpok tercantess seantero jagat nginjak2 tuh gaun kurang kain,kebayang gua si mpok nginjek2nya gmana..
      Trus pas bagian sihh Abang ninggalin Pree di tengah jalan,kasian si pree ditinggalin,tpi yee ujing2nya si abang jdi kepikiran ama eneng,trus nyusul balik dehh..
      Aduhh,gk tau dah mo bilang apee,pkoknya part ini gua suka banget..tpi ada satu pertanyaan yang bikin gua sampee keinget mulukk,yang anak dari istri yang gak sah siapa?Shakti ato abang harshanuddin?bingung gua*maklum,kalo bahasanya rada muter eke gak paham*

      Nexttt kilat kak niss,gua udah gak sabar nihh ama kelanjutannya..
      *komennya telatt* MAAPKANLAH Gua kak Niss..

    28. gak bisa2 ngasi komen mbak.. smoga ini bisa

      gila ciamik dah pokok.
      awalnya di chapter 1-2 kyk ketebak mau di bawa kemana jalan ceritanya. eh chapter 3 nya bikin gak ketebak lagi. walopun sebel, tapi masih berharap happy ending dg pasangan Harsika. tapi gak nolah juga klo ada opsi lbh baik.
      bahasnya top bgt, bener2 bisa di bayangin. smngat terus mbak..

    29. Yeaaay akhirnya bisa bacaaa aku seneng bangeet tapi masalahnya aku mau komen panjang tapi apa komennya yaa soalnya ff kk ini membuat aku tak bisa berkata kata soo perfect bangeet, dan ternyata harshad dan shakti adalah!!!?? Oh my god!! Harshad dan radhika Dulunya punya hub asmara!!??? Ya ampuun..aku ga nyangka!! Memang ff kk itu tidak mudah di tebak..selalu ada kejutan!, btw pree kasian bangeed huufzz…aku masih kepikiran niih siapa pasangan pree?? Aaah c kk make pemeran utama laki laki nya di akhir…jadi tambah penasaraan…aku penasaran banget sm part 4 nyaa. Oh ya maaf ya kak aku komennya telat soalnya kalau komen di sini suka gagal dan smg ini berhasil! Maaf juga ya kak aku komennya di part 3, soalnya aku gabungin dari part 1-3 aku janji nnti kalau part 4 sampai seterusnya aku bakalan komen!! Love you kak bye…*maaf kalau komennya sdkt*❤❤

    30. Aku baru buka .. setelah baca .. banyak bgt kejutannya.
      Gereget sama preetika nya sebenernya. Nolak nolak gimana gituuu
      Makasih yah mba nisa udh kasih kita bacaan yg menarik dan menghibur.
      Semoga mba nisa sehat terus.
      Saya suka banget sama yg mba nisa tulis 😊☺

    31. Mbk ,, aq udah lma pingin marah pingin ngambek,, cz tiap aq ngetil komn aq n aq post pasti hasilnya eror n gak nongol,, ini moga” bisa.
      Sejal jaman ff pertama jan dahulu kala ampa saat ini,, aq pantang menyerah buat bisa gabubg sama tmn” ff.nya mbk,,
      semoga bisa,,

    32. makin suka sma nih ff, buat para readers jdi srasa ngelihat langsung apa yg diceritakan dlm ff nya, best buat ff nya the best for authornya…. ceritanya unik, menarik dan cocok di baca para beinteha lovers, meski waktu baca nya lama gue sempetin baca pd saat luang, dan gg lupa nangkring di komentar agar authornya seneng… hiihihiiiii…

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s